Minggu, 09 Juli 2017

Beragama dengan Sejuk

Oleh Puguh Phaloepi



Kata Bapak saya, “Gak ada gunanya berdebat. Gak dadi beras.”

Memang sulit. Saya rasakan sulit menghadapi orang yang terlalu berlebihan dalam beragama. Tapi setidaknya saya harus menjelaskan. Sesuai apa yang saya ketahui. Dahulu, Nabi pernah menegur orang-orang yang melempar jumrah dengan batu besar. Padahal Nabi mengajarkan melempar jumrah dengan batu kecil. Kata Nabi, itu perbuatan yang berlebihan dan Nabi mengkhawatirkan hal itu. Orang-orang yang tidak mengerti, akan berpikir bahwa melempar jumrah dengan menggunakan batu besar akan besar pula pahalanya. Dan ibadahnya semakin hebat. Tapi justru itu dilarang oleh Nabi. Karena perbuatan itu membahayakan jamaah haji lain. Dan lagian melempar jumrah mempunyai makna kontekstual, yaitu manusia harus mengusir setan yang hendak menggoda dan menjerumuskannya.

Beragama dengan Sejuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Beragama dengan Sejuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Beragama dengan Sejuk

Tapi orang-orang yang tidak mengerti, tidak peduli hal itu. Asal batunya lebih besar berarti pahalanya juga besar. Semangat beragamanya besar. Pikirnya. Padahal yang dilakukannya salah. Dan Nabi mengutuk itu.

Saya pikir hal tersebut terjadi pula sekarang. Tapi dalam bentuk lain. Kini, orang berlomba-lomba mengeraskan speaker dalam mengumandangkan adzan. Dikiranya semakin keras maka pahalanya semakin besar. Padahal saat ini, hampir tiap lingkungan punya mushala. Bagaimana tidak bising? Kita tidak sedang memberikan kebisingan, melainkan memanggil orang-orang untuk menunaikan ibadah. Dengan volume speaker yang tepat. Sehingga terdengar syahdu. Beda dengan jaman dahulu, jarak antar rumah berjauhan. Mushola tidak sebanyak sekarang. Maka volume perlu dikeraskan agar suara yang dihasilkan merata.

Mari beragama secara khusyu dan sejuk. Beragama sesuai porsinya, sesuai ajaran Nabi yang welas asih.

Belajar Muhammadiyah

Penulis adalah aktivis puisi, tinggal di Banyuwangi, bisa ngobrol-ngobrol santai di akun Twitternya @Cheguhvara

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Ulama, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Beragama dengan Sejuk di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock