Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany

Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah.

Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya.

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saat bulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta berarti ‘dewa’ atau ‘dewi’. Dalam prakteknya, memang agak sulit untuk menghubungkan arti keduanya dengan konteks adat yang dilakukan.

Belajar Muhammadiyah

Adat membiasakan pembuatan bubur suro untuk peringatan suroan menghubungkan kemuliaan bulan asyura sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Pada bulan yang mulia ini banyak sekali peristiwa sejarah yang terjadi. Diatanranya persitiwa diterimanya taubat nabi Adam dan hawa oleh Allah, diselamatkannya nabi Nuh dan para pengikutnya setelah terombang-ambing lama dengan perahunnya di tengah laut lepas, pertama kalinya nabi Musa mendapat wahyu di gunung Sinai, dibebaskannya nabi Yusuf dari penjara atas tuduhan asusila terhadap Zulaikha.

Dalam sejarah Cirebon Walangsusang putra pertama Prabu Siliwangi pergi meninggalkan kerajaan juga terjadi pada bulan Asyura. Walangsungsang mengembara mencari ilmu hingga bertemu dengan Syaikh Datu Kahfi yang menuntunnya masuk Islam. Dari sinilah akhirnya masyarakat Cirebon mengadakan adat Suroan dengan membuat bubur sura dan dibagi bagikan kepada yang membutuhkan.

Belajar Muhammadiyah

Tradisi lain yang hidup di masyarakat Cirebon adalah Saparan. Yakni adat yang dilakukan masyarakat Cirebon untuk memperingati? bulan shafar, bulan kedua dalam kalender Islam dan Jawa. Mereka mempercayai bahwa pada bulan shafar ini Allah memberikan banyak ujian dan cobaan baik berupa kecelakaan, kematian, kemal angan bencana dan kerugian. Dalam memperingati bulan tersebut, masyarakat mengadakan saparan dengan mengadakan ngapem, proses pembuatan apem untuk dibagikan kepada saudara, kerabat dekat, tetangga, dan orang-orang yang berada di sekitar rumah dengan niatan bershodaqoh.

Tradisi yang kedua yaitu ngirap; proses ngirap sendiri yaitu berhubungan dengan penyucian diri dari segala macam salah dan dosa dengan bertaubat agar terhindar dari marabahaya. Dan yang terakhir yakni rebo wekasan, adat rebo wekasan biasanya dimulai dari ba’da isya sampai menjelang shubuh di mana serombongan antara sempat sampai sepuluh orang laki-laki membaca Al-Qur’an di tajug (mushala) kemudian berkeliling desa dari rumah ke rumah untuk mendoakan rumah yang dikunjungi dan biasanya pihak rumah memberikan sedekah berupa apa saja pada mereka yang datang.

Tradisi lain yang hidup di Cirebon adalah Mauludan. Biasanya dilakukan pada saat bulan Mulud (Rabiul awwal). Adat ini diniatkan untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad. Puncak dari mauludan yakni panjang jimat yang diadakan keraton Kasepuhan Cirebon. Tujuannya untuk menjaga keberadaan alat-alat pusaka yang dimiliki keratin. Sesuai dengan namanya, adat ini juga bertujuan untuk panjang (tiada henti) jimat (siji kang dirumat). Jadi proses adat panjang jimat ini merupakan simbol kepedulian untuk mempertahankan sepanjang hayat atau tanpa henti dari kalimat syahadat atau agama Islam.

Tradisi berikutnya adalah Rajaban. Tradisi ini dilakukan bertepatan dengan bulan Rajab. Masyarakat Cirebon memperingatinya dengan berkumpul bersama di mushala atau masjid kemudian membacakan diba’i atau asyraqalan. Asyraqalan yaitu proses pembacaan shalawat pujian kepada nabi Muhammad dengan berdiri.

Di setiap tradisi adat ini masyarakat Cirebon menilainya sebagai ritual tambahan di luar rukun Islam yang dijalankan oleh kaum muslim sebagai syiar agama. Dengan demikian, ritual tambahan ini bukan termasuk ibadah dalam pengertian sempit. Sebagian upacara adat ini tak dapat dipungkiri merupakan hasil kreasi kebudayaan yang diciptakan oleh umat muslim sendiri, sementara sebagian lain tidak jelas asalnya tapi semuanya bernuansa islami.

Dalam membaca budaya dan adat Cirebon tentu tidak hanya terbatas pada adat istiadat yang berlaku dan dijalankan oleh masyarakatnya. Perlu juga kiranya melihat bagaimana kepercayaan masyarakat Cirebon terhadap Tuhan sehingga mereka dapat melahirkan adat yang bernuansa religi baik dari segi kemanfaatan atau dari segi proses upacara adat tersebut.

Bagi masyarakat Cirebon, orang suci atau wali yang notabene membangun dan menjaga? budaya di Cirebon memiliki penilaian yang tersendiri. Masyarakat Cirebon sangat menghormati bahkan memuliakan mereka baik sebagai wali maupun sebagai pendiri kerajaan. Sehingga banyak sekali tempat-tempat wali atau leluhur yang berpengaruh di Cirebon dijadikan tempat keramat yang biasa diziarahi baik dari masyarakat Cirebon ataupun dari luar Cirebon. Termasuk di dalamnya pesantren yang merupakan poros kuat dalam proses penyebaran tradisi keagamaan semua ini saling menopang antara pemerintahan dan juga tradisi keagamaan yang dimiliki masyarakat Cirebon.

Mohamad Ramdhany, peneliti Farabi Institute, Kandidat Magister Sejarah Islam Nusantara STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Menyimak Seminar Tasawuf PCINU Yaman

Tarim, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menyelenggarakan seminar terbuka dengan tema At-Tashawwuf wa Dauruhu fi Bina`il Hadharah (Tasawuf dan perannya dalam membangung peradaban), Senin malam (17/12), kemarin.

Menyimak Seminar Tasawuf PCINU Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyimak Seminar Tasawuf PCINU Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyimak Seminar Tasawuf PCINU Yaman

Bekerja sama dengan tiga organisasi besar, PPI Yaman, Asosiasi Mahasiswa Indonesia Al Ahgaff (AMI Al Ahgaff), dan Jam’iyyah Wahdatul Iman Darul Mushtafa, acara yang dihelat di Auditorim Fakultas Syariah wal Qanun, Tarim ini berjalan sukses.? Undangan yang berdatangan tidak hanya berasal dari pelajar Indonesia saja, melainkan pelajar dari berbagai negara ikut terhanyut dalam seminar memenuhi ruangan yang berkapasitas lebih dari 200 orang tersebut.?

Seminar akbar kali ini dihadiri oleh dua narasumber terkemuka, Dr. Muhammad bin Abdul Qadir Al Alaydrus, selaku dekan Fakultas Syariah wal Qanun, Universitas Al Ahgaff dan Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya yang kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Kajian Ilmiah An Nur, Tarim, Hadhramaut. Sebagai moderator seminar, M. Mahrus Ali, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Silaturrahmi Mahasiswa Madura Yaman (Fosmaya) sekaligus Wakil Syuriah PCI-NU Yaman.

Belajar Muhammadiyah

Dalam makalah yang berjudul “al Tashawwuff: Mafhumuhu wa Dauruhu (Tasawwuf: Konsep dan Perannya),” Habib Zaid mengajak para hadirin untuk mengenal terlebih dahulu apa definisi tasawuf bila dikaji secara etimologi menurut asal katanya. Lalu, mencoba menelusuri pro-kontra antara ulama mengenai definisi tasawwuf secara terminologi.?

Kepala Lembaga Kajian An Nur yang juga sebagai Mustasyar PCINU Yaman ini memaparkan sebenarnya eksistensi tasawuf telah termanifestasi dalam banyak ayat Qurani dan hadits Nabawi; seperti konsep tazkiyatun nafs dalam surat As-Syams, dan spirit al-Ihsan dalam hadits Jibril. ? Hanya saja kata tasawuf baru muncul ke pemukaan pada pertengahan abad kedua Hijriah. Ulama muda kelahiran Tarim-Hadhramaut tak luput mengulas peran aktif tasawuf dan para sufi dalam kehidupan sosial-dakwah.

Belajar Muhammadiyah

“Kita mengenal istilah tasawwuf ala filsufi, yaitu konsep tasawuf yang diusung oleh para pakar filasafat. Dan disisi lain pun harus ada pula konsep tasawuf ala sunni, tasawuf yang diusung oleh kalangan ahli sunnah, dan berdirinya madrasah Hadhramaut ini merupakan bentuk dari penerapan arti tasawwuf Suni tersebut,” tegas Habib Zaid mengawali pembahasan.?

“Istilah tasawuf pada dasarnya tidak ada bedanya dengan istilah-istilah ilmu yang lain. Seperti fikih, tafsir, hadits, dan lain sebagainya. Pada permulaan Islam, istilah-istilah tersebut juga belum dikenal, namun tidak dikenalnya istilah tersebut tidak kemudian ia kita vonis sebagai ajaran sesat. Sebab yang terpenting bukanlah nama dan pengungkapannya, tetapi esensi dari nama tersebut. Istilah tasawuf adalah nama baru untuk sesuatu yang ada sejak dahulu,” sambung Habib Zaid mencoba menyamakan istilah tasawuf dengan disiplin ilmu lainnya.

Habib Zaid juga menambahkan, bahwa Tasawuf memiliki perananan penting dalam membangun peradaban manusia, meredam perpecahan antar umat, menyebarkan budaya tolong menolong serta membangun koeksistensi antar umat beragama. India dan negara-nengara Asia seperti Indonesia adalah sampel nyata peran Tasawuf dalam membumikan ajaran Islam hingga menyatu dengan seluruh lapisan masyarakat, apa pun agama dan status sosialnya.?

Tidak hanya itu, seminar makin seru saat Dekan Fakultas Syariah wal Qanun Univ. Al-Ahgaff ? DR. Muhammad Abdul Qodir Al-Idrus selaku narasumber berikutnya menjelaskan beberapa prinsip dan ciri khas dakwah Ahlul Bait Hadhramaut.

Menurutnya, salah satu prinsip yang paling kentara adalah Ahlul Bait Hadhramaut sangat menghormati dua kalimat syahadat. Ulama Hadhramaut tidak akan membid’ah-bid’ahkan, apalagi mengkafikan seseorang yang telah mengucapkan syahadat, meski tidak sealiran, justru mereka merangkul dan sangat toleran demi persatuan umat. Dengan prinsip inilah dakwah mereka tersebar luas hingga belahan Asia dan Afrika.

Selain menghormati kalimat syahadat, Doktor Muhammad juga memapaparkan beberapa prinsip dakwah Ahlul Bait lainnya, prinsip yang telah lama diamalkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Diantaranya, para Dai Hadhramaut sangat menjunjung tinggi Al-Quran dan Sunnah sebagai way of the life. Memisahkan Al-Quran dari Sunnah, lanjut sang dekan, tak bedanya dengan memisahkan Allah dari Rasul-Nya. Jadi, Al-Quran dan Sunnah harus diimplementasikan secara bersama-sama. Prinsip ini tidak hanya terlihat dari seluk beluk seharian seorang Dai Hadhramaut, namun juga bisa kita temukan dari berbagai literatur buah karya Ulama-ulama Hadhramaut.?

Menghormati budaya lokal masyarakat setempat juga merupakan ciri khas dakwah Ulama Hadhrami. Ciri khas ini sangat ampuh dan telah dibuktikan dengan diterimanya dakwah Islam yang mereka bawa ke berbagai negara Afrika dan Asia, seperti Indonesia, tanpa ada pertumpahan darah setetespun.

Para Ulama Hadhramaut, menurut Doktor Muhammad, juga menyebarkan kasih sayang dan cinta Allah serta Rasul-Nya pada seluruh elemen masyarakat dakwah mereka. Kasih sayang dan cinta inilah yang menjadi poros dakwah santun, menjadikan tatanan masyarakat madani.

Paparan dari kedua narasumber dilanjutkan sesi tanya-jawab. Banyak pertanyaan yang muncul dari audiens menjadikan suasana seminar makin meriah dan sangat terasa. Hingga larut, tak terasa acara seminar ditutup dengan pemberian piagam penghargaan dari Ketua DPW PPI Yaman-Hadhramaut, Pandi Yusron kepada dua nara sumber. Acara pun diakhiri tepat pukul 11.15 dengan penutupan doa yang dipimpin oleh Habib Zaid bin Yahya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Amaludin

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaNu Belajar Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini hadir memberikan motivasi kapada korban bencana banjir di kampung Cipinang Muara Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak dan keluarga korban pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi musibah.

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

"Kita harus sabar namun tetap optimis bahwa semua ada hikmahnya. Yang penting jangan putus asa," jelasnya, Rabu.

PBNU, lanjut Helmy, telah mengirimkan relawan yang dimotori oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU). Sebanyak puluhan personil diturunkan ke lokasi yang tersebar di beberapa titik sejak Ahad (19/2).

"PBNU memprioritaskan program-program kemanusiaan. Beberapa waktu lalu di Pidie Jaya, Aceh dan juga Brebes. Sekarang kita di Jakarta," jelas Helmy.

Saat dikonfirmasi, Ketua PP LPBI NU, Ali Yusuf mengatakan bahwa LPBI NU pusat dibantu oleh LPBI NU DKI Jakarta yang memiliki Tenaga relawan yang dari kalangan santri (Santri Siaga Bencana).

Belajar Muhammadiyah

"Kami sudah turun sejak hari minggu. Kami dibantu oleh realawan Sntri Siaga Bencana yang merupakan bagian dari LPBINU DKI Jakarta," jelas Ali.

Jenis bantuan yang diberikan oleh LPBINU adalah sembako dan juga kebitujan sekolah. "Kami prioritaskan sembako san juga alat-alat sekolah," pungkas Ali. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Daerah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengadakan pertemuan lanjutan bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam penulisan buku pencegahan anak dengan tinggi badan dan perkembangan otak minus (stunting). Mereka tengah mematangkan materi penulisan buku yang rencananya akan diluncurkan pada 12 November 2015.

Penulisan buku ini berawal dari program pencegahan stunting LKNU di kabupaten Brebes dan kabupaten Sikka. Sebagaimana diketahui, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia di Brebes menduduki peringkat pertama dari 35 kabupaten di Jawa Tengah.

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting

Pimpinan program penanggulangan stunting LKNU Umi Wahyuni mengatakan, gagasan penulisan buku ini disambut baik oleh Kemenkes untuk dilanjutkan.

Belajar Muhammadiyah

“Kita berharap buku ini menjadi referensi dalam skala nasional dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,” kata Umi Wahyuni di Jakarta, Rabu (9/9) siang.

Umi berharap LKNU di daerah untuk mengembangkan isu ini di wilayahnya masing-masing. Karena, buku ini menekankan pentingnya peran masyarakat sipil.

Belajar Muhammadiyah

Buku lebih dari 100 halaman ini memuat perawatan bayi untuk 1000 hari pertama. “Kita mendorong penggunaan ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama, juga makanan pendamping ASI untuk bayi enam bulan hingga dua tahun,” kata Umi.

Penulisan buku ini melibatkan masukan dari sejumlah pihak mulai dari UNICEF, pakar gizi, dan Lembaga Bahtsul Masail PBNU. “Kita memang memperkuat perspektif keislamannya untuk pencegahan dan penanggulangan stunting ini,” tandas Umi Wahyuni.

Sebelum rapat penulisan dimulai, para penulis mendengar paparan Astrid dari UNICEF perihal perlindungan anak baik dari aspek hukum, sosial, maupun kesehatan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Membangun Pondasi Islam Melalui Hikmah Isra Miraj

Makassar, Belajar Muhammadiyah. LP Maarif NU Makassar memperingati Isra Miaj Nabi Muhammad yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus OSIS baru, acara ini diselenggarakan Ahad (01/06) bertempat di aula SMP Maarif NU Makassar. Tampak beberapa tokoh NU Kota Makassar hadir dan keluarga besar SMP Maarif Makassar.

Kali ini peringatan Isra Miraj bertemakan "Membangun Pondasi Islam melalui Isra Mi’raj”. Hal ini didasari pada proses Isra Miraj Nabi, shalat lima waktu diterima sebagai sebuah amalan yang wajib didirikan setiap umat Islam. “Maka dari itu seyogianya shalat dijadikan sebagai manifestasi membangun bangsa yang berperadaban,” kata Muhammad Said yang juga Kepala SMP Maarif NU Makassar.

Membangun Pondasi Islam Melalui Hikmah Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pondasi Islam Melalui Hikmah Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pondasi Islam Melalui Hikmah Isra Miraj

Ust. Muh Tahir Ali sebagai pembawa hikmah menyampaikan proses Isra Miraj Nabi bukan hanya bernilai ritual saja, tetapi didalamnya terdapat proses penghambaan pada Tuhannya. Hal ini kita pahami bersama bahwasanya shalat itu merupakan sesuatu yang wajib didirikan, namun didirikannya shalat tidak hanya ritual semata, namun nilai-nilai shalat itu mestinya diimplementasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Belajar Muhammadiyah

“Bangsa yang besar ini, tentunya butuh pemimpin yang memiliki sifat kepedulian terhadap kemajuan bangsa. Nah, dari proses penghambaan seorang hamba pada Tuhannya melalui shalat inilah diharapkan tercermin pada setiap diri manusia artinya pemimpin ke depan mestinya mampu mengimplementasikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam shalat itu sendiri,” tandasnya. (Andy Muhammad/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kyai, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU

Pasuruan, Belajar Muhammadiyah. Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin menghadiri Haul Al-Arif Billah KH Abdul Hamid Pasuruan pada (21/12). Ia disambut PCNU Kota Pasuruan dengan mengadakan kegiatan bertajuk "Silaturahim PBNU dengan Pengurus NU se-Pasuruan Raya".

Silaturahim yang berlangsung di aula PCNU Kota Pasuruan tersebut dimulai dengan pembacaan istighosah dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kota Pasuruan KH Said Kholil. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari ketua PCNU Kota Pasuruan KH Halim Masud.

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU

Dalam taushiyahnya, KH Maruf Amin menyampaikan, prioritas kegiatan pokok pengurus NU. Pertama, adalah penguatan Aqidah Ahlusunnah wal-Jamaah An-Nahdliyah.

Belajar Muhammadiyah

Islam Nusantara, kata dia, yang menjadi perbincangan ramai di masyarakat, sebenarnya adalah sebuah kemasan dengan isi Islam Ahlusunnah wal jamaah An Nahdliyah. “Jadi, bukan aliran baru seperti banyak dituduhkan oleh pihak yang tidak mau bertabayun,” tegasnya.

Dengan corak dakwahnya yang santun dan teduh, lanjut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara diharapkan menjadi solusi atas problematika bagi dunia Islam dewasa ini.

Belajar Muhammadiyah

Kedua, adalah perbaikan dan pemberdayaan jam’iyah dengan prinsip aktif, dinamis, kreatif. Hal itu dilakukan secara berkelanjutan di semua bidang dengan menggalakkan pada sektor ekonomi dan pendidikan.

“Untuk mewujudkan tujuan NU maka diperlukan konsolidasi organisasi dan semangat ke-NU an,” pungkasnya.

Rais Aam menegaskan bahwa NU tidak boleh sekedar besar jumlahnya tetapi kecil perannya. NU harus besar jumlahnya dan besar pula perannya. Maka yang perlu ditingkatkan adalah semangat ke-U-an yang akan mengembalikan kejayaan NU sebagaimana di tangan para pendirinya. 

Acara ini dihadiri para pengurus PCNU Kota Pasuruan dan PCNU Kabupaten Pasuruan dengan dipandu cucu Almaghfurlah KH Abdul Hamid, Muchamad Nailur Rohman. (zulkarnaian mahmud/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, Anti Hoax, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang digelar di Pacet, Mojokerto, Jatim, 6-8 Juli 2012 ini diselingi agenda pemberian beasiswa pendidikan tinggi. Sebanyak 1000 guru dan ustadz akan mendapatkan bantuan pendidikan jenjang S1 dan 200 kepala sekolah atau dosen akan menerima bantuan pendidikan jenjang S2.

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz

“Program ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas profesi keguruan di lingkungan NU,” kata Ketua Panitia Rakernas Pergunu Gatot Suyono.

Pergunu sejak lama mengagendakan program ini dan sengaja direalisasikan bersamaan dengan agenda Rakernas. Menurut Gatot, penerima beasiswa merupakan orang-orang yang telah melewati proses seleksi. “Tentu melalui kualfikasi terlebih dahulu supaya sasarannya tepat,” ujar Sekum PP Pergunu ini.

Belajar Muhammadiyah

Selain sebar beasiswa, Pergunu juga meluncurkan buku karyanya berjudul Membumikan Aswaja: Pegangan Para Guru NU. Agenda lain yang seiring adalah peluncuran jurnal ilmiah Pergunu, serta peresmian “Dapur Pergunu”, gedung 3 lantai yang akan difungsikan sebagai penunjang aktifitas Pergunu.

Rakernas dihadiri oleh 1500 peserta dari unsur pengurus wilayah dan cabang Pergunu se-Indonesia. Tamu undangan yang direncanakan hadir, Mendikbud Muhammad Nuh, Menag Suryadarma Ali, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jendral PBNU Marsudi Syuhud.

Belajar Muhammadiyah

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaNu Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock