Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Sukabumi, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan apel akbar di lapangan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Sabtu, (22/10). Dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut, ribuan santri datang dari berbagai pelosok daerah Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan antinarkoba. Ketua Muslimat Nenah Herlina mengatakan, deklarasi ini adalah tindak lanjut dari hasil keputusan musyawarah Muslimat NU di Malang, Jawa Timur yang merekomendasikan memberantas narkoba di berbagai daerah.

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Adapun tindak lanjut setelah dideklarasikan tersebut, Muslimat NU akan mensosialisasikannya secara masif kepada masyarakat melalui pengajian-pengajian di majelis talim dari mulai tingkat kecamatan hingga tingkat desa.

Belajar Muhammadiyah

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama melindungi terhadap generasi muda khususnya, umumnya semua warga yang ada di Sukabumi.

Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU KH Mahmud Mudrikah Hanafi, Ketua PCNU KH R. Abdul Basith,? Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, Ketua Majlis Ulama Indonesia KH M. Oman Komarudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sukabumi H. Agus Mulyadi, Sekertaris Daerah H. Iyos Somantri. Mereka ikut membubuhkan tanda tangan di atas spanduk deklarasi antinarkoba tersebut. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Hadits, Hikmah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Tim terpadu pengawasan dan penertiban SMS yang terindikasi judi telah terbentuk dan akan segera melaksanakan tugasnya. Tim yang terdiri atas unsur pemerintah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan menganalisa dan meneliti unsur judi dalam kuis SMS yang saat ini marak di masyarakat.

"Tim terdiri dari unsur Majelis Ulama Indonesia, Departemen Sosial, Departemen Komunikasi dan Informasi, Kejaksaan serta Pihak Kepolisian. Dalam waktu dekat TIM akan ada pertemuan untuk membahas tindak lanjut langkah penertiban kuis SMS judi ini," kata Ketua MUI KH Maruf Amien, di Jakarta, Jumat (24/11).

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penertiban Kuis SMS Segera Dimulai

Usaha menertibkan kuis SMS judi sebelumnya selalu menemui hambatan karena MUI merasa tidak memiliki kewenangan. Pada 26 mei 2006 MUI mengeluarkan fatwa haram tentang kuis SMS judi berdasarkan hasil pertemuan lebih dari seribu ulama di Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

MUI sendiri, kata Kiai Maruf, bersama Departemen Sosial (Depsos) pernah melakukan pertemuan mengenai masalah kuis SMS judi tersebut namun belum membuahkan hasil yang berarti. Terbentuknya tim terpadi yang terdiri dari MUI, Depsos, Depkominfo, kejaksaan serta pihak kepolisian itu diharap dapat menjadi solusi.

Beberapa kuis SMS televisi yang ketar ketir karena diduga mengandung unsur judi antara lain Goyang Pol (RCTI), Klop dan Kira-kira (Global TV), dan Iseng-Iseng (TPI). Selain mengandung unsur judi, kuis SMS tersebut dinilai telah melakukan pembodohan kepada masyarakat melalui janji-janji dan hayalan. (rep/har)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Majalengka, Belajar Muhammadiyah. Ketua PC IPNU Kabupaten Majalengka Deni Juhana mengusulkan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka untuk membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) guna memberikan perlindungan terhadap kekerasan anak yang semakin marak terjadi.

"Saya rasa, pemerintah kabupaten perlu segera membentuk KPAID agar anak mendapat pendampingan jika ada kasus yang menimpa mereka," ujar Deni di Ponpes Raudlatul Mubtadiin Cisambeng Palasah Majalengka, Kamis (29/1).

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Menurut Deni, Pemkab Majalengka harus banyak belajar dari beragam kasus kekerasan terhadap anak yang saat ini banyak terjadi di berbagai daerah.

Belajar Muhammadiyah

Deni menyebutkan, beberapa kasus yang terjadi yakni pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Kecamatan Ligung, Kecamatan Palasah, dan masih banyak lagi daerah yang mengalami hal serupa.?

Belajar Muhammadiyah

Terlebih menurutnya, ke depan Majalengka diprediksi bakal menjadi kawasan metropolitan dan kawasan industri. Dengan demikian, lanjut Deni, persaingan akan semakin dinamis dan kompleks sehingga akan mempengaruhi prilaku masyarakatnya juga.

Deni berharap dengan adanya KPAID juga diharapkan dapat menekan tingginya perbuatan kekerasan fisik terhadap anak, pelecehan seksual, dan tracfiking. "Dengan adanya lembaga baru ini setiap anak diharapkan dapat memperoleh pendampingan untuk keadilan," katanya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

Polewali Mandar, Belajar Muhammadiyah. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat akan menghibahkan tanahnya seluas 3 hektar untuk pembangunan madrasah unggulan di Sulawesi Barat.

Madrasah tersebut akan berada di bawah manajemen Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebelum proses penyerahan tanah ke PBNU, waqif yang diketahui bernama H Nuhung itu berkordinasi dengan Kemenag dan BPN Polewali Mandar untuk mengurus sertifikat, Selasa (29/11).

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

"Banyak yang tertarik dengan tanah Pak H Nuhung ini, namun beliau tetap istiqomah ingin mewakafkan tanah tersebut kepada PBNU, dalam hal ini LP Ma’arif NU," ungkap H Basnang Said, salah seorang tim yang ditunjuk oleh LP Maarif Sulawesi Barat.

Dikatakannya, dari sisi keagamaan, masyarakat Polewali Mandar 100 persen berafiliasi dengan NU ditambah lagi H Nuhung adalah warga NU. Maka sangat wajar jika waqif lebih memilih PBNU sebagai nadzirnya dengan harapan tanah yang diwakafkan tersebut dapat digunakan untuk madrasah yang akan menampung pelajar yang berprestasi namun dari sisi ekonomi tidak berkecukupan.

Belajar Muhammadiyah

"Di atas tanah ini rencananya akan dibangun lembaga pendidikan yang lengkap dari mulai RA sampai MA dan SMK bahkan jika memungkin sampai Perguruan Tinggi NU," jelas Basnang.

Kecamatan Luyo, kata dia, merupakan salah satu kecamatan di Polewali Mandar yang punya Sumber Daya Manusia (SDM) cukup potensial hanya saja sarana prasarana pendidikan belum banyak tersedia sehingga diharapkan beberapa tahun ke depan Kecamatan Luyo bisa menjadi daerah yang maju.

"Penyerahan tanah wakaf ini rencananya akan dilakukan pada saat Rakernas Ma’arif NU pada 6-8 Desember 2016 di Jakarta, semoga sertifikatnya sudah jadi dan akan dibawa oleh perwakilan Ma’arif NU Sulbar," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Budaya, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Cianjur, Belajar Muhammadiyah. Pondok Pesantren Mazroatul Ulum, Citiis, Pagelaran, Kabupaten Cianjur memperingati haul pendiri pesantren, KH Asyari yang ke-41 dan KH Saefullah ke-15 pada Selasa (15/9) atau 1 Dzulhijah 1436 H.

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Menurut Pesantren Mazroatul Ulum KHAsep Ismail tiga hari sebelum haul digelar, para santri membaca Al-Quran siang-malam di makam keluarga. Mereka dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 40 orang dengan jatah 2 jam.

Acara yang dihadiri oleh bupati Cianjur, H. Cecep Mochtar Sholeh dan sekitar 5000+ jemaah terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

Pesantren didirikan pada tahun 1918 KH Asary. Setelah dia wafat, dilanjutkan putra bungsunya, KH Saepullah yang wafat pada tahun 2000. Kemudian kini dilanjutkan KH Asep Ismail.

Memasuki usia ke-97, pesantren tersebut memiliki 500 santri putra/putri dengan fasilitas lembaga formal MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). (Ali Roswan Fauzi/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Internasional Belajar Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

KH Abdullah Faqih dikenal sebagai kiai yang sangat dihormati. Di zaman pemerintahan Gus Dur, nama beliau sering disebut karena salah satu ulama khos yang dirujuk presiden ke-4 RI itu. Sosok kharismatik ini pun tak lepas dari guyonan.

Dalam suatu pertemuan dengan para kiai, Kiai Pesantren Langitan itu mengingatkan para kiai agar tidak memiliki hobi berpoligami. Lho, apa pasal? Kata Kiai Faqih, "Kebanyakan orang berpoligami itu suka

berbohong."

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

Para kiai hanya senyam-senyum.

"Ingat lho ya,” tambahnya, “Kalau suka kawin lagi, terus sering membohongi mbok

Belajar Muhammadiyah

tuwo
(istri tua) nanti di kubur bisa bermasalah ketika menghadapi pertanyaan Munkar

Nakir."

Belajar Muhammadiyah

"Kok bisa begitu kiai?" Salah seorang kiai bertanya.

"Lho ya, ketika ditanya oleh Munkar Nakir man robbuka, lha kok dijawab

qobiltu nikahaha watazwijaha bil mahril madzkur kan jelas bermasalah

jawaban itu".

Gerrrr….

(Muhammad Nuh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Sekitar 102 pemuda mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung. Kegiatan tersebut merupakan gerbang awal untuk menjadi kader Banser.

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung

Diklatsar yang diisi materi-materi untuk meningkatkan kemampuan skill individu, fisik, mental, dan spiritua tersebut diikuti utusan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting serta 50 orang panitia sehingga rasio mentoring 1:2.

Ketua GP Ansor Kota Bandung Aa Abdul Rozak dalam sambutannya menegaskan bahwa peran dan fungsi Banser merupakan garda terdepan dalam menjaga ulama dan bangsa.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga menegaskan bahwa organisasi pemuda NU tersebut akan tetap menjaga kedaulatan NKRI. “GP Ansor tidak seperti organisasi lain yang seolah-olah memiliki bangsa ini padahal mereka merongrong keutuhan NKRI dengan melakukan arabisasi,” katanya pada pembukaan kegiatan yang berlangsung 9-10 Nevember tersebut.

Sementara Ketua PCNU Kota bandung KH Maftuh Kholil mengutarakan bahwa semangat kepemudaan harus tumbuh dan berkembang. Anggota Ansor, meskipun kelak menjadi tua, namun semangat harus tetap menggelora.

Belajar Muhammadiyah

Pada pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Kabid Kepemudaan Dispora Kota Bandung, Kadis Damkar, Pemuda Demokrat Indonesia, IPNU dan IPPNU Cabang Kota Bandung. (Ujang Miftahuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Budaya, Hikmah, Habib Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock