Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa?

Jakarta,Belajar Muhammadiyah

Buku Islam Indonesia Islam Paripurna merupakan tanggapan terhadap gugatan terhadap kebenaran dan kelengkapan pengamalan Islam di Indonesia. Gugatan itu muncul sejak medio tahun delapan puluhan.

Islamnya orang Indonesia dianggap tidak sempurna lantaran mengamalkan bid’ah, mengidap sekularisme, dan tidak mengamalkan syariat Islam.

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa?

Demikian disampaikan Imdadun Rahmat saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran bukunya yang berjudul Islam Indonesia Islam Paripurna di Jakarta, Senin (9/10).

Belajar Muhammadiyah

Menurut Imdad, setidaknya ada tiga indikator yang disematkan oleh kelompok Islam transnasional untuk mengklaim praktik Islam yang paripurna (kaffah).

Pertama, Islam kaffah adalah Islam yang puritan, bebas dari takhayul, bid’ah, dan khurufat, bersih dari tasawuf, tafsir, filsafat, dan ide-ide dari Barat. Islam tipe ini adalah model Islam yang tertutup terhadap pihak lain di luar Islam.

Belajar Muhammadiyah

“Sehingga tidak merasa perlu terlibat, berinteraksi, dan berdialog dengan yang lain, kecuali dalam posisi mendominasi,” kata Imdad saat memberikan sambutan.

Kedua, Islam kaffah adalah yang menerapkan syariat Islam di segala sektor kehidupan. Mulai sosial, budaya, hingga politik dan hukum formal. Penerapan hukum Islam adalah dengan menerapkan syariat Islam.

Menurut Imdad, dengan formalisasi syariat Islam berarti melakukan penyempitan Islam itu sendiri.

Ketiga, Islam kaffah adalah Islam politik. Imdad menilai, kelompok Islam transnasional selalu mengkampanyekan bahwa praktik Islam yang kaffah adalah dengan melakukan Islam politik. Islam harus menjadi ideologi politik untuk mendirikan negara Islam.

Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia itu menyangkal model Islam kaffah versi tersebut. Baginya, Islam Indonesia adalah model Islam yang paripurna (kaffah) untuk bangsa Indonesia sendiri.

“Islam Indonesia adalah Islam yang membumi, berdialog positif dengan konteks Indonesia,” jelasnya.

Bahkan, Imdad menilai, dunia internasional semakin memperhatikan dan memandang Islam Indonesia sebagai model Islam masa depan di tengah konflik di Timur Tengah yang tak kunjung usai.

Ia berpandangan bahwa Islam kaffah yang didengungkan oleh kelompok Islam transnasional adalah Islam yang berdasar terhadap budaya lokal di Arab atau Negara Timur Tengah lainnya. Seperti Ikhwanul Muslim yang merupakan ekspresi politik lokal Mesir dan Timur Tengah.

“Islam kaffah adalah Islam lokal pula,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Ciamis, Belajar Muhammadiyah. Saat panen (mbawon) sudah tiba, puluhan anggota GP Ansor kecamatan Lakbok kabupaten Ciamis turun ke sawah salah seorang dari mereka yang berlokasi di desa Cintaratu. sejak Selasa-Rabu (14-15/4), mereka membahu-bahu mengetam padi siap panen di sawah seluas 120 bata.

Terlibat memanen padi di sawah, pengurus anak cabang sampai ketua-ketua ranting Ansor ikut didalamnya. Mereka bergerak atas intruksi ? Ketua GP Ansor Lakbok Hirzudin dalam upaya merekatkan tali silaturahmi kader Ansor serta bukti atas kerakyatan anggota Ansor.

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Mereka mengumpulkan padi yang dipanen untuk dipisahkan dari tangkainya dengan mesin perontok milik PAC GP Ansor Lakbok.

Belajar Muhammadiyah

"Momen ini penting mempererat ukhuwah kader, serta ini menjadi kegiatan yang mempunyai nilai ekonomi untuk berjalannya organisasi," kata Hirzudin.

Di lain tempat, Masruhin salah satu anggota Ansor Sidaharja melakukan hal yang sama. Ia mengerahkan pemuda desa untuk memanen padi masyarakat sekitar yang hasilnya diperuntukkan mengadakan isra miraj di masjid.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini disambut baik masyarakat sekitar. Pardi, salah seorang warga Sidaharja kecamatan Lakbok meyampaikan, "Ansor memang idenya unik-unik, apalagi hal semacam ini sudah jarang dilakukan di daerah sini."

Rencananya, kegiatan mbawon bareng ini akan dilakukan di sawah sejumlah anggota ansor yang belum dipanen. (Ahmad Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, IMNU Belajar Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

Pringsewu, Belajar Muhammadiyah - Madrasah Aliyah Maarif Keputran Kabupaten Pringsewu merampungkan agenda perkemahan sekaligus dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Siti Fatimah Gudep 03.091-03.092. Perkemahan yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat ini dilaksanakan selama tiga hari dari Sabtu (14/5) sampai dengan Senin (15/5).

Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad mengatakan, dalam perkemahan tersebut para anggota Pramuka madrasah setempat mendapatkan berbagai macam materi kepramukaan baik in door maupun out door.

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

"Setelah upacara pembukaan, para peserta mendapatkan materi berupa dinamika kelompok yang memfokuskan bagaimana peserta berinteraksi dengan dalam regunya maupun dengan regu lainnya," jelas Irsad di sela-sela kegiatan.

Materi lain yang akan didapat oleh peserta di antaranya adalah penyelesaian SKU Bantara, Pentas Seni, Api Unggun, Renungan Malam, dan Kegiatan Explorer. "Selain materi tersebut, bermacam permainan juga diberikan kepada peserta untuk menambah semangat dan keceriaan para peserta," jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Irsad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa siswi MA Maarif Keputran dalam mendalami ilmu kepramukaan. Apalagi menurutnya pelajaran Pramuka pada kurikulum 2013 wajib diikuti oleh setiap peserta didik di tingkat SLTA.

Selain itu kepramukaan juga dapat menambah kecerdasan emosional meningkatkan disiplin siswa sekaligus merupakan organisasi positif yang dapat memupuk kepekaan sosial dan kepemimpinan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Kyai, IMNU Belajar Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Belajar Muhammadiyah

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, IMNU, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Belajar Muhammadiyah

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Belajar Muhammadiyah

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Olahraga, IMNU Belajar Muhammadiyah

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar

Tasikmalaya, Belajar Muhammadiyah. Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin mengatakan tanggungjawab NU kian besar. NU bukan hanya punya tanggungjawab keumatan, tetapi tanggung jawab terhadap sejarah, terhadap kebangsaan dan tanggung jawab terhadap NU itu sendiri serta kepada para Ulama.

Menurut Kiai Maruf, kenapa NU bertanggung jawab kepada umat, karena ketika menjelang wafat, Rasul SAW pun hanya mengkhawatirkan umatnya. Rasul tidak mengkhawatirkan istri dan anak-anaknya tapi berpesan bagaimana dengan umatnya.

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar

"Pesan Rasul, ummatii, ummatii, ummatii. Jadi tanggung jawab besar NU bagaimana menjaga dan memelihara umat karena siapa yang mengabdi untuk umat, Insyaallah akan ditinggikan derajatnya," kata Kiai Maruf dalam taushiyah pelantikan PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/4).

Untuk itu, Kiai Maruf mengingatkan bahwa tugas Ulama menyiapkan generasi-generasi Ulama juga serta tokoh-tokoh perubahan. Sehingga Ulama jangan hanya dipesantren tapi harus terjun ditengah masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

NU pun, ucap Kiai Makruf, memiliki tanggung jawab juga terhadap sejarah karena pendiri Indonesia adalah NU. Maka NU wajib memelihara dan menjaga NKRI sehingga siapa saja yang mengancam Indonesia akan berhadapan dengan NU.

"Selanjutnya tanggung jawab NU terhadap ulama karena NU organisasinya para ulama. Sehingga ulama NU harus beraqidah Ahlussunah wal Jamaah yang An-Nahdiyah jangan Aswaja tapi harokahnya beda. Jangan sampai mengaku NU, berakidah Aswaja tapi harokah (gerakan)-nya wahabi dan khawarij," tuturnya. 

Setelah memberi taushiyah di Pelantikan, KH Makruf meresmikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Badak Paeh Singaparna. Di sana ia meminta Ketua PWNU Jabar, KH Hasan Nuri Hidayatullah untuk menjadikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya sebagai Gedung Kantor percontohan di Jawa Barat. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah IMNU, Sejarah, Berita Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013

Malang, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Kerja Cabang ke-1 pada Sabtu 26 Januari 2013 di Gedung MAN PP. An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Kabupaten Malang.

PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013

Muskercab yang digelar kali ini mengambil tema ”Meningkatkan peran Jam’iyah Ditengah  Umat”, karena sudah menjadi kewajiban bagi pengurus Nahdlatul Ulama untuk memberikan kemanfaatan yang besar bagi umat. Konsekuensi logisnya, umat harus merasakan peran dan manfaat dari keberadaan NU.

H Abdul Mujib Syadzili, ketua panitia Muskercab mengatakan, tema ini diambil untuk menambah semangat para pengurus NU mulai Cabang sampai Ranting agar berupaya maksimal memperkuat organisasi demi kemaslahatan umat, sehingga diharapkan akan terbina kekuatan internal organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Malang sehingga mampu menghadapi berbagai macam ancaman dan gempuran dari organisasi keagamaan yang tidak sepaham dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.. 

Belajar Muhammadiyah

“Ancaman ini tidak bisa dianggap sepele mengingat sudah masuk wilayah ideologis, wilayah aqidah, mengancam persatuan dan kesatuan umat serta menggerogoti organisasi NU dengan segala gerakan, propaganda dan potensi yang dimilikinya,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Di sisi lain, Gus Mujib, yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang ini, menandaskan bahwa setiap pengurus NU harus memiliki komitmen Nahdliyah dan selalu berupaya memantapkan program-program konstitusional permusyawaratan tertinggi tingkat Cabang guna meningkatkan pelayanan dan pengabdian pada umat. 

“Momentum Muskercab ke-1 NU Kabupaten Malang Tahun 2013 ini diharapkan mampu memantapkan hasil-hasil konferensi untuk diimplementasikan dalam program kegiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar, diantaranya agama, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan hidup, yang perlu didorong terus dalam melakukan penguatan kelembagaan organisasi sehingga mampu memberikan misi pelayanan dalam menjawab kebutuhan umat,” kata Gus Mujib yang juga sebagai Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo ini.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang H Bibit Suprapto mengatakan meski sudah banyak yang telah diperbuat oleh pengurus selama ini namun masih banyak program berskala besar yang belum sempurna penggarapannya, sehingga harus dimantapkan perumusannya dalam Muskercab I ini. 

“Agar NU tidak kehilangan ruh perjuangan maka tidak boleh berhenti dan tidak gampang puas terhadap apa yang telah dilakukan dengan secara terus menerus melakukan peningkatan  penghidmatannya,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Budaya, Ahlussunnah Belajar Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah

Pringsewu, Belajar Muhammadiyah?

Pembacaan 1 milyar shalawat dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) disambut antusias PCNU Pringsewu. Untuk menyukseskan program yang berskala nasional tersebut PCNU melakukan koordinasi dengan seluruh MWCNU di seluruh kecamatan dan badan otonom, lembaga, serta pondok pesantren.

PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah

Pada ajang tersebut PCNU Pringsewu mendapat 175 paket Shalawat Nariyah. "Setiap paket terdiri dari 4.444 shalawat nariyah yang akan dibaca oleh jamaah. Dan paket tersebut telah habis terdistribusi keseluruh kecamatan," kata Koordinator kegiatan tersebut Fathurrahman, Ahad (16/10).

Menurut Kang Faun, begitu Ia biasa dipanggil, dalam kegiatan tersebut, setiap setiap titik kegiatan ada yang mengambil paket lebih dari satu tergantung jumlah jamaah yang ada. "Jika jamaah yang berkumpul banyak, titik tersebut bisa mengambil lebih banyak paket," jelasnya.

Dengan 175 paket yang terdistribusi, PCNU Pringsewu akan memberikan kontribusi sebanyak 777.700 kali Shalawat Nariyah pada ajang yang baru pertama kalinya dilakukan bersama secara nasional ini. "Kita akan mulai melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 21 malam 22 Oktober 2016," ujarnya di sela-sela koordinasi kegiatan tersebut.

Sementara itu Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim sangat mengapresiasi program yang diluncurkan oleh PBNU ini. Selain sebagai momentum untuk memperingati Hari Santri, kegiatan ini juga dapat menjadi momen lebih mensosialisasikan kembali amaliyah-amaliyah Nahdliyyin.

Belajar Muhammadiyah

"Dengan kegiatan ini kita diingatkan kembali bahwa inilah amaliyah kita yang perlu kita pertahankan dan diteruskan kepada generasi kita selanjiutnya. Mari kita hidupkan kembali jamaah-jamaah dzikir dan Shalawat Nariyah di Kabupaten Pringsewu," katanya.

Selain kegiatan Pembacaan shalawat Nariyah, PCNU Pringsewu beserta banom, lembaga dan pondok pesantren juga akan melakukan kirab Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Pringsewu. Kirab tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (22/10) yang direncanakan akan dilaksanakan start di Pendopo Pringsewu dan Finish di Makam KH Ghalib Pringsewu.

Di makam KH Gholib nantinya akan digelar istighotsah dan doa untuk para pejuang yang telah berjuang memerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah IMNU, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Ini Tiga Hal yang Harus Diluruskan dari ISIS Menurut Waketum PBNU

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali mengungkapkan, ISIS yang kini sedang menjadi isu global merupakan kelanjutan dari organisasi garis keras Al-Qaeda. Dikatakannya, pengaruh paham radikal Al-Qaeda maupun ISIS yang sudah menjalar sekelompok warga bangsa perlu diluruskan terutama terkait tiga hal.

“Tiga hal yang harus diluruskan adalah tentang faham khilafah Islamiyah, jihad, dan pengkafiran,” katanya di Jakarta, Sabtu (21/3).

Ini Tiga Hal yang Harus Diluruskan dari ISIS Menurut Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Hal yang Harus Diluruskan dari ISIS Menurut Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Hal yang Harus Diluruskan dari ISIS Menurut Waketum PBNU

Pertama soal khilafah islamiyah. Menurut As’ad yang akhir tahun lalu meluncurkan buku “Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya”, Baik Al Qaeda maupun ISIS menganggap khilafah Islamiyah sebagai satu-satunya sistem politik Islam, sedang sistem selain itu dianggap kafir.

“Bedanya, Al Qaeda masih dalam bentuk wacana, sedangkan ISIS sudah memproklamirkan khilafah,” tambahnya.

Sementara bagi NU, khilafah Islamiyah bukanlah suatu sistem politik atau model negara, tetapi sebagai konsep kepemimpinan seperti dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah Ayat 30.

Belajar Muhammadiyah

“Nahdlatul Ulama dan para ulama dari Ormas pendiri lain seperti Muhamadiyah, Sarikat Islam, dan kaum nasionalis lainnya telah menyepakati sistem politik yang didasarkan Pancasila sebagai ijtihad bersama, sehingga tidak memerlukan sistem politik lain,” tambahnya.

Kedua, tentang jihad. Al Qaeda dan ISIS mengartikan jihad dalam arti sempit yaitu hanya perang atau kekerasan. Sedang jihad dalam arti persuasif, pendidikan, dakwah dan kegiatan-kegiatan sosial lain dianggap bukan bagian dari jihad. Pandangan tersebut berbeda secara diametral dengan pandangan mayoritas ulama yang beranggapan bahwa jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu.

“Jihad dalam artian perang hanyalah sebagai jenis jihad. Bagi ulama NU, jihad tentu saja tidak bermakna sempit qital (perang: Red), tetapi berarti luas termasuk membangun perdamaian dan ketertiban sebagai landasan peradaban dunia,” katanya.

Ketiga, takfiri atau pengkafiran. Al Qaeda dan ISIS berkeyakinan golongan di luar mereka adalah kafir. Artinya mayoritas umat Islam lainnya adalah kafir. Menurut Al Qaeda dan ISIS, orang kafir tersebut wajib diperangi (dibunuh), kecuali bersedia membayar upeti (jizya).

Belajar Muhammadiyah

“Sementara mayoritas ulama berpendapat sebaliknya. Para ulama menganggap bahwa pengkafiran terhadap sesama muslim berarti menghilangkan pluralitas/perbedaaan yang sudah menjadi kodrat manusia,” pungkasnya. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Ini Manfaat Hamba yang Dermawan

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Menjadi hamba yang memiliki kepedulian terhadap keadaan sekitar tidaklah mudah. Demikian pula dengan menjadi dermawan, padahal ada banyak manfaat yang bisa didapat.?

"Saya tidak heran dengan mereka yang memiliki ilmu tinggi," kata KH Imam Hambali, Sabtu (14/5). Pengasuh kegiatan Padhange Ati di salah satu televisi swasta ini mengingatkan bahwa mereka yang berstatus sebagai pejabat sekalipun tidak terlalu menjadi kebanggaan. Demikian pula mereka yang diberikan kelebihan harta yakni orang kaya, lanjutnya.

Ini Manfaat Hamba yang Dermawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Manfaat Hamba yang Dermawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Manfaat Hamba yang Dermawan

"Namun yang lebih membanggakan adalah kalau ada orang kaya yang dermawan," kata Pengasuh Pesantren al-Jihad Surabaya ini. Pun juga para pejabat akan lebih menjadi kebanggaan ketika memiliki kepedulian terhadap kegiatan sekitar.?

Dan jaminan bagi para orang kaya, berilmu, serta pejabat yang dermawan adalah hidupnya akan diridhai Allah SWT. "Dengan hidup diridhai Allah, maka segala kebaikan akan diterima," kata Kiai Hambali, sapaan akrabnya.

Demikian pula mereka yang dermawan hatinya akan dilembutkan. "Sehingga yang bersangkutan akan mudah tersentuh dan mudah tergugah," katanya.?

Dan yang juga akan diraih bagi mereka yang dermawan adalah ditakuti setan.?

Belajar Muhammadiyah

Penjelasan ini disampaikan KH Imam Hambali ketika membuka Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ikhwan al-Haromain, Jalan Gubeng Kertajaya 9 F No. 18 Surabaya.? Pesantren ini didirikan oleh H Echwan Siswadi, salah seorang pengusaha yang juga Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur. Keberadaan pesantren ini khusus untuk mahasiswa di kawasan kampus Universitas Airlangga Surabaya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Kemajuan berdemokrasi di Indonesia sangat diakui banyak kalangan, bahkan hingga mancanegara. Meski demikian, yang terjadi saat ini masih miskinnya prilaku para politisi. Politisi kita masih belum mampu menjadi negarawan yang beradab, berakhlak. Mereka masih suka menggunakan intrik-intrik politik demi kekuasaan.

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jalan Mohammad Kahfi I No 22 Cipedak-Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Meski demikian, dibanding dengan yang yang terjadi di Timur Tengah, kondisi di Indonesia masih lebih baik. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena antara Islam dan Nasionalisme belum ada titik temu. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya yang langsung disambut aplaus hadirin.

Belajar Muhammadiyah

“Yang Kedua, di Timur Tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat. Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Ini jika dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

Menyinggung masalah istighotsah, Kiai Said menjelaskan, tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama hanya 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kang Said berharap Pemilu 2014 yang digelar dua hari lagi berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,” tegas kiai asal Cirebon ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, Quote, IMNU Belajar Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi

Brebes, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupaya menghimpun dana dari warga Nahdliyin demi kelancaran roda organisasi. Momentum hari lahir (Harlah) ke-88 NU dijadikan ajang penggalangan dana abadi.

Ketua PCNU Brebes H Athoillah Syatori mengatakan, meskipun dana bukan alat mutlak untuk memuluskan berjalannya suatu program organisasi, tapi dana dari Nahdliyin sangat potensial sebagai bukti kecintaan kepada organisasi.

Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi

Menurut Kang Atho, demikian panggilan akrabnya, penghimpunan jariyah dilakukan untuk mengusahakan NU mandiri dalam pendanaan. Sehingga tidak selalu ‘ngregoni’ pemerintah maupun pihak lain.

“Ternyata kekuatan Nahdliyin dalam berjariyah sangat dasyat,”tuturnya di sela penyerahan hasil jariyah dari Pengurus Wakil Cabang (MWC) se Kabupaten Brebes, di Gedung NU Brebes, Sabtu (8/2).

Kedahsyatan tersebut, dibuktikan dari jariyah donasi yang tiap umat hanya Rp 2.000,- ternyata bisa terhimpun sampai ratusan juta rupiah. “Dari hasil jariyah dua ribu perak per Nahdliyin, Alhamdulillah telah mampu mendirikan gedung NU Brebes senilai Rp 1,7 Milyar,” ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Hasil jariyah yang dihimpun, lanjutnya, sebagai momentum keikhlasan dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-88. “Hasil jariyah tersebut akan dijadikan dana abadi PCNU Brebes. Dana sudah ditabung langsung di BMT NU Kramat, di Brebes,” terangnya.  

Penghimpunan jariyah ini, sebagai perwujudan program unggulan  selain pendirian perguruan tinggi NU dalam target lima tahun ke depan. “Mudah-mudahan jariyah ini bisa lebih mengembangkan NU dalam membantu pemerintah dalam program ekonomi, pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Dalam sekali putaran, kata Kang Atho, telah terhimpun jariyah sebanyak Rp 315.085.200 dengan perincian MWC Losari Rp 13.463.000,- Kersana Rp 13.741.500,-, wanasari Rp 47.287.500,-, Tanjung Rp 42.822.500,- Banjarharjo Rp 49.934.600,-, Larangan Rp 49.401.000,- Bulakamba Rp 41.206.600,- Songgom Rp 8.000.000,- Bumiayu Rp 8.122.000,- Jatibarang Rp 2.810.000,-, Paguyangan Rp 10.000.000,- Salem Rp 22.296.500,-Bantarkawung Rp 6.000.000,-

Belajar Muhammadiyah

Sementara MWC Brebes, Tonjong, Ketanggungan dan Bantarkawung hingga berita ini diturunkan belum menyetorkan hasil penghimpunan jariyah. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Ulama Belajar Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU

Empat Lawang, Belajar Muhammadiyah . Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Empat Lawang Suamtera Selatan Drs. Burhamsyah mengapresiasi perkembangan organisasi dan warga Nahdlatutul Ulama, khususnya Muslimat di kabupaten tersebut. 

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekkab Empat Lawang Apresiasi Perkembangan Muslimat NU

Menurut dia, pada pembukaan Musyawarah II Pengurus Cabang Muslimat NU Empat Lawang di Hotel Kito Tanjung Padang Tebing Tinggi awal pekan pada Selasa (17/2), perkembangan NU dan banomnya di Empat Lawang sangat mendukung pembangunan kemasyarakatan dan keagamaan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai kabupaten baru di Sumatera Selatan, Empat Lawang membutuhkan warga dan organisasi seperti Muslimat NU untuk membangun di baerbagai bidang, saat ini dan masa yang akan datang.

Belajar Muhammadiyah

Sementara Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Nyak Hafsya pada laporan pembukaannya mengatakan, PC Muslimat NU Empat lawang dalam perkembangannya, walau masih seumur jagung, namun sudah mampu membina TK, TPA, PAUD, dan Koperasi. 

Belajar Muhammadiyah

Juga, sambung Nyak Hafsya, telah mampu membentuk enam pengurus anak cabang dari 10 kecamatan. Walau demikian, dalam waktu dekat pembentukan pengurus anak cabang Muslimat NU akan terbentuk di semua kecamatan. 

Musyawarah Cabang Muslimat NU bertema "Mari Kita Tingkatkan Peranan Wanita untuk Terwujudnya Empat Lawang Emas sebagai masyarakt Religius" tersebut dihadiri Ketua PW Muslimat NU Sumatera Selatan, Ketua Tanfizyah NU Empat Lawang, Kakandepag Empat Lawang, 6 Pengurus anak cabang yang telah terbentuk dari 10 kecamatan dan warga NU. (Samir AR. Dota/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Pendidikan Belajar Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM

Pontianak, Belajar Muhammadiyah. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Aksi dimulai dari Bundaran Tugu Digulis lalu berlanjut ke gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan berakhir di kantor Pertamina Kalbar di Pontianak. Meski sempat diguyur hujan, aksi yang digelar Kamis (13/11) ini tidak surut.

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM

“BBM jantung perekonomian. Jika (harga) BBM naik sembako pun naik, sementara pendapatan dan daya beli masyarakat rendah,” terang Syamsul Hadi selaku koordinator lapangan dalam orasinya. Menurutnya, solusi dengan menaikkan harga BBM sangat tidak pas.

Belajar Muhammadiyah

Sedangkan Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak Irham Mahardikan ketika berorasi di gedung DPRD Provinsi menilai, wacana kenaikan harga BBM oleh Presiden Jokowi kurang tepat karena saat ini harga minyak dunia cenderung stabil.

Belajar Muhammadiyah

“PMII Kota Pontianak mendesak agar Presiden Jokowi membubarkan Petral karena kita menilai anak perusahaan Pertamina itu menjadi sarang mafia migas untuk mengeruk keuntungan,” katanya.

PMII Pontianak, kata Irham, juga meminta Jokowi untuk mencabut UU Migas No 22/2001. Menurutnya, UU tersebut menjadi legitimasi bagi para kapitalis untuk menjajah minyak di Indonesia.

Ali Fauzi, Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalimantan Barat, turut bergabung dalam aksi penolakan tersebut. Ia berjanji akan mengajak semua kader yang tersebar di Kalimantan Barat untuk bersama-sama turun dan mendesak DPRD Kalimanta Barat ikut menolak rencana kenaikan harga BBM ini.

“Jika (harga) BBM naik maka rakyat akan ditambah beban ekonominya karena dampak domino yang ditimbulkan oleh kenaikan BBM dan tidak menutup kemungkinan beban itu juga akan berimbas pada permasalah sosial baik keluarga maupun masayrakat umum,” pungkas Ali yang selanjutnya meminta tanda tangan anggota DPRD Provinsi Kalbar yang hadir untuk menyatakan sikap sama-sama menolak rencana kenaikan harga BBM. (Khairul Mulyadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Berita, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Kudus,Belajar Muhammadiyah. Bidang Pengembangan Pelajar, Santri dan Mahasiswa (PSPM) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus mempelopori berdirinya Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik). Forum tersebut khusus digadang untuk memperluas kader ranah Pimpinan Komisariat di sekolah-sekolah menengah atas.

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Pada liburan kali ini forum tersebut menggaet bibit baru dalam kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) di Kampus Timur STAIN Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung Kamis-Jumat (24-25/12).

Sedikitnya 46 pelajar putra dan putri dari pelbagai sekolah merayakan kegiatan yang sekaligus sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi. Kegiatan ini dikemas santai namun serius. Peserta menerima materi pengenalan keorganisasian, kepemimpinan, keislaman, Ahlussunnah wal Jamaah, hingga ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an dari para narasumber dari pengurus jamiyyah NU Kudus. Sementara pengurus IPNU dan IPPNU cabang Kudus, di sini menjadi fasilitator.

Belajar Muhammadiyah

AMT ini memuat sebagian besar materi pengkaderan formal IPNU-IPPNU jenjang awal, yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Namun kegiatan yang dipanitiai oleh kumpulan pelajar yang tergabung dalam kepengurusan Forkapik ini bukan dimaksudkan untuk mengganti kegiatan Makesta. Ini hanya sebagai gerbang mereka untuk bergabung dalam Forkapik IPNU-IPPNU Kudus.

"Saatnya merayakan maulid Nabi, saatnya menyiapkan kader-kader muda untuk Nahdlatul Ulama. Kami sengaja memilih hari libur maulid ini untuk pelaksanaan AMT sebagai bentuk peringatan lain bagi kami untuk merayakan hari lahirnya Kanjeng Nabi kita. Dengan AMT ini diharapkan sungguh-sungguh akan terlahir bibit-bibit potensial IPNU dan IPPNU di masing-masing sekolah yang kelak menjadi generasi jamiyyah Nahdlatul Ulama, generasi pendukung Kanjeng Nabi, generasi yang dibanggakan Kanjeng nabi," ungkap Joni Prabowo, Ketua IPNU Kudus.

Belajar Muhammadiyah

Forkapik menjadi satu dari dua garapan PSPM IPNU bersama IPPNU Kudus, setelah Lembaga Pers Santri (LPS) Pilar. Forkapik juga telah memiliki media sendiri berupa buletin Adz-Dzaka. Sementara LPS Pilar hingga kini membawahi beberapa media sejak cetak hingga virtual, yakni majalah semesteran, Pilar, website ipnuippnukudus.or.id, serta fanspage Facebook PC IPNU IPPNU Kudus. [Istahiyyah/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU Belajar Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah - Sedikitnya 42 orang pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kecamatan Tongas dilantik secara massal (bersamaan) oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin di Pendopo Kecamatan Tongas, Sabtu (4/11) pagi.

Pelantikan yang dirangkai dengan Festival Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah didampingi sejumlah pengurus, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Forkopimka Tongas serta Forum Silaturahmi Ulama dan Umara Kecamatan Tongas yang dipimpin oleh Kiai Dikri Muis.

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Tongas Dilantik Massal

H Hasan Aminuddin mengatakan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda terbesar di Kabupaten Probolinggo hendaknya menguatkan institusi kelembagaan serta menjadi organisasi yang mandiri dan terus memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

“Kader GP Ansor di Kabupaten Probolinggo harus mampu meneruskan estafet perjuangan organisasi NU yang dapat menjawab tantangan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurut Hasan, masyarakat harus senantiasa bersyukur karena masih diberikan sehat wal afiat oleh Allah SWT. Selaku umat Nabi Muhammad SAW semasa masih ada kesempatan hidup di dunia ini perbanyaklah ibadah dan ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Belajar Muhammadiyah

“Bershalawatlah dengan hati yang ikhlas dan khusyuk agar mendapatkan syafaat Baginda Rasul Muhammad SAW. Dengan peradaban zaman yang modern ini dan tidak terpengaruh hal-hal negatif yang merusak masa depan generasi bangsa, haruslah memperbanyak bermunajat serta berdoa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah, IMNU Belajar Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

IPNU-IPPNU Blitar Bagikan 10 Ribu Bungkus Takjil

Blitar, Belajar Muhammadiyah. Bulan Ramadhan adalah bulan seribu berkah dimana kaum Muslim akan memperbanyak ibadah, mulai membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat sunnah di malam hari, dan memperbanyak sedekah. Pada Sabtu (10/06) sore IPNU-IPPNU Kabupaten Blitar bersedekah dengan membagi-bagikan 10 ribu bungkus takjil. Kegiatan ini diikuti oleh 700 kader IPNU-IPPNU se-Kabupaen Blitar yang dibagi dalam 17 titik.?

IPNU-IPPNU Blitar Bagikan 10 Ribu Bungkus Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blitar Bagikan 10 Ribu Bungkus Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blitar Bagikan 10 Ribu Bungkus Takjil

Tujuh belas titik tersebut meliputi kecamatan-kecamatan se-Kabupaten Blitar di antaranya, Kecamatan Talun, Gandusari, Kanigoro, Garum, Kademangan, sanankulon dan kecamatan lainya. Banyak kader IPNU-IPPNU yang antusias untuk ikut bagi-bagi takjil sebagaimana diungkapkan oleh Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar Choirul Mu’tadiin?

Kegiatan seperti ini sangat baik untuk wadah syiar IPNU-IPPNU, selain itu juga sebagai sarana silaturrahim antaranggota dan memperkenalkan IPNU-IPPNU ke masyarakat.?

"Kegiatan seperti ini sangat baik sebagai syiar IPNU-IPPNU, juga sebagai sarana bersilaturahmi antaranggota,” tambah Mu’tadiin.

Belajar Muhammadiyah

Dengan terlaksananya bagi-bagi takjil, ini menunjukan bahwa IPNU-IPPNU bisa bermasyarakat, dan kegiatan ini bisa menjadi inovasi kegiatan dalam bulan Ramadhan.?

“Kami berharap IPNU-IPPNU sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat mampu berinovasi dan menunjukan eksistensinya dengan kegiatan-kegiatan yang menarik, semoga tidak hanya bagi-bagi takjil saja, tapi kemudian bisa melaksanakan kajian-kajian agama di daerah masing-masing se-Kabupaten Blitar,” ujarnya (Taufik/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, AlaSantri, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Minggu, 12 November 2017

Saudi akan Penjarakan Warganya yang Perang di Negara Lain

Riyadh, Belajar Muhammadiyah. Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz Al Saud memerintahkan memenjarakan warga Saudi yang berperang di luar negeri dengan hukuman berkisar antara 3 sampai 20 tahun menurut Saudi Press Agency.

Para anggota ekstremis dan teroris kelompok lokal, regional dan internasional juga akan dipenjarakan berdasarkan peraturan itu. Personil militer akan dijatuhi hukuman yang lebih berat, mulai dari lima sampai 30 tahun. 

Saudi akan Penjarakan Warganya yang Perang di Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi akan Penjarakan Warganya yang Perang di Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi akan Penjarakan Warganya yang Perang di Negara Lain

Raja membentuk sebuah komite yang beranggotakan berbagai organisasi pemerintah untuk menyusun dan memperbarui daftar kelompok-kelompok ilegal. Demikian dikutip dari Xinhua.

Belajar Muhammadiyah

Keputusan itu muncul karena banyak pejabat takut semakin banyak pemuda yang pergi untuk berperang dalam konflik dua tahun yang berkecamuk di Suriah. (antara/mukafi niam)

Foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, IMNU Belajar Muhammadiyah

Rabu, 08 November 2017

Pelajar SD Masjid Sunda Kelapa Belajar Silat Pagar Nusa

Jakarta Pusat, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa bekerja sama dengan sekolah Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat membuka ekstra kulikuler seni pencak silat, Jumat (12/9). Sebanyak 30 pelajar kelas I-IVI SD mengikuti latihan pencak silat yang digelar rutin setiap Jumat.

"Dari beberapa pertemuan dengan pihak Pagar Nusa akhirnya kita bisa melaksanakan latihan pencak silat Pagar Nusa sebagai sarana mengembangkan minat dan bakat para siswa," kata Kepala Sekolah Masjid Agung Sunda Kelapa A Syaifuddin Abdillah.

Pelajar SD Masjid Sunda Kelapa Belajar Silat Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar SD Masjid Sunda Kelapa Belajar Silat Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar SD Masjid Sunda Kelapa Belajar Silat Pagar Nusa

Latihan pencak silat ini, Abdillah menambahkan, diadakan untuk mengenalkan tradisi leluhur. "Pencak silat bukan sekadar olah raga, tetapi juga seni tradisi warisan leluhur kita," lanjut Abdillah.

Belajar Muhammadiyah

Ketua Umum Pagar Nusa Gus Aizzudin mengungkapkan rasa syukurnya atas pilihan Sekolah Masjid Sunda Kelapa terhadap pihaknya dalam kegiatan ekskul.

Belajar Muhammadiyah

"Kami akan mengirim pelatih terbaik kami yang sudah berpengalaman, murah senyum, dan bisa melatih anak SD dengan riang gembira," kelakar Gus Aiz.

Gus Aiz menambahkan, pelatih yang ditugaskan melatih pencak silat Pagar Nusa adalah saudara Malik. Malik yang sudah malang melintang di dunia kepelatihan Pagar Nusa dan IPSI ini, diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi di SD tersebut. (Nashr Fanie/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Minggu, 05 November 2017

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Syukur Alhamdulillah, Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh kembali sehat setelah selama beberapa hari berada di RS Karyadi Semarang. Ia kembali ke kediamannya di pesantren Maslahul Huda, Pati, Rabu (18/9).

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat

Muhammad Najid, sekretaris syuriyah PBNU mengatakan, Kamis (19/9), Kiai Sahal kesehatannya menurun setelah mengikuti Rapat Pleno PBNU di Wonosobo, 6-9 September lalu.

“Mungkin karena perjalanan darat yang panjang antara Wonosobo-Pati sekitar 6-7 jam yang melelahkan, sehingga kondisi fisiknya menurun,” paparnya.

Belajar Muhammadiyah

Alumni pesantren Ciganjur ini menuturkan, selama sidang pleno, kondisi kesehatan Kiai Sahal sangat baik dan mampu memberikan tausiyah serta menerima laporan keorganisasian dengan kondisi sangat prima.

Belajar Muhammadiyah

“Beliau sangat menjaga kondisi kesehatannya, mengikuti saran dari dokter, apa yang boleh dimakan dan tidak, serta bagaimana berperilaku hidup sehat,” tuturnya.?

Ia menambahkan, meskipun tinggal di Pati, Kiai Sahal tetap mengontrol perkembangan organisasi, dan meminta laporan perkembangannya secara rutin. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, IMNU Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock