Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Toleransi tidak cukup hanya dipahami dan dilakukan tetapi juga dibutuhkan. Karena kita beragam, maka sesuatu yang beragam ini membutuhkan sesuatu untuk disikapi dengan toleransi. Toleransi ini adalah kebutuhan, di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut. Sehingga masing-masing kita tetap harmonis dan ada dalam keselamatan.

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional yang mengetengahkan tema Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk yang diselenggarakan Pusat Studi Agama-Agama Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Rabu (10/8). Menag mengapresasi tema yang diangkat, karena sangat sesuai dengan konteks Indonesia yang plural.

"Ini yang saya maknai dengan toleransi," jelas Menag.

Dalam pandangannya, dalam iklim kita, toleransi ini sangat dinamis karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuknya. Belakangan ini, persoalan toleransi ini sangat kompleks karena kita hidup di dunia yang tanpa batas, kita hidup didunia yang mendunia (menglobal). Daratan menjadi menyusut tetapi manusia bertambah banyak, sehingga banyak persaingan yang muncul dan menjadi semakin ketat.

"Dengan era digital yang menjadi kebutuhan manusia, menjadikan persaingan semakin erat. Kehidupan sekarang menjadikan banyak orang semakin stres (bahkan dimulai ketika bangun tidur). Saya ingin menggambarkan bahwa tekanan kita sebagai manusia semakin berat. Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan? Karena saat ini banyak orang yang mudah tersulut emosi dengan hal-hal yang kecil bukan urusan prinsipil," ujar Menag.

Belajar Muhammadiyah

Tantagan yang dihadapi dalam masyarakat majemuk ini, ujar Menag, adalah tentang pemahanan kita tentang toleransi itu. Ada pengertian di dalam beberapa agama yang memiliki pemikiran bahwa semua orang harus menjadi sama (homogen), tetapi menurut Menag bukan itu yang menjadi keinginan Tuhan.

"Dalam agama saya mengajarkan bahwa Tuhan itu menghendaki keberagaman. Perlu dibedakan sisi dalam dan luar. Sisi dalam adalah hal yang berdasarkan tentang esensial dari agama, sisi luar adalah yang lahiriah (cara peribadatan)," ucap Menag.

Berbicara dari sisi luar, terang Menag, banyak cara beribadah (dalam satu agama saja, banyak cara kita beribadah). Tetapi jika berbicara sisi dalam, dalam setiap agama sama, misalnya berbicara tentang keadilan, HAM, persamaan di depan hukum, jangan mencuri, dan lainnya.

Belajar Muhammadiyah

"Setiap agama memiliki esensi yang sama, sehingga tantangan yang harus diwujudkan setiap agama adalah berbicara tentang sisi dalam yaitu tentang esensi. Sehingga toleransi dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat. Konflik yang sering muncul adalah karena sisi luar dari setiap agama banyak dimunculkan," ucap Menag.

Tantangan yang lain, lanjut Menag, adalah terlalu berlebihan memaknai toleransi. Karena terlalu semangat bertoleransi menyebabkan agama menjadi sama dan tidak dapat dibedakan. Perilaku membangun toleransi dapat mendapatkan ancaman ketika toleransi dipahami secara berlebihan sehingga keyakinan itu menjadi terganggu.

"Prinsipnya adalah toleransi tetap terjadi, namun aqidah setiap agama tetap terjaga. Inilah yang harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar kehidupan yang beragam tetap terjaga," tutur Menag. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kiai Belajar Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Pondok Pesantren VII dan MTQ Internasional I antar lembaga-lembaga Al-Qur’an di Pontianak Kalimantan Timur pada Oktober 2011 mendatang.



Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Khusus untuk persiapan MTQ Internasional I, PP JQH NU akan mengadakan studi banding ke Mesir pada saat diberlangsungkannya MTQ Internasional di sana, pada 29 Agustus hingga 5 September 2010 mendatang.

Rombongan yang akan berangkat ke Mesir antara lain Ketua Umum PP JQH KH A. Muhaimin Zen, Pengurus PP JQH Hj. Khadijatus Sholihah, Sekretaris PW JQH Kaltim Muhammad Zuraini Ikhsan, dan Bendahara PW JQH Kaltim Hj. Sri Wahyuni.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ketua Umum PP JQH KH Muhaimin Zen, rombongan akan berangkat ke mesir pada Sabtu, 28 Agustus dan akan mengikuti pelaksanaan JQH hingga usai. Selain memimpin studi banding, dirinya juga bertindak sebagai pembina peserta MTQ Internasional Mesir dari Indonesia.

Adapun materi studi banding yang dilakukan meliputi sistem penyelenggaraan, sistem rekrutmen peserta, sistem perhakiman, tata tertib peserta, pedoman standar peraturan kejuaraan serta hak dan kewajiban peserta.

?

Belajar Muhammadiyah

“Untuk keperluan studi banding itu kami akan bekerjasama dengan KBRI setempat dan PCINU di Mesir,” kata Muhaimin Zen di kantor PP JQH, lantai 4 PBNU Jakarta, Senin (23/8).

Diharapkan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internaional di Mesir ini dapat menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan MTQ Internasional yang dilaksanakan PP JQH di Kaltim tahun depan.

Selain ke Mesir, rencananya PP JQH dan PW JQH Kaltim juga akan mengadakan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internasional di empat negara, yakni Arab Saudi, Jordan, Libya, dan Malaysia. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Meme Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Jakarta, Belajar Muhammadiyah
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholars-ICIS II) siap digelar.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dan Raja Yordania Abdullah II, sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir pada hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar 20-22 Juni mendatang di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Kepastian itu didapat sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/6)

PBNU, ungkap Hasyim, juga telah mengundang Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) Javier Solana dan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. “Kita juga telah mengundang Vatikan (Paus Benediktus XVI). Namun sampai sekarang belum ada jawaban, mudah-mudahan besok sudah ada jawaban,“ ungkapnya.

Selain itu, imbuh Hasyim, hampir seluruh peserta dari luar negeri juga sudah menyatakan siap untuk hadir pada acara tersebut. “Dari 57 negara yang kita undang, 53 negara sudah menyatakan siap hadir,“ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana ICIS II, Rozy Munir mengungkapkan bahwa konferensi internasional tersebut akan di buka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

“Presiden (SBY) menyatakan akan membuka acara ini. Hal itu terungkap saat kita (PBNU) mengadakan audiensi dengan beliau beberapa waktu lalu,“ terang Rozy.

Redakan Konflik Timur-Barat

Menurut Hasyim, agenda utama dari ICIS II adalah membahas upaya peredaan konflik antara dunia Timur dan Barat.

Konflik antara Timur dan Barat, tegas Hasyim, bukanlah konflik agama, sebagaimana hal itu dipahami selama ini. “Konflik Timur dan Barat itu adalah konflik hegemoni politik dan ekonomi dari Barat, bukan konflik agama,” tegasnya.

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini menambahkan, persoalan ketegangan di antara sesama umat Islam, baik di Indonesia maupun di luar negeri, juga akan menjadi perhatian dalam konferensi yang akan diikuti sekitar 300 peserta ini.

“Konflik antara Hamas dan Fatah di Palestina, Syiah dan Sunni di Iran, dan lain sebagainya juga akan dibahas,“ terang Hasyim.

Akomodir Semua Madzhab

Penyelenggaraan ICIS, kata Hasyim, berbeda dengan konferensi semacamnya. ICIS, menurutnya, akan mengakomodir semua madzhab di dalam Islam. “Kalau konferensi lainnya hanya berkutat pada satu madzhab saja, maka di ICIS ini semua madzhab kita undang, asalkan bisa berpikir moderat,“ terangnya.

Tak hanya itu. Pesertanya pun merupakan perwakilan dari ulama atau cendikiawan dari masing-masing negara. “Pesertanya adalah ulama yang muktabar atau yang signifikan untuk mengikuti konferensi ini,“ ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Daerah Belajar Muhammadiyah

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Rabu, 07 Februari 2018

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini hadir memberikan motivasi kapada korban bencana banjir di kampung Cipinang Muara Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak dan keluarga korban pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi musibah.

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

"Kita harus sabar namun tetap optimis bahwa semua ada hikmahnya. Yang penting jangan putus asa," jelasnya, Rabu.

PBNU, lanjut Helmy, telah mengirimkan relawan yang dimotori oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU). Sebanyak puluhan personil diturunkan ke lokasi yang tersebar di beberapa titik sejak Ahad (19/2).

"PBNU memprioritaskan program-program kemanusiaan. Beberapa waktu lalu di Pidie Jaya, Aceh dan juga Brebes. Sekarang kita di Jakarta," jelas Helmy.

Saat dikonfirmasi, Ketua PP LPBI NU, Ali Yusuf mengatakan bahwa LPBI NU pusat dibantu oleh LPBI NU DKI Jakarta yang memiliki Tenaga relawan yang dari kalangan santri (Santri Siaga Bencana).

Belajar Muhammadiyah

"Kami sudah turun sejak hari minggu. Kami dibantu oleh realawan Sntri Siaga Bencana yang merupakan bagian dari LPBINU DKI Jakarta," jelas Ali.

Jenis bantuan yang diberikan oleh LPBINU adalah sembako dan juga kebitujan sekolah. "Kami prioritaskan sembako san juga alat-alat sekolah," pungkas Ali. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Daerah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Alissa Wahid, putri pertama Gus Dur menyampaikan sambutan atas nama keluarga dalam acara haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-7 di komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (23/12).

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian

Pada kesempatan tersebut, Alissa mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para hadirin, khususnya kepada presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menurutnya, haul adalah tradisi Nahdlatul Ulama, yakni bagaimana mengambil pelajaran dari para pendahulu kita. Lebih lanjut, untuk haul kali ini sangat bermakna karena bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sesuai dengan tema yang diangkat haul pada kali ini, Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Kata Alissa, Perdamaian bagi Gus Dur itu bukan statis, melainkan dinamis dan harus terus dipelihara. Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.

“Yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda jangan disama-sama-kan!” tegasnya menirukan Gus Dur.

Belajar Muhammadiyah

Hadir pula pada haul ini, mantan Wapres Budiono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, KH ? Said Aqil Siroj, Kapolri Jendral Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantio, Habib Umar Muthohar, Acep Zam Zam Noor, Frans Magnis Suseno, Sabam Sirait dll.(Husni Sahal/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Jember, Belajar Muhammadiyah



Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak pernah sunyi dari prestasi. Lima hari yang lalu, tim dari SMA Nuris berhasil meraih juara dua Lomba Robotika Follower di Universitas Brawijaya, Malang. 

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Tim yang terdiri dari Nur Indrayanto, M. Firma Ramadhan dan M. Iqbal Abdullah tersebut cukup piawai dalam membuat robot, sehingga dapat mengalahkan robot lainnya karya berbagai SMA favorit di Indonesia.

Tahun lalu, wakil SMA Nuris juga berprestasi dengan merengkuh juara tiga Lomba Robotika Follower di Malang setelah mengalahkan peserta dari Jawa dan Bali

Kendati demikian, untuk mencapai prestasi itu tidaklah mudah. Menurut M. Firma Ramadhan, salah satu tahapan yang harus dilalui adalah presentasi. Lalu diseleksi hingga menjadi 8 tim, setelah menyingkirkan 15 tim lainnya. Akhirnya tersisa 8 tim, lalu mengerucut menjadi 4 tim. Di situlah, kemudian ditentukan juaranya. 

Belajar Muhammadiyah

"Alhamdulillah, robot kami lancar saat mengikuti garis, dan tidak pernah error dan berjalan dengan baik, karena sensornya bekerja," ucapnya di Nuris, Kamis (9/11).

Sementara itu, Kepala SMA Nuris, Gus Robith Qoshidi menegaskan bahwa robotika merupakan salah satu program tekonologi di Nuris, di samping teknologi inovasi, teknokogi otomotif dan sebagainya. 

Sejauh ini Nuris terus memacu anak didiknya untuk mengeksplore bakat dan kemampuannya di bidang sains, dengan mendirikan Madrasah Sains (M-Sains). M-Sains memberi wadah sekaligus menggali bakat siswa-siswi di berbagai bidang unggulan ektrakurikuler. Hasilnya, anak didik Nuris seringkali meraih juara di berbagai ajang nasional maupun internaional.

"Kami ingin terus mendorong agar santri juga punya kemampuan di bidang sains karena santri dan pesantren juga mampu untuk itu," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Wonogiri, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IV di Pondok Pesantren Al Amanah Sempon, Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri, Ahad (12/1). Sebanyak 450 pengurus NU dari 24 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan 73 Pengurus Ranting NU se-Kabupaten Wonogiri hadir dalam perhelatan akbar ini.

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Bersamaan dengan acara tersebut, Bupati Wonogiri melalui Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonogiri, Sulardi berpesan agar warga NU menyukseskan pesta demokrasi tahun ini dengan cara menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 mendatang.

Ketua PCNU H. Mubarok mendukung dan mempersilakan semua warga NU memilih partai apa saja yang bisa menjadi penampung aspirasinya.”Karena NU ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Oleh karena itu NU mempersilakan warganya untuk menyampaikan aspirasi politiknya di manapun yang dikehendaki,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Tampak hadir pula Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Prof Dr Abu Hafsin, Wakil Ketua PWNU Jateng Syamsudin Asrofi, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Setyo Nugroho, Kepala Kantor Kemenag Syafrudin, dan pejabat Kecamatan Jatisrono.

Belajar Muhammadiyah

Panitia Penyelenggara H Ahmad Farid menyampaikan, acara yang digelar 5 tahunan ini akan memilih kepengurusan Cabang NU Kabupaten Wonogiri masa bakti 2014-2019 dan merumuskan paradigma baru dalam merespon perubahan-perubahan sosial yang ada dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bersih dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin dalam pengarahannya merasa bangga atas keberhasilan NU di Kabupaten Wonogiri yang dalam kurun waktu 20 tahun ini telah tumbuh berkembang dengan pesat.

“Dulu tahun 1994 saya datang ke Wonogiri tidak pernah ada konferensi, ketua syuriah dan tanfidziah dirangkap satu orang, MWC hanya berupa majelis taklim dan belum ada pengurus di tingkat ranting, sekarang perkembangan NU di Kabupaten Wonogiri sudah sangat besar. Jika dilihat dari faktor geografis dan budayanya, saya yakin Kabupaten Wonogiri ini akan lebih cocok berdampingan model Islam NU yang bisa berjalan sejajar dengan tradisi budaya Wonogiri,” terangnya.

Menurut Abu Hafsin, kecocokan ini disebabkan karena Islam NU adalah islam yang inklusif bukan Eksklusif. Yang artinya Islam yang sangat toleran dengan budaya lokal yang tidak begitu saja mengatakan bid’ah dan musyrik terhadap segala sesuatu.  (Yuni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kajian, News Belajar Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

IQRA Ajak Anak-anak Berhaji

Rembang, Belajar Muhammadiyah. Ikatan Guru Raudhotul Atfal (IGRA) Kabupaten Rembang, Selasa pagi (8/10) ajarkan manasik haji, kepada 3.200 anak? di gedung haji jalan pemuda Desa Rumput malang Rembang.

Pesrta terdiri dari 68 TK dan RA di Rembang. Kegiatan 70 persen yang dipenuhi? kaum anak itu, sengaja di gelar sebagai pembelajaran wajibnya melaksanakan ibadah yang menjadi rukun Islam kelima.

IQRA Ajak Anak-anak Berhaji (Sumber Gambar : Nu Online)
IQRA Ajak Anak-anak Berhaji (Sumber Gambar : Nu Online)

IQRA Ajak Anak-anak Berhaji

Ketua Ikatan Guru Raudhotul Alfal Nur Yani menjelaskan, pihaknya sengaja menyelenggarakan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan pengetahuan tatacara pelaksanaan ibadah haji.

Belajar Muhammadiyah

Dengan adanya kegiatan itu, lanjut Nur Yani, diharapkan masyarakat menjadi tahu pentingnya memberikan pengajaran kepada anak, agar dia bisa tau wajibnya melaksanakan rukun Islam ke lima sejakusia dini.

Lebih lanjut Ketua yang bertempat tinggal di Jl. Bisri Musthofa No. 3 Rembang itu memaparkan, IGRA di bentuk tahun 2000 lalu.

Belajar Muhammadiyah

Semuanya guru tergabung Ikatan Guru Raudhotul Atfal adalah pengelola RA dan TK? kementrian agama (Kemenag) Rembang, yang terdiri dari 2 PNS dan 182 non PNS se- kabupaten Rembang.

Dengann adanya kegiatan semacam ini, Nur Yani berharap bisa memaksimalkan pembelajaran dan pengetahuan anak asuh para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhotul Atfal. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Penasihat Menteri Besar Selangor Khalid Jaafar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12) sore. Ia mengaku tertarik dan mengapresiasi ajaran dan kiprah Nahdlatul Ulama selama ini.

Kedatangan Khalid disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan Wakil Sekjen PBNU Suwadi D Pranoto.

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

“Rencananya kami ingin mendirikan Nahdlatul Islam, Nahdlatul Ulama Malaysia, yang sama-sama mengerakkan sisi Islam Nusantara,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah sesaat selepas pertemuan.

Belajar Muhammadiyah

Di negaranya, kata Khalid, memang telah berdiri dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia tetapi itu mewadahi sebatas warga negara Indonesia, baik yang sedang menempuh studi maupun berstatus sebagai tenaga kerja Indonesia. Ia mengatakan ingin membentuk organisasi “Nahdlatul Ulama” versi Malaysia.

Belajar Muhammadiyah

Mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mendukung Islam Nusantara yang menjunjung tinggi nila-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth, dan i’tidal (moderasi). Menurutnya, Nusantara juga meliputi Malaysia, termasuk juga Kamboja, Thailand, dan lainnya.

“Bukan berarti kami menolak yang lain, tapi kami rasa Ahlussunnah sesuai dengan karakter wilayah kami,” imbuhnya.

Ditanya soal sebaran paham keagamaan yang berkembang di Malaysia, Khalid berujar, “Ancaman ekstemisme tidak begitu besar, tapi kita tidak boleh kita pandang kecil. Makanya kita perlu suarakan tradisi toleransi yang dalam Nahdlatul Ulama disebut tawassuth.”

Direktur Institut Kajian Dasar (IKD) Kuala Lumpur ini mengaku percaya Islam di Asia Tenggara lebih menjanjikan masa depan dibanding dengan Islam di Timur Tengah. Ditengok dari pertumbuhan ekonomi dan demokrasi, katanya, Asia Tenggara termasuk cukup baik.

Dalam pertemuan itu, KH Said Aqil Siroj menjelaskan kedekatan NU dengan muslim negara-negara tetangga, salah satunya dengan memberi mereka beasiswa untuk studi di perguruan tinggi-perguruan tinggi NU. Pertemuan juga menyinggung soal fenomena intoleransi, Wahabi, Syiah, dan Ahmadiyah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sunnah, Daerah, Warta Belajar Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Tanggal 17 Desember nanti merupakan hari Rabu terakhir bulan Shafar 1436 H atau lazim disebut "Rabu Wekasan”. Pada hari itu, umat Islam perlu melaksanakan amalan-amalan kebaikan seperti berdoa, bersedekah, ataupun shalat sunnah untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT.

Demikian yang disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Syaroni dalam acara pengajian rutin Tafsir Al-Quran di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat pagi  (5/12).

Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan

Kiai Syaroni mengutip penjelasan dalam kitab al-Jawahir al-Khams bahwa Allah akan menurunkan 320.000 musibah setiap tahun dalam hari Rabu wekasan. Karenanya, para ulama selalu mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dengan meminta keselamatan kepada-Nya.

Belajar Muhammadiyah

 

"Yang mendatangkan balak (musibah) itu yang mendatangkan Allah, maka kita harus mendekat meminta kawelasan (kasih sayang) dari Allah," terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Jangan Ngawur

Dalam menjalankan amalan Rabu Wekasan, ulama kharismatik asal Kudus ini mengingatkan supaya tidak melenceng jauh dari ajaran agama Islam. Di antara yang lazim dilakukan, kata Kiai Syaroni, adalah membaca doa Rabu Wekasan, melaksanakan shalat sunnah dan banyak sedekah.

 

"Jangan sampai amalannya ngawur, harus berdasarkan tuntunan agama. Semua amalan ini bertujuan untuk tolak balak," ujar Kiai Syaroni.

Pada Rabu Wekasan, umat Islam disunnahkan mandi tolak balak dan shalat empat rakaat dengan dua salam. Dalilnya shalat, terang Kiai Syaroni, ayat Al-Quran yang artinya wahai orang Islam minta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.

 

"Tetapi harus ingat, istilah shalat Rabu Wekasan itu tidak ada. Jadi kita semua bisa shalat sunnah seperti shalat hajat, tahajud, maupun lainnya,"tandas Kiai Syaroni.

 

Dalam berdoa, jelas Kiai Syaroni, terdapat etika atau cara lain yakni menulis kalimat berbahasa Arab yang berisi beberapa ayat al-Quran mengandung doa  dengan awalan kata "salamun". Seperti, ayat salamun qoulan min rabbir rahim, salamun ala nuuhin fil alamin, salamun ala ibrohim, salaamun ala musa waharuun dan seterusnya.

 

"Kalimat itu di tulis di atas kertas dengan niat berdoa meminta keselamatan dan kawelasan Allah. Lalu dicampur air dan dibacakan doa Rabu Wekasan sehingga airnya disebut ‘air salamun’. Amalan semacam ini diperbolehkan," imbuh Kiai Syaroni di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi Masjid al-Aqsha Menara Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta, Berita, Daerah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Ini Sejumlah Ciri Islam Nusantara

Wartawan Belajar Muhammadiyah Ahmad Asmu‘i menemui Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang KH Adib Bisri Hattani (Gus Adib) di jalan KH Bisri Mustafa, Leteh, Kabupaten Rembang. Keduanya terlibat dalam diskusi seputar wajah Islam Nusantara. Berikut ini petikan dialog keduanya.

Gus, apa yang menyebabkan perbedaan Islam Nusantara dan Islam di Timur Tengah?

Ini Sejumlah Ciri Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sejumlah Ciri Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sejumlah Ciri Islam Nusantara

Sebetulnya banyak hal yang membedakan antara Islam di Nusantara dan negara Islam yang ada di Timur Tengah. Lebih tepatnya letak geografis juga berpengaruh terhadap pola perkembangan dan sifat-sifat keagamaan dari satu negara satu ke negara yang lain.

Meskipun kemudian tidak sampai perbedaan itu membawa hal yang asasi. Hal yang asasi misalnya shalat, kewajiban shalat. Setiap umat Islam di berbagai negara semua sama dalam hal shalat. Hal asasi lainya seperti zakat, dan sebagainya. Tidak ada yang berbeda.

Belajar Muhammadiyah

Dalam perkembanganya kemudian ada hal-hal yang menjadi berbeda dengan Islam yang ada di Nusantara. Misalnya ketakziman terhadap ulama, penghormatan terhadap guru, dan penghormatan terhadap orang lain.

Belajar Muhammadiyah

Dalam hal penghormatan budaya Islam di Nusantara memberikan pembelajaran adat ketimuran kepada generasi muda. Contoh tatakrama antara murid dan seorang guru. Misalnya ada seorang murid mempunyai guru yang bernama amin. Etikanya si murid memanggil gurunya dengan sebutan “Pak Amin?”

Lalu yang benar seperti apa Gus?

Yang benar etika seorang santri dan murid memanggilnya harus “Pak Guru”, bukan “Pak Amin.”

Siap yang mengajarkan etika santri seperti itu Gus?

Ini sudah menjadi tradisi sejak zaman Syekh Hasyim Asyary. Jadi ini merupakan budaya dan tradisi NU.

Apa saja yang membuat Islam di Nusantara dan Timur Tengah tampak berbeda?

Ada banyak hal yang membedakan Islam di Nusantara dan di Timur Tengah. Contoh yang membedakan Islam di berbagai belahan dunia di antaranya sifat-sifat kesukuan, sifat kekabilahan, dan beberapa lainya. Ini yang membuat Islam terasa berbeda di belahan dunia bahkan antarnegara.

Di Timur Tengah kedua sifat ini sangat mempengaruhi gaya beragama yang ada di sana.

Yang paling menonjol membedakan Islam di Nusantara dan yang ada di Timur Tengah Gus?

Ini yang sangat penting yaitu cara pengelolaan konflik di suatu Negara Islam. Nah ini yang menjadi penting yang membedakan negara Islam di Nusantara dan di Timur Tengah adalah bagaimana mengelola suatu konflik.

Kenapa demikian Gus?

Model pengelolaan konflik di Timur Tengah dianggap sebagai konflik agama. Misal Islam, Syiah versus Suni dan lain sebagainya. Kemudian orang yang tidak memahami kondisi di Timur Tengah menganggap bahwa konflik yang terjadi merupakan konflik agama.

Orang kemudian mencari alternatif Islam yang lain karena salah pemahaman. Padahal konflik yang terjadi di Timur Tengah adalah murni konflik politik membawa nama agama.

Apakah gaya beragama dari Timur Tengah dapat diterapkan di Nusantara seutuhnya Gus?

Tidak, karena gaya beragama Islam yang ada di Timur Tengah hari ini belum tentu semurni apa yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW tempo dulu.

Apa ketidakmurnian ini salah?

Tidak, ini sunatullah. Ini sudah terjadi dan merupakan proses yang sejak awal sudah diantisipasi oleh kanjeng Nabi Muhammad Saw. Sejak dini Rasulullah Saw sudah memberikan batas-batas.

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kajian, Kyai Belajar Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Banda Aceh, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh mengelar rapat bersama pengurus di kantor PWNU setempat, Selasa (19/11) kemarin dalam rangka penyambutan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ke Aceh pada akhir bulan ini.

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Rapat kali ini dihadiri beberapa sesepuh PWNU Aceh. Tgk. Asnawi, Sekretaris PWNU Aceh mengatakan, Ketum PBNU dijadwalkan akan menghadiri kunjungan ke Aceh pada Tanggal 29 November 2013 dalam rangkaian kegiatan diantaranya akan bertindak sebagai pemateri pada acara Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh panitia Mubes ke-II PB Huda Aceh.

Tgk. H. Faisal Ali, Ketua PWNU Aceh mengatakan, Ketum juga akan memberikan taushiyah kepada warga Nahdiyin di provinsi Aceh sehari setelah acara Huda.

Belajar Muhammadiyah

Selain membahas tentang penyambutan Ketum dalam rapat tersebut pengurus PWNU Aceh juga membahas tentang perkembangan lembaga pendidikan NU, kata Abu Faisal. (Tgk Muslem/Anam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Amalan, Syariah Belajar Muhammadiyah

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting

Pamekasan, Belajar Muhammadiyah. Para pengurus IPNU-IPPNU Kadur resmi dilantik di Pesantren Miftahul Anwar, Klompok, Pamoroh, Kadur, Pamekasan, Jumat (21/4). Pelantikan dikemas dengan seminar ke-NU-an bertema "Membangun Generasi NU untuk Mempertahankan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah".

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting

Usai dilantik, Ketua PAC IPNU Kadur Taufiqurrahman mengaku siap berkomitmen akan berjuang keras bersama rekan-rekanita lainnya untuk memajukan organisai pelajar NU di Kecamatan Kadur.?

"Sebelum dilantik, kita sudah bergerak membentuk Pimpinan Ranting. Sudah banyak yang terbentuk, seperti Pimpinan Ranting Bangkes, Pamaroh, Pamoroh, Kertagena Laok, Kertagena Tenga, Kadur, Kertagena Daya," paparnya.

Tinggal tiga desa yang belum dibentuk: Bungbaruh, Sokalelah, dan Gagah. Taufiq memastikan, ketiga desa tersebut dalam waktu dekat akan dibentuki pimpinan ranting.?

Belajar Muhammadiyah

"Kami sudah mantap untuk belajar, berjuang, dan bertaqwa," tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Pembina PAC IPNU-IPPNU Kadur yang mantan Ketua PAC IPNU Kadur tahun 2011 Faisol Ansori menegaskan, dengan adanya pelantikan ini, pihaknya berharap pelajar NU mempunyai semangat baru yang tidak kalah dengan semangat senior-seniornya.

"Teruslah bergerak dan mengalir, jangan pernah berhenti bergerak. Agar adik-adik sekalian mampu menjadi air obat pelepas dahaga bangsa Indonesia," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba, Daerah, Doa Belajar Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Berani untuk Tidak Menjawab

Oleh Sahal Japara





Berani untuk Tidak Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Berani untuk Tidak Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Berani untuk Tidak Menjawab

Akhir-akhir ini, sering kali muncul anggapan bahwa seorang ustadz atau ulama, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dan menyelesaikan segala persoalan. Segala hal ditanyakan, dari persoalan keagamaan, politik, sampai fenomena alam. Seolah-olah para ustadz dan ulama selalu tahu segala hal. 

Bagaimana hukumnya ini dan itu? Bagaimana solusi atas persoalan ini dan itu? Bagaimana caranya mengatasi banjir dan tanah longsor? Bagaimana caranya menata kota supaya tidak macet? Adalah contoh pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh khalayak kepada para ustadz atau ulama. Dan anehnya, masih ada saja, ustadz atau ulama yang berani menjawab pertanyaan yang sebenarnya bukan kapasitas mereka untuk menjawabnya.

Ketika seseorang yang bukan ahlinya dimintai pertimbangan atau jawaban atas sebuah permasalahan, tentu jawabannya akan lahir tidak didasarkan kepada ilmu. Dan ini sangat berbahaya, bagaikan orang buta meminta dituntun oleh orang buta. 

Belajar Muhammadiyah

Ustadz atau ulama, adalah ahli agama, meskipun ada juga yang memiliki keahlian lain. Jika seorang yang ahli agama ditanyai tentang urusan yang bukan ahlinya, seperti sebab-sebab banjir, atau peristiwa alam yang lain, dan dimintai solusi atasnya, tentu jawabannya akan didasarkan kepada hal-hal yang bersifat agamis, seperti: banjir datang karena kita sering maksiat, dan solusinya supaya tidak banjir adalah kita beristighfar, bertaubat dan berdoa kepada Allah agar tidak menurunkan banjir.

Jawabannya bagus, sarat akan nilai religius, tapi kurang pas untuk dijadikan sebuah jawaban riil yang mampu menyelesaikan problematika masyarakat. 

Menurut Mbah Sholeh Darat, orang yang mengurus sesuatu yang bukan urusannya itu sama halnya seperti orang ghasab, sebab menggunakan sesuatu yang bukan miliknya, dan itu tidak diperkenankan oleh agama. 

Belajar Muhammadiyah

Mbah Kiai Sahal, dahulu mencetuskan gagasan Ijtihad Jamai, yakni sebuah ijtihad dalam menjawab persoalan umat, yang dilakukan secara kolektif dengan menghadirkan tokoh-tokoh dan pakar-pakar di bidangnya masing-masing. Artinya, sebuah fatwa fiqih atau keputusan hukum, tidak hanya lahir dari seorang kiai, tetapi juga dilahirkan secara bersama-sama dengan berbagai pakar yang terkait dengan persoalan tersebut. Jika di bidang kesehatan, maka harus mendatangkan dokter. Jika di bidang pendidikan, maka harus mendatangkan guru dan praktisi pendidikan.

Upaya mengumpulkan pakar menjadi satu, untuk memecahkan sebuah persoalan, merupakan sebuah pertanda bahwa Kiai Sahal memandang adanya kekurangan dalam diri ustadz, ulama, atau kiai yang harus dilengkapi oleh yang lain. Atau ada hal-hal yang memang tidak bisa dijawab oleh mereka, sehingga harus dipasrahkan kepada orang lain. 

Imam Ahmad bin Hanbal, ulama besar Islam yang terkenal di bidang hadits dan fiqih saja, ketika ditanyai persoalan-persoalan yang sesuai dengan kapasitasnya, seringkali menjawab: aku tidak tahu (? ? ? ?), aku tidak pernah mendengar tentang hal itu (? ?), aku tidak berani berfatwa tentang hal itu (? ? ? ? ?), bertanyalah kepada orang lain (? ?), bertanyalah kepada para ulama (? ?), ini sebuah persoalan yang sulit (? ?), aku ingin selamat (? ?), maaf aku tidak bisa menjawab (? ? ?).

Sekelas Imam Ahmad yang kitab-kitabnya dijadikan referensi inti kajian-kajian keislaman saja jawabannya sedemikian hati-hati, padahal pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat sesuai dengan kapasitas dan bidang beliau. Apalagi kita yang bukan siapa-siapa? Tentunya harus lebih sangat amat ekstra hati-hati. 

Semoga kita semua senantiasa diberikan keberanian untuk tidak menjawab atau berkomentar, di zaman siapa pun bebas berkomentar dan berfatwa, atas persoalan yang bukan kapasitas kita untuk menjawabnya.

Sebab, orang yang paling berani dan sembarangan dalam berfatwa, adalah orang yang paling berani masuk neraka.

? ? ? ? ? ?.... 





Wallahul mustaaaaan....





(Penulis adalah Alumni Perguruan Islam Mathaliul Falah, Kajen)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Daerah, Sejarah Belajar Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2017

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Bojonegoro, Belajar Muhammadiyah. Dalam acara silaturrahim dan buka puasa bersama PCNU, Lembaga, Lajnah dan badan otonom di gedung lantai dua kantor setempat, Ahad (12/7) lalu. Pengurus NU Cabang Bojonegoro memberikan sosialisasi Ziaroh Islam Nusantara (ZIN).

Sebelumnya Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro, Maimun Syafii memberikan ceramah dan mengingatkan pengurus yang hadir, tentang ibadah serta berkhitmat pada NU. Selain itu, menjalin ukhuwah Islamiyah itu sangat penting.

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed sedikit memberikan pengetahuan tentang kegiatan Muktamar NU di Jombang mendatang. Namun ia menerangkan bahwa  kegiatan yang pertama dan bermanfaat bagi NU, yakni sosialisasi ZIN.

Belajar Muhammadiyah

"ZIN ini baru dibuka kegiatan ziarah. PCNU, MWC NU dan Ranting hendaknya memberikan informasi saja. Yang mau ziarah, PCNU menyiapkan bus," ujarnya.

Mantan ketua ISNU Bojonegoro itu juga memastikan, fasilitas ziarah harganya dibawa rata-rata. Bagi MWCNU yang mau menyosialisasikan ZIN ke para jamaah akan mendapat imbalan Rp 600 ribu setiap bus.

Belajar Muhammadiyah

Tetapi jika tidak merespon, maka tim PCNU akan terjun langsung sendiri ke ranting-ranting. "Jangan sampai NU yang mengadakan kegiatan, tapi pihak lain yang untung. Sehingga dengan adanya ini, semua pengurus NU dapat memperoleh berkahnya," imbuhnya.

Selain itu rencananya setelah ramadan nanti, PCNU Bojonegoro juga akan meluncurkan Baitul Mal Watanmil (BMT). Ia berharap kedepannya setiap MWCNU akan mempunyai BMT.

Dalam acara tersebut juga diberikan pengetahuan, sikap NU terkait penentuan idul fitri. Tetapi intinya NU akan menunggu hasil rukyat Lajnah Falakiyah PBNU dan Pemenrintah meskipun Muhammadiyah sudah memastikan hari Raya Idul Fitri 17 Juli. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Bahtsul Masail, Daerah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

RSI Siti Hajar Beri Penyuluhan Seputar Stroke dan Jantung

Sidoarjo, Belajar Muhammadiyah. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo memberikan penyuluhan seputar penyakit stroke kepada puluhan pasien dan keluarga yang mendampinginya. Rumah Sakit NU yang berada di Jalan Raden Patah 70-72 tersebut ingin risiko penyakit tersebut bisa diketahui dan dicegah sedari dini.  

"Dengan adanya edukasi seputar stroke ini, semoga para pasien di lingkungan RSI Siti Hajar bisa mencegah komplikasi, mencari dan mengobati penyakit. Selain itu, edukasi ini dalam rangka memperingati Hari Stroke," kata Kepala Humas RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy, Kamis (29/10).

RSI Siti Hajar Beri Penyuluhan Seputar Stroke dan Jantung (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Beri Penyuluhan Seputar Stroke dan Jantung (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Beri Penyuluhan Seputar Stroke dan Jantung

Silvy menjelaskan, di dalam kepala ada dua macam pendarahan atau penyumbatan. Gejala dan tanda-tanda ini, ada yang perot, keple ke kanan dan ke kiri serta ada yang tidak bisa ngomong sama sekali. Biasanya di bagian otak ada yang mengalami gangguan. Setiap orang pun berbeda-beda, karena stroke tidak bisa diprediksi.

Belajar Muhammadiyah

"Pernah juga ada pasien ketika diajak berbicara tidak hanya pelat atau pelo, tetapi pasien itu bingung jawabnya. Pernah ditanya mau makan apa, malah dijawab jam berapa. Ini harus dikategorikan sebagai kesulitan bicara. Dia mau mengungkapkan tapi tidak bisa bicara. Itu kelainan syarafnya," jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Silvy menegaskan, sebelum sakit, kenali dulu faktor risikonya. Untuk melakukan pencegahan sendiri ada dua macam yaitu pencegahan secara primer dan pencegahan skunder. Ia mencontohkan, bagi yang darah tinggi supaya dipastikan tensinya terkendali.

Selain mendapatkan edukasi seputar stroke. Para pasien dan keluarga pasien juga mendapatakan materi seputar jantung dari tim ahli gizi RSI Siti Hajar yang dipandu Rina. Menurutnya, faktor atau penyebab sakit jantung disebabkan dari pola makan, pola gizi dan pola hidup.

Untuk itu, Rina menyarakan kepada para pasien atau keluarga pasien untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat pelindung jantung. Makanan tersebut yang kaya omega 3 dan omega 6, makan kaya antioksidan, makan berprinsip bergaram, bergizi dan berimbang serta makanan berserat dll.

"Perbanyaklah mengkonsumsi ikan laut atau ikan tawar seperti patin, lele, kakap dan lain lain. Karena di dalam ikan kaya akan omega 3 dan 6 yang berfungsi akan melindungi otak. Kurangi makan daging ayam. Jika makan daging ayam buanglah kulitnya. Karena kulit ayam itu banyak mengandung kolesterol," ujar Rina.

Selain mengkonsumsi ikan, pasien juga disarankan untuk mengkonsumsi sayur dan buah. Tidak perlu buah mahal,cukup makan pepaya, tomat, melon. Terkecuali ada komplikasi atau yang kena diabetes.

"Kecuali pada pasien yang berhubungan dengan stroke, tidak boleh makan gobis, sawi, tewel. Makan kacang-kacangan juga bagus, terutama kedelai. Karena tinggi sekali dengan antioksidan. Makan kedelai jangan takut kena asam urat atau kolesterol," tegas Rina.

Rina menambahkan, mengkonsumsi kedelai 1/2 ons atau 50 gram akan menurunkan kolesterol selama seminggu. Murah meriah, yang penting mengolah makanan tidak digoreng. Boleh digoreng asal satu kali pakai, satu kali buang. Jika makanan itu direbus, dikukus atau pun dipanggang maka kolesterol dan tensinya tidak naik.

"Kalau masak jangan menggunakan mentega. Karena mentega itu minyak yang dipadatkan, kalau dicairkan lagi menjadi lemak jelek dan bisa menumbuhkan kolesterol. Kecuali untuk ulasan roti saja tak apa-apa karena tidak dipanaskan. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah

Bondowoso, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan Harlah Ke-56 PMII dan ngaji sejarah bersama pendiri PMII tahun 1960 KH Nuril Huda Suaidi.

Acara tersebut di hadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso KH Abdul Qodir Syam beserta jajarannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso H Syaiful Bahar, Ketua IKA PMII Kabupaten Bondowoso H Asnawi Sabil, Ketua Mabincab PC PMII Bondowoso H Masud Ali, mantan-mantan Ketua Cabang PMII Bondowoso, Kader dan anggota se-Kabupaten Bondowoso, Alumni PMII Bondowoso serta para undangan dari luar PMII Bondowoso.

PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah

Kegiatan tersebut di selenggarakan di Pendopo kantor Bupati Kabupaten Bondowoso Jalan Letnan Amir Kusnan No. 2 Kecamatan Kota kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Selasa (19/4).

"Sengaja kami mengundang pendiri PMII di tanah Bondowoso tercinta ini tentunya dengan maksud untuk mengutuk hati, menggugah, menyadarkan, mengobarkan semangat dan tujuan sahabat-sahabat, anggota kader-kader serta alumni dalam ber-PMII,” ujar Ketua Cabang PMII Bondowoso Yudik.

Yudik menambahkan, selain itu ngaji sejarah dengan pelaku sejarah merupakan suatu yang hal penting yang terus diasah. 17 April merupakan tanggal bersejarah karena tepat tanggal tersebut di Surabaya lahirlah organisasi kemasyarakat pemuda yang di pelopori sejumlah mahasiswa dan kaum muda intelek tual Nahdlatul Ulama yang bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Belajar Muhammadiyah

"Oleh karenanya, jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," tegasnya.

Lain dari pada itu, Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan kader PMII perlu ngaji kepada Kiai Nuril sebagai salah satu pendiri PMII. “Saya merasa bersyukur Alhamdulillah saya bisa menjadi seperti sekarang ini antara lain karena di tempa di PMII. PMII mengajarkan saya mulai cara berorganisasi, cara memimpin rapat, cara berdiskusi, problem solving, sampai pada nilai-nilai dasar pergerakan dan bagaimana berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

"Satu hal yang harus saya ingin kepada sahabat-sahabat warga pergerakan bahwa PMII ini adalah organisasi kader, sebagai organisasi kader, maka pengkaderan itu menjadi suatu mutlak yang terus,di laksanakan, tekuni dan di kembangkan, kita terus mewariskan nilai-nilai ke-Islaman dan nilai-nilai ke-Indonesia," imbuh Bupati.

Agenda kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni yang di dampingi oleh Mabincab PC PMII Bondowoso H Masud Ali dan di berikan kepada pendiri PMII KH Nuril Huda Suaidi. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Budaya Belajar Muhammadiyah

Rabu, 22 November 2017

PWNU DIY Ajak Warga Jaga Budaya Lokal

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Malam itu, jagat kayangan dibuat gempar dan para dewa ketakutan karena amarah seorang raja raksasa bernama Kala Pracona. Amarah Kala Pracona disebabkan karena keinginannya untuk mempersunting dewi kayangan yang bernama Dewi Supraba, ditolak mentah-mentah oleh Bhatara Guru.

Para dewa pun kuwalahan menghadapi kemarahan Kala Pracona dengan bala tentara raksasanya. Bhatara Narada turun dari kayangan mencari jago ke Mayapada atas perintah Bhatara Guru. Akhirnya, Jabang Bayi Tetuko yang baru beurmur 15 hari , anak dari Werkudara dan Dewi Arimbi dijadikan jago para dewa.

PWNU DIY Ajak Warga Jaga  Budaya Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DIY Ajak Warga Jaga Budaya Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DIY Ajak Warga Jaga Budaya Lokal

Setelah dilemparkan ke Kawah Candradimuka, Jabang Bayi Tetuko dengan sekejap berubah menjadi dewasa dengan kesaktian yang luar biasa. Kala Pracona akhirnya bisa dikalahkan oleh Jabang Bayi Tetuko yang diberi nama Raden Gatotkaca. 

Belajar Muhammadiyah

Seperti itulah kisah singkat pagelaran wayang dengan lakon Lahirnya Tetuko atau Raden Gatotkaca di lapangan Piyungan Bantul, Yogyakarta, Sabtu (11/5) malam lalu. Pagelaran wayang dengan dalang Ki Cermo Radyo Harsono tersebut merupakan rangkain acara yang digelar oleh PWNU DIY dalam menyambut harlah NU yang ke-90. 

Belajar Muhammadiyah

Dalam sambutannya, KH. Asyari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, mengungkapkan bahwa dipilih  lakon lahirnya tetuko dalam pagelaran wayang tersebut, dengan harapan, nantinya bangsa Indonesia juga memiliki pemimpin yang seperti Raden Gatotkaca. 

“Dengan adanya pagelaran wayang yang mengambil lakon Lahirnya Tetuko ini, Saya berharap suatu saat nanti bangsa Indonesia akan memiliki pemimpin seperti radeng gatot koco yang bisa melindungi dan mengayomi masyarakatnya,” ujar KH. Asy’ari.

Dalam kesempatan itu juga, KH. Asyari juga mengajak masyarakat NU untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kebudayaan asli Indonesia.

“Mari kita jaga dan lestarikan kebudayaan lokal seperti wayang kulit ini, yang sejatinya merupakan warisan para Wali Songo agar tetap lestari,” tandasnya. 

Acara pagelaran wayang yang dimulai sejak pukul 09.30 tersebut, dihadiri oleh warga Piyungan dan sekitarnya. Mereka berduyun-duyun datang memenuhi lapangan Piyungan untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut. Tapi sayang sekali, hanya sedikit sekali para muda-mudi yang datang.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan acara, sesekali lapangan Piyungan Bantul bergetar karena gelak tawa penonton akibat guyonan-guyonan yang dilontarkan Sang dalang lewat wayang-wayangnya. Sebelum acara pegelaran wayang dimulai, Kolaborasi Shalawat Arab-Jawa-Tionghoa menggema di lapangan piyungan bantul dengan merdu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Jumadi/Rokhim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Kiai, Daerah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83

Oleh : Mohamad Masruri



Gerakan Pemuda Ansor sejak didirikan pada 24 April 1934 di Banyuwangi Jawa Timur, telah menunjukan eksistensinya dalam berbagai aspek kehidupan. GP Ansor yang bersifat keagamaan, kepemudaan, kemasyarakatan dan kebangsaan memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk selalu menghadirkan perubahan serta mendorong tumbuhnya gerakan demokrasi yang tidak hanya memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat dan menyuarakan aspirasinya, tetapi juga dapat mendukung lahirnya manajemen pemerintah yang lebih baik dan bersih, pelayanan publik yang lebih prima dan reformasi semua aspek kehidupan kebangsaan untuk Indonesia yang lebih baik.

Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83 (Sumber Gambar : Nu Online)
Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83 (Sumber Gambar : Nu Online)

Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83

Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, terus dilaksanakan oleh GP Ansor secara berkelanjutan. Terlihat dari implementasi agenda program strategis. Agenda besar Gerakan Pemuda Ansor tentang revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi dan pemberdayaan potensi kader terus digenjot sebagai wujud komitmen dan peran GP Ansor dalam berkhidmat untuk kemandirian NKRI menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jama’ah.

Gerakan Pemuda Ansor yang notabene sebagai organisasi kepemudaan berbasis kaum muda Nahdlatul Ulama, merupakan salah satu kekuatan perubahan sosial yang berdiri di garis depan perubahan (avant garde). Melihat kondisi fenemona sosial yang berkembang, Gerakan Pemuda Ansor dituntut untuk bisa menengok dalam lintasan sejarah, bahwa kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor, nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan di episode awal berdirinya dan penumpasan G30S/PKI di episode berikutnya, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.?

Belajar Muhammadiyah

Penguatan serta orientasi GP Ansor dalam perjalanan sejarahnya senantiasa menetapkan titik kuatnya pada pengembangan kualitas sumber daya kader sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Selain itu, GP Ansor juga senantiasa aktif terlibat dalam dinamika sosial yang sedang berkembang baik pada tingkat lokal, regional, bahkan tingkat nasional sampai global dalam kerangka dasar keagamaan dan kebangsaan. Dalam melaksanakan itu semua, GP Ansor memantapkan dirinya terhadap Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai manhajul fikr yaitu metode berpikir yang digariskan oleh para sahabat nabi dan tabi’in.?

Belajar Muhammadiyah

Dalam menggerakkan roda organisasi, GP Ansor membekali dirinya dengan sikap kehati-hatian, kejelian, kecermatan serta kearifan dalam memahami dinamika serta isyarat zaman, sebagaimana kaidah fiqh “tasharruful imam manuthun bil maslahathir ro’iyah (kebijakan seorang pemimpin haruslah berlandaskan kepada kemaslahatan orang banyak/masyarakat). ? Sehingga, ketika GP Ansor berusaha melakukan penguatan terhadap ideologi kader, visi-misi, interpretasi, persepsi dan orientasi organisasi, maka sudah sepatutnya jika ditindaklanjuti melalui gerakan, tindakan, aksi dan reaksi organisasi. Dengan demikian, formulasi idealitas dan realitas di atas diharapkan dapat melahirkan sikap proaktif, kritis, humanis, professional, dan inovatif untuk melahirkan perkembangan dan mewujudkan perubahan sebagai jawaban atas dinamika realitas zaman yang terus bergerak. Berangkat dari persoalan-persoalan tersebut, maka upaya reformulasi ideologi serta realisasi kaderisasi menjadi sebuah keniscayaan.?

Makna penting Harlah GP Ansor ke-83 bagi kader-kader GP Ansor dinilai sangat strategis mengingat sudah sangat mapan dan seniornya usia Ansor, sehingga sudah saatnya kader-kader Ansor dan Banser memperbaiki diri, berintegritas, berkualitas kader dan berkomitmen terhadap organisasi. Terlebih kader-kader Ansor Banser yang sudah lulus kaderisasi baik PKD atau PKL maupun Diklatsar atau Susbalan dan seterusnya harus lebih baik lagi dibandingkan dengan anggota lain atau simpatisan Ansor Banser.?

Sudah saatnya semua pengurus Ansor itu “ngurusi” organisasi Ansor bukan malah menjadi “urusan” bagi Ansor apalagi justru menjadi benalu bagi bagi kemajuan Ansor. Kader Ansor harus bisa menjadi cermin bagi kader-kader organisasi lainnya.?

Dalam kesempatan yang baik ini semoga di usianya yang sudah sangat tua kader-kader Ansor masa kini bisa mengisi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kebesaran Ansor, meminimalisir konflik internal pengurus, sudah saatnya ansor bersiap memasuki perubahan global di era modern seperti sekarang ini, sehingga organisasi Ansor sudah tidak lagi dipandang sebelah mata.?

Tantangan Ansor ke depan sudah semakin plural apalagi dengan maraknya rongrongan terhadap keutuhan NKRI, adanya sekelompok orang yang ingn mendirikan negara khilafah, banyaknya orang yang mudah mengkafirkan, menghujan bahkan meneror para kiai yang sarat dengan ilmu agamanya justru hari ini menjadi bulan-bulanan di media sosial.?

Maka sudah menjadi komitmen Ansor dan hanya Ansor Banser harapan para kiai dan ulama untuk menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan NKRI yang kita cintai bersama ini serta menjada marwah NU dan para alim ulama sepuh kita.?

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi niatan tulus dan ikhlas dari Ansor Banser, serta hal ini menjadi amalan sholeh bagi Ansor Banser. Amin Ya Robal Alamin.

Selamat Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor ke-83 tahun 2017, “ Meneguhkan semangat kebangsaan, membawa khazanah Islam Nusantara untuk perdamian Dunia”

24 April 2017





Penulis adalah kader GP Ansor Kabupaten Pemalang

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Olahraga Belajar Muhammadiyah

MI Al-Fauzain Buka Kantin Jujur di Tengah Kota

Kalau ada pembeli mengambil sendiri belanjaan, itu disebut pasar swalayan. Tetapi kalau ada pembeli menjangkau sendiri belanjaan, lalu membayarnya dan mengambil sendiri uang kembalian, kita bisa menemukannya di kantin Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fauzain kelurahan Pondok Pinang, kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Hampir setiap pagi anak-anak berkemurun di sekitar kantin madrasah. Mereka mengambil sendiri jajanan lalu memasukkan uang seharga jajanan ke dalam kotak uang yang sudah tersedia. Sekali dua, ada anak madrasah yang memasukkan uang lalu mengambil kembali jumlah uang yang lebih kecil sebagai kembalian.

MI Al-Fauzain Buka Kantin Jujur di Tengah Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
MI Al-Fauzain Buka Kantin Jujur di Tengah Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

MI Al-Fauzain Buka Kantin Jujur di Tengah Kota

Kantin di bawah naungan Koperasi MI Al-Fauzain berdiri sejak MI Al-Fauzain pagi dan petang dilebur menjadi satu pada 1999. Sejak mula berdirinya, dewan guru sebagai pengelola koperasi menerapkan mekanisme “Belanja, Bayar, Ambil kembalian sendiri”.

Belajar Muhammadiyah

Pihak guru melalui mekanisme belanja demikian berupaya menciptakan iklim jujur di lingkungan madrasah. Selain itu, mereka mendidik para siswa untuk mandiri sejak dini. “Kita ingin membiasakan jujur di kalangan pelajar,” kata guru Sejarah Kebudayaan Islam ustadz Imran Rosyid.

Kantin sendiri buka sejak setengah 07.00 pagi. Satu kotak tempat uang disediakan pengelola koperasi. Ustadz Imran hanya melayani pengunjung koperasi ketika jam istirahat tiba, pukul 09.30 hingga 10.00. Selebihnya para murid melayani dirinya sendiri. “Pokoknya layanan kantin ini non stop,” kata Bendahara MI Al-Fauzain ini.

Koperasi ini menyediakan aneka jajanan anak-anak madrasah terutama makanan ringan. Pengelola koperasi juga menyediakan jajanan berat seperti mie instan, ketoprak, atau ketupat sayur. Untuk belanjaan seperti ini, ustadz Imran turun tangan melayani pembelinya. “Mana yang anak-anak tidak bisa, kita layani.”

Belajar Muhammadiyah

Soal tarif, jangan ditanya. “Kita kasih keringanan kepada anak-anak dengan harga murah. Sangat murah. Mana ada ketoprak seharga Rp.2000?” kata ustadz Imran yang juga telaten merawat pohonan yang rimbun di halaman madrasah.

Banyak orang terkejut melihat model kantin MI Al-Fauzain. Sebut saja Amir Siregar, mantan RT di lingkungan kompleks Pondok Indah. Ketika menjenguk cucunya yang sekolah di madrasah ini, ia menjuluki koperasi ini dengan “Warung Kejujuran”, cerita ustadz Imron.

Menurut Wakil Kepala MI Al-Fauzain Iis Supriatin, Demikian juga salah seorang pemantau dari Australia. Ia mengatakan, “Kok ini pelajar belanja sendiri dan bayar sendiri lalu mengambil uang kembalian sendiri?”

Soal tarif aneka jajanan, pelayan koperasi cukup memberitahukannya di awal. Selebihnya para murid sudah terbiasa dan berjalan dengan sendirinya. “Kalau lupa harganya, satu dua dari mereka mendatangi kita, bertanya.”

Ustadz Imran tidak segan mencegah siswa yang terlalu banyak jajan pada satu jenis tertentu. Ia memerhatikan kesehatan murid dalam hal ini. Ia pernah menegur murid yang berulang kali dalam amatannya membeli es. “Jangan jajan es melulu, nanti sakit,” kata ustadz Imran kepada salah satu murudnya.

Menurut ustadz Imran, umumnya pengunjung madrasah tidak terlalu “ngeh” dengan pola kantin MI Al-Fauzain. Mereka hanya datang sekilas. “Tetapi bagi ibu-ibu yang mengantar dan menunggui muridnya, mereka mengerti betul.”

Sebenarnya, pola pendidikan jujur dan terbuka seperti ini amat baik kalau diterapkan juga di madrasah lain. Di Kelompok Kerja Madrasah (KKM), kita belum sosialisasi. Kita berharap madrasah lain mendidik jujur para murid melalui bentuk konkret.

Pengawasan menjadi masalah mudah. Wali murid tahu. Mereka yang mengantar dan menunggui anaknya ikut mengawasi kantin. Kalau ada anak yang curang, ia melaporkannya ke kita ciri-ciri dan identitas kelasnya. Mereka ikut pantau dan lapor. Kita cukup kasih peringatan saja ke murid yang bersangkutan. Mereka agak jera kalau kita kasih peringatan.

Ustadz Imron mengakui bahwa suasana jujur di lingkungan MI Al-Fauzain belum terwujud. Yang diharapkan memang belum terjadi. Hanya saja 90% lebih sudah tercapai. Kalau pun ada yang curang, paling satu dua anak saja.

“Tugas kita para dewan guru hanya memberikan kepercayaan kepada murid. Sebab kata orang-orang, selain kesehatan, jujur dan kepercayaan jadi barang mahal di zaman sekarang apalagi di kota besar,” ustadz Imran mengakhiri keterangannya.

MI Al-Fauzain berdiri sejak 1958. Posisinya kini terisolasi oleh gedung-gedung tinggi setelah sepuluh tahun sebelumnya diapit oleh keramahan penduduk kampung. Hingga kini MI Al-Fauzain yang berdiri tegak di atas tanah wakaf sesepuh kampung Pondok Pinang Timur almarhum H Midi, masih terus berupaya menanamkan nilai-nilai jujur dan percaya sesama manusia. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock