Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan berbagai satuan pasukannya di tiap wilayah atau provinsi telah siap menyambut para pemudik dengan mendirikan posko mudik di beberapa titik strategis. Untuk momen mudik tahun ini, Banser mengambil tema Istirahat untuk Selamat.

Posko Mudik Banser 2016 menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, ta’jil buka puasa, posko kesehatan serta ribuan personel Satuan khusus Banser Lalu-Lintas (Balantas) untuk membantu mengurai kemacetan yang sudah pasti terjadi dan meminimalisir kecelakaan.

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Posko Mudik Banser disebar dalam tiga jalur Darat di pulau jawa yaitu jalur lalu lintas utara, tengah dan selatan juga di beberapa titik di pulau sumatera dan terminal utama. “Posko Mudik Banser 2016 juga ditempatkan di beberapa titik bandara udara dan pelabuhan laut,” ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni dalam rilisnya, Selasa (28/6).

Posko Mudik Banser 2016 berjumlah 190 titik posko transportasi darat, 5 titik posko transportasi laut, dan 6 titik posko transportasi udara dengan penyebaran posko sebagai berikut:

Belajar Muhammadiyah

1. DKI Jakarta: 3 terminal utama dan 1 posko pelabuhan laut.

2. Jawa Barat: 23 posko jalur lalu lintas darat.

3. Jawa tengah: 126 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 2 Posko di bandar udara.

Belajar Muhammadiyah

4. DI Yogyakarta: 11 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko di bandar udara.

5. Jawa Timur: 22 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

6. Banten: 2 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

7. Lampung: 3 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut.

Kegiatan Posko Mudik Banser 2016 mulai diselenggarakan H-7 Idul Fitri atau tanggal 28 Juni 2016 sampai dengan H+7 Idul Fitri atau tanggal 14 Juli 2016 dimana dalam waktu tersebut merupakan pilihan sebagian besar masyarakat untuk mudik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Nusantara Belajar Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Majalengka, Belajar Muhammadiyah. Ketua PC IPNU Kabupaten Majalengka Deni Juhana mengusulkan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka untuk membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) guna memberikan perlindungan terhadap kekerasan anak yang semakin marak terjadi.

"Saya rasa, pemerintah kabupaten perlu segera membentuk KPAID agar anak mendapat pendampingan jika ada kasus yang menimpa mereka," ujar Deni di Ponpes Raudlatul Mubtadiin Cisambeng Palasah Majalengka, Kamis (29/1).

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Menurut Deni, Pemkab Majalengka harus banyak belajar dari beragam kasus kekerasan terhadap anak yang saat ini banyak terjadi di berbagai daerah.

Belajar Muhammadiyah

Deni menyebutkan, beberapa kasus yang terjadi yakni pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Kecamatan Ligung, Kecamatan Palasah, dan masih banyak lagi daerah yang mengalami hal serupa.?

Belajar Muhammadiyah

Terlebih menurutnya, ke depan Majalengka diprediksi bakal menjadi kawasan metropolitan dan kawasan industri. Dengan demikian, lanjut Deni, persaingan akan semakin dinamis dan kompleks sehingga akan mempengaruhi prilaku masyarakatnya juga.

Deni berharap dengan adanya KPAID juga diharapkan dapat menekan tingginya perbuatan kekerasan fisik terhadap anak, pelecehan seksual, dan tracfiking. "Dengan adanya lembaga baru ini setiap anak diharapkan dapat memperoleh pendampingan untuk keadilan," katanya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, News Belajar Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21

Makkah, Belajar Muhammadiyah

Komite Hijaz adalah sebuah kepanitiaan kecil yang dibentuk umat islam di Indonesia medio 1924-1925 bertepatan dengan berkuasanya Ibnu Saud, Raja Najed yang beraliran Wahabi, atas Hijaz (Makkah dan Madinah). Salah satu latar belakang kelahirannya adalah kebijakan anti pluralitas madzhab dan pemusnahan situs-situs peradaban Islam oleh Ibnu Saud. Komite Hijaz yang diketuai KH. Abdul Wahab Hasbullah menjadi embrio berdirinya Nahdlatul Ulama.

Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi mengingatkan kembali cerita itu. Menurutnya, Nahdlatul Ulama sejak awal berdiri memiliki visi dan cita-cita internasional. “Sesungguhnya NU lahir dengan perspektif dan cita-cita yang luar biasa. Perspektif global ini tidak boleh surut,” tuturnya.

Kiai Masdar berbicara dalam acara Silaturrahim PCINU Sedunia yang digelar di Rubat Jawa an-Nawawy, Distrik Misfalah, Kota Makkah al-Mukarramah, Arab Saudi. Utusan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) datang antara lain dari Belanda, Hongkong, Jepang, Lebanon, Malaysia, Maroko, Mesir, Pakistan, Sudan, Tunisia, Yaman, dan Aljazair.

Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21

“Saat ini kita bisa merasakan bagaimana haji sebagai laku napak tilas spiritual sudah hilang, rumah Rasulullah (bersama Sayyidah Khadijah-red) sudah tidak ada, petilasan-petilasan bersejarah juga sudah hilang. Ini tantangan komite hijaz abad 21 saya kira, bagaimana menjaga haji sebagai proses penulusuran sejarah spritual umat Islam,” tutur santri KH Ali Maksum Krapyak ini, Senin (21/9).

Dalam kesempatna yang sama, ia juga juga menekankan pentingnya berjamaah. Menurutnya, jamaah bukan sekadar kumpul, melainkan kumpulan manusia yang teroganisasi seperti halnya jamaah shalat, ada imam dan ada makmum.

Belajar Muhammadiyah

“Jamaah dalam konteks hablum minannas ya organisasi dan Indonesia sudah ideal, di mana organisasi-organisasi keagamaan tumbuh subur, tinggal bagaimana duduk bersama merespon isu lokal maupun isu internasional,” ujar Kiai Masdar.

Abdul Wahid Maktub, Staf Ahli Menristek Dikti RI, yang juga hadir dalam forum tersebut mengingatkan pentingnya merespon perubahan zaman. Ia mengatakan, dunia ini terus berubah karena itu bagian dari sunnatullah. Menjadi problem jika zaman berubah begitu cepat tetapi manusianya tidak berubah.

Wahid Maktub menekankan pentingnya kecepatan, kecermatan dan ketepatan dalam membaca keadaan zaman. Menurutnya NU harus mampu menjawab tantangan zaman dan harus semangat dan cepat berubah sebagaimana semangat jihad yang pernah digelorakan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. (Ridho Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah News, Pendidikan, Doa Belajar Muhammadiyah

Selasa, 06 Februari 2018

281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah

Aceh, Belajar Muhammadiyah. Sebanyak 281 siswa-siswi di Aceh mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa program Strata Satu (S1) ke beberapa Perguruan Tinggi di Timur Tengah di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (19/5).

Kepala Seksi Penjaminan Mutu Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Mizan Syaroni, disela-sela proses seleksi mengatakan, tes atau seleksi calon mahasiswa penerima beasiswa di Timur Tengah seperti ini diselenggarakan pada setiap tahun, hal ini dilakukan untuk merekrut calon penerima beasiswa dari Kementerian Agama, dibawah Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam.

281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah

"Kegiatan semacam ini khusus bagi calon mahasiswa yang akan dikirim ke beberapa perguruan tinggi di tiga negara di Timur Tengah yaitu Mesir, Maroko dan Sudan. Tahun ini ada 4883 orang yang mendaftar di seluruh Indonesia, sedangkan diterima hanya 55 orang yang akan dinyatakan lulus seleksi dengan komposisi antara lain, 20 orang dikirim ke Mesir, 20 ke Sudan dan 15 orang ke Maroko," ujarnya.?

Mizan menyebutkan, peserta yang mendaftar pada tahun 2016 ini mencapai 4483 orang, melalui panitia pada Sembilan Perguruan tinggi yang menjadi panitia pelaksana lokal, antara lain UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebanyak 281 pendaftar, 224 di UIN Raden Fatah Palembang, 167 di UIN Sumatera Utara, 374 di UIN Sultan Syarif Kasim Pekan Baru, 1745 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 682 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 597 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 328 di UIN Alauddin Makasar dan 85 orang di IAIN Antasari Banjarmasin.

Dia menambahkan, seleksi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam secara khusus melalui Subdit Kelembagaan, dari keseluruhan yang mengikuti seleksi ini akan diambil nilai tertinggi dari masing-masing wilayah, diupayakan ada kebijakan untuk pemerataan wilayah, namun yang lebih diutamakan merupakan nilai murni itu sendiri yang menjadi kriteria paling menentukan menurut jawaban masing-masing peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal untuk UIN Ar-Raniry Dr. H. Muhibbuthabry mengatakan, tahun 2016 ini jumlah pendaftar untuk program beasiswa ke Timur Tengah yang akan memilih perguruan tinggi pada tiga negara tersebut mencapai 281 orang, manyoritas mereka terdiri dari dayah atau pesantren yang ada di Aceh.

Belajar Muhammadiyah

Pelaksanaan tes ujian tulis bagi peserta dari Aceh dilakukan di Auditorium Ali Hasymi UIN Ar-Raniry selama satu hari, dengan materi tes antara lain hafalan ayat-ayat Al-Quran, pengetahuan Keislaman, pemahaman teks Arab, kemampuan berkomunikasi bahasa Arab, pengetahuan bidang Fiqih dan Hadits dan peserta diminta untuk mengarang dalam bahasa arab.

Pengumuman kelulusan akan disampaikan melalui situs resmi Direktorat Perguruan Tinggi Kemenag pada 25 Mei 2016 mendatang. "Harapan kami generasi muda Aceh ini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi di Timur Tengah," pungkas Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry. (Nat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah News Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan adanya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, tidak usah dinilai bahwa Amerika mendukung zionis Yahudi.

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

“Trump mendukung Israel, itu saja,” tandas Gus Yahya kepada Belajar Muhammadiyah, Kamis (7/12).

Menurutnya harus dilihat bahwa Amerika tidak hanya terdiri dari Trump saja.

“Harus dilihat Amerika secara utuh, bukan hanya presidennya. Di sana ada senat, kongres, dan publik Amerika sendiri,” lanjut Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid. 

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu menyampaikan pada konflik Palestina-Israel, Amerika dan negara mana pun hendaknya tidak hanya berpikir tentang kepentingan ekonomi pragmatis saja. 

Belajar Muhammadiyah

“Jangan hanya memperhitungkan kepentingan ekonomi di Timur Tengah. Persoalan ini harus diselesaikan bersama,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Olahraga, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

Polewali Mandar, Belajar Muhammadiyah. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat akan menghibahkan tanahnya seluas 3 hektar untuk pembangunan madrasah unggulan di Sulawesi Barat.

Madrasah tersebut akan berada di bawah manajemen Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebelum proses penyerahan tanah ke PBNU, waqif yang diketahui bernama H Nuhung itu berkordinasi dengan Kemenag dan BPN Polewali Mandar untuk mengurus sertifikat, Selasa (29/11).

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

"Banyak yang tertarik dengan tanah Pak H Nuhung ini, namun beliau tetap istiqomah ingin mewakafkan tanah tersebut kepada PBNU, dalam hal ini LP Ma’arif NU," ungkap H Basnang Said, salah seorang tim yang ditunjuk oleh LP Maarif Sulawesi Barat.

Dikatakannya, dari sisi keagamaan, masyarakat Polewali Mandar 100 persen berafiliasi dengan NU ditambah lagi H Nuhung adalah warga NU. Maka sangat wajar jika waqif lebih memilih PBNU sebagai nadzirnya dengan harapan tanah yang diwakafkan tersebut dapat digunakan untuk madrasah yang akan menampung pelajar yang berprestasi namun dari sisi ekonomi tidak berkecukupan.

Belajar Muhammadiyah

"Di atas tanah ini rencananya akan dibangun lembaga pendidikan yang lengkap dari mulai RA sampai MA dan SMK bahkan jika memungkin sampai Perguruan Tinggi NU," jelas Basnang.

Kecamatan Luyo, kata dia, merupakan salah satu kecamatan di Polewali Mandar yang punya Sumber Daya Manusia (SDM) cukup potensial hanya saja sarana prasarana pendidikan belum banyak tersedia sehingga diharapkan beberapa tahun ke depan Kecamatan Luyo bisa menjadi daerah yang maju.

"Penyerahan tanah wakaf ini rencananya akan dilakukan pada saat Rakernas Ma’arif NU pada 6-8 Desember 2016 di Jakarta, semoga sertifikatnya sudah jadi dan akan dibawa oleh perwakilan Ma’arif NU Sulbar," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Budaya, News Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Wonogiri, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IV di Pondok Pesantren Al Amanah Sempon, Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri, Ahad (12/1). Sebanyak 450 pengurus NU dari 24 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan 73 Pengurus Ranting NU se-Kabupaten Wonogiri hadir dalam perhelatan akbar ini.

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Bersamaan dengan acara tersebut, Bupati Wonogiri melalui Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonogiri, Sulardi berpesan agar warga NU menyukseskan pesta demokrasi tahun ini dengan cara menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 mendatang.

Ketua PCNU H. Mubarok mendukung dan mempersilakan semua warga NU memilih partai apa saja yang bisa menjadi penampung aspirasinya.”Karena NU ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Oleh karena itu NU mempersilakan warganya untuk menyampaikan aspirasi politiknya di manapun yang dikehendaki,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Tampak hadir pula Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Prof Dr Abu Hafsin, Wakil Ketua PWNU Jateng Syamsudin Asrofi, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Setyo Nugroho, Kepala Kantor Kemenag Syafrudin, dan pejabat Kecamatan Jatisrono.

Belajar Muhammadiyah

Panitia Penyelenggara H Ahmad Farid menyampaikan, acara yang digelar 5 tahunan ini akan memilih kepengurusan Cabang NU Kabupaten Wonogiri masa bakti 2014-2019 dan merumuskan paradigma baru dalam merespon perubahan-perubahan sosial yang ada dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bersih dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin dalam pengarahannya merasa bangga atas keberhasilan NU di Kabupaten Wonogiri yang dalam kurun waktu 20 tahun ini telah tumbuh berkembang dengan pesat.

“Dulu tahun 1994 saya datang ke Wonogiri tidak pernah ada konferensi, ketua syuriah dan tanfidziah dirangkap satu orang, MWC hanya berupa majelis taklim dan belum ada pengurus di tingkat ranting, sekarang perkembangan NU di Kabupaten Wonogiri sudah sangat besar. Jika dilihat dari faktor geografis dan budayanya, saya yakin Kabupaten Wonogiri ini akan lebih cocok berdampingan model Islam NU yang bisa berjalan sejajar dengan tradisi budaya Wonogiri,” terangnya.

Menurut Abu Hafsin, kecocokan ini disebabkan karena Islam NU adalah islam yang inklusif bukan Eksklusif. Yang artinya Islam yang sangat toleran dengan budaya lokal yang tidak begitu saja mengatakan bid’ah dan musyrik terhadap segala sesuatu.  (Yuni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kajian, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Akhir Pekan Ini, Habib Luthfy bin Yahya Siap Baiat 5000 Banser Garut

Jakarta, Belajar Muhammadiyah - Alun-alun depan Masjid Agung Garut, Jawa Barat bakal dipadati oleh puluhan ribu nahdliyin pada Sabtu (17/11). Pasalnya, di alun-alun tersebut akan diselenggarakan pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Garut dan apel akbar Barisan Ansor Serba Guna (Banser) sebanyak lima ribu pasukan.

Pada acara yang akan dimulai pukul 08.00 pagi-13.00 siang akan dihadiri oleh Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Kholil Qoumas, PWNU Jabar, Ketua PW Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Pengurus Cabang NU Kabupaten Garut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Kapolres Garut, Kodim Garut, serta tamu undangan lainnya.

Akhir Pekan Ini, Habib Luthfy bin Yahya Siap Baiat 5000 Banser Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Habib Luthfy bin Yahya Siap Baiat 5000 Banser Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Habib Luthfy bin Yahya Siap Baiat 5000 Banser Garut

Kegiatan akbar ini rencananya ditutup dengan taushiyah oleh Rais Aam Jam’iyah Ahlu Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdiyah (Jatman) Habib Luthfy Al-Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Yahya Pekalongan.

Pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr Kabupaten Garut Muhammad Salim melalui sambungan telepon mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa eksistensi kader NU, khususnya Ansor dan Banser diperhitungkan di Kabupaten Garut.

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan asupan informasi bagi warga Garut yang sedang berkembang di Kabupaten Garut terkait isu pembubaran pengajian oleh Banser.

“Kita buktikan siapa yang membubarkan pengajian, dan siapa yang suka mengisi dan mengamankan pengajian,” jelasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Doa, Kajian Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah - Setelah melalui serangkaian verifikasi dan visitasi oleh tim NU Award Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, akhirnya Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Banyuwangi dinyatakan masuk babak final NU Award. Bersama tiga PCNU lainnya, NU Banyuwangi berhasil terpilih dari 45 PCNU Se-Jawa Timur.

Finalis lainnya terdiri atas PCNU Kabupaten Magetan, PCNU Kabupaten Blitar, PCNU Kabupaten Magetan, dan PCNU Kabupaten Lumajang.

PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim

Babak final yang digelar pada Selasa (28/6) siang di Aula Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya akan dilakukan sesi presentasi dari masing-masing finalis. Para finalis tidak hanya terdiri atas pengurus cabang, namun juga diikuti oleh lembaga-lembaga dan badan otonom di lingkungan cabang masing-masing.

Belajar Muhammadiyah

“NU Banyuwangi membawa 30 rombongan. Mulai Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga dan banom,” tutur Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali saat ditemui di kantor PWNU Banyuwangi, Selasa (28/6).

Dalam babak final ini, para finalis akan memaparkan lima poin yang meliputi administrasi/kesekretariatan, layanan anggota, program, aset dan inventaris, serta unit usaha. Semua finalis dituntut untuk menyajikan data dan bukti dokumentasi atas lima hal tersebut.

Belajar Muhammadiyah

Setelah diverifikasi oleh Tim NU Award Jawa Timur melalui berkas awal yang dikirim panitia, tim NU Award menentukan sepuluh besar PCNU. Lalu, kesepuluh nominator dilakukan visitasi ke masing-masing PCNU. Dari sepuluh besar tersebut, panitia menyaringnya menjadi empat besar.

Sedangkan dalam babak final ini, para penilai terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari unsur Tanfidziyah, Lembaga, dan Badan Otonom dari lingkungan PWNU Jawa Timur serta perwakilan PCNU se-Jawa Timur yang tidak masuk pada babak final. Selain itu, para penilai juga memiliki kewenangan untuk menggali setiap potensi PCNU masing-masing finalis.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PCNU Banyuwangi. Karena tak semua PCNU bisa masuk pada babak final ini. Mohon doa dan dukungan semua warga nahdliyin Banyuwangi,” pungkas Kiai Masykur. (Anang Lukman Afandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Habib Belajar Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Melaksanakan shalat berjamaah biasanya tidak terlepas dari adzan dan iqamah. Adzan adalah sarana untuk mengingatkan para Muslim atas masuknya waktu shalat sekaligus menjadi pemanggil bagi mereka untuk melangkahkan kaki dan berjamaah bersama di masjid. Sedangkan iqamah (qamat) adalah sarana untuk mengingatkan Muslim bahwa shalat jamaah akan dilaksanakan segera.

Biasanya kita sering melihat bahkan menjadi budaya di sebagian daerah bahwa setiap orang yang adzan (muadzin) maka dia lah yang seharusnya mengumandangkan iqamah juga. Benarkah hal ini menjadi sebuah keharusan? Apakah diperkenankan jika adzan dan iqamah dikumandangkan oleh orang yang berbeda?

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Abu Dawud dalam Sunan-nya membuat sebuah bab khusus yang menjelaskan tentang hal ini. Abu Dawud menamai bab tersebut dengan “Babu fir Rajuli Yuadzinu wa Yuqimul Akhar” (Bab yang menjelaskan seorang laki-laki melakukan adzan dan iqamahnya dilakukan oleh orang lain). Dalam bab ini Abu Dawud mencantumkan tiga hadits.

Pertama, hadits yang menjelaskan tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid.

Belajar Muhammadiyah

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ?. ? ?". ? ?. ? ?: ? ? ? ? ?. ?: " ? ?"

Belajar Muhammadiyah

Artinya, “Dari Abdullah bin Zaid, ia berkata, ‘Nabi ingin melakukan beberapa hal dalam adzan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.’ Kemudian Abdullah bin Zaid diperlihatkan kalimat adzan melalui mimpinya. Lalu Abdullah bergegas mendatangi Nabi SAW dan memberitahukannya. Nabi pun berkata, ‘Berikan adzan itu kepada Bilal. Abdulah pun memberikan kepada Bilal. Bilal pun melaksanakan adzan.’ Abdullah bin Zaid berkata, ‘Saya melihat dalam mimpi bahwa saya menginginkan iqamah.’ Nabi pun lalu berkata, ‘Kumandangkanlah iqamah!’”

Tetapi hadits di atas hukumnya dhaif karena ada salah satu perawi dhaif dalam rangkaian sanad hadits tersebut. Rawi tersebut bernama Muhammad bin Amr Al-Waqifi.

Kedua, hadits yang mendukung kebolehan bergantian tersebut. Hadits ini menjadi pendukung dari hadits di atas akan tetapi hadits ini juga berstatus dhaif.

Ketiga, hadits yang menjelaskan anjuran agar adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang. Seorang yang mengumandangkan adzan, maka dia juga yang mengumandangkan iqamah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ziyad bin Al-Haris As-Shadai.

Saat itu waktu Subuh, Ziyad mengumandangkan adzan pertama, kemudian Bilal ingin iqamah tapi Nabi mencegahnya. Nabi kemudian berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh saudaramu yang bagus itu telah mengumandangkan adzan, siapa yang mengumandangkan adzan, dia lah yang mengumandangkan iqamah.”

Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi dengan mengutip Al-Hafiz Al-Hazimi menjelaskan bahwa para ahli ilmu bersepakat tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Ibnu Malik mengatakan bahwa hal tersebut makruh tetapi menurut Imam Syafi’i dan Abu Hanifah tidak makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i berpendapat dan Abu Hanifah mengatakan bahwa hal itu tidak makruh. Atas dasar riwayat bahwa Ibnu Umi Maktum ketika adzan, maka yang iqamah adalah Bilal, begitu juga sebaliknya. Sedangkan hadits tersebut mengandung pesan agar orang yang adzan tidak ditimpa rasa kesedihan akibat iqamah dilakukan orang lain.”

Mereka berbeda pendapat terkait manakah yang lebih utama. Sebagian besar berpendapat tidak ada bedanya. Tetapi beberapa ulama seperti Malik, sebagian besar ahli Hijaz, Abu Hanifah dan sebagian besar ahli Kufah berpendapat bahwa yang lebih utama adalah adzan dan iqamah itu dilakukan oleh satu orang. Hal ini juga diungkapkan oleh Imam Ats-Tsauri dan Imam Syafi’i.

Sebenarnya larangan Nabi agar Bilal tidak iqamah dalam hadits riwayat Abu Dawud di atas adalah dalam rangka untuk menjaga hati si muadzin agar tidak kecewa sehingga para ulama tidak mempermasalahkan kebolehan bergantian. Tetapi mereka tetap bersepakat bahwa yang paling utama adalah adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang, yakni agar tidak terjadi kekecewaan di hati seorang muadzin. (Muhammad Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Humor Islam, News Belajar Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Tanda Hitam di Dahi Bekas Sujud

Assalamu’alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah yang terhormat, saya mau menanyakan tentang tanda hitam di jidat. Ada yang bilang kepada saya bahwa tanda di jidat itu menunjukkan kesalehannya. Akibatnya banyak kita jumpai orang-orang dengan sengaja menciptakan tanda hitam di jidatnya dengan cara ketika bersujud menekan jidatnya kuat-kuat sehingga menimbulkan luka yang pada akhirnya muncul tanda hitam di jidatnya. Apakah tindakan seperti dapat dibenarkan? Saya Mohon penjelasan dari Redaksi Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah, dan atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Muhammad Yasin/Banjarmasin).

Tanda Hitam di Dahi Bekas Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda Hitam di Dahi Bekas Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda Hitam di Dahi Bekas Sujud

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Belajar Muhammadiyah

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Biasanya orang yang memiliki tanda hitam di jidat itu sering diasumsikan sebagai orang yang rajin shalat sehingga dianggap sebagai perlambang kesalehan seorang muslim.

Namun sepanjang yang kami ketahui, ukuran kesalehan seorang muslim tidaklah ditunjukkan dengan adanya tanda hitam di jidat. Kesalehan selalu mengandaikan prilaku, akhlak, dan moralitas yang luhur. Kendati demikian kami tidak menafikan bahwa ada sebagian orang saleh memiliki tanda hitam di jidatnya tetapi bukan tanda yang dibuat dengan sengaja tetapi lebih karena seringnya bersujud.

Belajar Muhammadiyah

Tanda hitam di jidat dalam keterangan yang kami ketahui diserupakan dengan tsafinatul ba’ir sebagaimana yang terdapat dalam hadits Abi Darda` RA yang terdapat dalam kitab an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar karya Ibnul Atsir.

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Bahwa beliau melihat seorang laki-laki yang di antara kedua matanya terdapat tanda seperti tsafinatul ba’ir. Lantas beliau berkata, “Seandainya tidak ada ini maka ia lebih baik.” Maksudnya adalah di keningnya ada bekas sujud. Beliau tidak menyukainya karena khawatir hal tersebut menimbulkan riya. (Lihat Ibnul Atsir, an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, Beirut al-Maktabah al-‘Ashriyyah, cet ke-1, 1426 H/2005 M, juz, I, h. 200).

Lantas apa makna tsafinatul ba’ir? Sebelum menjelaskan maknanya terlebih dahulu kami akan menyuguhkan penjelasan Ibnul Atsir tentang makna dari kata tsafinah. Menurutnya makna kata tsafinah adalah bagian tubuh yang menempel tanah dari setiap hewan berkaki empat ketika menderum seperti lutut dan selainnya dan terdapat ketebalan sebagai bekas menderum.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “At-Tsafinah dengan di-kasrah huruf fa’-nya adalah bagian tubuh yang menempel tanah dari hewan berkaki empat ketika menderum seperti kedua lutut dan selainnya dan terdapat padanya ketebalan dari bekas menderum”. (Lihat, Ibnul Atsir, an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, Beirut al-Maktabah al-‘Ashriyyah, cet ke-1, 1426 H/2005 M, juz, I, h. 200).

Dengan mengacu pada penjelasan Ibnul Atsir, dapat disimpulkan bahwa makna kata tsafinatul ba’ir adalah bagian tubuh unta yang menempel tanah ketika menderum dan menjadi tebal sebagai akibat menderumnya.

Di samping itu mengenai tanda hitam di jidat sebagai bekas sujud yan terdapat dalam hadits riwayat Abi Darda` RA di atas ternyata tidak disukai karena dikhawatirkan akan menimbulkan riya pada pemiliknya. Dengan kata lain, jika dalam hatinya ada riya maka tidak diperbolehkan atau haram, karenanya harus dihilangkan.Senada dengan hadits riwayat Abi Darda` ra adalah hadits riwayat Anas bin Malik RA yang menyatakan bahwa Rasulullah saw tidak menyukai seseorang yang memiliki tanda di antara kedua matanya sebagai bekas sujud.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dari Anas bin Malik ra dari Nabi saw bersabda, “Sungguh aku marah dan tidak menyukai seorang laki-laki yang ketika aku melihatnya terdapat bekas sujud di antara kedua matanya.” (Lihat, Muhammad al-Khathib asy-Syarbini, Tafsir as-Sirajul Munir, Beirut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, juz, IV, h. 31).

Sedangkan mengenai orang yang secara sengaja membuat tanda hitam di jidat, misalnya ketika ia melakukan sholat bersujud dengan menekan jidat dan menggesekkannya di tempat sujud sehingga menimbulkan tanda hitam di jidat maka jelas tidak dibenarkan. Bahkan al-Biqa`i mengakui adanya sebagian orang-orang yang riya yang dengan sengaja membuat tanda hitam di jidat dari bekas sujud mereka. Padahal itu adalah salah satu identitas orang Khawarij.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Tak disangka bahwa termasuk tanda bekas sujud adalah tanda bekas sujud di jidat yang sengaja dibuat oleh sebagian orang-orang yang riya. Jika demikian maka itu adalah termasuk identitas atau tanda orang Khawarij”. (Lihat, Burhanuddin Ibrahim bin Umar al-Biqa`i, Nazhmud Durar fi Tanasubil Ayat wal Atsar, Beirut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H/1995 M, juz, IIV, h. 216).

Apa yang dikemukakan al-Biqa’i hemat kami sangat menarik. Sebab, pernyataan dia setidaknya menjelaskan kepada kita bahwa salah satu perbuatan yang digandrungi kaum Khawarij adalah membuat tanda hitam di jidat dari bekas sujudnya untuk menunjukkan bahwa mereka adalah ahli ibadah. Perbuatan kaum Khawarij seperti ini tentunya harus kita hindari.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Buanglah jauh-jauh sifat riya dalam hal ibadah karena itu merugikan kita sendiri. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News Belajar Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Katakan yang benar meskipun itu pahit. Sabda Rasulullah SAW ini menjiwai ketegaran Asiyah, istri Fir’aun, sejak ribuan tahun silam ketika suaminya yang angkuh itu memaksannya menanggalkan kebenaran.

Dalam ‘Uqudul Lujjain, Syekh Nawawi al-Bantani menceritakan hikayat awal keimanan Asiyah dari kesuksesan Nabi Musa AS mengalahkan tukang sihir suruhan Fir’aun. Penguasa otoriter yang mendaku dirinya sebagai Tuhan ini menantang Nabi Musa adu kebenaran dengan saling “unjuk kebolehan”.

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Asiyah yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya jatuh cinta pada ajaran Nabi Musa. Mukjizat telah terbentang, dan kebatilan terbukti gugur di hadapan kebenaran tauhid. Istri Fir’aun ini pun mantab menyatakan beriman.

Fir’aun betul-betul tidak terima dengan keputusan istrinya. Ia mengikat kedua tangan dan kaki Asiyah pada empat buah tiang. Tubuhnya dipaksa menatap sengatan matahari. Fir’aun dan pengikutnya lantas meninggalkan Asiyah begitu saja bak bangkai kadal yang terkapar di atas pasir.

Belajar Muhammadiyah

Penderitaan perempuan malang ini belum berakhir. Karena beberapa saat kemudian, Fir’aun memerintahkan anak buahnya melemparinya dengan batu besar. Dalam perih, Asiyah berutur, “Wahai Tuhanku, dirikanlah rumah untukku di sisimu di dalam surga.”

Seketika itu ia melihat sebuah rumah yang terbuat dari marmer putih. Lalu nyawanya dicabut, sebelum tubuhnya ditimpa batu besar hingga ia tidak merasakan sakit.

Belajar Muhammadiyah

Fir’aun dalam kisah ini memperlihatkan kezaliman yang tiada batas. Ia tak segan-segan  menyiksa, bahkan membunuh, setiap orang yang berseberangan dengan dirinya, tak terkecuali istrinya sendiri.

Perilaku Fir’aun ini juga menandai  adanya struktur kekuasaan yang hegemonik dalam kehidupan bernegara sehingga akses kritik atau berpendapat secara bebas menjadi buntu. Dalam konteks kehidupan rumah tangga, Fir’aun sedang memamerkan dominasi laki-laki atas perempuan yang menjadi faktor ketidakharmonisan dan kekerasan dalam sebuah keluarga.

Sebaliknya, Asiyah mengajarkan kepada kita semua tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan berat. Siksaan hebat dari Fir’aun tak menggoyangkan pilihannya terhadap ajaran tauhid. Berkat ketabahan dan keteguhannya menggenggam prinsip ini, Asiyah justru mendapat perlindungan dan kemuliaan. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Habib, News, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2017

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Kiprah dan perjuangan melalui Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) hendaknya bukan hanya untuk masa sekarang. Namun juga untuk masa sekarang dan masa depan. Oleh karena itu, LPTNU harus tahu apa kira-kira yang akan terjadi di masa depan.

Hal itu diungkapkan Penasihat LPTNU M. Nuh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPTNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (16/11) sore.?

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan

“Kalau tidak begitu, kasihan anak-anak kita. Ibarat menugaskan orang pergi ke Jepang begitu sampai di Jepang uang yang dibawa tidak laku,” kata Nuh.

Itu sebabnya, lanjut Nuh, pendidikan tinggi NU harus berorientasi ke depan, agar hasil pendidikan tersebut cocok dengan masa depan.

Nuh menyebut ada beberapa alasan mendasar mengapa pendidikan tinggi NU harus mengacu kepada masa depan. Salah satunya berdasarkan hasil sebuah survey yang dirilis tahun 2016 bahwa persoalan makin rumit, sementara waktu yang diperlukan semakin cepat.

Belajar Muhammadiyah

“Itu yang harus menjadi dasar dalam membekali anak-anak kita. ? Kalau enggak, anak-anak kita akan menjadi generasi expired,” tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Lebih lanjut Nuh menyampaikan hasil pendidikan adalah ilmu dan keterampilan. Sementara ilmu dan keterampilan ada masanya, sehingga bisa saja dibuang.

“Misalnya pesawat televisi tabung besar sekarang sudah ganti semua. Transistor juga sudah enggak dipakai. Kecuali sikap yang nggak akan dibuang sampai mati.”

Nuh mendorong agar perguruan tinggi membekali mahasiswanya dengan kemampuan orde tinggi. Anak-anak harus kreatif dan diasah intuisinya. Sering intuisi dulu baru logika. Ada juga logika dulu baru intuisi. Jangan sampai mendidik mereka dengan cara yang tidak sesuai.

Nuh juga mendorong agar perguruan tinggi NU membuka keilmuan hingga jenjang S2 dan S3, khususnya untuk perguruan tinggi yang sudah sehat finansial, organisasi, dan akademik.

Nuh berkeyakinan bahwa peningkatan kapasitas perguruan tinggi adalah bagian dari Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran) yang secara destingtif menjadi kekhasan NU, selain Nahdatul Wathon (kebangkitan tanah air), dan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan ekonomi). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Fragmen, Pahlawan Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Jelang Idul Adha, Pelajar Nu Sulang Napak Tilas Makam Auliya

Rembang, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Sulang, Rembang, Jawa Tengah satu bulan terakhir giat melakukan kaderisasi di desa-desa di Kecamatan Sulang. Terbukti dengan terbentuknya kepengurusan baru di Ranting Pomahan dan Ranting Pedak.

Jelang Idul Adha, Pelajar Nu Sulang Napak Tilas Makam Auliya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Idul Adha, Pelajar Nu Sulang Napak Tilas Makam Auliya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Idul Adha, Pelajar Nu Sulang Napak Tilas Makam Auliya

Untuk mempererat tali silatirahmi antar anggota IPNU-IPPNU se Anak Cabang Sulang, pengurus mengadakan kegiatan napak tilas dan ziarah di petilasan Sunan Bonang dan Makam Putri Campa. "Napak tilas dan ziarah ini merupakan salah satu upaya dari pimpinan anak cabang Sulang untuk menjaga keutuhan silaturahmi antar anggota PAC dan Pimpinan Ranting,” ungkap Rohmad, Ketua Panitia kegiatan.

Rangkaian napak tilas dan ziarah diawali dari Maqom Sunan Jejeruk, Wisata Watu Layar, Pasujudan Sunan Bonang dan terakhir di Maqom Putri Campa.

Sanuri, Pembina IPNU Sulang juga turut mendampingi napak tilas dan ziarah yang dilaksanakan pada hari Ahad, 4 september 2016. Menurutnya kegiatan seperti diniati untuk ngalap berkah kepada para wali Allah SWT yang telah menduhului.?

Belajar Muhammadiyah

“Ziarah ke Makam para Auliya sebagai pengingat kembali semangat dakwah para auliya khususnya Sunan Bonang yang telah menyebarkan agama islam di wilayah Lasem, Tuban dan sekitarnya kala itu dan menjadi momentum menyemarakkan datangnya Hari Raya Idul Adha 1437 H untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," jelasnya.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 pengurus dari Pimpinan Ranting Kaliombo, Glebeg, Kunir, Tanjung, Pragu, Seren, Pedak, Landoh, Kebonagung, dan Pimpinan Komistariat SMK An-Nuroniyyah Kemadu. "Saya rasa kegiatan semacam ini sangatlah bermanfaat dan mengasyikan, dan saya juga baru pertama kali ke sini," ungkap anggota IPNU, Khoirul Ummah salah satu siswa SMK Annuroniyyah Kemadu. (M. Ulin/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, News, Sejarah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT

Jakarta, Belajar Muhammadiyah 

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) melakukan Serah Terima Program Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT) dan Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Selama lima tahun terakhir dalam mensukseskan program ini, LKNU menggandeng From The American People (USAID), dan beberapa mitra seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, World Diabetes Foundation, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Forum Stop TB Partnership Indonesia.

LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Kembali Gulirkan Program CEPAT

Hadir pada acara ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Ketua LKNU Hisyam Said Budairy, Direktur Helt USAID Jonathan Roos, dan lain-lain.

Chief of Party program cepat-LKNU Esty Febriani dalam laporannya menyampaikan tentang capaian program yang telah dilakukan selama lima tahun. Menurutnya, program ini bertujuan untuk mendukung program nasional.

Selama lima tahun itu pula, program CEPAT-LKNU telah menemukan kasus dan memberikan dukungan kepada pasien TB hingga sembuh.

Belajar Muhammadiyah

Program ini, menurutnya, berhasil melakukan kerja di sepuluh Kabupaten yang ada tiga provinsi, Jakarta, Jawa barat, dan Jawa Timur. Sementara wilayah cakupannya mencapai 35-50 persen di kecamatan.

Belajar Muhammadiyah

Ia menerangkan, kerja yang dilakukan dalam waktu lima tahun ini, para kader telah menemukan 15247 orang terduga TB yang dirujuk dan menjalani tes. Dari hasil tersebut, sebanyak 1877 dinyatakan positif dan telah memulai pengobatan, sedangkan yang didampingi oleh kader berjumlah sekitar 3746 orang.

Selain melakukan pendampingan pasien, para kader juga melakukan kegiatan advokasi yang merupakan bagian untuk memastikan agar kegiatan ini terus berkesinambungan.

Di tingkat desa, program ini mengaitkan kegiatan dengan desa siaga sehingga telah terbentuk 31 desa siaga aktif. Di tingkat kecamatan, terdapat kelompok masyarakat peduli yang terdiri atas masyarakat, mantan pasien, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan di tingkat kabupaten terbentuk tiga kelompok kerja.

"Kita akan menjadikan bahan-bahan ini semua menjadi harta dan produk dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dan siap digunakan oleh siapa saja, oleh pihak mana saja untuk menjalankan dukungan program ini," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, News Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Susunan Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan New Zealand 2005/2006

Canberra, Belajar Muhammadiyah
Berikut ini susunan Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan Selandia Baru periode 2005-2006 yang dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Canberra 23 September 2005. Berbeda dengan kepengurusan NU di Indonesia, untuk PCI NU per periodenya hanya satu tahun. kebijakan ini diambil karena sebagian besar para pengurus adalah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri.

I. Mustasyar 
H. Muhammad Taufiq Prabowo, Lc. DEA
Dr. Kacung Marijan, MA P. hD-Ir. Agung Sugiri, MPST
Drs. H. Umar Faruk Asegaf

II. Syuriah
Rais : Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD
Wakil Rais: Khairullah Zikri, S. Ag, M.A

Katib: Muhamad Nahdi, SE, Ak
Wakil Katib: Muhammad Ardiansyah Matsyech, SE

A’wan :
Drs. Akhsyim Afandi, MA
Yon Machmudi, SS, MA
Herry Juliartono

III. Tanfidziyah
Ketua : H. Arif Zamhari M. Ag
Sekertaris : Hj. Safira Macrusah, MAAS (Hons)
Wk. Sekertaris : Ahmad Zainul Hamdi M. Ag
Wk. Sekertaris : Syafrina Tristiawati, SE, MA, M.Sc

Wk. Ketua : Suaidi Asy’ari MA
Wk. Ketua : Ghafar Karim MA
Wk. Ketua : Dra. Nurnaila Schiller
Wk. Ketua : Faishal
Wk. Ketua : Deni Hamdani M. Ag
Wk. Ketua : Suseno Hadi

Bendahara : Ir. H. Tony Indranada

Dept Pendidikan : Parto M. Ed.
Dept Ekonomi : Yulianto Setiawan
Dept Enviroment : Muhammad Zahrul Muttaqin MM
Dept Pertanian dan Perikanan: Meiliani Ardaya
Dept Litbang : Rahma Ida MA
Dept Kominfo : Muhammad Izman Herdiansyah
Dept Kerja Sama Internasional   : Yasir Alimi MA

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Cerita, Kajian Islam, News Belajar Muhammadiyah

Susunan Pengurus Cabang  Istimewa NU Australia dan New Zealand 2005/2006 (Sumber Gambar : Nu Online)
Susunan Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan New Zealand 2005/2006 (Sumber Gambar : Nu Online)

Susunan Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan New Zealand 2005/2006

Senin, 04 Desember 2017

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Tak hanya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) pun turut memprotes langkah pemerintah yang akan meliburkan sejumlah sekolah di Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush ke Indonesia 20 Nopember Senin (20/11) mendatang.

“Ini (peliburan sekolah, Red) jelas merugikan anak-anak sekolah. Padahal kalau dilihat kaitannya, kedatangan Bush dan aktifitas di sekolah nyaris tidak ada hubungannya, walaupun alasannya demi keamanan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPPNU, Wafa Patria Umma kepada Belajar Muhammadiyah, di Jakarta, Rabu (8/11) malam.

Sebagaimana diberitakan situs ini, sedikitnya ada empat sekolah yang berada di dekat Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor akan diliburkan demi keamanan dalam rangka menyambut orang nomer satu di negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, sekolah yang terletak di Jalan Juanda, yaitu SMPN 1 dan SMAN 1 juga akan diliburkan. Sekolah Regina Pacis yang lokasinya tepat di seberang pintu utama Istana Bogor pun bernasib sama.

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Tak hanya itu. Selama Bush mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yuhoyono di Istana Bogor, jalan-jalan di seputar Istana Bogor ditutup selama 10 jam mulai pukul 10.00. Bahkan, para pedagang diusir dari tempat dagangannya karena alasan pengamanan. Kawasan itu mesti steril dari kesibukan lalu lalang kendaraan.

Pemerintah juga harus membangun setidaknya dua landasan helikopter (helipad) baru, yakni di lapangan Pusat Konservasi Tanaman (PKT) di Kebun Raya Bogor (KRB) dan di GOR Pajajaran. Helikopter Blackhawk yang membawa Bush akan mendarat di Kebun Raya, sedangkan mobilnya akan didaratkan dengan helikopter Cynnox di GOR Pajajaran.

Menurut Wafa, demikian panggilan akrab Wafa Patria Umma, langkah dan kebijakan pemerintah itu jelas berlebihan, apalagi sampai harus mengorbankan aktifitas belajar mengajar di sekolah. “Memperketat keamanan sih sah-sah saja. Itu bisa dipahami. Tapi kalau harus meliburkan aktifitas sejumlah sekolah, apa alasannya?” gugat Wafa. (rif)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Khutbah, News, Internasional Belajar Muhammadiyah

Kamis, 30 November 2017

Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman

Wina, Belajar Muhammadiyah. Partai ultranasionalis Austria, Partai Kebebasan (FPOe) yang dipimpin Jörg Haider, berencana melebarkan sayap ke Jerman, untuk menggalang kekuatan sesama kelompok militan anti-Islam di Eropa. Salah satu sasaran politiknya adalah menutup akses bagi Turki untuk bergabung ke Uni Eropa.

Seperti diberitakan independent.co.uk pada Selasa (26/10), di bawah kepemimpinan Jörg Haider, sejak satu dekade lalu partai ekstrem kanan ini berhasil menggenggam kekuasaan di Austria. Terakhir awal bulan Oktober 2010 ini, partainya berhasil meraup dukungan lebih dari 26% suara. Dukungan terbesar bagi Haider datang dari kota-kota besar di mana banyak terdapat komunitas imigran yang kebanyakan berasal dari Turki dan Afrika Utara.

Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Partai Anti Islam Austria Diperluas ke Jerman

Salah satu strategi partai ini adalah membagi-bagikan permainan komputer gratis, yang memungkinkan para pemainnya menembak atau menghancurkan masjid, menaranya, dan muaddzin (pengumandang adzan). Diperkirakan, gerakan Partai Kebebasan ini akan terus menggandeng mitra sesama militan anti Islam di Jerman dan disambut baik oleh para pendukungnya tersebut. Mengapa? Karena di Jerman gerakan anti-imigran dari Afrika Utara juga menguat.

Belajar Muhammadiyah

Aiman Mazyek, Sekretaris Dewan Muslim, salah satu dari empat kelompok Islam terkemuka di Jerman menyebutkan jika selama ini partai sayap kanan yang ada di jantung kota Erfurt, Thuringia, mennyelenggarakan parade anti Masjid yang memicu kelompok-kelompok penentangnya untuk merencanakan aksi tandingan.

Beberapa hari sebelumnya, seorang perempuan Muslim dibunuh di pengadilan oleh seorang partisan sayap kanan ketika ia sedang mencari keadilan atas penghinaan yang dilontarkan oleh lelaki itu atas jilbab yang dikenakannya. Pemerintahan Jerman sendiri ragu-ragu untuk membubarkan NPD (partai nasional democratic) yang secara legal setelah kekalahan mereka di pengadilan tahun 2003.

Belajar Muhammadiyah

Di kota Cologne, Kantor Perlindungan Konstitusi (Verfassungsschutz), badan intelijen domestik Jerman, telah mengintai aktivitas mencurigakan dari sebuah organisasi yang disebut "Pro Cologne" selama berbulan-bulan di tahun 2008. Organisasi itu sedang menggalang dukungan dari masyarakat kota untuk memprotes pembangunan sebuah Masjid besar di distrik Ehrenfeld.

Sekitar 300 anggota Pro Cologne telah mengumpulkan lebih dari 20.000 tanda tangan. Beberapa dari mereka berharap dapat menggunakan keberhasilan itu sebagai jalan untuk memenangkan kursi di parlemen.

Dengan sebuah partai politik baru bernama "Pro NRW" (Pro North-Rhine Westphalia), yang berakar dari gerakan Pro Cologne, dua pemimpin mereka, markus Beisicht dan Manfred Rouhs, ingin memenangkan cukup banyak suara untuk melangkah masuk ke parlemen di tahun 2010.

Sekitar selusin gerakan serupa Pro Cologne telah menyiapkan kampanye lokal ke seluruh negeri – di antaranya di Gelsenkirchen, Duisburg, Düsseldorf, Essen, dan Bottrop. Di tempat di mana tidak ada rencana pembangunan Masjid besar, ujar Beisicht, partainya hanya akan melawan Masjid-Masjid kecil yang telah ada.

Pengurus partai Pro NRW juga telah mengirimkan surat ke ibukota untuk memprotes rencana pembangunan Masjid di distrik Charlottenburg, Berlin. Mereka bahkan membentuk sebuah gerakan warga dengan nama "Pro Deutschland". Pejabat Verfassungsschutz merasa Beisicht dan teman-temannya akan mendapat banyak dukungan suara dan bahkan mengambil alih NPD neo-Nazi di Jerman barat.

NPD, yang cenderung berhadapan dengan kelompok Muslim anti Israel, telah mencoba menangkal persaingan baru ini dengan membentuk upaya anti Masjid serupa.  Mereka mengorganisir sebuah kelompok yang disebut "Gerakan Warga Pro Munster" untuk menghambat pergerakan partai Cologne melebarkan kekuasaannya di tingkat nasional.

Warga yang menandatangani petisi anti Masjid Pro Cologne beralasan bahwa mereka tidak ingin kotanya menjadi Makkah kedua dan kehadiran Masjid akan membuat lingkungan mereka menjadi bising.

Kritikus menilai munculnya gerakan-gerakan ini merupakan kesalahan pemerintah kota yang menyambut pembangunan Masjid dengan tangan terbuka tanpa membahasnya terlebih dahulu dengan masyarakat, mengantisipasi kecemasan dan kekhawatiran yang muncul di antara warga kota.

Bulan November2009 lalu, Markus Beisicht memberikan presentasi khusus mengenai gerakan Cologne kepada anggota Partai Kebebasan Austria di Graz.

"Kami akan menyebarkan perjuangan kami ke seluruh Eropa," ujarnya. Ia juga mengundang rekan-rekannya dari Partai Kebebasan Austria, Vlaams Belang, dan dari Front Nasional Perancis untuk hadir di Kongres Anti Islam di Cologne bulan September lalu.

Beischt adalah seorang pengacara yang dulu merupakan anggota kelompok sayap kanan Jerman, Republikaner (REP). Seperti sejumlah anggota eksekutif Pro NRW lainnya, ia memupuk hubungannya dengan kelompok sayap kanan radikal selama bertahun-tahun

Partai Kebebasan (FPOe) di Austria membuat sebuah video game online anti-Islam untuk kepentingan kampanye politiknya. Dalam video game yang diunggah di situs resmi partai tersebut, para pemainnya diajak menembaki muadzin dan menara-menara masjid. Permainan yang diberi nama "Moschee Baba" atau "Bye Bye (Selamat Tinggal) Masjid" ini berdurasi satu menit, dimana pemainnya bisa mengumpulkan poin setelah berhasil menghancurkan "target" berupa gambar sosok muslim, masjid dan menara masjid.

Lalu muncul tanda "stop" dan tulisan "Permainan Selesai. Sekarang Styria penuh dengan menara dan masjid!", lalu muncul pula ajakan agar pemain game itu memilih Gerhard Kurzmann dalam pemilu lokal yang akan digelar 26 September lalu. Kurzmann adalah salah satu kandidat dari Partai Kebebasan di kota Stryria.

Selain menghadirkan permainan anti-Islam. Situs partai itu juga membuat survei. Para pengunjung situs tersebut ditanya apakah pembangunan menara dan masjid di Austria selayaknya dilarang, dan apakah warga Muslim harus menandatangani sebuah deklarasi bahwa mereka lebih mengutamakan hukum Austria diatas Al-Quran.

Padahal menurut laporan kantor berita Austria, di kota Styria tidak ada masjid bermenara. Di kota yang jumlah komunitas Muslimnya cuma 1,6 persen dari total jumlah penduduk kota itu, hanya ada empat bangunan yang difungsikan sebagai masjid. Tindakan Partai Kebebasan membuat survei dan game online anti-Islam itu menuai kecaman dari pemuka muslim di Austria, Anas Schakfeh serta para politisi dari Partai Hijau dan Partai Sosial Demokrat.

"Video game online itu menunjukkan sikap kebencian terhadap agama tertentu dan ketakutan yang tidak beralasan," kata Anas. "Target serangan PFOe, menara-menara masjid, bahkan tidak ada (di kota Styria)," tukas Wemer Kogler, kandidat dari Partai Hijau di kota Styria. Komunitas Muslim dan Partai Hijau sudah melayangkan gugatan hukum atas apa yang dilakukan Partai Kebebasan.

Mereka menilai Partai Kebebasan telah menghasut untuk menimbulkan kebencian dan melecehkan agama yang bisa diancam dengan hukuman penjara sampai dua tahun. Kantor kejaksaan di Graz--ibukota Styria--sudah melakukan penyelidikan dan akan memutuskan apakah akan memerintahkan agar game online anti-Islam itu dihapus.

Partai Kebebasan merupakan salah satu partai di negara Eropa yang gencar melakukan kampanye anti-Islam. Partai ini juga mengusulkan agar dilakukan referendum untuk melarang pembangunan masjid yang dilengkapi dengan menara dan melarang penggunaan cadar. Pemimpin Partai Kebebasan Heinz-Christian Strache bahkan menyatakan ingin melihat adanya aksi unjuk rasa di Austria seperti aksi unjuk rasa di New York yang menentang rencana pembangunan masjid dan Islamic Center di dekat Ground Zero.

Game online "Bye Bye Mosque" kata Partai tersebut, merupakan respon atas komentar Thilo Sarrazin--tokoh Partai Sosial Demokrat di Jerman--yang mengatakan bahwa imigran muslim telah mengganggu kehidupan masyarakat Jerman. "Kami lebih menyukai Sarrazin daripada muazzin di Austria," demikian pernyataan Partai Kebebasan yang para pendukungnya kebanyakan anak-anak muda Austria.(amf/berbagai sumber)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Nasional Belajar Muhammadiyah

Minggu, 26 November 2017

Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU

Pendirian Muslimat Nahdlatul Ulama dilalui dengan proses yang tak mudah. Sebelum gagasan ini dilontarkan di forum resmi NU, keterlibatan praktis perempuan di dunia nondemoestik belum menonjol. Kepesertaan Muktamar ke-13 di Menes tahun 1938, forum pertama dimunculkannya ide pendirian organisasi perempuan NU, juga masih didominasi kaum laki-laki.

Tak menonjol bukan berarti tak ada. Sejumlah peran penting sudah dilakukan kaum hawa di lingkungan NU. Mulai dari aktif di dunia pendidikan, dakwah, menjadi tenaga perawat bagi para pejuang kemerdekaan, hingga berperan dalam pasukan gerilya sebagai kurir pesan-pesan rahasia. Hanya saja, “panggung” yang belum tersedia membuat kiprah para perempuan kala itu tak terlihat, bahkan belum terkonsolidasi dengan baik.

Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU

Para kiai NU pun zaman itu belum banyak yang memiliki fokus pada pentingnya peran perempuan dalam kancah perjuangan dan organisasi. Menurut buku "50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara & Bangsa" (1996), hanya sebagian kecil di antara mereka yang memahami kebutuhan akan hadirnya gerakan kaum perempuan. Di antara sebagian kecil tersebut ada tiga nama kiai: KH Mohammad Dahlan, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Saifuddin Zuhri.

Belajar Muhammadiyah

Ketiga kiai yang terkenal dengan kealiman dan cara berpikirnya yang maju itu turut mendorong semangat kebangkitan perempuan di lingkungan NU. Ada cerita, Kiai Wahablah yang memberikan restu dan motivasi ketika para santri putri hendak membentuk grup drumband. Meskipun, semula inisiatif itu sempat ditolak karena khawatir drumband jadi ajang menampakkan aurat.

Kiai Saifuddin Zuhri juga termasuk ulama yang peduli dan apresiatif terhadap kiprah perempuan. Istrinya sendiri, Nyai Solechah, adalah juru kampanye NU (ketika menjadi partai politik) yang mesti terjun ke daerah-daerah dari satu podium ke podium lain. Nyai Solechah dipercaya sebagai salah seorang ketua Pucuk Pimpinan Muslimat NU (1956-1989) yang sebelumnya memimpin ketua Muslimat NU Jawa Tengah.

Senada dengan Kiai Saifuddin, Kiai Muhammad Dahlan juga menjadi pribadi yang nyaman buat istrinya untuk berperan banyak dalam organisasi. Nyai Chodijah Dahlan diberi amanat sebagai ketua pertama Muslimat NU kala resmi menjadi badan otonom NU pada tahun 1946, meski tak lama memimpin karena wafat pada tahun 1948. Kiai Dahlan yang juga ketua PBNU lebih dari sekadar pendorong berdirinya Muslimat. Ia juga merangkap sebagai guru organisasi bagi istrinya. Selepas ditinggal Nyai Chodijah, istri kedua Kiai Dahlan juga menerima keluasaan yang sama. Nyai Aisyah Dahlan aktif menjadi salah satu ketua Muslimat NU pada kongres di Semarang. Ia mempelopori berdirinya Himpunan Dakwah Muslimat Indonesia (Nadwah).

Belajar Muhammadiyah

Kai Dahlan bersama A Azis Diyar merupakan penyusun Peraturan Khususi Nahdlatul Ulama Muslimat yang menjadi anggaran dasar pertama Muslimat NU. Peraturan Khususi ini disetujui dan ditandatangani oleh KH Muhammad Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahab Chasbullah. Dokumen inilah yang diubah dan diperbaiki sesuai perkembangan dan menjadi AD/ART Muslimat NU hingga searang.

Tiga kiai ini menjadi oase bagi kebangkitan organisasi perempuan di NU. Namun, bukan berarti para perempuan bersikap pasif. Justru kebangkitan tersebut lahir dari inisiatif perempuan NU sendiri, terutama sejak Nyai Hajjah R Djuaesih secara berani dan tegas berpidato di atas mimbar Muktamar NU ke-13 soal signifikansi peran perempuan sebagaimana laki-laki di medan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah dan bangsa secara umum. Dari gagasan ini, bentuk formal Muslimat NU terus berkembang, dari diakuinya rumusan organisasinya hingga menjadi badan otonom dengan segenap keleluasaan untuk mengatur dirinya sendiri. Muslimat NU pun menjadi organisasi yang kian bersinar, dan memainkan peran-peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga, News, Kyai Belajar Muhammadiyah

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya

Jakarta,? Belajar Muhammadiyah -

Tax amnesty atau pengampunan pajak adalah salah satu bukti kewalian Presiden Indonesia ke empat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, di Jakarta, Kamis (29/9) menanggapi program Tax Amnesty yang sedang digencarkan pemerintah.

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya

“Gus Dur jadi presiden 23 bulan. Tidak lama, tapi jasanya luar biasa. Salah satu adalah beberapa provinsi tidak melepaskan diri dari NKRI,” ujar Kiai Said.

Tahun 1999, lanjut dia, Gus Dur punya gagasan, uang-uang koruptor di luar negeri ambil 50 persen, 50 persen kembalikan ke negara. “Saat itu ide tersebut diserang habis-habisan. DPR, LSM, media, semua menyerang, seolah Presiden mengampuni koruptor,” kenang kiai akrab dipanggil Kang Said itu lagi.

Sekarang, imbuhnya, ada pengampunan pajak, dua persen. “Jauh sebelum tax amnesty terjadi, Gus Dur telah memikirkan hal tersebut. Dan itu terjadi hari ini, Gus Dur tahu jauh apa yang akan terjadi, kita mengakui kewalian Gus Dur,” tuturnya.?

Belajar Muhammadiyah

Jika sejak dulu menuruti Gus Dur, kata Kang Said, persoalan Indonesia akan beres dan negara tidak defisit.”Sayang, orang seperti Gus Dur sudah tidak ada lagi di NU,” kata dia.

Indonesia sulit untuk mencari pinjaman dana negara lain akbat kondisi ekonomi global yang belum membaik. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Republik Indonesia beberapa waktu lalu telah meresmikan aturan mengenai tax amnesty, aturan yang dibuat oleh otoritas pajak suatu negara untuk memberikan kesempatan kepada wajib pajak yang tidak patuh, melaporkan penghasilannya dan membayar pajak secara sukarela dengan memberikan insentif pada mereka.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) pada Rabu (28/9/2016) pukul 18.00 WIB, harta yang dilaporkan sudah mencapai Rp 2.514 triliun.? (Gatot Arifianto/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul, News, RMI NU Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock