Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

Manila, Belajar Muhammadiyah. Salah satu keputusan penting dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-31 ASEAN di Manila, Filiphina, adalah disepakatinya konsensus perlindungan bagi pekerja migran di seluruh negara ASEAN. Dokumen yang berjudul ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers itu ditandatangani oleh sepuluh kepala negara ASEAN, Selasa (14/11) malam.

Penandatanganan menjadi rangkaian acara terakhir, sebelum penutupan KTT yang dipusatkan di Philippines International Convention Center, Manila.

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)
ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

“Ini merupakan keputusan yang sangat maju dalam rangka meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja migran di ASEAN,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri usai mendampingi Presiden Jokowi menandatangani dokumen tersebut.

Perlindungan yang mengacu pada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia itu, tak hanya diberikan kepada pekerja migran, namun juga kepada keluarganya. Hal ini juga sejalan dengan Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya.

Belajar Muhammadiyah

Perlindungan serupa juga diberikan kepada pekerja migran undocumented, yakni pekerja migran yang masuk dan tinggal untuk bekerja di suatu negara secara ilegal, atau pekerja migran yang awalnya legal namun berubah menjadi ilegal. Menurut Menteri Hanif, penandatangan konsensus tersebut sekaligus membuka kebuntuan panjang pembahasan isu ini. 

Selama 10 tahun, belum terjadi kata sepakat karena dipicu perbedaan kepentingan antara negara pengirim pekerja migran (Indonesia dan Filiphina) dengan negara penerima (Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam). Ide perlindungan pekerja migran ASEAN diadopsi oleh para pemimpin anggota ASEAN pada KTT ke-12 tahun 2007 di Cebu, Filiphina, atau yang dikenal sebagai Cebu Declaration.

Belajar Muhammadiyah

Deklarasi itu mengamanatkan perlunya ASEAN memiliki instrumen terkait peningkatan perlindungan hak-hak pekerja migran. Konsensus ini sama-sama menghendaki adanya peningkatan perlindungan kepada pekerja migran, baik oleh negara pengirim, maupun negara penerima pekerja migran. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Senin, 19 Februari 2018

Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah yang terhormat, kita semua tahu bahwa menunaikan zakat fitrah hukumnya adalah wajib bagi yang memang telah terpenuhi syaratnya. Namun dalam hal ini saya akan menanyakan hal yang lebih dalam lagi yaitu menyangkut apa yang menjadi sebab zakat fitrah diwajibkan? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. (Farid/Jember)

Jawaban

Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT selalu merahmati kita semua. Zakat fitrah juga disebut shadaqatul fithri, zakatul badan, zakatur ramadhan, atau zakatus shaum. Zakat fitrah wajib ditunaikan ketika terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri.

Belajar Muhammadiyah

Lantas, apa yang menyebabkan zakat fitrah itu wajib sebagaimana pertanyaan di atas? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka kami akan mengemukakan pandangan Abu Ishaq Asy-Syirazi? dalam kitab Al-Muhadzdzab saat membincang tentang kebolehan membayar zakat fitrah pada awal bulan Ramadhan.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, kebolehan ini didasarkan pada argumen bahwa zakat fitrah wajib karena dua sebab yaitu puasa bulan Ramadhan dan berbuka darinya (al-fithru minhu).

Karenanya, jika sudah ada salah satu dari kedua sebab tersebut, maka diperbolehkan mendahulukan membayar zakat fitrah pada awal puasa Ramadhan sebagaimana kebolehan membayar zakat mal ketika sudah mencapai nishab tetapi belum sampai haulnya.

Atas dasar itu pula, tidak diperbolehkan membayar zakat fitrah sebelum bulan Ramadhan karena mendahulu dua sebab yang membuatnya wajib, sebagaimana ketidakbolehan mengeluarkan zakat mal sebelum sampai haul dan sebelum terpenuhi nishabnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Boleh mendahulukan zakat fitrah dimulai dari awal puasa Ramadhan sebab zakat fitrah wajib karena dua sebab yaitu puasa Ramadhan dan berbuka dari puasa (al-fithru minhu). Dengan demikian ketika dijumpai dari salah satu keduanya maka boleh mendahulukan zakat fitrah atas yang lain seperti kebolehan mendahulukan zakat mal setelah sampai nishab dan sebelum haul. Dan tidak boleh menunaikan zakat fitrah sebelum bulan Ramadhan karena hal itu sama dengan mendahulukan atas dua sebab sebagaimana ketidakbolehan mengeluarkan zakat mal sebelum sampai haul dan nishab,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i, Beirut-Darul Fikr, tt, juz I, halaman 165).

Dari penjelasan singkat di atas tampak sangat jelas bahwa ada dua hal yang menjadi sebab wajibnya zakat fitrah, yaitu puasa Ramadhan dan berbuka darinya (berlalunya Ramadhan).

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Bagi orang yang sudah memenuhi kewajiban membayar zakat fitrah maka tunaikan dan berikan kepada orang yang berhak.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri Belajar Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan

Rembang,? Belajar Muhammadiyah. Dalam kehidupan masyarakat, Nahdlatul Ulama dengan madzhab Ahulussunnah wal Jamaah mensinergikan semangat keislaman (ukhuwah islamiyah) dan kebangsaan (ukhuwwah Wathaniyah). Keduanya harus selalu beriringan tidak berjalan sendiri-sendiri.

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj dalam acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) NU jawa Tengah Sabtu (30/3) malam.

Kang Said mengutarakan mengembangkan islamiyah tanpa wathoniyah akan menjadi ekstrim sementara wathoniyyah tanpa islamiyah akan menjadi sekuler.?

Belajar Muhammadiyah

“Bicara Islam saja akan dihantam, sedang bicara wathoniyah saja kasihan anak cucu kita tidak tahu agama karena akan menjadi sekuler,”tandasnya.

Bangsa Indonesia,katanya, sebagai gerbong paling timur ummat Isam dengan ? ratusan suku, ragam agama dan pulau yang masih terjaga dari perpecahan. Hal ini dikarenakan masih adanya ikatan civil society yang memiliki kepentingan kebangsaan bukan politik kekuasaan.

Belajar Muhammadiyah

“Makanya sangat penting sekali ber-NU. Kita harus ? bangga menjadi NU karena ? yang paling benar adalah NU. Benar dalam ? cara beragama, bermasyarakat serta berpolitik kebangsaan.”tegasnya.

Menyinggung 100 tahun usia NU, Kang Said menegaskan selama tidak luntur memegang prinsip sepanjang masa, orang lain masih memperhitungkan Nahdlatul Ulama. Dijelaskan, prinsip itu adalah pesantren dengan karakter kemandirian , kesederhanaan,keikhlasan, percaya diri ? dan tidak membebani orang lain.

“Semua itu habitat kita, karakter kita, kepribadian kita yang harus dipertahankan,” tandasnya lagi.

Musykerwil NU jawa Tengah dilaksanakan mulai Jum’at–Sabtu (29-30/3) di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang.?

Hadir sejumlah tokoh dan menteri, turut memberikan pengarahan antara lain Ketua MK Mahfudz MD, Mendikbud M.Nuh,Menteri Agama H. Suryadarma Ali dan Mustasyar PBNU KH Maemun Zubeir selaku tuan rumah kegiatan.

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Santri, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Kediri, Belajar Muhammadiyah - Kesebelasan Quen Al-Falah (Qulah) optimis bisa merebut posisi ketiga dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Jatim II di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Dalam babak penentuan peringkat tiga pertandingan akan mempertemukan Quen Al-Falah dan tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang, Rabu (31/8).

Insya Allah teman-teman mampu mengambil posisi III,” ungkap Sulkhan Abdul Kahfi, Kapten Tim Quen Al-Falah kepada Belajar Muhammadiyah usai bertanding dengan tim Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Bagi Quen Al-Falah, di manapun posisi tidak menjadi masalah. “Namun,kalau bisa menempati posisi ketiga sudah lumayan. Kami ikut ini karena untuk silaturrami antarsantri pesantren melalui olahraga. Sehingga posisi tidak menjadi penentu. Cuma kalau dapat kenapa tidak,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Disinggung kalah dengan kesebelasan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung saat semifinal? Ia mengatakan, timnya sudah berupaya maksimal. Bahkan sampai mengerahkan sporter ratusan orang. Namun, memang Darut Taibin memang lebih hebat permainannya. Sehingga timnya bisa dibekuk 3-0 tanpa balas.

Belajar Muhammadiyah

“DaTa memang hebat. Kami keteteran ketemu tim Tulungagung itu. Selain itu stamina teman-teman sudah habis. DaTa memang layak lolos ke Final. Permainannya memang bagus. Pemainnya merata dan kompak,” tambahnya.

Sementara itu Tim Ponpes Darul Ulum tadi gegabah menghadapi tim Quen Al-Falah. Menurut Ajay Kapten kesebelasan, Quen Al-Falah bukan tim sembarangan. Mereka memiliki skill pemain yang merata. Umpan-umpannya akurat. Kalau dalam semifinal kalah dengan DaTa, itu soal keberuntungan saja. Terlepas itu memang DaTa permainannya bagus. Karena memiliki power dan speed yang bagus.

“Quen lumayan bagus. Cuma kalau sama DaTa, kalah mental. Untuk itu kami dan teman-taman dalam penetuan ranking nanti akan bermain lepas tanpa beban,” kata Ajay.

Sebagaimana di ketahui kesebelasan Quen Al-Falah dalam putaran semifinal dilibas tim DaTa Tulungagung dengan skor 3-0. Sedangkan Darul Ulum dikalahkan An-Nur 2 dengan skor 3-2 setelah adu penalti. Untuk itu kesebelasan DaTa dan An-Nur bisa lolos ke Final. Sedangkan Quen dan Darul Ulum akan berebut mempertahankan posisi ketiga dalam putaran LSN Region Jatim II di Kota Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Ulama, Quote Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Memasuki tahun baru hijriyah, kompleks pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dipadati para peziarah. Bahkan mereka harus mengantre untuk sekadar berdoa di depan makam Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan sesepuh lain di pemakaman tersebut.

Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah

Menurut data yang dihimpun satpam penjaga gerbang makam, David, peziarah sudah mencapai 10.000 orang.? Lonjakan peziarah dimulai sejak Kamis (23/10) yang bertepatan dengan malam Jumat legi. “Jumat kemarin itu legian Mas, ditambah Suroan ini, jadi ya 10.000 itu wajar,” ujar David.

Para peziarah datang dari berbagai daerah di Jawa, seperti Mojokerto, Surabaya, Gresik, Kendal, Brebes, Pati, bahkan ada dari luar Jawa, seperti Bengkulu dan Lampung. “Kita dari (ziarah makam) Wali Songo nggak afdhol sebelum ke Gus Dur,” terang H Mansyur, pimpinan rombongan peziarah dari Brebes.

Belajar Muhammadiyah

Jalanan depan Tebuireng juga menjadi macet total. Bus-bus yang parkir di jalanan panjangnya mencapai sekitar 300 M, dari Perempatan Cukir sampai Pertigaan Seblak. “Itu belum ditambah dengan yang parkir di depan Masjid Ulil Albab dan yang masuk di Pondok,” ungkap Sodiq (40), tukang parkir Wisata Religi Makam Tebuireng. “Total sekitar 3000 mobil juga ada, kalau hitungannya sejak Kamis kemarin,” tambanya.

Lonjakan tersebut juga berakibat positif bagi para tukang parkir, pedagang Pasar Gus Dur, dan para penyedia jasa kamar mandi dan pengisian baterai telepon genggam. “Ya, beberapa hari ini dagangan meningkat, untuk persennya kami masih belum bisa memastikan sekarang. Karena belum berakhir,” ungkap Ibrul, pedagang buku lorong makam Gus Dur. Diperkirakan peziarah akan terus bertambah sampai Ahad ini (26/10). (Abror/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Santri Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Sebanyak 15 Madrasah Tsanawiyah di Semarang, Jawa Tengah, yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nadhaltul Ulama mengikuti pelatihan instruktur kurikulum 2013, 18-20 September 2014.

Kegiatan yang digelar di MTs Al Uswah? Bergas, Semarang, ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para guru menghadapi kurikulum 2013 yang direncanakan pemerintah serentak diterapkan pada 2014.

15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru

KKM MTs Ma’arif Kabupaten Semarang menyelenggarakan pelatihan instruktur kurikulum 2013 dengan menghadirkan pemateri dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, antara lain Agus Mujiono, Bisri Musthofa, dan H. Suyatno.

Belajar Muhammadiyah

Ketua LP Ma’arif Kabupaten Semarang Moch Solichin menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap pelatihan dapat mengatarkan guru untuk lebih siap dalam menghadapi kurikulum? 2013. Menurutnya, madrasah-madrasah di lingkungan Ma’arif Kabupaten Semarang mesti mendapatkan pelatihan kurikulum baru ini secara menyeluruh.

Belajar Muhammadiyah

Secara resmi kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Semarang Subadi. Kemenag Semarang menyatakan dukungan penuh pelatihan yang digelar secara mandiri ini. Subadi yang juga memberikan materi “Penguatan Kebijakan Kementrian Agama dalam Implementasi Kurikulum 2013” mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian yang konkret pada kemajuan pendidikan khususnya madrasah.

Menurut Ketua KKM MTs Ma’arif Isro’i, pelatihan instruktur kurikulum 2013 diprogramkan dalam enam angkatan. Angkatan pertama untuk guru Quran-Hadits dan Aqidah-Akhlak, dan angkatan kedua untuk guru Fiqih dan SKI yang dilaksanakan di MTs Al Uswah Bergas. Angkatan ketiga dan keempat untuk guru mata pelajaran umum di MTs NU Ungaran dan angkatan kelima keenam untuk guru bahasa direncanakan menempati aula MTs Darul Ma’arif Pringapus. (Suharsini/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri Belajar Muhammadiyah

Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda

Jakarta, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM) akan mengadakan pembahasan perihal hukum kewarganegaraan ganda di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (20/9) siang. Forum bahtsul masail ini melibatkan anggota DPR, pihak Kemendagri, pengurus harian PBNU, dan para kiai pesantren.

Forum ini akan mendiskusikan kewarganegaraan ganda dari pelbagai sudut sehingga peserta dapat menimbang maslahat dan mafsadatnya bagi bangsa Indonesia jika UU Kewarganegaraan Ganda ini diberlakukan di Indonesia.

Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda

“Masalah ini jelas kita bahas. Nanti DPR juga mau membahas RUU Kewarganegaraan,” kata Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU H Sarmidi Husna kepada Belajar Muhammadiyah, Ahad (18/9) sore.

Belajar Muhammadiyah

Pertemuan ini, kata H Sarmidi, diharapkan dapat menghasilkan sebuah putusan hukum Islam sejenis fatwa perihal kewarganegaraan ganda. Di akhir pertemuan, peserta rencananya akan merumuskan sejumlah rekomendasi dari hasil kajian tersebut untuk disampaikan kepada pemerintah.

Rekomendasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan perihal kewarganegaraan ganda. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Santri, Doa Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock