Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Sukabumi, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan apel akbar di lapangan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Sabtu, (22/10). Dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut, ribuan santri datang dari berbagai pelosok daerah Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan antinarkoba. Ketua Muslimat Nenah Herlina mengatakan, deklarasi ini adalah tindak lanjut dari hasil keputusan musyawarah Muslimat NU di Malang, Jawa Timur yang merekomendasikan memberantas narkoba di berbagai daerah.

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Adapun tindak lanjut setelah dideklarasikan tersebut, Muslimat NU akan mensosialisasikannya secara masif kepada masyarakat melalui pengajian-pengajian di majelis talim dari mulai tingkat kecamatan hingga tingkat desa.

Belajar Muhammadiyah

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama melindungi terhadap generasi muda khususnya, umumnya semua warga yang ada di Sukabumi.

Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU KH Mahmud Mudrikah Hanafi, Ketua PCNU KH R. Abdul Basith,? Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, Ketua Majlis Ulama Indonesia KH M. Oman Komarudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sukabumi H. Agus Mulyadi, Sekertaris Daerah H. Iyos Somantri. Mereka ikut membubuhkan tanda tangan di atas spanduk deklarasi antinarkoba tersebut. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Hadits, Hikmah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Tim terpadu pengawasan dan penertiban SMS yang terindikasi judi telah terbentuk dan akan segera melaksanakan tugasnya. Tim yang terdiri atas unsur pemerintah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan menganalisa dan meneliti unsur judi dalam kuis SMS yang saat ini marak di masyarakat.

"Tim terdiri dari unsur Majelis Ulama Indonesia, Departemen Sosial, Departemen Komunikasi dan Informasi, Kejaksaan serta Pihak Kepolisian. Dalam waktu dekat TIM akan ada pertemuan untuk membahas tindak lanjut langkah penertiban kuis SMS judi ini," kata Ketua MUI KH Maruf Amien, di Jakarta, Jumat (24/11).

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai

Usaha menertibkan kuis SMS judi sebelumnya selalu menemui hambatan karena MUI merasa tidak memiliki kewenangan. Pada 26 mei 2006 MUI mengeluarkan fatwa haram tentang kuis SMS judi berdasarkan hasil pertemuan lebih dari seribu ulama di Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

MUI sendiri, kata Kiai Maruf, bersama Departemen Sosial (Depsos) pernah melakukan pertemuan mengenai masalah kuis SMS judi tersebut namun belum membuahkan hasil yang berarti. Terbentuknya tim terpadi yang terdiri dari MUI, Depsos, Depkominfo, kejaksaan serta pihak kepolisian itu diharap dapat menjadi solusi.

Beberapa kuis SMS televisi yang ketar ketir karena diduga mengandung unsur judi antara lain Goyang Pol (RCTI), Klop dan Kira-kira (Global TV), dan Iseng-Iseng (TPI). Selain mengandung unsur judi, kuis SMS tersebut dinilai telah melakukan pembodohan kepada masyarakat melalui janji-janji dan hayalan. (rep/har)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Majalengka, Belajar Muhammadiyah. Ketua PC IPNU Kabupaten Majalengka Deni Juhana mengusulkan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka untuk membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) guna memberikan perlindungan terhadap kekerasan anak yang semakin marak terjadi.

"Saya rasa, pemerintah kabupaten perlu segera membentuk KPAID agar anak mendapat pendampingan jika ada kasus yang menimpa mereka," ujar Deni di Ponpes Raudlatul Mubtadiin Cisambeng Palasah Majalengka, Kamis (29/1).

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Menurut Deni, Pemkab Majalengka harus banyak belajar dari beragam kasus kekerasan terhadap anak yang saat ini banyak terjadi di berbagai daerah.

Belajar Muhammadiyah

Deni menyebutkan, beberapa kasus yang terjadi yakni pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Kecamatan Ligung, Kecamatan Palasah, dan masih banyak lagi daerah yang mengalami hal serupa.?

Belajar Muhammadiyah

Terlebih menurutnya, ke depan Majalengka diprediksi bakal menjadi kawasan metropolitan dan kawasan industri. Dengan demikian, lanjut Deni, persaingan akan semakin dinamis dan kompleks sehingga akan mempengaruhi prilaku masyarakatnya juga.

Deni berharap dengan adanya KPAID juga diharapkan dapat menekan tingginya perbuatan kekerasan fisik terhadap anak, pelecehan seksual, dan tracfiking. "Dengan adanya lembaga baru ini setiap anak diharapkan dapat memperoleh pendampingan untuk keadilan," katanya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

Polewali Mandar, Belajar Muhammadiyah. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat akan menghibahkan tanahnya seluas 3 hektar untuk pembangunan madrasah unggulan di Sulawesi Barat.

Madrasah tersebut akan berada di bawah manajemen Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebelum proses penyerahan tanah ke PBNU, waqif yang diketahui bernama H Nuhung itu berkordinasi dengan Kemenag dan BPN Polewali Mandar untuk mengurus sertifikat, Selasa (29/11).

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

"Banyak yang tertarik dengan tanah Pak H Nuhung ini, namun beliau tetap istiqomah ingin mewakafkan tanah tersebut kepada PBNU, dalam hal ini LP Ma’arif NU," ungkap H Basnang Said, salah seorang tim yang ditunjuk oleh LP Maarif Sulawesi Barat.

Dikatakannya, dari sisi keagamaan, masyarakat Polewali Mandar 100 persen berafiliasi dengan NU ditambah lagi H Nuhung adalah warga NU. Maka sangat wajar jika waqif lebih memilih PBNU sebagai nadzirnya dengan harapan tanah yang diwakafkan tersebut dapat digunakan untuk madrasah yang akan menampung pelajar yang berprestasi namun dari sisi ekonomi tidak berkecukupan.

Belajar Muhammadiyah

"Di atas tanah ini rencananya akan dibangun lembaga pendidikan yang lengkap dari mulai RA sampai MA dan SMK bahkan jika memungkin sampai Perguruan Tinggi NU," jelas Basnang.

Kecamatan Luyo, kata dia, merupakan salah satu kecamatan di Polewali Mandar yang punya Sumber Daya Manusia (SDM) cukup potensial hanya saja sarana prasarana pendidikan belum banyak tersedia sehingga diharapkan beberapa tahun ke depan Kecamatan Luyo bisa menjadi daerah yang maju.

"Penyerahan tanah wakaf ini rencananya akan dilakukan pada saat Rakernas Ma’arif NU pada 6-8 Desember 2016 di Jakarta, semoga sertifikatnya sudah jadi dan akan dibawa oleh perwakilan Ma’arif NU Sulbar," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Budaya, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Cianjur, Belajar Muhammadiyah. Pondok Pesantren Mazroatul Ulum, Citiis, Pagelaran, Kabupaten Cianjur memperingati haul pendiri pesantren, KH Asyari yang ke-41 dan KH Saefullah ke-15 pada Selasa (15/9) atau 1 Dzulhijah 1436 H.

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Menurut Pesantren Mazroatul Ulum KHAsep Ismail tiga hari sebelum haul digelar, para santri membaca Al-Quran siang-malam di makam keluarga. Mereka dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 40 orang dengan jatah 2 jam.

Acara yang dihadiri oleh bupati Cianjur, H. Cecep Mochtar Sholeh dan sekitar 5000+ jemaah terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

Pesantren didirikan pada tahun 1918 KH Asary. Setelah dia wafat, dilanjutkan putra bungsunya, KH Saepullah yang wafat pada tahun 2000. Kemudian kini dilanjutkan KH Asep Ismail.

Memasuki usia ke-97, pesantren tersebut memiliki 500 santri putra/putri dengan fasilitas lembaga formal MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). (Ali Roswan Fauzi/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Internasional Belajar Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

KH Abdullah Faqih dikenal sebagai kiai yang sangat dihormati. Di zaman pemerintahan Gus Dur, nama beliau sering disebut karena salah satu ulama khos yang dirujuk presiden ke-4 RI itu. Sosok kharismatik ini pun tak lepas dari guyonan.

Dalam suatu pertemuan dengan para kiai, Kiai Pesantren Langitan itu mengingatkan para kiai agar tidak memiliki hobi berpoligami. Lho, apa pasal? Kata Kiai Faqih, "Kebanyakan orang berpoligami itu suka

berbohong."

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

Para kiai hanya senyam-senyum.

"Ingat lho ya,” tambahnya, “Kalau suka kawin lagi, terus sering membohongi mbok

Belajar Muhammadiyah

tuwo
(istri tua) nanti di kubur bisa bermasalah ketika menghadapi pertanyaan Munkar

Nakir."

Belajar Muhammadiyah

"Kok bisa begitu kiai?" Salah seorang kiai bertanya.

"Lho ya, ketika ditanya oleh Munkar Nakir man robbuka, lha kok dijawab

qobiltu nikahaha watazwijaha bil mahril madzkur kan jelas bermasalah

jawaban itu".

Gerrrr….

(Muhammad Nuh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Sekitar 102 pemuda mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung. Kegiatan tersebut merupakan gerbang awal untuk menjadi kader Banser.

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung

Diklatsar yang diisi materi-materi untuk meningkatkan kemampuan skill individu, fisik, mental, dan spiritua tersebut diikuti utusan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting serta 50 orang panitia sehingga rasio mentoring 1:2.

Ketua GP Ansor Kota Bandung Aa Abdul Rozak dalam sambutannya menegaskan bahwa peran dan fungsi Banser merupakan garda terdepan dalam menjaga ulama dan bangsa.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga menegaskan bahwa organisasi pemuda NU tersebut akan tetap menjaga kedaulatan NKRI. “GP Ansor tidak seperti organisasi lain yang seolah-olah memiliki bangsa ini padahal mereka merongrong keutuhan NKRI dengan melakukan arabisasi,” katanya pada pembukaan kegiatan yang berlangsung 9-10 Nevember tersebut.

Sementara Ketua PCNU Kota bandung KH Maftuh Kholil mengutarakan bahwa semangat kepemudaan harus tumbuh dan berkembang. Anggota Ansor, meskipun kelak menjadi tua, namun semangat harus tetap menggelora.

Belajar Muhammadiyah

Pada pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Kabid Kepemudaan Dispora Kota Bandung, Kadis Damkar, Pemuda Demokrat Indonesia, IPNU dan IPPNU Cabang Kota Bandung. (Ujang Miftahuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Budaya, Hikmah, Habib Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

Lewat Kartanu, PCINU Korsel Lakukan Pendataan Anggota

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang istemewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan mulai melakukan pendataan anggota NU di negara tersebut. Bagi setiap warga yang mendaftar, PCINU Korsel akan mengeluarkan kartu tanda anggota NU (Kartanu).

Lewat Kartanu, PCINU Korsel Lakukan Pendataan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Kartanu, PCINU Korsel Lakukan Pendataan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Kartanu, PCINU Korsel Lakukan Pendataan Anggota

Sekretaris Jendral PCINU Korsel Ali Fahmi mengatakan, program pendataan ini bertujuan untuk mengenali serta mengetahui potensi selain problematika keberadaan anggota yang mencintai NU baik amaliah maupun perjuangannya.?

“Kami juga berencana menyentuh, bersilaturahmi kepada semua warga NU Korsel yang kemudian kita keluarkan Kartanu untuk mereka,” katanya melalui rilis di akun facebook Grup Aswaja NU Korea, Ahad (9/2).

Belajar Muhammadiyah

Program pendataan anggota NU ini ditargetkan mencapai 500 orang. Bila mencapai target, PCINU akan menggandeng partner yang besar untuk pendanaan dawah serta pemberian kemudahan jemaah.

Belajar Muhammadiyah

“Ke depan, kami merencanakan meluncurkan Kartanu yg terintegrasi dengan T-Money atau Debit Card suatu Bank,” terang Ali Fahmi.

Program kartanu sudah diluncurkan PCINU Korsel dalam Silaturahmi Akbar 2014 di Anseong yang menghadirkan KH ? Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Emha Ainun Najib di Milad Al-Hidayah, Gimhae.

Bagi yang ingin mendaftar bisa mengisi formulir melalui google Docs bisa dikirim ke email ali fahmi@gmail.com atau fanpage facebook PCINU Korea selatan, terang Ali Fahmi.

Dalam rilis itu, PCINU Korsel mengajak warga muslim bersama-sama mendukung dakwah Islam dengan menjaga toleransi, kejujuran, dan bersahabat. Prinsip dakwah Islam untuk semua golongan maupun individu sebagai rahmatan lil alamin.

“Dawah ala kita Islam-nya Indonesia dari NU yang mewarisi warisan dawah ulama-ulama arif bijaksana salafus shalih,”pungkasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Pendidikan, PonPes Belajar Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Malang, Belajar Muhammadiyah

Masjid merupakan sebuah tempat strategis yang tak hanya berfungsi untuk menjalankan ibadah. Terdapat peran-peran strategis yang berlangsung dalam sejarah peradaban Islam yang melibatkan masjid.

Penting bagi warga NU untuk terus mengembangkan masjid sebagai sumber pengembangan Islam, berikut alasan-alasannya.

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Pertama, sebelum dibangun pesantren, pasti dibangun masjidnya dahulu dan setiap desa hampir bisa dipastikan ada masjidnya, tetapi belum tentu ada pesantrennya.

Belajar Muhammadiyah

Kedua, masjid letaknya teratur, tidak menumpuk di satu tempat sehingga sarana ibadah terdistribusi dengan baik.

Belajar Muhammadiyah

Ketiga, Masjid merupakan potret paling otentik kondisi, shoheh tentang kondisi, sikap dan kualias umatnya. 

“Kalau masjidnya kotor tempat wudhunya, ya umatnya kurang lebih ya masih begitu. Kalau bersih, umatnya lebih berbudaya.”

Demikian juga kalau masjidnya bagus, ekonomi umat pendukungnya juga bagus. Kalau masjidnya reot, juga begitu.

Lalu kalau jamaahnya banyak, berarti semangat ibadah yang tinggal di kanan kirinya juga begitu. Kalau masjidnya kosong, berarti semangat ibadah umatnya pun begitu. 

“Kalau shofnya lurus, umatnya juga disiplin. Kalau jamaahnya sedikit, mencari-mencar, shofnya ngak lurus, ya masih morat-marit.”

Kalau takmirnya suka mengundar khotib yang galak, berarti umatnya juga begitu. Khotibnya adem ayem, kesadaran hidupnya juga begitu. 

“Potret warga NU seperti apa, bisa di lihat di masjid-masjidnya,” tandasnya.Ia menegaskan, masjid harus menjadi kaki NU ke depan. Pesantren sebagai sumber ilmu dan hikmahnya, masjid sebagai pusat pengamalan dan pembinaannya.

Sementara itu, Ketua LTMNU KH Abdul Manan al Ghani menegaskan lembaga yang dipimpinnya ini berusaha untuk menggerakkan struktur di lingkungan NU agar mampu memberdayakan masjid.

Ia merasa prihatin dengan sejumlah situasi seperti maraknya permintaan sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan atau pengelola masjid yang kurang memiliki kreatifitas dalam mengembangkan masjidnya.

“Tidak usah menunggu program dari PBNU. Saya senang, jika masjid atau LTMNU di daerah mampu membikin program sendiri.”

LTMNU memiliki sejumlah program usaha seperti Kelompok Usaha Jamaah Masjid, tower BTS berbasis menara masjid atau sejumlah bisnis lain yang halal dan dapat menunjang kegiatan kemasjidan.

Penulis:: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah Belajar Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Kunjungi UIJ, Konjen AS Tawarkan Kerjasama Pendidikan

Jember, Belajar Muhammadiyah. Nama Universitas Islam Jember (UIJ) terdengar juga di kalangan petinggi Amerika Serikat (AS). Itu dibuktikan dengan kunjungan Konjen AS, Joaquin “Wakin” Monserrati, Selasa (24/2) di kampus yang terletak di jalan Kiai Mojo, Jember itu. 

Wakin menawarkan kerjasama dengn UIJ dalam bidang pendidikan, yakni pertukaran pelajar dan  mahasiswa. Dikatakan Wakin, selama ini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah pondok pesantren dalam bidang pendidikan.

Kunjungi UIJ, Konjen AS Tawarkan Kerjasama Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi UIJ, Konjen AS Tawarkan Kerjasama Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi UIJ, Konjen AS Tawarkan Kerjasama Pendidikan

“Sangat menyenangkan kalau akhirnya kami dan UIJ bisa menjalin kerjasama yang lebih inten,” harapnya sambil menambahkan bahwa NU merupakan organisasi terbesar dunia yang mampu menjadi stabilisator dalam berbagai persoalan kebangsaan.

Wakin yang didampingi Kabag Politik dan Ekonomi, Brandon Passin dan Asisten Konjen, Ahmad Cholis Hamzah itu diterima Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), Plt Rektor UIJ, Hobri, mantan Rektor UIJ, Dodiek Sutikno, dan sejumlah petinggi UIJ di gedung rektorat. 

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Wakin mengaku bersyukur akhirnya bisa berkunjung ke UIJ. “Baru hari ini kami bisa mengunjungi UIJ setelah  14 tahun berkeinginan,” ucapnya dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Sebelum mengadakan dialog, Wakin dan rombongan sempat berjalan-jalan mengelilingi area kampus UIJ dan sempat mampir di kantor FISIP. 

Sementara itu, KH Abdullah Syamsul Arifin mengemukakan bahwa kunjungan Konjen AS tersebut merupakan bukti UIJ dan NU cukup diperrhitungkan keberadaannya. Ia mengaku bersyukur ditawari kerjasama pertukaran pelajar dan mahasiswa.

“Semua itu masih akan kita bicarakan dulu di internal UIJ,” jelasnya. (Aryudi A Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Berita, Kyai Belajar Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Buka LSN Jatim 1, Menpora: Jebolah Gawang Lawan Sambil Shalawat

Trenggalek, Belajar Muhammadiyah - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi membuka Kick Off Liga Santri Nusantara (LSN) region Jawa Timur 1 dan Piala Bupati Trenggalek di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Ahad (17/9) sore.

Didampingi Ketua PP RMI KH Abdul Ghaffar Rozin, Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits, Ketua PCNU KH Fatchullah, dan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Menpora melakukan tendangan pertama dari tengah lapangan.

Buka LSN Jatim 1, Menpora: Jebolah Gawang Lawan Sambil Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka LSN Jatim 1, Menpora: Jebolah Gawang Lawan Sambil Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka LSN Jatim 1, Menpora: Jebolah Gawang Lawan Sambil Shalawat

Menpora mengatakan, pesantren di Indonesia bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi pesantren juga tempat melatih potensi diri dalam bidang olahraga. Di pesantren, para santri tidak hanya dididik dan diajari untuk menghafal Al-Quran, menghafal nadzam- nadzam, mengamalkan wirid dan hizib tapi juga didorong untuk menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

"Oleh karenanya kami dorong melalui Liga Santri. Para santri, nanti ke depan kalian harus menjaga penghafal Al-Quran yang bisa menendang dan menjebol gawangnya Malaysia, menjebol gawang Thailand, menjebol gawangnya Brazil, Spanyol, Argentina. Itulah santri. Sambil giring bola, hati dan lisanya sambil baca shalawat. Itulah hebatnya santri," kata Menpora.

Belajar Muhammadiyah

Ia merasa bangga, walaupun baru tiga tahun digelar. Liga santri mampu mencetak bibit-bibit pesepakbola profesional. Ini dibuktikan dengan tampilnya salah satu jebolan liga santri Muhammad Rafli Nursalim yang ikut memperkuat Timnas U-18 pada laga AFF Indonesia melawan Filipina.

Sementara itu, Direktur LSN KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, dalam laporannya bahwa Liga Santri Nusantara tahun ini diikuti 34 Region se-Indonesia dengan jumlah 1.024 Pondok Pesantren dari seluruh Nusantara.

Belajar Muhammadiyah

"Ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari tahun 2016. Ada penambahan 830 pesantren. Pelaksanaan LSN tahun ketiga ini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat, mendapat tempat hati para santri dan masing-masing kepala daerah," kata Ketua PP RMI itu.

Gus Rozin menilai, pembukaan LSN Region Jawa Timur 1 yang tahun ini digelar di Trenggalek diakuinya lebih meriah dari pembukaan di tingkat nasional. "Alhamdulillah ini sangat meriah. Ini adalah modal semangat. Persepakbolaan nasional benar-benar menunggu hasil dari liga santri Nusantara ini," ucap Gus Rozin.

Liga Santri Nusantara region Jawa Timur 1 dilaksanakan di Trenggalek dari tanggal 17-22 September 2017 diikuti 32 klub pesantren dari dua Karesidenan, Kediri dan Madiun. Kompetisi ini menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi di mana 32 tim dibagi ke dalam delapan grup. Satu grup berisi empat tim, dan tiap tim akan bertanding tiga kali.

Pertandingan perdana mempertemukan tim tuan rumah dari Pesantren Bumi Hidayah At-Taqwa melawan Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo, yang merupakan juara bertahan Liga Santri 2016 lalu. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, PonPes Belajar Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT

Jakarta, Belajar Muhammadiyah 

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) melakukan Serah Terima Program Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT) dan Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Selama lima tahun terakhir dalam mensukseskan program ini, LKNU menggandeng From The American People (USAID), dan beberapa mitra seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, World Diabetes Foundation, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Forum Stop TB Partnership Indonesia.

LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT

Hadir pada acara ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Ketua LKNU Hisyam Said Budairy, Direktur Helt USAID Jonathan Roos, dan lain-lain.

Chief of Party program cepat-LKNU Esty Febriani dalam laporannya menyampaikan tentang capaian program yang telah dilakukan selama lima tahun. Menurutnya, program ini bertujuan untuk mendukung program nasional.

Selama lima tahun itu pula, program CEPAT-LKNU telah menemukan kasus dan memberikan dukungan kepada pasien TB hingga sembuh.

Belajar Muhammadiyah

Program ini, menurutnya, berhasil melakukan kerja di sepuluh Kabupaten yang ada tiga provinsi, Jakarta, Jawa barat, dan Jawa Timur. Sementara wilayah cakupannya mencapai 35-50 persen di kecamatan.

Belajar Muhammadiyah

Ia menerangkan, kerja yang dilakukan dalam waktu lima tahun ini, para kader telah menemukan 15247 orang terduga TB yang dirujuk dan menjalani tes. Dari hasil tersebut, sebanyak 1877 dinyatakan positif dan telah memulai pengobatan, sedangkan yang didampingi oleh kader berjumlah sekitar 3746 orang.

Selain melakukan pendampingan pasien, para kader juga melakukan kegiatan advokasi yang merupakan bagian untuk memastikan agar kegiatan ini terus berkesinambungan.

Di tingkat desa, program ini mengaitkan kegiatan dengan desa siaga sehingga telah terbentuk 31 desa siaga aktif. Di tingkat kecamatan, terdapat kelompok masyarakat peduli yang terdiri atas masyarakat, mantan pasien, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan di tingkat kabupaten terbentuk tiga kelompok kerja.

"Kita akan menjadikan bahan-bahan ini semua menjadi harta dan produk dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dan siap digunakan oleh siapa saja, oleh pihak mana saja untuk menjalankan dukungan program ini," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, News Belajar Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

Makna Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Diantara momentum yang berharga di bulan Ramadhan adalah malam nuzulul qur’an dan lailatul Qadar. Keduanya merupakan ruang bersejarah yang menentukan kehidupan dunia selanjutnya. Karena keduanya berhubungan langsung dengan proses turunnya al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat manusia.Akan tetapi seringkali disalah fahami keterangan antara nuzulul qur’an dan lailatul qadar, bahkan saling tumpang tindih antar keduanya, sehingga perlu diuraikan lebih jelas. Istilah nuzulul qur’an yang sering diperingati pada malam tanggal 17 Ramadhan merupakan malam di mana pertama kali al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah saw di Gua Hira melalui malaikat Jibril. Pada kesempatan pertama kali ini Malaikat Jibril membawa surat iqra’ wa rabbukal akram. Kemudian untuk selanjutnya al-Qur’an diturunkan secara berangsur. 

Sedangkan term lailatul qadar adalah istilah yang digunakan untuk memperingati malam di mana al-Qur’an diturunkan langsung dari Allah swt secara keseluruhan baitul izzah (semacam ruang ilahiyah) yang kemudian dibawa jibril secara berangsur kepada Rasulullah saw. Oleh karena itulah malam laylatul qadar  hanya Allah swt yang mengetahuinya. Sungguh malam itu adalah malam mulia, malam penuh berkah yang tidak boleh diragukan lagi. Karena Allah swt sendiri mengungkapkan dalam surat ad-Dukhan ayat 3:



Makna Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

إن أنزلناه فى ليلة مباركة

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi

Belajar Muhammadiyah

Malam yang berkah itu tentunya berbeda dengan malam-malam lain. Allah swt mengistimewakan nilai malam ini lebih dari malam seribu bulan. Karena pada malam itu Malaikat turun ke bumi mengatur segala urusan. Sesuai dengan perintah-Nya mereka, para malaikat akan menetapkan berbagai takdir manusia mulai dari rizki, mati, jodoh dan semuanya. 

Karena itulah di namakan lailatul Qadar , malam penentuan taqdir manusia. Sudah selayaknya kita sebagai hamba yang menginginkan taqdir baik, apabila menekuk lutut bersimpuh di malam-malam itu, karena ini berhubungan dengan nasib kita sebagai hamba. Seperti seorang budak yang memohon kepada majikannya. 

Belajar Muhammadiyah

Allah mengkhususkan keterangn ini dalam satu surat penuh, surat al-Qadar:



إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَة الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر * تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيَها بِإِذْنِ رَبّـِهم مِّن كُلِّ أَمْر * سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر 

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan * Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? * Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan * Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan * Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (Red.Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Halaqoh, Internasional Belajar Muhammadiyah

Senin, 13 November 2017

Rayakan Tahun Baru dengan Hal Positif, Bukan Maksiat!

Jember, Belajar Muhammadiyah. Katib Syuriyah PCNU Jember Dr. MN. Harisudin mengharamkan perayaan tahun baru yang diisi dengan kegiatan yang berbau maksiat. Misalnya minum-minuman keras, ikhtilath (pergaulan) antara laki-laki dan perempuan buan muhrim, pacaran, dan kegiatan maksiat yang lain.

Menurut pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember ini, pada dasarnya hukum merayakan tahun baru masehi ini adalah boleh. Hanya saja, ketika berkaitan dengan perbuatan maksiat, maka hukumnya menjadi haram.

Rayakan Tahun Baru dengan Hal Positif, Bukan Maksiat! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayakan Tahun Baru dengan Hal Positif, Bukan Maksiat! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayakan Tahun Baru dengan Hal Positif, Bukan Maksiat!

“Dalam bahasa fiqih, ini disebut dengan haram lidzatihi. Haram karena faktor eksternal. Faktor eksternalnya ya itu, pacaran, minuman keras, ada ikhtilath laki-laki dan perempuan,” pungkas kiai muda NU yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember ini.

Belajar Muhammadiyah

Oleh karena itu, menurut kiai yang juga aktif menjadi pembicara di berbagai? majlis ta’lim ini, ia menganjurkan agar muda-mudi khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk merayakan tahun baru ini dengan kegiatan-kegiatan positif. Misalnya kegiatan diskusi agama, refleksi akhir tahun, santunan anak yatim, atau kegiatan positif yang lain. (Anwari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Ulama Belajar Muhammadiyah

Senin, 06 November 2017

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Pada Jumat, 01 Syaban 1438 H (28/4) PC Muslimat NU Kabupaten Kudus menggelar istighotsah akbar, tahlil umum dan santunan 500 yatama plus 250 lansia dhuafa.?

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia

Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai puncak peringatan harlah ke-71 Muslimat NU. Gedung JHK Kabupaten Kudus Jawa Tengah dipenuhi lebih dari 2000 tamu undangan dari ranting hingga anak cabang di Kudus. Bahkan beberapa Pengurus Cabang Muslimat NU di Jawa Tengah di antaranya dari Sragen, Batang, Grobogan, Kebumen dan lainnya turut hadir.

Rangkaian acara mewarnai peringatan harlah tersebut dimulai dari peringatan Isra’ Mi’raj, mauidhoh hasanah, dan penyerahan baksos KB Berprestasi dari PWMNU Jateng.?

Sebelumnya (27/4), telah diadakan lomba gebyar PAUD, Baksos KB, khotmil qur’an bil ghoib dan manaqiban, ziarah leluhur, dan silaturahmi ulama di Kudus. PCMNU bahkan sukses menjadi tuan rumah lomba Gebyar PAUD dan lomba diba’ sekorwil Pati.

Belajar Muhammadiyah

Harlah di Kudus ini dihadiri sejumlah ulama, tokoh, dan pejabat. Di antara yang hadir adalah KH Ma’sum, KH Ulil Albab, Ketua dan jajaran PW Muslimat NU Jawa Tengah, dan H Masfuah, ketua bidang kesehatan yang menangani masalah KB dari bidang kesehatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa tengah.

Gus Bab, panggilan KH Ulil Albab, dalam mauidhoh-nya mengatakan bahwa warga Muslimat adalah kekuatan besar, “Muslimat jangan sampai seperti unthuk (buih di lautan) yang bergerak mengikuti arus. Muslimat harus bisa menjadi teladan keluarga dan lingkungannya.”

?

Belajar Muhammadiyah

“Warga Muslimat NU harus bisa mengajak keluarganya agar terhindar dari paham radikal dengan cara berhidmat,” kata Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Hj Ismawati Hafidz. Ia juga memuji PCMNU Kudus yang selalu sukses mengadakan kegiatan.

Prestasi PCMNU Kudus

Dalam sambutannya Ketua PC Muslimat NU Kudus, Hj Chumaidah Chamim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir. “Semoga Muslimat NU semakin maju, besar, dan bisa menanamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Semoga Muslimat NU Kudus bisa selalu menjadi teladan anggotanya dan cabang lain,” katanya.

Chumaidah sangat bangga atas eksistensi Muslimat NU di berbagai bidang, baik keagamaan, sosial, dan pendidikan. SD Muslimat NU Kudus yang dikelola Muslimat NU Kudus sudah 7 tahun berdiri dan tahun ini adalah Ujian Nasional perdana yang diikuti siswa sisiwi kelas VI. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sholawat, Hikmah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 07 Oktober 2017

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia kini memiliki Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi. Peresmian pusat kajian kampus yang beralamat di Jl. Taman Amir Hamzah No. 5

Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat tersebut, dilakukan di gedung PBNU, Jakarta Senin malam (20/2).

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi

Peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo, dan Rektor UNU Indonesia KH Maksum Mahfud.

Belajar Muhammadiyah

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Fira Mubayyinah mengatakan, ide pembentukan pusat kajian tersebut muncul dari Fakultas Ilmu Hukum UNU.

Belajar Muhammadiyah

“Kami dari beberapa dosen menyadari betul pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pusat kajian tersebut, lanjutnya, akan bergerak bersama seluruh civitas UNU Indonesia untuk melakukan pendidikan antikorupsi kepada siswa di sekolah umum dan para santri di pesantren-pesantren.

Tak hanya itu, kata dia, lembaga tersebut akan melakukan kajian-kajian terhadap kasus korupsi untuk mengetahui cara-cara pencegahannya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Budaya, Hikmah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 03 Oktober 2017

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. KH Syaifuddin Amsir, Rais Syuriyah PBNU mengatakan bahwa sebenarnya anak Betawi banyak yang menjadi kiai-kiai besar. Tetapi keulamaan mereka biasanya tidak diketahui oleh orang pada umumnya.

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

“Orang baru tahu kalau dia seorang kiai besar setelah ulama-ulama Jawa menemuinya,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah di lantai tiga gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/11) sore.

Kiai asal Berlan, Matraman Jakarta Pusat ini menunjuk pada sebuah peristiwa di mana Gus Dur menghentikan perjalanannya hanya untuk mendatangi rumah seseorang di bilangan Paseban Jakarta Pusat.

Belajar Muhammadiyah

Menurut KH Syaifuddin Amsir, masyarakat setempat tidak menduga sebelumnya kalau Gus Dur akan mengunjungi rumah orang tersebut. Padahal masyarakat sekitar hanya mengenal orang yang bersangkutan hanya sekadar mengajar alif-ba-ta.

Orang alim di Jakarta umumnya tidak mengajar kitab fiqih yang tinggi, tambahnya. Mereka hanya mengajarkan pengetahuan hukum agama yang sederhana sekadar untuk memenuhi kebutuhan praktik ibadah keseharian masyarakat Jakarta. Namun, hal ini tidak mengindikasikan bahwa pengetahuan agama kiai di Jakarta sangat minim.

Belajar Muhammadiyah

Masyarakat umumnya baru mengerti keulamaan setelah jaringan kiai setempat itu ternyata cukup luas. Para kiai Jakarta ini biasanya berjejaring dengan para kiai lain di Jakarta, Sunda, Jawa, Lombok, bahkan Mekkah.

Keulamaan kiai Jakarta mungkin saja tersembunyi mengingat kondisi keduniaan di Jakarta cukup dominan, meskipun semangat keagamaan lumayan tinggi. Semangat keagamaan yang tinggi tanpa dibarengi semangat menuntut ilmu agama, membuat keulamaan sejumlah kiai tertutup, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Hikmah, Cerita Belajar Muhammadiyah

Rabu, 07 Juni 2017

Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku "Santri Membaca Zaman"

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Untuk memberi kado Hari lahir ke-90 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS), para alumni menerbitkan sebuah buku berjudul "Santri Membaca Zaman: Percikan Pemikiran Kaum Pesantren". Buku yang diluncurkan dalam acara Silatnas dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS, Sabtu (23/7) ini berisi kumpulan artikel yang ditulis para alumni madrasah TBS dari berbagai angkatan.?

Menurut salah seorang editor H. Nur Said, buku setebal 312 halaman ini menjadi impian para alumni madrasah TBS untuk untuk diterbitkan guna menyambut hari lahir (harlah) ke-90 Madrasah TBS Balaitengahan Kudus, Jawa Tengah.?

Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku Santri Membaca Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku Santri Membaca Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Madrasah TBS Kudus Terbitkan Buku "Santri Membaca Zaman"

"Alhamdulillah, berkat karunia Allah dan kebersamaan kekompakan teman perguruan, para alumni mampu mewujudkan penerbitan buku ini," katanya.?

Said menjelaskan, artikel dalam buku ini merupakan refleksi para santri dalam membaca ayat-ayat Allah, baik ayat qauliyah maupun kauniyah sehingga melahirkan serpihan-serpihan ilmu sekaligus sebagai konstruksi ide yang bisa dijadikan alternatif acuan dalam mengembangkan pendidikan Islam di pesisir utara.?

Belajar Muhammadiyah

"Buku ini sekaligus menegaskan bahwa para santri sudah sepatutnya sebagai penjaga gawang Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) untuk memagari Nusantara agar tetap berdaulat sebagai Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), tawasuth (moderat/jalan tengah) dan Itidal (menegakkan keadilan)," ujar alumni TBS angkatan 1994 ini.?

Hadirnya buku ini diharapkan menjadi pemantik bagi munculnya karya-karya santri lainnya baik berupa buku, kitab atau temuan-temuan sain yang selama ini terpinggirkan. "Hal ini sekaligus sebagai uji nyali para santri dalam menyongsong 100 tahun madrasah TBS 10 tahun ke depan," ungkap Said yang juga ketua PC LTN NU Kudus.?

Dalam buku yang juga untuk menyemarakkan acara Silatnas dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS ini, terdapat 25 artikel dari tulisan karya alumnus TBS yang memiliki latar belakang aktivitas berbeda. Di antara para penulisnya adalah Rosidi (pegiat media), A. Nafiul Haris (penulis), Khabibi Muhammad Luthfi (dosen), H.Izzul Mutho (Redaktur pelaksana Koran Indopos), Nur Khamin Hadziq (alumnus Al-Azhar Kairo,), Sofiyan Hadi (pengasuh pesantren Mawaddah Kudus), Muthohhar (Dosen UMK), dan lain sebagainya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 03 Mei 2017

Presiden Puji Kepeloporan NU Selamatkan Lingkungan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memuji dan merasa senang atas upaya warga NU dalam penyelamatan hutan dan lingkungan di Indonesia yang belakangan ini mengalami kerusakan parah.

“Saya senang para ulama dan sesepuh turun gunung dalam menyelamatkan negeri tercinta ini,” tuturnya dalam silaturrahmi dengan para peserta National Meeting and Workshop terkait Pengelolaan Hutan Lestari dan Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Hutan yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL) PBNU di Istana Negara, Minggu di Istana Presiden, Minggu (22/7).

Presiden Puji Kepeloporan NU Selamatkan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Puji Kepeloporan NU Selamatkan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Puji Kepeloporan NU Selamatkan Lingkungan

Dikatakannya bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan lingkungan seperti pemanasan global yang menyebabkan terjadinya bencana dimana-mana sehingga membuat masyarakat menderita. Pemanasan global ini juga menimbulkan naiknya permukaan air laut sehingga Indonesia yang merupakan negera kepulauan terancam kehilangan beberapa pulaunya karena tenggelam.

Masalah ini tidak bisa diatasi oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh komponen masyarakat agar berhasil dalam program hutan lestari, mengurangi penebangan liar dan mensejahterakan masyarakat desa hutan. Masalah ini bukan hanya menjadi masalah nasional, tetapi telah menjadi persoalan global yang menyangkut kehidupan seluruh ummat manusia.

SBY menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kepada ummatnya untuk memelihara alam. “NU telah memberikan kepeloporan dalam penanganan lingkungan, ini merupakan sebuah langkah nyata, bukan gerakan politik untuk membantu mengatasi masalah lingkungan. Kegiatan ini tidak biasa dilakukan oleh sebuah organisasi keislaman,” tandasnya.

Selanjutnya, SBY yang berasal dari Pacitan ini mengingatkan adanya pepatah Jawa yang berbunyi “Sepi ing pamrih rame ing gawe” atau bekerja keras tanpa pamrih untuk kepentingan rakyat dan bangsa.

Belajar Muhammadiyah

“Mudah-mudahan ini bisa menghasilkan sesuatu yang nyata dan kongkrit bagi rakyat kita,” pesannya kepada para ulama dan kiai dari berbagai pesantren yang datang dalam pertemuan tersebut.

Beberapa pengurus PBNU yang hadir dalam pertemuan tersebut KH Said Aqil Siroj, HM Rozy Munir, Prof. Dr. Masykuri Abdillah, KH Artani Hasby disamping sekitar 250 peserta. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Kajian, Hikmah, Santri Belajar Muhammadiyah

Senin, 24 April 2017

SMK NU Kunduran Buka Jurusan Farmasi

Blora, Belajar Muhammadiyah. Sekolah Menengah Kejuruan NU Kunduran Blora Jawa Tengah, melakukan terobosan baru yaitu membuka jurusan Farmasi. Jurusan tersebut untuk menampung lulusan SMP/MTs yang ada di wilayah Kabupaten Blora bagian barat, Kabupaten Grobogan bagian timur dan sebagian wilayah Kabupaten Pati bagian selatan.

SMK NU Kunduran Buka Jurusan Farmasi (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Kunduran Buka Jurusan Farmasi (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Kunduran Buka Jurusan Farmasi

”Insya Allah, tahun ini SMK NU Kunduran bisa membuka jurusan Farmasi,” ujar Kepala SMK NU Kunduran, Drs Mohadi Said MpdI.

Mohadi, yang juga alumni pascasarjana Universitas NU Surakarta itu menambahkan, sebagai langkah awal pendirian jurusan baru tersebut, pekan lalu, pihak Dinas Pendidikan Blora sudah melakukan visitasi ke lapangan. Diharapkan, dalam waktu yang tidak lama lagi, izin operasional sudah bisa dikeluarkan.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, jurusan baru di bidang farmasi itu sebagai upaya menambah kemampuan warga yang ingin mempelajari ilmu farmasi. Rintisan menambah jurusan baru tersebut sudah menjadi keinginan yayasan sejak lama. Namun, karena berbagai pertimbangan, keinginan itu baru mulai diwujudkan tahun ajaran baru ini.

Belajar Muhammadiyah

Dikatakan, SMK NU Kunduran yang dipimpinnya itu, kini memiliki siswa hampir 700 orang. Sehingga dengan penambahan jurusan baru tersebut, pihaknya berharap minat masyarakat yang akan menyekolahkan putra-putrinya ke SMK NU Kunduran akan makin bertambah.

SMK NU Kunduran, sebelumnya sudah memiliki beberapa jurusan. Seperti jurusan Sekretaris atau Administrasi Perkantoran. Kemudian jurusan Teknik Otomotif Sepeda Motor dan Teknik Komputer Jaringan.

"Dengan penambahan jurusan Farmasi, mudah-mudahan minat masyarakat yang ingin bersekolah di SMK NU Kunduran makin meningkat." (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kyai, Sholawat, Hikmah Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock