Jumat, 26 Januari 2018

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia

Surabaya, Belajar Muhammadiyah - Era keterbukaan yang dinikmati bangsa ini ternyata menyisakan sejumlah permasalahan. Derasnya akses informasi yang diterima masyarakat dengan sangat mudah, pada gilirannya mengancam bangunan kebangsaan kita.

"Masyarakat saat ini disuguhkan dengan tayangan televisi berbasis satelit serta relay radio Salafi Wahabi yang muatannya cukup memprihatinkan," kata Ketua Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur Ahmad Najib AR usai rapat pleno, Sabtu (11/3) petang.

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia

Ia menyebut beberapa media Wahabi yang jumlahnya puluhan dan rata-rata mengudara melalui televisi satelit, termasuk juga radio dakwah yang tersebar di berbagai daerah.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Gus Najib, masyarakat saat ini tengah dihadapkan pada suasana yang serba dilematis. "Dengan alasan demokrasi, maka masyarakat bisa mengakses sejumlah informasi secara terbuka, termasuk keberadaan radio dan televisi satelit," ungkapnya.

Akan tetapi, tidak sedikit acara yang disiarkan ternyata justru mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, lanjutnya.

Belajar Muhammadiyah

Alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini kermudian menyebutkan sejumlah ajaran Wahabi yang tidak sesuai dengan NKRI. "Dakwah mereka kerap menebar kebencian kepada kelompok lain, tidak toleran, bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang ramah dan rahmatan lil alamin," ungkapnya.

Banyaknya konflik di akar rumput kerap diawali dengan ujaran kebencian yang disampaikan kalangan yang beraliran Wahabi. "Dari mulai ceramah agama, juga status di media sosial, tidak jarang yang menyebarkan ajaran tendensius yang meresahkan bahkan berpotensi mengakibatkan perpecahan di masyarakat. Belum lagi banyak ajaran kalangan ini yang berlawanan dengan Pancasila," lanjutnya.

Yang memprihatinkan, ajaran Wahabi? itu disampaikan lewat sejumlah televisi satelit maupun radio berjejaring. "Apalagi dari segi regulasi, selama ini belum ada aturan yang memberikan pengawasan terhadap isi siaran dari televisi satelit tersebut," katanya.

Gus Najib berharap agar pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap media Wahabi tersebut. "Kalau kepada media yang memiliki izin siar resmi, pemerintah demikian selektif dan ketat, hal serupa juga harus diberikan kepada media beraliran Wahabi yang banyak mengudara di TV satelit tersebut," harapnya.

Karena kalau hal tersebut tidak dilakukan, bukan tidak mungkin integrasi bangsa akan terancam. "Taruhannya terlalu mahal, yakni eksistensi NKRI," sergahnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sholawat, Anti Hoax, Warta Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Media Wahabi Ancaman Nyata bagi Indonesia di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock