Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Boyolali, Belajar Muhammadiyah


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Boyolali, kepada perwakilan Ansor-Banser setempat yang ikut menjadi relawan.

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Kepada Belajar Muhammadiyah, Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, mengatakan pemberian bantuan terwujud dari upaya bersama dari para kader Ansor dan Banser di Boyolali. “Semoga dapat meringankan beban mereka yang tertimpa musibah," ujar Choiruddin, Sabtu (24/12).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan, dari seluruh sahabat Ansor, termasuk dari Anak Cabang. “Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengadakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir ini,” kata dia.

Choiruddin menambahkan, dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir.

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi

Pasuruan, Belajar Muhammadiyah - Maraknya kasus investasi fiktif atau bodong di tengah masyarakat direspon secara tegas dan cepat oleh Lakpesdam NU Kota Pasuruan. Lakpesdam NU Kota Pasuruan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan salah seorang angoota DPR RI untuk menjaga masyarakat dari penipuan dalam investasi, Jumat (4/11).

Lakpesdam NU Kota Pasuruan menggelar diskusi publik bertajuk "Menciptakan Investasi Aman Menuju Masyarakat Berdaya Saing Global" di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan.

Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi

Tampak hadir sebagai narasumber anggota DPR RI Komisi XI H Mukhamad Misbakhun, Pimpinan OJK Regional Jawa Timur Dani Surya Sinaga, dan Dr Nurul Badriyah Bayhaqi dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang.

Belajar Muhammadiyah

Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan H Muhammad Naliur Rahman menekankan agar masyarakat khususnya warga NU untuk melek investasi.

Belajar Muhammadiyah

"Warga NU itu jangan hanya fokus pada investasi akhirat, tapi kita juga harus fokus pada program investasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat," kata kiai muda ini.

Misbakhun menekankan pentingnya investasi yang sehat kepada nahdliyin "Warga NU harus berinvestasi secara aman, cerdas, dan tepat, serta bersikap kritis dengan menanyakan perizinan dari OJK pada lembaga investasi."

Sedangkan Dr Nurul Badriyah mengangkat pentingnya gerakan untuk menumbuhkan lembaga investasi berbasis lokal dalam era global. "Lembaga investasi lokal harus tetap eksis di tengah arus globalisasi untuk membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat," kata Ning Nurul.

Dani Surya menjelaskan tugas dan fungsi OJK kepada para peserta diskusi yang terdiri atas unsur PCNU Kota Pasuruan, mahasiswa, dan akademisi di Kota Pasuruan.

Menurut Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin, investasi bodong makin banyak menggerogoti ekonomi masyarakat. "Beragam motif investasi fiktif bahkan yang berkedok agama menjadi momok bagi kita semua dan perlu gerakan bersama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat."

Diskusi publik ini dibuka secara langsung oleh Walikota Pasuruan H Setyono. Ia mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur oleh investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak rasional. (Zulkarnain Mahmud/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Fragmen, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Jakarta, Belajar Muhammadiyah
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholars-ICIS II) siap digelar.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dan Raja Yordania Abdullah II, sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir pada hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar 20-22 Juni mendatang di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Kepastian itu didapat sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/6)

PBNU, ungkap Hasyim, juga telah mengundang Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) Javier Solana dan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. “Kita juga telah mengundang Vatikan (Paus Benediktus XVI). Namun sampai sekarang belum ada jawaban, mudah-mudahan besok sudah ada jawaban,“ ungkapnya.

Selain itu, imbuh Hasyim, hampir seluruh peserta dari luar negeri juga sudah menyatakan siap untuk hadir pada acara tersebut. “Dari 57 negara yang kita undang, 53 negara sudah menyatakan siap hadir,“ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana ICIS II, Rozy Munir mengungkapkan bahwa konferensi internasional tersebut akan di buka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

“Presiden (SBY) menyatakan akan membuka acara ini. Hal itu terungkap saat kita (PBNU) mengadakan audiensi dengan beliau beberapa waktu lalu,“ terang Rozy.

Redakan Konflik Timur-Barat

Menurut Hasyim, agenda utama dari ICIS II adalah membahas upaya peredaan konflik antara dunia Timur dan Barat.

Konflik antara Timur dan Barat, tegas Hasyim, bukanlah konflik agama, sebagaimana hal itu dipahami selama ini. “Konflik Timur dan Barat itu adalah konflik hegemoni politik dan ekonomi dari Barat, bukan konflik agama,” tegasnya.

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini menambahkan, persoalan ketegangan di antara sesama umat Islam, baik di Indonesia maupun di luar negeri, juga akan menjadi perhatian dalam konferensi yang akan diikuti sekitar 300 peserta ini.

“Konflik antara Hamas dan Fatah di Palestina, Syiah dan Sunni di Iran, dan lain sebagainya juga akan dibahas,“ terang Hasyim.

Akomodir Semua Madzhab

Penyelenggaraan ICIS, kata Hasyim, berbeda dengan konferensi semacamnya. ICIS, menurutnya, akan mengakomodir semua madzhab di dalam Islam. “Kalau konferensi lainnya hanya berkutat pada satu madzhab saja, maka di ICIS ini semua madzhab kita undang, asalkan bisa berpikir moderat,“ terangnya.

Tak hanya itu. Pesertanya pun merupakan perwakilan dari ulama atau cendikiawan dari masing-masing negara. “Pesertanya adalah ulama yang muktabar atau yang signifikan untuk mengikuti konferensi ini,“ ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Daerah Belajar Muhammadiyah

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Minggu, 04 Februari 2018

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik

Jember, Belajar Muhammadiyah - Sejumlah pengurus Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (12/3) sekitar pukul 16.00 WIB mengunjungi petani hidroponik di Yayasan Roudlotul Mutaalimin (Yasrama) Gumuk Sanggar Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Kunjungan para pengurus organisasi putra? kiai Nahdlatul Ulama? (NU) ini dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat bagaimana cara bertani dengan sitem hidroponik.

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik

“Kami sangat tertarik sekali, makanya kami ke sini bersama pengurus untuk belajar bagaimana bertani? hidroponik dengan sistem green house ini , mudah-mudahan bisa dikembangkan di pondok-pondok pesantren,” jelas? Ketua Asparagus Jember, Gus Rodi.

Menurut salah satu pengurus Pondok Pesantren Darus Sholah, Tegal Besar, Kaliwates Jember ini, sebenarnya potensi pesantren sangat besar.

Belajar Muhammadiyah

“Di ponpes Jember ini, hidup ratusan ribu santri dan sejumlah lahan yang masih belum dimanfaatkan, khususnya di desa-desa. Hal ini merupakan potensi terpendam. Bisa dijadikan pasar sekaligus produsen.? Jika dikelola dengan baik saya yakin akan luar biasa,” jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Pernyataan ini dikuatkan Gus Robif. Putra kiai asal? Kecamatan Umbulsari ini mengakui bahwa lahan yang belum dimanfaatkan di pondoknya masih cukup luas. Karena masih belum tahu ilmunya, maka lahan itu masih dibiarkan begitu saja.

Padahal, kalau dimanfaatkan untuk kebutuhan sayur, seperti kangkung, sawi? dan sayuran lain yang harus dibeli setiap hari tidak kurang dari dua karung. “Untuk itu kami berpikir pesantren harus bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, khususnya kebutuhan sehari-hari,” timpal Gus Fauzan.

“Makanya kami berpikir bagaimana pesantren dapat memanfaatkan potensinya. Sebagai lembaga dari putra-putra kiai, kami ingin mengembangkan ekonomi pesantren. Sebelum mengembangkan yang lain, mungkin bertani hidroponik, bisa kita awali,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Yasrama Kustiono Musri menyampaikan kesenangannya dikunjungi para putra kiai nu ini. Menurutnya mimpi itu juga terselip di benaknya.

“Saya juga mimpi, untuk mengembankan hidroponik ke seribu pesantren. Kedatangan para lora dan gus membuat mimpi itu mendekati kenyataan. Kami berharap pertemuan ini bukan akhir, tapi awal. Kami siap 25 jam menerima kedatangan njenengan,” katanya.

? ?

Sebelumnya para lora dan gus yang datang setelah shalat Ashar langsung menuju lokasi penanaman hidroponik. Ada beberapa jenis sayuran yang ditanam, antara lain sawi, kangkung, lombok, tomat, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu tampak para lora dan gus ini? serius mengamati semua jenis tanaman sayuran, sambil menanyakan polanya mulai dari sistem penanaman, perawatan, biaya yang dibutuhkan, tenaga dan pemasarannya. (Eros/Mahbib)

?

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Jember, Belajar Muhammadiyah



Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak pernah sunyi dari prestasi. Lima hari yang lalu, tim dari SMA Nuris berhasil meraih juara dua Lomba Robotika Follower di Universitas Brawijaya, Malang. 

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Tim yang terdiri dari Nur Indrayanto, M. Firma Ramadhan dan M. Iqbal Abdullah tersebut cukup piawai dalam membuat robot, sehingga dapat mengalahkan robot lainnya karya berbagai SMA favorit di Indonesia.

Tahun lalu, wakil SMA Nuris juga berprestasi dengan merengkuh juara tiga Lomba Robotika Follower di Malang setelah mengalahkan peserta dari Jawa dan Bali

Kendati demikian, untuk mencapai prestasi itu tidaklah mudah. Menurut M. Firma Ramadhan, salah satu tahapan yang harus dilalui adalah presentasi. Lalu diseleksi hingga menjadi 8 tim, setelah menyingkirkan 15 tim lainnya. Akhirnya tersisa 8 tim, lalu mengerucut menjadi 4 tim. Di situlah, kemudian ditentukan juaranya. 

Belajar Muhammadiyah

"Alhamdulillah, robot kami lancar saat mengikuti garis, dan tidak pernah error dan berjalan dengan baik, karena sensornya bekerja," ucapnya di Nuris, Kamis (9/11).

Sementara itu, Kepala SMA Nuris, Gus Robith Qoshidi menegaskan bahwa robotika merupakan salah satu program tekonologi di Nuris, di samping teknologi inovasi, teknokogi otomotif dan sebagainya. 

Sejauh ini Nuris terus memacu anak didiknya untuk mengeksplore bakat dan kemampuannya di bidang sains, dengan mendirikan Madrasah Sains (M-Sains). M-Sains memberi wadah sekaligus menggali bakat siswa-siswi di berbagai bidang unggulan ektrakurikuler. Hasilnya, anak didik Nuris seringkali meraih juara di berbagai ajang nasional maupun internaional.

"Kami ingin terus mendorong agar santri juga punya kemampuan di bidang sains karena santri dan pesantren juga mampu untuk itu," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Toriq Triono mengatakan, setiap minggunya BNPT menerima deportasi warga negara Indonesia dari Negara-negara Timur Tengah, terutama dari Turki. Hal itu disebabkan karena mereka tidak memiliki kelengkapan dokumen seperti paspor.

“Setiap Minggu kami menerima deprortasi dari Turki,” kata Toriq.

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan materi pembuka dalam acara Seminar Dampak Media Sosial Terhadap Terorisme di Auditorium Lantai 3 Gedung IASTH Universitas Indonesia Jakarta, Kamis (4/5).

Sekembalinya dari Negara Timur Tengah, jelas Toriq, mereka diasramakan di lembaga-lembaga rehabilitasi negara karena mereka sudah tidak memiliki rumah lagi. “Mereka jual semua untuk hijrah ke Syria,” terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Toriq menambahkan, mereka yang kembali ke Indonesia mengaku kecewa karena apa yang terjadi di sana tidak sesuai dengan apa yang ada di media-media sosial. “Apa yang dialami di sana tidak sama dengan apa yang dipropagandakan di media sosial,” urainya.

Ia menilai, lemahnya regulasi yang ada di Indonesia menjadi salah satu sebab mengapa banyak orang yang pergi ke Negara-negara Timur Tengah yang sedang berkonflik. Ia menjelaskan, Undang-Undang Indonesia hanya bisa mengawasi apa yang terjadi di media sosia dan belum bisa menjangkaunya.

Belajar Muhammadiyah

“Undang-Undang kita tidak bisa menjangkau. Kita hanya bisa mengawasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Toriq menyatakan, saat ini ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi terorisme. Pertama, memperkuat regulasi. Saat ini, Undang-Undang tentang terorisme sedang diperkuat, salah satu poinnya adalah dengan melarang propaganda terorisme di media sosial.

“Kedua, kontra-narasi untuk menandingi narasi sempit yang disebarkan oleh para pelaku teror,” pungkasnya.

Saat ini, BNPT berhasil memonitor ada sekitar lima ratus orang yang sedang berada di Syria. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur

Kudus, NU Onine. Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapat apresiasi dari para seniman dan budayawan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran buku antologi puisi buat Gus Dur “Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel” oleh Dewan Kesenian Kudus, Sabtu, (28/9).

Acara peluncuran dilaksanakan di di Rumah Makan Bambu Wulung Jl Kudus-Pati Km 5 Ngembalrejo, Kudus. Hadir dalam kesempatan ini putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari atau sering disapa Inayah Wahid.

Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur

Dalam sambutannya, Inayah menggatakan, selama hidup bersama ayahnya dirinya hanya mendapatkan satu pesan. Pesan itu, menurut dia, terlihat ringan namun berat untuk dilaksanakan, yakni membaca.

Belajar Muhammadiyah

"Gus Dur merupakan sosok yang gemar membaca, hidupnya ia habiskan untuk membaca bahkan ketika ia tidak mampu melihat ia sempatkan selalu membaca meski anak-anaknya disuruh membacakan dan Gus Dur mendengarkan. Bahkan Gus Dur selalu membaca meski hanya lewat audio visual," tuturnya.

Belajar Muhammadiyah

Inayah Wahid juga turut serta membacakan satu puisi yang termuat dalam puisi untuk Gus Dur tersebut. Diikuti para penyair dari berbagai kota, antara lain Leak Sosiawan dari Solo, Kidung Purnama dari Cilacap, Mahbub Junaidi dari Wonosobo dan para penyair yang tersebar khususnya dari pulau Jawa.

Ketua Dewan Kesenian Kudus Aris Junaidi mengatakan, baginya, bahkan semua orang, Gus Dur selalu hidup, baik pemikiran, perilaku, sikap maupun gaya khasnya yang terkadang nyeleneh. 

Menurut dia, Gus Dur yang pernah menjadi ketua Fewan Kesenian Jakarta itu mampu membuka jalan baru. Artinya, ketika banyak orang lewat jalur kanan, Gus Dur berani menantang lewat jalur kiri. Begitupun jalan baru itu bukan untuk dikuasai pribadi, namun untuk semua dan untuk kita supaya terbuka cara pandang baru.

Judul puisi “Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel” yang dijadikan judul buku ini adalah karya Eka Bambang Prasetya, penyair dari Magelang yang tinggal di Jombang dan Kalimantan Selatan. Pengalamannya dengan Gus Dur adalah saat cucu KH Hasyim Asy’ari ini mengajadi para pemuda tentang makna hidup dan out bound di antara Dam Sengon hingga Jembatan Panengel di kota santri, Jombang. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Halaqoh Belajar Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Bone, Belajar Muhammadiyah

Imam Besar Muslim Centre New York dan Presiden Nusantara Foundation USA Shamsi Ali menjelaskan fenomena muslim di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga bercerita bahwa di negara tersebut, perempuan muslim hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua.

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Sesungguhnya, kata dia, Islam tak membatasi gerak gerik perempuan. “Hal inilah yang saya kagumi dari Ibu Majdah Agus setiap minggu mengelilingi Sulawesi Selatan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Quran,” katanya mengomentari Ketua Muslimat NU Sulsel pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/8).

Sebagaimana diketahui, Majdah MZ Agus Arifin Numang adalah Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) disamping sebagai istri Wakil Gubernur Sulsel.

Belajar Muhammadiyah

Shamsi Ali menambahkan, dakwah di Amerika Serikat sangat berbeda dengan dakwah di Indonesia. “Hal yang selalu saya sampaikan di Amerika Serikat terkait rasisme bahwasanya Islam datang untuk menjadi obat atas banyaknya rasisme karena sesungguhnya Islam memandang manusia yang paling mulia adalah orang yang bertkwa,” jelasnya.

Ia juga mengkritik tentang fenomena umat Islam yang hanya mementingkan Islam sebagai simbol, bukan sebagai nilai yang harus diimplementasikan.

Belajar Muhammadiyah

Padahal, sambungnya, Islam sangat menuntut umatnya harus bergerak, berkompetisi, bersilaturrahim, meningkatkan SDM, berdakwah dengan baik, menyuarakan Islam yang ramah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) dengana Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone yang dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kyai, Nahdlatul Ulama, Quote Belajar Muhammadiyah

Minggu, 24 Desember 2017

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat

Medan, Belajar Muhammadiyah



Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Povinsi Sumatera Utara (Sumut) akan dipercepat. Seyogyanya, PW GP Ansor Sumut di bawah kepemimpinan Mulia Banurea MSi baru akan berakhir 2018, namun dalam rangka merespon tumbuh suburnya kaderisasi, Konferwil akan digelar setahun lebih cepat, yakni Oktober 2017.

Hal itu diungkapkan Ketua PW GP Ansor Sumut Mulia Banurea saat menyampaikan sambutan pada Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama pengurus PW GP Ansor Sumut, di Hotel Madani Medan, Sabtu (17/6). Buka puasa bersama dirangkai dengan penyantunan puluhan anak yatim.

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat

Hadir dalam acara itu, Sekretaris PW GP Ansor Sumut Parulian Siregar MA, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut Adrian Harahap yang juga kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumut, Penasihat GP Ansor Sumut Maraimbang Daulay MA, Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Satkorwil Banser) Sumut Yosrizal Saragih MSi, unsur pengurus harian PW GP Ansor Sumut di antaranya Tamrin Harahap, Ibnu Hajar, Edy Harahap, Ridwan Asnawi, Syafrizal El-Batubara, Arif Hasibuan, Uli P Nasution, dan puluhan anggota Banser. ?

Mulia mengatakan, pengurus PW GP Ansor Sumut periode 2014-2018 sudah melaksanakan sebagian besar program organisasi. Dalam tiga tahun kepemimpinannya, setiap minggu dilaksanakan kaderisasi.

Sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) GP Ansor, kata Mulia, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang sudah menyelenggarakan kaderisasi seperti Pelatihan Kader Dasar (PKD) punya suara dalam Konferwil.

Belajar Muhammadiyah

"Setelah ditabulasi, sekarang ada 60 PAC yang sudah berhak menjadi peserta penuh pada Konferwil. PAC yang sudah melaksanakan PKD akan memiliki hak yang sama dengan ketua Pimpinan Cabang (PC) di Konferwil Ansor," tegas Mulia.

Namun, katanya, masih ada tugas PW GP Ansor yang belum terlaksana, yakni menggelar Kursus Banser Lanjutan (Susbalan). Namun kepanitiaan Susbalan sudah dibentuk, dan akan digelar sebelum Oktober atau sebelum Konferwil.

Alasan mempercepat Konferwil, menurut Mulia Banure, mengingat makin banyaknya kader-kader Ansor yang siap memimpin organisasi yang merupakan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) ini. Di sisi lain, sebagai Ketua KPU Sumut, Mulia menyatakan akan berkonsentrasi untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

Belajar Muhammadiyah

"Silakan semua kader Ansor untuk maju menjadi calon ketua pada Konferwil Ansor Oktober mendatang. Saya akan netral, dan akan mejaga jarak yang sama dengan seluruh calon ketua yang maju. Namun syarat menjadi calon ketua PW GP Ansor harus lulus Pelatihan Kepemimpin Nasional (PKN)," tandas Mulia.

Terkait dengan buka bersama, menurut Mulia bertujuan melaksanakan perintah Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW yakni menjalin silaturahmi antara penasehat, pengurus harian, biro dan lembaga yang ada di PW GP Ansor Sumut.

"Selama ini pengurus jarang ketemu karena kesibukan masing-masing. Jadi pada buka bersama ini jadi momentum silaturahmi untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Kalau silaturahmi sudah meningkat, maka hubungan pengurus akan makin akrab. Dan kalau sudah akrab, kita bisa meningkatkan sinergitas, menyatukan barisan untuk melaksanakan visi misi GP Ansor," tutur alumni IAIN Sumut dan Universitas Negeri Medan (Unimed) ini.

Sementara itu, Panesihat PW GP Ansor Sumut Maraimbang Daulay berharap, Mulia Banurea dan jajaran pengurus lainnya segera merampungkan program-program kerja yang masih terbengkalai seperti Susbalan.?

"Dengan merampungkan seluruh program kerja, maka ? keberadaan PW GP Ansor Sumut bisa menyamai pengurus Ansor di Pulau Jawa," kata Maraimbang. (Hamdani Nasution/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah PonPes, Nasional, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2017

Menko Polhukam: Organisasi Anti Pancasila Akan Kita Bubarkan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto sudah merancang mekanisme untuk membubarkan ormas-ormas yang bertentangan dengan ideologi Indonesia, Pancasila.?

Menko Polhukam: Organisasi Anti Pancasila Akan Kita Bubarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menko Polhukam: Organisasi Anti Pancasila Akan Kita Bubarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menko Polhukam: Organisasi Anti Pancasila Akan Kita Bubarkan

“Kita akan tegas, melarang dan membubarkan ormas, apa pun tamengnya, yang bertentangan dengan Pancasila,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara Seminar Pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan tema Keislaman dan Keindonesiaan: Aktualisasi Pemikiran dan Perjuangan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Gedung Nusantara V MPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

Wiranto mengaku sudah melaksanakan beberapa kali rapat terkait dengan mekanisme pembubaran ormas yang anti-Pancasila tersebut. “Kita sudah tiga kali rapat terbatas,” ucapnya.

Ia sudah mendeteksi keberadaan ormas-ormas yang menolak Pancasila, namun demikian tidak akan gegabah dalam bertindak dan membubarkan ormas-ormas yang dinilai anti-Pancasila itu.

“Tunggu tanggal mainnya,” tegasnya. "Mana nyata-nyata betul-betul bertentangan dengan Pancasila, bahkan keberadaannya tidak mengambil bagian dari satu proses pembangunan di Indonesia, ya harus bubar," lanjutnya.

Belajar Muhammadiyah

Ia menilai, ormas-ormas tidak boleh mengganti ideologi negara yang sudah disepakati bersama oleh para pendiri negeri ini. Ia juga menegaskan, ormas-ormas tersebut tidak boleh membuat mengganggu ketentraman masyarakat.?

Belajar Muhammadiyah

"Kalau keberadaannya merancukan ideologi negara yang sudah kita sepakati, tentunya tidak layak hidup di Indonesia," ungkapnyanya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Deputi Bidang Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Haryono mengungkapankan bahwa ada lima isu utama yang menjadi perhatian. Di antara kelima isu tersebut adalah mengenai distorsi pemahaman terhadap pancasila.

Menurutnya, di saat negara-negara lain berupaya untuk membangun bangsanya lebih maju, tapi di Indonesia masih disibukkan dengan kelahiran Pancasila.?

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

“Kita masih sibuk Pancasila 1 Juni, 22 Juni atau 18 Agustus,” kata Haryono pada acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23/7).?

Menurutnya, mencuatnya perbedaan kelahiran Pancasila dikarenakan pemahaman yang tidak benar. Apalagi ada guru besar yang beranggapan bahwa Pancasila itu didirikan 18 Agustus.?

Belajar Muhammadiyah

“Logikanya, rumah didirikan sebelum pondasi atau pondasi didirikan setelah rumah,” katanya.

Lalu orang yang menyebarkan 18 Agustus itu seorang profesor, guru besar yang memilik integritas, ia pun membalikan pertanyaan.

“Kira-kira…, Mohammad Hatta, dan Pak Hugeng Imam Santoso, mantan jenderal polisi itu apakah tidak punya integritas? Ini Pak, akibat mereka tidak tahu Pancasila,” katanya.

Selain Haryono, hadir juga menjadi pembicara; Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas, dan dosen Antropologi Universitas King Fahd Arab Saudi. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Amalan, Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

FKB Perjuangkan Gus Dur Lolos UU Pilpres

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Pernyataan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang kesiapan dirinya maju menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mendatang, rupanya tak main-main. Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Dewan Perwakilan Rakyat RI akan memperjuangak Gus Dur agar lolos pada Undang-undang Pilpres.



FKB Perjuangkan Gus Dur Lolos UU Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
FKB Perjuangkan Gus Dur Lolos UU Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

FKB Perjuangkan Gus Dur Lolos UU Pilpres

Fraksi yang dipimpin Effendi Choirie itu akan berjuang agar UU yang dihasilkan nanti tidak mengganjal tokoh-tokoh yang akan bersaing, termasuk Gus Dur yang juga mantan presiden RI ke-4.

"UU harus memberi kesempatan pada semua tokoh. Jangan seperti kemarin. Karena itu kami mengamankan pencalonan Gus Dur kalau masih berkenan," kata Effendi di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (19/9).

Belajar Muhammadiyah

DPP PKB, lanjut dia, tidak akan menghalangi jika Gus Dur ingin kembali bertarung merebut kursi RI-1. Karena PKB yakin Gus Dur memiliki pertimbangan dan kalkulasi politik yang matang.

"Kalau dari DPP pasti akan merestui dan pasti kita dukung, karena DPP yakin Gus Dur sudah punya perhitungan kenapa sampai maju," ujar pria yang akrab disapa Gus Choi ini.

Belajar Muhammadiyah

Kalau nama-nama calon pendamping Gus Dur? "Masih lama diputuskan, karena saat ini DPP masih berkonsentrasi untuk konsolidasi partai dan mempersiapkan Gus Dur sebagai capres," ujarnya.

Gus Dur, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/9) kemarin, menyatakan, menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2009 mendatang. Hanya saja ia akan maju jika diperintahkan lima orang kiai sepuh.

Ia mengatakan, salah seorang dari lima kiai sepuh, yang disebutnya berusia antara 75-93 tahun, telah memintanya maju, namun ia menunggu perintah dari kiai yang lain.

Namun demikian, saat itu, Gus Dur mengaku belum berkonsultasi dengan DPP PKB terkait kesiapannya maju sebagai capres. Ia mengatakan, hal itu tidak menjadi masalah, karena karena ia adalah Ketua Umum Dewan Syura PKB, maka pernyataannya bisa juga dianggap sebagai pernyataan PKB. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Manager Public Policy Twitter Indonesia Agung Yudhawiranata meminta kepada pengguna media sosial (netizen) untuk bijak dalam menggunakannya, yaitu supaya bisa dijadikan alat sillaturrahmi, dan agar tidak merugikan diri sendiri.

Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Twitter Indonesia Minta Netizen Bijak Gunakan Medsos

“Jangan sampai perilaku di sosial media itu jadi menghilangkan silaturahmi di dunia nyata,” kata Agung pada acara hari lahir (Harlah) ke-62 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di masjid An-Nahdlah PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3).

Pria berambut gondrong dan berkacamata ini juga mengatakan, agar pengguna media sosial tidak mudah tersinggung.?

“(Pengguna) sosial media jangan baperan, jangan di bawa pake perasaan. Itu penting!,” tegasnya.

Karena kalau mudah tersinggung dalam ber-sosial media, lanjutnya, nanti bisa merusak hubungan silaturrahmi yang hal tersebut bukan manfaat dari sosial media. “Karena sebetulnya, manfaatnya untuk menambah silaturrahmi, bukan untuk megurangi silaturahmi,” jelasnya

Belajar Muhammadiyah

Agung juga meminta kepada pengguna twitter untuk jangan ragu bilamana ada yang mengancam dengan kekerasan, bahkan pembunuhan. “Jangan ragu-ragu untuk nglaporin! Lapor ke kita atau ke polisi,” ujarnya

Saat salah satu peserta bertanya tentang akun-akun yang suak menebar kebencian. Ia menanggapi dengan memberikan langkah-langkah alternatif.?

“Kita bisa memilih untuk nglaporin, boleh. Memilih untuk mencuekin saja, boleh,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

Mataram, Belajar Muhammadiyah. Diantara yang menjadi materi bahasan dalam agenda Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 di Lombok adalah Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Materi bahasan ini masuk ke dalam Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah (Perundang-undangan).

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengatakan, isu KUHP adalah isu yang sangat besar. Ia mengaku mengawal isu ini sejak tahun 2005 namun isu tersebut selalu kandas ditengah jalan.

“Salah satu persoalannya karena isu yang ada di dalam KUHP itu banyak sekali,” katanya usai acara Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Mataram, Kamis (23/11).

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahas RUU KUHP, Ketua Lakpesdam: NU Harus Fokus Isu Tertentu

Rumadi menyarankan, jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin mengangkat isu KUHP maka harus fokus pada satu isu tertentu. 

“Misalnya dia (PBNU) mau masuk ke buku satu atau mau masuk ke delik-delik tertentu. Misalnya masuk ke delik agama,” jelas

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta itu.

Belajar Muhammadiyah

Menurut dia, jika isu KUHP dibicarakan semua maka itu akan susah dan akan banyak yang kandas di tengah jalan. 

Belajar Muhammadiyah

“Harus fokus ke isu keislaman. Itu isu yang harus dibicarakan di Munas NU,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, News Belajar Muhammadiyah

Kamis, 16 November 2017

LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina

Jakarta,Belajar Muhammadiyah. Direktur Eksekutif Pengurus Pusat? Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh (LAZISNU) H Amir Ma’ruf menyerukan umat Islam Indonesia untuk membantu korban tragedi kemanusiaan di Palestina. Bantuan bisa dilakukan dengan mengumpulkan dana yang akan disalurkan ke negara tersebut.

LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Serukan Muslim Indonesia Galang Dana untuk Palestina

Menurut Amir, seruan itu juga sudah disampaikan kepada cabang-cabang LAZISNU di tiap tingkatan untuk segera menggalang dana. Ia berharap, tidak hanya LAZISNU yang melakukan hal itu, tapi banom, lajnah, dan lembaga NU.

Amir mengatakan, Palestina saat ini ada banyak luka dan korban nyawa, serta kerusakan infrastruktur. “Maka yang paling pokok, LAZISNU menyerukan mMuslim Indonesia untuk membantu. Mereka perlu dukungan internasional, terutama dunia Islam,” tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Amir, warga Muslim dunia harus terlibat sesuai kapasitas masing-masing. Bagi yang punya kekuatan fisik, harus membantu dan menjadi relawan ke sana. Bagi yang punya rezeki mari membantu bareng-bareng berrsama LAZISNU. “Kita akan kumpulkan dulu dana, nanti akan dikomunikasikan dan kirimkan ke sana.”

Serta bagi yang punya kekuatan diplomasi, harus segera dilakukan. LAZISNU meminta pemerintah Indonesia untuk berperan aktif melalui diplomasi internasional supaya tragedi ini segera diselesaikan serta mendesak PBB sama berpean aktif menghadang kejadian itu. “Kali ini banyak korban anak-anak. Ini masa depan bangsa Muslim dipertaruhkan,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

?

#Mari salurkan donasi melalui Rek BNI 0108575648 atas nama Lazis NU, dan akan disalurkan berupa program makanan dan obat-obatan serta bantuan tempat tinggal langsung kepada para korban di Gaza.

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya

Jakarta, Belajar Muhammadiyah - Orang tua memiliki peran besar dalam membuka jalan bagi kesuksesan anak di masa depan. Mereka dapat mendukung ke mana kecenderungan talenta anak mereka. Orang tua karenanya tidak boleh memaksakan kehendaknya dengan mengarahkan anak mereka pada suatu bidang tertentu.

Demikian disampaikan James Riyadi dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas II PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) siang.

Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Jangan Paksakan Anak di Luar Talenta Khasnya

“Setiap orang memiliki 100 lebih talenta. Tetapi dari semua talenta itu anak memunyai talenta yang khas,” kata James.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, orang tua harus mendukung kekhasan talenta anak. Pengarahan dan pembentukan ini akan sangat menentukan hasil dari kemajuan anak ke depan. Namun, sebelum sampai ke sana, orang tua harus cermat melihat talenta yang sangat khas dari anak mereka.

Belajar Muhammadiyah

Ia menganjurkan kepada peserta Rakernas II PBNU untuk mendorong para pelajar dan kader-kader muda NU untuk mengembangkan talentanya masing-masing. Menurutnya, kekhasan ini yang harus didorong.

Belajar Muhammadiyah

“Kalau anak punya kecenderungan jadi dokter, jangan didorong jadi pengusaha. Kalau anak kita punya kecenderungan jadi guru, jangan diminta untuk jadi politikus. Ini keliru besar,” kata James Riyadi di hadapan sedikitnya 100 peserta Rakernas II PBNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pesantren, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Minggu, 29 Oktober 2017

NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan

Purworejo, Belajar Muhammadiyah

PAC GP Ansor Kemiri bekerja sama dengan MWCNU Kemiri dan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa tengah sukses mengadakan bulan pengaderan NU Sabtu-Ahad (30-31/1/2016). Bulan Pengaderan adalah pelaksanaan program pengaderan bersama, mulai dari PKPNU (Pelatihan Kader Penggerak NU), PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) hingga Makesta (Masa Kesetiaan Anggota).

NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kemiri Sukses Adakan Bulan Pengaderan

Tercatat tidak kurang 170-an peserta mengikuti acara ini, yakni 32 peserta PKPNU, 55 peserta PKD dan 80 peserta Makesta. Masing-masing kegiatan diadakan di ruangan terpisah di komplek MI Sutoragan Kemiri.

Dalam sambutannya pada pembukaan bulan pengaderan ini, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH R Hamid AK sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan PAC Kemiri karena mampu melaksanakan kegiatan pengkaderan bersama-sama.

"Saya sangat apresiasi. NU beserta banom bisa bersama-sama mengkader. Kelihatan kompaknya dan saya harap kedepan Kemiri bisa maju. Potensi nya sangat besar," terang Kiai Hamid.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, instruktur PKPNU dari PWNU, Mahsun Mahfudz mengingatkan bahwa acara bersama-sama ini jangan sampai menghilangkan inti pengaderan. "Jangan sampai karena saking banyaknya peserta dan panitia, acara pengaderan ini malah terkesan acara seremonial. Inti pengaderan bukan itu," ujar Mahsun mengingatkan.

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di zona-zona lain di Kecamatan Kemiri. Bulan Pengaderan dilaksanakan di 4 zona berbeda di Kecamatan Kemiri. Pada pelaksanaan pertama ini, diadakan di Kemiri bagian timur dengan peserta 10 desa. (Hidayatullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tegal, PonPes, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

GP Ansor Andong Lengkapi Pembentukan 16 Ranting

Boyolali, Belajar Muhammadiyah. Menjelang akreditasi yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Boyolali, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Andong, berhasil membentuk kepengurusan di seluruh tingkatan ranting. Total kini telah terbentuk 16 ranting.

GP Ansor Andong Lengkapi Pembentukan 16 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Andong Lengkapi Pembentukan 16 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Andong Lengkapi Pembentukan 16 Ranting

Pembentukan tersebut, dikukuhkan dengan acara pelantikan pengurus yang digelar di Kacangan, Andong, Sabtu (11/3) lalu. Sebanyak 7 ranting yang dilantik, melengkapi kepengurusan 9 ranting yang telah dibentuk beberapa bulan sebelumnya.

Ketua PAC Asnor Andong Ali Khamdani mengatakan, meskipun pembentukan ranting ini bertepatan dengan momentum akreditasi, namun pihaknya berharap nantinya dapat berjalan dengan aktif.

Belajar Muhammadiyah

“Akreditasi memang salah satu tujuannya. Tapi yang paling penting pembentukan ranting sebagai langkah awal merekrut para pemuda untuk bergabung dalam Ansor, khususnya di desa,” kata dia.

Belajar Muhammadiyah

Ditambahkan Khamdani, ketujuh kepengurusan ranting baru yang dilantik, yakni : Pakel, Kunti, Pakang, Pranggong, Munggur, Kedungdowo, dan Senggrong.

“Sedangkan 9 ranting sebelumnya yang telah dibentuk, yakni Sempu, Gondangrawe, Mojo, Kacangan, Beji, Andong, Semawung, Pelemrejo, dan Kadipaten.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad yang hadir dalam pelantikan tersebut, mengatakan, penguatan gerakan dan kegiatan Ansor, justru ditentukan dari tingkatan paling bawah, dalam hal ini ranting. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Santri Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 07 Oktober 2017

Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan

Brebes, Belajar Muhammadiyah. Ketua PWNU Jateng H Moh Adnan menghimbau kepada jajaran PCNU hingga ranting di Brebes agar meningkatkan aktivitas kegiatan organsasi. Sebab esensi dari kepemimpinan yang kuat terbukti dengan adanya aktivitas yang membawa barokah.



Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Jadikan Konferensi Sebagai Program Unggulan

“Esensi jiwa leadership, terbukti dengan aktivitas yang membawa barokah,” ungkap Adnan saat membuka Konfercab NU Brebes Sabtu malam (26/7) di pondok pesantren modern Al Falah Sofwaniyah Desa Jatirokeh Kec. Songgom Brebes.

Adnan berharap, pemimpin NU juga memiliki jiwa sensitif kepada keinginan anggota, bukan keinginan pribadi pemimpin itu. Di samping itu juga harus memiliki responsibility yang tinggi terhadap semua elemen NU.

Belajar Muhammadiyah

Adnan menekankan kepada jajaran NU Brebes agar meningkatkan program pendidikan, pengembangan ekonomi dan dakwah islamiyah yang aswaja. “Jangan sampai, konferensi dijadikan program unggulan. Sementara program lainnya tidak ada,” ungkapnya disambut tertawa hadirin.

Belajar Muhammadiyah

Adnan sangat bangga manakala momentum konferensi dijadikan ladang penanaman solidaritas antar PC hingga ranting bahkan sampai ke nahdliyin per individu. Pasalnya, gejala menurunnya sikap taawun (tolong menolong) dan itihad mulai meluntur. “Semangat ukhuwah nahdliyah, Islamiyah, wathoniyah, basyariyah dan insaniyah, kini mulai luntur,” ucap Adnan yang selanjutnya memukul Bedug sebagai tanda Konfercab di buka.

Senada dengan Adnan, Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro saat memberi sambutan juga menghimbau agar perhelatan konfercab mampu menguatkan peran NU di masyarakat bukannya sabagai pemecah belah. Sehingga jatidiri NU bisa terbukti. “Tunjukan jatidiri NU kokoh, meski warga NU ada di dalam kendaraan politik yang berbeda-beda,” ujarnya.

Lewat konfercab, Wabup juga berharap agar terjapai sistem manajemen yang tangguh, sehat, profesional. Untuk mewujudkannya, diera sekarang diperlukan transparansi, akuntabilitas yang dilandasi akhlakul karimah. “Dengan baju seragam NU, segala pikiran, perilaku kita seragamkan untuk kebesaran NU,” ajaknya..

Pun demikian dengan Athoillah, berharap agar konfercab NU bisa dijadikan sarana silaturokhmi antara pengurus dan anggota NU se Brebes. Dan yang lebih utama, mampu memberi dampak positif. “Jangan sampai Konfercab ini malah jadi ajang perseteruan atau perselisihan. Pasalnya bisa merugikan NU secara institusional maupun individu,” ungkap Atho mengingatkan.

Dia mencontohkan, perselisihan PKB Gus Dur dan Muhaimin. “Bahkan Gus Dur kini tidak lagi membaca asmaul husna sampai 99 tapi cuma 98 karena Ya...Muhaimin-nya ditinggal,” seloroh Athoillah disambut tertawa hadirin.

Konfercab diikuti 309 utusan ranting dari 346 ranting yang ada, dan 16 ranting dari 17 ranting ada. “37 Ranting dan 1 MWC tidak memiliki hak suara dan hanya sebagai peninjau akibat belum memiliki SK Kepengurusan yang definitif,” ungkap Ketua Panitia H. Asmuni. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Fragmen, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Selasa, 01 Agustus 2017

Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Puluhan Gusdurian Jakarta menonton bareng film “Cahaya dari Timur” di aula Wahid Institute, Matraman, Jakarta, pada Sabtu sore (9/8). Kemudian dibedah bersama produsernya Glen Frdly, Seknas Gusdurian Alissa Wahid dan sastrawan Agus Noor. ?

Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Film “Cahaya dari Timur” Senapas dengan Gus Dur

Ditemui selepas acara, Alissa Wahid mengatakan, film tersebut mengandung pesan-pesan kuat yang selama hidup diperjuangkan Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Sejak awal pembuatnya, sutradara Angga Dwimas Sasongko adalah pengagum Gus Dur. Bahkan saya dan Angga punya banyak rencana dalam dokumenter dari sisi berbeda tentang Gus Dur,” kata Alissa.

Belajar Muhammadiyah

Putri sulung Gus Dur ini menceritakan, film ini belum selesai dibuat saja, Angga mengingingakan untuk diputar di teman-teman Gusdurian. “Begitu premier, Glen ketemu saya. ‘Mbak film ini harus diputar di Gusdurian. Terus kita daftar untuk diputar di Gusdurian,” katanya menjelaskan.

Belajar Muhammadiyah

Mengutip Glen, Alissa mengatakan, film ini turun dari bioskop, kemudian ditonton untuk acara formal semisal Hari Anak Nasional. Tapi untuk komunitas, diputar pertama kali di Gusdurian ini. “Karena ikatannya banyak, ikatan ideologi, nilai-nilai dan inspirasi dari Gus Dur. Film ini senapas dengan apa yang diajarkan Gus Dur,” tambahnya. ?

Film Cahaya dari Timur diluncurkan 19 Juni 2014 dengan penulis naskah Swastika Nohara Irfan Ramli. Film ini bercerita tentang perjuangan anak-anak Maluku berusia 15 tahun yang ingin mengikuti kompetisi sepak bola di ibu kota.

Anak-anak Maluku tersebut dilatih sepakbola oleh Sani Tawainela, mantan pemain Tim Nasional U-15 Indonesia di Piala Pelajar Asia tahun 1996. Ia gagal menjadi pemain profesional karena mengalami guncangan besar ketika menyaksikan tertembaknya seorang anak dalam sebuah kontak senjata di Ambon.

Ia kembali ke Tulehu, desa kelahirannya, dan menyambung hidup sebagai tukang ojek. Ia prihatin menyaksikan keterlibatan anak-anak dalam konflik agama di Maluku. Ia kemudian mengalihkan perhatian mereka dengan sepak bola. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ahlussunnah, Fragmen, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock