Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Menyambut datangnya liburan semester, mahasantri angkatan kedua Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam, Beji, Depok berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Ahad (17/3).

Perihal itu disampaikan oleh seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Belajar Muhammadiyah melalui telepon, Kamis (22/3) sore.

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Di makam yang terkenal dengan sebutan makam keramat Luar Batang itu, mahasantri menjalankan adab ziarah sebagaimana mestinya. Mereka membaca surah Yasin, tahlil, selawat Nabi Muhamad, doa dan sejumlah kalimat pujian lainnya.

“Pembacaan rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh guru STKQ Al-Hikam Musthofa,” tambah Zaki.

Belajar Muhammadiyah

Zaki menambahkan, Ketua panitia acara Mubarok menyatakan pentingnya tradisi ziarah kubur. Karena, ziarah kubur, lanjut Mubarok, menghadirkan suasana khas religius yang amat dibutuhkan warga kota besar seperti Jakarta.

Tujuan dari ziarah itu selain menyegarkan keimanan, mengingatkan orang pada kematian. Padahal, keduanya merupakan kebutuhan dasar religius  bagi setiap muslim, ungkap Mubarok. 

Dalam melaksanakan ziarah kubur, rombongan mahasantri dikepalai oleh Mubarok. Usai berziarah, rombongan bergerak menuju tempat liburan Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi tidak jauh dari makam keramat Luar Batang.

Penulis: Alhafiz Kurniawan 

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen terus mengawasi dan memberi masukan kepada DPR dan pemerintah dalam proses menjelang pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji.

Komitmen tersebut direalisasikan dalam bentuk pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala yang dimulai Senin (14/9) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, dengan tema “Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Ideal dan Efisien”.

PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji

Hasil diskusi akan dibukukan sebagai naskah akademik yang bisa dipertimbangkan para pemangku kebijakan atas RUU tersebut. “Saya sendiri yang akan mengawal naskah akademik ini nanti untuk dipasarkan kepada fraksi-fraksi mainstream,” kata Helmy Faisal Zaini, Sekjen PBNU.

Belajar Muhammadiyah

Hadir dalam forum tersebut Achmad Djunaidi, mantan Kepala Biro Perencanaan Kemenag dan mantan Direktur Pengelola Dana Haji Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh (PHU); Ahmad Kartono, mantan Direktur Pembinaan Ibadah Haji dan Umrah di Direktorat Jenderal PHU Kemenag; serta para ketua PBNU antara lain H marsudi Syuhud, H Eman Suryaman, H Andy Najmi, dan H Abdul Manan A Ghani. Forum juga diikuti perwakilan dari lembaga di PBNU.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Helmy, diskusi akan diselenggarakan secara tematik. Selain soal efisiensi, PBNU akan menyoroti misalnya tentang relevansi haji dikelola swasta, dan lainnya. Ia meyakinkan, sumbangan pikiran PBNU ini memiliki nilai signifikan.

“Kita harus optimis bahwa apa yang kita lakukan ini akan membawa perbaikan tata kelola ibadah haji ke depan,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Nasional, Pahlawan Belajar Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Pondok Pesantren VII dan MTQ Internasional I antar lembaga-lembaga Al-Qur’an di Pontianak Kalimantan Timur pada Oktober 2011 mendatang.



Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Khusus untuk persiapan MTQ Internasional I, PP JQH NU akan mengadakan studi banding ke Mesir pada saat diberlangsungkannya MTQ Internasional di sana, pada 29 Agustus hingga 5 September 2010 mendatang.

Rombongan yang akan berangkat ke Mesir antara lain Ketua Umum PP JQH KH A. Muhaimin Zen, Pengurus PP JQH Hj. Khadijatus Sholihah, Sekretaris PW JQH Kaltim Muhammad Zuraini Ikhsan, dan Bendahara PW JQH Kaltim Hj. Sri Wahyuni.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ketua Umum PP JQH KH Muhaimin Zen, rombongan akan berangkat ke mesir pada Sabtu, 28 Agustus dan akan mengikuti pelaksanaan JQH hingga usai. Selain memimpin studi banding, dirinya juga bertindak sebagai pembina peserta MTQ Internasional Mesir dari Indonesia.

Adapun materi studi banding yang dilakukan meliputi sistem penyelenggaraan, sistem rekrutmen peserta, sistem perhakiman, tata tertib peserta, pedoman standar peraturan kejuaraan serta hak dan kewajiban peserta.

?

Belajar Muhammadiyah

“Untuk keperluan studi banding itu kami akan bekerjasama dengan KBRI setempat dan PCINU di Mesir,” kata Muhaimin Zen di kantor PP JQH, lantai 4 PBNU Jakarta, Senin (23/8).

Diharapkan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internaional di Mesir ini dapat menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan MTQ Internasional yang dilaksanakan PP JQH di Kaltim tahun depan.

Selain ke Mesir, rencananya PP JQH dan PW JQH Kaltim juga akan mengadakan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internasional di empat negara, yakni Arab Saudi, Jordan, Libya, dan Malaysia. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Meme Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU

Solo, Belajar Muhammadiyah. Meskipun sudah memasuki usia senja, semangat tokoh satu ini untuk terus berjuang bersama NU memang patut kita tiru. Sebagai sesepuh dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi tak pernah lelah untuk memberikan semangat kepada generasi penerus.

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU

Seperti yang dikatakannya saat menerima kunjungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (10/8), di rumahnya, Malang. “Cintailah kiai dan rawatlah NU,” pesan Mbah Muchit singkat, sebagaimana ditirukan Sekretaris PCNU Sumenep A Dardiri Zubaidi dalam akun facebooknya.

Dardiri sendiri, mewakili generasi NU yang hidup di zaman sekarang, menjadikan Kiai Muchith sebagai sosok yang banyak menginspirasi.

Belajar Muhammadiyah

“Sejak kecil saya sudah mengenal KH Muchit Muzadi, santri Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari dan orang dekat KH Ahmad Shidiq Perumus Khittah NU. Sebagian buku beliau saya punya, salah satu judulnya : Menjadi NU, Menjadi Indonesia,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, meski telah berusia 90 tahun, Mbah Muchith masih memiliki semangat yang luar biasa. “Semangat beliau luar biasa membaja. Semoga beliau dipanjangkan umur oleh Allah swt. Beliau bagi saya salah satu jimat sakti yang masih dimiliki NU sekarang,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pahlawan, Ahlussunnah, Nasional Belajar Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah



Selama bulan Ramadhan tahun ini pengurus takmir Mushala kantor PCNU Banyuwangi akan mengadakan kegiatan kajian kitab kuning secara bandongan sebagaimana dalam tradisi pesantren. Mushala kantor PCNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani, nomor 59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menjadi pilihan tempat dalam pelaksanaan gelaran kajian rutin selama bulan Ramadhan ini.

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Saat dimintai keterangan, ketua takmir mushala PCNU Banyuwangi mengatakan ada beberapa kitab yang akan dikaji. Mulai dari kitab fiqih, tauhid, sejarah, ke-NU-an dan keaswajaan, dan lain sebagainya.

"Ini sebagai upaya untuk menyambut Ramadhan dengan amaliah yang baik sekaligus memakmurkan kantor NU. Dan saya akan mengundang pengurus NU beserta banomnya di setiap tingkatan. Tak terkecuali pula masyarakat umum yang ingin menghadiri kajian ini," jelas Haikal kepada Belajar Muhammadiyah di kantor PCNU Banyuwangi, Kamis (25/05) siang.

Kajian kitab dikhususkan kepada karya-karya yang ditulis oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari. "Karya Kiai Hasyim sengaja kami pilih karena memiliki makna ganda. Tidak hanya memperkuat keimanan, juga bertujuan untuk memperkuat ideologi ke-NU-an," tutur Haikal.

Belajar Muhammadiyah

Secara teknis ada empat judul kitab yang akan dikaji mulai selepas shalat Ashar sampai jelang buka bersama. Kitab pertama Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, Kitab kedua At-tibyan, ketiga Muqoddimah Qonun Asasi, dan terakhir Arbaina Hadistan Nabawiyah, imbuh Haikal.

"Saya tentukan untuk kitab pertama akan dipandu oleh Katib Syuriah MWC NU Banyuwangi Fata Zamroni di setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kitab kedua disambung oleh Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini di setiap hari Senin dan Sabtu. Dan kitab ketiga akan dipandu oleh Direketur Aswaja NU Center PCNU Banyuwangi Kh. Abdillah Asad di hari Jumat kedua dan keempat. Terakhir Rais Syuriah MWC NU Blimbingsari Sunandi Zubaidi akan memandu kitab keempat di hari Jumat minggu pertama dan ketiga," terang Haikal.

"Sengaja pemateri kita buat bergantian harapan kami supaya lebih efektif dan para hadirin tidak merasakan bosan saat pengajian," tegas Haikal.

Haikal menambahkan, kalau ingin memiliki kitab pengajian bisa didapat di panitia dengan mengganti bisyarah lima puluh ribu rupiah. "Akumulasi biaya bisyarah penggantian kitab ini juga diperuntukkan biaya akomodasi kegiatan," terangnya.

Dan terakhir Haikal menyampaikan, para peserta yang hadir juga mendapatkan takjil gratis yang disiapkan panitia. "Para peserta atau lainnya juga bisa menyumbang takjil atau juga bahan berbuka lainnya untuk kegiatan yang disupport oleh Lakpesdam MWC NU Banyuwangi dan disiarkan langsung oleh radio Belajar Muhammadiyah Banyuwangi ini," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ulama, Amalan, Nasional Belajar Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, Indonesia memang bukan negara yang berdasarkan kepada syariah Islam, namun praktik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sudah menerapkan prinsip-prinsip syariah. Diantaranya adalah semakin menjamurnya lembaga-lembaga yang berlabel syariah mulai dari perbankan hingga perhotelan.

“Negara ini bukan negara syariah, tapi perbankan, asuransi, pasar modal tumbuh subur. Isinya sudah syariah,” kata Kiai Ma’ruf di Hotel Rivoli Jakarta, Senin (13/11) malam.

Ia mengkritik mereka yang berteriak-teriak untuk menegakkan khilafah agar syariah bisa diterapkan namun kenyataannya tidak menghasilkan apa-apa. Baginya, lebih baik melakukan pendekatan dan komunikasi yang bijak agar aspek-aspek syariah bisa diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah

“Keuangan syariah sudah menjadi sistem nasional,” tegasnya.

Rais ‘Aam PBNU itu menerangkan, Komite Nasional Keuangan Syariah diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo. Ini menjadi satu-satunya komite yang diketuai langsung oleh seorang presiden.

Belajar Muhammadiyah

Ia menyebutkan, Presiden Joko Widodo memiliki iktikad untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah dunia. Menurut Kiai Ma’ruf, keuangan syariah yang paling besar ada pada bentuk sukuk.

“Kata Presiden, bukan hanya sukuk syariah, tetapi perbankan, asuransi, pasar modal syariah juga akan diperbesar,” jelas Kiai Ma’ruf.

Belajar Muhammadiyah

Pesantren, pusat ekonomi umat

Kiai Ma’ruf memiliki gagasan untuk menjadikan pesantren sebagai pusat ekonomi dan pemberdayaan umat. Menurut dia, saat ini sudah dibangun lembaga keuangan mikro syariah di beberapa pesantren. 

“Presiden menginstruksikan OJK untuk membentuk itu,” katanya.

Di sini, santri diperkenalkan dan dilatih mengenai hal-hal ekonomi syariah. Sehingga mereka mengetahui seluk-beluk keuangan syariah dan bisa mempraktikannya. 

Kiai Ma’ruf mengemukakan, selama ini pembangunan yang ada bersifat dari atas ke bawah. Ini menyebabkan orang yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. 

“Arus lama pembangunan dari atas. Diharapkan netes ke bawah. Ternyata tidak netes-netes pembangunannya,” ucapnya.

Maka dari itu, ia berupaya untuk melakukan pembangunan dari bawah dan menjadikan pesantren sebagai arus baru ekonomi umat. Apalagi pemerintah juga lagi gencar-gencarnya melakukan redistribusi tanah ke masyarakat dan pondok pesantren. 

“Saya berharap pesantren sebagai pusat pemberdayaa umat,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Jumat, 29 Desember 2017

Suami Khofifah Indar Parawansa Tutup Usia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Suami dari Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah, yaitu Indar Parawansa meninggal dunia Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB di Palu Sulawesi Tengah akibat penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya.

Suami Khofifah Indar Parawansa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami Khofifah Indar Parawansa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami Khofifah Indar Parawansa Tutup Usia

"Mohon hadiah Fatihah untuk beliau dan mohon dimaafkan jika ada salah dan khilaf, wassalam," tulis BBM Khofifah.

Indar meninggal dalam usia 54 tahun. Semasa di Yogyakarta, Indar menikah dengan Khofifah Almarhum meninggalkan empat anak, yakni Fatimahsang Mannagalli Parawansa, Jalaluddin Mannagalli Parawansa, Yusuf Mannagalli Parawansa, dan Ali Mannagalli Parawansa.

Belajar Muhammadiyah

Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke rumah duka di Jl. Jemur Sari VIII/24, Surabaya. Indar akan dimakamkan Kamis pagi di komplek pemakaman keluarga di Kawasan Wonocolo

Indar akan dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (16/1/2014). Di rumah duka di Jalan Jemursari VIII/24, Surabaya, para pelayat mulai berdatangan pada Rabu malam dari kalangan Nahdliyyin dan jajaran Muslimat NU. Terlihat juga mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Zainudin Maliki. 

Belajar Muhammadiyah

Indar Parawansa yang juga dikenal dengan nama Daeng Beta ini dilahirkan di Palu, 26 Juli 1960. Dia sempat menjadi calon bupati Takalar 2012 silam.

Indar menamatkan Program Pasca Sarjana di UGM, Daeng Beta melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar doktoral di bidang lingkungan hidup. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tegal, Nasional Belajar Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air

Jepara, Belajar Muhammadiyah

Sebanyak 25 orang dari CPB-KKP PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Nalumsari Jepara mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana di Air yang diselenggarakan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jepara di pantai Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.

Ketua LPBINU Jepara, Dedi Irawan pada kegiatan Senin (8/2/2016) tersebut mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk lebih memperkenalkan lembaga LPBINU kepada generasi muda, bahwa bencana tidak hanya menjadi urusan pemerintah saja, tapi juga menjadi domain masyarakat. Lembaga ini membawa misi kemanusiaan, menolong sesama manusia dengan tidak memandang status dan golongan.

LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00-16.00 WIB ini menghadirkan pemateri, Saiful Aziz (Direktur Departeman Pengurangan Risiko Bencana) yang memberi materi pengenalan Teknik pertolongan di air dan evakuasi korban. Pengenalan tersebut bertujuan agar peserta pelatihan bisa mengerti secara benar dalam melakukan pertolongan di air dan evakuasi korban.

“Pelatihan ini bertujuan menambah jumlah pasukan Tim Reaksi Cepat dalam menangani bencana di lingkunganmereka tinggal, dengan bekal ini diharapkan menambah pengetahuan dan pengalaman apayang harus dilakukan dalam menangani bencana di lingkungan sekitar mereka,” ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Kyai, Nasional Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat

Medan, Belajar Muhammadiyah



Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Povinsi Sumatera Utara (Sumut) akan dipercepat. Seyogyanya, PW GP Ansor Sumut di bawah kepemimpinan Mulia Banurea MSi baru akan berakhir 2018, namun dalam rangka merespon tumbuh suburnya kaderisasi, Konferwil akan digelar setahun lebih cepat, yakni Oktober 2017.

Hal itu diungkapkan Ketua PW GP Ansor Sumut Mulia Banurea saat menyampaikan sambutan pada Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama pengurus PW GP Ansor Sumut, di Hotel Madani Medan, Sabtu (17/6). Buka puasa bersama dirangkai dengan penyantunan puluhan anak yatim.

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat

Hadir dalam acara itu, Sekretaris PW GP Ansor Sumut Parulian Siregar MA, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut Adrian Harahap yang juga kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumut, Penasihat GP Ansor Sumut Maraimbang Daulay MA, Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Satkorwil Banser) Sumut Yosrizal Saragih MSi, unsur pengurus harian PW GP Ansor Sumut di antaranya Tamrin Harahap, Ibnu Hajar, Edy Harahap, Ridwan Asnawi, Syafrizal El-Batubara, Arif Hasibuan, Uli P Nasution, dan puluhan anggota Banser. ?

Mulia mengatakan, pengurus PW GP Ansor Sumut periode 2014-2018 sudah melaksanakan sebagian besar program organisasi. Dalam tiga tahun kepemimpinannya, setiap minggu dilaksanakan kaderisasi.

Sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) GP Ansor, kata Mulia, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang sudah menyelenggarakan kaderisasi seperti Pelatihan Kader Dasar (PKD) punya suara dalam Konferwil.

Belajar Muhammadiyah

"Setelah ditabulasi, sekarang ada 60 PAC yang sudah berhak menjadi peserta penuh pada Konferwil. PAC yang sudah melaksanakan PKD akan memiliki hak yang sama dengan ketua Pimpinan Cabang (PC) di Konferwil Ansor," tegas Mulia.

Namun, katanya, masih ada tugas PW GP Ansor yang belum terlaksana, yakni menggelar Kursus Banser Lanjutan (Susbalan). Namun kepanitiaan Susbalan sudah dibentuk, dan akan digelar sebelum Oktober atau sebelum Konferwil.

Alasan mempercepat Konferwil, menurut Mulia Banure, mengingat makin banyaknya kader-kader Ansor yang siap memimpin organisasi yang merupakan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) ini. Di sisi lain, sebagai Ketua KPU Sumut, Mulia menyatakan akan berkonsentrasi untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

Belajar Muhammadiyah

"Silakan semua kader Ansor untuk maju menjadi calon ketua pada Konferwil Ansor Oktober mendatang. Saya akan netral, dan akan mejaga jarak yang sama dengan seluruh calon ketua yang maju. Namun syarat menjadi calon ketua PW GP Ansor harus lulus Pelatihan Kepemimpin Nasional (PKN)," tandas Mulia.

Terkait dengan buka bersama, menurut Mulia bertujuan melaksanakan perintah Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW yakni menjalin silaturahmi antara penasehat, pengurus harian, biro dan lembaga yang ada di PW GP Ansor Sumut.

"Selama ini pengurus jarang ketemu karena kesibukan masing-masing. Jadi pada buka bersama ini jadi momentum silaturahmi untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Kalau silaturahmi sudah meningkat, maka hubungan pengurus akan makin akrab. Dan kalau sudah akrab, kita bisa meningkatkan sinergitas, menyatukan barisan untuk melaksanakan visi misi GP Ansor," tutur alumni IAIN Sumut dan Universitas Negeri Medan (Unimed) ini.

Sementara itu, Panesihat PW GP Ansor Sumut Maraimbang Daulay berharap, Mulia Banurea dan jajaran pengurus lainnya segera merampungkan program-program kerja yang masih terbengkalai seperti Susbalan.?

"Dengan merampungkan seluruh program kerja, maka ? keberadaan PW GP Ansor Sumut bisa menyamai pengurus Ansor di Pulau Jawa," kata Maraimbang. (Hamdani Nasution/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah PonPes, Nasional, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

Pendaftar Mudik Gratis Bareng NU Membludak Sejak Subuh

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Program mudik gratis bareng Nahdlatul Ulama (NU) selalu menyedot antusiasme warga setiap tahun. Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini juga pendaftar sudah tiba di Gedung PBNU sejak waktu subuh. Padahal pendaftaran baru dibuka pukul 09.00 WIB.

Pendaftar Mudik Gratis Bareng NU Membludak Sejak Subuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendaftar Mudik Gratis Bareng NU Membludak Sejak Subuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendaftar Mudik Gratis Bareng NU Membludak Sejak Subuh

“Bahkan ada sejumlah orang yang sudah tiba sejak setelah sahur,” ujar Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU yang juga Panitia Mudik Gratis Ali Shobirin, Sabtu (3/6) sambil melayani pemudik mengisi formulir pendaftaran.

Dengan tertib, ribuan pendaftar mengambil kupon untuk ditukarkan formulir dan mengisinya di tempat. Para panitia terlihat sibuk melayani para penukar kupon dan formulir. Panitia dibagi atas beberapa zona, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Lampung.

Sebelum mendapatkan kupon, para calon pemudik antri mengular di halaman gedung PBNU. Mereka diarahkan menuju lantai dua gedung PBNU setelah mendapatkan kupon.

?

Belajar Muhammadiyah

Situasi kondusif betul-betul diciptakan oleh panitia dengan menggandeng bagian keamanan PBNU. Calon pemudik harus membawa identitas seperti KTP dan kartu keluarga sebagai persyaratan wajib mendapatkan kupon dan formulir pendaftaran.

Panitia Koordinator Lapangan Mujahidin menerangkan, program mudik gratis yang digawangi LTM PBNU pihaknya upayakan selalu dalam pengelolaan terbaik, tertib dan memuaskan para pemudik.

“Bus yang kami sediakan ber-AC, kami juga nanti menyediakan menu berbuka bagi para pemudik,” jelas Mujahidin.

Belajar Muhammadiyah

Tahun 2017 ini, panitia menyediakan total 2400 kursi atau sekitar 40 bus menuju ke sejumlah kota di Indonesia yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta beberapa kota di Lampung.

Setelah para calon pemudik mendapatkan formulir, proses selanjutnya penjukaran tiket. Penukaran formulir dengan tiket dilakukan pada 10 Juni 2017, sedangkan pemberangkatan mudik dilaksanakan pada Ahad, 18 Juni 2017. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sejarah, Nasional Belajar Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

Akhirnya Hakam dan Rofingah Sampai di Goa Ashabul Kahfi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah?



Dua warga NU, Hakam Mabruri dan Rofingah Islamiyah tiba Jordania, Jumat 28 Juni lalu. Salah satu tempat yang menjadi tujuan warga asal Malang, Jawa Timur tersebut adalah goa Ashabul Kahfi, tempat beberapa pemuda yang ditidurkan Allah ratusan tahun.?

“Akhirnya kami bisa sampai di tempat yang dulu hanya bisa dibaca di Al-Quran. Surat Al-Kahfi adalah penyemangat kami. Kini kami sudah menyaksikan langsung tahap demi tahap kami lalui untuk sampai ke negeri ini,” kata Hakam kepada Belajar Muhammadiyah, Kamis (3/8)

Akhirnya Hakam dan Rofingah Sampai di Goa Ashabul Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Hakam dan Rofingah Sampai di Goa Ashabul Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Hakam dan Rofingah Sampai di Goa Ashabul Kahfi

“Dulu, kami surah-Mu ya Allah, kini Engkau memberi kesempatan kami melihat dengan mata kami. Terima kasih, Allah. Semoga dikabulkannya doaku untuk sampai ke tempat ini adalah pertanda negeriku akan terlepas dari fitnah seperti Engkau menidurkan hamba-Mu yang tertidur selama 309 tahun. Sungguh keajaiban yang kupinta di sini, ya Allah,” lanjutnya. ? ?

Menurut Hakam, ia mendirikan shalat Jumat di dekat goa tersebut dengan diantar anggota PCNU Jordania ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Belajar Muhammadiyah

Sebelumnya ia dan istrinya itu menjelajahi Malaysia, Thailand, Myanmar, dan India. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Nasional Belajar Muhammadiyah

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Bojonegoro, Belajar Muhammadiyah. Dalam acara silaturrahim dan buka puasa bersama PCNU, Lembaga, Lajnah dan badan otonom di gedung lantai dua kantor setempat, Ahad (12/7) lalu. Pengurus NU Cabang Bojonegoro memberikan sosialisasi Ziaroh Islam Nusantara (ZIN).

Sebelumnya Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro, Maimun Syafii memberikan ceramah dan mengingatkan pengurus yang hadir, tentang ibadah serta berkhitmat pada NU. Selain itu, menjalin ukhuwah Islamiyah itu sangat penting.

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed sedikit memberikan pengetahuan tentang kegiatan Muktamar NU di Jombang mendatang. Namun ia menerangkan bahwa  kegiatan yang pertama dan bermanfaat bagi NU, yakni sosialisasi ZIN.

Belajar Muhammadiyah

"ZIN ini baru dibuka kegiatan ziarah. PCNU, MWC NU dan Ranting hendaknya memberikan informasi saja. Yang mau ziarah, PCNU menyiapkan bus," ujarnya.

Mantan ketua ISNU Bojonegoro itu juga memastikan, fasilitas ziarah harganya dibawa rata-rata. Bagi MWCNU yang mau menyosialisasikan ZIN ke para jamaah akan mendapat imbalan Rp 600 ribu setiap bus.

Belajar Muhammadiyah

Tetapi jika tidak merespon, maka tim PCNU akan terjun langsung sendiri ke ranting-ranting. "Jangan sampai NU yang mengadakan kegiatan, tapi pihak lain yang untung. Sehingga dengan adanya ini, semua pengurus NU dapat memperoleh berkahnya," imbuhnya.

Selain itu rencananya setelah ramadan nanti, PCNU Bojonegoro juga akan meluncurkan Baitul Mal Watanmil (BMT). Ia berharap kedepannya setiap MWCNU akan mempunyai BMT.

Dalam acara tersebut juga diberikan pengetahuan, sikap NU terkait penentuan idul fitri. Tetapi intinya NU akan menunggu hasil rukyat Lajnah Falakiyah PBNU dan Pemenrintah meskipun Muhammadiyah sudah memastikan hari Raya Idul Fitri 17 Juli. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Bahtsul Masail, Daerah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag mengadakan penelitian tentang Peran Rohaniwan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia pada tahun 2016. 

Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang dilakukan di 7 lokasi, yakni: DKI Jakarta (Peran Rohaniwan Asing Islam terhadap Kehidupan Keagamaan di Jakarta); Jawa Barat (Peran Rohaniwan Asing Kristen terhadap Kehidupan Keagamaan di Jawa Barat); Kota Malang (Peran Rohaniwan Asing Islam terhadap Kehidupan Keagamaan di Malang); Bali (Peran Rohaniwan Asing Hindu terhadap Kehidupan Keagamaan di Bali).

Lokasi berikutnya Kabupaten Sikka NTT (Peran Rohaniwan Asing Katolik terhadap Kehidupan Keagamaan di Kabupaten Sikka); Sulawesi Utara (Peran Rohaniwan Asing Kristen terhadap Kehidupan Keagamaan di Sulawesi Utara); dan Kepulauan Riau (Peran Rohaniwan Asing Buddha terhadap Kehidupan Keagamaan di Provinsi Kepulauan Riau).

Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia

Penelitian tersebut menghasilkan temuan-temuan:

Pertama, prosedur kedatangan rohaniwan asing Katolik di Kota Maumere belum sejalan dengan alur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya data rohaniwan asing Katolik di keuskupan Maumere tidak sinkron dengan jumlah data yang dikeluarkan Ditjen Bimas Katolik dan Departemen Tenaga Gerejawi. 

Demikian pula di Bali, proses kedatangan rohaniwan Hindu hanya sebagian kecil yang melalui prosedur resmi, karena hanya sebagian kecil pula diantara mereka yang memahami peraturan keimigrasian. Di Kota Malang, tidak ada rohaniwan (Islam) asing yang benar-benar sebagai rohaniwan, kecuali petugas di Sudan Centre yang dimanfaatkan sebagai dosen dan sebagai rohaniwan. 

Belajar Muhammadiyah

Selain itu ada pula mahasiswa asing yang berperan sebagai rohaniwan. Sementara di Jawa Barat, peran rohaniwan asing Kristen tidak hanya terbatas di dalam gereja, tetapi meliputi kegiatan di luar gereja, seperti di yayasan pendidikan dan lembaga-lembaga kemanusiaan.

Meskipun eksistensi rohaniwan asing Kristen semakin berkurang dan perannya sudah banyak digantikan oleh rohaniwan lokal, bagi denominasi tertentu yang berpusat di luar negeri seperti Bala Keselematan dan Saksi-saksi Yehuwa peran rohaniwan asing belum tergantikan.

Kedua, rohaniawan asing Katolik berperan positif dan dapat menguntungkan generasi muda Katolik, karena selain meningkatkan kesadaran beragama juga meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Di Menado rohaniwan asing Kristen dapat mebawa pencerahan bagi pendeta-pendeta lokal dan para jemaat.

Belajar Muhammadiyah

Di Malang, rohaniwan asing Islam dan berperan sebagai dosen bahasa Arab dari native speaker bisa dijadikan promosi dan dapat menaikan rating lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Ketiga, menurut pemuka agama setempat, pengaruh rohaniwan asing Kristen di Jawa Barat dalam kehidupan keagamaan masyarakat tidak terlalu tampak meskipun ada, karena peran rohaniwan asing cenderung ke dalam, sedangkan misi keluar lebih banyak diperankan oleh rohaniwan lokal.

Sedangkan peran rohaniwan Kristen di Menado cukup baik dalam membina calon pendeta dan menyiarkan agama di pedalaman kepada masyarakat yang belum beragama. Sedangkan rohaniwan asing Buddha di Kepulauan Riau yang datang secara legal dipandang positif terhadap kualitas keagamaan, meskipun mereka kurang menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku terutama berkaitan dengan kultur dan nilai-nilai setempat. 

Masuknya rohaniwan asing Buddha secara illegal belum begitu mencemaskan, meski mulai terlihat gejala-gejala munculnya ekslusifisme, hate speech, dan persaingan yang semakin menguat di antara kelompok-kelompok agama.

Berkenaan dengan peran rohaniwan asing Katolik di Maumere, sebagian besar tokoh agama dan tokoh masyarakat di luar penganut agama Katolik tidak mengetahui secara persis apa kegiatan yang dilakukan oleh para rohaniwan asing Katolik, karena kegiatan mereka hanya di lakukan di dalam.

Sebaliknya di Bali, kedatangan rohaniwan asing Hindu berdampak pada munculnya aliran baru yang menimbulkan pro dan kontra.

Di Kota Malang dosen asing Islam yang berperan sebagai rohaniwan, justru menjadi penceramah favorit, mereka berceramah sampai kabupaten lain. Di masa lalu pernah ada yang isi ceramahnya meresahkan masyarakat dan masih terkesan dalam memori kolektif sebagian pemuka agama Islam di sana.

Keempat, jamaah Tabligh dari luar negeri tidak memahami tentang Tata Cara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri Lembaga Keagamaan di Indonesia. Ketiadaan data yang akurat menyulitkan proses pengaturan dan pengawasan terhadap rohaniwan asing.

Peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan ketenagakerjaan asing memang telah ada baik berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Surat Keputusan Dirjen dan termasuk Peraturan Menteri Agama, namun peraturan Perundang-undangan ini belum spesifik mengatur soal tenaga kerja asing khusus bidang agama, maka diperlukan peraturan yang mengatur khusus tenaga kerja asing yang bergerak di bidang agama. 

Di Malang, dosen asing yang datang ke Kota Malang tidak disertai tembusan kepada kantor kemenag setempat dan instansi terkait, sehingga mereka tidak dapat dimonitoring.

Di Kepulauan Riau peraturan yang ada dipandang kurang sesuai dengan dinamika perkembangan jumlah rohaniwan dan permasalahannya yang memerlukan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, sehingga memberikan celah kepada semakin berkembangnya jumlah rahaniwan asing illegal dan mendatangkan berbagai problem di masyarakat. (Kendi Setiawan)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Internasional, Nasional, AlaSantri Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah - Sebagai upaya lebih memantapkan organisasi, alumni Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo periode 2011 hingga 2015 rutin menjalin komunikasi. Mereka mengadakan pertemuan rutin setiap bulan di kediaman masing-masing alumni.

Pertemuan rutinan alumni IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo ini dilaksanakan di kediaman rekan Syifak Kecamatan Tongas, Ahad (8/1). Pertemuan rutin sendiri digagas oleh alumni Wakil Ketua IPNU Kabupaten Probolinggo Muhammad Qosim. “Awalnya, cuma lewat grup WhatsApp (WA) Oreng Konah, akhirnya bisa bertemu lewat darat,” ujar Indra Subiantoro, salah satu alumni IPNU Kabupaten Probolinggo.

Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Gerakan Organisasi, Alumni IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pertemuan Rutin

Menurut Indra, pertemuan rutin tiap bulan ini dimulai Oktober 2016 lalu. Bahkan tiga nakhoda IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo demisioner juga hadir seperti Rudi Nabillah, Eko Cahyono dan Lika Kurniawati.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahim dari masing-masing alumni karena ingin melepas kangen. Sebab mereka sibuk di masing-masing profesi yang dijalankan. Ada yang berwirausaha, guru dan lain sebagainya. Pertemuan ini walaupun sederhana tapi maknanya luar biasa,” jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Indra menegaskan, kegiatan ini bertujuan menyambung silahturahmi sesama alumni supaya tidak putus. Biasanya setiap pertemuan sebelum dimulai diawali tahlil yang dipimpin oleh Muhammad Qosim dilanjutkan rapat membahas perkembangan IPNU-IPPNU berikutnya setelah tidak menjadi pengurus serta membahas materi-materi keislaman.

Belajar Muhammadiyah

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan silaturahim sesama pengurus yang dulu berjuang di IPNU-IPPNU. Tentunya supaya rasa persaudaraan tidak putus walaupun sudah tidak menjadi pengurus lagi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, PonPes, Nasional Belajar Muhammadiyah

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman M.Hum akan membahas peluang dan tantangan Kurikulum 2013 di Madrasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima yang akan digelar oleh PW NU Jawa Tengah, Rabu (4/2) mendatang.

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Kegiatan bertajuk ‘Kurikulum 2013 dan Madrasah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Peluang dan Tantangan?’ akan berlangsung di halaman Kantor PW NU Jateng, Jl. Dr. Cipto, No. 180, Kota Semarang.?

Kepanitiaan yang dikoordinatori oleh wakil sekretaris PWNU Jateng, H Amiq Muchlisin, SH menjelaskan, bahwa pelaksanaan lailatul ijtima biasanya pada Rabu pertengahan bulan qamariyah (antara tanggal 13-17).?

Belajar Muhammadiyah

"Saya mengkoordinatori kegiatan ini selama 3,5 tahun dalam dua periode kepengrurusan," ungkap Amiq. ?

Menurutnya, Lailatul Ijtima menjadi media untuk menyosialisasikan hasil Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Jateng. Selain itu, lanjut Amiq, nahdliyyin juga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung kepada pengurus wilayah.?

Belajar Muhammadiyah

Fathur Rokhman yang juga awan PWNU Jateng akan menerangkan kelebihan dan kekurangan kepada nahdliyyin terkait pendidikan madrasah. Acara akan diawali dengan jamaah shalat Isya, shalat ghaib, tahlil, istighatsah dan penyampaian hasil bahtsul masail dari pengurus wilayah LBMNU Jateng. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Quote Belajar Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman

Wina, Belajar Muhammadiyah. Partai ultranasionalis Austria, Partai Kebebasan (FPOe) yang dipimpin Jörg Haider, berencana melebarkan sayap ke Jerman, untuk menggalang kekuatan sesama kelompok militan anti-Islam di Eropa. Salah satu sasaran politiknya adalah menutup akses bagi Turki untuk bergabung ke Uni Eropa.

Seperti diberitakan independent.co.uk pada Selasa (26/10), di bawah kepemimpinan Jörg Haider, sejak satu dekade lalu partai ekstrem kanan ini berhasil menggenggam kekuasaan di Austria. Terakhir awal bulan Oktober 2010 ini, partainya berhasil meraup dukungan lebih dari 26% suara. Dukungan terbesar bagi Haider datang dari kota-kota besar di mana banyak terdapat komunitas imigran yang kebanyakan berasal dari Turki dan Afrika Utara.

Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman

Salah satu strategi partai ini adalah membagi-bagikan permainan komputer gratis, yang memungkinkan para pemainnya menembak atau menghancurkan masjid, menaranya, dan muaddzin (pengumandang adzan). Diperkirakan, gerakan Partai Kebebasan ini akan terus menggandeng mitra sesama militan anti Islam di Jerman dan disambut baik oleh para pendukungnya tersebut. Mengapa? Karena di Jerman gerakan anti-imigran dari Afrika Utara juga menguat.

Belajar Muhammadiyah

Aiman Mazyek, Sekretaris Dewan Muslim, salah satu dari empat kelompok Islam terkemuka di Jerman menyebutkan jika selama ini partai sayap kanan yang ada di jantung kota Erfurt, Thuringia, mennyelenggarakan parade anti Masjid yang memicu kelompok-kelompok penentangnya untuk merencanakan aksi tandingan.

Beberapa hari sebelumnya, seorang perempuan Muslim dibunuh di pengadilan oleh seorang partisan sayap kanan ketika ia sedang mencari keadilan atas penghinaan yang dilontarkan oleh lelaki itu atas jilbab yang dikenakannya. Pemerintahan Jerman sendiri ragu-ragu untuk membubarkan NPD (partai nasional democratic) yang secara legal setelah kekalahan mereka di pengadilan tahun 2003.

Belajar Muhammadiyah

Di kota Cologne, Kantor Perlindungan Konstitusi (Verfassungsschutz), badan intelijen domestik Jerman, telah mengintai aktivitas mencurigakan dari sebuah organisasi yang disebut "Pro Cologne" selama berbulan-bulan di tahun 2008. Organisasi itu sedang menggalang dukungan dari masyarakat kota untuk memprotes pembangunan sebuah Masjid besar di distrik Ehrenfeld.

Sekitar 300 anggota Pro Cologne telah mengumpulkan lebih dari 20.000 tanda tangan. Beberapa dari mereka berharap dapat menggunakan keberhasilan itu sebagai jalan untuk memenangkan kursi di parlemen.

Dengan sebuah partai politik baru bernama "Pro NRW" (Pro North-Rhine Westphalia), yang berakar dari gerakan Pro Cologne, dua pemimpin mereka, markus Beisicht dan Manfred Rouhs, ingin memenangkan cukup banyak suara untuk melangkah masuk ke parlemen di tahun 2010.

Sekitar selusin gerakan serupa Pro Cologne telah menyiapkan kampanye lokal ke seluruh negeri – di antaranya di Gelsenkirchen, Duisburg, Düsseldorf, Essen, dan Bottrop. Di tempat di mana tidak ada rencana pembangunan Masjid besar, ujar Beisicht, partainya hanya akan melawan Masjid-Masjid kecil yang telah ada.

Pengurus partai Pro NRW juga telah mengirimkan surat ke ibukota untuk memprotes rencana pembangunan Masjid di distrik Charlottenburg, Berlin. Mereka bahkan membentuk sebuah gerakan warga dengan nama "Pro Deutschland". Pejabat Verfassungsschutz merasa Beisicht dan teman-temannya akan mendapat banyak dukungan suara dan bahkan mengambil alih NPD neo-Nazi di Jerman barat.

NPD, yang cenderung berhadapan dengan kelompok Muslim anti Israel, telah mencoba menangkal persaingan baru ini dengan membentuk upaya anti Masjid serupa.  Mereka mengorganisir sebuah kelompok yang disebut "Gerakan Warga Pro Munster" untuk menghambat pergerakan partai Cologne melebarkan kekuasaannya di tingkat nasional.

Warga yang menandatangani petisi anti Masjid Pro Cologne beralasan bahwa mereka tidak ingin kotanya menjadi Makkah kedua dan kehadiran Masjid akan membuat lingkungan mereka menjadi bising.

Kritikus menilai munculnya gerakan-gerakan ini merupakan kesalahan pemerintah kota yang menyambut pembangunan Masjid dengan tangan terbuka tanpa membahasnya terlebih dahulu dengan masyarakat, mengantisipasi kecemasan dan kekhawatiran yang muncul di antara warga kota.

Bulan November2009 lalu, Markus Beisicht memberikan presentasi khusus mengenai gerakan Cologne kepada anggota Partai Kebebasan Austria di Graz.

"Kami akan menyebarkan perjuangan kami ke seluruh Eropa," ujarnya. Ia juga mengundang rekan-rekannya dari Partai Kebebasan Austria, Vlaams Belang, dan dari Front Nasional Perancis untuk hadir di Kongres Anti Islam di Cologne bulan September lalu.

Beischt adalah seorang pengacara yang dulu merupakan anggota kelompok sayap kanan Jerman, Republikaner (REP). Seperti sejumlah anggota eksekutif Pro NRW lainnya, ia memupuk hubungannya dengan kelompok sayap kanan radikal selama bertahun-tahun

Partai Kebebasan (FPOe) di Austria membuat sebuah video game online anti-Islam untuk kepentingan kampanye politiknya. Dalam video game yang diunggah di situs resmi partai tersebut, para pemainnya diajak menembaki muadzin dan menara-menara masjid. Permainan yang diberi nama "Moschee Baba" atau "Bye Bye (Selamat Tinggal) Masjid" ini berdurasi satu menit, dimana pemainnya bisa mengumpulkan poin setelah berhasil menghancurkan "target" berupa gambar sosok muslim, masjid dan menara masjid.

Lalu muncul tanda "stop" dan tulisan "Permainan Selesai. Sekarang Styria penuh dengan menara dan masjid!", lalu muncul pula ajakan agar pemain game itu memilih Gerhard Kurzmann dalam pemilu lokal yang akan digelar 26 September lalu. Kurzmann adalah salah satu kandidat dari Partai Kebebasan di kota Stryria.

Selain menghadirkan permainan anti-Islam. Situs partai itu juga membuat survei. Para pengunjung situs tersebut ditanya apakah pembangunan menara dan masjid di Austria selayaknya dilarang, dan apakah warga Muslim harus menandatangani sebuah deklarasi bahwa mereka lebih mengutamakan hukum Austria diatas Al-Quran.

Padahal menurut laporan kantor berita Austria, di kota Styria tidak ada masjid bermenara. Di kota yang jumlah komunitas Muslimnya cuma 1,6 persen dari total jumlah penduduk kota itu, hanya ada empat bangunan yang difungsikan sebagai masjid. Tindakan Partai Kebebasan membuat survei dan game online anti-Islam itu menuai kecaman dari pemuka muslim di Austria, Anas Schakfeh serta para politisi dari Partai Hijau dan Partai Sosial Demokrat.

"Video game online itu menunjukkan sikap kebencian terhadap agama tertentu dan ketakutan yang tidak beralasan," kata Anas. "Target serangan PFOe, menara-menara masjid, bahkan tidak ada (di kota Styria)," tukas Wemer Kogler, kandidat dari Partai Hijau di kota Styria. Komunitas Muslim dan Partai Hijau sudah melayangkan gugatan hukum atas apa yang dilakukan Partai Kebebasan.

Mereka menilai Partai Kebebasan telah menghasut untuk menimbulkan kebencian dan melecehkan agama yang bisa diancam dengan hukuman penjara sampai dua tahun. Kantor kejaksaan di Graz--ibukota Styria--sudah melakukan penyelidikan dan akan memutuskan apakah akan memerintahkan agar game online anti-Islam itu dihapus.

Partai Kebebasan merupakan salah satu partai di negara Eropa yang gencar melakukan kampanye anti-Islam. Partai ini juga mengusulkan agar dilakukan referendum untuk melarang pembangunan masjid yang dilengkapi dengan menara dan melarang penggunaan cadar. Pemimpin Partai Kebebasan Heinz-Christian Strache bahkan menyatakan ingin melihat adanya aksi unjuk rasa di Austria seperti aksi unjuk rasa di New York yang menentang rencana pembangunan masjid dan Islamic Center di dekat Ground Zero.

Game online "Bye Bye Mosque" kata Partai tersebut, merupakan respon atas komentar Thilo Sarrazin--tokoh Partai Sosial Demokrat di Jerman--yang mengatakan bahwa imigran muslim telah mengganggu kehidupan masyarakat Jerman. "Kami lebih menyukai Sarrazin daripada muazzin di Austria," demikian pernyataan Partai Kebebasan yang para pendukungnya kebanyakan anak-anak muda Austria.(amf/berbagai sumber)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Nasional Belajar Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

NU Online Kumpulkan Jagoan Teknologi Informasi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Langkah maju dilakukan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu mengumpulkan para jagoan Teknologi Informasi (TI) yang berlatar belakang Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) se-Indonesia dalam sebuah lokakarya yang bakal digelar di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, 8-9 Agustus mendatang.

Acara bertajuk ”Membangun Habitus TI di Komunitas Nahdliyin” yang diselenggarakan Belajar Muhammadiyah tersebut menghadirkan 50 peserta yang merupakan pakar dan peminat TI di lingkungan Nahdliyin. Para peserta itu juga merupakan perwakilan dari Pengurus Wilayah NU se-Indonesia.

NU Online Kumpulkan Jagoan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Online Kumpulkan Jagoan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Online Kumpulkan Jagoan Teknologi Informasi

Sejumlah pakar dan praktisi TI dipastikan hadir menjadi narasumber pada acara itu, antara lain, Menteri Riset dan Tekonologi Kusmayanto Kadiman, Kepala Laboratorium Cyber Crime Polri Kombes Pol Petrus Goloose, Wakil Kepala Badan Intelijen Negara As’ad Said Ali, Kepala Humas Departeman Pendidikan Nasional Bambang Warsito Adi, Redaktur Senior Harian Kompas Ninok Leksono dan Presiden Direktur International Bussines Management Betti Alisjahbana.

Belajar Muhammadiyah

Pemimpin Redaksi Belajar Muhammadiyah Abdul Mun’im DZ mengatakan, penyelenggaraan lokakarya tersebut merupakan upaya untuk mempertemukan kader-kader potensial yang dimiliki NU di bidang TI. Dari pertemuan tersebut, diharapkan dapat tercipta ruang komunikasi, tukar-menukar gagasan dan pengalaman serta dapat merumuskan kerja sama yang lebih konkret di antara para peserta.

Belajar Muhammadiyah

“Dengan demikian, kekuatan NU di bidang TI yang masih berserakan itu bisa diintegrasikan dalam satu kerja sama. Kiprah para peminat dan ahli TI itu sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam pengembangan teknologi dan akses terhadap informasi, tetapi juga soal yang lebih eksistensial, yakni masih banyaknya warga NU yang terbelakang secara ekonomi maupun pendidikan,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini cukup banyak kader-kader NU yang menguasasi TI, baik melalui pendidikan formal dan profesional, maupun mereka yang menekuni sendiri secara otodidak. “Pengambilan sarana TI bagi pengembangan NU ini bukan suatu yang tabu, sebab juga berdasar prinsip al akhdzu bil jadidil ashlah (mengambil hal baru yang lebih baik) bagi warga NU,” jelas Mun’im.

Sementara itu, Suwadi D Pranoto, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan tersebut, mengemukakan, peran para peminat dan ahli TI di kalangan Nahdliyin sangat dibutuhkan. Karena setiap perkembangan teknologi, juga pasti akan diikuti dampak baik dan dampak buruk.

“Peran para ahli TI ini adalah memaksimalkan penggunaan TI untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan dakwah Islam, terutama dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah. Selain itu untuk menyelamatkan warga dari dampak buruk TI, baik secara mental maupun fisik,” ujar Suwadi.

Di era perang global ini, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan TI dijadikan senjata untuk penetrasi budaya, bahkan politik. NU, katanya, tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mempunyai tugas dakwah wat taujih, yakni mengajak dan membimbing umat ke arah yang benar. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ahlussunnah, Nasional, Halaqoh Belajar Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Tuntunan Mengqashar Shalat

Islam sebagai agama yang mengatur tata cara hidup bermasyarakat dan tata cara beribadah kepada Yang Maha Kuasa, tidak pernah membebani umatnya di luar kemampuannya. Bahkan ketika berhubungan dengan perkara wajibpun Islam selalu memberikan dispensasi, sekiranya kewajiban itu terlalu membebani umatnya. Dispensasi atau keringanan dalam fiqih disebut dengan rukhshah. Hal ini tercermin dalam masalah qashar dan jama’ shalat.

Secara bahasa qashar berarti meringkas, yaitu meringkas shalat yang semula harus dikerjakan empat rakaat (misal dhuhur, ashar dan isya) menjadi dua rakaat. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam surat An-Nisa’ ayat 101:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu 

Tuntunan Mengqashar Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntunan Mengqashar Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuntunan Mengqashar Shalat

Artinya seseorang yang sedang dalam bepergian (musafir) dibolehkan mengqashar shalat. Begitu pula jika dalam keadaan berperang. Karena tuntunan konsntrasi penuh dalam menghadapi serangan pihak musuh, maka diperboehkan mengqashar shalat. Demikian pernah terjadi di zaman Rasulullah saw sebagaimana diterangan dalam hadits Muslim yang diriwayatkan oleh Ya’la bin Umayah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir.

Belajar Muhammadiyah

Begitulah diantara dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menunjukkan diperbolehkannya mengqashar shalat. Sedangkan petunjuk tehnis mengqashar shalat tentunya hanya terdapat dalam kitab-kitab fiqih yang merupakan warisan para mujtahid dalam menentukan sebuah hukum. Sebagaimana keterangan dalam Matnul Gyayah wat Taqrib karya Qadhi Abu Suja’:

? – ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagi seorang musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang berrakaat empat dengan lima syarat. 1) Kepergiannya bukan dalam rangka maksyiat. 2) jarak perjalanannya paling sedikit 16 farsakh. 3) shalat yang diringkas adalah yang berrakaat empat. 4) niat mengqashar bersamaan dengan takbiratul Ihram. 5) dan hendaknya tidak bermakmum pada orang yang mukim (tidak musafir).

Dari keterangan di atas dapat dijelaskan bahwa syarat mengqashar shalat pada dasarnya adalah ketika dalam berpergian. Namun syarat ini bisa ditawar dalam kondisi perang. Apabila di rasa empat rakaat terlalu lama dan menghawatirkan keamanan maka diperbolehkan mengqashar shalat. Sebagaimana kerangan hadits di atas.

Belajar Muhammadiyah

Adapun syarat kedua mengenai jarak tempuh perjalanan, maka mengqashar shalat hanya diperbolehkan ketika jarak tempuh bepergian mencapai 16 farsakh atau kira-kira 90 km. Yaitu jarak yang biasanya para musafir telah mengalami kelelahan dan kepayahan.

Dari dua syarat tersebut (musafir dan ukuran jarak tempuh), maka barang siapa dalam perjalanan seseorang tidak sempat shalat. Lalu sesampai di rumah ia hendak mengqadhanya (membayarnya) maka orang tersebut tidak diperbolehkan mengqashar shalat (dengan 2 rakaat) karena ia tidak lagi dalam keadaan musafir. Begitu juga sebaliknya, ketika seseorang mempunyai hutang shalat kemudian dia melakukan perjalanan (musafir) lalu ia hendak membayarnya dengan mengqadha maka tidak boleh shalat itu dilakukan dengan cara qasahar (2 rakaat). Karena hutang shalat itu terjadi ketika dia belum berstatus sebagai musafir.

Adapun penjelasan mengenai syarat ketiga, maka itu bersifat pasti. Hanya shalat yang empat rakaatlah yang boleh diqasahar. Itu artinya shalat dhuhur, ashar dan isya. Dengan kata lain ketika seseorang berpergian dalam jarak tempuh lebih dari 90 km (misalkan dari Jakarta menuju Surabaya) secara otomatis ia akan melewati waktu shalat dhuhur dan ashar, apabila berangkat dari pagi hari melalui jalur darat maupun laut. Maka orang tersebut boleh melakukan shalat dhuhur dan ashar masing-masing dua rakaat.

Akan tetapi jikalau orang tersebut melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat sehingga dapat menghemat waktu, maka baginya ada dua pilihan. Boleh mengqashar shalat ataupun tidak mengqashar. Karena pada dasarnya qashar sebagai sebuah dispensasi (rukhshah) tidaklah bersifat wajib. Tetapi bersifat anjuran. Artinya, qashar adalah sebuah pilihan yang disediakan oleh Allah bagi umatnya yang merasa berat melakukan shalat dengan empat rekaat ketika bepergian. Oleh karena itu seorang muslim selaku hamba Allah boleh memilih qashar atau tidak. Tetapi lebih baik melakukannya ketika syarat lima telah terpenuhi.

Mengenai tatacara niat tidak ada yang berubah sebagaimana niat dalam shalat biasa, yaitu niat dibarengkan dengan takbiratul ihram di dalam hati yang bunyinya, sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ushalli fardhad dhuhri rak’ataini mustaqbilal qiblati qasran lillahi ta’la

Aku niat shalat dhuhur dua rekaat menghadap qiblat keadaan qashar karena Allah

Dan syarat yang terakhir, hendaklah jika seseorang melakukan shalat qashar jangan makmum kepada imam yang tidak qashar (sedang shalat biasa). Qashar boleh dilakukan secara berjamaah berbarengan dengan sesama musafir. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri, Anti Hoax, Nasional Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Tiga Masjid Ini Miliki Arsitek Hasil Akulturasi Budaya Lokal

Tangerang Selatan, Belajar Muhammadiyah. Ada spirit akulturtasi budaya yang terjadi di dunia Islam pada abad ke-16 M. Akulturasi ini terlihat pada bangunan-bangunan ibadah umat Islam berupa masjid yang ada di Istanbul (Turki), Malibar (India), dan Nusantara (Indonesia) yang menjadi ikon arsitektur dunia Islam pada masa itu.

Tiga Masjid Ini Miliki Arsitek Hasil Akulturasi Budaya Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Masjid Ini Miliki Arsitek Hasil Akulturasi Budaya Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Masjid Ini Miliki Arsitek Hasil Akulturasi Budaya Lokal

Ada kesamaaan pola pikir, yaitu pola pikir spirit toleransi dan akulturasi. Islam sangat menghargai budaya setempat sepanjang budaya tersebut tidak bertentangan dengan Islam.

Demikian disampaikan A. Ginanjar Syaban dalam kajian bertema Akulturasi Budaya pada Masjid-Masjid : Kudus (Jawa), Malibar (India), dan Istanbul (Turki) Abad ke-16 M di Sekretariat Islam Nusantara Center (INC) Ciputat Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/10).

Direktur INC itu menjelaskan, arsitektur Masjid Sultan Ahmad di Istanbul terinspirasi dari arsitektur gereja Hagia Sophia.

"Ini (Masjid Sultan Ahmad) menjadi mahakarya arsitektur Islam Usmani pada zamnnya," ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Sesaat setelah menaklukkan Istanbul, Sultan Muhammad Al Fatih mencari Gereja Hagia Sophia. Sultan beranggapan bahwa arsitek bangunan gereja sangat luar biasa karena sangat indah dan belum pernah terkalahkan. Sang sultan tidak merubah bentuk gereja tersebut. Hanya menambahkan empat menara.

"Kira-kira ada yang berani nggak bilang ini masjid bidah. Nggak ada, inilah semangat akulturasi kebudayaan," ungkapnya. 

"Ulama-ulama Usmani ingin menegaskan bahwa Islam datang bukan ingin membangun spirit yang asing," lanjutnya. 

Sedangkan di India, lanjut Ginanjar, ada juga masjid di Malibar yang dibangun oleh Syekh Zainuddin Malibari, ulama yang juga mengarang kitab Fathul Muin.

Belajar Muhammadiyah

"Ini (Masjid Malibar) juga menunjukkan akulturasi budaya. Unsur budaya di India dipakai, tidak langsung dibuang atau dimusuhi. Melainkan dihormati dan disempurnakan," terang Dosen Filologi Universits Padjajaran itu.

Semangat akulturasi budaya tersebut juga tampak pada salah satu masjid di Nusantara, tepatnya di Kudus, Jawa Tengah. Masjid Kudus atau Masjid Al Aqsa dibangun oleh Imam Jafar Shidiq atau yang dikenal dengan Sunan Kudus. Masjid ini ebagai simbol semangat akulturasi budaya antara Islam dan lokal atau Hindu.

"Jadi kalau kita memandang Masjid Kudus, aneh gitu kan, kenapa? ini masjidnya kayak masjid ahli bidah. Arsitekturnya kok seperti Pura," kata Ginanjar

Ginanjar menerangkan, Sunan Kudus ingin membangun sebuah tempat ibadah bagi umat Islam yang bangunannya tidak asing dengan masyarakat setempat saat pertama kali membangun masjid tersebut. Maka dibangunlah masjid dengan arsitek menyerupai Pura.

Bedanya, imbuh Gainnjar, kalau di Istanbul coraknya sama. Ada identitas Turki di sana karena itu dipatenkan sebagai budaya Turki Usmani. Di Indonesia tidak dipatenkan sehingga bentuk akulturasinya lebih dinamis.

"Ini bukan mengajari pluralisme agama, tapi hendak mengkaji bagaimana kebijakan beberapa ulama dunia Islam waktu itu tentang akulturasi budaya," tutup penulis Mahakarya Islam Nusantara itu. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Syariah Belajar Muhammadiyah

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir

Tangerang Selatan, Belajar Muhammadiyah

KH Ali Mustafa Ya’qub yang wafat Kamis (28/4) pagi ini membawa duka mendalam bagi umat Islam di Tanah Air. Ribuan orang memadati kompleks Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat, Tangerang Selatan.

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir

Saat berita ini dimuat, prosesi menshalati jenazah rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 ini masih berlangsung berkali-kali di Masjid Pesantren Darussunnah. Di antara tokoh yang hadir antara lain, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Wasekjen PBNU ishfah Abidal Azis, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur, dan sejumlah pengurus NU dan MUI lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Mamun yang menjadi imam shalat jenazah sekaligus mauidhah hasanah menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian sahabatnya tersebut. Mengutip hadits Nabi, Kiai Syukron meminta para penakziah untuk menjadikan kematian sebagai nasihat.

Belajar Muhammadiyah

Pesantren Darus Sunnah, jelas Kiai Syukron, adalah bukti pengabdian Kiai Ali Mustafa untuk terus menyebarkan ilmu. "Semoga pahalanya terus mengalir kepada beliau, karena ini merupakan ilmu yuntafau bih (bermanfaat)," terangnya.

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten. (Muchlison Rochmat/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Nasional, Berita Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock