Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

PBNU Terima Hibah Kapal dari Pengusaha Jepang

Jakarta, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima hibah kapal dari seorang pengusaha asal Jepang, Muhammad Suzuki Nobukazu, Jumat (6/1) sore. Kapal bernama Dai Ni Bente Maru itu terbuat dari aluminium ringan, 19,99 gross ton, dan berfungsi sebagai kapal riset dan pelatihan perikanan dan kelautan.

Prosesi serah terima hibah berlangsung singkat di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, ditandai penandatanganan sebuah piagam oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Muhammad Suzuki Nobukazu.

PBNU Terima Hibah Kapal dari Pengusaha Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Terima Hibah Kapal dari Pengusaha Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Terima Hibah Kapal dari Pengusaha Jepang

Kiai Said mengucapkan terima kasih kepada Suzuki atas bantuan yang diberikan. Ia berharap kapal Dai Ni Bente Maru dapat dimanfaatkan untuk kepentingan warga NU sebagaimana fungsinya. Syamsudin penerjemah yang mendampingi Suzuki mengatakan, hari ini kapal tersebut sudah sampai di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.

Belajar Muhammadiyah

Suzuki adalah muallaf yang membaca syahadat bersama pengusaha lain Ogawa Hideo di kantor PBNU pada 9 Desember 2015 melalui bimbingan Kiai Said.



(Baca: Dua Pengusaha Jepang Masuk Islam di PBNU)


Turut menyaksikan prosesi penyerahan secara simbolis kapal itu Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuaidi, Ketum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, serta Ketua PBNU Marsudi Syuhud dan Robikin Emhas.

Belajar Muhammadiyah

Selain menyerahkan hibah, dalam kesempatan itu Suzuki juga mengantarkan dua pemuda asal Jepang, Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka untuk berikrar sebagai muallaf lewat bimbingan Kiai Said. Yang pertama merupakan karyawan di perusahaan milik Suzuki, sementara yang kedua adalah putri wali kota Numazu Jepang. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Musyawarah Anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Pendidikan Indonesia (KMNU UPI) Bandung mengamanatkan Rifa Anggyana sebagai Ketua Umum KMNU UPI untuk masa bakti 2013-2014.

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung

Mahasiswa yang sedang menempuh S1 Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di UPI Bandung ini memang dikenal sebagai aktivis kampus dengan segudang kegiatan dan prestasi. 

Pemilihan dilangsungkan di Masjid Al Falah Panorama, Bandung, Sabtu-Ahad (9-10/13). Pemilihan yang diikuti secara antusias oleh peserta musyawarah, berakhir pada 14.00 siang.

Belajar Muhammadiyah

Mantan Ketua KMNU UPI 2012-2013, Faisal Ramdan, berharap Rifa mampu membangun KMNU UPI menjadi lebih baik, meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta meneruskan program jangka panjang belum terselesaikan, yaitu mendirikan KMNU di kampus-kampus lainnya di Bandung.

“Itu amanah yang harus sesegera mungkin di selesaikan, paling tidak selama satu tahun kedepan terbentuk sedikitnya 5 KMNU lagi di Bandung dan sekitarnya ,” ujarnya. 

Belajar Muhammadiyah

Faisal menambahkan, Rifa pasti mampu untuk memimpin KMNU UPI karena ia sudah berkecimpung di dalamnya serta sarat akan pengalaman organisasi.

Saat di konfirmasi kesiapannya memegang amanah, Rifa Anggyana menyatakan siap. “ Insya Allah saya akan menjaga amanah ini dengan baik, saya siap !” tegasnya. 

Dari perwakilan alumni, Kang Khusnul berharap pengurus sekarang jangan sampai kehilangan arah perjuangan dan tetap konsisten menjaga ciri khas KMNU yang fokus membangun karakter kader NU yang memiliki keunggulan moralitas Islam, intelektualitas, humanitas, profesionalitas, sehingga terbentuk kader yang kritis, loyal dan militan.

Di kesempatan yang lain Kang Khusnul juga mengajak para alumni untuk terus mendukung kinerja KMNU UPI walaupun sudah tidak berada di kampus lagi, baik dengan pikiran, tenaga maupun finansial. 

Di wilayah kampus UPI Bandung, eksistensi mahasiswa NU semakin terasa. Namun yang masih kurang adalah membangun komunikasi dan jaringan dengan para dosen maupun manajemen kampus yang memiliki kesamaan latar belakang.

Di tengah masyarakat pun diharapkan kegiatan Saba Masjid terus di tingkatkan, sehingga hubungan dengan ulama dan masyarakat sekitar dapat terjalin dengan baik. Serta masyarakat mengetahui bahwa di UPI Bandung terdapat komunitas mahasiswa NU, tambah Kang Arif (mantan ketua KMNU UPI 2011-2012).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Eko Rusli

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, Humor Islam, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Gelar Ospek, Bekali Aswaja Mahasiswa

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus menggelar orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru di Kampus Jl Lambao Karangsambung Bae Kudus Jawa Tengah, Senin-Jum’at (26-30/8). 

Kegiatan dibuka Direktur Akbid Darningsih S.Sit. MH ini dengan jumlah peserta sebanyak 25 mahasiswa baru.

Akbid Muslimat NU Gelar Ospek, Bekali Aswaja Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Gelar Ospek, Bekali Aswaja Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Gelar Ospek, Bekali Aswaja Mahasiswa

Ketua panitia Rika Rahmawati mengatakan ospek bertujuan mengenalkan kegiatan program studi pembelajaran sekaligus melatih mental, fisik dan memberikan orientasi dasar pendidikan untuk mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014.

Belajar Muhammadiyah

“Melalui ospek ini, peserta memiliki kesiapan dan menjadi mahasiswa yang kreatif, inovatif dan mempunyai semangat yang besar dalam belajar di kampus Akbid Muslimat NU,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah di sela-sela kegiatan, Selasa (27/8).

Belajar Muhammadiyah

Rika menambahkan mahasiswa baru juga mendapat bekal pengetahuan dan wawasan ke-NU-an dan penanaman aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). 

“Akbid ini menjadi kampus NU sehingga penanaman dan penguatan Aswaja menjadi sangat perlu dikenalkan kepada mahasiswa di sini,” imbuh mahasiswa semester tiga Akbid ini.

Direktur Akbid Darningsih mengajak mahasiswa baru untuk selalu memiliki semangat dan tidak memiliki keraguan belajar kebidanan. Hal ini dikarenakan bidan merupakan profesi yang sangat mulia yang menolong antara sesama.

“Masuk di Akbid harus semangat belajar meraih cita-cita masa depan sehingga kelak menjadi bidan yang bermanfaat dan membantu sesama,” tandasnya saat membuka kegiatan ospek.

Ia mengharapkan mahasiswa baru ini selalu terampil, siap dan kuat belajar mulai awal hingga akhir. 

“Kami berharap semua peserta menjadi mahasiswa yang terampil dan cekatan serta mempunyai kemampuan bekal pengetahuan yang cukup,” tandasnya.

Kepada Belajar Muhammadiyah, dia menjelaskan 25 peserta ospek ini merupakan pilihan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru pada tahun akademik 2013/2014. 

“Selama ini, Akbid Muslimat NU membatasi quota penerimaan mahasiswa baru hanya 25 saja karena sarana prasarananya masih terbatas,” ujar Darningsih.

Dalam kegiatan ospek ini, berbagai materi ospek diantaranya pokok pendidikan akbid, tri darma perguruan tinggi, leadership dan keorganisasian, peran bidan dalam MDGS, ke-NU-an dan aswaja. Sementara narasumbernya, Ketua PCNU Kudus KH Chusnan dan Bupati Kudus H Musthofa dijadwalkan turut menyampaikan materi.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sunnah, Ubudiyah, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Temukan Uang 100 Juta, Tindakan Banser Sukoharjo Ini Patut Ditiru

Sukoharjo, Belajar Muhammadiyah



Di zaman saat ini, terdapat anggapan umum yang mengatakan susah untuk menemukan orang jujur dan amanah. Namun, anggapan tersebut terbantahkan oleh Subandi, seorang anggota Banser dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Belum lama ini, ia melakukan sebuah tindakan yang patut ditiru. Ketua PC GP Ansor Sukoharjo Sahid Mubarok mengisahkan peristiwa tersebut. “Ceritanya Subandi anggota Banser kami, kemarin dia menemukan sebuah tas yang berisi uang Rp 100 juta,” terang Sahid saat ditemui Belajar Muhammadiyah, Kamis (10/8).

Temukan Uang 100 Juta, Tindakan Banser Sukoharjo Ini Patut Ditiru (Sumber Gambar : Nu Online)
Temukan Uang 100 Juta, Tindakan Banser Sukoharjo Ini Patut Ditiru (Sumber Gambar : Nu Online)

Temukan Uang 100 Juta, Tindakan Banser Sukoharjo Ini Patut Ditiru

Lebih lanjut diterangkan Sahid, pemilik tas tersebut yang ternyata seorang pedagang sapi, tengah mampir di sebuah SPBU di daerah Begajah, untuk mengisi bensin. Tas yang berisi uang ratusan juta itu, tertinggal setelah sang pemilik pergi ke toilet.

Sifat jujur yang dimiliki Subandi, yang kemudian memutuskan untuk mengembalikan tas tersebut kepada sang pemilik. Selang satu jam setelah ditunggu, muncul orang yang mengaku memiliki tas tersebut. “Tas tersebut dikembalikan lengkap tanpa berkurang apa pun,” ungkap Sahid.

Belajar Muhammadiyah

Atas sifat jujur yang dimiliki Subandi, Sahid pun memberikan apresiasi yang besar kepada dia. “Kita ucapkan terima kasih kepada Mas Bandi, yang telah menunjukkan contoh kejujuran. Semoga menjadi amal salehnya dan menjadi jalan dimudahkan rezekinya,” pungkas Sahid. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta meluluskan sebanyak 380 wisudawan dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (13/12).

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan

Mereka terdiri dari 222 sarjana program studi Tarbiyah dengan gelar Sarjana Pendidikan(S.Pd), 55 sarjana program studi Ahwal Syakhsiyah dengan gelar Sarjana Hukum (S.H), 45 diploma Perbankan Syariah dengan gelar Ahli Madya (A.Md), dan 54 magister program studi Islam Nusantara dengan gelar Magister Humaniora (M.Hum).

Rektor UNUSIA Prof Maksoem Mahfudz menyampaikan, prosesi kali ini merupakan wisuda pertama UNUSIA sekaligus wisuda keenam STAINU Jakarta. Sejak tahun 2017 ini STAINU telah resmi bertransformasi menjadi UNUSIA sebagai bagian dari 256 perguruan tinggi yag berada di bawan naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam kesempatan itu Rektor juga melaporkan adanya program kelas Internasional di UNUSIA. Dikatakannya, sejumlah wisudawan kali ini berasal dari Pattani Thailaind Selatan. Sebagian lulusan juga telah menempuh program pendidikan selama satu tahun di Universitas Abdul Malik Saadi dan Universitas Ibnu Tufail Maroko, serta Universitas Zaituna Tunisia.

Belajar Muhammadiyah

Ditambahkan, tahun ini UNUSIA juga menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan di Lebanon, Kedutaan Besar RRC, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk sejumlah program serta dengan Kemenristek Dikti dan Kementerian Agama untuk penyelenggaran beasiswa. 

Konsentrasi utama kampus UNUSIA menurut Prof Maksoem adalah pembangunan karakter yang berbasis pada Islam Nusantara.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Prof M. Nasir yang memberikan sambutan dalam kesempatan itu mengingatkan kepada para wisudawan bahwa saat ini generasi bangsa Indonesia berada di era persaingan yang mengandalkan kompetensi dan inovasi.

"Jika tidak mempunyai kompetensi dan inovasi maka para lulusan tidak akan mampu bersaing di era global. Negara yang akan memenangkan  persaingan bukan negara yang besar tapi negara yang masyarakatnya telah punya inovasi," katanya.

Belajar Muhammadiyah

Prosesi wisuda kali ini diramaikan dengan penampilan berbagai kreasi mahasiswa UNUSIA Jakarta, seperti grup musik Lingga Binangkit binaan Komunitas Omah Aksoro serta marawis, pencak silat Pagar Nusa, dan paduan suara UNUSIA Jakarta. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Lomba Belajar Muhammadiyah

Minggu, 21 Januari 2018

Ketika Gus Dur Salah Jalan

Saat berada Kudus, Jawa Tengah, budayawan Ahmad Sobari kepada wartawan mengisahkan dirinya pada waktu menemani Gus Dur menghadiri sebuah kegiatan. Sudah menjadi kegemaran Gus Dur, setiap kali  kunjungan ke daerah selalu menyempatkan berziarah ke makam tokoh maupun ulama setempat.

Pada masa Orde Baru, cerita Kang Sobari, Gus Dur sedang berkunjung sebuah daerah. Di tengah perjalanan, tanpa ada yang membisiki  tiba-tiba Gus Dur menyuruh sopir menghentikan mobilnya.

“Mau kemana Gus?” tanya sang sopir.

Ketika Gus Dur Salah Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Salah Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Salah Jalan

“Di daerah ini terdapat makam ulama besar, saya pingin berziarah ke sana,” jawab Gus Dur sambil  menyuruh sopir berbelok arah menuju makam yang dimaksud. 

Ketika sudah menempuh beberapa jam makam yang dimaksudkan tidak tampak di depan mata.

“Gus, mungkin kita salah jalan, disini tidak  terlihat (ada) makam,” tanya Kang Sobari.

“Coba maju  sebelah sana,” jawab Gus Dur menyuruh sopirnya.

Belajar Muhammadiyah

Mobil pun melaju perlahan menuju arah yang ditunjukkan Gus Dur. Tetapi mereka belum juga menemukan makam yang dimaksud.

“Masih nggak ada (makam) Gus!” kata Kang Sobari.

Belajar Muhammadiyah

Sambil tersenyum, Gus Dur pun berseloroh, “Oh ya sudah. Barangkali jalannya sudah dirubah oleh Orde Baru.”

Kang Sobari dan sopir-pun hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Gus Dur dengan canda. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Zakat Produktif ala Kiai Sahal Mahfudh Dikembangkan Ipmafa Pati

Pati, Belajar Muhammadiyah. Zakat sebagai rukun Islam yang paling mengenaskan harus ditegakkan bersama-sama. Semua umat Islam mempunyai tanggungjawab mengangkat derajat zakat supaya sama tegaknya dengan shalat, puasa, dan haji di mana kesadaran kolektif umat Islam sudah terbangun dengan baik dan mengakar. Jika zakat ini tegak, maka kemiskinan umat dan bangsa yang masih melilit sampai sekarang bisa teratasi dengan baik. 

Kontribusi zakat secara efektif dalam pengentasan kemiskinan diakui berdasarkan riset Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemiskinan yang masih besar, sekitar 28,5 juta jiwa pada tahun 2015 harus ditumpas dari berbagai segi, baik melalui program pemerintah maupun partisipasi publik secara luas, seperti zakat, infak dan sedekah.

Zakat Produktif ala Kiai Sahal Mahfudh Dikembangkan Ipmafa Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Produktif ala Kiai Sahal Mahfudh Dikembangkan Ipmafa Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Produktif ala Kiai Sahal Mahfudh Dikembangkan Ipmafa Pati

Dalam konteks ini, Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Jawa Tengah mengadakan kajian rutin pengembangan konsep zakat wakaf. Tampil sebagai narasumber Ketua Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa Jamal Mamur Asmani. 

Menurut Jamal, zakat adalah instrumen efektif ajaran Islam untuk keadilan ekonomi umat manusia. Dengan zakat, Allah mengingatkan manusia bahwa ada hak sosial yang melekat kepada orang-orang yang diberikan kelebihan rizki oleh Allah SWT yang harus dikeluarkan.

Dia menjelaskan, salah satu contoh sosok kiai yang dikenal pemikiran cemerlang dan aksi riil tentang zakat adalah KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz, ulama kharismatik yang dikenal dengan bendera fiqh sosial. 

Belajar Muhammadiyah

Kiai Sahal, kata Jamal, mendorong optimalisasi zakat produktif. Zakat produktif membutuhkan skills entrepreneurship yang handal dari mustahiq (orang yang berhak menerima zakat), sehingga dibutuhkan pelatihan secara intensif dan berkelanjutan. 

Selain itu, zakat produktif membutuhkan manajemen modern supaya berjalan dengan baik. Manajemen modern ini bertugas melakukan inventarisasi dan identifikasi potensi umat, kemudian membangun tim yang ahli untuk mengelola dana, kemudian membagikannya kepada mustahiq dengan model basic need approach (pendekatan kebutuhan dasar). 

“Mustahiq zakat kemudian dikelompokkan dan diberi modal dari hasil zakat. Selain itu, mereka juga diberi pendidikan, keterampilan, dan motivasi untuk menggerakkan perubahan dari potensi mereka sendiri. Dalam menerapkan zakat produktif ini, Kiai Sahal tetap meminta izin mustahiq sebagai syarat yang harus dipenuhi,” jelas Jamal.

Sekretaris Prodi Luthfi mengatakan, Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa menggalang kerja sama efektif dengan berbagai lembaga zakat, baik nasional maupun regional, seperti Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dan Lazis Jateng untuk menyosialisasi gerakan sadar zakat dan menyalurkan zakat kepada lembaga yang akuntabel dan profesional.

Belajar Muhammadiyah

“Sehingga niat baik orang yang berzakat (muzakki) bisa terealisasi dengan memuaskan,” ujar Luthfi.

Prodi Manajemen Zakat Wakaf juga menjalin kerja sama dengan Forum Zakat Nasional (FOZ) untuk menguatkan kelembagaan dan memperluas akses para alumni Prodi dalam berkiprah di masyarakat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Perubahan Nama Jalan Medan Merdeka Tak Punya Tujuan Pasti

Jakarta , Belajar Muhammadiyah. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Sulton Fatoni angkat bicara mengenai usulan perubahan nama Jalan Medan Merdeka menjadi Bung Karno, Bung Hatta, Soeharto, dan Ali Sadikin. 

Perubahan Nama Jalan Medan Merdeka Tak Punya Tujuan Pasti (Sumber Gambar : Nu Online)
Perubahan Nama Jalan Medan Merdeka Tak Punya Tujuan Pasti (Sumber Gambar : Nu Online)

Perubahan Nama Jalan Medan Merdeka Tak Punya Tujuan Pasti

Ditegaskannya, pengusulan tersebut sebagai langkah terburu-buru yang tidak memiliki tujuan pasti. "Apa target dari usulan tersebut selain mengundang munculnya sikap pro dan kontra di tengah masyarakat? Adakah substansi dari usulan tersebut? Saya yakin tujuannya bukan semata menghormati kepahlawanan saja," tegas Sulton di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Usulan perubahan nama Jalan Medan Merdeka sendiri disampaikan sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya Panitia 17, yang diketuai oleh Jimmly Ashiddiqqie. Kepada para pengusul Sulton meminta agar dicermati kembali sejarah penamaan Jalan Medan Merdeka.

Belajar Muhammadiyah

"Penamaan Jalan Medan Merdeka tentu memiliki landasan filosofi yang matang. Diabaikannya buah pemikiran para leluhur, termasuk di usulan perubahan nama Jalan Medan Merdeka inilah yang mengundang kontroversi," tambah Sulton.

Belajar Muhammadiyah

Sikap kritis Sulton dalam kontroversi tersebut juga dikarenakan pemilihan nama Bung Karno, Bung Hatta, Soeharto, dan Ali Sadikin, sebagai pengganti Jalan Medan Merdeka. Menurutnya masih diperlukan kajian mendalam atas alasan kepahlawanan dari  nama-nama tersebut.

"Soekarno, Hatta, Soeharto, dan Ali Sadikin adalah tokoh dengan kiprah dan spesifik, baik jasa dan masa pengabdian yang masing-masing berbeda. Kurang tepat jika keempatnya disejajarkan, karena faktualnya memang berbeda," tandasnya.

Lebih lanjut Sulton meminta agar Pemerintah, baik DKI Jakarta maupun Pusat, melakukan kajian mendalam sebelum memberikan persetujuan atas usulan tersebut. Dalam pandangannya banyak cara menghormati seseorang yang dianggap berjasa, tanpa harus mengundang kontroversi dan menggugat pemikiran leluhur.

"Mari kita hormati pencetus nama Jalan Medan Merdeka dengan segala pemikirannya, dengan membiarkan nama jalan itu seperti sekarang ini. Menghormati kepahlawanan seseorang tidak harus dengan menjadikannya sebagai nama jalan, karena sesungguhnya banyak cara menghormati seseorang tanpa harus melukai orang lain," pungkas Sulton. (Samsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Meneladani Dakwah Sunan Ampel

Surabaya, Belajar Muhammadiyah

Sabtu tanggal 13 Mei 2017 bertepatan dengan 16 Syaban 1438 H merupakan puncak acara Haul Agung Sunan Ampel. Kegiatan pada hari kedua ini dimulai dari bada Subuh dengan khataman Al-Quran bil ghoib yang bertempat di Masjid Agung Sunan Ampel bangunan lama (pria) dan bangunan baru (wanita).

Pada sore harinya, bada Ashar, diadakan kirab dari Kampung Margi menuju Makam Sunan Ampel. Rangkaian agenda haul Sunan Ampel itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipusatkan di kawasan maqbaroh Sunan Ampel, Surabaya.

Berikutnya acara pembacaan napak tilas Sunan Ampel oleh ? Habib Luthfi bin Yahya, bertempat di Makam Sunan Ampel. Setelah isya, ada pengajian umum di bangunan lama Masjid Agung Sunan Ampel.

Meneladani Dakwah Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Dakwah Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Dakwah Sunan Ampel

Habib Luthfi tepat di samping pusara Raden Rahmat, nama Sunan Ampel, menyampaikan dengan sangat tegas bahwa jangan coba-coba menghancurkan Indonesia selagi masih ada Sunan Ampel, Walisongo dan para ulama.

"Sunan Ampel sudah ratusan tahun meninggalkan kita. Tapi beliau mampu mempersatukan bangsa. Mampu meningkatkan perekonomian umat," lanjut Habib Luthfi.

Belajar Muhammadiyah

Masyarakat dihimbau agar selalu mengingat pesan dan meninjau sejarah yang pernah dilakukan oleh para Walisongo saat syiar agama Islam di Tanah Air yang penuh kedamaian.

Selain ribuan umat Islam dari Surabaya dan daerah lainnya, tampak hadir juga Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, pengurus PWNU Jatim dan beberapa masyayikh dan habaib yang lain.

Belajar Muhammadiyah

"Saya sangat bersyukur berkesempatan hadir dalam acara haul Sunan Ampel yang ke 568. Ini tentu tradisi yang sangat baik, terus dijaga, mudah-mudahan kita terus mendapat berkah," kata Menag di Makam Sunan Ampel, Sabtu (13/5) sore.

Menilik sejarah panjang penuh dengan keindahan tersebut, dari sunan Ampel dan walisongo masyarakat dan bangsa, saatnya semua untuk belajar menyatukan umat terkait peneguhan identitas diri, harmoni kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Islam yang dibawa oleh Walisongo tidak mengajarkan kemarahan, tetapi keramahan; tidak memukul, tetapi merangkul; tidak mengejek, tetapi mengajak; tidak eksklusif (tertutup/kaku), tetapi inklusif (terbuka/luwes); dan tidak menggurui, namun menjamui.(Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2017

Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi

Demak, Belajar Muhammadiyah. Memperingati harlah ke-23 tahun, Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak meresmikan pembukaan ICU, CT Scan dan USG 4 Dimensi, Selasa (23/5). Disaksikan jajaran karyawan rumah sakit dan segenap warga NU, pita peresmian ini digunting langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Dalam memperingati harlah ke-23 RSI NU Demak sekaligus harlah ke-88 NU di lapangan rumah sakit, Kang Said mengajak warga NU untuk mengimplementasikan ajaran NU dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang bertumpu pada ajaran Nabi Muhamad SAW, tanpa menonjolkan kelompok.

Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi

“Hidup agar bermanfaat bagi umat manusia secara keseluruhan. Sebut saja perjuangan konkretnya, pengembangan rumah sakit NU atau lembaga ekonomi syariah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar,” terang Kang Said di hadapan ratusan hadirin.

Belajar Muhammadiyah

Lebih lanjut Ketum PBNU mengharapkan warga nahdliyin untuk menjadi pelopor dakwah Islam yang benar sesuai ajaran Rasulullah, rahmatan lil alamin. Dengan demikian, tidak ada lagi warga NU yang salah dalam meneruskan perjuangan ulama Nahdlatul Ulama.

“Percuma hidup kalau tidak untuk berjuang. Tetapi perjuangan jangan disalah artikan dengan perang suci karena perang dalam NU tidak benar. Tiru saja NU Demak dengan mendirikan rumah sakit yang bisa membantu rakyat,” kata Kang Said.

Belajar Muhammadiyah

Peringatan ini melibatkan pengurus NU dari cabang, wakil cabang, ranting, lembaga dan banom NU sekabupaten Demak dan karyawan rumah sakit. Tampak hadir dalam acara ini Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Direktur RSI NU Demak Dr H Abdul Azis, PWNU Jateng, dan Bupati Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Deputi Bidang Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Haryono mengungkapankan bahwa ada lima isu utama yang menjadi perhatian. Di antara kelima isu tersebut adalah mengenai distorsi pemahaman terhadap pancasila.

Menurutnya, di saat negara-negara lain berupaya untuk membangun bangsanya lebih maju, tapi di Indonesia masih disibukkan dengan kelahiran Pancasila.?

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

“Kita masih sibuk Pancasila 1 Juni, 22 Juni atau 18 Agustus,” kata Haryono pada acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23/7).?

Menurutnya, mencuatnya perbedaan kelahiran Pancasila dikarenakan pemahaman yang tidak benar. Apalagi ada guru besar yang beranggapan bahwa Pancasila itu didirikan 18 Agustus.?

Belajar Muhammadiyah

“Logikanya, rumah didirikan sebelum pondasi atau pondasi didirikan setelah rumah,” katanya.

Lalu orang yang menyebarkan 18 Agustus itu seorang profesor, guru besar yang memilik integritas, ia pun membalikan pertanyaan.

“Kira-kira…, Mohammad Hatta, dan Pak Hugeng Imam Santoso, mantan jenderal polisi itu apakah tidak punya integritas? Ini Pak, akibat mereka tidak tahu Pancasila,” katanya.

Selain Haryono, hadir juga menjadi pembicara; Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas, dan dosen Antropologi Universitas King Fahd Arab Saudi. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Amalan, Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Ajang Haul Gus Dur, PMII Gorontalo Pertemukan Alumni

Gorontalo, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memperingati Haul Ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan tema “Mengemabalikan Nalar dan Gerakan Spritual Guru Bangsa dalam Bingkai Pluralisme”.

Kegiatan bertempat di gedung Martin Liputo (Limboto) pada Selasa tanggal 30 Desember 2014 tersebut dijadikan ajang silaturahim antaralumni PMII se-Gorontalo.

Ajang Haul Gus Dur, PMII Gorontalo Pertemukan Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajang Haul Gus Dur, PMII Gorontalo Pertemukan Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajang Haul Gus Dur, PMII Gorontalo Pertemukan Alumni

Ketua panitia pelaksana, Opan, menyatakan bahwa kegiatan ini di laksanakan dalam rangka mengenang sosok sang Guru Bangsa yang dikenal dengan “Bapak Pluralisme”.

Belajar Muhammadiyah

Menurut dia, silaturahim alumni PMII Se Gorontalo adalah upaya mempererat tali kekeluargaan antara warga pergerakan dalam rangka mempertahankan kehidupan berbangsa yang humanis sebagai pengejewantahan baldatun thaoyyibatun warabbun ghofur. Atau, sambung dia, masyarakat Gorontalo yang Mutamaddin.

Hal senada juga di sampaikan Ketua PMII Kabupaten Gorontalo, Reza. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa pola pemikiran Gus Dur ini harus terus di perjuangkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Belajar Muhammadiyah

Sebagai warga pergerakan yang menganut paham Ahlusunnah wal-Jamaah, kata dia, tidak lepas dari 3 komitmen yakni ukhuwah islamiah, ukhuwah insaniah, dan ukhuwah wathoniah.

Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Pemerintah Daerah, PCNU Kabupaten Gorontalo, PWNU Gorontalo, anggota DPRD Gorontalo dan Anggota DPR RI Komisi A, Elnino (Ketua PW ISNU Gorontalo.(Zulkarnain/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Ubudiyah, Ahlussunnah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Innalillahi wainna ilaihi raajiuun, ulama kharismatik yang juga Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus , Jawa Tengah, KH Ahmad Basyir wafat Selasa (18/3), pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Islam  Kudus. 

Menurut rencana, jenazah Mustasyar PCNU Kudus tersebut akan dimakamkan Selasa hari ini pukul 14.00 di pemakaman umum Dusun Kauman, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo. 

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat

Saat berita ini ditulis, ribuan pelayat sudah memenuhi kediaman almarhum di Dukuh Mbareng, Jekulo Kudus. Bahkan sejak  Selasa pagi ini, para pelayat sudah menshalati jenazah almarhum secara bergelombang di komplek pesantren Darul Falah setempat.

Belajar Muhammadiyah

Sekretaris MWCNU Kecamatan Jekulo H Zusni Anwar mengatakan, KH Ahmad Basyir merupakan sosok ulama kharismatik yang memiliki ribuan santri. Ulama yang sering disapa Mbah Basyir ini juga dikenal sebagai guru dan pemberi ijazah (mu’jiz) Dalailul Khairat.

“Banyak para santri kudus dan luar kudus yang nyantri di situ. Beliau sangat dikenal sebagai guru dan mu’jiz dalailul khoirat,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah.

Belajar Muhammadiyah

Mbah Basyir adalah sosok teladan yang dapat kita contoh. Semasa hayatnya, beliau sangat ta’dhim dan tawadhu terhadap para gurunya.

“Beliau juga sangat ramah terhadap masyarakat sekelilingnya termasuk menyambut para para tamu. Beliau tidak membeda-bedakan latar belakang setiap tamu yang datang,”ujar Zusni memberi kesan.

Kabar wafatnya mbah Basyir menjadikan duka semua kalangan. Dalam dunia maya, semua pengguna jejaring sosial menyatakan  turut berduka dan mendoakan ayahanda penasehat RMI Jateng KH Ahmad Badawi Basyir itu. (Qomarul Adib/Mahbib)

 

 

Foto: KH Ahmad Basyir (kanan) bersama Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid dalam sebuah acara (syathooriyah.wordpress.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, Jadwal Kajian, Amalan Belajar Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Fatayat NU DIY Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk Santri

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Wilayah Fatayat NU DIY dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar acara bertajuk Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi di Kalangan Santri di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kota Gede, Selasa (21/3) siang. Kajian ini diikuti ratusan santri Nurul Ummah baik putra maupun putri.

Tim paduan suara MTs Bina’ul Ummah ikut memeriahkan acara tersebut. Hadir sebagai pembicara tunggal Kepala Pusat BKKBN Dr Surya Chandra Surapaty.

Fatayat NU DIY Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk Santri

Sebagai tuan rumah, Kepala Madrasah Nurul Ummah Muhammad Baehaqi mengungkapkan kegemberiannya dengan adanya acara tersebut. “Semoga acara ini bisa membuat para santri merencanakan kehidupannya di masa depan dengan lebih baik,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Ketua Fatayat NU DIY Khotimatul Husna mengatakan, salah satu program PW Fatayat DIY adalah persoalan kesehatan dan lingkungan.

“Selain menggandeng BKKBN, kami sudah bekerja sama dan berjejaring dengan pesantren-pesantren yang ada di DIY dalam melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi untuk para santri ini,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Pada kesempatan tersebut, Khotim menjelaskan bahwa PW Fatayat pada kepengurusan sebelumnya sudah melakukan sosialisasi di pesantren-pesantren.

“Tahun lalu kami sudah mengadakan sosialisasi di 13 pesantren dan masjid di DIY. Tahun ini, akan ditambah 10 pesantren lagi,” ungkapnya.

Harapannya, lanjut Khotim, dengan adanya acara ini, para santri bisa menjaga kesehatan reproduksinya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala BKKBN Pusat yang berkenan hadir pada acara ini,” katanya.

Sebelum seminar dimulai Kepala BKKBN Pusat Surya Chandra Suryapaty meresmikan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). (Nur Rokhim/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Makam, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

Hijrah ke Dunia Maya

Pergantian tahun baru Islam 1435 Hijriyah yang berdasarkan sistem penanggalan bulan (qamariyah) juga ditandai dengan peningkatan penggunaan internet sebagai media dakwah atau sarana belajar Islam. Berbeda dengan sekitar 50 tahun yang lalu saat internet mulai menjangkau kawasan muslim, para tokoh muslim dunia bahkan sudah terang-terangan mengajak umat Islam memanfaatkan internet untuk kepentingan Islam.

Syekh Sa id Ramadhan al-Buthi, ulama asal Syria yang berkomunikasi aktif dengan NU yang meninggal baru-ini di tengah konflik berdarah di negaranya itu, mengibaratkan internet sebagai podium-podium yang berguna untuk menyuarakan kepentingan Islam.

Banyak sekali media Islam dari berbagai aliran berbasis internet bermunculan dan berinisiatif mengembangkan misi keislaman mereka masing-masing. Internet juga menjadi media yang paling efektif bagi persebaran paham-paham keagamaan baru yang cukup gencar dipublikasikan oleh sejumlah media massa seperti paham radikal, liberal, dan aliran-aliran transnasional lainnya.

Hijrah ke Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hijrah ke Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hijrah ke Dunia Maya

Tidak untungnya, berbagai informasi tentang gerakan, ajaran dan manuver paham-paham baru ini relatif mudah terpublikasi karena memiliki aspek sensasional dan menjadi santapan industri media dan disebarluaskan melalui internet. Selain itu, kelompok-kelompok yang ekstrim kiri maupun kanan memang cenderung sangat aktif dalam memanfaatkan media internet untuk mensosialisasikan berbagai ajaran dan aktifitas mereka.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar mengalami peningkatan jumlah pengguna internet yang cukup drastis. Jumlah user internet di Indonesia menurut APJII untuk tahun 2012 mencapai 63 juta atau 25,86% dari penduduk Indonesia. Diperkirakan Pada tahun 2013 jumlah ini akan menjadi 82 juta user, tahun 2014 menjadi 107 dan pada 2015 sudah mencapai 139 juta atau 50 % dari total penduduk Indonesia.

Di sisi lain, pola hidup modern yang didukung dengan fasilitas komunikasi yang serba canggih mendorong orang untuk mempunyai privasi tinggi. Definisi “privat” dalam hal ini lebih kepada keinginan untuk memilih segala hal sesuai dengan selera sendiri dan dengan caranya sendiri. Di dunia maya apalagi didukung dengan perkembangan mesin pencarian (search engine) yang semakin canggih para peselancar bebas memilih siapa saja yang akan mereka jadikan sebagai guru, atau materi dan informasi apa saja yang lebih cocok untuk mereka. Di dunia maya mereka bebas memilih segalanya, termasuk dalam memilih pelajaran mengenai agama dan tuntunan hidup.

Belajar Muhammadiyah

Selain itu memang ahli agama yang ada di sekitar kita tidak selalu siap menjawab semua persoalan dan problem keagamaan yang sedang berkembang. Maka cara yang paling efektif ditempuh adalah mencari sendiri berbagai informasi lewat dunia maya. Di dunia maya mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk menanyakan atau menemukan jawaban masalah-masalah yang remeh bahkan tabu sekalipun.

Masalahnya, berbagai informasi yang terdapat dalam jutaan situs itu seperti hutan belantara. Para pencari informasi bisa menemukan hal yang sangat bermanfaat, namun pada sisi lain data yang didapatkan bisa jadi kurang memenuhi keinginan, atau kurang memadai, bahkan pada titik tertentu bisa menyesatkan dan menjerumuskan.

Belajar Muhammadiyah

Menapaki tahun 1435 H, para ahli agama Islam dan para pendakwah tidak bisa mengandalkan forum-forum pengajian, majelis ta’lim atau media ta’lim yang konvensional. Bukan berarti menganjurkan untuk hijrah total ke dunia maya dan meninggalkan pos-pos lama itu, namun sekedar mengingatkan bahwa umat Islam telah memasuki era baru. Masa depan itu sudah terjadi saat ini.

Tidak ada pilihan, berbagai informasi yang disebarkan oleh kelompok-kelompok baru yang sangat aktif memanfaatkan media internet ini perlu diimbangi dengan mengaktifkan situs-situs baru yang lebih moderat, atau jejaring-jejaring sosial dunia maya yang menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Dengan demikian para peselancar dunia maya akan mendapatkan sumber yang pas dan membandingkan beberapa informasi yang mereka dapatkan.

Lebih dari itu, beberapa konten ilmu-ilmu keislaman di dunia maya selama ini tidak sebanding dengan peredaran isu dan gosip yang terkait dengan dunia muslim. Informasi penting tentang ajaran agama Islam di dunia maya perlu mendapatkan porsi yang memadai, terutama terkait bidang-bidang yang spesifik dan berbagai hasil kajian hukum Islam terkait problematika masyarakat muslim, serta kajian-kajian yang menyangkut inovasi dan kontekstualisasi ajaran Islam di era kekinian. Dengan demikian para pencari Islam di internet dapat menemukan informasi atau guru yang tepat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Makam Belajar Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

KH Aziz Mansyur Minta Jokowi Perjuangkan Islam Aswaja

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Selama melakukan kunjungan di Jombang, Joko Widodo alias Jokowi menerima sejumlah pesan dari para kiai termasuk dari pengasuh pesantren Tarbiyatun Nasyiin Paculgowang Diwek KH Aziz Mansyur. Secara khusus, Kiai Aziz membacakan kitab kuning rujukan kiai NU yang memuat konsep kepemimpinan dan kebangsaan.

Konsep itu disampaikan KH Aziz Mansyur saat Jokowi dan rombongan bersilaturahim ke pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Sabtu (3/5) malam.

KH Aziz Mansyur Minta Jokowi Perjuangkan Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Aziz Mansyur Minta Jokowi Perjuangkan Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Aziz Mansyur Minta Jokowi Perjuangkan Islam Aswaja

Kiai Aziz mengatakan, “Konsep itu diambilkan dari salah satu kitab kuning rujukan warga Nahdliyin NU, yakni kitab Jamul Jawami.”

Belajar Muhammadiyah

Terhadap pesan dan harapan, Jokowi mengakui kalau dirinya sangat memahami pesan yang disampaikan Kiai Aziz Mansyur. "Saya sudah banyak diberi wejangan oleh Kiai Aziz apabila nanti Allah mengizinkan saya memegang kepemimpinanan nasional seperti sudah dijelaskan. Saya memahami sekali apa yang Kiai Aziz sampaikan," ujar Jokowi.

Sejumlah elit politik PDI Perjuangan, PKB, dan Nasdem tampak mendampingi Jokowi. Mereka di antaranya Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah, Ketua DPP PKB Marwan Jafar, Ketua DPP Nasdem Effendi Choirie, Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji, dan Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar.

Belajar Muhammadiyah

Usai mengunjungi pesantren ini, rombongan Jokowi melanjutkan silaturahmi ke pesantren Tebuireng dan pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang. (Syaifullah Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 11 November 2017

PMII Situbondo: Pilkada oleh DPRD, Tak Lahirkan Pemimpin Rakyat

Situbondo, Belajar Muhammadiyah. Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Situbndo, Jawa Timur, Jumat (19/9), menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Situbondo. Mereka mendesak pimpinan DPRD sementara ikut menolak pengesahan RUU Pilkada yang akan segera dilakukan oleh DPR RI.

Dalam orasinya,  Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Situbndo Fathurrahman mengatakan, pemilihan kepala darah tidak langsung yang terdapat dalam RUU Pilkada, tidak domkratis dan bertentangan dengan UUD 1945, serta berlawanan dengan semangat reformasi.

PMII Situbondo: Pilkada oleh DPRD, Tak Lahirkan Pemimpin Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Situbondo: Pilkada oleh DPRD, Tak Lahirkan Pemimpin Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Situbondo: Pilkada oleh DPRD, Tak Lahirkan Pemimpin Rakyat

“Wahai para wakil rakyat, jangan cederai era reformasi, tolak Pilkada tak langsung karena tidak demokratis dan tidak sesuai dengan UUD 45,” teriaknya di halaman gedung DPRD Situbondo.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Fathurrahman, pemimpin yang dipilih melalui Pilkada tidak langsung hakikatnya bukan pemimpin rakyat, tapi pemimpin segelintir anggota dewan yang telah memilihnya. Sehingga, dikhawatirkan dia tidak punya kepedulian dan perhatian yang semestinya kepada rakyat.

“Pilkada tak langsung, hakikatnya bukan Pilkada, karena yang memilih cuma segelintir orang. Bupati, walikota, gubernur yang terpilih akhirnya hanya takluk pada dewan, masa bodoh dengan kepentingan rakyat. Soal rakyat itu nomor sekian. Dan itulah  hasil Pemilukada tak langsung,” jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya pimpinan sementara DPRD Kabupaten Situbondo, Bashori Shanhaji,  menemui pengunjuk rasa. Politisi PKB itu menyatakan setuju dan mendukung aspirasi dan keinginan pengunjuk rasa.

“Mari saya bantu, kalau perlu sekarang juga saya kirim pernyataan penolakan kalian. Tapi mohon maaf, kalau saya atas nama DPRD,  harus rapat dulu jika akan mengambil keputusan,” ujarnya. Pengunjuk rasa pun akhirnya bubar. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Kajian, News Belajar Muhammadiyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Cinta Tanah Air Harus Ditanamkan kepada Para Generasi Muda

Pringsewu, Belajar Muhammadiyah

Menumbuhkan cinta terhadap tanah air, para siswa MTs Ma’arif Fajaresuk Pringsewu Lampung menyanyikan lagu Hubbul Wathon yang berisi syair-syair untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Lagu Ciptaan KH Wahab Chasbullah yang bernada tegas dan semangat tersebut mampu membuat para siswa bersemangat dalam melantunkannya.

Cinta Tanah Air Harus Ditanamkan kepada Para Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Tanah Air Harus Ditanamkan kepada Para Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Tanah Air Harus Ditanamkan kepada Para Generasi Muda

Menurut Kepala MTs Ma’arif Fajaresuk H Auladi Rosyad, lagu Hubbul Wathon tersebut mengandung syair-syair tentang kecintaan terhadap tanah air yang perlu ditanamkan kepada para generasi muda saat ini.?

"Sekarang ini banyak paham-paham yang mencoba meruntuhkan rasa nasionalisme dan menggantinya dengan egoisme kelompok masing-masing," katanya, Jumat (11/03/16).

Oleh karena itu ke depan, lanjutnya, Semua siswa MTs Ma’arif Fajaresuk akan diwajibkan hafal lagu tersebut dan menyanyikannya sebelum pelajaran dimulai didalam kelas. "Kita ingin para siswa selalu memiliki jiwa pembelaan dan perjuangan mempertahankan Negara Indonesia. NKRI Harga Mati," tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Rosyad juga menambahkan bahwa disamping menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap pelajar, MTs Ma’arif Fajaresuk juga senantiasa menanamkan kecintaan para siswa kepada amaliyah-amaliyah ibadah ala Ahlussunnah wal Jamaah.

"Kami memiliki program-program yang diharapkan mampu menanamkan amaliyah nahdliyah kepada para siswa seperti praktek tahlil, ziarah ke makam para kiai dan masih banyak lainnya," jelas Rosyad yang juga Wakil Bendahara PCNU Pringsewu ini.

"Setelah terjun di tengah masyarakat, diharapkan mereka akan menjadi pionir dan penggerak di tengah masyarakat minimal di dalam keluarga masing-masing, sehingga kecintaan tanah air serta amaliyah-amaliyah NU dapat terus diwariskan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, IMNU, Pendidikan Belajar Muhammadiyah

Rabu, 12 Juli 2017

Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba

Pringsewu, Belajar Muhammadiyah

Bertempat di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU menggelar Pekemahan Ma’arif Cabang (Permacab) ke-2 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi. Pembukaan tersebut ditandai dengan upacara pembukaan dan penyematan tanda peserta perkemahan secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba

Tampak hadir pada upacara pembukaan tersebut perwakilan dari Sako Pramuka Ma’arif NU Pusat, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Provinsi dan beberapa Pengurus Ma’arif dari Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung serta Ketua PCNU setempat beserta jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, H. Sujadi yang juga mustasyar PCNU Pringsewu menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi kepada Sako Pramuka Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu yang telah menggelar kegiatan untuk kedua kalinya ini. Ia berharap kegiatan Permacab II ini mampu menjawab tantangan perubahan zaman di mana saat ini banyak pemuda yang mengalami degradasi moral.

Belajar Muhammadiyah

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari mulai Jumat sampai dengan Ahad (7-8/10) dan diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu. "Ada 72 sangga kerja yang masing-masing terdiri dari 8 anggota," kata Ketua Pelaksana H. Auladi Rosyad di sela-sela kegiatan pembukaan, Jumat (7/10).

Selain berasal dari Kabupaten Pringsewu, Permacab ke-2 tahun ini juga diikuti oleh utusan Sako Pramuka Ma’arif NU dari Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu menurut Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu Mustangin, dalam kegiatan ini para peserta akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti perlombaan di bidang kepramukaan, agama dan seni. "Perlombaan tersebut di antaranya PBB, MTQ, Syarhil Quran, Tahlil, Pionering, Pidato, Hasta Karya, Karnaval, Jelajah Alam, dan Lomba Pentas Budaya," jelasnya.

Selain perlombaan, para peserta juga mendapatkan beberapa materi ruang yang meliputi Ilmu Kepramukaan dan kesehatan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Habib, Pertandingan, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Jumat, 19 Mei 2017

Isti’laul Qudrah KMNU IPB; Yang Muda Yang Beraswaja

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Keluarga Mahasiswa NU IPB mengadakan Isti’laul Qudroh di pesantren Mina 90 Cibeureum, Sabtu-Ahad (13-14/12). Mereka melantik dan membekali paham keaswajaan NU kepada KMNU angkatan 51 yang berjumlah 50 kader.

Isti’laul Qudrah KMNU IPB; Yang Muda Yang Beraswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Isti’laul Qudrah KMNU IPB; Yang Muda Yang Beraswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Isti’laul Qudrah KMNU IPB; Yang Muda Yang Beraswaja

Ketua pelaksana Isti’laul Qudrah yang biasa disingkat IQ, Hamzah mengatakan, kegiatan ini memuat pembekalan materi akidah, fiqih, dan tasawuf agar dapat menghadapi atmosfer keagamaan di kampus bagi mahasiswa baru.

“Melalui KMNU kita harus bisa menjaga kekeluargaan dari segi kualitas dan kuantitas,” harapnya.

Belajar Muhammadiyah

IQ menegaskan pentingnya nilai-nilai Aswaja yang senantiasa ditanamkan melalui tradisi ke-NUan. Tradisi ini mulai lumpuh karena tidak ada adanya daya dukung lingkungan. untuk itu, kehadiran KMNU IPB pada garis besarnya merupakan pusat kajian dan membentuk jiwa kepemimipan yang berlandaskan keprofesionalan, tukas Ketua KMNU.

Belajar Muhammadiyah

Sementara Wahyu Widya Suryani salah seorang aktivis KMNU IPB menyorot pada 3 bidang yang mesti diperhatikan. Taswirul Afkar sebagai gerakan keilmiahan, Nahdlatul Tujar sebagai gerakan kemandirian, Nahdlatul Wathon sebagai peran NU dalam pembangunan bangsa.

“Anak-anak KMNU harus bisa fokus pada salah satu bidang dari 3 kriteria itu, serta tidak melepaskan jaringan dari ketiganya,” kata Widya.

Widya juga mendorong peserta untuk mengubah stigma orang selama ini seperti pesantren yang kuno dan dominasi kalangan menengah ke bawah.

“Para santri intelektual di KMNU IPB ini harus tampil percaya diri, dan membangun stigma bahwa santri pesantren bisa lebih mandiri, baik mandiri secara ekonomi, sosial, budaya dan keilmuwan,” kata Widya.

Pada kegiatan IQ ini, mereka juga melantunkan maulid Diba‘i. acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan pengucapan ikrar kesetiaan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Tokoh Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock