Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid mengatakan, dahulu umat Islam Indonesia tertinggal dalam masalah dunia, lalu didirikanlah Perguruan Tinggi Islam untuk dapat memadukan keilmuan umum dan keagamaan.

Menurutnya, untuk menggapai kebahagiaan dan kebaikan hidup di dunia dan akhirat, seseorang juga harus belajar masalah keduniaan tapi dengan motivasi yang tak melulu duniawi.

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat

“Semisal belajar ilmu kedokteran. Niatnya semata-mata karena untuk melayani masyarakat, karena bekerja untuk melayani masyarakat itu berbeda dengan bekerja untuk mencari uang,” ujar pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Belajar Muhammadiyah

Gus Sholah menyampaikan hal tersebut di hadapan mahasiswa dan masyarakat umum Bandung saat menghadiri acara Gema Aswaja Tabligh Akbar Nasional dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Sabtu (24/5) malam, di masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djari, Bandung, Jawa Barat.

Belajar Muhammadiyah

“Makanya kita dituntut untuk meninjau niat kita dalam menuntut ilmu,” katanya.

Gus Sholah menegaskan, umat Islam di Indonesia menjadi acuan negara-negara Islam lain karena dapat memadukan ilmu agama dengan ilmu dunia. “Karena itulah kita mempunyai paham Aswaja yang menjadi Inspirasi umat Islam di luar Indonesia,” tutur Gus Sholah.

Belakangan ini, di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sendiri, kegiatan keagamaan khususnya yang berhaluan Aswaja semakin semarak. Tokoh-tokoh dan mubaligh nasional kerap diundang untuk menghadiri kegiatan di lingkungan kampus. Respon mahasiswa serta masyarakat sekitar juga positif. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, RMI NU, Amalan Belajar Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Belajar Muhammadiyah (28/4).

Belajar Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

Belajar Muhammadiyah

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Kiai, Cerita Belajar Muhammadiyah

Senin, 19 Februari 2018

Tradisi Halal Bihalal

Di tanah kelahiran Islam, Arab Saudi, tradisi halal bihalal justru tak dikenal. Juga di sebagian besar negara-negara muslim di dunia. Dalam Al-Quran dan Hadis, istilah itu juga tak ditemukan. Tradisi ini hanya khas di Indonesia.

Di kampung-kampung, tradisi bermaaf-maafan biasanya dilakukan usai shalat Idul Fitri atau usai berziarah. Mereka mendatangi satu rumah ke rumah lainya, terutama pemilik rumah yang lebih tua atau dituakan seperti para kiai. Si pemilik rumah menyediakan rupa-rupa makanan, biasanya makanan khas, lokal sebagai penghormatan terhadap tamu dan kegembiraan di hari lebaran.

Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Halal Bihalal

Tak hanya di kampung-kampung, tradisi saling bermaaf-maafan ini juga menjadi tradisi rutin yang digelar instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta. Para pemimpin instansi dan perusahaan menjadikan momen halal bihalal sebagai medium bermaaf-maafan kepada karyawan dan bawahannya. Begitu sebaliknya.

Tradisi ini juga dikembangkan dengan menggelar kegiatan khusus berupa pengajian dan mendatangkan penceramah untuk memberi tausiyah atau pesan-pesan agama.

Belajar Muhammadiyah

Makna halal bihalal lebih dekat dengan pengertian saling memaafkan atas segala salah dan khilaf agar bisa kembali menjadi manusia suci.?

Karena itu, perkataan yang biasa dilontarkan, Minal Aidin wal Faizin, semoga termasuk orang-orang yang kembali dan beruntung. Padahal, kata “halal” biasanya terkait erat dengan konteks hukum berarti sesuatu yang diizinkan atau dibolehkan. Tapi untuk konteks halal bihalal, tidak dimaksudkan untuk itu. Tradisi ini salah satu model pribumisasi Islam. (Alamsyah M. Dja’far)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Berita Belajar Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Ayat Kebohongan

Sebagai dai kota, Kiai Durakman beruntung dapat kesempatan ceramah di sejumlah kawasan elite, mulai dari kompleks perumahan anggota DPR sampai kalangan pengusaha.

Ramadhan lalu giliran ia mengisi pengajian tiap Selasa di sekretariat para petinggi partai. Kepada jamaahnya itu, Kiai Durakman mengingatkan, tema pengajian pada pertemuan selanjutnya.

Ayat Kebohongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayat Kebohongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayat Kebohongan

"Selasa depan kita akan membahas tentang kebohongan. Untuk memudahkan pemahaman, saya imbau seluruh jamaah membaca surat Al-Maidah ayat 121 berikut terjemahannya," pintanya.

Belajar Muhammadiyah

Para politisi itu pun serentak menyatakan siap.

Ketika saat pertemuan pekan berikutnya tiba, Kiai Durakman langsung bertanya, "Siapakah di antara bapak/ibu yang sudah membaca al-Maidah ayat 121?"

Belajar Muhammadiyah

Semua hadirin angkat tangan.

Kiai Durakman meringis. "Luar biasa. Padahal surat al-Maidah cuma berisi 120 ayat."

"Baiklah..." Lanjut Kiai Durrakman, "Saya akan mulai pengajian dengan menjelaskan azab-azab bagi orang yang gemar berbohong." (Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Budaya, Sunnah, RMI NU Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Raut wajahnya berbinar saat menerima kami, pegiat media NU. Pagi itu, sesuai jadwal yang disepakati kami diterima di ruang tamu, kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso Peterongan Jombang, Jawa Timur.

KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka

Tidak perlu ada protokoler yang ribet untuk bertemu beliau. Sehingga wawancara berjalan sangat cair dengan diselingi canda khas pesantren. KH Ahmad Dimyati Romly yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan PPDU menjelaskan kepada kami apa saja yang telah disiapkan jelang pelaksanaan Muktamar ke-33 NU, yang kebetulan pesantren ini menjadi salah satu tuan rumah.

"Kami sangat bangga serta tersanjung karena dipercaya sebagai tuan rumah yang akan menyambut peserta Muktamar NU dari berbagai kawasan di tanah air bahkan luar negeri," katanya. Oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan untuk dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi hajatan lima tahunan tertinggi di NU tersebut.

Salah satu yang dilakukan antara lain memanggil para alumni PPDU yang sedang kuliah di sejumlah kampus di tanah air. Disamping melayani kebutuhan para kiai peserta muktamar, keberadaan alumni yang masih muda tersebut sebagai "tenaga pemasaran" sekaligus mengenalkan keberadaan pesantren dengan kelebihan yang dimiliki kepada peserta.

Belajar Muhammadiyah

Meskipun wawancara berlangsung hampir dua jam, namun Kiai Dim, sapaan beliau masih tampak bugar. Suaranya terdengar jelas karena dilakukan dengan penuh semangat. Kedekatan kepada siapa saja tanpa membedakan derajat dan status sosial dibenarkan KH Zaimuddin Wijaya Asad. "Beliau dekat kepada siapa saja," katanya saat dihubungi, Rabu (18/5). Senyampang masih sehat, undangan dari mana saja akan dihadiri, lanjut Gus Zuem, sapaan akrabnya.

Bendahara Umum PPDU ini kemudian menceritakan bahwa Kiai Dim kendatipun sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang demikian dihormati ribuan jamaah, tidak eksklusif. "Kedekatan dengan umat adalah kelebihan dari beliau," ungkap Gus Zuem.?

KH Ahmad Dimyathi Romly meninggal dunia, Rabu (18/5) sekitar pukul 13.00 WIB di RS Airlangga Jombang. Rais Syuriyah PBNU ini meninggalkan 7 orang anak. Kiai Dim akan dikebumikan di komplek makam keluarga di Pesantren Darul Ulum Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Tokoh, RMI NU, Nahdlatul Belajar Muhammadiyah

Gerakan Ayo Mondok, RMINU Jatim Agendakan Safari Ramadhan

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Beberapa hari yang lalu PBNU meresmikan Gerakan Nasional Ayo Mondok di kantor PBNU, Jakarta. Gerakan Ayo Mondok yang dimotori Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) itu telah berhasil menarik perhatian para pengguna di dunia maya, bahkan sempat menjadi trending topic teratas di Twitter.

Gerakan Ayo Mondok, RMINU Jatim Agendakan Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ayo Mondok, RMINU Jatim Agendakan Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ayo Mondok, RMINU Jatim Agendakan Safari Ramadhan

Gerakan Ayo Mondok berawal dari keresahan masyarakat yang bingung memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya, termasuk memilih pesantren yang sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Sering kali para orang tua terjebak kepada pesantren non-Aswaja. "Bukan saja pesantren non-Aswaja tapi ‘pesantren’ sekarang ini sebagian menjadi sarang terorisme," jelas Ketua Pengurus Wilayah RMINU Jatim H Reza Ahmad Zahid saat dihubungi Belajar Muhammadiyah, Kamis (4/6).

Belajar Muhammadiyah

Untuk menghindari gerakan radikalisme atau liberalisme yang terjadi di pesantren, PW RMINU Jatim mendukung gerakan nasional yang diresmikan di kantor PBNU awal Juni lalu.

Belajar Muhammadiyah

Ia menjelaskan, RMINU Jatim pada bulan suci mendatang akan mengadakan safari Ramadlan. Sekolah negeri akan menjadi sasaran dan akan diisi oleh para santri dari berapa pesantren. "Target kita untuk masa percobaan ini hanya lima pesantren. Salah satu pesantren yang pasti adalah Lirboyo, Kediri," jelas Gus Reza, sapaan akrabnya.

Setelah masa percobaan itu, dari sekian pesantren yang menjadi anggota RMINU Jatim diharapkan bersedia menjadi tempat dan memfasilitasi para calon santri.  "Para santri nanti akan kami arahkan ke pesantren yang sesuai dengan ajaran Aswaja," lanjut Gus Reza.

Rencananya, gerakan nasional Ayo Mondok akan ditegaskan kembali di Mukramar ke-33 NU di Jombang mendatang. (Rofi’i Boenawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Kajian Belajar Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Syahrozad Nalfa Nadia (9) dan Avicenna Roghid Putra Sidik (6), dua siswa madrasah ini berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas pada ajang Asian Yout Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura. Di usianya yang belum sampai sepuluh tahun, kedua siswa Madrasah Pembangunan ini sudah mengukir prestasi bahkan pada ajang kompetisi yang diikuti oleh para siswa dari berbagai negara di ASEAN

Kompetisi robotik ini berlangsung dari tanggal 13-14 Maret 2016 kemarin. “Syahrozad Nalfa Nadia dan Avicenna Roghid Putra Sidik meraih Gold Prize medal brick Speed, Gold Prize Medal, Silver Prize Medals Maze Solving Junior, dan Bronze Medal Aerial Robotic Junior,” terang ibunda mereka berdua, Himatul Laily Waisnaini, Selasa (15/03) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura

Laily mengaku kaget sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih kedua anaknya. Menurut Laily, kebanggaannya semakin terasa karena dia merasa bahwa pilihan ? untuk menitipkan pendidikan ? anaknya di madrasah tidaklah keliru. Selain belajar agama, di madrasah anak-anaknya juga belajar dan dilatih ilmu sains dan teknologi.?

“Saya terharu, saya melihat langsung disana,” tururnya singkat, Selasa (15/03). Atas prestasi yang diraihnya, lanjut Laily, Ocha bahkan didaulat panitia membacakan puisi ? Dzikir karya D. Zawawi Imron pada acara penutupan ajang robotic tersebut. “Saat Ocha membaca puisi, suasana menjadi hening,” tukas Laily.

Selain Ocha dan Avicenna, Andi Faiz Naufal Zain yang mewakili Madrasah Pembangunan UIN Jakarta tampil di tim senior juga berhasil meraih Gold Prize Medal Robot Kreatif dan BPM Animal Robotic. ? Tim MTs Negeri Pamulang juga berhasil mengukir prestasi pada ajang lombat robot ini. ? Ibrahim dan Ridho berhasil meraih Gold Prize Medal Soccer Senior, sedangkan ? Nisa dan Nadya meraih Special Award Robot Kreatif dan Animasi. ? Siswa lainnya bernama Raka mendapat GPM Soccer Senior.

Belajar Muhammadiyah

Dari total 10 cabang yang dilombakan, siswa madrasah berhasil memborong 9 piala. Merekapun kembali ke Indonesia dengan status sebagai juara umum ? ajang kompetisi robot Internasional ? di Singapura. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri, RMI NU, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock