Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Musyawarah Anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Pendidikan Indonesia (KMNU UPI) Bandung mengamanatkan Rifa Anggyana sebagai Ketua Umum KMNU UPI untuk masa bakti 2013-2014.

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung

Mahasiswa yang sedang menempuh S1 Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di UPI Bandung ini memang dikenal sebagai aktivis kampus dengan segudang kegiatan dan prestasi. 

Pemilihan dilangsungkan di Masjid Al Falah Panorama, Bandung, Sabtu-Ahad (9-10/13). Pemilihan yang diikuti secara antusias oleh peserta musyawarah, berakhir pada 14.00 siang.

Belajar Muhammadiyah

Mantan Ketua KMNU UPI 2012-2013, Faisal Ramdan, berharap Rifa mampu membangun KMNU UPI menjadi lebih baik, meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta meneruskan program jangka panjang belum terselesaikan, yaitu mendirikan KMNU di kampus-kampus lainnya di Bandung.

“Itu amanah yang harus sesegera mungkin di selesaikan, paling tidak selama satu tahun kedepan terbentuk sedikitnya 5 KMNU lagi di Bandung dan sekitarnya ,” ujarnya. 

Belajar Muhammadiyah

Faisal menambahkan, Rifa pasti mampu untuk memimpin KMNU UPI karena ia sudah berkecimpung di dalamnya serta sarat akan pengalaman organisasi.

Saat di konfirmasi kesiapannya memegang amanah, Rifa Anggyana menyatakan siap. “ Insya Allah saya akan menjaga amanah ini dengan baik, saya siap !” tegasnya. 

Dari perwakilan alumni, Kang Khusnul berharap pengurus sekarang jangan sampai kehilangan arah perjuangan dan tetap konsisten menjaga ciri khas KMNU yang fokus membangun karakter kader NU yang memiliki keunggulan moralitas Islam, intelektualitas, humanitas, profesionalitas, sehingga terbentuk kader yang kritis, loyal dan militan.

Di kesempatan yang lain Kang Khusnul juga mengajak para alumni untuk terus mendukung kinerja KMNU UPI walaupun sudah tidak berada di kampus lagi, baik dengan pikiran, tenaga maupun finansial. 

Di wilayah kampus UPI Bandung, eksistensi mahasiswa NU semakin terasa. Namun yang masih kurang adalah membangun komunikasi dan jaringan dengan para dosen maupun manajemen kampus yang memiliki kesamaan latar belakang.

Di tengah masyarakat pun diharapkan kegiatan Saba Masjid terus di tingkatkan, sehingga hubungan dengan ulama dan masyarakat sekitar dapat terjalin dengan baik. Serta masyarakat mengetahui bahwa di UPI Bandung terdapat komunitas mahasiswa NU, tambah Kang Arif (mantan ketua KMNU UPI 2011-2012).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Eko Rusli

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, Humor Islam, Jadwal Kajian Belajar Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Ciamis, Belajar Muhammadiyah. Saat panen (mbawon) sudah tiba, puluhan anggota GP Ansor kecamatan Lakbok kabupaten Ciamis turun ke sawah salah seorang dari mereka yang berlokasi di desa Cintaratu. sejak Selasa-Rabu (14-15/4), mereka membahu-bahu mengetam padi siap panen di sawah seluas 120 bata.

Terlibat memanen padi di sawah, pengurus anak cabang sampai ketua-ketua ranting Ansor ikut didalamnya. Mereka bergerak atas intruksi ? Ketua GP Ansor Lakbok Hirzudin dalam upaya merekatkan tali silaturahmi kader Ansor serta bukti atas kerakyatan anggota Ansor.

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Mereka mengumpulkan padi yang dipanen untuk dipisahkan dari tangkainya dengan mesin perontok milik PAC GP Ansor Lakbok.

Belajar Muhammadiyah

"Momen ini penting mempererat ukhuwah kader, serta ini menjadi kegiatan yang mempunyai nilai ekonomi untuk berjalannya organisasi," kata Hirzudin.

Di lain tempat, Masruhin salah satu anggota Ansor Sidaharja melakukan hal yang sama. Ia mengerahkan pemuda desa untuk memanen padi masyarakat sekitar yang hasilnya diperuntukkan mengadakan isra miraj di masjid.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini disambut baik masyarakat sekitar. Pardi, salah seorang warga Sidaharja kecamatan Lakbok meyampaikan, "Ansor memang idenya unik-unik, apalagi hal semacam ini sudah jarang dilakukan di daerah sini."

Rencananya, kegiatan mbawon bareng ini akan dilakukan di sawah sejumlah anggota ansor yang belum dipanen. (Ahmad Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, IMNU Belajar Muhammadiyah

Selasa, 06 Februari 2018

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Yogyakarta untuk pertama kali meluncurkan program “Masjid Sehat” di masjid Jami’ Kodama, Yogyakarta, Senin (20/1). Program ini memosisikan masjid sebagai inspirasi kebersihan dan kesehatan warga.

“Masjid bukan saja dijadikan sebagai tempat ibadah. Dari masjid, kita bisa membangun gerakan masjid bersih dan suci dan jama’ah yang sehat,” terang Ketua LKNU Yogyakarta H Abdul Kadir dalam peluncuran program tersebut.

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat

Peluncuran program ini, menurut H Abdul Kadir, bertujuan menegakkan masjid sehat bukan sekedar slogan. Tetapi mengajak warga untuk berprilaku hidup sehat dan bersih dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Belajar Muhammadiyah

Kesehatan dan kebersihan, sambung Kadir, merupakan ciri utama pribadi Nabi Muhammad SAW.

Belajar Muhammadiyah

“Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk hidup bersih, sehat dan suci. Warga NU diharapkan agen terdepan mengamalkan ajaran kebersihan. LKNU DIY akan berus berusaha mengawal itu,” tegas dokter Kadir.

LKNU menjadikan masjid jami’ Kodama sebagai salah satu masjid binaan LKNU untuk penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, menyebarkan da’i peduli AIDS, dan lain sebagainya. (Muyassaraoh Hafidzoh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, Habib, Ulama Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Madu dan Racun

Bukan al-Ngatawi namanya, bila tidak ceplas-ceplos dan mengundang senyum saat berbicara di depan umum. 

Dalam acara tasyakuran panen perdana Asosiasi tani Nusantara (Astanu) di gedung JHK Kudus (15/2) lalu, al-Ngatawi menyentil bila ada yang bilang industri tehnologi mensejahterakan petani itu adalah racun karena sebagai pernyataan omong kosong.

Madu dan Racun (Sumber Gambar : Nu Online)
Madu dan Racun (Sumber Gambar : Nu Online)

Madu dan Racun

“Ibu-ibu tahu ya, racun itu lawannya madu. Kalau madu menyehatkan, sedangkan racun mematikan. Betul gak bu?” tanyanya.

Belajar Muhammadiyah

“Betul..!” jawab ibu serentak.

“Nah sekarang. Ketika ibu-ibu ditanya, pilih mana antara dimadu atau diracun?” tanya al-Ngatawi lagi sambil tersenyum. Ibu-ibu pun kelihatan pada diam berpikir  tidak menjawabi.

Tanpa menunggu jawaban dari jamaah Zastraw al-Ngatawi menimpali, “Mestinya ibu-ibu jawabnya, saya siap dimadu asalkan bapak siap diracun.”

Belajar Muhammadiyah

Mendengar jawaban itu, jamaah terutama ibu-ibu spontan menyahut dengan,“gerrr”. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Jember, Belajar Muhammadiyah



Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak pernah sunyi dari prestasi. Lima hari yang lalu, tim dari SMA Nuris berhasil meraih juara dua Lomba Robotika Follower di Universitas Brawijaya, Malang. 

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Tim yang terdiri dari Nur Indrayanto, M. Firma Ramadhan dan M. Iqbal Abdullah tersebut cukup piawai dalam membuat robot, sehingga dapat mengalahkan robot lainnya karya berbagai SMA favorit di Indonesia.

Tahun lalu, wakil SMA Nuris juga berprestasi dengan merengkuh juara tiga Lomba Robotika Follower di Malang setelah mengalahkan peserta dari Jawa dan Bali

Kendati demikian, untuk mencapai prestasi itu tidaklah mudah. Menurut M. Firma Ramadhan, salah satu tahapan yang harus dilalui adalah presentasi. Lalu diseleksi hingga menjadi 8 tim, setelah menyingkirkan 15 tim lainnya. Akhirnya tersisa 8 tim, lalu mengerucut menjadi 4 tim. Di situlah, kemudian ditentukan juaranya. 

Belajar Muhammadiyah

"Alhamdulillah, robot kami lancar saat mengikuti garis, dan tidak pernah error dan berjalan dengan baik, karena sensornya bekerja," ucapnya di Nuris, Kamis (9/11).

Sementara itu, Kepala SMA Nuris, Gus Robith Qoshidi menegaskan bahwa robotika merupakan salah satu program tekonologi di Nuris, di samping teknologi inovasi, teknokogi otomotif dan sebagainya. 

Sejauh ini Nuris terus memacu anak didiknya untuk mengeksplore bakat dan kemampuannya di bidang sains, dengan mendirikan Madrasah Sains (M-Sains). M-Sains memberi wadah sekaligus menggali bakat siswa-siswi di berbagai bidang unggulan ektrakurikuler. Hasilnya, anak didik Nuris seringkali meraih juara di berbagai ajang nasional maupun internaional.

"Kami ingin terus mendorong agar santri juga punya kemampuan di bidang sains karena santri dan pesantren juga mampu untuk itu," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengadakan pertemuan lanjutan bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam penulisan buku pencegahan anak dengan tinggi badan dan perkembangan otak minus (stunting). Mereka tengah mematangkan materi penulisan buku yang rencananya akan diluncurkan pada 12 November 2015.

Penulisan buku ini berawal dari program pencegahan stunting LKNU di kabupaten Brebes dan kabupaten Sikka. Sebagaimana diketahui, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia di Brebes menduduki peringkat pertama dari 35 kabupaten di Jawa Tengah.

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting

Pimpinan program penanggulangan stunting LKNU Umi Wahyuni mengatakan, gagasan penulisan buku ini disambut baik oleh Kemenkes untuk dilanjutkan.

Belajar Muhammadiyah

“Kita berharap buku ini menjadi referensi dalam skala nasional dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,” kata Umi Wahyuni di Jakarta, Rabu (9/9) siang.

Umi berharap LKNU di daerah untuk mengembangkan isu ini di wilayahnya masing-masing. Karena, buku ini menekankan pentingnya peran masyarakat sipil.

Belajar Muhammadiyah

Buku lebih dari 100 halaman ini memuat perawatan bayi untuk 1000 hari pertama. “Kita mendorong penggunaan ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama, juga makanan pendamping ASI untuk bayi enam bulan hingga dua tahun,” kata Umi.

Penulisan buku ini melibatkan masukan dari sejumlah pihak mulai dari UNICEF, pakar gizi, dan Lembaga Bahtsul Masail PBNU. “Kita memang memperkuat perspektif keislamannya untuk pencegahan dan penanggulangan stunting ini,” tandas Umi Wahyuni.

Sebelum rapat penulisan dimulai, para penulis mendengar paparan Astrid dari UNICEF perihal perlindungan anak baik dari aspek hukum, sosial, maupun kesehatan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung

Rembang, Belajar Muhammadiyah - Satkorcab Banser Kabupaten Rembang menurunkan 30 pasukan untuk membantu para korban puting beliung di Desa Beringin Warang Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Selasa (10/1) pagi. Mereka adalah tim terbaik Bagana yang dimiliki oleh Satkoryon Kecamatan Kaliori dan Sumber.

Kasatkoryon Banser Kaliori sebagai penanggung jawab pasukan menjelaskan, setidaknya ada 60 rumah rusak dan satu rumah roboh akibat terjangan angin. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tak ada korban jika akibat kejadian ini.

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung

"Pemilik rumah roboh atas nama Parmi (60) yang berada di RT 02, RW 01, Desa Beringin Wareng Kecamatan Winong Kabupaten Pati," jelasnya.

Salah seorang anggota Banser asal Kecamatan Sumber Ahmad Rifai menjelaskan, ia bersama pasukan yang lain berangkat dari Rembang pada pukul 08.00 wib. Dengan anggota lainnya ia berhasil membantu membenahi dua rumah dan satu mushola, yang gentingnya diterbangkan oleh angin.

Belajar Muhammadiyah

"Kami berhasil membantu dua rumah warga yang porak-poranda diterbangkan angin. Selain itu satu mushola juga rusak, tapi kami sudah berhasil memperbaiki dan sudah bisa digunakan beraktivitas kembali," kata Rifai.

Angina puting beliung mengamuk di Desa Beringin Warang Kecamatan Winong pada Senin (9/1) pukul 15.30 wib. Data sementara menyebutkan, sebanyak 60 rumah mengalami kerusakan. Satu rumah roboh.

Belajar Muhammadiyah

Pasukan Satkorcab Banser Rembang langsung mengadakan tanggap bencana membantu para korban yang mengalami musibah. Pada hari Selasa Satuan Bagana Satkoryon Kecamatan Sumber langsung berangkat Pukul 08.00 dan pulang pada pukul 15.00 wib. Selain dari relawan Banser Rembang, tampak para anggota Banser dan relawan bencana dari Kabupaten Pati. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tegal, Halaqoh, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, Belajar Muhammadiyah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

Belajar Muhammadiyah

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Belajar Muhammadiyah

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, Khutbah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Melaksanakan shalat berjamaah biasanya tidak terlepas dari adzan dan iqamah. Adzan adalah sarana untuk mengingatkan para Muslim atas masuknya waktu shalat sekaligus menjadi pemanggil bagi mereka untuk melangkahkan kaki dan berjamaah bersama di masjid. Sedangkan iqamah (qamat) adalah sarana untuk mengingatkan Muslim bahwa shalat jamaah akan dilaksanakan segera.

Biasanya kita sering melihat bahkan menjadi budaya di sebagian daerah bahwa setiap orang yang adzan (muadzin) maka dia lah yang seharusnya mengumandangkan iqamah juga. Benarkah hal ini menjadi sebuah keharusan? Apakah diperkenankan jika adzan dan iqamah dikumandangkan oleh orang yang berbeda?

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Abu Dawud dalam Sunan-nya membuat sebuah bab khusus yang menjelaskan tentang hal ini. Abu Dawud menamai bab tersebut dengan “Babu fir Rajuli Yuadzinu wa Yuqimul Akhar” (Bab yang menjelaskan seorang laki-laki melakukan adzan dan iqamahnya dilakukan oleh orang lain). Dalam bab ini Abu Dawud mencantumkan tiga hadits.

Pertama, hadits yang menjelaskan tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid.

Belajar Muhammadiyah

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ?. ? ?". ? ?. ? ?: ? ? ? ? ?. ?: " ? ?"

Belajar Muhammadiyah

Artinya, “Dari Abdullah bin Zaid, ia berkata, ‘Nabi ingin melakukan beberapa hal dalam adzan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.’ Kemudian Abdullah bin Zaid diperlihatkan kalimat adzan melalui mimpinya. Lalu Abdullah bergegas mendatangi Nabi SAW dan memberitahukannya. Nabi pun berkata, ‘Berikan adzan itu kepada Bilal. Abdulah pun memberikan kepada Bilal. Bilal pun melaksanakan adzan.’ Abdullah bin Zaid berkata, ‘Saya melihat dalam mimpi bahwa saya menginginkan iqamah.’ Nabi pun lalu berkata, ‘Kumandangkanlah iqamah!’”

Tetapi hadits di atas hukumnya dhaif karena ada salah satu perawi dhaif dalam rangkaian sanad hadits tersebut. Rawi tersebut bernama Muhammad bin Amr Al-Waqifi.

Kedua, hadits yang mendukung kebolehan bergantian tersebut. Hadits ini menjadi pendukung dari hadits di atas akan tetapi hadits ini juga berstatus dhaif.

Ketiga, hadits yang menjelaskan anjuran agar adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang. Seorang yang mengumandangkan adzan, maka dia juga yang mengumandangkan iqamah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ziyad bin Al-Haris As-Shadai.

Saat itu waktu Subuh, Ziyad mengumandangkan adzan pertama, kemudian Bilal ingin iqamah tapi Nabi mencegahnya. Nabi kemudian berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh saudaramu yang bagus itu telah mengumandangkan adzan, siapa yang mengumandangkan adzan, dia lah yang mengumandangkan iqamah.”

Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi dengan mengutip Al-Hafiz Al-Hazimi menjelaskan bahwa para ahli ilmu bersepakat tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Ibnu Malik mengatakan bahwa hal tersebut makruh tetapi menurut Imam Syafi’i dan Abu Hanifah tidak makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i berpendapat dan Abu Hanifah mengatakan bahwa hal itu tidak makruh. Atas dasar riwayat bahwa Ibnu Umi Maktum ketika adzan, maka yang iqamah adalah Bilal, begitu juga sebaliknya. Sedangkan hadits tersebut mengandung pesan agar orang yang adzan tidak ditimpa rasa kesedihan akibat iqamah dilakukan orang lain.”

Mereka berbeda pendapat terkait manakah yang lebih utama. Sebagian besar berpendapat tidak ada bedanya. Tetapi beberapa ulama seperti Malik, sebagian besar ahli Hijaz, Abu Hanifah dan sebagian besar ahli Kufah berpendapat bahwa yang lebih utama adalah adzan dan iqamah itu dilakukan oleh satu orang. Hal ini juga diungkapkan oleh Imam Ats-Tsauri dan Imam Syafi’i.

Sebenarnya larangan Nabi agar Bilal tidak iqamah dalam hadits riwayat Abu Dawud di atas adalah dalam rangka untuk menjaga hati si muadzin agar tidak kecewa sehingga para ulama tidak mempermasalahkan kebolehan bergantian. Tetapi mereka tetap bersepakat bahwa yang paling utama adalah adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang, yakni agar tidak terjadi kekecewaan di hati seorang muadzin. (Muhammad Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Humor Islam, News Belajar Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Kiai Rosyidi, Menjaga Masjid Agung, Merawat Umat

Brebes,Belajar Muhammadiyah. Masjid Agung merupakan lambang suatu daerah. Dipastikan para musafir akan singgah di masjid agung untuk bersujud pada-Nya sembari melepas lelah. Kehadiran Drs KH Rosyidi sepertinya dinoktahkan sebagai ‘penjaga’ masjid agung Brebes sekaligus merawat umat menuju jalan lurus, jalan yang di ridloi-Nya.?

Setiap hari, dengan menaiki sepeda listrik, Kiai Rosyidi meluncur ke Masjid Agung dari rumahnya di Jalan Kiai Kholid Barat Pasarbatang Brebes sebelum muadzin mengumandang adzan maghrib. Sudah bertahun-tahun lamanya Kiai kharismatik di Kota Brebes ini mengimami sholat Maghrib bagi para jamaah di berbagai penjuru daerah yang bersujud di masjid Agung. “Saya dijadwalkan ngimami sholat maghrib di Masjid Agung,” tutur Kiai Rosyidi yang juga Ketua Yayasan Masjid Agung Brebes, saat ditemui di rumahnya, Kamis (13/10).

Selain dimasjid Agung, pria kelahiran Brebes 8 Oktober 1937 ini juga menjadi imam sholat Isya di Masjid Baitul Izah Pasarbatang Gamprit dan imam sholat Subuh di Mushola Baitul Rohman Pasarbatang Gamprit.?

Kiai Rosyidi, Menjaga Masjid Agung, Merawat Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Rosyidi, Menjaga Masjid Agung, Merawat Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Rosyidi, Menjaga Masjid Agung, Merawat Umat

Kehidupannya yang tidak jauh dari masjid dan mushola, membuat dia pandai bersyukur. Bahkan ketika sholat subuh, tidak tahu kalau naas telah menimpanya karena sepeda listrik kesayangannya digondol maling. “Pas 1 November 2015, sepeda saya hilang. Kejadianya begitu cepat, jamaah tidak ada yang tahu kalau sepeda saya hilang, padahal saya baru sholat sunah,” tuturnya gelo.

Kendati demikian, dia tetap bersyukur, karena kehilangan sebagai pertanda kalau Sang Khalik sedang sayang pada hamba-Nya. Terbukti, dari kehilangan tersebut tiba-tiba datang sepeda listrik yang baru, hadiah dari anaknya. “Anakku mendengar kalau sepedaku hilang, lalu langsung membelikan sepeda listrik baru,” ungkapnya.

KH Rosyidi berasal dari keluarga sederhana, bahkan menjadi anak yatim piatu sejak usia 6 tahun. Menjadi yatim piatu tidak membuatnya patah arang, karena percaya ada tangan Tuhan yang menuntunnya.?

Belajar Muhammadiyah

“Saya lola-lali (yatim piatu) sejak usia 6 tahun,” terang Kiai Rosyidi.

Dia menceritakan, diusia 6 tahun ayahnya yang seorang Kuminco (Ketua RT) Gamprit H Abdul Kholik tutup usia. Dan pada peringatan 40 hari kematian ayahnya, ibunya Hj Muntari giliran dipanggil menghadap Allah SWT. “Diusia 6 tahun, saya tidak tahu harus berbuat bagaimana untuk menjalani kehidupan,” kenangnya penuh kesedihan.

Belajar Muhammadiyah

Untung saja, Rosyidi Kecil, dipungut oleh kakak dari Ibunya Pak de H Fadholi yang kebetulan tidak punya anak. Di bawah asuhan H Fadholi, Rosyidi kecil mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat (SR) Brebes Tengah selama 3 tahun, terus melanjutkan ke SR Klapet kelas IV-VI hingga tamat 1951. “Untuk bisa jajan, setiap hari saya membantu penjual krupuk membawakan dagangannya, terus saya diberi krupuk. Tiap hari saya jajannya krupuk,” ungkap Suami dari Hj Fatikhah sambil tertawa kecil.

Selain di SR, Rosyidi juga menempuh Madrasah selama 2 tahun. Dengan bekal madrasah tersebut, dia melanjutkan ke Pendidikan Guru Agama Pertama (PGA P) di Pekalongan selama 4 tahun (1951-1955). Di PGAP, Rosyidi menjadi siswa teladan sehingga bisa masuk ke Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) di Yogyakarta selama 3 tahun (1955-1958).?

Selepas PHIN tahun 1958, Rosyidi langsung mendapat SK Menteri Agama sebagai PNS di Kantor Penerangan Agama Kalimantan Tengah yang berkantor di Banjarmasin Kalimantan Selatan.?

Tiga tahun menjadi PNS, Rosyidi mendapat beasiswa tugas belajar di IAIN Yogyakarta pada tahun 1961 hingga mencapai gelar sarjana bidang Ushuludin jurusan filsafat.?

Pada tahun 1968, dia ditarik ke Kantor Penerangan Agama Jawa Tengah di Semarang dan tahun 1971 pulang kampung ke Kantor Penerangan Agama kabupaten Brebes. Dari Kantor Penerangan, lelaki penggemar olahraga ini menjadi Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Brebes 1978-1989.?

Jabatan terakhir sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Pekalongan dari 1989 hingga pensiun 1993. Sebagai PNS, Kiai Rosyidi mendapat Penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun.?

Selepas pensiun, ayah dari Ir Siti Farida Rohmulyati, M Akhsanul Haq MAk, M Azhar Yuniato SKom dan Anis Agus Setiawan SPd mengabdi sepenuh hati, merawat umat lewat berbagai aktivitas organisasi.?

Antara lain, bergerak sebagai Ketua Yayasan Islamic Center yang sebelumnya dipegang oleh pemkab Brebes. Ditangannya, Islamic Center mampu merekrut STAIB Brebes sebagai bagian dari Yayasan Islamic Center dan juga mendirikan SMK Islamic Center. Fungsi awal Islamic Center, sebenarnya untuk pemberangkatan dan pemulangan Jamaah Haji Brebes. “Sebab, dulu jamaah haji Brebes diberangkatkan dari alun-alun, yang akibatnya ribet bukan main,” ungkapnya.

Selain itu, Kiai Rosyidi aktif diberbagai organisasi sosial kemasyarakatan antara lain menjadi Ketua Majelis Dakwah Indonesia (MDI), Wakil Ketua PGRI, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Ketua Yayasan Masjid Agung, Pengurus DHC BPK 45. Pengurus Dewan Pendidikan, Ketua Komite MTs N Model Brebes dan lain-lain.?

Penggemar Sate dan Es Jeruk ini juga pernah menjadi anggota DPRD Brebes dari fraksi Golkar periode 1997-1999. Menurutnya, anggota Dewan saat itu tidak bisa berkontribusi banyak kepada rakyat. Karena tekanan dari eksekutif terlalu dominan. “Era orba, peran dewan masih lemah,” terangnya.

Sebagai tokoh Brebes, Kiai Rosyidi melihat Brebes merupakan negeri yang subur dan menjanjikan untuk lebih maju. Masyarakatnya juga damai, agamis dan nrimo. Tinggal bagaimana pemimpinnya bisa menuntun masyarakat Brebes kearah keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan atau tidak.

Rosyidi berharap, pelaku kebijakan di Brebes untuk lebih berkonsentrasi menggenjot tiga komponen penyokong kemajuan yakni pertanian, perikanan dan kehutanan. ? “Tiga komponen tersebut, harus mendapat perhatian khusus dari Pemkab,” harapnya.?

Masalah kehidupan beragama, lanjutnya, sudah cukup menjadi titik konsentrasi Kementerian Agama, Pemuka Agama dan FKUB. Pemkab tinggal menjembatani untuk toleransi, kerukunan dan peningkatan kegiatan Keimanan dan Ketakwaan kepada Yang Maha Kuasa. (Wasdiun/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Toriq Triono mengatakan, setiap minggunya BNPT menerima deportasi warga negara Indonesia dari Negara-negara Timur Tengah, terutama dari Turki. Hal itu disebabkan karena mereka tidak memiliki kelengkapan dokumen seperti paspor.

“Setiap Minggu kami menerima deprortasi dari Turki,” kata Toriq.

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan materi pembuka dalam acara Seminar Dampak Media Sosial Terhadap Terorisme di Auditorium Lantai 3 Gedung IASTH Universitas Indonesia Jakarta, Kamis (4/5).

Sekembalinya dari Negara Timur Tengah, jelas Toriq, mereka diasramakan di lembaga-lembaga rehabilitasi negara karena mereka sudah tidak memiliki rumah lagi. “Mereka jual semua untuk hijrah ke Syria,” terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Toriq menambahkan, mereka yang kembali ke Indonesia mengaku kecewa karena apa yang terjadi di sana tidak sesuai dengan apa yang ada di media-media sosial. “Apa yang dialami di sana tidak sama dengan apa yang dipropagandakan di media sosial,” urainya.

Ia menilai, lemahnya regulasi yang ada di Indonesia menjadi salah satu sebab mengapa banyak orang yang pergi ke Negara-negara Timur Tengah yang sedang berkonflik. Ia menjelaskan, Undang-Undang Indonesia hanya bisa mengawasi apa yang terjadi di media sosia dan belum bisa menjangkaunya.

Belajar Muhammadiyah

“Undang-Undang kita tidak bisa menjangkau. Kita hanya bisa mengawasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Toriq menyatakan, saat ini ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi terorisme. Pertama, memperkuat regulasi. Saat ini, Undang-Undang tentang terorisme sedang diperkuat, salah satu poinnya adalah dengan melarang propaganda terorisme di media sosial.

“Kedua, kontra-narasi untuk menandingi narasi sempit yang disebarkan oleh para pelaku teror,” pungkasnya.

Saat ini, BNPT berhasil memonitor ada sekitar lima ratus orang yang sedang berada di Syria. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bekerja sama dengan harian lokal? Tribun Jateng? membuka konsultasi syariah melalui rubrik “Halaqah”. Rubrik ini dikemas dalam format interaksi tanya jawab seputar ibadah Ramadhan yang hadir di halaman "Happy Ramadhan" tiap hari selama bulan puasa 1437 Hijriah.?

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

Kerja sama ini telah terbangun sejak tahun kemarin. Di bawah koordinasi Departemen Pendidikan, Kajian dan Pelatihan RMINU Jateng, rubrik ini diisi para kiai dari pesantren. KH Fadhlullah Turmudzi, penanggung jawab program ini menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian perhatian pesantren untuk masyarakat.

?

Belajar Muhammadiyah

"Walaupun sudah banyak sumber pengetahuan yang mudah kita dapatkan, kita masih butuh bimbingan dari kiai-kiai pesantren," papar Gus Fad sapaan akrab KH. Fadhlullah Turmudzi yang juga pengasuh Pondok Pesanten APIK Kaliwungu Kendal, Selasa (7/7).

?

Selain itu, lanjut Gus Fad, masih banyak peran dan fungsi pesantren terhadap masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia harus mampu memberikan warna tersendiri terhadap perjalaan bangsa ini. Berbagai fenomena kekerasan seksual, penyalahguanaan narkoba, pembunuhan, dan sebagainya perlu mendapat kajian dari pesantren bagaimana pesantren berperan dan bersikap.

?

Belajar Muhammadiyah

Gus Fad juga mengingatkan kepada pesantren-pesantren untuk menguatkan perannya di masyarakat. "Nguri-nguri ngaji posonan harus selalu menjadi tulang punggung santri di berbagai daerah. Semangat untuk tetap mencari ilmu dengan niat tabarrukan harus menjadi nafas para santri" kata dia. (M. Zulfa/Zunus)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Amalan, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah

Pringsewu, Belajar Muhammadiyah?

Pembacaan 1 milyar shalawat dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) disambut antusias PCNU Pringsewu. Untuk menyukseskan program yang berskala nasional tersebut PCNU melakukan koordinasi dengan seluruh MWCNU di seluruh kecamatan dan badan otonom, lembaga, serta pondok pesantren.

PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Siap Bacakan 777.700 Shalawat Nariyah

Pada ajang tersebut PCNU Pringsewu mendapat 175 paket Shalawat Nariyah. "Setiap paket terdiri dari 4.444 shalawat nariyah yang akan dibaca oleh jamaah. Dan paket tersebut telah habis terdistribusi keseluruh kecamatan," kata Koordinator kegiatan tersebut Fathurrahman, Ahad (16/10).

Menurut Kang Faun, begitu Ia biasa dipanggil, dalam kegiatan tersebut, setiap setiap titik kegiatan ada yang mengambil paket lebih dari satu tergantung jumlah jamaah yang ada. "Jika jamaah yang berkumpul banyak, titik tersebut bisa mengambil lebih banyak paket," jelasnya.

Dengan 175 paket yang terdistribusi, PCNU Pringsewu akan memberikan kontribusi sebanyak 777.700 kali Shalawat Nariyah pada ajang yang baru pertama kalinya dilakukan bersama secara nasional ini. "Kita akan mulai melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 21 malam 22 Oktober 2016," ujarnya di sela-sela koordinasi kegiatan tersebut.

Sementara itu Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim sangat mengapresiasi program yang diluncurkan oleh PBNU ini. Selain sebagai momentum untuk memperingati Hari Santri, kegiatan ini juga dapat menjadi momen lebih mensosialisasikan kembali amaliyah-amaliyah Nahdliyyin.

Belajar Muhammadiyah

"Dengan kegiatan ini kita diingatkan kembali bahwa inilah amaliyah kita yang perlu kita pertahankan dan diteruskan kepada generasi kita selanjiutnya. Mari kita hidupkan kembali jamaah-jamaah dzikir dan Shalawat Nariyah di Kabupaten Pringsewu," katanya.

Selain kegiatan Pembacaan shalawat Nariyah, PCNU Pringsewu beserta banom, lembaga dan pondok pesantren juga akan melakukan kirab Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Pringsewu. Kirab tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (22/10) yang direncanakan akan dilaksanakan start di Pendopo Pringsewu dan Finish di Makam KH Ghalib Pringsewu.

Di makam KH Gholib nantinya akan digelar istighotsah dan doa untuk para pejuang yang telah berjuang memerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah IMNU, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Makkah, Belajar Muhammadiyah?



Menteri Agama Lukman Hakim saifuddin bersama ribuan jemaah haji Indonesia menghadiri Silaturahim NU Sedunia di Mahbas Jin, Makkah. Silaturahim ini digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa NU Arab Saudi.

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Tampak hadir dalam silaturahim ini, KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri, sejumlah Pengurus PBNU. Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin yang hadir, Menag menegaskan kembali tentang komitmen dan kontribusi NU terhadap eksistensi NKRI.?

“NU sebagai jamiyah diniyyah islamiyyah dikenal paling besar komitmennya terhadap eksistensi NKRI karena ajaran yang dianutnya selama ini,” ujar Menag, Selasa (29/08) sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Menag menilai ajaran pendahulu NU sangat relevan sebagai pondasi dalam membangun peradaban bangsa dan dunia.?

“Nilai yang selama ini diajarkan pendahulu kita semakin relevan. Ajaran tasammuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal semakin dibutuhkan,” jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Sehubungan itu, Menag mengajak warga NU untuk terus aktif menebarkan Islam dengan kearifan. Menurutnya, dalam menebarkan nilai-nilai NU, Nahdliyyin jangan ikut tergoda melakukan tindakan yang justru bertolak belakang dengan nilai itu sendiri.

“Menyebarkan ajaran Islam Nusantara tidak perlu dengan cara menyalah-nyalahkan paham atau ajaran lain yang berbeda dengan kita. Tebarkan ajaran itu sesuai nilai NU itu sendiri,” tandasnya.

Belajar Muhammadiyah

Menag menyambut baik agenda tahunan yang diselenggarakan PCI NU Arab Saudi. Menurutnya, kegiatan ini positif. Selain karena temanya relevan dengan perkembangan zaman, yaitu meneguhkan NKRI, pertemuan ini memberi peluang warga NU untuk bersilaturahim dan mendengarkan tausiah dari para ulama. ?

“Alhamdulillah tadi dihadiri KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri dan banyak tokoh ulama selain dari PBNU dan dari berbagai kalangan,” tuturnya. “Ini sesuatu yang penting agar di tengah musim haji, warga NU bisa berkumpul dan bersilaturahim sambil mendoakan bangsa Indonesia senantiasa terjaga keutuhannya sebagai bangsa di tengah kemajemukan,” tandasnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Tampil sebagai narasumber, antara lain: Yahya Cholil Tsaquf dan Rumadi Ahmad. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Humor Islam, Hadits Belajar Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2017

Masjid Al Hikam II Diresmikan 17 Juli

Depok, Belajar Muhammadiyah

Masjid Al Hikam II di Komplek Pondok Pesantren Al Hikam II pimpinan KH Hasyim Muzadi akan diresmikan pada Jum’at, 17 Juli 2009 nanti. Komplek pesantren ini  beralamat di kelurahan Kukusan, kecamatan Beji, kota Depok, di samping gedung Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI).



Masjid Al Hikam II Diresmikan 17 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Al Hikam II Diresmikan 17 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Al Hikam II Diresmikan 17 Juli

Peresmian masjid dirangkai dengan peresmian gedung poliklinik dan perpustakaan yang merupakan bagian dari bangunan masjid. Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh dijadwalkan akan memberikan taushiyah dalam acara peresmian ini.

Acara lainnya adalah peletakan batu pertama pembangunan asrama pesantren mahasiswa Al Hikam II, perumahan guru dan dosen serta gedung Kulliyatul Qur’an yang terletak di depan kediaman KH Hasyim Muzadi.

Belajar Muhammadiyah

Menurut KH Hasyim Muzadi, proses pembangunan pesantren dan masjid ini sudah berlangsung sejak 5 tahun yang lalu. Program ini merupakan kelanjutan dari Pondok Pesantren Al Hikam I yang berada di Malang Jawa Timur.

”Saya ingin menunjukkan bahwa pesantren itu ya seperti ini lho,” katanya di sela-sela kesibukan menjelang peresmian masjid, Senin (6/7) lalu. Ia juga mengajak Belajar Muhammadiyah melihat satu-persatu ruang dan fasilitas masjid dan pesantren yang sedang dipersiapkan dari aula, penginapan untuk para tamu khusus, hingga kamar mandi dan wudlu.

Belajar Muhammadiyah

Pantauan Belajar Muhammadiyah, beberapa orang santri sedang menata beberapa kitab kuning di ruang perpustakaan. Sudah ada ada 6.700 judul kitab. Perpustakaan dilengkapi dengan berbagai perangkat elektronik untuk memudahkan santri dan para pengunjung mencari referensi yang dibutuhkan.

Pesantren Al Hikam 2 dua juga menyipkan ruang khusus untuk perpustakaan digital dan perpustakan yang menyediakan berbagai referensi pengetahuan umum.

Selain ruang perpustakaan, juga terdapat ruang khusus yang dipersiapkan untuk pengembangan teknologi informasi (IT). Di samping ruang yang menyediakan fasilitas internet terdapat ruang pengajian yang dilengkapi fasilitas telekonferensi.

”Jadi nanti kalau ngaji kita gak perlu pontang-panting ke mana-mana. Ya hemat biaya ya hemat tenaga. Saya ini kan termasuk generasi yang gaptek (gagap teknologi), tapi generasi anak-akak kita kan sudah berbeda,” kata Hasyim.

Ruang poliklinik terletak di lantai I, di samping ruang pengembangan IT. Berbagai perlengkapan dan tenaga medis sudah disipkan. ”Dokternya sudah ada dan alat-alatnya sudah ada, jadi sudah siap beroprasi,” katanya.

Ruang utama masjid di lantai dua sungguh mengagumkan. Berbagai perlengkapan dan aksesoris pintu, bedug, hingga mimbar kelihatan unik dan serba mahal. Dari ruang utama kubah masjid terlihat tinggi dan megah. ”Kalau untuk masjid kan harus bagus,” kata Hasyim bangga. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, Pendidikan, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma

Malang, Belajar Muhammadiyah. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menghadiri acara Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Universitas Islam Malang (Unisma), Ahad (13/10).

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma

Dalam kesempatan itu ia menyesalkan terjadinya kasus suap yang menimpa institusi yang sempat dipimpinnya.

“Mahkamah Konstitusi di Indonesia adalah salah satu diantara 10 terbaik MK yang ada di Dunia. Namun prestasi ini dirusak dan dipermalukan oleh kasusu suap ini,” kata tokoh yang dikabarkan mencalonkan presiden ini.

Belajar Muhammadiyah

Ia mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar tertangkapnya Hakim MK Akil Mukhtar yang baru beberapa bulan menggantikannya itu, dengan kasus suap. Karena Mahfud selama ini mengetahui sendiri bagaimana kredibilitas para hakim yang ada di MK itu.

Belajar Muhammadiyah

“Saya terkejut mendengar berita Akil Mukhtar ini. Saya yakin tidak ada hakim di Mahkamah Konstitusi yang berbuat hal seperti itu. Memang pernah ada isu suap, tapi tidak terbukti. Dan itu oleh hakim yang sudah keluar dari MK,” katanya.

Ia menekankan bahwa dengan adanya kasus suap di MK ini, saat ini sudah banyak yang tidak percaya lagi pada lembaga hukum yang berdiri sekitar 10 (sepuluh) tahun lalu ini. Mahfud juga mengatakan bahwa ada dari beberapa pihak yang pernah mengajukan kasus pada MK untuk diusut lagi kasusnya. Hal ini mnurutnya karena sudah kehilangan kepercayaan pada Institusi Hukum yang selama ini biasa menangani sengketa pilkada ini.

“Banyak orang-orang yang dulu pernah mengajukan gugatan pada MK dan telah diselesaikan, kini meminta kasususnya dibahas ulang. Bahkan ada yang berlebihan dengan meminta saya mengusut sengketa pilkada tahun 2007. Padahal kita tahu bahwa tahun itu MK belum mempunyai wewenang menangani kasus Pilkada,” katanya.

Terkait kabar bahwa Presiden akan membuat Peraturan Perundang-undangan Umum (perpu) untuk menyelesaikan masalah seperti di MK ini, Mahfud menyatakan bahwa ia setuju akan rencana itu. Akan tetapi baginya yang terpenting adalah peningkatan pengawasan, dan diubahnya proses rekruitmen menuju cara yang lebih terbuka.

“Saya setuju jika presiden mengeluarkan Perpu. Itu adalah hak perogratif Presiden. Tapi yang terpenting disini adalah peningkatan pengawasan dengan dibentuknya Badan Kehormatan di MK,” kata tokoh yang juga salah seorang pimpinan ISNU itu.

Mengenai peningkatan pengawasan pada Mahkamah Konstitusi ini ia lebih setuju agar dibentuk saja Badan Kehormatan MK. Dan bukannya pengawasan itu dilimpahkan pada Komisi Judisial. Hal ini dikarenakan Komisi Judisial selama ini dalam aturannya juga merupakan obyek hukum MK. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Humor Islam, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Kemajuan berdemokrasi di Indonesia sangat diakui banyak kalangan, bahkan hingga mancanegara. Meski demikian, yang terjadi saat ini masih miskinnya prilaku para politisi. Politisi kita masih belum mampu menjadi negarawan yang beradab, berakhlak. Mereka masih suka menggunakan intrik-intrik politik demi kekuasaan.

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jalan Mohammad Kahfi I No 22 Cipedak-Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Meski demikian, dibanding dengan yang yang terjadi di Timur Tengah, kondisi di Indonesia masih lebih baik. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena antara Islam dan Nasionalisme belum ada titik temu. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya yang langsung disambut aplaus hadirin.

Belajar Muhammadiyah

“Yang Kedua, di Timur Tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat. Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Ini jika dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

Menyinggung masalah istighotsah, Kiai Said menjelaskan, tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama hanya 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kang Said berharap Pemilu 2014 yang digelar dua hari lagi berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,” tegas kiai asal Cirebon ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, Quote, IMNU Belajar Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Revolusi Mental Bagian dari Amal Shaleh

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Revolusi Mental merupakan bagian dari amal shaleh. Di dalam amal soleh terdapat banyak nilai yang harus dipahami dan diterapkan secara masif.

Revolusi Mental Bagian dari Amal Shaleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Revolusi Mental Bagian dari Amal Shaleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Revolusi Mental Bagian dari Amal Shaleh

 

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Aizzudin Abdurrahman ditengah-tengah diskusi pada acara Workshop Finalisasi Penyususnan Buku Modul dan Panduan Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Aiz ini, amal soleh merupakan salah satu hal yang mendapat jaminan dari Allah.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga menyebutkan bahwa amal soleh ada yang bersifat materil dan non-materil. Oleh karenanya, amal soleh bukan sebagai sub melainkan sebagai tema besar.

“Revolusi mental itu tidak akan menjadi apa-apa kalau tidak didasari oleh niat baik amal soleh tadi,” tegasnya.

Pada acara yang diselenggarakan atas kerja sama PBNU dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini,  Gus Aiz berharap, revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Jokowi bisa menjadi motivasi dan terdapat pesan-pesan optimis yang bisa disebarkan kepada masyarakat Indonesia.

Hadir pada acara tersebut Wakil Sekjen PBNU H Masduki Baedlowi, Sultonul Huda, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU H Sarmidi Husna, Wakil Sekretaris LDNU H Moch. Buchori Muslim, Asisten Deputi Pemberdayaan Dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmawansyah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Sholawat, Humor Islam, Kyai Belajar Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

Lima Perkara Penghalang Kesalehan

Sahabat Ali Karramallahu Wajhah pernah berkata “andaikan tidak ada lima keburukan di dunia ini, tentunya manusia menjadi orang saleh semua. Kelima keburukan itu adalah 1) merasa senang dengan kebodohan. 2) tamak dengan dunia. 3) bakhil dengan kelebihan harta. 4) beramal disertai riya’ dan 5) selalu merasa bangga diri di atas yang lainnya” 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Lima Perkara Penghalang Kesalehan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Perkara Penghalang Kesalehan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Perkara Penghalang Kesalehan

Marilah di hari ini kita mempertebal ketaqwaan kita kepada Allah dengan menghindarkan diri dari kecurangan,kebohongan dan berbagai sifat tercela lainnya. Karena dengan demikian kita dapat istiqamah berusaha menjadi orang yang saleh

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Apa yang hendak disampaikan khatib pada khutbah kali ini sebenarnya berasal dari satu pertanyaan asasi. Manakah sebenarnya yang lebih dulu ada di dunia ini, kegegelapan  lantas disusul dengan terang. Ataukah terang yang kemudian dinodai dengan kegegelapan?

Belajar Muhammadiyah

Dalam sebuah perkataanya sahabat Ali Karaamallhu Wajhah pernah berkata “andaikan tidak ada lima keburukan didunia ini, tentunya manusia menjadi orang saleh semua. Kelima keburukan itu adalah 1) merasa senang dengan kebodohan. 2) tamadk dengan dunia. 3) bakhil dengan kelebihan harta. 4) riya’ dalam beramal dan 5) membanggakan diri”. Dalam teks arabnya berbunyi demikian:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Belajar Muhammadiyah

Demikian keterangan Sayyidina Ali tentang lima hal yang merusak susunan masyarakat muslim sehingga terjebaklah mereka dalam kenistaan. Sebagaimana akan diterangkan satu persatu dibawah ini.

Pertama, merasa senang dengan kebodohan, artinya adalah membiarkan diri bahkan merasa nyaman dengan ketidak tahuan dalam masalah agama. Sebagaimana banyak terjadi pada muslim masa kini di perkotaan yang tiap harinya disibukkan dengan urusan bisnis dan bermacam pekerjaan demi mencapai cita-citanya. Sedangkan masalah ke-islaman cukup dipasrahkan saja kepada para ustadz yang dipanggil ketika dibutuhkan. Entah untuk berdoa, untuk ditanya ataupun sekedar dijadikan teman curhatnya.

Tidak ada dalam dirinya keinginan belajar dengan sungguh-sungguh apa itu Islam dan bagaimana seharusnya menjadi muslim yang baik. Tidak pernah ingin tahu cara shalat dan wudhu yang benar. Mereka sudah puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari teman atupun dari meniru tetangga. Paling-paling belajar keislamannya didapat dari tayangan televisi pada kuliah subuh dan dalam broadcast- broadcast semacamnya.

Memang itu tidak salah, tapi semua itu menunjukkan ketidak seriusan keislaman mereka dibandingkan dengan keseriusannya belajar ilmu pengetahuan atupun kesibukannya mengurus berbagai urusan dunia. Orang seperti ini seharusnya mengingat pesan Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allah membenci orang yang pandai dalam urusan dunia tetapi bodoh dalam urusan akhirat.

Ma’asyiral Mukminin Rahimakumullah

 Kedua, tamak dengan dunia dan ketiga bakhil dengan kelebihan harta, kedunya merupakan pasangan yang selalu terkait bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Karena siapapun yang tamak dan merasa kurang dengan berbagai kepemilikan hartanya pastilah dia akan berlaku bakhil dan sangat sayang dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

Dalam kesempaatan lain Rasulullah saw pernah menyinggung tentang ketamakan. Beliau berkata yang artinya bahwa mencintai harta adalah sumber segala kecelakaan dan keburukan. Baik keburukan fisik maupun mental. Mari kita bersama-sama berintropeksi diri mengapa diri ini seringkali masuk angin gara-gara terlalu sering di jalan demi mengejar satu pekerjaan. Betapa para pebisnis itu sering kali keuar masuk rumah sakit berganti-ganti penyakit karena komplikasi yang disebabkan kurangnya perhatian dalam mengurus diri dan lebih suka mengejar materi. Meskipun ini bukanlah hukum universal yang dapat diterapkan pada semua orang, tetapi minimal menjadi pelajaan bagi kita yang mengerti. Betapa kecintaan dan ketamakan dunia selalu membawa petaka. Belum lagi petaka mental yang merusak negeri ini. Korupsi, kolusi dan juga kebiasaan berbohong demi citra diri semua bermuara pada satu kata ‘tamak terhadap dunia’. Untuk hal ini khatib lebih baik tidak banyak komentar karena semua jam’ah telah mafhum adanya.

Rasulullah saw pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Zuhud (tidak suka) dunia sangat menyenangkan hati dan badan. Sedangkan cinta dunia sangat melelahkan hati dan badan.

Demikianlah bahwa kebakhilan ataupun kepelitan merupakan dampak sistemik yang tidak terhindarkan dari ketamakan dunia. Dan kebakhilan pasti akan menjauhkan seseorang dari Allah, surga dan sesama manusia. Itu artinya kesalehan bagi orang yang bakhil adalah angan-angan belaka. Dan jikalau ada keselahan di sana pastilah itu hanya kesalehan yang semu. Karena hadits Rasulullah tentang kebakhilan yang menjauhkan seseorang dari Allah dan surga serta manusia sesama adalah hadits Shahih.

Para Jama’ah yang Dirahmati Allah

Keempat, riya dalam beramal. Riya’ adalah pamer yaitu melakukan satu amal ibadah (agama) dengan maksud mendapatkan pujian dari manusia. Atau dengan bahasa yang agak kasar riya dapat juga dikatakan dengan mengharapkan nilai dunia dengan pekerjaan akhirat. Rasulullah saw menegaskan bahwa riya termasuk dalam kategori syirik kecil (as-syirikul asyghar) dalam salah satu sabdanya “sesungguhnya sesuatu yang sangat saya khawatirkan atas dirimu adalah syirik kecil, yaitu riya” (HR.Ahmad).

Disebut demikian karena perwujudan riya yang sangat halus dan tidak kentara. Adanya hanya dalam hati. Tidak ketahuan di dalam tindakan diri. Para sufi mengibaratkan halusnya riya seperti semut hitam yang merayap di atas batu keras warna hitam di tengah pekat malam. Begitu halusnya riya hingga seringkali mereka yang terjangkit penyakit ini seringkali tidak sadar.

Fudhail bin Iyadh seorang sufi pernah mencoba menjabakan tentang riya dengan bahasa keseharian katanya: ”jika datang seorang pejabat kepadaku, kemudian aku merapikan jenggotku dengan kedua belah tanganku, maka aku benar-benar merasa khawatir kalau dicatat dalam kategori orang-orang munafik”

Demikianlah hendaknya segala apa yang dilakukan manusia disandarkan kepada Allah swt. Tidak hanya semata mempertimbangkan kepentingan manusia. Apalagi jika berhubungan dengan amal ibadah murni seperti shalat, baca al-qur’an, zakat dan lainnya maka Allah swt mengancam mereka yang mendustainya dengan neraka Rasulullah saw bersabda:

? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya Allah swt mengharamkan surga bagi orang yang riya.

Dan kelima, adalah ujub atau membanggakan diri. Yaitu merasa diri paling sempurna dibandingkan dengan yang lain. Ketidak bolehan perasaan ujub ini dikhawatirkan pada lahirnya kesombongan, dan kesombongan itu sendiri merupakan sifat Allah yang tidak boleh ada dalam diri manusia.

Demikianlah lima hal yang menurut Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah dapat menghalangi seseorang menjadai seorang yang saleh.

Demikianlah khotbah singkat kali ini, semoga hal ini dapat menjadi bahan renungan yang mendalam, bagi kita semua amin.

 

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II

 

?? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

(Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Jumat, 17 November 2017

Peringati Harlah, Pelajar NU Wanasari Gelar Panggung Kreasi

Brebes, Belajar Muhammadiyah. Dua ikatan organisasi pelajar NU Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memperingati hari lahir (Harlah) dengan menggelar Panggung Kreasi Pelajar (PKP).

Peringati Harlah, Pelajar NU Wanasari Gelar Panggung Kreasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, Pelajar NU Wanasari Gelar Panggung Kreasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, Pelajar NU Wanasari Gelar Panggung Kreasi

Harlah ke-60 IPNU dan ke-59 IPPNU diperingati Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Wanasari di Kantor MWC Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (25/2).

 

“Kreativitas pelajar NU perlu digali, dengan menyediakan media penyaluran,” kata Ketua Panitia penyelenggara Umi Mukaromah di sela acara.

Belajar Muhammadiyah

Dalam memperingati Harlah, IPNU-IPPNU merasa terpanggil untuk menyediakan media kreativitas pelajar. Diharapkan, para pelajar NU khususnya bakat dan minatnya di dalam berkesenian akan terus tumbuh dan berkembang.

Belajar Muhammadiyah

Acara yang berlangsung meriah tersebut, antara lain ditampilkan berbagai macam atraksi kreasi band pelajar, lawak, drama, rebana, dan tari islami.

Setelah melalui penilaian dewan juri yang sangat ketat, akhirnya berhasil menyabet juara IPNU-IPPNU Pimpinan Ranting Sawojajar meraih juara 1 dengan menampilkan Rebana kolaborasi Tari saman. Juara 2 PR Kertabesuki (band), juara 3 PR Kertabesuki (band) dan juara harapan diraih Komisariat SMK Maarif NU 1 Wanasari (Lawak).

Ikut menyaksikan PKP unsur PC IPNU-IPPNU, Muspika Kecamatan Wanasari dan Ketua MWC NU Wanasari. Selain kegiatan Panggung kreasi pelajar, dalam Harlah tahun ini juga diadakan aksi sosial donor darah yang bekerja sama dengan PMI Cabang Brebes. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock