Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

Belajar Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Quote Belajar Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang

Saat fasisme Jepang yang sedang menduduki Indonesia mendekati NU, NU dengan cerdas berhasil memanfaatkan kesempatan dan ruang yang diberikan kepadanya. Konsesi yang didapatkan sebagai konsekuensi dan ketergantungan dari peralihan sikap Jepang ini, dengan cepat dimanfaatkan oleh NU untuk melakukan pergerakan politik yang secara permukaan memperlihatkan sikap mendukung kepentingan Jepang. Namun sesungguhnya secara rahasia ditujukan untuk kepentingan bangsa Indonesia yaitu melakukan konsolidasi kekuatan pribumi. Mempersiapkan ‘condition of possiblities’, memanfaatkan peluang dan momentum, saat terjadi krisis geopolitik di level internasional, kemudian menempatkannya sesuai porsinya di level nasional. Mewujudkan negara bangsaIndonesia, 17 Agustus 1945. Inilah siasat politik kancil melawan serigala, teori perjuangan yang mampu diterapkan putra terkasih Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yaitu KH Wahid Hasyim.?

Buku ini menjelaskan secara lengkap perjuangan besar dan pengorbanan NU untuk bangsa dan negara di era kolonialisme Jepang. Serta titiknya adalah siasat politik NU menghadapi Jepang, yang sangat ganas, licik, penipu dan congkak. ‘Menindas, membelenggu fisik dan pikiran rakyat Indonesia’, sebagaimana filosofi bendera Negeri Matahari Terbit, siapapun yang terkena panasnya matahari akan meleleh jiwa dan raganya. ?

Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang

Karya buku ini dicetak perdana dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur, dipersembahkan secara khusus untuk jama’ah-jam’iyyah NU dan bangsa Indonesia. Sebuah buku sejarah yang strategis yang berisi siasat pemuda NU yang jauh lebih lihai, cerdas dan keren, yakni siasat pemuda Wahid Hasyim menghadapi keganasan Jepang. Buku ini wajib dibaca, untuk membantu kita dalam mengingat masa lalu yang pernah ada dan perlu kita kobarkan ditengah keterpurukan bangsa, ? bagaimana menyerap energi pendahulu bangsa sebagai energi perlawanan. Sehingga menjadi pemuda NU harus pemberani dan senantiasa terus berjuang, berinovasi untuk kebangkitan NKRI. Karena NKRI adalah milik NU, saatnya NU mengatur bangsa dan negara. Berkhidmat demi kebaikan negeri para kiai & santri, kemuliaan para nabi dan para wali. ? ?

Buku berjudul Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang merupakan buku pertama dari Trilogi buku perjuangan NU. Buku kedua berjudul NU Menginjak Bumi: Siasat Pasca Kemerdekaan, sedangkan buku ketiga berjudul, Ketika NU Ditindas. Hanya dengan akumulasi pengetahuan kita mampu bangkit, beredar dalam pergaulan bangsa-bangsa dunia. Ingatlah, masa lalu adalah energi perlawanan demi masa kini-masa depan. Dahulu kita memiliki patriot besar, the libertador: Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Gus Wahid Hasyim (NU). Pemimpin bangsa yang bisa baca konstelalasi global, punya kesadaran baca psikologis bangsanya, hingga bisa memerdekakan negerinya. Warisan luhur itulah yang sangat penting dikobarkan di pikiran-hati untuk mencipta Indonesia yang revolusioner. Inilah relevansinya membaca buku ini, dalam menghadapi kapitalisme global kontemporer.?

Belajar Muhammadiyah

Dalam buku ini penulis mengajak masyarakat untuk tahu bahwa Indonesia kita ada karena masa lalu, dan mestinya digerakan pemuda untuk masa kini dan masa depan. Karena kejayaan bangsa hanya bisa ditransformasi merujuk masa lalunya misalnya Kebangkitan Jepang, Turki, Cina, India, Iran, Korea, Inggris dan lainnya. Pemuda seperti kita semua tetap berurusan dengan masa lalu, mesti bisa bertarung seperti pemuda bernama Dyah Wijaya dari Nusantara melawan imperium Mongol, Kubilai Khan. Dan pemuda itu menang atasnya dalam pertarungan, menyelamatkan Asia, Afrika, dunia Islam dan Eropa-Barat dari teror dan ketakutan paling mengerikan sepanjang sejarah, keganasan imperium Mongolia. Berkat perjuangan putra Nusantara, dunia diselamatkan, terwujudlah perdamaian. NU adalah tajalli dari spirit masa lalu, untuk meneguhkan Islam Nusantara dan demi peradaban global yang damai dan berkeadilan. Inilah tantangan PBNU 2015-2020 yang dikukuhkan di Masjid Istiqlal.?

Belajar Muhammadiyah

Para kiai dan pejuang NU era kolonial Jepang telah mengabdikan dirinya bagi Islam dan berbakti untuk Kemerdekaan Indonesia. NU mengabdi untuk kebaikan negeri tercinta ini dari awal hingga akhir. Mereka yang tidak mencintai tidak akan memahami. Warna-warni hidupnya para pendekar-pejuang NU disingkat hanya 3 (tiga) kata: Beliau lahir, bergerak dan syahid. Para pejuang NU telah memahat jalan yang mengantarkan kita, mengorbankan nyawanya demi Kemerdekaan Indonesia, demi kita semua hingga detik ini.?

Data buku

Judul : Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang

Penulis: Dinno Munfaizin Imamah

Penerbit : The Koweng Press Jakarta?

Cetakan I : Agustus 2015

Tebal : 218

Peresensi : Ningrum Lestary, pecinta buku

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Quote Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Riset yang dilakukan oleh Balitbang dan Diklat Kementerian Agama menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan baca-tulis Al-Quran antara siswa yang aktif di organisasi Rohani Islam (Rohis) dengan yang tidak aktif di Rohis pada alpha 0,03 di mana justru yang tidak aktif di Rohis kemampuannya lebih tinggi daripada yang aktif di Rohis. Mereka yang kurang aktif di Rohis juga kemampuannya lebih tinggi dari yang aktif di Rohis pada alpha 0,016.?

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis

Temuan tersebut merupakan sebagian dari hasil penelitian yang difokuskan pada penyusunan indeks Pendidikan Agama Islam Tingkat Sekolah Menengah (SMA) di Kabupaten Serang, Banten. Balitbang Diklat Kemenag menyusun Indeks Keberhasilan Pendidikan Agama bertujuan untuk mengetahui Indeks Keberhasilan Pendidikan Agama Islam (IKPAI) Kelas XII SMA Negeri di Kabupten Serang yang mencakup kemampuan membaca Al-Quran, perilaku, karakter, afeksi; dan pengaruh profil responden terhadap Indeks Keberhasilan PAI (kemampuan membaca Al-Quran, perilaku, karakter, dan afeksi).

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik ? kelas XII SMA Negeri yang beragama Islam di wilayah Kabupaten Serang sebanyak 3023 peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 bulan, mulai bulan Juni 2015 sampai Desember 2015.

Indeks Keberhasilan PAI (IKPAI) Kelas XII SMA Negeri se-Kabupaten Serang yang merupakan komposit dari ? indeks 4 variabel adalah 0,60. Variabel baca-tulis Al-Quran dengan indeks 0,68; perilaku 0,56; karakter 0,56; dan afeksi 0,60.?

Dilihat dari pengaruh profil responden terhadap Kemampuan Baca-Tulis Al-Quran, tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang sangat signifikan antara siswa dari jurusan IPA dan IPS pada alpha 0,00 di mana kemampuan siswa IPS relatif lebih tinggi dari siswa IPA.?

Belajar Muhammadiyah

Terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al Quran siswa yang signifikan berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan orangtua masing-masing. Orangtua yang bertani anak-anaknya lebih mampu baca-tulis Al-Quran daripada anak-anak/siswa yang orangtuanya PNS/TNI/Polri (alpha 0,039). Orangtua yang bertani anak-anaknya lebih mampu baca-tulis Al-Quran daripada anak-anak/siswa yang orangtuanya Wiraswasta (alpha 0,087).

Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang berasal dari SMP dengan siswa yang berasal dari MTs. Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dengan siswa yang berasal dari MI.

Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang mengaji di Pesantren/Diniyah, dengan yang Privat, di TPQ, maupun yang hanya belajar agama Islam di SMAN. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Meme Islam, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Kediri, Belajar Muhammadiyah - Kesebelasan Quen Al-Falah (Qulah) optimis bisa merebut posisi ketiga dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Jatim II di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Dalam babak penentuan peringkat tiga pertandingan akan mempertemukan Quen Al-Falah dan tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang, Rabu (31/8).

Insya Allah teman-teman mampu mengambil posisi III,” ungkap Sulkhan Abdul Kahfi, Kapten Tim Quen Al-Falah kepada Belajar Muhammadiyah usai bertanding dengan tim Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Bagi Quen Al-Falah, di manapun posisi tidak menjadi masalah. “Namun,kalau bisa menempati posisi ketiga sudah lumayan. Kami ikut ini karena untuk silaturrami antarsantri pesantren melalui olahraga. Sehingga posisi tidak menjadi penentu. Cuma kalau dapat kenapa tidak,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Disinggung kalah dengan kesebelasan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung saat semifinal? Ia mengatakan, timnya sudah berupaya maksimal. Bahkan sampai mengerahkan sporter ratusan orang. Namun, memang Darut Taibin memang lebih hebat permainannya. Sehingga timnya bisa dibekuk 3-0 tanpa balas.

Belajar Muhammadiyah

“DaTa memang hebat. Kami keteteran ketemu tim Tulungagung itu. Selain itu stamina teman-teman sudah habis. DaTa memang layak lolos ke Final. Permainannya memang bagus. Pemainnya merata dan kompak,” tambahnya.

Sementara itu Tim Ponpes Darul Ulum tadi gegabah menghadapi tim Quen Al-Falah. Menurut Ajay Kapten kesebelasan, Quen Al-Falah bukan tim sembarangan. Mereka memiliki skill pemain yang merata. Umpan-umpannya akurat. Kalau dalam semifinal kalah dengan DaTa, itu soal keberuntungan saja. Terlepas itu memang DaTa permainannya bagus. Karena memiliki power dan speed yang bagus.

“Quen lumayan bagus. Cuma kalau sama DaTa, kalah mental. Untuk itu kami dan teman-taman dalam penetuan ranking nanti akan bermain lepas tanpa beban,” kata Ajay.

Sebagaimana di ketahui kesebelasan Quen Al-Falah dalam putaran semifinal dilibas tim DaTa Tulungagung dengan skor 3-0. Sedangkan Darul Ulum dikalahkan An-Nur 2 dengan skor 3-2 setelah adu penalti. Untuk itu kesebelasan DaTa dan An-Nur bisa lolos ke Final. Sedangkan Quen dan Darul Ulum akan berebut mempertahankan posisi ketiga dalam putaran LSN Region Jatim II di Kota Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Ulama, Quote Belajar Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

Makassar, Belajar Muhammadiyah. Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan menggelar lailatul ijtima di gedung NU Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan Km 9 nomor 29, Kamis (6/11). Pada kesempatan ini mereka menyosialisasikan hasil Munas-Konbes NU 2014 awal Nomvember kemarin yang meliputi tiga sidang komisi.

Tampak hadir Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco, A Rahman Idrus, Ruslan, Iskandar Idy, Arfin Hamid, Rektor UIM Andi Majdah M Zain, dan para sepuh NU Sulsel Naharuddin Tinulu, Ridwan AR, KH Abdurrahman, beserta segenap pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom.

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

“Menurut NU model Khilafah adalah produk sejarah, bukan perintah agama. Sehingga NU memandang, Islam mengakui eksistensi Negara bangsa dan tidak mengharuskan penganutnya untuk mendirikan negara agama, termasuk sistem Khilafah,” kata Katib Syuriyah NU Sulsesl Ruslan yang mengikuti sidang komisi Bahtsul Masail.

Belajar Muhammadiyah

Setelah pemaparan hasil Munas dan Konbes NU, Anre Gurutta Sanusi Baco menyampaikan taushiyahnya perihal kebersihan. Menurutnya manusia akan mendapat siksa langsung akibat pelanggaran hukum Allah di ala mini.

“Misalnya agama menganjurkan menjaga kebersihan, lantas kita mengotori. Hukumannya adalah kita akan terkena penyakit diakibatkan manusia tidak menjaga kebersihan. Yang kedua siksaan akhirat akibat pelanggaran hukum syariah yang termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunah,” kata Gurutta Sanusi.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga prihatin dengan adanya dua kubu di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Ia mengibaratkan perpecahan di parlemen seperti ungkapan "Kelompok salah yang terorganisir akan mengalahkan kelompok benar tetapi tidak terorgansir". (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Quote Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Takabur dan Azab Pedihnya

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Takabur dan Azab Pedihnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Takabur dan Azab Pedihnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Takabur dan Azab Pedihnya

? ?

Belajar Muhammadiyah

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Rasulullah SAW lewat beberapa hadistnya mengingatkan kepada kaum Muslimin bahwa takabur atau sombong dapat menghalangi seseorang masuk surga, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud R.A. sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Belajar Muhammadiyah

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang dalam hatinya terdapat rasa takabur atau sombong meskipun hanya sekecil biji sawi.”

Hadits tersebut menegaskan bahwa kesombongan akan menjadi penghalang bagi kita untuk masuk surga betapapun halusnya kesombongan itu sehingga hanya diri sendiri yang mengetahui. Kesombongan itu ada 2 (dua) macam, yakni kesombongan yang tampak secara lahiriah dan kesombongan tersembunyi di dalam hati. Kesombongan yang tampak secara lahiriah akan mudah dilihat atau dirasakan orang lain. Kesombongan yang tersembunyi dalam hati sering kali hanya diketahui diri sendiri. Bahkan bisa jadi diri sendiri pun tidak menyadarinya.

Pepatah mengatakan, “Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu.” Pepatah ini mengungkapkan betapapun dalamnya laut, kita dapat mengukurnya. Terlebih sekarang dimana teknologi sudah sedemikian maju, seperti tersedianya alat yang disebut Echosounder, dalamnya laut dapat diketahui dengan mudah dan cepat. Tetapi pertanyaannya, siapa yang dapat mengetahui isi hati seseorang?

Memang tidak mudah mengetahui isi hati seseorang, misalnya apakah seseorang bermaksud sombong atau tidak. Tetapi sebenarnya, hati itu bisa diibaratkan sebuah kendi. Kita tentu sulit mengetaui apa isi sebuah kendi karena di dalamnya gelap. Namun dari mengamati apa yang keluar dari mulut kendi, kita akan tahu apa isi kendi itu, apakah air, minyak ataukah sirup.

Demikian pula kitapun sesungguhnya dapat mengetahui sebagian isi hati seseorang dengan melihat gejala-gejala yang tampak dari luar. Dari kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, mungkin dapat dinilai apakah seseorang dalam hatinya terdapat kesombongan ataukah tidak. Dari sikap dan perilaku seseorang, mungkin dapat pula dirasakan apakah di dalam hatinya terdapat kesombongan ataukah tidak.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Di dalam Islam, baik kesombongan yang tampak secara lahiriah maupun kesombongan tersembunyi di dalam hati, dipandang sebagai perilaku yang tidak terpuji. Mengapa demikian? Pertanyaan itu dapat ditemukan jawabannya dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ali bin Abi Thalib R.A. Rasulullah SAW bersabda:

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesunguhnya Allah Ta’ala berfirman: “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Azab dia.”

Hadits di atas menegaskan barang siapa ber-takabur, sesungguhnya ia telah mengambil atau bahkan merampas pakaian Allah SWT. Ia dinilai telah mengambil posisi menantang Allah SWT sebagai Dzat satu-satunya yang berhak atas predikat al-mutakabbir. Al-mutakabbir artinya adalah yang pantas menyombongkan diri karena Allah memang Maha Segalanya, yang tak satu pun dapat menyamai-Nya.

Al-mutakabbir juga bisa berarti Maha Pemilik Kebesaran. Itulah sebabnya dalam beberapa ibadah kita dianjurkan untuk mengucapkan takbir sebagai ungkapan jujur untuk menyatakan kebesaran Allah SWT. Maka barang siapa hendak menyaingi Allah dengan ber-takabur atau menyombongkan diri, Allah akan memberinya azab. Orang itu akan dibinasakan sebagaimana Raja Fir’aun yang dikenal sangat sombong karena mengaku sebagai Tuhan. Fir’aun hidup pada jaman Nabi Musa alaihis salam. Allah SWT menenggelamkan Fir’aun ke dalam Luat Merah yang memisahkan antara Benua Asia dan Afrika di Timur Tengah. Fir’aun akhirnya tewas mengenaskan di tengah-tengah laut tersebut.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Sebagaimana kita ketahui dan laksanakan bersama, bacaan pertama yang harus kita ucapkan untuk memulai shalat adalah takibiratul ihram, yakni mengucapkan ? ?, yang artinya Allah Maha Besar. Bacaan ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran kepada kita bahwa hanya Allah Yang Maha Besar. Tak satu pun dari makhluk-Nya pantas menyombongkan diri karena memang hanya Allah Yang Maha Besar. Orang-orang yang benar-benar dapat menjalankan ibadah shalat dengan baik, pastilah akan dapat menjauhkan diri dari sikap takabur. Tetapi faktanya, banyak orang bersikap takabur meski mereka menjalankan shalat lima waktu setiap harinya. Ini bisa terjadi ketika seseorang menjalankan ibadah shalat tanpa pengahayatan sama sekali terhadap bacaan-bacaan yang mereka ucapkan.

Untuk itulah, maka ketika kita melakukan takbiratul ihram untuk memulai shalat dan takbir-takbir lainnya untuk menandai perpindahan dari rukun shalat ke rukun lainnya, kesemua takbir itu harus dapat kita laksanakan dengan sebaik mungkin. Yakni, kita harus dapat mengucapkannya dengan penuh penghayatan akan makna yang sebenarnya. ? ? tidak saja berarti Allah Maha Besar, tetapi sekaligus hendaknya menjadi kesadaran kita bersama betapa kecilnya kita sesungguhnya di hadapan Allah SWT yang Maha Agung dengan segala puji bagi-Nya.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Selain takbiratul ihram, kita juga mengucapkan bacaan-bacaan lain untuk mengagungkan Allah SWT. Misalnya, ketika kita melakukan ruku’, kita dianjurkan mengucapkan:

? ? ? ?

Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya.”

Sambil membungkukkan tubuh kita dengan posisi punggung tetap lurus, kita mengucapkan bacaan ruku’ tersebut. Diharapkan dari ruku’ ini, kita memiliki kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Agung dengan Segala Puji bagi-Nya. Kesadaran ini akan menghindarkan kita dari bersikap takabur karena menyadari hanya Allah yang Agung. Maka orang-orang yang betul-betul dapat menjalankan ruku’ dengan baik dan dapat menghayati maknanya, pasti tidak akan menyombongkan diri karena menyadari manusia sesungguhnya sangat kecil dan tak berarti apa-apa di depan Allah SWT.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Setelah ruku’, rukun shalat lainnya yang juga dimaksudkan untuk mengungkapkan pengakuan kita akan kebesaran dan kemuliaan Allah adalah sujud. Dalam sujud ini, kita dianjurkan mengucapkan:

? ? ? ?

Artinya: “Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan dengan segala puji bagi-Nya.”

Sambil meletakkan dahi di atas lantai, dimana posisi kepala kita sejajar dengan semua kaki, baik kaki sendiri maupun kaki orang lain, kita mengucapkan bacaan sujud tersebut. Diharapkan dari sujud ini, kita memiliki kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Tinggi dengan Segala Puji bagi-Nya. Dengan sujud, kita hendaknya menyadari bahwa semua manusia, adalah sama rendahnya di hadapan Allah SWT. Kesadaran ini akan menghindarkan kita dari bersikap takabur karena menyadari hanya Allah yang Tinggi. Artinya, secara jujur kita mengakui dan meyakini bahwa manusia sesungguhnya sangat rendah di depan Allah SWT. Hanya dengan kemuliaan Allah, manusia menjadi makhluk terbaik diantara semua makhluk yang diciptakan-Nya.

Namun, semua kemuliaan itu hanya dapat dijangkau oleh manusia ketika mereka beriman dan bertakwa kepada-Nya. Salah satu tanda ketakwaan adalah tidak bersikap takabur, baik melalui kata-kata atau lisan maupun sikap atau perbuatan. Tanpa iman dan takwa manusia justru menjadi makhluk paling rendah diantara yang rendah-rendah sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah “At-Tin” ayat 4- 6 sebagai berikut:

? ? ? ? ? ?(4) ? ? ? ? (5) ? ? (6) ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Semoga apa yang telah saya uraikan di atas dapat mendorong kita untuk berintrospeksi barangkali selama ini dan di masa-masa lalu kita ternyata sering melakukan kesombongan-kesombongan, baik yang terus terang maupun yang tersembunyi di dalam hati. Untuk itu, marilah dengan momentum menjelang Ramadhan tahun ini, kita isi lembaran-lembaran hidup ini dengan tekad menjauhi sikap takabur agar kita selamat dari ancaman Allah SWT, yakni tidak masuk surga sebagaimana dinyatakan dalam hadits yang telah saya uraikan pada awal khutbah ini. Amin... amin... ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta, Halaqoh, Quote Belajar Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser

Tulungagung, Belajar Muhammadiyah - Meski kiprah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hadir di hampir semua lini, tak sedikit dari masyarakat yang belum mengenal nama-nama, tugas dan fungsi beberapa santuan khusus yang dimiliki organisasi semiotonom Gerakan Pemuda Ansor ini.

Dalam Peraturan Organisasi (PO) Pasal 23, Banser disebut sebagai organisasi yang bersifat keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, dan bela negara. Untuk melaksanakan itu, Banser telah memiliki beberapa satuan khusus, di antaranya Densus 99 Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Relawan Kebakaran (Balakar), Banser Relawan Lalulintas (Balantas), Banser Kesehatan (Banser Husada), Banser Maritim (Baritim), dan Banser Protokoler.

Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser

Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Tulunggung, Jawa Timur, yang berlangsung 5-7 Agustus 2016, PO untuk keenam satuan khusus itu juga menjadi bahan pembahasan. Untuk mengenal lebih jauh, berikut daftar satuan khusus dan unit lain yang sejenis dalam Banser.

Belajar Muhammadiyah

1. Detasemen Khusus 99 Asmaul Husana (Densus 99)



Belajar Muhammadiyah

Detasemen Khusus 99 Asmaul Husna selanjutnya disingkat Densus 99 adalah satuan tetap Banser yang bertugas mengamankan program-program keagamaan dan program-program sosial kemasyarakatan sebagai partisipasi GP Ansor kepada negara dalam menghadapi tantangan global dan upaya memerangi radikalisme agama dalam berbagai bentuk.

Satuan ini bertugas mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi kepada pimpinan dan berfungsi untuk melakukan pencegahan dan penangkalan terhadap berbagai upaya yang mengarah pada kekerasan atas nama agama, menjaga, memelihara, dan menjamin keamanan dan kenyamanan setiap warga negara dalam menjalankan agama dan kepercayaannya terutama adalah rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga. “Satuan ini hanya berkedudukan di Satkornas saja. Namun anggotanya menyebar ke seluruh tanah air,” ungkap Kasatkornas Alfa Isneini.

2. Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana)



Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana merupakan satuan khusus Banser yang mengemban amanah melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor serta memiliki kualifikasi khusus di bidang penanggulangan bencana. Fungsi dan tanggung jawabnya adalah pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.

Sedangkan tugas garapannya, merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan penanggulangan bencana. Satuan ini bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi penanggulangan bencana serta pembinaan personel. “Satuan ini dibentuk mulai di tingkat pusat hingga kekecamatan-kecamatan. Satuan ini sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu dan sudah terjun di mana-mana. Misalnya ketika Merapi erupsi, Gunug Kelud meletus, gempa bumi di Banjarnegara, dan lainnya. Bahkan sebelum itu Banser selalu kirim relawan bila ada bencana alam. Misalnya gempa bumi di Maumere Flores 12 Desember 1992. Banser waktu itu juga menurunkan tim relawannya. Begitu juga dengan tsunami Aceh,” papar Alfa.

3. Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (Balakar)



Satuan ini berfungsi dalam penanggulangan bahaya kebakaran, tanggap darurat dan rehabilitasi. Tugasnya melaksanakan fungsi tanggap darurat dan kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bahaya kebakaran dan bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi penanggulangan bahaya kebakaran serta pembinaan personel. “Mengingat mahalnya peralatan. Maka satuan ini baru berdiri di beberapa perkotaan saja. Misalnya DKI Jakarta,” terang Alfa.

4. Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas)



Satuan ini berfungsi dalam penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan, serta pengurangan risiko kecelakaan, guna terwujudnya kelancaran dan ketertiban berlalu lintas. ”Mulai dari pusat hingga desa-desa satuan ini suah terbentuk. Contoh setiap lebaran kita selalu membentuk posko-posko lebaran di semua kabupaten dan kota,” kata Alfa.

5. Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada)



Basada adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat. “Satuan ini dibentuk mulai pusat sampai kecamatan,” jelas Alfa.

5. Barisan Ansor Serbaguna Protokoler (Banser Protokoler)



Satuan khusus Banser ini memiliki kecakapan dalam manajemen acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor, dan Banser. Satuan ini berfungsi mengatur, menata, dan mengelola acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi sesuai dengan perencanaan kegiatan. Dengan tugas merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan keprotokolan di GP Ansor dan Banser. “Satuan Protokoler dibentuk mulai di pusat sampai ke ranting-ranting,” kata Alfa.

6. Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim)



Baritim adalah satuan khusus yang mengemban fungsi dan tugas pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah Maritim NKRI. “Sataun ini dibentuk di pusat dan semua daerah kepulauan dan daerah yang memiliki perairan,” tutur Alfa lagi.

Selain satuan khusus tersebut, lanjut Alfa, Banser memiliki Corp Provost Banser (CPB). Tak seperti enam satuan khusus lainnya, korps pasukan ini lebih berurusan dengan internal organisasi. Ia berfungsi menegakkan marwah, etika dan disiplin organisasi di internal kesatuan Banser. CPB dibentuk dalam rangka upaya menertibkan dan mendisiplinkan jajaran Banser, demi terciptanya pasukan Banser yang semakin baik, taat aturan, dan profesional. “Corp Provost Banser inilah yang mengawasi dan menertibkan semua kegiatan Banser di semua lini,” tegas mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur itu.

Sebenarnya, lanjut Alfa, Banser masih memiliki dua satuan khusus lagi. Yakni, Satuan Khusus Banser Anti-Narkoba (Baanar) dan Banser Kepanduan. Namun, dalam Konbes Ansor lalu, disepakati dua satuan itu masuk di lembaga GP Ansor bersama dengan Rijalul Ansor. “Semua satuan tersebut dibentuk untuk meningkatkan profesionalitas Banser dalam berbakti dan menjalankan fungsi sosial di masyarakat. Jadi Banser memiliki kegiatan yang sangat padat dengan berbagai disiplin kegiatan,” tambahnya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Kajian Islam Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara

Jakarta, Belajar Muhammadiyah?



Prof Syed Farid Alatas dari National University of Singapore berpandangan bahwa perkembangan aliran, pemikiran, dan pendekatan terhadap Islam di Indonesia berkembang lebih baik dibanding Singapura dan Malaysia.?

“Kepelbagaian pemikiran di Indonesia adalah jauh dinamis dibanding dengan Singapura dan Malaysia,” katanya selepas berdiskusi dengan wartawan dan redaktur Belajar Muhammadiyah di gedung PBNU, Jakarta pada Rabu sore (22/2)

Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara

Menurut Kepala Departement of Malay Studies tersebut perkembangan pemikiran di Indonesia seperti itu sangat positif dalam dunia Islam.?

“Sebab Indonesia merupakan, menurut kami, negara Islam yang paling demokratis,” tambahnya yang mengantar 20 mahasiswa dan mahasiswi asal Singapura dan Malaysia dari kampus National University of Singapore, Universitas Malaya, Universitas Kuala Lumpur, Liverpool University, dan Teheran University. ?

Belajar Muhammadiyah

Ditanya Islam Nusantara, keponakan Syekh Naquib Al-Attas, tersebut, Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama sebagai gagasan baik di Asia Tenggara.

“Kami anggap gagasan Islam Nusantara sebagai satu gagasan sangat sehat untuk semangat Islam di Asia Tenggara,” ungkapnya.?

Sementara di Malysia dan Singapura, lanjutnya, menjalani proses Arabisaasi oleh aliran-aliran tertentu dari Timur Tengah, dari negara seperti Arab Saudi, Mesir dan pola pemikiran cara hidup yang tidak sesuai orang Islam di Asia Tenggara.?

Menurut dia, berbeda dengan Indonesia, pandangan semacam itu dimentahkan pemikir-pemikir Islam Indonesia. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Santri, Quote, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Jangan Hanya Lihat Islam di Timteng, Lihatlah Pula Indonesia

Sidoarjo, Belajar Muhammadiyah. Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf menginginkan Indonesia bisa dilirik dan dijadikan model percontohan oleh negara-negara lain. Pihaknya juga mengatakan bahwa Islam di Indonesia berbeda dari Islam yang ada di dunia.

"Kita Ingin Indonesia dilirik sebagai salah satu model dimana suasana damai bisa dikembangkan, selalu hidup berdampingan, suasananya tenang. Inilah sebetulnya yang bisa jadi ajakan kepada dunia untuk melihat Islam di Indonesia," kata H Saifullah Yusuf kepada wartawan usai membuka acara seminar internasional NU dan Islam Nusantara di hotel GrennSA IIn Juanda Sedati Sidoarjo, Rabu (1/7).

Jangan Hanya Lihat Islam di Timteng, Lihatlah Pula Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Hanya Lihat Islam di Timteng, Lihatlah Pula Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Hanya Lihat Islam di Timteng, Lihatlah Pula Indonesia

Pria yang kerap disapa Gus Ipul itu juga mengatakan, jangan hanya melihat Islam yang ada di Timur Tengah, tapi lihatlah Islam di Indonesia. Tak semua negara muslim mengalami situasi seperti yang dialami warga muslim di Timur Tengah.

Belajar Muhammadiyah

"Kita prihatin melihat negara Yaman, Syiria dan beberapa negara di Timur Tengah yang mengalami gejolak dan konflik politik berkepanjangan sehingga memakan korban dan membuat orang tua tidak bisa mencari nafkah, anak-anak tidak bisa belajar (sekolah) dengan baik, masyarakatnya tidak bisa ibadah dengan benar. Maka Inilah yang mungkin bisa jadi inspirasi kita semua," tegas pria yang juga menjadi ketua panitia daerah Muktamar ke-33 NU ini.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, Islam Nusantara itu Islam yang bertemu dengan tradisi. Islam yang tetap menggunakan dua kalimah syahadat dan menunaikan ibadah shalat sebagaimana merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim.

"Islam Nusantara itu Islam ya tetap Islam, tetapi di sini Islam yang model nusantara. Tetapi jangan disalahfahami kalau Islam di sini tidak memakai syahadat, ndak, syahadat tetap, shalat pun juga tetap. Tetapi kita juga mempunyai kegiatan-kegaitan yang tidak ditemukan di negara lain," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, beberapa kegiatan-kegaitan yang tidak ditemukan di negara lain seperti tahlilan, doa bersama serta bowo, itu merupakan kerukunan atau tradisi saling tolong-menolong, saling membantu sesama manusia dan itu adalah Islam Nusantara. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote Belajar Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Bone, Belajar Muhammadiyah

Imam Besar Muslim Centre New York dan Presiden Nusantara Foundation USA Shamsi Ali menjelaskan fenomena muslim di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga bercerita bahwa di negara tersebut, perempuan muslim hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua.

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Sesungguhnya, kata dia, Islam tak membatasi gerak gerik perempuan. “Hal inilah yang saya kagumi dari Ibu Majdah Agus setiap minggu mengelilingi Sulawesi Selatan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Quran,” katanya mengomentari Ketua Muslimat NU Sulsel pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/8).

Sebagaimana diketahui, Majdah MZ Agus Arifin Numang adalah Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) disamping sebagai istri Wakil Gubernur Sulsel.

Belajar Muhammadiyah

Shamsi Ali menambahkan, dakwah di Amerika Serikat sangat berbeda dengan dakwah di Indonesia. “Hal yang selalu saya sampaikan di Amerika Serikat terkait rasisme bahwasanya Islam datang untuk menjadi obat atas banyaknya rasisme karena sesungguhnya Islam memandang manusia yang paling mulia adalah orang yang bertkwa,” jelasnya.

Ia juga mengkritik tentang fenomena umat Islam yang hanya mementingkan Islam sebagai simbol, bukan sebagai nilai yang harus diimplementasikan.

Belajar Muhammadiyah

Padahal, sambungnya, Islam sangat menuntut umatnya harus bergerak, berkompetisi, bersilaturrahim, meningkatkan SDM, berdakwah dengan baik, menyuarakan Islam yang ramah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) dengana Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone yang dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kyai, Nahdlatul Ulama, Quote Belajar Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pengurus Nasional CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) pada 2016 ini kembali membuka layanan posko mudik di 3 kota, yakni Semarang, Pasuruan dan Makassar yang berlangsung tanggal 1-4 Juli 2016.

Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri CSSMoRA Siap Layani Pemudik di 3 Kota

Adapun lokasinya, pertama di depan Masjid Jami’ Baitul Izzah, Ngilir Terboyo Wetan, Genuk, Semarang; depan Masjid Muhammad Cheng Ho, Petungsari, Pandaan, Pasuruan; depan Masjid Raya Makassar.

Sementara fasilitas yang disediakan oleh organisasi mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) ini di antaranya, cek kesehatan, tempat istirahat, konsultasi pendidikan perguruan tinggi dan pondok pesantren, wifi area, pembagian takjil berbuka dan hidangan sahur, dan lain-lain. Semua fasilitas diberikan secara gratis.

Menurut Ketua Umum CSSMoRA Nasional Muhammad Zidni Nafi, dari tahun ke tahun pelayanan posko mudik lebaran selalu dibuka lantaran kesadaran bersama dari anggota CSSMoRA untuk ikut berkontribusi dalam melancarkan tradisi mudik masyarakat.

"Ini bagian dari pelayanan serta pengabdian santri kepada masyarakat, sekaligus mempraktikkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi," kata Zidni melalui pers rilisnya, Kamis (30/6).

Belajar Muhammadiyah

"Apalagi ada ratusan santri anggota CSSMoRA yang masih studi di bidang kesehatan, kedokteran, teknologi, dan lain-lain, sehingga sedikit banyak dapat diamalkan untuk melayani pemudik dan masyarakat sekitar lokasi posko," tambahnya.

Zidni menghimbau kepada masyarakat atau pemudik yang melewati ketiga lokasi posko tersebut untuk bisa mengunjungi stand posko yang dibuka oleh santri-santri CSSMoRA.

"Kami siap untuk melayani. Semoga berawal dari langkah kecil ini, banyak dari kalangan santri muda semakin memperluas jaringan pengabdiannya untuk kemaslahatan masyarakat luas," pungkas santri asal Kudus yang sedang menempuh studi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Internasional, Quote Belajar Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Akreditasi, Salah Satu Tolak Ukur Kaderisasi GP Ansor

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah - Halal bihalal yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan, Sabtu (29/7) di Gedung Hasan Aminuddin Center Kecamatan Dringu juga diisi dengan akreditasi oleh PW GP Ansor Jawa Timur.

Halal bihalal yang diikuti oleh seluruh pemuda Ansor hingga tingkat ranting ini dihadiri oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Tri Wahid bersama pengurus, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis bersama Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Probolinggo Adimas Lutfi Putrajaya dan Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq.

Akreditasi, Salah Satu Tolak Ukur Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Salah Satu Tolak Ukur Kaderisasi GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Salah Satu Tolak Ukur Kaderisasi GP Ansor

Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis mengatakan, akreditasi adalah salah satu tolak ukur pengkaderan dan salah satu kewajiban para pengurus untuk tunduk dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi sehingga dapat memunculkan sebuah kesamaan visi misi? mulai tingkatan cabang hingga ranting.

“Ansor bisa dikatakan hidup dan jalan pengkaderannya jika sudah melakukan jenjang pengkaderan baik Ansor maupun Banser seperti DTD/ PKD, Diklatsar maupun Susbalan Banser, Majelis Dzikir dan shalawatnya berjalan, punya lembaga ekonomi atau badan usaha dan program reguler yang terstruktur,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Muchlis, akreditasi inilah saatnya jajaran pengurus mengukur diri atas ikhtiar yang sudah dilakukan. “Ada pedoman akreditasi oleh GP Ansor Jatim. Kedatangan tim dari GP Ansor Jatim ini adalah melakukan kroscek untuk memperbaiki organisasi baik secara kaderisasi maupun administrasi,” tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Tidak lupa Muchlis mengajak seluruh kader GP Ansor dan Banser turut mendukung semua program GP Ansor baik di Kabupaten Probolinggo maupun Kota Kraksaan yang telah dicanangkan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

“Kita terus melakukan sinkronisasi program unggulan sebagai pilot project kepemudaan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) dan mengawal pada garda terdepan? menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Fragmen, Quote Belajar Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku

Jepara, Belajar Muhammadiyah?

“Apa arti radikalisme,” tanya Najib Habibi kepada Nazwan santri asal Garut Jawa Barat itu.? “Radikalisme adalah suatu paham sosial/politik yang dalam usaha mencapai tujuannya menggunakan cara-cara kekerasan,” jawab santri kelas 5 MI Pesantren Darul Falah, Bangsri, Jepara ini.? Kemudian Fatihul Khoir santri asal Semarang itu menerjemahkan dalam bahasa Inggris. Radicalism is a social or politics understranding which has the purpose of achieving the goal by doing violence.

Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku (Sumber Gambar : Nu Online)
Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku (Sumber Gambar : Nu Online)

Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku

Praktik santri itu merupakan upaya kegiatan menanamkan pendidikan anti-radikalisme kepada anak-anak. Setelah Nazwan dan Khoir ditanya seputar radikalisme dan Ivan santri dari Madura yang sudah hafal 15 juz menghafal beberapa ayat, selaku ketua Ikdamuba, Munashiroh melanjutkan sesi.?

Ketua Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuba) Jepara mengajak 750 peserta untuk membaca syiir. Ma arsalallahurrasula illa/ lirahmatin lil alamina qala// teman Allah/ ora ngutus/ kanjeng Nabi/ kejobo dadi rohmate/ alam iki.”

Sebagaimana di panduan buku halaman vii, syiir yang dibaca bersama ratusan anak itu boleh memilih pilihan lagu yang disukai. Misalnya Tombo Ati, Padhang Mbulan, Eman-eman Temen, Tul Jaenak, dan lagu-lagu yang lain.?

Belajar Muhammadiyah

Dengan mengajak siswa membaca dalil dan syiir kegiatan Sarasehan Pendidikan Anti-Radikalisme pada Generasi Emas yang diadakan LP Ma’arif NU Jepara dan Ikdamuba di Gedung MWCNU Mlonggo Jepara, Senin (16/5) tambah semarak. 750 siswa itu berasal dari MTs Mathalibul Huda Mlonggo Jepara. ?

Saat Ikdamuba melontarkan pertanyaan berhadiah kepada murid maupun pendidik kegiatan makin semarak. ?

Kegiatan sarasehan itu, urai Munashiroh, tidak hanya dilaksanakan sekali saja tetapi akan diadakan di tiap-tiap kecamatan. Setiap sarasehan peserta akan mendapat buku saku Syifaul Ummah, Menangkal Hal Radikal.?

Agar peserta mudah memahaminya Ikdamuba membawa beberapa santri Darul Falah untuk dijadikan display mempraktikkan kitab yang didalamnya berbahasa arab, Inggris, Jawa, dan Bahasa Indonesia itu.?

Belajar Muhammadiyah

Buku saku karya KH Taufiqul Hakim itu bisa dibaca berulang-ulang 5 bait baik sebelum maupun sesudah agar lama-kelamaan bisa hafal dengan sendirinya.?

Harapannya secara tidak langsung buku itu merupakan filter/pencegah aliran radikal. Ia yang merupakan salah satu alumnus MTs Mathalibul Huda Mlonggo itu menyatakan calon generasi emas kedepan harus kinclong/mengkilap.?

“Caranya dengan baik akhlaknya menjaga nama baik almamater dan keluarga merupakan ciri generasi kinclong,” tambahnya.?

Senada dengan Munashiroh, Fatkhul Huda Ketua LP Ma’arif NU Jepara menambahkan menjadi seorang perempuan jangan asal mau diajak kaum lelaki yang baru dikenal, terutama di media sosial. Sehingga, prestasi baik yang ditorehkan MTs Mathalibul Huda juara Internasional olimpiade eksak harus tetap dipertahankan.?

Kepala MTs Mathalibul Huda Mlonggo, Zainuddin menyebut generasi emas tidak boleh kerasukan sifat yang negatif. Sehingga kegiatan tersebut merupakan pembinaan generasi muda agar tidak menjadi arogan dan radikal.?

“Perempuan yang tertawa ngakak dan laki-laki yang suka suit ketika melihat perempuan bukanlah ciri-ciri generasi yang sholeh dan sholehah,” tandas Zainuddin.?

Tupomo yang didaulat untuk mereview buku menjelaskan Islam adalah agama yang damai bukan agama yang keras/ radikal. Sekretaris LP Ma’arif NU Jepara itu menyontohkan saat Nabi Muhammad diludahi ia tidak langsung membalas tetapi malah mendoakannya.?

Sehingga kesempatan itu dirinya menyebut beberapa hal yang menyebabkan radikalisme. Di antaranya memaksa orang untuk beragama. Padahal Nabi kepada pamannya sendiri tidak pernah memaksa dalam beragama. Hal itu kemudian yang ditiru oleh Walisongo yang berdakwah dengan hikmah dan mauidhoh hasanah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Khutbah, Quote, Berita Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Kemajuan berdemokrasi di Indonesia sangat diakui banyak kalangan, bahkan hingga mancanegara. Meski demikian, yang terjadi saat ini masih miskinnya prilaku para politisi. Politisi kita masih belum mampu menjadi negarawan yang beradab, berakhlak. Mereka masih suka menggunakan intrik-intrik politik demi kekuasaan.

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jalan Mohammad Kahfi I No 22 Cipedak-Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Meski demikian, dibanding dengan yang yang terjadi di Timur Tengah, kondisi di Indonesia masih lebih baik. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena antara Islam dan Nasionalisme belum ada titik temu. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya yang langsung disambut aplaus hadirin.

Belajar Muhammadiyah

“Yang Kedua, di Timur Tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat. Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Ini jika dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

Menyinggung masalah istighotsah, Kiai Said menjelaskan, tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama hanya 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kang Said berharap Pemilu 2014 yang digelar dua hari lagi berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,” tegas kiai asal Cirebon ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, Quote, IMNU Belajar Muhammadiyah

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman M.Hum akan membahas peluang dan tantangan Kurikulum 2013 di Madrasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima yang akan digelar oleh PW NU Jawa Tengah, Rabu (4/2) mendatang.

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Kegiatan bertajuk ‘Kurikulum 2013 dan Madrasah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Peluang dan Tantangan?’ akan berlangsung di halaman Kantor PW NU Jateng, Jl. Dr. Cipto, No. 180, Kota Semarang.?

Kepanitiaan yang dikoordinatori oleh wakil sekretaris PWNU Jateng, H Amiq Muchlisin, SH menjelaskan, bahwa pelaksanaan lailatul ijtima biasanya pada Rabu pertengahan bulan qamariyah (antara tanggal 13-17).?

Belajar Muhammadiyah

"Saya mengkoordinatori kegiatan ini selama 3,5 tahun dalam dua periode kepengrurusan," ungkap Amiq. ?

Menurutnya, Lailatul Ijtima menjadi media untuk menyosialisasikan hasil Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Jateng. Selain itu, lanjut Amiq, nahdliyyin juga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung kepada pengurus wilayah.?

Belajar Muhammadiyah

Fathur Rokhman yang juga awan PWNU Jateng akan menerangkan kelebihan dan kekurangan kepada nahdliyyin terkait pendidikan madrasah. Acara akan diawali dengan jamaah shalat Isya, shalat ghaib, tahlil, istighatsah dan penyampaian hasil bahtsul masail dari pengurus wilayah LBMNU Jateng. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Quote Belajar Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Bertemu di Jakarta, Alumni Suriah Jamin Tak Terlibat ISIS

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Para alumni beberapa perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia akan mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu (28/3) besok. Dalam keterangannya kepada Belajar Muhammadiyah, mereka menjamin tidak ada satu pun alumni yang terlibat dalam kelompok radikal ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.

Bertemu di Jakarta, Alumni Suriah Jamin Tak Terlibat ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu di Jakarta, Alumni Suriah Jamin Tak Terlibat ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu di Jakarta, Alumni Suriah Jamin Tak Terlibat ISIS

Pertemuan alumni akan diadakan di Puncak Bogor dimulai Sabtu pagi dan akan berlangsung sampai Ahad. Para alumni dari luar kota sebelumnya akan menginap di Pondok Pesantren Al-Kenaniyah Pulomas, Jakarta Timur.

Menurut Ketua Panitia H Fathir Hambali, pertemuan alumni diadakan rutin setiap tahun. “Ini pertemuan keempat. Tahun kemarin pertemuan diadakan di Surabaya,” katanya.

Menurut Fathir, saat ini ada sekitar 150 alumni Suriah yang ada di Indonesia. Mereka belajar sejak tahun 1990-an. di beberapa kapus dan ma’had seperti Universitas Damaskus, Universitas Abu Nur, Ma’had Fatah dan beberapa ma’had di Damaskus.

Sementara mahasiswa dan santri yang saat ini masih mengenyam pendidikan di Suriah hanya berjumlah sekitar 20 orang. “Mereka terpusat di Damaskus dan dijamin steril dari ISIS, karena ISIS tidak menjangkau wilayah Ibukota,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Terkait pergerakan ISIS yang menjadi isu global saat ini, menurut Fathir, para alumni dipastikan tidak akan bergabung dengan kelompok daulah khilafah Irak dan Suriah itu.

“Mereka belajar dari ulama Ahlussunnah wal Jamaah dan mengikuti empat madzhab seperti Indonesia. Jadi secara ideologis apa yang kita pelajari sangat berbeda dengan apa yang dikembangkan dan diyakini kelompok ISIS yang suka kekerasan, suka mengkafirkan,” katanya.

Menurut Fathir yang juga Ketua Alumni Suriah di Indonesia, beberapa karya ulama Suriah yang dipelajari oleh para alumni saat ini sudah menjadi bahan kajian di pesantren-pesantren di Indonesia dan sudah diterima oleh para kiai, seperti karya-karya Syekh Al-Buthi dan Syekh Wahbah Zuhaili.

Ditambahkan, warga Indonesia yang mungkin bergabung dengan ISIS bukan mahasiswa atau santri alumni Suriah. “Yang paling mungkin bergabung adalah mereka yang baru belajar agama lalu dicuci otaknya dan diajak bergabung,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

“Kita juga perlu mengingatkan bahwa ISIS bukan persoalan agama, tetapi persoalan politik yang dibawa ke agama,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Foto: Beberapa alumni Suriah menyambut kehadiran Syekh Wahbah Zuhaili di Indonesia tahun 2014 lalu

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Warta, Tegal Belajar Muhammadiyah

Kisah di Balik Penyembelihan Putra Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Athaillah

Suatu hari Nabi Ibrahim AS berkata di dalam hati bahwa ia adalah makhluk paling belas kasih terhadap sesama. Mendengar ini, Allah SWT kemudian mengujinya. Ia mengajaknya naik ke langit hampir setiap malam.

Allah SWT memperlihatkan kepadanya alam malakut langit dan bumi hingga suatu ketika ia melihat seorang durjana dengan perbuatan kejinya. Tidak tahan dengan itu, Nabi Ibrahim AS berdoa, “Ya Allah, binasakanlah ia. Ia makan rezeki-Mu, berjalan di atas bumi-Mu, dan ia melanggar perintah-Mu.”

Kisah di Balik Penyembelihan Putra Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Penyembelihan Putra Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Penyembelihan Putra Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Athaillah

Allah menolak permintaannya. Nabi Ibrahim kemudian diminta turun. “Aku lebih sayang hamba-hamba-Ku dibanding kau terhadap mereka. Ibrahim, turunlah. Mereka yang kaukecam mungkin akan bertobat dan berharap.”

Belajar Muhammadiyah

Lain riwayat menyebutkan, Allah mengabulkan permintaannya. Demikian juga ketika Nabi Ibrahim memandang hamba-hamba durhaka lainnya sehingga banyak jatuh korban dari mereka. Hal ini terus berlangsung sampai pada gilirannya Allah SWT menegurnya, “Ibrahim, kau ini orang dengan doa yang maqbul. Janganlah berdoa untuk kehancuran hamba-hamba-Ku karena mereka masih memiliki tiga kemungkinan; pertama, mereka bertobat dan Aku menerimanya; kedua, Aku mengeluarkan jiwanya untuk bertasbih memuji-Ku; dan ketiga mereka mati secara wajar yang bisa saja Kumaafkan atau Kusiksa.”

Kekerasan hati Nabi Ibrahim terhadap mereka yang bermaksiat ini disinyalir menjadi penyebab turunnya perintah penyembelihan Nabi Ibrahim AS terhadap anak yang disayanginya seperti diceritakan dalam Surat As-Shaffat ayat 102.

Belajar Muhammadiyah

Nabi Ibrahim AS hamba yang taat. Ia memenuhi perintah Allah SWT meski bukan pekerjaan ringan. Ketika akan melakukan penyembelihan terhadap anaknya, Nabi Ibrahim AS sempat berkata ketika pisau sudah di genggaman, “Tuhanku, inilah anakku, buah hatiku, seorang manusia yang paling kukasihi.”

Ketika itu juga Nabi Ibrahim AS mendengar suara, “Ingatkah kau Ibrahim, suatu malam kau meminta pembinasaan salah seorang hamba-Ku? Apakah kau tidak tahu bahwa Aku menyayangi mereka sebagaimana kau mencintai anakmu? Kalau kau meminta-Ku membinasakan mereka, maka Aku pun akan memintamu menyembelih anakmu satu per satu.”

***

Hal ini disinggung oleh Ibnu Athaillah dalam butir hikmah berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang melihat rahasia hamba-hamba Allah, tetapi tidak berakhlak dengan kasih sayang (rahmat) ilahi, maka penglihatannya berubah menjadi fitnah (ujian) dan penyebab kedatangan bencana baginya.”

Hikmah ini kemudian diterangkan lebih lanjut oleh Syekh Ibnu Abbad. Menurutnya, tanpa rahmat Ilahi mengetahui dosa orang lain, seseorang dapat terjerumus pada sikap ujub dan takabur yang mana keduanya adalah pakaian Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang mengetahui rahasia-rahasia yang mendorong terungkapnya aib, tetapi tidak disertai dengan rahmat Ilahi sehingga tidak mengasih-sayangi mereka yang berdosa; tidak murah hati kepada mereka yang aniaya; tidak memaklumi mereka yang awam; tidak berbuat baik terhadap mereka yang jahat; dan tidak menaruh belas kasih terhadap hamba Allah secara umum, maka pengetahuannya itu akan menjadi ujian baginya. Mengapa? Karena semua itu dapat mengakibatkannya memandang (kehadiran) dirinya (dalam ibadah), menganggap agung dirinya, ujub terhadap amalnya, dan takabbur terhadap orang lain. Itu semua menjadi fitnah terbesar dalam hidupnya dan dapat mendatangkan bencana juga baginya dalam bentuk pendakwaan diri atas sifat-sifat Allah dan perlawanan terhadap kebesaran serta keagungan-Nya. Yang disebut terakhir ini adalah bencana terbesar, petaka dan musibah terberat,” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa tahun, juz II, halaman 3-4).

Butir hikmah ini jangan dipahami sebagai anjuran untuk menghalalkan yang haram atau menoleransi kezaliman atau kejahatan. Pelanggaran hukum harus mendapat tindakan tegas. Hukum harus ditegakkan. Kejahatan harus diproses agar masyarakat merasakan kepastian hukum dan memegang jaminan.

Butir hikmah di sini adalah menganjurkan kita untuk memandang manusia secara dengan rahmat Ilahi tanpa membeda-bedakan mereka yang taat dan mereka yang durhaka. Hanya dengan pandangan rahmat Ilahi itu, kita akan mendapat kucuran rahmat dari Allah SWT sebagaimana bunyi hadits berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang berbelas kasih adalah orang-orang yang dikasihi oleh Allah Yang Maha Penyayang. Karenanya kasihilah siapa saja yang ada di muka bumi, niscaya penduduk langit akan mencurahkan kasih sayang pula untuk kalian.” Sebaiknya, kita mendoakan agar Allah menurunkan taufiq-Nya untuk mereka. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, RMI NU, Quote Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Komentar Hari Santri dari Kota Solo

Solo, Belajar Muhammadiyah. Hari Santri Nasional (HSN) diperingati pada, Sabtu (22/10), di berbagai wilayah se-Indonesia, termasuk di Kota Solo, Jawa Tengah. Di Kota Bengawan, peringatan HSN bahkan sudah dihelat sejak sepekan sebelumnya, dengan menggelar acara kirab dan lain sebagainya.

Komentar Hari Santri dari Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Hari Santri dari Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Hari Santri dari Kota Solo

Bagi para tokoh NU di Solo, HSN tidak hanya sekedar peringatan seremonial belaka, akan tetapi lebih dari itu, menjadi momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen dari kalangan santri kepada bangsa.

“Hari Santri ini, kita jadikan momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen keindonesiaan,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH M Dian Nafi’, saat ditemui di Pesantren Al-Muayyad.

Senada dengan Kiai Dian, Ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo, M Nagib Sutarno, Resolusi Jihad yang pernah digelorakan Hadratussyaikh, hendaknya menjadi semangat untuk semakin membangkitkan ghirah kaum santri untuk berjuang.

“Santri untuk bangsa dan umat. Kita perkuat kembali peran santri di berbagai bidang,” tukas dia.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta, M Anwar, berharap lembaga pesantren, khususnya di Wilayah Soloraya, dapat semakin berkembang dan lebih diperhatikan.

Anwar juga berharap Peringatan HSN dapat sinergi dengan agenda pemerintah pusat maupun daerah.

“Acara Peringatan HSN dapat diagendakan pula tiap tahunnya, kalau di Solo, kebetulan sudah ada agenda setiap Hari Santri, yang diadakan kegiatan sholawat bersama Pemkot di Balaikota,” kata Anwar. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Amalan, Santri, Quote Belajar Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

CBDRMNU Ikuti Pameran di Konferensi Rakyat Indonesia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Konferensi rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Wahana Lingkungan HIdup (Walhi) bersama dengan sejumlah LSM lingkungan pada 1-3 Juli di Asrama Haji Pondok Gede dimanfaatkan oleh Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) untuk menunjukkan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan dalam penanganan bencana.

Berbagai kegiatan mulai workshop di berbagai pesantren, survey lapangan maupun penanganan bencana yang dilakukan di berbagai lokasi ditempel dalam ruang berukuran 2X2. Dua orang petugas dengan sebuah laptop siap membantu para pengunjung yang ingin menanyakan aktifitas NU dalam menangani dan mencegah bencana.

CBDRMNU Ikuti Pameran di Konferensi Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRMNU Ikuti Pameran di Konferensi Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRMNU Ikuti Pameran di Konferensi Rakyat Indonesia

“Pengunjung sangat berminat mengetahui aktifitas NU dalam penangann bencana. 150 poster yang kami siapkan ludes dalam waktu sekejap,” tutur Uchie, staff CBDRMNU yang menjaga stand, Senin.

Dikatakannya, meskipun telah banyak melakukan aktifitas, keberadaan CBDRMNU selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Banyak aktifis lingkungan, termasuk yang berlatar belakangan NU yang belum memahami peran-peran yang dimainkan NU.

Uchie menuturkan bahwa forum ini sekaligus untuk membangun jaringan aktifis LSM lingkungan yang berlatar belakang NU. Dikatakannya, terdapat aktifis Ansor dari Bandung, IPNU dari Jepara dan komunitas NU lainnya yang siap bekerjasama.

Belajar Muhammadiyah

“Ternyata banyak aktifis NU yang langsung terjun ke lapangan melakukan aksi nyata di daerahnya masing-masing. Jaringan ini akan kita kembangkan dalam pengembangan penanganan bencana,” tandasnya.

Uchie menuturkan keterlibatan NU dalam pemeran ini serta berbagai aktifitas nyata yang dilakukan dalam penanganan bencana mendapat apresiasi dari Direktur Walhi Chalid Muhammad. “NU luar biasa, banyak sekali kegiatan dalam penanganan bencana,” kata Ucie mengutip pernyataan Chalid.

 

Belajar Muhammadiyah

Dari pengamatan Belajar Muhammadiyah, ormas Islam yang mengikuti pameran penanganan bencana ini hanya CBDRMNU. Beberapa lembaga lainnya yang mengikuti pameran dan kegiatan diantaranya adalah Walhi, LIPI, Departemen Kelautan dan Perikanan, PMI, Yappika dan lainnya. (mkf) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Budaya Belajar Muhammadiyah

Minggu, 22 Oktober 2017

Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh

Buleleng, Belajar Muhammadiyah. Semangat kebersamaan antarumat beragama terlihat nyata di desa Pejarakan kecamatan Gerokgak kabupaten Buleleng, Bali. Suasana harmonis ini bisa disaksikan saat perayaan Ogoh-Ogoh oleh umat hindu yang dikawal GP Ansor Pejarakan, Jumat (20/3).

Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh

Para anggota GP Ansor Pejakaran bersama Pecalang menjaga setiap arak-arakan Ogoh-Ogoh. Arak-arakan ini mengelilingi desa dan berakhir di Sema (tempat pembakaran mayat/pengabenan).

Perayaan ini merupakan salah satu persiapan menjelang hari Nyepi yang jatuh pada Sabtu (21/3). Ogoh-Ogoh sendiri merupakan representasi dari Bhuta Kala yang digambarkan sifat-sifat negatif pada diri manusia. Setelah diarak keliling desa, semua ogoh-ogoh dibakar dengan harapan semua kejelekan juga ikut musnah.

Belajar Muhammadiyah

Ketua GP Ansor Pejakaran Abdul Karim Abraham merasa bersyukur hidup di daerah yang sejak dulu mengutamakan perdamaian dari pada permusuhan.

“Para pendahulu kami, baik dari sesepuh Islam maupun Hindu, telah mengajarkan kami untuk hidup berdampingan dan saling menghormati. Sebuah ajaran yang kami jadikan batu tapal toleransi di sini,” kata Karim.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Karim, isu toleransi yang selalu dikampanyekan oleh kaum-kaum terpelajar tidak hanya mandeg di forum-forum diskusi dan seminar. Isu itu harus nyata dipraktikkan di dalam kehidupan.

“Menjalankan toleransi secara nyata memang tidak semudah mengeluarkan pendapat dalam forum, perlu konsistensi dan kesabaran. Kami GP Ansor akan siap setia menjalankan itu demi sebuah keharmonisan antarumat beragama,” tambah Karim.

Di Sabtu ini adalah puncak perayaan Nyepi di Bali. Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelangunan. Umat agama lain termasuk Islam juga menghormati untuk tidak beraktivitas di luar rumah. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Amalan, Makam, Quote Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock