Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) 2017 di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (19/1).

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU) DKI Jakarta H Marzuki Usman dalam sambutannya menyampaikan, agar para pengelola STAINU punya mimpi.?

Sebagaimana kata Eleanor Roosevelt, kutipnya, bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. “Saya ingin kampus STAINU ada di 420 kabupaten,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki juga menekankan agar STAINU Jakarta mampu mengisi dunia. “Kita harus kerja keras, kita harus mengisi dunia,” tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Pada kesempatan yang sama, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif menginformasikan akan adanya tambahan dua fakultas lagi di STAINU Jakarta, yaitu Fakultas Humaniora dan Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Sebagai lembaga pendidikan yang masih berusia muda, Syahrizal berharap tahun ini STAINU Jakarta mendapat apa yang menjadi kebutuhan kampus sehingga bisa dikembangkan lebih bagus lagi.

STAINU dengan motto Unggul, Tangguh, dan Populis mempunyai karakter tersendiri, yaitu kewirausahaan. “Kita punya karakter kewirausahaan, kita harus mampu,” jelasnya.?

Belajar Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan Raker tersebut Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Wakil Ketua I STAINU Imam Bukhori, Wakil Ketua II Arif Rahman, Wakil Ketua III Ahmad Nurul Huda, dan Wakil Ketua IV Aris Adi Leksono.?

Di samping itu hadir juga Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI Dede Setiawan, Kaprodi Ahwalul Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, Kaprodi Perbankan Syariah Khairunnisa, perwakilan Pascasarjana STAINU Jakarta Idris Masudi, dan beberapa dosen. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Fragmen, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Ansor NTB Ajak Pemuda Pahami Ajaran Islam Moderat

Mataram, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan seperti yg telah dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan agama. Islam adalah agama yang ramah, toleran dan cinta damai. Hal ini tercermin dari sikap dan perilaku Rasulullah SAW.

Ansor NTB Ajak Pemuda Pahami Ajaran Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Ajak Pemuda Pahami Ajaran Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Ajak Pemuda Pahami Ajaran Islam Moderat

"Ketika menyampaikan Islam, baik di Mekkah dan Madinah. Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Jadi, mengebom dan menghilangkan nyawa orang atas nama jihad dan Islam tidak pernah diajarkan Nabi,” tegas GP Ansor NTB dalam rilisnya, Sabtu (16/1).

Apa alasan para peneror tersebut, imbuhnya, melukai bahkan membunuh pejalan kaki, penikmat kopi, dan polisi yang tidak bersalah. Bahkan mereka (polisi) sedang mengerjakan tugas negara mengamankan aktivitas masyarakat.

"Lalu jika mereka menjadi korban atas ketidaktahuan mereka, apakah pantas bagi mereka yang mengklaim diri sebagai jihadis dan pembela Islam masuk surga?" tanyanya

Ansor NTB juga mengajak para pemuda harapan agama dan bangsa untuk waspada terhadap gerakan-gerakan radikal. Tetaplah berpegang teguh pada ajaran Islam yang berasal dari Nabi dan para ulama. Ajaran NU dan ormas Islam moderat lainnya bagi Ansor NTB ? masih terbukti tetap menjunjung nilai-nilai Islam yang ramah, santun, toleran, dan anti-kekerasan.?

Belajar Muhammadiyah

“Maka, mari kita pertahankan, jangan menerima begitu saja ajaran-ajaran baru yang nyata-nyata suka mengafirkan sesama muslim. Karena dari sanalah benih-benih kekerasan dan terorisme itu muncul,” tandasnya. (Samsul Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Nasruddin Latif, Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatus Syubban ini awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi berselancar di dunia maya via. Namun kemudian blog yang dibuatnya dirujuk banyak orang. Khususnya sesama guru MI di berbgai daerah.

MI Raudlatus Syubban berada di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, cukup jauh dari pusat kota, sekitar 35 Km. Nasruddin Latif (36), mengaku saat pertama kali bertugas di MI Wegil pada 2006 ia menempuh perjalanan 40 menit dengan kendaraan roda dua dari kampung halamannya di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Nasruddin prihatin saat awal bertugas di MI Wegil. Letak geografisnya jauh sekali dari kota kecamatan. “Informasi pun sering kali lebih banyak terlambatnya. Mungkin karena akses dan banyak hal lain,” ujar Nasruddin.

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Ia mencontohkan, tiap tahun ajaran baru para guru harus merencanakan program madrasah ke depan. Senjata utamanya pakai kalender pendidikan (kaldik). Sementara jika kaldik tersebut tidak segera sampai ke madrasah, tentu menjadi persoalan tersendiri. Dari Kemenag tingkat provinsi, Kaldik turun ke kabupaten/kota, baru ke pengawas kecamatan, diteruskan ke KKM. “Terakhir para kepala madrasah diundang. Nah, baru masuk ke madrasah sini. Zaman dulu begitu,” ungkap Nasruddin.

Karena panjangnya birokrasi yang musti melewati beberapa pintu, belum lagi jika ada keterlambatan di salah satu pintu tersebut, kata dia, dapat dibayangkan bisa jadi sebulan kemudian pihaknya baru mempunyai kaldik.

“Padahal Juli sudah mulai kegiatan. Itu cuman sekedar salah satunya. Belum lagi informasi yang lain, misalnya tentang peraturan. Kan perlu kami ketahui juga agar selalu up to date,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Karena merasa informasi di tempatnya mengajar sering terlambat, maka Nasruddin mencoba mencari alternatif informasi lain. Yakni menggunakan media online. Kurang lebih dua tahun ia berlangganan informasi melalui e-mail dari salah satu blog yang senantiasa memberikan informasi tentang pendidikan. Blog tersebut dikelola oleh seorang Guru Sekolah Dasar.

“Dari blog tersebut saya senantiasa mendapatkan informasi tentang pendidikan yang banyak saya butuhkan. Meski demikian, saya masih merasa kurang karena blog tersebut yang mengelola adalah seorang guru SD. Jadi, informasi-informasi yang diberikan proporsinya lebih banyak informasi yang dibutuhkan para guru SD. Padahal saya guru MI,” ujarnya.

Sebagai guru MI, Nasruddin tidak hanya membutuhkan informasi terkait pendidikan yang bersifat umum melainkan juga yang khusus berhubungan dengan madrasah. “Kalau ada pendataan yang online kadang-kadang saya kerjakan di rumah. Karena di sekolah kan nggak mungkin. Sebab sinyal internet susah sekali di sini,” kata Nasruddin.

Belajar Muhammadiyah

Dari kondisi yang ia alami, ia kemudian berfikir, bisa jadi ada sebagian atau bahkan banyak juga rekan guru madrasah yang bernasib seperti dirinya yang butuh informasi up to date tentang pendidikan. Dalam rangka menunjang tugas-tugas sebagai guru madrasah, info terkini pendidikan menjadi hal penting. Nasruddin lalu membuat akun Facebook. Harapannya dapat berbagi informasi lewat update status di media sosial karya Mark Zukernberg ini.

“Saya bahkan sampai membuat sebuah laman Fanspage Facebook yang saya beri nama Mutiara Pendidikan hingga beberapa waktu. Melalui Fanspage Mutiara Pendidikan ini saya berbagi info dan terkadang berbagi tautan tentang pendidikan,” ungkap sarjana pendidikan Islam lulusan Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.

Seiring berjalannya waktu, Nasruddin merasa berbagi informasi melalui Fandpage Facebook masih kurang efektif. Pasalnya, sulit mencari arsip-arsip informasi yang pernah di-update. Selain itu, ia juga berfikir mungkin akan lebih baik jika dia tidak hanya berbagi tautan web atau blog orang lain melainkan dapat berbagi tautan dari web/blog miliknya sendiri.

Mulailah ia belajar membuat blog secara otodidak dengan mengandalkan informasi dari hasil pencarian di google. Membuat blog ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Hanya dengan modal gmail dan petunjuk cara membuat blog dari hasil pencarian google, ia pun punya blog. Nasruddin makin keranjingan blogging sehingga dalam sepekan ia betah hingga dua jam di warnet sepulang mengajar. Ia lalu belajar mengganti template blog, posting artikel, memasang wedget, dan lain sebagainya.

“Sampai di sini saya masih belum berani untuk share. Karena ini baru blog percobaan. Setelah sekitar empat blog saya buat hanya sekedar latihan. Lalu, sekiranya kemampuan dasar blog sudah lumayan terkuasai, maka mulailah saya buat blog yang nantinya siap dipublikasikan,” ujar Nasruddin.

Menurut dia, menentukan nama blog ternyata lebih sulit ketimbang membuat blog itu sendiri. Awalnya karena ia sudah memiliki Fanspage Mutiara Pendidikan, ia pun ingin menggunakan nama yang sama. “Tetapi sebagai guru madrasah, saya ingin memperlihatkan kemadrasahan saya. Lalu, muncul ide nama blog Guru Madrasah. Ternyata sudah ada. Blog Guru Madrasah Ibtidaiyah juga sudah ada meski blog-blog tersebut jarang posting,” paparnya.

Di tengah kegalauan tersebut, terbersit dalam benak adanya kata “Abdi Negara”, dan “Abdi Masyarakat”. Akhirnya, ia memilih nama “Abdi Madrasah” yang disingkat “Abdima”. Hal yang lebih menguatkan Nasruddin memilih nama tersebut lantaran adanya kesadaran betapa pentingnya peran madrasah dalam kehidupan dirinya.

“Sebab, dari madrasah lah saya mulai dikenalkan dengan huruf dan angka. Dari madrasah lah saya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Yakni di MI kemudian melanjutkan ke MTs, terakhir di MA. Jadi, karena merasa dicetak oleh madrasah, maka sedikit banyak ingin bermanfaat bagi madrasah. Tentu, sebatas kapasitas dan kemampuan yang saya miliki,” ujarnya merendah.

Tanpa menunggu lama, pada 19 Desember 2012 secara resmi Nasruddin memiliki blog bernama “Abdi Madrasah” yang beralamat di http://abdima.blogspot.com/. Setelah beberapa hari melengkapi blog dengan berbagai tulisan termasuk wedget dan lain sebagainya, terpublishlah posting perdana pada 31 Desember 2012.

Sejak ia mempunyai blog, baik Mutiara Pendidikan maupun Abdi Madrasah, ia mulai mem-posting tulisan pada 30 Desember 2012. “Otomatis fanspage saya di Facebook saya ubah menjadi Abdi Madrasah karena menyesuaikan blog tadi itu,” kata dia.

Ia berprinsip hanya ingin berbagi tanpa orang lain mengetahui jati dirinya. Ia berharap bisa berbagi tanpa diiringi rasa sombong. “Saya pernah dengar, kalau bisa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Yang penting tujuan saya main blog itu kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya mantap.

Nasruddin menuturkan, dalam blognya tertulis ‘membagi informasi kepada para sahabat agar hidup ini lebih bermanfaat.’ Makanya, dalam admin itu ia tidak menuliskan database-nya. “Saya hanya menulis sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah yang mulai mengenal huruf dan angka dari madrasah. Oleh karena itu, harus berbuat yang terbaik untuk madrasah,” tegasnya.

Sebagai guru saya ia butuh informasi terbaru, jadi sederhananya Butuh Cari Dapat Bagi (BCDB). Jika ia butuh info, maka ia pun segera mencarinya. Setelah mendapatkannya, lalu ia membagikannya kepada siapa saja. Pada saat Facebook-an, Nasruddin mengaku seringkali melihat sebagian temannya membagikan berita tentang madrasah.

“Saya pun ikut nge-share. Tapi sebelumnya saya buat postingannya. Yang penting di google itu kan nggak boleh copas. Kalau sekedar mengulas kan boleh. Meski ada juga yang copas, tapi saya cantumkan sumber dan link-nya. Misal, dari website direktorat madrasah tentang prestasi atau program apa gitu,” akunya.

Menurut Nasruddin, website Abdima banyak dikunjungi orang lantaran mereka mendapatkan berbagai informasi mengenai madrasah. (Ali Musthofa Asrori)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Ulama, Doa Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia

Surabaya, Belajar Muhammadiyah - Era keterbukaan yang dinikmati bangsa ini ternyata menyisakan sejumlah permasalahan. Derasnya akses informasi yang diterima masyarakat dengan sangat mudah, pada gilirannya mengancam bangunan kebangsaan kita.

"Masyarakat saat ini disuguhkan dengan tayangan televisi berbasis satelit serta relay radio Salafi Wahabi yang muatannya cukup memprihatinkan," kata Ketua Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur Ahmad Najib AR usai rapat pleno, Sabtu (11/3) petang.

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia

Ia menyebut beberapa media Wahabi yang jumlahnya puluhan dan rata-rata mengudara melalui televisi satelit, termasuk juga radio dakwah yang tersebar di berbagai daerah.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Gus Najib, masyarakat saat ini tengah dihadapkan pada suasana yang serba dilematis. "Dengan alasan demokrasi, maka masyarakat bisa mengakses sejumlah informasi secara terbuka, termasuk keberadaan radio dan televisi satelit," ungkapnya.

Akan tetapi, tidak sedikit acara yang disiarkan ternyata justru mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, lanjutnya.

Belajar Muhammadiyah

Alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini kermudian menyebutkan sejumlah ajaran Wahabi yang tidak sesuai dengan NKRI. "Dakwah mereka kerap menebar kebencian kepada kelompok lain, tidak toleran, bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang ramah dan rahmatan lil alamin," ungkapnya.

Banyaknya konflik di akar rumput kerap diawali dengan ujaran kebencian yang disampaikan kalangan yang beraliran Wahabi. "Dari mulai ceramah agama, juga status di media sosial, tidak jarang yang menyebarkan ajaran tendensius yang meresahkan bahkan berpotensi mengakibatkan perpecahan di masyarakat. Belum lagi banyak ajaran kalangan ini yang berlawanan dengan Pancasila," lanjutnya.

Yang memprihatinkan, ajaran Wahabi? itu disampaikan lewat sejumlah televisi satelit maupun radio berjejaring. "Apalagi dari segi regulasi, selama ini belum ada aturan yang memberikan pengawasan terhadap isi siaran dari televisi satelit tersebut," katanya.

Gus Najib berharap agar pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap media Wahabi tersebut. "Kalau kepada media yang memiliki izin siar resmi, pemerintah demikian selektif dan ketat, hal serupa juga harus diberikan kepada media beraliran Wahabi yang banyak mengudara di TV satelit tersebut," harapnya.

Karena kalau hal tersebut tidak dilakukan, bukan tidak mungkin integrasi bangsa akan terancam. "Taruhannya terlalu mahal, yakni eksistensi NKRI," sergahnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sholawat, Anti Hoax, Warta Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa

Rembang, Belajar Muhammadiyah

Sebagai kader muda NU, Gerakan Pemuda Ansor sudah seharusnya lebih aktif berperan serta mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan oleh Nahdlatul Ulama. Utamanya di desa, badan otonom NU ini mesti terlihat kiprahnya dalam membentengi warga dari paham ekstrem.

Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa

Imbauan tersebut disampaikan Kiai Suparman, Rais Syuriyah Pengurus Ranting NU Desa Babadan, Kecamatan Kaliori Rembang, Jawa Tengah saat Pimpinan Ranting GP Ansor setempat menggelar rapat anggota pemilihan ketua ranting yang baru di Masjid Attaqwa Desa Babadan.

"Gerakan yang paling harus diwaspadai adalah setiap gerakan yang ada di desa. Jangan sampai aliran yang menggunakan kekerasan masuk ke desa kita tercinta ini,” pintanya, Rabu (23/8) malam itu.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Kiai Suparman, sebagai “anak sulung” NU, GP Ansor diharapkan dapat berkiprah maksimal. Selain itu, GP Ansor juga harus siap dan dipersiapkan untuk menggantikan kepengurusan Nahdlatul Ulama kelak.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga mengajak kepada GP Ansor untuk melestarikan tradisi NU seperti ziarah dan lainnya. Ziarah kubur, kata Kiai Suparman, merupakan salah satu wujud kecintaan warga Nahdliyin terhadap sejarah, terutama sejarah leluhur sendiri.

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kaliori Jasmani memimpin langsung pendemisioneran ketua lama dan sidang pemilihan ketua baru. Ia mengapresiasi Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Babadan yang telah menjalankan organisasi sesuai dengan Pedoman Pelaksaan Organisasi dan Administrasi (PPOA). (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tokoh, Amalan, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

23 Duta Pendidikan Korsel Gelar Studi Banding di SMA NU 1 Gresik

Gresik, Belajar Muhammadiyah - Sebanyak 23 tamu dari Korea Selatan mengunjungi SMA NU 1 Gresik, Kamis (21/1). Mereka bertamu dalam rangka studi banding dalam bidang kesenian dan kebudayaan. Mereka disambut dengan penampilan sejumlah seni tari, penampilan gamelan dan perkusi, kolintang, dan orchestra pelajar SMA NU 1 Gresik.

Kunjungan tamu dari Korsel ini berbarengan dengan peringatan Harlah Ke-50 SMA NU 1 Gresik. Peringatan ini bertepatan pula dengan penobatan perputakaan SMA setempat sebagai the best library di tingkat nasional.

23 Duta Pendidikan Korsel Gelar Studi Banding di SMA NU 1 Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
23 Duta Pendidikan Korsel Gelar Studi Banding di SMA NU 1 Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

23 Duta Pendidikan Korsel Gelar Studi Banding di SMA NU 1 Gresik

Para tamu dibuat takjub oleh pementasan kesenian pelajar SMA NU 1 Gresik. Mereka juga disambut dengan aksi panjat tebing.

Belajar Muhammadiyah

Direktur Buyong High School South of Korea Chung Jae Sup yang pernah menginjakkan kaki di SMA NU Gresik ini berkeinginan untuk menandatangani kerja sama dalam bidang pendidikan dari berbagai negara di Asia khususnya Indonesia. Satu-satunya sekolah di Indonesia yang dipilih adalah SMA NU 1 Gresik.

Kepala Sekolah SMA NU 1 Gresik Nasihuddin mengatakan, “Acara International Friendship of Education yang diadakan di SMA NU 1 Gresik merupakan salah satu momentum untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia khususnya di SMANU 1 Gresik agar lebih kompetitif dalam rangka menyambut MEA yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.”

Kerja sama persahabatan dalam bidang pendidikan ini juga memungkinkan pertukaran ide antara sekolah di Korea Selatan dan sekolah di Indonesia dalam hal peningkatan kualitas. (Faris Achmad Assegaf/Alhafiz K)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

PBB: ISIS Gunakan 100.000 Sandera sebagai Perisai Manusia di Mosul

Jenewa, Belajar Muhammadiyah - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pada Jumat (16/6) bahwa kelompok ISIS mungkin menggunakan lebih dari 100.000 warga sipil Irak yang disandera sebagai perisai manusia di Kota Tua Mosul.

Pasukan Irak berjuang merebut kembali Mosul dari ISIS setelah kelompok ekstremis itu menyerbu kota pada 2014 dan memberlakukan peraturan brutal terhadap penduduknya.

PBB: ISIS Gunakan 100.000 Sandera sebagai Perisai Manusia di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB: ISIS Gunakan 100.000 Sandera sebagai Perisai Manusia di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB: ISIS Gunakan 100.000 Sandera sebagai Perisai Manusia di Mosul

Perwakilan badan pengungsi PBB di Irak Bruno Geddo mengatakan bahwa ISIS telah menangkap warga sipil dalam pertempuran di luar Mosul dan memaksa mereka memasuki Kota Tua, salah satu bagian terakhir kota yang masih berada dalam genggaman mereka.

Belajar Muhammadiyah

"Lebih dari 100.000 warga sipil masih disandera di Kota Tua," kata Geddo kepada wartawan di Jenewa.

Belajar Muhammadiyah

"Kami tahu bahwa ISIS membawa mereka saat mereka meninggalkan... lokasi tempat pertempuran berlangsung," katanya.

"Warga sipil ini pada dasarnya disandera sebagai perisai manusia di Kota Tua."

Dengan hampir tidak ada makanan, air atau listrik yang tersisa di daerah tersebut, penduduk sipil "hidup dalam kondisi kekurangan dan kepanikan yang kian memburuk," katanya.

"Mereka dikepung pertempuran di setiap sisi."

Sementara para penembak jitu berusaha membunuh siapa saja yang mencoba meninggalkan daerah yang dikuasai ekstremis, katanya lalu menambahkan bahwa beberapa orang yang berhasil melarikan diri mengalami "trauma berat".

Sejak pertempuran untuk merebut kembali Mosul dimulai sembilan bulan lalu, sekitar 862.000 orang mengungsi dari kota itu, meski 195.000 di antaranya kemudian kembali, utamanya ke bagian timur kota yang sudah dibebaskan.

Itu berarti 667.000 orang masih mengungsi, hampir seluruhnya dari bagian barat Mosul, dan tinggal di 13 kamp yang dibangun UNHCR atau bersama kerabat.

Geddo mengatakan badan PBB sejauh ini sudah memberikan bantuan kepada lebih dari 500.000 pengungsi, dan juga berusaha membantu mereka yang kembali ke Mosul, sering kali tinggal di bangunan-bangunan yang pernah dibom.

"Banyak dari orang-orang ini kembali...ke situasi kekurangan," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP. (Antara/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Khutbah, Ulama, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Politik dan ekonomi yang diangkat sebagai panglima bagi masyarakat Indonesia, terbukti gagal memberikan kemaslahatan bagi mereka. Kendati demikian, mereka tidak berani mengangkat budaya sebagai panglima.

Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Budaya Sebagai Panglima

Demikian dikatakan Wakil Rais Am PBNU KH A Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus dalam pidato budaya pada malam Festival Budaya Pesantren di Balai Kartini Kavling 37, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) malam.

Bagi Gus Mus, budaya kesederhanaan, kebiasaan gotong royong, dan tingginya rasa persaudaraan sesama manusia, sanggup menyehatkan kembali mereka dari kemerosotan susila yang sangat meresahkan kini. Tetapi mereka mengabaikan aspek budaya.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Gus Mus, mereka masih berharap pada politik dan ekonomi. Padahal, politik sebagai panglima seperti di era Bung Karno telah mengantarkan masyarakat pada suatu keadaan yang mengkhawatirkan. Mereka terkotak-kotak dalam aneka warna partai. Antartetangga saling membunuh hanya karena perbedaan warna bendera partai.

“Kenyataan itu dikritik di zaman Suharto. Kalau politik tidak membuat perut kenyang, kenapa politik dijadikan panglima? Lalu Suharto menjadikan ekonomi sebagai panglima,” kata Gus Mus di hadapan sedikitnya 1500 kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).

Belajar Muhammadiyah

Ekonomi, lanjut Gus Mus, bukanlah panglima yang baik. Orde baru yang menilai pertumbuhan ekonomi sebagai capaian-capaian pembangunan, membuat erosi mental dan etika masyarakat. Perebutan sumber-sumber perekonomian, menghilangkan kesederhanaan mereka. Celakanya, materi membuat mereka sangat mencintai dunia.

Kesederhanaan sebagai harta termahal masyarakat Indonesia, didesak panglima ke pinggir. Harga diri manusia Indonesia diukur dari materi semata. Kecurigaan satu sama lain, sikap individualitas, dan kesenjangan kelas sosial yang menjurang menguat, tegas Gus Mus dalam festival yang menjadi awal rangkaian harlah ke-79 GP Ansor.

Sementara di era reformasi, mereka kembali menjadikan politik sebagai panglima. Panglima sekarang ini lebih kejam dari panglima di era Bung Karno. Karena, panglima politik era ini, memimpin setelah mereka melewati kejamnya 32 tahun ekonomi bercokol. Dengan demikian, mereka menstandarkan kemanusiaannya pada acuan materi dan kekuasaan sekaligus, tutup Gus Mus.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Sejarah, Sholawat Belajar Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mensosialisasikan hasil-hasil muktmar ke-33 Nahdlatul Ulama, di auditorium PBNU Selasa malam (15/12). Kegiatan tersebut dipandu Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini.

Helmy Faishal Zaini mengatakan, di dalam tas yang diberikan usai registrasi ada beberapa buku panduan tentang pesantren, penguatan Islam Nusantara, termasuk buku aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) NU. “Kita sudah cetak AD/ART hasil Muktamar Jombang. Hasil-hasil itu bisa dikaji dan dibaca,” katanya.

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Dalam memahamami AD/ART yang begitu tebal, yang jumlahnya beratus-ratus halaman, akan ditemui kesusahan, ketika mensosialisasikan kembali kepada para Pengurus Cabang. “Nanti diajarkan bagaimana trik membaca yang mudah dan simpel,” ujar alumni Pesantren Denanyar Jombang ini.

Belajar Muhammadiyah

Dalam kesempatan ini, Helmy menyampaikan beberapa progam yang baik yang sudah dan sedang dikerjakan PBNU termasuk di dalamnya jaringan yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Progam yang sudah dikerjakan diantaranya adalah pelayaran santri bela negara bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia yang diikuti seribu santri.

Belajar Muhammadiyah

PBNU sedang menyusun peta persebaran pengurus NU sampai ke tingkat ranting (desa). Sehingga dalam progam persebaran akan lebih mudah untuk menentukan daerah-daerah yang menjadi skala prioritas.? “Untuk itu, kita perlu mendengar bagaimana kondisi wilayah-wilyah dari para pengurus yang hadir,” imbuh Helmy.

Dalam sosialisasi hasil muktamar, turut hadir para pengurus harian PBNU. Di akhir dibagikan juga buku 100 Ulama serta Atlas Walisongo. (Faridur Rohman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

RMINU Jateng Dampingi Perintisan Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren

Solo, Belajar Muhammadiyah

Menyusul peresmian Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan Wonosobo oleh Menteri Agama RI , Lukman Hakim Saifuddin, pada tahun lalu, kini sejumlah pesantren juga tengah merintis hal serupa.

Dalam prosesnya, pesantren yang tengah merintis PDF ikut didampingi Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah.

RMINU Jateng Dampingi Perintisan Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Dampingi Perintisan Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Dampingi Perintisan Pendidikan Diniyah Formal di Pesantren

Demikian disampaikan salah satu pengurus RMINU Jateng, Abu Khoir, saat ditemui Belajar Muhammadiyah di sela kegiatan pelatihan peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diniyah formal yang diselenggarakan Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Senin (7/3) lalu.

Dijelaskan Abu Khoir, pendampingan yang dimaksud dilakukan dalam bentuk dorongan motivasi serta pengawalan regulasi. “Jadi yang kita harapkan, setelah APIK Kaliwungu dan Al-Mubarok Manggisan, pesantren yang lain dapat menyusul untuk merintis PDF,” tutur Dosen FITK IAIN Surakarta itu.

Belajar Muhammadiyah

Ditambahkan Abu Khoir, program PDF ini menawarkan keunggulan tersendiri untuk lulusan pesantren yang ingin mendapat ijazah setara dengan pendidikan formal. “Akan tetapi, nantinya bisa kita bedakan, antara lulusan aliyah formal dengan aliyah PDF, terlebih dengan lulusan kejar paket,” tutur dia.

Selain mendorong program PDF, RMINU Jateng juga terus gencar mengampanyekan slogan Pesantren Bersih Pesantren Keren dan Ayo Mondok. (Ajie Najmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington

Tehran, Belajar Muhammadiyah . Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Selasa (30/10), mengungkapkan bahwa Tehran tidak tertarik untuk mengadakan perundingan dengan Washington dan negaranya tidak membutuhkan bantuan apapun dari Amerika Serikat (AS).



Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington

"Jika ada syarat-syarat yang harus dipersiapkan dalam perundingan, maka bangsa Iran yang perlu melakukannya dan Anda (AS), para pembangkang hukum tidak dapat mendikte persyaratan-persyaratan untuk dialog dengan bangsa Iran," katanya.

Ahmadinejad membuat pernyataan tersebut sebagai reaksi terhadap pernyataan Presiden Bush bahwa Washington siap untuk mengadakan perundingan dengan Iran jika Iran menyerahkan energi nuklirnya.

Belajar Muhammadiyah

Ahmadinejad juga menyatakan, negaranya siap untuk mengadakan perundingan atau dialog jika ada syarat-syarat yang sama dan adil.

"Namun, negara (AS) itu tidak akan merundingkan hukum dan hak-hak absolutnya. Kekuatan-kekuatan yang korup dan angas, yang menentang kemerdekaan bangsa Iran sedang menciptakan rintangan-rintangan bagi kemajuan negaranya sendiri," terangnya.

?

Belajar Muhammadiyah

"Sejak beberapa tahun lalu, musuh telah meluncurkan usaha-usaha yang luas termasuk penyebaran kepalsuan (fitnah), desas desus/slentingan, penipuan, peperangan psikologis, teror dan intimidasi untuk merampas bangsa Iranian dari hak-haknya yang legal dan absolut dalam menggunakan energi nuklir untuk tujuan-tujuan damai," tambahnya seperti dilansir sumber Irna.

Lebih lanjut, Ahmadinejad mengemukakan argumennya bahwa negaranya menghendaki segera terwujudnya program nuklirnya untuk tujuan damai.

Presiden itu, sebaliknya, mengingatkan bahwa negara-negara kekuatan dunia harus mengetahui bahwa rakyat dan para pemimpin Iran sangat menghendaki segera terrealisasikannya program nuklirnya dan mengatakan, Iran tidak akan menyerahkan hak-haknya meski sekecil-kecilnya.

"Anda (AS) mestinya tidak perlu marah atas prestasi-prestasi bangsa Iran karena para pemuda kami begitu gigih untuk menaklukkan semua puncak prestasi. Para pemuda Iran yang bijaksana mencetak banyak kesuksesan di segala bidang dari hari ke hari dan Anda (AS) akan mati oleh kemarahan Anda sendiri jika Anda mengerutkan dahi atas keberhasilan-keberhasilan tersebut," katanya. (dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba, Anti Hoax, Cerita Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU

Pasuruan, Belajar Muhammadiyah. Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin menghadiri Haul Al-Arif Billah KH Abdul Hamid Pasuruan pada (21/12). Ia disambut PCNU Kota Pasuruan dengan mengadakan kegiatan bertajuk "Silaturahim PBNU dengan Pengurus NU se-Pasuruan Raya".

Silaturahim yang berlangsung di aula PCNU Kota Pasuruan tersebut dimulai dengan pembacaan istighosah dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kota Pasuruan KH Said Kholil. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari ketua PCNU Kota Pasuruan KH Halim Masud.

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU

Dalam taushiyahnya, KH Maruf Amin menyampaikan, prioritas kegiatan pokok pengurus NU. Pertama, adalah penguatan Aqidah Ahlusunnah wal-Jamaah An-Nahdliyah.

Belajar Muhammadiyah

Islam Nusantara, kata dia, yang menjadi perbincangan ramai di masyarakat, sebenarnya adalah sebuah kemasan dengan isi Islam Ahlusunnah wal jamaah An Nahdliyah. “Jadi, bukan aliran baru seperti banyak dituduhkan oleh pihak yang tidak mau bertabayun,” tegasnya.

Dengan corak dakwahnya yang santun dan teduh, lanjut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara diharapkan menjadi solusi atas problematika bagi dunia Islam dewasa ini.

Belajar Muhammadiyah

Kedua, adalah perbaikan dan pemberdayaan jam’iyah dengan prinsip aktif, dinamis, kreatif. Hal itu dilakukan secara berkelanjutan di semua bidang dengan menggalakkan pada sektor ekonomi dan pendidikan.

“Untuk mewujudkan tujuan NU maka diperlukan konsolidasi organisasi dan semangat ke-NU an,” pungkasnya.

Rais Aam menegaskan bahwa NU tidak boleh sekedar besar jumlahnya tetapi kecil perannya. NU harus besar jumlahnya dan besar pula perannya. Maka yang perlu ditingkatkan adalah semangat ke-U-an yang akan mengembalikan kejayaan NU sebagaimana di tangan para pendirinya. 

Acara ini dihadiri para pengurus PCNU Kota Pasuruan dan PCNU Kabupaten Pasuruan dengan dipandu cucu Almaghfurlah KH Abdul Hamid, Muchamad Nailur Rohman. (zulkarnaian mahmud/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, Anti Hoax, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 23 Desember 2017

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Faktor kesukuan di jazirah Arab merupakan faktor yang turut mempengaruhi mengapa konflik di sana berlangsung tiada henti dari dulu sampai sekarang.?

KH Said Aqil Siroj yang menempuh pendidikan sarjana sampai doktor di Arab Saudi menjelaskan, partai politik maupun mazhab keagamaan basisnya kesukuan.?

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

“Fanatisme kesukuan masih tebal sekali. Kalau kepala sukunya syiah, maka syiah semua. Kalau wahabi, ya wahabi semua. Kayak suku Tamimi, itu wahabi semua sejak dulu. Jadi kalau ada konflik mazhab, maka konfliknya menjadi konflik suku atau konflik politik,” katanya.

Maka, ketika ada perang mazhab atau perang politik, para ujungnya juga perang suku, sebagaimana yang terjadi di Yaman, yang saat ini muncul kesan kuat adanya peperangan antara kelompok sunni dan syiah, yang masing-masing didukung oleh Saudi Arabia dan Iran.

Belajar Muhammadiyah

Dijelaskannya, pandangan masyarakat Arab tradisional tentang kepemimpinan adalah seorang pemimpin menduduki jabatannya sampai meninggal. Mereka tidak mempersoalkan berapa lama menjadi presiden, yang penting adalah jujur atau tidak sebagaimana para khalifah yang dulu memimpin sampai meninggal.?

Perubahan paradigma terjadi ketika banyak generasi muda yang pulang belajar dari Barat yang ingin mentransfer sistem demokrasi melalui Arab Spring, tetapi faktanya hal tersebut ternyata tidak mudah. Libya, Yaman dan Suriah kini menjadi negara yang dalam kondisi perang. Mesir meskipun kelihatannya damai, tetapi semu.

Belajar Muhammadiyah

Mengenai hubungan antara Kerajaan Saudi dan ulama Wahabi, keduanya juga tidak selalu harmonis, tetapi mereka saling membutuhkan. Kerajaan Saudi tak akan kuat tanpa dukungan kelompok ulama wahabi, dan demikian pula sebaliknya.

Yang unik adalah, Kesultanan Oman. Meskipun secara resmi mereka mengikuti mazhab Al Ibadiyah, yang merujuk pada pemuka khawarij ? Abdullah Al Ibadi, tapi tidak ekstrim, sangat moderat, malah berbeda dengan kelompok yang mengaku sunni tapi radikal. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Habib, Anti Hoax, Halaqoh Belajar Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Bojonegoro, Belajar Muhammadiyah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Jauhari Hasan mengatakan, ajaran Islam melarang berhubungan suami istri tanpa akad pernikahan (zina). Bahkan, prilaku mengarah zina, seperti pergaulan bebas pun tidak dibolehkan.

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Selain terlarang dalam agama, pergaulan bebas juga bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS. “Pergaulan bebas menyimpang dari syariat islam. MUI miris melihat pergaulan bebas yang semakin marak terjadi,” ujarnya kepada Belajar Muhammadiyah saat ditemui di masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Rabu, (26/2).

Pria asal Kabupaten Tuban tersebut juga berpendapat, tidak mempersoalkan penggunaan kondom agar tidak terjangkit HIV/AIDS. Tapi jangan sampai perzinaan terjadi.

Belajar Muhammadiyah

“Jika sudah berkeluarga dengan pernikahan sah, karena suami atau istri terkena HIV/AIDS, diperkenankan menggunakan kondom agar tidak terjangkit penyakit berbahaya tersebut.

Ia menambahkan, untuk menyikapinya soal pergaulan bebas, MUI akan meningkatkan dakwah dan penyuluhan. “Solusinya sulit karena nafsu, tetapi kalau tidak dibentengi akan merusak umat. Apalagi MUI prihatin, remaja sekarang 90% pacaran menjurus perzinahan,” ucapnya.

Belajar Muhammadiyah

Guru MAN 2 Bojonegoro itu setiap mengajar, selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya agar tidak pacaran. Serta memotivasi, untuk menjauhi pergaulan bebas.

Perhatian orang tua juga memberikan peran sentral dalam melakukan pengawasan pada anaknya, karena seorang anak juga menjadi tanggung jawab orang tua selain pihak sekolah. “MUI mengimbau kepada orang tua mengawasi putra-putri agar bertindak positif dan tidak melanggar aturan Allah,” imbuhnya. [M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Di Pantai Boom, Bupati Ajak Peserta Konferwil ISNU Jatim Lepas Tukik

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah. Sejak hari ini hingga besok (4-5/11), Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur menyelenggarakan konferensi. Acara yang diikuti utusan dari sejumlah kota dan kabupaten se-Jatim tersebut berlangsung di Kabupaten Banyuwangi. Tidak semata mengikuti permusyawaratan, peserta juga diajak melepas anak penyu atau tukik di Pantai Boom.

"Ini bentuk kepedulian sarjana NU terhadap kelestarian alam," kata H Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, Sabtu (4/11).

Di Pantai Boom, Bupati Ajak Peserta Konferwil ISNU Jatim Lepas Tukik (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pantai Boom, Bupati Ajak Peserta Konferwil ISNU Jatim Lepas Tukik (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pantai Boom, Bupati Ajak Peserta Konferwil ISNU Jatim Lepas Tukik

Azwar Anas yang juga Ketua PW ISNU Jatim mengingatkan bahwa kelestarian alam, termasuk di dalamnya menjaga kelangsungan hewan adalah tanggung jawab bersama. "Termasuk sarjana NU," tegasnya.

Sejumlah peserta ikut melepaskan tukik di pantai Boom yang juga menjadi salah satu ikon kota Banyuwangi tersebut. Mereka bergabung bersama rombongan bupati dan Ketua Umum PP ISNU secara bersama-sama melepas puluhan tukik kea lam bebas.

Belajar Muhammadiyah

Kegiatan ini sebagai rangkaian Konferensi Wilayah ISNU yang sebelumnya dibuka oleh Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah. Usai pembukaan, kegiatan diisi sarasehan yang menghadirkan Ali Masykur Musa dan Ahmad Suaedy yang juga anggota Board Jaringan GusDurian.

Sebelum sejumlah sidang dilangsungkan, Bupati Anas juga mengajak para peserta untuk melihat dari dekat sejumlah destinasi wisata yang ada di kota tersebut.

Malam ini, agenda konferensi dimulai dengan sidang pleno komisi serta pleno. Sejumlah sidang dilangsungkan di Balai Diklat yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Diperkirakan, Ahad petang, seluruh rangkaian konferensi dapat dituntaskan dengan memilih Ketua PW ISNU Jatim yang baru. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Warta, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

GP Ansor Gagas "Halaqah Kiai Muda se-Kalimantan"

Banjarmasin, Belajar Muhammadiyah. Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Gerakan Pemuda Ansor se-Kalimantan Selatan antara lain mempersiapkan Halaqah Kiai Muda se-Kalimantan.

GP Ansor Gagas Halaqah Kiai Muda se-Kalimantan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gagas Halaqah Kiai Muda se-Kalimantan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gagas "Halaqah Kiai Muda se-Kalimantan"

Rakorwil telah terlaksana Sabtu (4/5) lalu di Gedung NU Cabang Alabio, yang dihadiri seluruh Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalsel dan Pimpinan Cabang GP Ansor se-Kalimantan Selatan.

Sekretaris PW GP Ansor Kalsel Teddy Suryana kepada Belajar Muhammadiyah Selasa (7/5) menyatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional GP Ansor yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Belajar Muhammadiyah

Terkait pelaksanaan halaqah kiai, GP Ansor memiliki obsesi untuk menyatukan seluruh potensi kiai, ulama yang tersebar di tengah masyarakat karena tidak sedikit alumni Timur Tengah, pondok pesantren yang sudah berkiprah di bidang keagamaan namun tidak dilibatkan dalam membangun jam’iyyah Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan.

“Kesiapan PW GP Ansor harus dioptimalkan dalam rangka menyongsong halaqah kiai sekalimatan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan maksimal dan memperoleh output yang optimal,” demikian dalam Rakorwil tersebut seperti diungkapkan Teddy.

Belajar Muhammadiyah

Rakorwil membahas berbagai program kerja PW GP Ansor Kalsel dalam 100 hari ke depan. Selain halaqah kiai, rapat juga membahas program kaderisasi dan pemberdayaan Ekonomi.

Dalam kesempatan itu Ketua PW GP Ansor Kalsel Harun Al-Rasyid menyampaikan dorongannya kepada semua Pimpinan Cabang GP Ansor agar bekerja keras membangun organisasi apalagi GP Ansor Kalsel telah naik ke “cluster 1” sehingga program-program yang dikembangkan lebih aplikatif dan menyentuh kader-kader yang berada di tingkatan paling bawah (grassroot).

“Majelis Rijalul Ansor harus lebih intens dilakukan karena kita harus memastikan nilai dan tradisi Aswaja ditingkat masyarakat sebagai benteng terakhir Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” katanya. 

Ketua PW GP Ansor Kalsel yang baru saja terpilih ini juga menyampaikan agar GP Ansor Kalsel harus melakukan langkah-langkah konkrit untuk merealisasikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sehingga distribusi kader dalam berkiprah ditingkat masyarakat bisa dilakukan secara masis, terstruktur dan terukur, karena lembaga ini akan melakukan pengkajian, penelaahan dan produksi secara nyata ditingkat kader baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan lain sebagainya.

Rakorwil tersebut menghasilkan beberapa agenda diantaranya waktu pelaksanaan PKD yang akan digelar dari awal Juni sampai dengan Akhir Agustus 2013 oleh 14 Pimpinan Cabang GP Ansor, pembentukan BMT dan LKP di tiap Cabang GP Ansor se-Kalimantan Selatan, dan usulan tanggal pelaksanaan Halaqah Kiai Muda se-Kalimantan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Erfan 

   

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

IPNU Jateng Tindaklanjuti Keputusan Muktamar soal Pembatasan Usia

Klaten, Belajar Muhammadiyah . Salah satu hasil putusan Sidang Komisi Organisasi dalam Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, beberapa waktu lalu, adalah tentang pembatasan syarat usia maksimal menjadi anggota IPNU-IPPNU, yakni 27 tahun.

Menanggapi hal ini, pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah segera mengadakan tindak lanjut, seperti yang telah diterangkan ketua IPNU Jateng Amir Mustofa Zuhdi, saat menyampaikan pidato sambutan pada acara pelantikan pengurus PC IPNU-IPPNU Klaten di Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten.

IPNU Jateng Tindaklanjuti Keputusan Muktamar soal Pembatasan Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jateng Tindaklanjuti Keputusan Muktamar soal Pembatasan Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jateng Tindaklanjuti Keputusan Muktamar soal Pembatasan Usia

Amir mengatakan pihaknya telah memberikan instruksi kepada pengurus yang di bawahnya, untuk dapat merapikan kriteria pengurus sesuai batasan usia dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga, serta menjalankan proses kaderisasi yang berjenjang dan rapi.

Belajar Muhammadiyah

“Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil dari Muktamar NU yang membatasi umur maksimal 27 tahun. Dan ini sudah dilakukan oleh Klaten, Soloraya dan Jawa Tengah pada umumnya,” terang Amir, Ahad (8/8).

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, pada acara yang sama, Sekretaris Jenderal PP IPNU, Muhammad Nahdhy menyatakan bahwa pembatasan usia kader ini, memungkinkan para kader IPNU-IPPNU untuk semakin memperluas “ladang dakwah”, tidak hanya khusus di lingkup NU.

“IPNU-IPPNU diharapkan menggarap kader dari berbagai kalangan, tidak peduli baik itu dari Muhammadiyah, MTA, LDII dan lain sebagainya. Jangan sampai IPNU-IPPNU cuma disibukkan mencari kader-kader dari NU saja. Karena kita semua bertekad bisa meng-NU-kan mereka-mereka yang belum NU,” tegas pria yang akrab Gus Nahdi itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ahlussunnah, Internasional, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Tuntunan Mengqashar Shalat

Islam sebagai agama yang mengatur tata cara hidup bermasyarakat dan tata cara beribadah kepada Yang Maha Kuasa, tidak pernah membebani umatnya di luar kemampuannya. Bahkan ketika berhubungan dengan perkara wajibpun Islam selalu memberikan dispensasi, sekiranya kewajiban itu terlalu membebani umatnya. Dispensasi atau keringanan dalam fiqih disebut dengan rukhshah. Hal ini tercermin dalam masalah qashar dan jama’ shalat.

Secara bahasa qashar berarti meringkas, yaitu meringkas shalat yang semula harus dikerjakan empat rakaat (misal dhuhur, ashar dan isya) menjadi dua rakaat. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam surat An-Nisa’ ayat 101:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu 

Tuntunan Mengqashar Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntunan Mengqashar Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuntunan Mengqashar Shalat

Artinya seseorang yang sedang dalam bepergian (musafir) dibolehkan mengqashar shalat. Begitu pula jika dalam keadaan berperang. Karena tuntunan konsntrasi penuh dalam menghadapi serangan pihak musuh, maka diperboehkan mengqashar shalat. Demikian pernah terjadi di zaman Rasulullah saw sebagaimana diterangan dalam hadits Muslim yang diriwayatkan oleh Ya’la bin Umayah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir.

Belajar Muhammadiyah

Begitulah diantara dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menunjukkan diperbolehkannya mengqashar shalat. Sedangkan petunjuk tehnis mengqashar shalat tentunya hanya terdapat dalam kitab-kitab fiqih yang merupakan warisan para mujtahid dalam menentukan sebuah hukum. Sebagaimana keterangan dalam Matnul Gyayah wat Taqrib karya Qadhi Abu Suja’:

? – ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagi seorang musafir diperbolehkan mengqashar shalat yang berrakaat empat dengan lima syarat. 1) Kepergiannya bukan dalam rangka maksyiat. 2) jarak perjalanannya paling sedikit 16 farsakh. 3) shalat yang diringkas adalah yang berrakaat empat. 4) niat mengqashar bersamaan dengan takbiratul Ihram. 5) dan hendaknya tidak bermakmum pada orang yang mukim (tidak musafir).

Dari keterangan di atas dapat dijelaskan bahwa syarat mengqashar shalat pada dasarnya adalah ketika dalam berpergian. Namun syarat ini bisa ditawar dalam kondisi perang. Apabila di rasa empat rakaat terlalu lama dan menghawatirkan keamanan maka diperbolehkan mengqashar shalat. Sebagaimana kerangan hadits di atas.

Belajar Muhammadiyah

Adapun syarat kedua mengenai jarak tempuh perjalanan, maka mengqashar shalat hanya diperbolehkan ketika jarak tempuh bepergian mencapai 16 farsakh atau kira-kira 90 km. Yaitu jarak yang biasanya para musafir telah mengalami kelelahan dan kepayahan.

Dari dua syarat tersebut (musafir dan ukuran jarak tempuh), maka barang siapa dalam perjalanan seseorang tidak sempat shalat. Lalu sesampai di rumah ia hendak mengqadhanya (membayarnya) maka orang tersebut tidak diperbolehkan mengqashar shalat (dengan 2 rakaat) karena ia tidak lagi dalam keadaan musafir. Begitu juga sebaliknya, ketika seseorang mempunyai hutang shalat kemudian dia melakukan perjalanan (musafir) lalu ia hendak membayarnya dengan mengqadha maka tidak boleh shalat itu dilakukan dengan cara qasahar (2 rakaat). Karena hutang shalat itu terjadi ketika dia belum berstatus sebagai musafir.

Adapun penjelasan mengenai syarat ketiga, maka itu bersifat pasti. Hanya shalat yang empat rakaatlah yang boleh diqasahar. Itu artinya shalat dhuhur, ashar dan isya. Dengan kata lain ketika seseorang berpergian dalam jarak tempuh lebih dari 90 km (misalkan dari Jakarta menuju Surabaya) secara otomatis ia akan melewati waktu shalat dhuhur dan ashar, apabila berangkat dari pagi hari melalui jalur darat maupun laut. Maka orang tersebut boleh melakukan shalat dhuhur dan ashar masing-masing dua rakaat.

Akan tetapi jikalau orang tersebut melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat sehingga dapat menghemat waktu, maka baginya ada dua pilihan. Boleh mengqashar shalat ataupun tidak mengqashar. Karena pada dasarnya qashar sebagai sebuah dispensasi (rukhshah) tidaklah bersifat wajib. Tetapi bersifat anjuran. Artinya, qashar adalah sebuah pilihan yang disediakan oleh Allah bagi umatnya yang merasa berat melakukan shalat dengan empat rekaat ketika bepergian. Oleh karena itu seorang muslim selaku hamba Allah boleh memilih qashar atau tidak. Tetapi lebih baik melakukannya ketika syarat lima telah terpenuhi.

Mengenai tatacara niat tidak ada yang berubah sebagaimana niat dalam shalat biasa, yaitu niat dibarengkan dengan takbiratul ihram di dalam hati yang bunyinya, sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ushalli fardhad dhuhri rak’ataini mustaqbilal qiblati qasran lillahi ta’la

Aku niat shalat dhuhur dua rekaat menghadap qiblat keadaan qashar karena Allah

Dan syarat yang terakhir, hendaklah jika seseorang melakukan shalat qashar jangan makmum kepada imam yang tidak qashar (sedang shalat biasa). Qashar boleh dilakukan secara berjamaah berbarengan dengan sesama musafir. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri, Anti Hoax, Nasional Belajar Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Wapres JK Hadiri Halaqah Ulama ASEAN Kementerian Agama

Bogor, Belajar Muhammadiyah. Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) pada Halaqah Ulama ASEAN yang digelar oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Selasa (13/12) sore.?

Wapres JK Hadiri Halaqah Ulama ASEAN Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Hadiri Halaqah Ulama ASEAN Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Hadiri Halaqah Ulama ASEAN Kementerian Agama

Kegiatan tersebut dijadwalkan selama tiga hari, 12-15 Desember 2016 di Hotel Salak The Heritage, Jalan Ir. H. Juanda No. 8 Bogor, Jawa Barat.

Kepastian kehadiran JK dikatakan koordinator kegiatan Hj Faiqoh Mansyur di Jakarta, kemarin. Menurut dia, Halaqah Ulama ini bertujuan untuk merumuskan berbagai langkah konkrit dalam membangun jaringan dan kerjasama antar pesantren di kawasan ASEAN.

"Kegiatan halaqah yang diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat ini menjadi agenda tahunan. Jadi, kami tiap tahun mengadakan acara yang sama dengan tema berbeda. Nah, sore ini Pak JK buka acara sekitar jam 4. Sudah fix, " ujar Faiqoh.?

Pantauan Belajar Muhammadiyah, sejumlah tamu dari sejumlah negara di Asia Tenggara ini terlihat hadir saat melakukan registrasi. Halaqoh yang mengusung tema ? “Mengembangkan Islam Moderat melalui Jaringan Pesantren se-ASEAN” ini bakal menjadi ruang diskusi yang menarik bagi sejumlah peneliti dalam dan luar negeri.

Belajar Muhammadiyah

Selain Wapres, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam halaqah tersebut. Antara lain, KH Sholahuddin Wahid, KH A. Hasyim Muzadi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, pejabat eselon 1 dan 2 di Kemenag dan beberapa tamu penting lainnya.

Belajar Muhammadiyah

Aparat keamanan dari jajaran kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga di sejumlah titik di dekat hotel yang berdiri megah di depan Istana Bogor tersebut. Hingga berita ini ditulis, kesibukan di arena halaqah meningkat seiring pengamanan berlapis yang dilakukan paspampres. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Pendidikan, Cerita Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir

Tangerang Selatan, Belajar Muhammadiyah

KH Ali Mustafa Ya’qub yang wafat Kamis (28/4) pagi ini membawa duka mendalam bagi umat Islam di Tanah Air. Ribuan orang memadati kompleks Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat, Tangerang Selatan.

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Penakziah Sampaikan Penghormatan Terakhir

Saat berita ini dimuat, prosesi menshalati jenazah rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 ini masih berlangsung berkali-kali di Masjid Pesantren Darussunnah. Di antara tokoh yang hadir antara lain, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Wasekjen PBNU ishfah Abidal Azis, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur, dan sejumlah pengurus NU dan MUI lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Mamun yang menjadi imam shalat jenazah sekaligus mauidhah hasanah menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian sahabatnya tersebut. Mengutip hadits Nabi, Kiai Syukron meminta para penakziah untuk menjadikan kematian sebagai nasihat.

Belajar Muhammadiyah

Pesantren Darus Sunnah, jelas Kiai Syukron, adalah bukti pengabdian Kiai Ali Mustafa untuk terus menyebarkan ilmu. "Semoga pahalanya terus mengalir kepada beliau, karena ini merupakan ilmu yuntafau bih (bermanfaat)," terangnya.

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 Maret 1952. Saat ini, domisili beliau di Jalan SD Inpres No. 11 RT. 002 RW. 09 Pisangan-Barat Ciputat 15419 Tangerang Selatan, Banten. (Muchlison Rochmat/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Nasional, Berita Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock