Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Anggota Komisi VII DPR Khofifah Indar Parawansa meragukan kinerja Badan Pelaksana (BP) lumpur Lapindo. Badan ini merupakan pengganti Timnas lumpur Lapindo yang berakhir 8 April lalu. Hingga kini berbagai upaya nyatanya tak mampu mengatasi luapan lumpur Lapindo, kerja Timnas juga tak berhasil.

“Saya lihat Timnas saja orang-orangnya power full tetapi kurang suskes menangani lumpur,” kata Khofifah, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin.

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Keraguan Khofifah juga berkaitan dengan adanya hubungan antara pemilik PT Lapindo dengan badan tersebut. Maklum, badan yang terbentuk berlandaskan Keputusan Presiden ini dikepalai Sunarso, Staf Ahli Menko Kesra Bidang Kependudukan dan SDM. Aburizal Bakrie adalah salah satu pemilik PT Lapindo Brantas Inc.

Selain itu, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, terlalu birokratis. Badan ini tidak memiliki kebebasan untuk mengeksekusi keadaan di lapangan.

Hal itu karena mereka harus melapor terlebih dahulu kepada Badan Pengawas seperti Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. ”Saya kasihan dengan orang-orang yang ada di Sidoarjo. Masyarakat semakin terkatung-katung,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Khofifah meminta pemerintah pusat bekerja sepenuh hati untuk menyelesaikan lumpur Lapindo. Sebab, masyarakat Sidoarjo sudah lelah dan tersiksa dengan musibah tersebut. ”Pemerintah harus bertanggung jawab karena semuanya serba darurat di Sidoarjo,” katanya. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 03 Maret 2018

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Kairo, Belajar Muhammadiyah. Warga Mesir telah menyetujui amandemen konstitusi negara tersebut, dan ini merupakan kemenangan elektoral pertama bagi rezim yang didukung militer menyusul lengsernya Muhammad Mursi Juli lalu.

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Amandemen konstitusi tersebut mendapat persetujuan 98,1% dari 38,6% pemilih yang hadir, ujar kepala Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir. Angka itu melampaui jumlah orang yang setuju dan hadir dalam penyusunan piagam dalam masa satu tahun pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya fajar baru bagi Mesir, ujar Ehab Badawy, juru bicara kantor kepresidenan. Demikian dilaporkan oleh laman wall stret journal.

Belajar Muhammadiyah

Setelah amandemen disetujui, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta para pejabat Mesir menerapkan ketentuan hak asasi manusia.

“Amerika Serikat mendesak pemerintahan sementara Mesir menerapkan ketentuan mengenai HAM dan kebebasan yang dijamin oleh Undang Undang Dasar baru,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri. Ia pun berkata, “bukan satu satu suara yang menjadi penentu demokrasi, namun pelbagai langkah yang ditentukan setelahnya.”

Belajar Muhammadiyah

Menurut sejumlah kelompok dan aktivitas kemanusiaan, rendahnya jumlah pemilih golput menjadi gambaran mengenai berlanjutnya tekanan kepada kelompok penentang.

Isi UUD perubahan dipandang sama dengan sebelumnya dengan penekanan kekuatan militer, judisial, dan kepolisian.

Militer Mesir mengumumkan peta jalan setelah Mursi dilengserkan lewat kudeta berdarah.

Bulan lalu, pemerintahan sementara mengganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Pemerintah pun mengeluarkan aturan unjuk rasa yang telah menjebak puluhan aktivis sekuler penentang peta jalan militer.

Kelompok kemanusiaan dan pengamat independen mengecam pemilu yang legitimasinya rusak berkat adanya kelompok dan suara penentang.

Sebelum referendum Selasa, sejumlah orang yang menyerukan golput ditangkap.

“Transisi demokratis harus ditandai dengan adanya kebebasan lebih luas. Namun, hak demokratis warga sangat terhambat oleh warga Mesir sendiri,” ujar Eric Bjornlund kepala misi pengamatan Demokrasi International. “Tapi, masa pasca-referendum memberi peluang bagi adanya partisipasi politik lebih luas.”

Menurut kelompok tersebut, tidak terdapat bukti penyelewengan sistematis. Namun, terdapat sejumlah cacat pemilu yang dapat berujung pada kondisi golput seperti jarak antarbilik pencoblosan yang terlalu dekat. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Senin, 19 Februari 2018

Tuan Guru Bengkel dan NU NTB

Tokoh-tokoh NU Nusa Tenggara Barat dalam cerita lisan menyebutkan bahwa Rais Syuriyah PWNU NTB pertama adalah Tuan Guru Shaleh Hambali (Tun Guru Bengkel). Dia memulai aktif pada 1953. Dengan demikian, NU di NTB ada jauh setelah NU berdiri.  

Jika melihat sejarah NU secara nasional, waktu itu adalah moment politis karena NU menjadi partai setelah Muktamar Palembang tahun 1952. 

Namun, ternyata, NU pada tahun 1953 adalah kelanjutan dari NU dari periode-periode sebelumnya. Karena pada tahun 1934 sudah ada anggota NU. Bahkan ada sebuah organisasi keulamaan Ahlussunah wal-Jama’ah yang bermigrasi menjadi pengurus-pengurus NU. 

Tuan Guru Bengkel dan NU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel dan NU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel dan NU NTB

Untuk mengetahui hal itu, Abdullah Alawi mewawancarai Adi Fadli, berikut petikannya.

Kenapa beliau dikatakan Rais Syuriyah pertama, padahal NU di Lombok telah ada sejak tahun 1934-1935? 

Ada dua buku tentang itu, yang ditulis Tuan Guru Taqi, yang kecil. Tuan Guru Taqi itu menyebut tahun 1935, di Sumbawa 1934, sementara tahun 1953 itu kelanjutan sejarah NU, itu yang besar. Tahun 1953 itu adalah momentum disahkannya sebagai Pengurus Wilayah NTB. Sebelumnya cabang NU Lombok, karena dulu (1935) Kiai Muhammad Dahlan yang diutus dari Jawa Timur untuk membuka cabang di Ampenan. 

Belajar Muhammadiyah

Dulu, awal-awalnya PUIL (Persatuan Ulama Islam Lombok) ada juga yang bilang PIL (Persatuan Islam Lombok), itu konsul NU Lombok. Nah, kemudian berubah menjadi Cabang NU Lombok. Nah, setelah itu, tahun 1953, disahkan sebagai Pengurus Wilayah. Nah, wilayah itulah yang dianggap secara resminya itu, barulah Rais Syuriyahnya yang TGH Muhammad Shaleh Hambali. 

Nanti dibaca di buku saya, saya mengusahkan memperiodisasai dari tahun 1934, Rais Syuriyahnya Ahmad Al-Kaf, Mustofa Basri. Lalu tahun 1953 barulah TGH Shaleh dan Ahsid Muzhar, itu ada dasarnya SK-SK-nya. Itu berdasarkan kopian SK yang terarsif di sini. 

Dari 1934 sampai sebelum 1953, kenapa Tuan Guru Bengkel belum masuk NU? 

Kalau kita hitung, dia pulang ke Lombok 1916 (setelah belajar di Mekkah), NU muncul setelah sepuluh tahun kemudian. Ada pergerakan Nahdlatul Wathan KH Wahab Hasbullah sebelum berdirinya NU. Pasti dia (Tuan Guru Bengkel) tahu. Tapi dia mungkin ke sininya itu belum sampai secara resmilah (mengikuti NU). Nah, pergerakan yang dekat dengan pelabuhan, dekat dengan pasar, sehingga di Ampenan (berkembang) pergerakannya, kampung Melayu, Arab di sini itu, saya tidak tahu dengan pasti. 

Belajar Muhammadiyah

Pada 1953, hanya dia yang punya otoritas keulamaan bagi orang NU. Ketika resmi ini, tak ada perdebatan menetapkan dia (sebagai Rais Syuriyah) sampai akhir hayatnya, tahun 1968.

Kenapa dia mau ikut di organisasi NU?

Menurut penuturan Tuan Guru Bagu, TGH Turmudzi Badarudin, penuturannya itu, kalau kamu masuk NU, kamu bisa lewati laut. Itu sederhannya. 

Penjelasannya bagaimana? 

Jadi, pandangannya, wawasannya nanti lebih luas. Kalau masuk organisasi lokal, ya cuma di sini. 

Itu secara eksplisit, ada mana implisitnya? 

Kalau melewati laut akan memiliki cakrawala luas, karena NU itu besar, tidak lokal. Kamu masuk NU, kamu akan bermanfaat luas, di situlah kontribusi nasionalnya. Saya temukan banyak data tertulis misalkan seperti apa siapa dia ikuti muktamar NU, belum saya temukan, walaupun dalam tutur lisan, murid-muridnya katakan, dia ikut, wajib ikut, dan dari Tuan Guru Bagu, terutama, dia mengatakan, dia tetap ikut. 

Apakah ada, misalnya pertemuan fenomenal antara Tuan Guru Bengkel dengan tokoh NU nasional, misalnya dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari atau yang lainny?  

Kalau dengan Mbah Hasyim, tidak saya temukan. Tapi selain itu, banyak, malah mereka yang datang, KH Wahab Hasbullah, Saifuddin Zuhri, Idham Chalid, AH Nasution (tokoh tentara), mereka datang sendiri, dan bukan sehari mereka datang, nginep, mingguan. Itu penuturan dari Tuan Guru Bagu. KH Wahab Hasbullah seminggu di Bengkel. 

Bahkan, saya dengar Kiai Bisri Mustofa, ayahnya Gus Mus pernah sebulan di situ? 

Benar itu. Begitulah kekutannya. Cuma itu belum tertulis ya, masih secara lisan.

Salah seorang yang datang adalah Bung Karno dan Bung Hatta meski berbeda waktu. Khusus pertemuan dengan Bung Karno, mengapa Tuan Guru Bengkel  begitu yakin Bung Karno akan datang ke pesantrennya? 

Entahlah. Dia punya pengawal dlahir dan batin kan. Pengawal secara lahiriah manusia dan jin. Setahu saya dari manuskrip, jinnya itu, dia memerintahkan jinnya itu berkirim surat ke Jakarta, dan itu yang bawa itu jin, yang menyampaikannya ke sana. Di manuskripnya ada. Dari keyakinan itulah, dan dari basyirah dan karomahnya, dia yakin Soekarno akan mampir. Saya tidak tulis itu karena tidak ilmiah kan. Sehingga ketika datang, tertulis sepanduk, papan, gambar kedatangannya Bung Karno, di mobil Soekarno, sore waktunya datang. 

Apa betul, pengawalnya Bung Karno udah lewat 1 km? 

Betul itu. Atau mungkin juga setengah kilo. Berhenti langsung Soekarno. Mobilnya disuruh berhenti. Santri berjajar plus anak yatim. Dia tulis di plakatnya itu, waammal yatima fala taqhar, wa aammas saila fala tanhar, itu di plakat. Plakatnya masih ada, saya simpan. 

Apa betul dia punya sekretaris atau semacam tim penulis? 

Betul itu. 

Bagaimana dia bisa tercipta jadi penulis dan produktif? 

Dia punya kekuatan tradisi di Mekkah yang terbiasa mensyarah, menerjemahkan dari kitab-kitab kecil. Sehingga ketika dia melihat kondisi masyarakat masih buta sekali, masa penjajahan, dia ciptakanlah itu. Dan itu yang pertama kali kitab tahun 1935, itu yang pertama yang saya dapatkan, entah yang sebelumnnya, tidak tahu saya. Karena kekuatan di beliau itu ada katibnya yang menulis. Dan beliau menulis itu, biasanya malam. Suruh bangun sekretarisnya, santrinya, kemudian dia diktekan. Dan itu pasti setelah shalat dan dia berwudulu, termasuk katib, menggunakan tinta celup.

Pondok pesantren beliau, Darul Qur’an, saat ini masih berlangsung?

Iya, tapi formal saja. 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

PBNU Luncurkan Command Center Besok

Jakarta, Belajar Muhammadiyah?

PBNU akan meluncurkan Command Center di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta pada Senin siang (22/5) sekitar pukul 14.00. Peluncuran akan dilakukan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Pada kesempatan tersebut akan dilakukan juga peluncuran Smart Card XL NUsantara.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara dan Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini dijadwalkan turut hadir pada kegiatan tersebut.

PBNU Luncurkan Command Center Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Command Center Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Command Center Besok

Peluncuran ditandai dengan dengan penandatanganan prasasti Command Center, Demo Aplikasi, Video Conference, dilanjutkan Press Conference. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Jatinegara Tegaskan Komitmen Bela NKRI

Tegal, Belajar Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal Abdul Aziz mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga keutuhannya. Menurutnya, cara paling tepat adalah menggerakkan GP Ansor lebih aktif dan nyata.

Hal itu dikatakannya usai resmi dikukuhkan oleh Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sabtu (26/8) lalu di MDT Rhoutlotul Muttaqin Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.

GP Ansor Jatinegara Tegaskan Komitmen Bela NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatinegara Tegaskan Komitmen Bela NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatinegara Tegaskan Komitmen Bela NKRI

"Perlu adanya pergerakan yang lebih aktif dan nyata dalam melaksanakan program mengawal ulama demi mencegah pengikisan nasionalisme dan patriotisme bangsa, gerakan radikal menganggap sistem di negara itu salah sehingga perlu adanya revolusi," tegas Abdul Aziz.

Menurut Aziz, mereka (gerakal radikal) sudah menyiapkan rencana secara matang membuat NKRI itu sebagai negara Islam yang akan mengadopsi nilai ketimuran secara pas tanpa memerhatikan budaya yang sudah ada.

Belajar Muhammadiyah

"Dengan adanya pelantikan ini, saya berharap semua pengurus dapat mengemban tugas suci dalam menjaga keutuhan NKRI dan melestarikan budaya yang sudah ada sejak dulu," kata Aziz.

Pengurus GP Ansor Jatinegara yang juga panitia pelantikan, Amar Budimas menuturkan, ulama merupakan tokoh penting dalam menjaga keutuhan NKRI, pengambilalihan kekuasaan dari penjajah sehingga terbentuknya negara kesatuan yang merangkul semua kerajaan kepulauan ini.

Belajar Muhammadiyah

"Munculnya gerakan yang menggerogoti esensi di dalam tubuh NKRI. Sekarang menghawatirkan kaum pemuda, pelantikan ini semoga dapat menyatukan misi demi menjaga keutuhan NKRI di Kecamatan Jatinegara," ujar Amar.

Ia menjelaskan, Ansor merupakan saringan dari kader IPNU yang kompeten karena tidak jarang kader IPNU banyak yang menghilang entah ke mana. Padahal regenerasi sangat dibutuhkan di tubuh NU.

"Ulama NU harus kita dukung dalam menjaga keindonesiaan dan keislaman di negara ini, pergerakan radikalisme sudah bergerak di berbagai bidang, melalui ekonomi, sosial, budaya terapan, dan pendidikan," kata Amar.

Pelantikan dihadiri Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah Gus Ahsin, Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Tegal Didi Permana, Pengurus MWCNU Jatinegara, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Jatinegara, PAC Fatayat Jatinegara. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

FKUB Jombang Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang konsisten menjaga kerukunan antarpenganut agama. Kali ini, langkah yang dilakukan pengurus FKUB Jombang adalah mengadakan Seminar bertemakan “Implementasi Nilai-Nilai Dasar Kerukunan Umat Beragama” di Aula Gedung Islamic Center Jombang, Selasa malam (23/12).

Kegiatan yang mendatangkan narasumber Prof Ahmad Zahro perwakilan umat Islam dan Pendeta Ismiyati dari Kristiani itu diharapkan mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama.

FKUB Jombang Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
FKUB Jombang Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

FKUB Jombang Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

“Semua yang ada di forum ini, semoga nantinya bisa satu persepsi untuk merawat kerukunan di antara kita tanpa membedakan diri karena unsur apapun, apalagi kepentingan tertentu,. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai dasar kerukunan ini,” kata Dr KH Isrofil Amar Ketua FKUB yang juga Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang.

Belajar Muhammadiyah

Prof Ahmad Zahro yang juga Guru Besar Ilmu Fiqih UIN Sunan Ampel Surabaya itu memaparkan tentang Islam sebagai agama yang damai, cinta perdamaian, antikekerasan, menghormati kebebasan, menghargai kesetaraan, dan mengajarkan kerukunan.

“Menjadi bangsa Indonesia, apapun agamanya, termasuk Islam, terikat oleh kesamaan kewajiban dan hak sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila,” jelas Rektor Unipdu Jombang itu.

Belajar Muhammadiyah

Lebih lanjut ia menjelaskan, demi terwujudnya toleransi antarumat beragama, harus ditegakkan bersama-sama ukhuwah Islaamiyah (persaudaraan sesame muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). “Itulah nilai-nilai dasar kerukunan yang harus dijadikan rujukan bersama,” pungkas penulis buku berjudul Tradisi Intelektual NU itu.

Sedangkan Pendeta Ismiyati mengajak peserta untuk tidak membeda-bedakan sesama umat beragama sebagai warga Negara Indonesia. “Di kitab Injil juga dijelaskan, ada besar ada kecil, itu memang hukum harmonisasi alam. Yang terpenting bukan kita ini dibersamakan, tetapi bagaimana kita memberi dampak dalam kehidupan ini dengan menjaga kerukunan,” ungkap Pendeta Ismi.

Selain dua keynote speaker tersebut, turut hadir pula Wakil Bupati Jombang Munjidah Wahab, Dandim 0814 Jombang M Haidir, dan AKBP Ahmad Yosep Kurniawan Kapolres Jombang. Serta puluhan peserta dari berbagai komponen masyarakat, lintas agama, dan perwakilan ormas Islam yang ada di Kabupaten Jombang.

Acara yang ditutup pukul 22.30 itu, mendapat masukan dari salah satu peserta agar untuk forum selanjutnya narasumber yang diundang harus dari seluruh perwakilan agama yang diakui di Indonesia. “saya kira itu akan lebih baik, karena memberikan kesempatan yang sama kepada semuanya. Baik yang minoritas maupun yang mayoritas,” Kata Margono salah satu peserta. (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Seknas Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menjelaskan sembilan nilai yang menjadi prisma dalam sepak terjang Gus Dur bertoleran. Ia menjelaskan itu pada Halaqah Kiai dan Tokoh Muda Pesantren di Yogyakarta Kamis-Sabtu (13-15/12).

“Yang paling inti adalah nilai ketauhidan,” kata Alissa, putri Gus Dur, Ketua Umum PBNU 1984-1999.

Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur

Kemudian, kata Alissa nilai kemanusiaan. Dari kemanusiaan akan muncul nilai pembebasan, keadilan, persaudaraan dan kesetaraan.

Selanjutnya, tambah dia, memiliki jiwa yang satria atau super ikhlas membantu sesama, kesederhanaan, dan nilai kearifan lokal. Tentang poin terakhir, Alissa menjelaskan, bagi Gus Dur semua tradisi membawa kearifan.

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

“Dari sembilan nilai inilah kemudian akan membentuk pribadi yang toleran,” kata Mbak Lissa, panggilan akrabnya.

Alissa juga menjelaskan, sebenarnya Indonesia ini adalah negara yang terbangun dari kebinekaan dan toleransi. Oleh karena itu dalam proses menjadi sebuah bangsa, masyarakat Indonesia memiliki warisan kecerdasan kultural, yang menjadikannya unik di antara bangsa-bangsa lain.

Gus Dur memang menginspirasi semua golongan untuk menjadi sosok yang toleran. Karena menjadi toleran secara tidak langsung menjunjung tinggi keadilan. Pendidikan toleransi yang diterapkan oleh Gus Dur menjadikan tawaran solusi kepada mayarakat Islam Indonesia untuk mengharumkan Islam yang damai.

“Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” begitu kata mbak Lisa mengutip ungkapan dari ayahandanya Gus Dur. (Muyassaroh/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pesantren, Pertandingan, Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro

Jepara, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Guyangan kecamatan Bangsri kabupaten Jepara membuka kajian bertema “Menelisik Budaya Assyuro” di balai desa Guyangan, Rabu (14/10). Di pertemuan ini, mereka mencoba menggali tradisi yang sudah mengakar di masyarakat.

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro

Akademisi Unisnu Jepara Tupomo menerangkan bahwasa Assyuro sebenarnya jatuh bukan pada 1 Syuro (1 Muharram) tetapi tanggal 10.

Menurutnya, Asyuro berasal dari kata Asyura yang artinya kesepuluh. Bulan Syuro sendiri menurut Ketua Pergunu Jepara itu dipopulerkan oleh Sultan Agung karena pada bulan itu ia memperoleh kemenangan. Tanggal itu, bagi Sultan, dianggap sebagai hari yang sakti.

Belajar Muhammadiyah

Narasumber lainnya Ahmad Bahrowi menambahkan, setiap 1 Syuro gaman atau senjata yang dimiliki oleh orang-orang Jawa dikumbah (dimandikan, red) sebenarnya juga memiliki makna tersendiri.

Belajar Muhammadiyah

“Gaman sendiri berasal dari kata agama. Gaman merupakan senjata sakti yang dijadikan sebagai media agar seseorang selamat,” terang Bahrowi yang kini mengajar di Unisnu Jepara.

Ketika datang menyebarkan Islam, para wali mengakulturasinya dengan Islam. Dengan menambahkan kalimat Bismillah, Allahu akbar dalam tradisi mereka, masyarakat Jawa menerimanya dengan baik. Sehingga, agama harus dirawat, agar sesorang bisa selamat. Seperti halnya dengan gaman.

Hal itu menurutnya kejeniusan para Wali dalam mengislamkan Jawa. Manusia tidak akan selamat jika tidak menjaga agamanya (gamannya). “Itulah filosofi dari memandikan keris,” imbuhnya di hadapan ratusan peserta.

Dengan dihelatnya kegiatan ini, Ketua IPNU Guyangan David Herwanto menerangkan pelajar NU yang mulanya masih penasaran dengan bulan itu semakin mencerahkan.

“Merayakan bulan Syuro harus diisi dengan hal yang positif. Kami berharap tradisi yang dilakukan oleh masyakat kita, Jawa, tetap boleh dilakukan asal tidak melenceng dari aturan agama Islam,” harap David. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Dan Kiai pun Ditalqin

Kediri, Belajar Muhammadiyah. Para santri dan ribuan orang yang mengikuti pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Imam Yahya Mahrus serentak menghentikan pembacaan surat Al-Ihlas “Qul huwallahu ahad…” ketika KH Abdul Aziz Mansyur berdiri memegang microphone, sebagai pertanda acara talqin akan segera dimulai, Ahad (15/1) siang. Kiai Aziz yang mewakili keluarga menanyakan kepada semua yang hadir, “Apakah semua yang hadir menyaksikan bahwa KH Imam Yahya Mahrus ini orang baik?”. Serentak semua menjawab, “Baik…!” Suara tangisan haru terdengar jelas dari balik kerumunan.

Talqin dilakukan setelah semua proses penguburan selesai, yang dimaksudkan untuk memberikan suport dan membimbing ahli kubur agar dapat menjawab pertanyaan malaikat kubur Munkar dan Nakir dengan baik. Tidak hanya orang biasa, kiai pun butuh untuk ditalqin. Keluarga meminta Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) memimpin prosesi talqin.

Dan Kiai pun Ditalqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan Kiai pun Ditalqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan Kiai pun Ditalqin

Pembacaan talqin pun dimulai. Gus Mus yang juga alumni Pesantren Lirboyo, mengatakan kepada KH Imam Yahya Mahrus yang sudah terbaring, sebentar lagi ada malaikat yang datang. “Jangan takut, mereka adalah mahluq Allah, sama seperti kita. Jawablah pertanyaan mereka dengan benar,” kata Gus Mus sambil pemberikan bimbingan kepada Kyai Imam. “Jika ditanyakan siapa Tuhanmu maka jawablah Allahu Rabbi, jika ditanyakan siapa nabimu jawablah Muhammad Rasulullah…” dan seterusnya. Semua bacaan talqin menggunakan bahasa Arab.

Belajar Muhammadiyah

Lalu doa dipimpin oleh sesepuh NU yang juga alumni Pesantren Lirboyo, KH Maimun Zubair. Selanjutnya diadakan sholat jenazah untuk kesekian kalinya yang dipimpin oleh pengasuh Pesantren Denanyar Jombang KH Aziz Masyhuri, yang diikuti oleh Gus Mus, Rais Syuriyah PWNU KH Miftahul Ahyar, keluarga besar Pesantren Lirboyo, dan para santri, alumni, serta jamaah yang belum sempat mengikuti shalat jenazah di Pondok Pesantren Lirboyo.

Belajar Muhammadiyah

Pondok Pesantren Lirboyo adalah salah satu pesantren tua yang telah menelorkan ribuan alumni. Selain Gus Mus dan KH Maimun Zubair, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang turut bertakziyah adalah alumni pesantren yang didirikan oleh KH Manaf Abdul Karim pada 1910 silam. Namun atas wasiat Almarhum KH Imam Yahya Mahrus sendiri, jenazah tidak dimakamkan di makam keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo bersama para sesepuh pesantren.

Kiai Imam yang merupakan generasi ketiga Pesantren Lirboyo meminta kepada keluarganya untuk dimakamkan di tanah lapang, di desa Ngampel, kecamatan Mojoroto, sekitar 5 km ke arah utara dari induk Pesantren Lirboyo. Tanah itu akan digunakan sebagai perluasan dari Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo. Di bagian depan baru ada satu bangunan yang belum selesai. Informasi yang diterima Belajar Muhammadiyah, selain tempat tinggal santri, di tanah itu juga akan didirikan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang kini sedang naik daun.

Tak ayal, tanah yang sepi itu mulai ramai. Tidak hanya para santri dan alumni, banyak orang datang berziarah. Sampai malam larut, hingga Senin (16/1) pagi, para peziarah terus berdatangan. Mungkin beginilah cara Kiai Imam membesarkan pesantren barunya.

Penulis A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Kanker Serviks Penyebab Tertinggi Angka Kematian Perempuan Indonesia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Kanker serviks menjadi penyebab tertinggi angka kematian perempuan di Indonesia. Demikian disampaikan dr Wanda Wimalasari pada sesi penyuluhan dalam rangka Bakti Sosial yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PP LKKNU), di Gedung PBNU 2, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (28/2).

Di hadapan ratusan peserta baksos, Wanda memaparkan, tingginya angka tersebut menjadi penyumbang terbesar kematian perempuan akibat kanker serviks di seluruh dunia, karena mencapai 80 persen dari seluruh kematian.

Kanker Serviks Penyebab Tertinggi Angka Kematian Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanker Serviks Penyebab Tertinggi Angka Kematian Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanker Serviks Penyebab Tertinggi Angka Kematian Perempuan Indonesia

?

“Di Jakarta setiap hari ada 1-2 orang perempuan meninggal akibat kanker serviks,” tambah dokter muda kelahiran Tegal, Jawa Tengah itu.?

Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh HPV (human papilloma virus) yang menyerang bagian leher dari organ vital wanita. Walaupun bagian awal yang diserang adalah organ kewanitaan, dalam jangka panjang dapat menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh penderita. Organ-organ lain itu misalnya kelainan ? atau kerusakan ginjal, jantung, dan kerusakan saraf pusat.?

Belajar Muhammadiyah

Penderita kanker serviks pada stadium lanjut ditandai dengan gejala-gejala antara lain pendarahan pada kemaluan setelah berhubungan seksual, susah buang air kecil atau anyang-anyangan, air kencing berwana merah, keputihan, nyeri pinggul, nyeri otot, nyeri otot, dan sakit perut.

Virus HPV penyebab kanker serviks dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, dan hubungan intim dengan pasangan yang beresiko. Faktor resiko lainnya adalah perokok, hubungan seksual yang dilakukan oleh perempuan yang terlalu muda, ibu yang memiliki banyak anak, dan penderita infeksi seksual menular.

Menurut Wanda, kebanyakan perempuan biasanya tidak mempedulikan kesehatannya, termasuk terhadap adanya kemungkinan kanker serviks ini. “Sangat disayangkan bila konsultasi dan pemeriksaan baru dilakukan ketika penderita sudah masuk pada stadium lanjut. Perempuan harus peka. Jangan tunggu adanya keluhan yang berat,” ungkap dokter yang enerjik itu.

Belajar Muhammadiyah

Penyuluhan oleh dr Wanda menjadi awal dari rangkaian bakti sosial yang terselenggara atas kerjasama PP LKKNU dan Perum Bulog itu. Para peserta baksos yang sudah terdaftar selanjutnya dipersilakan mengikuti tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Tes IVA dapat diikuti oleh perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, tidak sedang hamil, dan tidak sedang menstuasi.

Tes IVA dilakukan sebagai pemeriksaan atau deteksi awal adanya kanker leher rahim. Dengan tes IVA akan terlihat ada atau tidaknya gejala kanker serviks sehingga selanjutnya dapat diberikan pengobatan lebih lanjut pada penderita. Tes IVA sangat tepat dilakukan karena dalam prosesnya tidak sakit, tidak membutuhkan waktu yang lama (2-5 menit) hasilnya langsung diketahui, mudah, murah dan hasilnya terjamin akurat.?

Wanda mengapresiasi pihak PBNU dan LKKNU yang mengadakan bakti sosial berupa penyuluhan kesehatan kanker serviks dan tes IVA ? yang diselenggarakan kali ini. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ulama, Sunnah, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma

Malang, Belajar Muhammadiyah. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menghadiri acara Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Universitas Islam Malang (Unisma), Ahad (13/10).

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma

Dalam kesempatan itu ia menyesalkan terjadinya kasus suap yang menimpa institusi yang sempat dipimpinnya.

“Mahkamah Konstitusi di Indonesia adalah salah satu diantara 10 terbaik MK yang ada di Dunia. Namun prestasi ini dirusak dan dipermalukan oleh kasusu suap ini,” kata tokoh yang dikabarkan mencalonkan presiden ini.

Belajar Muhammadiyah

Ia mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar tertangkapnya Hakim MK Akil Mukhtar yang baru beberapa bulan menggantikannya itu, dengan kasus suap. Karena Mahfud selama ini mengetahui sendiri bagaimana kredibilitas para hakim yang ada di MK itu.

Belajar Muhammadiyah

“Saya terkejut mendengar berita Akil Mukhtar ini. Saya yakin tidak ada hakim di Mahkamah Konstitusi yang berbuat hal seperti itu. Memang pernah ada isu suap, tapi tidak terbukti. Dan itu oleh hakim yang sudah keluar dari MK,” katanya.

Ia menekankan bahwa dengan adanya kasus suap di MK ini, saat ini sudah banyak yang tidak percaya lagi pada lembaga hukum yang berdiri sekitar 10 (sepuluh) tahun lalu ini. Mahfud juga mengatakan bahwa ada dari beberapa pihak yang pernah mengajukan kasus pada MK untuk diusut lagi kasusnya. Hal ini mnurutnya karena sudah kehilangan kepercayaan pada Institusi Hukum yang selama ini biasa menangani sengketa pilkada ini.

“Banyak orang-orang yang dulu pernah mengajukan gugatan pada MK dan telah diselesaikan, kini meminta kasususnya dibahas ulang. Bahkan ada yang berlebihan dengan meminta saya mengusut sengketa pilkada tahun 2007. Padahal kita tahu bahwa tahun itu MK belum mempunyai wewenang menangani kasus Pilkada,” katanya.

Terkait kabar bahwa Presiden akan membuat Peraturan Perundang-undangan Umum (perpu) untuk menyelesaikan masalah seperti di MK ini, Mahfud menyatakan bahwa ia setuju akan rencana itu. Akan tetapi baginya yang terpenting adalah peningkatan pengawasan, dan diubahnya proses rekruitmen menuju cara yang lebih terbuka.

“Saya setuju jika presiden mengeluarkan Perpu. Itu adalah hak perogratif Presiden. Tapi yang terpenting disini adalah peningkatan pengawasan dengan dibentuknya Badan Kehormatan di MK,” kata tokoh yang juga salah seorang pimpinan ISNU itu.

Mengenai peningkatan pengawasan pada Mahkamah Konstitusi ini ia lebih setuju agar dibentuk saja Badan Kehormatan MK. Dan bukannya pengawasan itu dilimpahkan pada Komisi Judisial. Hal ini dikarenakan Komisi Judisial selama ini dalam aturannya juga merupakan obyek hukum MK. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Humor Islam, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Puasa dan Pendidikan Kepekaan Sosial

Oleh Misbahul Munir



Banyak pembahasan mengenai puasa. Mulai dari hal yang diwajibkan dalam berpuasa, hal yang disunahkan dalam berpuasa, hal apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam berpuasa. Bila bicara mengenai puasa, seolah tidak akan ada habisnya materi yang hendak kita diskusikan. Telah banyak para ustadz-ustadz yang membahas mengenai puasa. Seperti pada acara rutinan saat Ramadhan di beberapa televisi swasta, acara pengajian di masjid-masjid umum, serta banyak tulisan di media yang menyediakan halaman secara khusus yang membahas mengenai puasa.

Puasa dan Pendidikan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Pendidikan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Pendidikan Kepekaan Sosial

Memang ada banyak hal yang bisa kita bicarakan ihwal puasa. Salah satunya adalah mengenai tujuan dari puasa. Sebagaimana yang telah tercantum dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183, bahwa salah satu tujuan dari adanya ibadah puasa adalah agar bertambahnya ketaqwaan umat Islam kepada Allah SWT. Umat Islam diwajibkan berpuasa dengan tujuan agar bertambah keimanan dan ketaqwaannya. Bertambah dalam hal keyakinannya, yang kaitannya dengan keimanan kepada Allah, bertambah teguh dan mantap eksistensi imannya umat Islam sebagai mahluk yang menghambakan diri kepada Tuhannya.

Belajar Muhammadiyah

Allah juga menempatkan posisi hamba yang berpuasa di tempat yang sangat istimewa. Bahkan kaitannya dengan pahala berhubungan langsung dengan Allah tanpa adanya perantara. “puasa itu untuk-Ku. Tidak ada yang tahu. Dan aku sendiri yang akan memberikan pahala dengan kehendak-Ku”. Begitulah betapa amalan ibadah puasa ini dijalankan berhubungan langsung kepada Allah tanpa ada mediasi yang menjadi lantarannya. Puasa urusannya langsung kepada Allah. Berbeda dengan amalan ibadah yang lain seperti sholat, zakat, sedekah, haji dan lain sebagainya yang masih menggunakan perantara dalam proses pengamalannya, baik perantara melalui sesama manusia maupun perantara melalui malaikat.

Selain tujuan dalam hal agar bertambahnya ketaqwaan seorang hamba, puasa juga mempunyai manfaat terhadap diri pribadi seorang hamba yang melakukannya. Puasa mempunyai keutamaan secara lahiriah maupun bahtiniah. Secara lahirian, sabda Rasulullah “Shûmû tashihhû (Berpuasalah kalian! Niscaya kalian akan sehat)”. Sudah jelaslah bahwa seorang yang berpuasa itu akan mendapatkan kesehatan. Baik kesehatan jasmani maupun rohani. Secara gamblang Rasul menegaskan hal tersebut. Tidak sedikit terdapat cerita bahwa ada seseorang yang sebelumnya mempunyai penyakit tertentu, ketika puasa selama bulan Ramadhan, maka sembuhlah penyakit tersebut. Ini merupakan salah satu bukti konkrit bahwa berpuasa itu menyehatkan secara jasmani.

Lalu jika kita membahas mengenai puasa dari sisi rohani (ruhiah), jelaslah sebenarnya katika berpuasa, umat Islam sedang ditempa, digembleng, digojlok oleh kawah candra dimuka pada saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Yang tadinya mempunyai sifat tidak sabar, maka puasa melatih agar dapat bersabar. Jika sebelumnya tidak bisa menahan amarah, maka puasa melatih dapat memanajemen amarah. Jika sebelumnya belum bisa menahan nafsu, maka puasa melatih agar dapat menahan hawa nafsu. Pendek kata, secara rohani puasa dapat mensehatkan kita dalam segi kejiwaan.

Belajar Muhammadiyah

Ada salah satu riwayat hadis yang menjelaskan bahwa setan menggoda manusia melalui aliran darah. Sepanjang darah manusia masih mengalir, maka sepanjang itu pula setan masih menggoda. Maka ketika umat Islam berpuasa, aliran darah yang disalurkan melalui makanan tidak berjalan lancar seperti biasanya yang ketika tidak berpuasa, nadi yang dilalui darah menjadi lebih mengecil, dan disitulah jalan setan menggoda bisa diperkecil. Dari situ dapat disimpulkan bahwa dengan berpuasa, maka kita dapat terjaga dari godaan setan. Walau kadang dalam kenyataannya ketika orang berpuasa masih ada saja yang berbuat dosa, namun setidaknya dengan puasa ini umat Islam dapat lebih manjaga diri dari godaan tersebut.

Lalu bagaimanakah jika kita bahas puasa ini melalui aspek sosial. Jika kita sudah mengetahui secara jelas, bahwa puasa bertujuan untuk menambah ketaqwaan umat Islam, memberikan kesehatan secara jasmani dan rohani kepada umat Islam, menjauhkan dari godaan setan. Adakah kautamaan puasaini dalam aspek sosial? Maka, sesungguhnya puasa juga mempunyai nilai-nilai sosial. Puasa tidak hanya membahas urusan seorang hamba dengan tuhannya (hablum minallah), tetapi puasa juga membahas urusan hamba dengan hamba (hablum minannas) atau aspek sosial sesama manusia.

Aspek Sosial



Ternyata titik fokus eksistensi puasa bukanlah pada menambah ketaqwaan saja. Bukan hanya kaitannnya antara hamba dan Tuhannya, tetapi juga terdapat kaitan antara sesama hamba. Banyak perihal puasa yang kaitannya antara sesama hamba, antara lain dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa seperjuangan, rasa seimanan sekeyakianan, rasa persaudaraan, rasa lebih memiliki teman ketika sama-sama berpuasa dan juga dapat menebarkan kasih sayang terhadap sesama Muslim yang sedang melakukan ibadah puasa.

Ketika umat Islam berpuasa, di mana sedang berjuang bertahan melawan rasa lapar yang melilit perut, haus yang mencekik tenggorokan, di situ membuat tersadar dan ikut merasakan bagaimana rasanya ketika menjadi seorang yang dalam keadaan kekurangan. Ikut merasakan penderitaan saudara sesama Muslim yang memang dalam kesehariannya selalu lapar dan haus karena memang memiliki kondisi ekonominya serba kekurangan.

Jika umat Islam dapat merasakan kesusahan yang dirasakan oleh saudaranya yang dalam kekurangan, maka di situ akan tergugahlah jiwa sosial seorang Muslim. Setelah mengetahui bagaimana rasanya hidup dalam rasa lapar dan kekurangan karena tempaan puasa, diharapkan akan tumbuh kesadaran dan pada akhirnya mau saling membantu dan mengulurkan tangan pada saudara yang kekurangan. Dengan demikian, salah satu hikmah dari puasanya ini adalah tergugahnya jiwa sosial pada diri umat Islam.

Walhasil, pada momentum bulan yang penuh rahmah ini, marilah kita tingkatkan rasa solidaritas dan kepekaan sosial sekaligus toleransi kita terhadap sesama.Puasa dapat menjadi mediasi bagi kita untuk memperoleh pendidikan kepekaan sosial. Harapannya, setelah melewati puasa Ramadhan ini, tergugahlah jiwa sosial umat Islam yang kemudian menjadikan terciptanya suatu tatanan masyarakat Muslim yang sejahtera, saling mengasihi dan menyayangi. Semoga!



Penulis adalah santri di Pondok Pesantren Tegalsari Sleman; mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan


Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, PonPes Belajar Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengharapkan dukungan dari organisasi ‘induknya’, NU dalam proses pengkaderan. Karena, selama ini, organisasi yang menjadi salah satu ujung tombak pengkaderan di lingkungan NU itu merasa kurang diperhatikan oleh struktur yang menaunginya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Pengkaderan bertajuk “Reimplementasi Manajemen Pengkaderan Aswaja yang Kualitatif dan Strategis” di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (4/1). Hadir pada acara itu, Ketua PBNU Mustafa Zuhad.

“Di daerah-daerah, IPPNU sulit mendapatkan dukungan, baik dari PWNU atau PCNU. Ini merupakan keresahan yang dirasakan bersama-sama oleh kader-kader IPPNU di daerah,” imbuh Wafa, demikian panggilan akrabnya.

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

Disebutkan Wafa, persoalan lain yang menjadi tantangan pengkaderan IPPNU adalah munculnya gerakan dan kelompok Islam radikal berikut paham-pahamnya yang marak belakangan ini. Paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU, katanya, cukup memengaruhi proses pengkaderan di organisasi yang dipimpinnya.

“Tidak sedikit kader NU yang mengikuti organisasi lain yang pahamnya tidak sehaluan dengan NU. Saya kira ini juga menjadi keresahan bersama, tidak hanya IPPNU,” ujar Wafa menambahkan.

Belajar Muhammadiyah

Sementara, Ketua PBNU Mustofa Zuhad dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi workshop tersebut mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU untuk membantu IPPNU dalam merumuskan metode dan strategi pengkaderan.

Menurutnya, Lakpesdam NU saat ini telah memiliki modul yang berisi metode, strategi dan sistem pengkaderan di NU. Modul yang merupakan panduan umum tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengkaderan IPPNU. “Tanpa modul itu, saya kira hasilnya (workshop pengkaderan: Red) akan ngarang,” tandasnya.

Workshop Pengkaderan IPPNU akan dilaksanakan hingga 7 Januari mendatang di Vila La Citra, Cipanas, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan pengurus wilayah dan pengurus cabang IPPNU seluruh Indonesia.

Belajar Muhammadiyah

Sebagai bahan diskusi untuk workshop tersebut, panitia membagikan tiga judul buku yang berkaitan dengan tantangan pengkaderan NU kekinian. Di antaranya buku Islam Rahmatan Lil Alamin Menuju Keadilan dan Perdamaian Dunia Perspektif NU (diadaptasi dari Pidato Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat pengukuhan gelar Honoris Causa dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya), Mengenal NU karya KH Muchith Muzadi dan Ahlussunnah Wal Jamaah Menjawab Persoalan Tradisi dan Kekinian karya KH A Nuril Huda. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ulama, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

MUI Nilai Pembacaan Shalawat Nabi Bukan Politisasi Agama

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tidak mempermasalahkan calon presiden atau calon wakil presiden yang melafalkan doa pembuka dengan shalawat nabi atau mengutip ayat Al Quran.

MUI Nilai Pembacaan Shalawat Nabi Bukan Politisasi Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Nilai Pembacaan Shalawat Nabi Bukan Politisasi Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Nilai Pembacaan Shalawat Nabi Bukan Politisasi Agama

"Saya pikir hal itu tidak perlu dipermasalahkan. Batasan-batasan politisasi agama dalam Pilpres sudah ada di KPU, seperti larangan memakai tempat ibadah untuk kampanye. Tapi kalau melafalkan shalawat sebelum pidato itu tidak termasuk politisasi agama," kata Din di Jakarta, Kamis.

Ia juga menilai penggunaan simbol agama tidak perlu dipermasalahkan jika dipakai oleh capres-cawapres saat berkampanye.

Belajar Muhammadiyah

"Seperti jika seorang capres-cawapres menggunakan salam assalamualaikum dalam membuka pidato. Aneh jika capres-cawapres mengucapkan assalamualaikum kemudian digolongkan sebagai politisasi agama," katanya.

"Doa shalawat juga begitu, tidak masuk politisasi karena jika itu dipakai untuk pembuka maka tergolong baik atau tidak mengarah kepada politisasi," kata dia.

Belajar Muhammadiyah

Bagi Din, politisasi agama bisa saja terjadi dan akan sangat buruk jika sampai menyangkut masalah yang fundamental. Salah satunya seperti khotbah Jumat dari seorang penceramah yang mengajak jamaah untuk memilih salah satu pasangan.

Pembacaan shalawat nabi sempat dipraktikkan capres Joko Widodo dalam beberapa kesempatan kala berbicara di depan publik. Salah satunya saat prosesi pengambilan nomor urut capres-cawapres di KPU Pusat beberapa waktu lalu.

Jokowi saat itu berupaya menunjukkan pembeda antara dirinya dengan Prabowo Subianto saat mengambil nomor urut dengan membaca doa. Gubernur DKI Jakarta yang sedang cuti itu juga mengawali sambutan dengan salam dan shalawat nabi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Cerita, Sholawat, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM

Pontianak, Belajar Muhammadiyah. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Aksi dimulai dari Bundaran Tugu Digulis lalu berlanjut ke gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan berakhir di kantor Pertamina Kalbar di Pontianak. Meski sempat diguyur hujan, aksi yang digelar Kamis (13/11) ini tidak surut.

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM

“BBM jantung perekonomian. Jika (harga) BBM naik sembako pun naik, sementara pendapatan dan daya beli masyarakat rendah,” terang Syamsul Hadi selaku koordinator lapangan dalam orasinya. Menurutnya, solusi dengan menaikkan harga BBM sangat tidak pas.

Belajar Muhammadiyah

Sedangkan Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak Irham Mahardikan ketika berorasi di gedung DPRD Provinsi menilai, wacana kenaikan harga BBM oleh Presiden Jokowi kurang tepat karena saat ini harga minyak dunia cenderung stabil.

Belajar Muhammadiyah

“PMII Kota Pontianak mendesak agar Presiden Jokowi membubarkan Petral karena kita menilai anak perusahaan Pertamina itu menjadi sarang mafia migas untuk mengeruk keuntungan,” katanya.

PMII Pontianak, kata Irham, juga meminta Jokowi untuk mencabut UU Migas No 22/2001. Menurutnya, UU tersebut menjadi legitimasi bagi para kapitalis untuk menjajah minyak di Indonesia.

Ali Fauzi, Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalimantan Barat, turut bergabung dalam aksi penolakan tersebut. Ia berjanji akan mengajak semua kader yang tersebar di Kalimantan Barat untuk bersama-sama turun dan mendesak DPRD Kalimanta Barat ikut menolak rencana kenaikan harga BBM ini.

“Jika (harga) BBM naik maka rakyat akan ditambah beban ekonominya karena dampak domino yang ditimbulkan oleh kenaikan BBM dan tidak menutup kemungkinan beban itu juga akan berimbas pada permasalah sosial baik keluarga maupun masayrakat umum,” pungkas Ali yang selanjutnya meminta tanda tangan anggota DPRD Provinsi Kalbar yang hadir untuk menyatakan sikap sama-sama menolak rencana kenaikan harga BBM. (Khairul Mulyadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Berita, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) baru saja mengikutsertakan empat mahasiswanya untuk mengikuti konferensi internasional di Malaysia. Empat mahasiswa tersebut adalah Citra Rizky Utami, Donna Wibiananda Suryaman, Ratu Nabila? Saras Putri dan Siska Lumban Gaol. ?

Citra Rizky dan Donna Wibiananda merupakan kader Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNJ. Keduanya berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya pada Kuala Lumpur International Business, Economics, and Law Conference (KLIBEL8) tersebut yang mengusung tema “Perspectives of Business, Economics and Law in the New Frontier”.

Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kader PMII UNJ Presentasi Daya Saing Global di Malaysia

Kedua kader PMII itu presentasi dalam bahasa Inggris di forum internasional yang diselenggarakan pada 12-13 Desember 2015, di Hotel Putra, Kuala Lumpur. Citra Rizky mempresentasikan penelitian mengenai “The Dynamic Configuration of Global Competitiveness in ASEAN “ dan? Donna Wibiananda mempresentasikan “Interaction Between Labor Market Efficiency and Business Sophistication in Dynamic Global Competitiveness in Southeast Asia”. ?

Belajar Muhammadiyah

Selain menambah pengalaman, ajang internasional tersebut juga menjadi langkah memperluas jaringan para kader PMII di level internasional. Mereka juga menyuguhkan berbagai persoalan dan perspektif seputar masa depan masyarakat Asia, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. (Red: Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Ciptakan Merah Putih Pertama, Ini Penampakan Mesin Jahit Fatmawati

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Khofifah Indar Parawansa ke Bengkulu, Sabtu (12/8) mengingatkan kepada sang penjahit bendera merah putih pertama Fatmawati Soekarno.

Menteri Sosial RI ini pun terkesan ketika duduk di depan mesin penjahit Fatmawati yang terlihat klasik dan masih asli. Mesin jahit bersejarah berwarna merah jingga tersebut membuat Khofifah tertegun.

Ciptakan Merah Putih Pertama, Ini Penampakan Mesin Jahit Fatmawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciptakan Merah Putih Pertama, Ini Penampakan Mesin Jahit Fatmawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciptakan Merah Putih Pertama, Ini Penampakan Mesin Jahit Fatmawati

“Saya sempat tertegun lama sebelum benar-benar menyentuh salah satu benda sakral milik bangsa ini. Milik Ibu Negara pertama, Ibu Fatmawati Soekarno,” ungkap Khofifah, Sabtu (12/8) dikutip Belajar Muhammadiyah dari akun Instagram resmi miliknya, @khofifah.ip.

Dia menjelaskan, mesin jahit bersejarah itu kini tersimpan di rumah kediaman Fatmawati di Kota Bengkulu. Menurut Khofifah, mesin jahit tersebut sangat sederhana karena hanya digerakkan dengan tangan tidak seperti mesin jahit yang ada saat ini.

“Dari mesin jahit tangan buatan tahun 1941 inilah lahir bendera merah putih pertama Indonesia,” jelas perempuan kelahiran Surabaya ini.

Belajar Muhammadiyah

Bagi Khofifah, merah putih lebih dari secarik kain berwarna merah dan putih. Di situ ada air mata, tumpahan darah, pengorbanan, dan semangat membara para pendahulu bangsa sehingga bangsa Indonesia saat ini banggsa mengibarkan bendera merah putih.

“Karenanya, hindari tindakan yang bisa menodai merah putih misalnya anarkisme, intoleransi, radikalisme, narkoba, atau keinginan mengganti bendera tersebut,” urai Khofifah.

Belajar Muhammadiyah

Dia menegaskan, bagi bangsa Indonesia merah putih tidak sekadar identitas bangsa, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa dan negara.?

“Mari jaga merah putih. Mari jaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red),” pungkas Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Khutbah, AlaSantri, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Kamis, 09 November 2017

Ini Cara Rasulullah SAW Temukan Lailatul Qadar

Sudah hampir separuh ibadah puasa kita lalui. Itu artinya sebentar lagi bulan Ramadhan akan meninggalkan kita. Belum tentu di tahun berikutnya, kita mendapati kesempatan yang sama, yaitu mengerjakan puasa di siang hari dan diberi kesehatan untuk menyemarakkan malamnya dengan beribadah. Karenanya, gunakanlah sisa waktu Ramadhan ini dengan sebaik mungkin. Perbanyaklah ibadah dan amal saleh.

Menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah,

Ini Cara Rasulullah SAW Temukan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Rasulullah SAW Temukan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Rasulullah SAW Temukan Lailatul Qadar

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Belajar Muhammadiyah

Artinya, “Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Berdasarkan hadits ini, dapat disimpulkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang terbaik untuk beribadah. Sebagian ulama mengatakan, Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhannya beribadah pada sepuluh malam terakhir dibandingkan malam sebelumnya.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ibnu Bathal, hadits ini menginformasikan kepada kita bahwa malam lailatul qadar terdapat pada sepuluh malam terkahir Ramadhan. Karenanya, Rasulullah SAW lebih fokus beribadah pada malam tersebut dan menganjurkan umatnya untuk melanggengkan ibadah di malam sepuluh terakhir.

Karena kita tidak tahu secara pasti kapan terjadinya malam lailatul qadar, usahakan setiap malam di sepuluh terakhir diisi dengan memperbanyak ibadah. Usahakan tidak ada satu malam pun yang tidak dihiasi dengan ibadah, supaya malam lailatul qadar tidak terlewatkan. Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan malam terbaik itu. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Lomba, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 04 November 2017

Do’a Melawan Mitos dan Tahayul

Tashdiqun bil qalbi wa iqrarun billisani wa amalun bil arkani, demikian keterangan tentang iman. Yang artinya hati meyakini, lisan mengatakan, dan ? raga bekerja. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Iman menuntut adanya perpaduan dan kesesuaian antara ranah hati, lisan dan raga.

Dengan kata lain, seorang yang beriman tidaklah cukup dengan mengatakannya di lisan saja, tetapi juga harus dibuktikan dengan tindakan dan gerak badan. Dan yang paling penting adalah keyakinan yang tertanam di dalam hati. Akan tetapi dalam kenyataannya memadukan ketiganya bukanlah hal yang mudah. Perlu latihan-latihan dan percobaan. Jangankan menyatukan hati, lisan dan badan, menyatukan lisan dan badan saja terkadang terasa berat. Kalaupun kesesuaian lisan dan badan telah tercapai terkadang hati masih sangsi. Karena itulah muncul istilah al-imanu yazid wa yanqush, bahwa iman itu terkadang penuh terkadang kurang. Terkadang mantap terkadang ragu, terkadang yakin terkadang bimbang.

Semua orang mu’min percaya bahwa Allah swt adalah Tuhan Maha Kuasa dan Perkasa. Tidak ada satu kejadian pun di dunia ini yang luput dari kekuasaa-Nya. Namun keimanan semacam ini seringkali goyah jika berhadapan dengan takhayul dan kepercayaan yang telah lama berakar di tengah-tengah masyarakat. Misalnya seringkali seorang muslim tiba-tiba menjadi ragu melanjutkan perjalanannya karena secara tidak sengaja kendaraan yang ditumpanginya melindas seekor kucing hingga mati. Keraguan itu muncul dari mitos yang meyakini adanya musibah diperjalanan bagi mereka yang menabrak kucing. Atau juga seringkali seseorang terpikirkan hal buruk akan menimpa keluarga hanya karena dirinya secara kebetulan kejatuhan tahi cicak, dan demikian seterusnya.

Do’a Melawan Mitos dan Tahayul (Sumber Gambar : Nu Online)
Do’a Melawan Mitos dan Tahayul (Sumber Gambar : Nu Online)

Do’a Melawan Mitos dan Tahayul

Meskipun mempercayai firasat semacam itu tidaklah termasuk musyrik, tetapi baiknya perasaan demikian segera dibuang. Karena jika dibiarkan akan merusak iman. Dalam hal ini Rasulullah saw sebagaimana dalam kitab Marasil nya Imam Abu Daud pernah bersabda bahwa “seorang hamba tidak jarang terlintas dalam hatinya merasa sial karena suatu kejadian, apabila merasakan hal itu maka ucapkanlah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya:

Aku hamba Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan dari Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Allah. Aku bersaksi bahwasannya Allah Maha Mampu atas segala sesuatu”

Belajar Muhammadiyah

Demikianlah cara Rasulullah saw memberikan solusi kepada masyarakat Arab di lingkungannya sehubungan dengan kuatnya tradisi takhayul pada masyarakat arab (misalnya burung hantu yang membawa sial, syaitan ghaul yang menyesatkan perjalanan, ataupun bulan safar yang dianggap sial dan seterusnya). Artinya firasat buruk yang muncul dalam hati karena adanya satu kejadian alami semacam ini sangatlah manusiawi belaka. Tidak lantas mereka yang merasakan semacam itu dianggap musyrik, tetapi hanya posisi imannya yang berkurang. (Ulil H) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Makam, Nasional, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Rabu, 01 November 2017

Bank Syariah Belum Banyak Dilirik Masyarakat

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Meski operasional perbankan syariah di Indonesia sudah berlangsung cukup lama, namun masih sebagian kecil masyarakat yang melirik produk layanan perbankan tersebut.

Hal itu dikemukakan Deputi Pimpinan Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, Mahmud kepada wartawan usai menghadiri peluncuran kartu kredit syariah "Dirham Card" oleh Bank Danamon Syariah di Surabaya, Jumat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock