Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

Belajar Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Quote Belajar Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang

Saat fasisme Jepang yang sedang menduduki Indonesia mendekati NU, NU dengan cerdas berhasil memanfaatkan kesempatan dan ruang yang diberikan kepadanya. Konsesi yang didapatkan sebagai konsekuensi dan ketergantungan dari peralihan sikap Jepang ini, dengan cepat dimanfaatkan oleh NU untuk melakukan pergerakan politik yang secara permukaan memperlihatkan sikap mendukung kepentingan Jepang. Namun sesungguhnya secara rahasia ditujukan untuk kepentingan bangsa Indonesia yaitu melakukan konsolidasi kekuatan pribumi. Mempersiapkan ‘condition of possiblities’, memanfaatkan peluang dan momentum, saat terjadi krisis geopolitik di level internasional, kemudian menempatkannya sesuai porsinya di level nasional. Mewujudkan negara bangsaIndonesia, 17 Agustus 1945. Inilah siasat politik kancil melawan serigala, teori perjuangan yang mampu diterapkan putra terkasih Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yaitu KH Wahid Hasyim.?

Buku ini menjelaskan secara lengkap perjuangan besar dan pengorbanan NU untuk bangsa dan negara di era kolonialisme Jepang. Serta titiknya adalah siasat politik NU menghadapi Jepang, yang sangat ganas, licik, penipu dan congkak. ‘Menindas, membelenggu fisik dan pikiran rakyat Indonesia’, sebagaimana filosofi bendera Negeri Matahari Terbit, siapapun yang terkena panasnya matahari akan meleleh jiwa dan raganya. ?

Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang

Karya buku ini dicetak perdana dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur, dipersembahkan secara khusus untuk jama’ah-jam’iyyah NU dan bangsa Indonesia. Sebuah buku sejarah yang strategis yang berisi siasat pemuda NU yang jauh lebih lihai, cerdas dan keren, yakni siasat pemuda Wahid Hasyim menghadapi keganasan Jepang. Buku ini wajib dibaca, untuk membantu kita dalam mengingat masa lalu yang pernah ada dan perlu kita kobarkan ditengah keterpurukan bangsa, ? bagaimana menyerap energi pendahulu bangsa sebagai energi perlawanan. Sehingga menjadi pemuda NU harus pemberani dan senantiasa terus berjuang, berinovasi untuk kebangkitan NKRI. Karena NKRI adalah milik NU, saatnya NU mengatur bangsa dan negara. Berkhidmat demi kebaikan negeri para kiai & santri, kemuliaan para nabi dan para wali. ? ?

Buku berjudul Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang merupakan buku pertama dari Trilogi buku perjuangan NU. Buku kedua berjudul NU Menginjak Bumi: Siasat Pasca Kemerdekaan, sedangkan buku ketiga berjudul, Ketika NU Ditindas. Hanya dengan akumulasi pengetahuan kita mampu bangkit, beredar dalam pergaulan bangsa-bangsa dunia. Ingatlah, masa lalu adalah energi perlawanan demi masa kini-masa depan. Dahulu kita memiliki patriot besar, the libertador: Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Gus Wahid Hasyim (NU). Pemimpin bangsa yang bisa baca konstelalasi global, punya kesadaran baca psikologis bangsanya, hingga bisa memerdekakan negerinya. Warisan luhur itulah yang sangat penting dikobarkan di pikiran-hati untuk mencipta Indonesia yang revolusioner. Inilah relevansinya membaca buku ini, dalam menghadapi kapitalisme global kontemporer.?

Belajar Muhammadiyah

Dalam buku ini penulis mengajak masyarakat untuk tahu bahwa Indonesia kita ada karena masa lalu, dan mestinya digerakan pemuda untuk masa kini dan masa depan. Karena kejayaan bangsa hanya bisa ditransformasi merujuk masa lalunya misalnya Kebangkitan Jepang, Turki, Cina, India, Iran, Korea, Inggris dan lainnya. Pemuda seperti kita semua tetap berurusan dengan masa lalu, mesti bisa bertarung seperti pemuda bernama Dyah Wijaya dari Nusantara melawan imperium Mongol, Kubilai Khan. Dan pemuda itu menang atasnya dalam pertarungan, menyelamatkan Asia, Afrika, dunia Islam dan Eropa-Barat dari teror dan ketakutan paling mengerikan sepanjang sejarah, keganasan imperium Mongolia. Berkat perjuangan putra Nusantara, dunia diselamatkan, terwujudlah perdamaian. NU adalah tajalli dari spirit masa lalu, untuk meneguhkan Islam Nusantara dan demi peradaban global yang damai dan berkeadilan. Inilah tantangan PBNU 2015-2020 yang dikukuhkan di Masjid Istiqlal.?

Belajar Muhammadiyah

Para kiai dan pejuang NU era kolonial Jepang telah mengabdikan dirinya bagi Islam dan berbakti untuk Kemerdekaan Indonesia. NU mengabdi untuk kebaikan negeri tercinta ini dari awal hingga akhir. Mereka yang tidak mencintai tidak akan memahami. Warna-warni hidupnya para pendekar-pejuang NU disingkat hanya 3 (tiga) kata: Beliau lahir, bergerak dan syahid. Para pejuang NU telah memahat jalan yang mengantarkan kita, mengorbankan nyawanya demi Kemerdekaan Indonesia, demi kita semua hingga detik ini.?

Data buku

Judul : Siasat Politik NU Era Penjajahan Jepang

Penulis: Dinno Munfaizin Imamah

Penerbit : The Koweng Press Jakarta?

Cetakan I : Agustus 2015

Tebal : 218

Peresensi : Ningrum Lestary, pecinta buku

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Quote Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Riset yang dilakukan oleh Balitbang dan Diklat Kementerian Agama menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan baca-tulis Al-Quran antara siswa yang aktif di organisasi Rohani Islam (Rohis) dengan yang tidak aktif di Rohis pada alpha 0,03 di mana justru yang tidak aktif di Rohis kemampuannya lebih tinggi daripada yang aktif di Rohis. Mereka yang kurang aktif di Rohis juga kemampuannya lebih tinggi dari yang aktif di Rohis pada alpha 0,016.?

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis

Temuan tersebut merupakan sebagian dari hasil penelitian yang difokuskan pada penyusunan indeks Pendidikan Agama Islam Tingkat Sekolah Menengah (SMA) di Kabupaten Serang, Banten. Balitbang Diklat Kemenag menyusun Indeks Keberhasilan Pendidikan Agama bertujuan untuk mengetahui Indeks Keberhasilan Pendidikan Agama Islam (IKPAI) Kelas XII SMA Negeri di Kabupten Serang yang mencakup kemampuan membaca Al-Quran, perilaku, karakter, afeksi; dan pengaruh profil responden terhadap Indeks Keberhasilan PAI (kemampuan membaca Al-Quran, perilaku, karakter, dan afeksi).

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik ? kelas XII SMA Negeri yang beragama Islam di wilayah Kabupaten Serang sebanyak 3023 peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 bulan, mulai bulan Juni 2015 sampai Desember 2015.

Indeks Keberhasilan PAI (IKPAI) Kelas XII SMA Negeri se-Kabupaten Serang yang merupakan komposit dari ? indeks 4 variabel adalah 0,60. Variabel baca-tulis Al-Quran dengan indeks 0,68; perilaku 0,56; karakter 0,56; dan afeksi 0,60.?

Dilihat dari pengaruh profil responden terhadap Kemampuan Baca-Tulis Al-Quran, tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang sangat signifikan antara siswa dari jurusan IPA dan IPS pada alpha 0,00 di mana kemampuan siswa IPS relatif lebih tinggi dari siswa IPA.?

Belajar Muhammadiyah

Terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al Quran siswa yang signifikan berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan orangtua masing-masing. Orangtua yang bertani anak-anaknya lebih mampu baca-tulis Al-Quran daripada anak-anak/siswa yang orangtuanya PNS/TNI/Polri (alpha 0,039). Orangtua yang bertani anak-anaknya lebih mampu baca-tulis Al-Quran daripada anak-anak/siswa yang orangtuanya Wiraswasta (alpha 0,087).

Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang berasal dari SMP dengan siswa yang berasal dari MTs. Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dengan siswa yang berasal dari MI.

Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang mengaji di Pesantren/Diniyah, dengan yang Privat, di TPQ, maupun yang hanya belajar agama Islam di SMAN. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Meme Islam, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Kediri, Belajar Muhammadiyah - Kesebelasan Quen Al-Falah (Qulah) optimis bisa merebut posisi ketiga dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Jatim II di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Dalam babak penentuan peringkat tiga pertandingan akan mempertemukan Quen Al-Falah dan tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang, Rabu (31/8).

Insya Allah teman-teman mampu mengambil posisi III,” ungkap Sulkhan Abdul Kahfi, Kapten Tim Quen Al-Falah kepada Belajar Muhammadiyah usai bertanding dengan tim Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Bagi Quen Al-Falah, di manapun posisi tidak menjadi masalah. “Namun,kalau bisa menempati posisi ketiga sudah lumayan. Kami ikut ini karena untuk silaturrami antarsantri pesantren melalui olahraga. Sehingga posisi tidak menjadi penentu. Cuma kalau dapat kenapa tidak,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Disinggung kalah dengan kesebelasan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung saat semifinal? Ia mengatakan, timnya sudah berupaya maksimal. Bahkan sampai mengerahkan sporter ratusan orang. Namun, memang Darut Taibin memang lebih hebat permainannya. Sehingga timnya bisa dibekuk 3-0 tanpa balas.

Belajar Muhammadiyah

“DaTa memang hebat. Kami keteteran ketemu tim Tulungagung itu. Selain itu stamina teman-teman sudah habis. DaTa memang layak lolos ke Final. Permainannya memang bagus. Pemainnya merata dan kompak,” tambahnya.

Sementara itu Tim Ponpes Darul Ulum tadi gegabah menghadapi tim Quen Al-Falah. Menurut Ajay Kapten kesebelasan, Quen Al-Falah bukan tim sembarangan. Mereka memiliki skill pemain yang merata. Umpan-umpannya akurat. Kalau dalam semifinal kalah dengan DaTa, itu soal keberuntungan saja. Terlepas itu memang DaTa permainannya bagus. Karena memiliki power dan speed yang bagus.

“Quen lumayan bagus. Cuma kalau sama DaTa, kalah mental. Untuk itu kami dan teman-taman dalam penetuan ranking nanti akan bermain lepas tanpa beban,” kata Ajay.

Sebagaimana di ketahui kesebelasan Quen Al-Falah dalam putaran semifinal dilibas tim DaTa Tulungagung dengan skor 3-0. Sedangkan Darul Ulum dikalahkan An-Nur 2 dengan skor 3-2 setelah adu penalti. Untuk itu kesebelasan DaTa dan An-Nur bisa lolos ke Final. Sedangkan Quen dan Darul Ulum akan berebut mempertahankan posisi ketiga dalam putaran LSN Region Jatim II di Kota Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Ulama, Quote Belajar Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

Makassar, Belajar Muhammadiyah. Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan menggelar lailatul ijtima di gedung NU Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan Km 9 nomor 29, Kamis (6/11). Pada kesempatan ini mereka menyosialisasikan hasil Munas-Konbes NU 2014 awal Nomvember kemarin yang meliputi tiga sidang komisi.

Tampak hadir Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco, A Rahman Idrus, Ruslan, Iskandar Idy, Arfin Hamid, Rektor UIM Andi Majdah M Zain, dan para sepuh NU Sulsel Naharuddin Tinulu, Ridwan AR, KH Abdurrahman, beserta segenap pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom.

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

“Menurut NU model Khilafah adalah produk sejarah, bukan perintah agama. Sehingga NU memandang, Islam mengakui eksistensi Negara bangsa dan tidak mengharuskan penganutnya untuk mendirikan negara agama, termasuk sistem Khilafah,” kata Katib Syuriyah NU Sulsesl Ruslan yang mengikuti sidang komisi Bahtsul Masail.

Belajar Muhammadiyah

Setelah pemaparan hasil Munas dan Konbes NU, Anre Gurutta Sanusi Baco menyampaikan taushiyahnya perihal kebersihan. Menurutnya manusia akan mendapat siksa langsung akibat pelanggaran hukum Allah di ala mini.

“Misalnya agama menganjurkan menjaga kebersihan, lantas kita mengotori. Hukumannya adalah kita akan terkena penyakit diakibatkan manusia tidak menjaga kebersihan. Yang kedua siksaan akhirat akibat pelanggaran hukum syariah yang termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunah,” kata Gurutta Sanusi.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga prihatin dengan adanya dua kubu di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Ia mengibaratkan perpecahan di parlemen seperti ungkapan "Kelompok salah yang terorganisir akan mengalahkan kelompok benar tetapi tidak terorgansir". (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Quote Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Takabur dan Azab Pedihnya

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Takabur dan Azab Pedihnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Takabur dan Azab Pedihnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Takabur dan Azab Pedihnya

? ?

Belajar Muhammadiyah

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Rasulullah SAW lewat beberapa hadistnya mengingatkan kepada kaum Muslimin bahwa takabur atau sombong dapat menghalangi seseorang masuk surga, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud R.A. sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Belajar Muhammadiyah

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang dalam hatinya terdapat rasa takabur atau sombong meskipun hanya sekecil biji sawi.”

Hadits tersebut menegaskan bahwa kesombongan akan menjadi penghalang bagi kita untuk masuk surga betapapun halusnya kesombongan itu sehingga hanya diri sendiri yang mengetahui. Kesombongan itu ada 2 (dua) macam, yakni kesombongan yang tampak secara lahiriah dan kesombongan tersembunyi di dalam hati. Kesombongan yang tampak secara lahiriah akan mudah dilihat atau dirasakan orang lain. Kesombongan yang tersembunyi dalam hati sering kali hanya diketahui diri sendiri. Bahkan bisa jadi diri sendiri pun tidak menyadarinya.

Pepatah mengatakan, “Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu.” Pepatah ini mengungkapkan betapapun dalamnya laut, kita dapat mengukurnya. Terlebih sekarang dimana teknologi sudah sedemikian maju, seperti tersedianya alat yang disebut Echosounder, dalamnya laut dapat diketahui dengan mudah dan cepat. Tetapi pertanyaannya, siapa yang dapat mengetahui isi hati seseorang?

Memang tidak mudah mengetahui isi hati seseorang, misalnya apakah seseorang bermaksud sombong atau tidak. Tetapi sebenarnya, hati itu bisa diibaratkan sebuah kendi. Kita tentu sulit mengetaui apa isi sebuah kendi karena di dalamnya gelap. Namun dari mengamati apa yang keluar dari mulut kendi, kita akan tahu apa isi kendi itu, apakah air, minyak ataukah sirup.

Demikian pula kitapun sesungguhnya dapat mengetahui sebagian isi hati seseorang dengan melihat gejala-gejala yang tampak dari luar. Dari kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, mungkin dapat dinilai apakah seseorang dalam hatinya terdapat kesombongan ataukah tidak. Dari sikap dan perilaku seseorang, mungkin dapat pula dirasakan apakah di dalam hatinya terdapat kesombongan ataukah tidak.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Di dalam Islam, baik kesombongan yang tampak secara lahiriah maupun kesombongan tersembunyi di dalam hati, dipandang sebagai perilaku yang tidak terpuji. Mengapa demikian? Pertanyaan itu dapat ditemukan jawabannya dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ali bin Abi Thalib R.A. Rasulullah SAW bersabda:

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesunguhnya Allah Ta’ala berfirman: “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Azab dia.”

Hadits di atas menegaskan barang siapa ber-takabur, sesungguhnya ia telah mengambil atau bahkan merampas pakaian Allah SWT. Ia dinilai telah mengambil posisi menantang Allah SWT sebagai Dzat satu-satunya yang berhak atas predikat al-mutakabbir. Al-mutakabbir artinya adalah yang pantas menyombongkan diri karena Allah memang Maha Segalanya, yang tak satu pun dapat menyamai-Nya.

Al-mutakabbir juga bisa berarti Maha Pemilik Kebesaran. Itulah sebabnya dalam beberapa ibadah kita dianjurkan untuk mengucapkan takbir sebagai ungkapan jujur untuk menyatakan kebesaran Allah SWT. Maka barang siapa hendak menyaingi Allah dengan ber-takabur atau menyombongkan diri, Allah akan memberinya azab. Orang itu akan dibinasakan sebagaimana Raja Fir’aun yang dikenal sangat sombong karena mengaku sebagai Tuhan. Fir’aun hidup pada jaman Nabi Musa alaihis salam. Allah SWT menenggelamkan Fir’aun ke dalam Luat Merah yang memisahkan antara Benua Asia dan Afrika di Timur Tengah. Fir’aun akhirnya tewas mengenaskan di tengah-tengah laut tersebut.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Sebagaimana kita ketahui dan laksanakan bersama, bacaan pertama yang harus kita ucapkan untuk memulai shalat adalah takibiratul ihram, yakni mengucapkan ? ?, yang artinya Allah Maha Besar. Bacaan ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran kepada kita bahwa hanya Allah Yang Maha Besar. Tak satu pun dari makhluk-Nya pantas menyombongkan diri karena memang hanya Allah Yang Maha Besar. Orang-orang yang benar-benar dapat menjalankan ibadah shalat dengan baik, pastilah akan dapat menjauhkan diri dari sikap takabur. Tetapi faktanya, banyak orang bersikap takabur meski mereka menjalankan shalat lima waktu setiap harinya. Ini bisa terjadi ketika seseorang menjalankan ibadah shalat tanpa pengahayatan sama sekali terhadap bacaan-bacaan yang mereka ucapkan.

Untuk itulah, maka ketika kita melakukan takbiratul ihram untuk memulai shalat dan takbir-takbir lainnya untuk menandai perpindahan dari rukun shalat ke rukun lainnya, kesemua takbir itu harus dapat kita laksanakan dengan sebaik mungkin. Yakni, kita harus dapat mengucapkannya dengan penuh penghayatan akan makna yang sebenarnya. ? ? tidak saja berarti Allah Maha Besar, tetapi sekaligus hendaknya menjadi kesadaran kita bersama betapa kecilnya kita sesungguhnya di hadapan Allah SWT yang Maha Agung dengan segala puji bagi-Nya.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Selain takbiratul ihram, kita juga mengucapkan bacaan-bacaan lain untuk mengagungkan Allah SWT. Misalnya, ketika kita melakukan ruku’, kita dianjurkan mengucapkan:

? ? ? ?

Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya.”

Sambil membungkukkan tubuh kita dengan posisi punggung tetap lurus, kita mengucapkan bacaan ruku’ tersebut. Diharapkan dari ruku’ ini, kita memiliki kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Agung dengan Segala Puji bagi-Nya. Kesadaran ini akan menghindarkan kita dari bersikap takabur karena menyadari hanya Allah yang Agung. Maka orang-orang yang betul-betul dapat menjalankan ruku’ dengan baik dan dapat menghayati maknanya, pasti tidak akan menyombongkan diri karena menyadari manusia sesungguhnya sangat kecil dan tak berarti apa-apa di depan Allah SWT.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Setelah ruku’, rukun shalat lainnya yang juga dimaksudkan untuk mengungkapkan pengakuan kita akan kebesaran dan kemuliaan Allah adalah sujud. Dalam sujud ini, kita dianjurkan mengucapkan:

? ? ? ?

Artinya: “Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan dengan segala puji bagi-Nya.”

Sambil meletakkan dahi di atas lantai, dimana posisi kepala kita sejajar dengan semua kaki, baik kaki sendiri maupun kaki orang lain, kita mengucapkan bacaan sujud tersebut. Diharapkan dari sujud ini, kita memiliki kesadaran bahwa hanya Allah yang Maha Tinggi dengan Segala Puji bagi-Nya. Dengan sujud, kita hendaknya menyadari bahwa semua manusia, adalah sama rendahnya di hadapan Allah SWT. Kesadaran ini akan menghindarkan kita dari bersikap takabur karena menyadari hanya Allah yang Tinggi. Artinya, secara jujur kita mengakui dan meyakini bahwa manusia sesungguhnya sangat rendah di depan Allah SWT. Hanya dengan kemuliaan Allah, manusia menjadi makhluk terbaik diantara semua makhluk yang diciptakan-Nya.

Namun, semua kemuliaan itu hanya dapat dijangkau oleh manusia ketika mereka beriman dan bertakwa kepada-Nya. Salah satu tanda ketakwaan adalah tidak bersikap takabur, baik melalui kata-kata atau lisan maupun sikap atau perbuatan. Tanpa iman dan takwa manusia justru menjadi makhluk paling rendah diantara yang rendah-rendah sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah “At-Tin” ayat 4- 6 sebagai berikut:

? ? ? ? ? ?(4) ? ? ? ? (5) ? ? (6) ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Semoga apa yang telah saya uraikan di atas dapat mendorong kita untuk berintrospeksi barangkali selama ini dan di masa-masa lalu kita ternyata sering melakukan kesombongan-kesombongan, baik yang terus terang maupun yang tersembunyi di dalam hati. Untuk itu, marilah dengan momentum menjelang Ramadhan tahun ini, kita isi lembaran-lembaran hidup ini dengan tekad menjauhi sikap takabur agar kita selamat dari ancaman Allah SWT, yakni tidak masuk surga sebagaimana dinyatakan dalam hadits yang telah saya uraikan pada awal khutbah ini. Amin... amin... ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta, Halaqoh, Quote Belajar Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser

Tulungagung, Belajar Muhammadiyah - Meski kiprah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hadir di hampir semua lini, tak sedikit dari masyarakat yang belum mengenal nama-nama, tugas dan fungsi beberapa santuan khusus yang dimiliki organisasi semiotonom Gerakan Pemuda Ansor ini.

Dalam Peraturan Organisasi (PO) Pasal 23, Banser disebut sebagai organisasi yang bersifat keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, dan bela negara. Untuk melaksanakan itu, Banser telah memiliki beberapa satuan khusus, di antaranya Densus 99 Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Relawan Kebakaran (Balakar), Banser Relawan Lalulintas (Balantas), Banser Kesehatan (Banser Husada), Banser Maritim (Baritim), dan Banser Protokoler.

Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser

Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Tulunggung, Jawa Timur, yang berlangsung 5-7 Agustus 2016, PO untuk keenam satuan khusus itu juga menjadi bahan pembahasan. Untuk mengenal lebih jauh, berikut daftar satuan khusus dan unit lain yang sejenis dalam Banser.

Belajar Muhammadiyah

1. Detasemen Khusus 99 Asmaul Husana (Densus 99)



Belajar Muhammadiyah

Detasemen Khusus 99 Asmaul Husna selanjutnya disingkat Densus 99 adalah satuan tetap Banser yang bertugas mengamankan program-program keagamaan dan program-program sosial kemasyarakatan sebagai partisipasi GP Ansor kepada negara dalam menghadapi tantangan global dan upaya memerangi radikalisme agama dalam berbagai bentuk.

Satuan ini bertugas mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi kepada pimpinan dan berfungsi untuk melakukan pencegahan dan penangkalan terhadap berbagai upaya yang mengarah pada kekerasan atas nama agama, menjaga, memelihara, dan menjamin keamanan dan kenyamanan setiap warga negara dalam menjalankan agama dan kepercayaannya terutama adalah rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga. “Satuan ini hanya berkedudukan di Satkornas saja. Namun anggotanya menyebar ke seluruh tanah air,” ungkap Kasatkornas Alfa Isneini.

2. Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana)



Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana merupakan satuan khusus Banser yang mengemban amanah melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor serta memiliki kualifikasi khusus di bidang penanggulangan bencana. Fungsi dan tanggung jawabnya adalah pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.

Sedangkan tugas garapannya, merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan penanggulangan bencana. Satuan ini bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi penanggulangan bencana serta pembinaan personel. “Satuan ini dibentuk mulai di tingkat pusat hingga kekecamatan-kecamatan. Satuan ini sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu dan sudah terjun di mana-mana. Misalnya ketika Merapi erupsi, Gunug Kelud meletus, gempa bumi di Banjarnegara, dan lainnya. Bahkan sebelum itu Banser selalu kirim relawan bila ada bencana alam. Misalnya gempa bumi di Maumere Flores 12 Desember 1992. Banser waktu itu juga menurunkan tim relawannya. Begitu juga dengan tsunami Aceh,” papar Alfa.

3. Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (Balakar)



Satuan ini berfungsi dalam penanggulangan bahaya kebakaran, tanggap darurat dan rehabilitasi. Tugasnya melaksanakan fungsi tanggap darurat dan kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bahaya kebakaran dan bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi penanggulangan bahaya kebakaran serta pembinaan personel. “Mengingat mahalnya peralatan. Maka satuan ini baru berdiri di beberapa perkotaan saja. Misalnya DKI Jakarta,” terang Alfa.

4. Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas)



Satuan ini berfungsi dalam penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan, serta pengurangan risiko kecelakaan, guna terwujudnya kelancaran dan ketertiban berlalu lintas. ”Mulai dari pusat hingga desa-desa satuan ini suah terbentuk. Contoh setiap lebaran kita selalu membentuk posko-posko lebaran di semua kabupaten dan kota,” kata Alfa.

5. Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada)



Basada adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat. “Satuan ini dibentuk mulai pusat sampai kecamatan,” jelas Alfa.

5. Barisan Ansor Serbaguna Protokoler (Banser Protokoler)



Satuan khusus Banser ini memiliki kecakapan dalam manajemen acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor, dan Banser. Satuan ini berfungsi mengatur, menata, dan mengelola acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi sesuai dengan perencanaan kegiatan. Dengan tugas merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan keprotokolan di GP Ansor dan Banser. “Satuan Protokoler dibentuk mulai di pusat sampai ke ranting-ranting,” kata Alfa.

6. Barisan Ansor Serbaguna Maritim (Baritim)



Baritim adalah satuan khusus yang mengemban fungsi dan tugas pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah Maritim NKRI. “Sataun ini dibentuk di pusat dan semua daerah kepulauan dan daerah yang memiliki perairan,” tutur Alfa lagi.

Selain satuan khusus tersebut, lanjut Alfa, Banser memiliki Corp Provost Banser (CPB). Tak seperti enam satuan khusus lainnya, korps pasukan ini lebih berurusan dengan internal organisasi. Ia berfungsi menegakkan marwah, etika dan disiplin organisasi di internal kesatuan Banser. CPB dibentuk dalam rangka upaya menertibkan dan mendisiplinkan jajaran Banser, demi terciptanya pasukan Banser yang semakin baik, taat aturan, dan profesional. “Corp Provost Banser inilah yang mengawasi dan menertibkan semua kegiatan Banser di semua lini,” tegas mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur itu.

Sebenarnya, lanjut Alfa, Banser masih memiliki dua satuan khusus lagi. Yakni, Satuan Khusus Banser Anti-Narkoba (Baanar) dan Banser Kepanduan. Namun, dalam Konbes Ansor lalu, disepakati dua satuan itu masuk di lembaga GP Ansor bersama dengan Rijalul Ansor. “Semua satuan tersebut dibentuk untuk meningkatkan profesionalitas Banser dalam berbakti dan menjalankan fungsi sosial di masyarakat. Jadi Banser memiliki kegiatan yang sangat padat dengan berbagai disiplin kegiatan,” tambahnya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Kajian Islam Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock