Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Gerakan Pemuda Ansor Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo mengadakan pembacaan sholawat nabi bersama-sama, Kamis (4/1) malam. Kegiatan ini rutin diadakan setiap 2 minggu sekali secara bergiliran dan berkesinambungan di Kelurahan Ketapang.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan yang diikuti oleh 70 orang peserta itu juga dilakukan dialog interaktif tentang meneguhkan amaliyah NU dalam bingkai kebhinekaan. Kegiatan ini mengambil tema Meneguhkan Amaliyah Ahlussunnah wal jama’ah Dalam Bingkai Kebhinekaan.

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Selain jajaran pengurus GP Ansor Kelurahan Ketapang, kegiatan ini juga melibatkan Lurah Ketapang, Babinsa, Babinkamtibmas, Karang Taruna, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat dan masyarakat Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan.

Belajar Muhammadiyah

Ketua Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Lutfi Abdurrohman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi amaliyah NU serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam bingkai kebhinekaan. “Semoga dengan kegiatan ini para pemuda Ansor tetap kompak dan berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal jamaah,” katanya.

Menurut Lutfi, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini Ranting GP Ansor Ansor Kelurahan Ketapang ke depannya akan tetap eksis dan istiqomah menjalankan amaliyah-amaliyah NU.

Belajar Muhammadiyah

“Tentunya, semakin maju dengan program-program pemberdayaan pemuda. Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang menjadi penjaga keutuhan NKRI dan penjaga kebhinekaan dan GP Ansor menjadi penjaga Islam rahmatan lilalamin,” tegasnya.

Pembina Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Masyhuri Nurzah mengatakan, keberadaan Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai wadah bagi para pemuda, untuk memberikan penguatan paham-paham ke-NU-an bagi para pemuda dari pengaruh-pengaruh gerakan Islam radikal sehingga Ansor menjadi tameng penjaga NKRI dari rong-rongan gerakan Islam kiri.

“Mudah-mudahan GP Ansor menjadi wadah bagi para pemuda untuk meningkatkan perekonomian melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang digagas dan didirikan oleh Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Upayakan Data Riil, NU Sukoharjo Programkan Kartanu

Sukoharjo, Belajar Muhammadiyah. PCNU Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengupayakan data riil Nahdliyin dengan memprogramkan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu). Program tersebut mulai dilaksanakan pada awal Mei, diperkirakan berakhir pada Juli.

Upayakan Data Riil, NU Sukoharjo Programkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Upayakan Data Riil, NU Sukoharjo Programkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Upayakan Data Riil, NU Sukoharjo Programkan Kartanu

Koordinator pembuatan Kartanu Kabupaten Sukoharjo, Cecep Choirul Sholeh, mengatakan, dari pendataan Kartanu itu, diharapkan PCNU mengetahui jumlah anggotanya, “Untuk tahap awal, target sekitar 15 000 - 24.000 pendaftar, insya Allah akan kita penuhi,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah, Kamis (2/5) siang.

Menurut Cecep, program ini sedianya sudah dilaksanakan pada April lalu, tapi baru dapat terlaksana bulan ini, “Sedikit mundur, karena kita menunggu selesainya pendataan Kartanu di Sragen.”

Belajar Muhammadiyah

Penentuan jadwal tersebut, lanjut Cecep, ditentukan tim Kartanu dari Pengurus Wilayah NU Jateng. ?

Belajar Muhammadiyah

Ia kemudian menerangkan, program Kartanu tersebut akan dimulai dari Kecamatan Kartasura dan berakhir di Kecamatan Bulu, “Sebelumnya, pada tanggal 9 Mei akan kita adakan launching Kartanu PCNU Sukoharjo, yang akan diselenggarakan di MWC NU Kartasura,” jelas Cecep.

Cecep merinci jadwal lengkap Kartanu di 12 MWC, yaitu Kecamatan Kartasura (10-13 Mei), Polokarto (15-18 Mei), Tawangsari (20-22 Mei), Weru (24, 28, 29 Mei), Bendosari (30, 31 Mei dan 1, 2 Juni), Baki (4-7 Juni), Sukoharjo (9-11 Juni), Grogol (13-16 Juni), Nguter (18-21 Juni), Gatak (23-25 Juni), Mojolaban (27-29 Juni), dan Bulu (2-4 Juli).

Redaktur? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor ? ? ? : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tegal, Kajian Islam, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Grebek Suro, Brebes Gelar Festival Rebana dan Kaligrafi

Brebes,Belajar Muhammadiyah. Menyemarakan tahun baru 1436 hijriyah, Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar Grebek Suro. Kegiatan tersebut diisi dengan Festival Rebana dan Kaligrafi. Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan dengan pemukulan bass drum oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE.

Dalam kata sambutan pada kegiatan berlangsung di Pantai Randusanga Indah (Par In), Sabtu (24/10), bupati mengajak hadirin untuk introspeksi diri menghadapi tahun baru Hijriyah.  Semangat hijriyah perlu terus digelorakan dalam sanubari masyarakat Brebes untuk berbuat kebajikan.

Grebek Suro, Brebes Gelar Festival Rebana dan Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebek Suro, Brebes Gelar Festival Rebana dan Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebek Suro, Brebes Gelar Festival Rebana dan Kaligrafi

“Grebek Suro bagi masyarakat Brebes, merupakan semangat gotong royong membangun kebaikan bersama,” tutur Idza.

Belajar Muhammadiyah

Ketua panitia Slamet Marwoko menjelaskan, sebanyak 45 grup rebana dan 34 pelukis menampilkan karya terbaiknya guna merebut piala bupati  dan uang pembinaan. Mereka berasal dari berbagai daerah se-Kabupaten Brebes. “Bahkan untuk lomba rebana, ada peserta dari luar Kabupaten Brebes,” terangnya.

Lomba yang digelar di Par In diharapkan masyarakat Brebes makin mencintai tempat wisata pantai yang menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Brebes. “Selain berlomba, masyarakat bisa menikmati indahnya pantai,” terang Slamet Purwoko yang lebih dikenal dengan Djarot.

Belajar Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut bupati didampingi Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH, Ketua Panitia dan Dewan Yuri berkeliling mengamati anak-anak yang tengah melukis kaligrafi. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Sumenep, Belajar Muhammadiyah - Salah seorang Dewan Pengasuh Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, K M Mushthafa menyampaikan taushiyah kebangsaan pada upacara kemerdekaan, Rabu (17/8). Di depan para santri, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut menegaskan, guru adalah penggerak kemerdekaan Indonesia.

"Ingat, Budi Utomo sejak berdiri 1906 sampai 1926 masih tetap berbau Jawanisme (kesukuan). Dan alasan ini telah menggugurkan anggapan bahwa Budi Utomo merupakan penggerak nasionalisme Indonesia," ujar Kiai Mushthafa.

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Ditambahkan, kebangkitan kebangsaan melibatkan semua unsur di negeri ini. Kemerdekaan kita diilhami oleh kaum pelajar yang berprofesi sebagai pendidik. Pada tahun 1922, Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara adalah murni gerakan pendidikan kebangsaan.

Belajar Muhammadiyah

"Semua aktivis pergerakan kemerdekaan, Soekarno, Hatta, Syahrir, Maramis, Subardjo, dan lain-lain adalah seorang guru," bebernya.

Proses kelahiran Indonesia, ujarnya, juga diilhami oleh kalangan pendidik dunia pesantren. Sebut saja Pesantren Annuqayah? yang adalah lembaga pondok penyuplai pejuang dalam Hizbullah sekaligus melahirkan guru pejuang.

Belajar Muhammadiyah

"Kita tidak ragu peran K. Sajjad dan K. Khazin dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kita pun tak pernah ragu peran KH. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur sebagai pejuang dan sekaligus pendidik," ungkapnya.

Keterlibatan guru, tukas Kiai Mushthafa, tidak terlepas dari pemahaman bahwa membangun bangsa adalah sebagian dari iman. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, Tokoh, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Yenny Wahid: Sekularisme Tak Bisa Diterapkan di Indonesia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan, pemisahan agama dan urusan-urusan dunia di ruang publik tidak akan bisa diterapkan di Indonesia karena Indonesia adalah negara dengan penduduk yang kental dalam beragama. 

“Tidak mungkin sekularisme diterapkan di sini. Kalau dilakukan, maka akan memberikan ruang kepada atheis,” kata Yenny dalam acara diskusi publik bertema Merawat Pemikiran Guru-guru Bangsa di Jakarta, Rabu (12/4).

Yenny Wahid: Sekularisme Tak Bisa Diterapkan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Sekularisme Tak Bisa Diterapkan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Sekularisme Tak Bisa Diterapkan di Indonesia

Menurut dia, praktik-praktik pemisahan agama dan urusan-urusan dunia di ruang publik secara murni itu tidak ada. Ia mencontohkan Negara Prancis yang terkenal keras dalam menerapkan sekularisme. 

Ia menuturkan, di Perancis agama dan urusan dunia benar-benar dipisahkan seperti tidak bolehnya salat di kantor, anak-anak sekolah tidak boleh menggunakan simbol-simbol agama seperti jilbab dan lambang salib, dan menggunakan baju renang muslimah atau burkini juga menjadi masalah karena dianggap memamerkan agama di ruang publik. 

“Tapi kenyatannya di sana Hari Raya Natal masih dirayakan. Agama sudah masuk komersialisasi,” urainya. 

Belajar Muhammadiyah

Ia menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena Negara-negara Barat memiliki trauma terhadap kekuatan gereja pada zaman dahulu yang menyebabkan perang saudara berkepanjangan dan menelan jutaan korban. 

Adapun Indonesia, Yenny menilai, hubungan antara agama dan negara itu baik-baik saja di dalam sejarahnya. Baginya, saat ini Indonesia sudah memiliki formula yang baik dalam hubungan agama dan negara. 

“Ada ruang untuk orang menampilkan identitasnya di ruang publik. Ini formula ajaib Pancasila yang harus dijaga. Orang (negara) lain masih mencarinya,” terangnya.

Ia menyatakan, agama itu sudah menjadi bagian dan menjadi kekuatan dari Indonesia. Maka dari itu, ia menilai, sekularisme murni tidak akan pernah bisa diterapkan di negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia ini.

Belajar Muhammadiyah

“Sekularisme murni tidak akan bisa diterapkan di Indonesia,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Sholawat Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah

Banyumas, Belajar Muhammadiyah?

Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Kabupaten Cilacap menggelar aksi damai menolak Full Day School (FDS), Jumat (25/8). Aksi dipimpin oleh H Munir Nur Said yang juga Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Cilacap. Dalam pembacaan sikap, dia menyampaikan empat tuntutan.

Pertama, menolak dengan tegas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang nyata-nyata telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah

Kedua, menolak dengan tegas, kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, yang melakukan tindakan sewenang-wenang, dengan tetap memaksakan kehendak untuk menerapkan 5 (Lima) Hari Sekolah di satuan pendidikan yang ada, tanpa memperhatikan aspirasi penolakan yang berkembang di masyarakat.

Ketiga, menolak dengan sangat tegas pemaksaan penerapan kebijakan 5 (Lima) Hari Sekolah, karena telah nyata mencederai prinsip-prinsip deliberasi sosial dan pengingkaran terstruktur terhadap kekayaan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat, yang telah terbukti sumbangsihnya terhadap pembangunan, penguatan dan pendidikan karakter bagi bangsa Indonesia.

Keempat, mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera Mencabut dan Membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah, dan Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Pendidikan Karakter yang bersifat Holistik, Integratif dan Non-Diskriminatif, dengan tidak menghapuskan dan menghilangkan eksistensi Pendidikan Keagamaan di Indonesia.

Belajar Muhammadiyah

Madrasah Diniyah sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, dan telah mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter, dan memiliki komitmen untuk menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Fragmen, Lomba Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

Mataram, Belajar Muhammadiyah. Diantara yang menjadi materi bahasan dalam agenda Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 di Lombok adalah Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Materi bahasan ini masuk ke dalam Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah (Perundang-undangan).

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengatakan, isu KUHP adalah isu yang sangat besar. Ia mengaku mengawal isu ini sejak tahun 2005 namun isu tersebut selalu kandas ditengah jalan.

“Salah satu persoalannya karena isu yang ada di dalam KUHP itu banyak sekali,” katanya usai acara Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Mataram, Kamis (23/11).

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

Rumadi menyarankan, jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin mengangkat isu KUHP maka harus fokus pada satu isu tertentu. 

“Misalnya dia (PBNU) mau masuk ke buku satu atau mau masuk ke delik-delik tertentu. Misalnya masuk ke delik agama,” jelas

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta itu.

Belajar Muhammadiyah

Menurut dia, jika isu KUHP dibicarakan semua maka itu akan susah dan akan banyak yang kandas di tengah jalan. 

Belajar Muhammadiyah

“Harus fokus ke isu keislaman. Itu isu yang harus dibicarakan di Munas NU,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, News Belajar Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Digenang Banjir Semeter, Pesantren Yatim Ini Butuh Makanan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. ?Pondok Pesantren Darul Fikri yang dimukimi santri yatim dan dhuafa secara cuma-cuma alias gratis tergenang banjir sejak Sabtu (18/1) sampai saat ini, Rabu (22/01). Kondisi pesantren? di Desa Bongas Pentil, Kecamatan Bongas, Indramayu, Jawa Barat, hingga saat ini sangat memprihantinkan.

Banjir yang menggenangi gedung pesantren mencapai lebih dari satu meter. “Banjir sampai setinggi dada orang dewasa," kata pengasuh pesantren Darul Fikri saat diwawancarai di Masjid Nurul iman 1 No 1 Tanah Koja Rt/Rw (009/02) Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (22/1).

Digenang Banjir Semeter, Pesantren Yatim Ini Butuh Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Digenang Banjir Semeter, Pesantren Yatim Ini Butuh Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Digenang Banjir Semeter, Pesantren Yatim Ini Butuh Makanan

Menurut Kiai Zuhri, sebanyak 113 santri dan 12 pengurus bertahan di pesantren karena tidak ada tempat pengungsian. “Mereka terpaksa bertahan di pondok. Ada yang di mushola dan di asrama lantai dua," tambah KH Zuhri.

Belajar Muhammadiyah

Selama banjir, kata dia, selain tak ada tempat mengungsi, para santri belum dapat bantuan jenis apapun, "Kini mereka kekurangan stok makan dan air bersih," ujar pengasuh pesantren yang juga Kabtib PWNU DKI Jakarta.

Belajar Muhammadiyah

Ia mengaku cemas dan prihatin atas kondisi ini. Karena itu, pengasuh berharap simpati dan bantuan. "Sebisanya kami, pihak pengasuh pondok sudah berupaya, namun tidak maksimal sehingga kami sangat mengarapkan bantuan,” katanya.

Bila ada yang berkenan membantu, harap dia, bisa menghubungi pembina dan pengasuh Pondok KH Zuhri Yaqub di 081314774169 atau Ustad Dumyati Asmudi 085200900400. (Junaidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 14 Oktober 2017

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa

Sumedang, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Jamiyyatul Qurro Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang mengadakan sema’an Al-Quran dengan tokoh masyarakat, santri, kiai, umara di Madrasah Nurul Hidayah Desa Cinulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Ahad (6/3). JQHNU Sumedang tengah menggalakan sema’an Al-Quran untuk memperkenalkan diri di tengah masyarakat.

Para peserta yang hadir berjumlah 70 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka semua sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa

Kegiatan tersebut digunakan juga sebagai sarana untuk sosialisasi dan konsolidasi banom JQH. Ketua JQHNU Sumedang Ahmad Jauharudin mengutarakan, "Masih banyak masyarakat di Sumedang yang belum kenal dengan banom JQH. Dengan adanya kegiatan semaan Al-Quran di daerah-daerah seperti ini mudah-mudahan masyarakat jadi mengetahui keberadaan dan fungsi JQHNU".

Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan pembentukan pengurus PAC JQHNU di Kecamatan Cimanggung.

Belajar Muhammadiyah

"Banom JQHNU di Sumedang harus terus berkembang sampai ke tingkat daerah. Pembentukan pengurus PAC JQHNU merupakan bentuk pengembangan organisasi," tegas Jauharudin.

Belajar Muhammadiyah

Kegiatan semaan Al-Quran ini diharapkan bisa menarik masyarakat untuk lebih mencintai Al-Quran. Selama ini pengurus JQHNU Sumedang masih terus concern membina para qari/qari’ah dan hafidz/hafidzah yang ada di Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Anti Hoax, Berita Belajar Muhammadiyah

Selasa, 03 Oktober 2017

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. KH Syaifuddin Amsir, Rais Syuriyah PBNU mengatakan bahwa sebenarnya anak Betawi banyak yang menjadi kiai-kiai besar. Tetapi keulamaan mereka biasanya tidak diketahui oleh orang pada umumnya.

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

“Orang baru tahu kalau dia seorang kiai besar setelah ulama-ulama Jawa menemuinya,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah di lantai tiga gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/11) sore.

Kiai asal Berlan, Matraman Jakarta Pusat ini menunjuk pada sebuah peristiwa di mana Gus Dur menghentikan perjalanannya hanya untuk mendatangi rumah seseorang di bilangan Paseban Jakarta Pusat.

Belajar Muhammadiyah

Menurut KH Syaifuddin Amsir, masyarakat setempat tidak menduga sebelumnya kalau Gus Dur akan mengunjungi rumah orang tersebut. Padahal masyarakat sekitar hanya mengenal orang yang bersangkutan hanya sekadar mengajar alif-ba-ta.

Orang alim di Jakarta umumnya tidak mengajar kitab fiqih yang tinggi, tambahnya. Mereka hanya mengajarkan pengetahuan hukum agama yang sederhana sekadar untuk memenuhi kebutuhan praktik ibadah keseharian masyarakat Jakarta. Namun, hal ini tidak mengindikasikan bahwa pengetahuan agama kiai di Jakarta sangat minim.

Belajar Muhammadiyah

Masyarakat umumnya baru mengerti keulamaan setelah jaringan kiai setempat itu ternyata cukup luas. Para kiai Jakarta ini biasanya berjejaring dengan para kiai lain di Jakarta, Sunda, Jawa, Lombok, bahkan Mekkah.

Keulamaan kiai Jakarta mungkin saja tersembunyi mengingat kondisi keduniaan di Jakarta cukup dominan, meskipun semangat keagamaan lumayan tinggi. Semangat keagamaan yang tinggi tanpa dibarengi semangat menuntut ilmu agama, membuat keulamaan sejumlah kiai tertutup, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Hikmah, Cerita Belajar Muhammadiyah

Senin, 18 September 2017

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai

Pasaman Barat, Belajar Muhammadiyah. Sebanyak 15 orang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pasaman Barat, Sumatera Barat diturunkan untuk mencari korban yang terbawa arus sungai di jembatan Sungai Tinagar Sungai Paku, Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Ahad (21/5). Korban bernama Sukadi (30) hanyut ketik hendak pergi ke ladang jagungnya.

Menurut Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Pasaman Barat Ahmd Tomari Santoso, peristiwa hanyutnya korban diperkirakan sekitar pukul 7.30 WIB saat korban melintasi jembatan. Korban yang tengah mengendarai sepeda motor, tiba-tiba air sungai meluap ? deras dari arah hulu yang menghanyutkannya.?

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai

“Banser yang mendapatkan informasi adanya korban hanyut, langsung menginstruksi pada Banser terdekat. Sekitar pukul 10.30 WIB, sedikitnya 15 orang Banser turut mencari korban bersama masyarakat, menyusuri hiliran sungai,” kata Ahmad Tomari menyebutkan.

Dikatakan, upaya pencarian korban tidak terlalu lama. Pukul 12.00 WIB, korban berhasil ditemukan. Namun sepeda motor yang dikendarainya belum berhasil ditemukan hingga sore.

Belajar Muhammadiyah

“Korban pagi itu hendak pergi ke kebun jagungnya. Dia tidak menyangka kalau arus sungai yang meluap tiba-tiba. Memang semalam hujan deras turun. Paginya hujan sudah berhenti,” kata Ahmad Tomari.

Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyampaikan terima kasih kepada kesigapan Banser untuk membantu korban.

Belajar Muhammadiyah

“Kehadiran Banser memang seperti itu. Hadir di kala masyarakat mendapat bencana dan membutuhkan bantuan,” kata Djafrinal menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 September 2017

Seleksi Calon Mahasiswa NU ke Libya, Hari ini

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Tim Pelaksana Beasiswa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke Timur Tengah, hari ini, Kamis (24/7) mengadakan tes seleksi penerimaan beasiswa PBNU ke Libya. Tes seleksi ini dilaksanakan dari jam 09.00-16.00 WIB bertempat di Gedung PBNU lantai 5 Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.



Seleksi Calon Mahasiswa NU ke Libya, Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Seleksi Calon Mahasiswa NU ke Libya, Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Seleksi Calon Mahasiswa NU ke Libya, Hari ini

Tes Seleksi Penerimaan Beasiswa PBNU ke Libya tahun ini diikuti oleh 25 peserta putra-putri yang lolos seleksi awal. Lima diantaranya akan mendapatkan kesempatan belajar di negeri Muammar Qadafi.

Materi tes Seleksi dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama adalah tes seleksi materi tertulis pada pagi hari dan dilanjutkan dengan materi tes seleksi wawancara pada sore harinya. Materi tertulis bertujuan untuk menguji kemampuan siswa dalam menguraikan pendapat dengan menggunakan bahasa Arab yang baik dan benar (fushah).

Belajar Muhammadiyah

Materi Wawancara bertujuan menguji sejauh mana kemampuan para peserta calon penerima beasiswa dalam berkomunikasi lisan dengan menggunakan bahasa Arab. Para penguji Tes Wawancara ini adalah para Alumni terbaru dari Timur Tengah yang tinggal di negara-negara Arab dalam tempo yang lama.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Tes Seleksi Penerimaan Beasiswa PBNU ke Libya, Ulil Abshar Hadrawi, seleksi kali ini merupakan pemberangkatan beasiswa PBNU ke Timur tengah yang ke-5. “Keduapuluh lima peserta kali ini akan menjalani ujian tulis dan ujian lisan yang akan kita laksanakan dari pagi hari hingga sore,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

”Para peserta seleksi wajib menyerahkan persyaratan-persyaratan berupa forokopi ijazah madrasah aliyah yang telah dilegalisir rangkap dua, akte kelahiran dan SKCK serta pas foto masing-masing,” paparnya.

Pemberangkatan beasiswa PBNU ke Tmur tengah sendiri dimulai pada tahun 2004 sebagai gelombang perdana dan terus berlanjut hingga sekarang.

“Alhamdulillah sekarang sudah yang kelima. Beberapa Negara yang menjadi tujuan Beasiswa ini adalah, Libya, Sudan, Maroko dan Mesir,” kata Ulil Hadrawi di sela-sela kesibukannya meminpin pelaksanaan seleksi kali ini.

Menurut pelaksana harian Program Beasiswa PBNU ke Timur Tengah, Muhammad Dawam Sukardi, PBNU hingga saat ini masih terus menjajaki kemungkinan pengiriman mahasiswa-mahasiswa NU ke beberapa negara Timur Tengah lainnya, seperti Syiria, Uni Emirat Arab dan Yordania. ”Mohon didoakan semoga hubungan yang dilakukan di tingkat pimpinan dapat segera membuahkan hasil,” katanya. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Senin, 28 Agustus 2017

PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Dewan Pemimpin Pusat Konfederasi Sariat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) mengecam tindakan PT Gudang Garam Kediri yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 12 ribu buruh. Salah satu Badan Otonom NU ini menyebut aksi PKH sepihak tersebut sebagai tindakan arogan dan semena-mena.

“Anggota Sarbumusi sebanyak 8 ribu anggota juga di-PHK, arogansi dari manajemen PT. Gudang Garam Kediri ini seolah-olah dibenarkan dengan diamnya pemerintah daerah beserta perwakilan daerah di sana. Sungguh sangat memprihatinkan dan tidak mengindahkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan,” kata Ketua Umum DPP K-Sarbumusi Syaiful Bahri Anshori dalam siaran pers, Selasa (14/10).

PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan (Sumber Gambar : Nu Online)
PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan (Sumber Gambar : Nu Online)

PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan

Sarbumusi menolak PHK sepihak tersebut karena dinilai mengabaikan peraturan dan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. Menurutnya, Perusahaan harus mempertimbangkan kepentingan buruh dan masyarakat dalam mengambil keputusan, tidak hanya dilihat dari sisi kepentingan bisnis perusahaan semata.

Belajar Muhammadiyah

Sarbumusi mendesak Pemerintah Daerah, khususnya Bupati dan DPRD Kediri, untuk segera turun tangan dan terlibat untuk menyusun tim tripartit untuk mencegah dan mengurangi dampak dari PHK dan pensiun dini. Di samping, segera membentuk tim audit independen untuk mengaudit keuangan perusahaan PT. Gudang garam, apakah kebijakan Pensiun dini dan PHK itu satu-satunya jalan atau tidak.

“Kami dari Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia NU akan Menurunkan tim investigasi untuk mengawal dan memastikan hak-hak buruh di PT. Gudang Garam dipenuhi bersama-sama dengan DPW Sarbumusi NU Jawa Timur dan DPC Sarbumusi NU Kediri,” ujar Syaiful.

Belajar Muhammadiyah

Organisasi kaum buruh ini berpandangan, nasib buruh di Tanah Air tergolong masih terpinggirkan. Kebijakan perusahaan dan pemerintah sering tak selaras dengan kelayakan kebutuhan hidup para buruh selama ini. Demokrasi hanya dimaknai sebagai siapa yang kuat dia yng memenangi pertarungan di pasar bebas demokrasi. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah PonPes, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Minggu, 09 Juli 2017

Beragama dengan Sejuk

Oleh Puguh Phaloepi



Kata Bapak saya, “Gak ada gunanya berdebat. Gak dadi beras.”

Memang sulit. Saya rasakan sulit menghadapi orang yang terlalu berlebihan dalam beragama. Tapi setidaknya saya harus menjelaskan. Sesuai apa yang saya ketahui. Dahulu, Nabi pernah menegur orang-orang yang melempar jumrah dengan batu besar. Padahal Nabi mengajarkan melempar jumrah dengan batu kecil. Kata Nabi, itu perbuatan yang berlebihan dan Nabi mengkhawatirkan hal itu. Orang-orang yang tidak mengerti, akan berpikir bahwa melempar jumrah dengan menggunakan batu besar akan besar pula pahalanya. Dan ibadahnya semakin hebat. Tapi justru itu dilarang oleh Nabi. Karena perbuatan itu membahayakan jamaah haji lain. Dan lagian melempar jumrah mempunyai makna kontekstual, yaitu manusia harus mengusir setan yang hendak menggoda dan menjerumuskannya.

Beragama dengan Sejuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Beragama dengan Sejuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Beragama dengan Sejuk

Tapi orang-orang yang tidak mengerti, tidak peduli hal itu. Asal batunya lebih besar berarti pahalanya juga besar. Semangat beragamanya besar. Pikirnya. Padahal yang dilakukannya salah. Dan Nabi mengutuk itu.

Saya pikir hal tersebut terjadi pula sekarang. Tapi dalam bentuk lain. Kini, orang berlomba-lomba mengeraskan speaker dalam mengumandangkan adzan. Dikiranya semakin keras maka pahalanya semakin besar. Padahal saat ini, hampir tiap lingkungan punya mushala. Bagaimana tidak bising? Kita tidak sedang memberikan kebisingan, melainkan memanggil orang-orang untuk menunaikan ibadah. Dengan volume speaker yang tepat. Sehingga terdengar syahdu. Beda dengan jaman dahulu, jarak antar rumah berjauhan. Mushola tidak sebanyak sekarang. Maka volume perlu dikeraskan agar suara yang dihasilkan merata.

Mari beragama secara khusyu dan sejuk. Beragama sesuai porsinya, sesuai ajaran Nabi yang welas asih.

Belajar Muhammadiyah

Penulis adalah aktivis puisi, tinggal di Banyuwangi, bisa ngobrol-ngobrol santai di akun Twitternya @Cheguhvara

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Ulama, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Juni 2017

Dakwah Budaya Sunan Kalijaga

Demak, Belajar Muhammadiyah. Raden Syahid atau Sunan Kalijaga Kadilangu dalam berdakwah tidak menyinggung perasaan umat, tradisinya, adatnya, meskipun banyak yang tidak cocok dengan Islam.

Dakwah Budaya Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Budaya Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Budaya Sunan Kalijaga

"Kanjeng Sunan Kalijaga dalam berdakwah selalu memperhatikan adat budaya kaum yang dituju. Beliau menyebarkan agama yang berhaluan seperti Aswaja kita ini, sehingga diterima kaumnya." 

Demikian disampaikan oleh KH Buchori Masruri saat memberikan mauidloh hasanah dalam acara Haul Kanjeng Sunan Kalijaga ke 427 diserambi Masjid Kanjeng Sunan Kalijaga Ahad (25/11).

Belajar Muhammadiyah

Lebih lanjut kiai Buchori megatakan Sunan Kalijaga bersama Wali Songo berdakwah  lewat budaya yang ada dipulau Jawa. Dikatakannya, dakwah dengan budaya lebih bisa diterima ketimbang dengan model formal atau layaknya ngaji dan kajian model sekarang atau jaman Nabi. 

Belajar Muhammadiyah

Kiai Buchori yang juga mantan ketua PWNU Jateng mengutip kalimat yang pernah dikatakan almarhum Gus Dur, "Para wali songo dalam menyebarkan Islam tidak selalu dengan selogan Islam. Namun menurut Gus Dur Sunan Kalijaga itu tidak mengislamkan Jawa tapi menjawakan Islam dengan budaya." 

Acara haul Sunan Kalijaga ini terselenggara hasil kerja bareng Yayasan Kanjeng Sunan Kalijaga, Jamiyyah Ahbabul Musthofa, MWC NU Demak, PC GP Ansor, Majlis Mabadi Khoiro Ummah dengan melibatka Pesantren Attaslim kracaan, Pesantren Nurul Hikmah Merbotan, Pesantren Subulussalam, Pesantren BUQ betengan, dan Pesantren Al Ishlah Sempalwadak Demak.

Sebelum pengajian umum, pada pukul tujuh pagi dilaksanakan semaan Al-Quran dimakam Sunan Kalijaga. Pada pukul tujuh malam dilanjutkan tahlil Akbar juga dimakam Sunan Kalijaga, lalu Maulidurrasul bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : A.Shiddiq Sugiarto 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Lomba, Ahlussunnah Belajar Muhammadiyah

Senin, 24 April 2017

1 Muharram, Peziarah Masjid Ampel Surabaya Naik Empat Kali Lipat

Surabaya, Belajar Muhammadiyah
Peziarah ke komplek makam dan masjid salah seorang walisongo, yakni Sunan Ampel, Surabaya pada libur tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1426 mencapai 5.000 orang perhari atau naik empat kali lipat.

"Kalau hari-hari biasa jumlah pengunjung sekitar 1.000 hingga 1.500 orang atau rata-rata 1.200, maka sekarang naik empat kali lipat lebih, mulai kemarin (Rabu, 9/2)," kata Baidlowi, petugas Masjid Sunan Ampel di Surabaya, Kamis.

Ia menjelaskan, para peziarah itu berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Madura serta luar daerah lainnya menggunakan kendaraan pribadi maupun bus yang disewa.? ? ? ? Untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, takmir Masjid Sunan Ampel mengadakan doa bersama yang diikuti ribuan jamaah pada Rabu (9/2) dipimpin oleh KH Anas Tamam dari Gresik. "Doa bersama dilakukan setelah shalat Ashar. Intinya kami meminta keselamatan bangsa dan khususnya umat Islam," katanya.

Baidlowi menjelaskan, selain itu, ribuan peziarah juga memanjatkan doa sendiri di dalam masjid maupun di komplek makam Sunan Ampel. Biasanya para peziarah itu datang ke lokasi untuk berdzikir maupun mengaji Al-Quran serta membaca shalawat kemudian dilanjutkan dengan memanjatkan doa keselamatan.

Para peziarah itu juga datang ke Masjid Sunan Ampel membawa botol untuk membawa air dari sumur yang diyakini memiliki khasiat.

Karena meningkatnya jumlah peziarah, maka diakui Baidlowi, permintaan air juga meningkat, apalagi pada saat bersamaan juga sedang ada kepulangan jamaah haji dari tanah suci Makkah. "Jamaah haji itu kan sekarang dibatasi membawa air zam-zam dari Mekkah. Kemudian mereka mampir ke sini dan membawa air sumur Sunan. Saya tidak tahu apakah dicampur atau tidak," katanya.

Para peziarah yang menggunakan bus biasanya melakukan ziarah walisongo dalam satu paket sekitar 10 hari, mulai dari Jawa Barat hingga ke berbagai wali di Jatim.

Setelah itu biasanya dilanjutkan ke beberapa makam di Madura, seperti makam Syaechona Cholil (Bangkalan), Batu Ampar (Pamekasan), makam raja-raja Asta Tinggi Sumenep dan makam wali di Poteran, Sumenep.

Sementara peziarah di Jatim maupun Jateng biasanya juga tidak mengunjungi secara lengkap atau hanya mengunjungi lima wali di daerah-daerah terdekat.(an/mkf)


?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Nahdlatul Belajar Muhammadiyah

1 Muharram, Peziarah Masjid Ampel Surabaya Naik Empat Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)
1 Muharram, Peziarah Masjid Ampel Surabaya Naik Empat Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)

1 Muharram, Peziarah Masjid Ampel Surabaya Naik Empat Kali Lipat

Minggu, 26 Maret 2017

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam

Mataram,? Belajar Muhammadiyah

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Nurul Islam NU Sekarbele, Kota Mataram, menggelar pelatihan jurnalistik untuk para santri. ?

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam

Kegiatan yang diikuti 50 ? orang tersebut dilaksanakan di pesantren tersebut pada Ahad (17/1) lalu. Para santri diajarkan dasar-dasar menulis yang dipandu Ketua Bidang Media dan Jaringan PW IPNU NTB Yas Arman.

Pada permulaan latihan, para santri diminta menulis namanya sendiri, kemudian mengartikannya dalam bentuk tulisan yang semenarik mungkin minimal satu paragraf.

Salah seorang santriwati, ? Asroyani mengatakan, sangat senang belajar menulis. “Harapan saya semoga dengan pelatihan ini saya bisa menuliskan segala bentuk aktivitas yang saya lakukan sehari-hari dalam bentuk tulisan,” kata Ketua Pimpinan Komisariat IPPNU Nurul Islam ini.? (Fauzan Basri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Senin, 20 Maret 2017

1.180 Siswa Trenggalek Jawab Soal Ujian Akhir Maarif NU

Trenggalek, Belajar Muhammadiyah. Sebanyak 1.180 siswa Maarif NU tingkat ibtidaiyah dan dasar sekabupaten Trenggalek mengikuti Ujian Akhir Maarif NU (UAMNU). Pada ujian yang berlangsung 3 hari sejak Senin-Rabu (14-16/4) ini, para siswa menghadapi sejumlah mata pelajaran keislaman dan ke-NUan yang diujikan.

Ketua Panitia UAMNU Trenggalek Mohib Asrori mengatakan, sejumlah mata pelajaran Senin ini diujikan UAMNU seperti pelajaran Pendidikan Aswaja NU dan Fiqih. Selasa, mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan Aqidah Akhlak. Sedangkan Rabu, mata pelajaran Al-Quran Hadist dan Bahasa Arab.

1.180 Siswa Trenggalek Jawab Soal Ujian Akhir Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
1.180 Siswa Trenggalek Jawab Soal Ujian Akhir Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

1.180 Siswa Trenggalek Jawab Soal Ujian Akhir Maarif NU

“Alhamdulillah persiapan teknis sampai pendistribusian soal ujian sesuai dengan jadwal. Hari pertama ujian ini berjalan lancar,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Tim monitoring dan evaluasi UAMNU dari LP Maarif NU Jawa Timur Ahmad Muhyiddin dan Samsul Huda bersama tim PC Maarif NU Trenggalek mengunjungi tiga sekolah maarif NU, SDI Fajar Insani Gandusari, MI Senden Kampak, dan MI Sugihan Kampak.

Belajar Muhammadiyah

Wakil Sekretaris LP Maarif NU Jatim Muhyiddin menyampaikan, “PW LP Maarif NU Jawa Timur sangat peduli terhadap pelaksanaan UAMNU di seluruh cabang Maarif se-Jatim termasuk Maarif NU Trenggalek.”

Secara keseluruhan  proses UAMNU di Trenggalek berjalan lancar. “UAMNU untuk tingkat MTs/SMP dan MA/SMA/SMK sudah terlaksana pada 17-19 Maret,” tandas Muhyiddin seperti keterangan dalam rilisnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Minggu, 14 September 2014

Menaker Hanif : Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menegaskan kunci keberhasilan menghadapi persoalan dan tantangan ketenagakerjaan salah satunya ditentukan oleh sejauhmana peran stakeholder (Pemerintah, pengusaha dan pekerja) dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan. 

Menaker Hanif : Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif : Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif : Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis

Menurut Menaker permasalahan ketenagakerjaan yang menjadi persoalan krusial di dunia saat ini, khususnya di Indonesia, tidak dapat dilihat secara parsial. Semua aspek yang tercakup dalam bidang ketenagakerjaan, mempunyai kaitan satu sama lain, mulai dari aspek perencanaan, pelatihan, penempatan, pelaksanaan hubungan industrial sampai tingkat pengawasannya.

"Kami berharap gerakan Serikat Pekerja/Serikat Buruh kedepan dapat menjadi partner utama pemerintah dan pengusaha dalam pembangunan," kata Menaker Hanif saat membuka acara THE 5th UNI APRO COMMERCE AND FINANCE JOIN CONFRENCE di Jakarta, Selasa (21/11). 





Belajar Muhammadiyah

Turut hadir Director ICTS and ASEAN Activities UNI Apro Yoko Ogawa; Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat; Deputy General Secretary UNI Global Union Christy Hoffman; President UNI Apro Commerce Ian Blandthorn; Regional Secretary UNI Apro Christopher Ng.

Belajar Muhammadiyah

Ditambahkan Menaker, jumlah Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 7.294 SP/SB dengan jumlah pekerja/buruh sebanyak 2.717.961 orang.





"Kekuatan ini merupakan modalitas berharga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh, terlebih lagi apabila gerakan buruh solid dan terkonsolidasi," kata Menaker.





Menaker Hanif menegaskan pihaknya memiliki keyakinan sama dengan Uni Global Union, hubungan kondusif antara tiga elemen hubungan industrial akan memungkinkan ekonomi domestik mampu mencapai pertumbuhan yang sustainable, productive dan profitable.

“Upaya ini dapat dilakukan melalui media dialog sosial Bipratit dan Tripartit,“ katanya.

Menaker menegaskan ada tiga manfaat dialog sosial antara Pemerintah, Pengusaha dan Pekerja.  Pertama, melalui dialog sosial di perusahaan, pengusaha dan pekerja bisa sama-sama mendiskusikan masalah hubungan industrial yang dihadapi dan mencari solusi yang tepat.

Kedua, dialog yang sehat juga bisa mendorong kesejahteraan, dimana aspirasi pekerja/buruh ditindaklanjuti oleh adanya kebijakan yang terkait dengan produktivitas kerja, misalnya melalui pelatihan-pelatihan vokasi, perbaikan sistem pengupahan dan perlindungan kerja melalui jaminan sosial.

Ketiga, dialog sosial dapat menjadi sarana bagi Serikat Pekerja/Serikat Buruh untuk merencanakan program pengembangan kompetensi anggotanya sehingga produktivitas mereka meningkat.

Ditambahkan Menaker, paradigma partnership sama sekali tidak akan mereduksi positioning dan bergaining gerakan pekerja/buruh. Sebaliknya, paradigma ini akan memperkuat gerakan buruh menjadi lebih efektif, karena partnership diasumsikan sebagai equal position.

“Saya berharap semoga konfrensi UNI Apro ke-5 ini dapat menghasilkan berbagai terobosan bagi pengembangan hubungan industrial dan pembangunan ekonomi dunia yang berkeadilan,“ katanya. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Islam, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Rabu, 25 Juni 2014

PBNU: Ingatlah Jasa Perjuangan Para Ulama!

Pekalongan, Belajar Muhammadiyah. Selain menghadiri kegiatan pembukaan Muktamar XII Jatman, Senin (15/1), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj juga ikut menghadiri pelantikan kepengurusan PCNU Kota Pekalongan masa khidmah 2017-2022 di Gedung Aswaja Pekalongan.

PBNU: Ingatlah Jasa Perjuangan Para Ulama! (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ingatlah Jasa Perjuangan Para Ulama! (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ingatlah Jasa Perjuangan Para Ulama!

PCNU Kota Pekalongan pada kepengurusan kali ini dipimpin duet Rais Syuriah KH Zakaria Ansor dan Ketua Tanfidziyah H Muhtarom.

Dalam pidatonya, Kiai Said menekankan untuk senantiasa mengingat jasa perjuangan para ulama, yang telah menjadi jalan bagi umat Islam untuk mengenal risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw.

“Seperti Imam Syafii yang jasanya begitu besar dalam membangun paham syariat Islam yang moderat, juga kepada Imam Abul Hasan Al-Asy’ari di bidang akidah,” terang pengasuh pesantren Al-Tsaqqafah itu.

Kiai Said juga mengajak segenap Nahdliyin yang hadir untuk terus memperbaharui semangat dalam beragama. 

Belajar Muhammadiyah

“Islam harus betul-betul dipahami dan diamalkan. Yang tak kalah penting, Islam juga mesti dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan pelantikan PCNU Kota Pekalongan tersebut turut dihadiri Sekjen PBNU H. Helmy Faisal Zaini, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh dan Walikota Pekalongan HM Saelany Mahfudz. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, Pondok Pesantren, Cerita Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock