Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah. GP Ansor Banyuwangi bersyukur atas penetapan Hari Santri. Ratusan pemuda NU ini mengadakan apel akbar dan kuliah umum di Gedung Wanita, Banyuwangi, Ahad (25/10). Karenanya, halaman gedung yang beralamat di kelurahan Kepatihan, kecamatan Banyuwangi Kota, didominasi warna hijau dan loreng khas Banser. Mereka menyatakan komitmen untuk menjaga semangat kepemudaan.

Ketua GP Ansor Banyuwangi Sukron Makmun Hidayat mengimbau para kader Ansor untuk melandasi setiap gerak langkah dengan niat jihad. Sesuai dengan sejarah perjuangan para ulama dalam mencetuskan Resolusi Jihad.

Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan

"Kita harus mampu memberi suri teladan kepada seluruh masyarakat, keluarga dan adik-adik kita bahwa setiap langkah dan pergerakan kita selalu berlandaskan jihad, semangat keihklasan," tegas Sukron.

Belajar Muhammadiyah

Sukron juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah Jokowi yang telah memberikan penghargaan terhadap Resolusi Jihad. Atas anugerah ini, ia berharap seluruh masyarakat Indonesia khususnya kader Ansor untuk terus bahu-membahu berjuang mengisi kemerdekaan.

"Langkah yang telah dilakukan kader Ansor dalam memerangi kebodohan, kemiskinan dan lainnya, harus terus dilakukan demi terwujudnya kesejahteraan di Indonesia," imbuhnya.

Belajar Muhammadiyah

Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali mengajak seluruh kader Ansor untuk terus bersemangat dalam keikhlasan setiap pergerakan.

"Ansor itu tidak boleh melempem. Ansor harus terus bersemangat. Seperti para santri dan ulama di masa penjajahan, mereka terus berjuang dengan tulus ikhlas," ucapnya.

Di sela-sela acara yang mengusung tema “Menggerakan Kembali Ruh Perjuangan Ulama-Kiai” ini juga dilakukan pengukuhan pengurus Rijalul Ansor, majelis dzikir dan sholawat di tingkat cabang GP Ansor Banyuwangi. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Pemurnian Aqidah, Warta Belajar Muhammadiyah

Kamis, 22 Februari 2018

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Sukabumi, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan apel akbar di lapangan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Sabtu, (22/10). Dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut, ribuan santri datang dari berbagai pelosok daerah Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan antinarkoba. Ketua Muslimat Nenah Herlina mengatakan, deklarasi ini adalah tindak lanjut dari hasil keputusan musyawarah Muslimat NU di Malang, Jawa Timur yang merekomendasikan memberantas narkoba di berbagai daerah.

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Adapun tindak lanjut setelah dideklarasikan tersebut, Muslimat NU akan mensosialisasikannya secara masif kepada masyarakat melalui pengajian-pengajian di majelis talim dari mulai tingkat kecamatan hingga tingkat desa.

Belajar Muhammadiyah

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama melindungi terhadap generasi muda khususnya, umumnya semua warga yang ada di Sukabumi.

Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU KH Mahmud Mudrikah Hanafi, Ketua PCNU KH R. Abdul Basith,? Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, Ketua Majlis Ulama Indonesia KH M. Oman Komarudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sukabumi H. Agus Mulyadi, Sekertaris Daerah H. Iyos Somantri. Mereka ikut membubuhkan tanda tangan di atas spanduk deklarasi antinarkoba tersebut. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Hadits, Hikmah Belajar Muhammadiyah

Selasa, 13 Februari 2018

Undangan Terbuka, Bedah Buku “Benturan NU-PKI” di Medan

Medan, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Medan, Sumatera Utara, akan menyelenggarakan acara seminar dan bedah buku putih “Benturan NU-PKI 1948-1965” di Ruang IMT GT USU Medan, Selasa (23/9) besok.

Narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali; penulis buku putih tersebut yang juga Wasekjen PBNU, H Munim DZ; Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Dr Al-Zastrow Ngatawi; dan pembanding, Dr Budi Agustono, Pangdam I/BB Mayjend TNI Istu Hari S.

Undangan Terbuka, Bedah Buku “Benturan NU-PKI” di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Undangan Terbuka, Bedah Buku “Benturan NU-PKI” di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Undangan Terbuka, Bedah Buku “Benturan NU-PKI” di Medan

"Bedah buku ini merupakan sebuah bentuk kepedulian NU terhadap keutuhan NKRI, serta mengungkap tabir sejarah benturan NU dengan PKI dalam masa priode 1948-1965," kata Ketua PCNU Medan Achmad Firdausi Hutasuhut, didampingi Wakil Ketua Rais Syuriah Dr Wirman Tobing, Mustasyar NU Ir Zainal Arifin, dan Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Medan Fakhrul Ihsan Sahri, di Kantor PCNU Medan, Jalan Palang Merah No 80 Medan.

Belajar Muhammadiyah

Wirman Tobing menegaskan, seminar dan bedah buku tersebut terbuka untuk umum. "Kepada masyarakat umum kita harapkan hadir untuk mengetahui sejarah tentang benturan NU dan PKI," ujarnya.

Rencananya, acara akan dibuka oleh Walikota Medan Drs T Dzulmi Eldin dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, dan tokoh eksponen angkatan 66. (Red: Mahbib Khoiron)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Hadits, Nusantara Belajar Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Susahnya Shalat Jumat di China

Tidak seperti di Tanah Air yang dengan sangat mudah menjumpai masjid untuk melaksanakan kewajiban shalat Jumat. Di China, asrama yang sempit bisa disulap menjadi masjid. Berikut pengalaman Bintang Ramadhan yang selama setahun tinggal di China. Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya ini menceritakan kepada Belajar Muhammadiyah bagaimana pengorbanan untuk menjadi muslim di negara tirai bambu tersebut.

Semenjak tinggal di Wuhan China, baru sekali kami dari rombongan mahasiswa Unesa (Universitas Negeri Surabaya) shalat di masjid. Yakni ketika menjalankan ibadah Shalat Idul Adha. Masjid itu bernama "Wuhan Majiazhuang Qingzhensi” (wuhan = kota Wuhan, Majiazhuang = nama masjid Majiazhuang, qingzhensi = masjid).

Susahnya Shalat Jumat di China (Sumber Gambar : Nu Online)
Susahnya Shalat Jumat di China (Sumber Gambar : Nu Online)

Susahnya Shalat Jumat di China

Lokasinya berada di Guanggu Chuangye Street dekat dengan Guanggu Avenue dan Jiayuan Road. Jaraknya lumayan jauh dengan asrama kami tinggal, Huazhong University. Di sini Shalat Ied dimulai sekitar pukul 10.00 WC, beda dengan di Indonesia. Untuk bisa pergi ke masjid, kami diharuskan naik kendaraan. Itu lantaran selama di sini, kami tidak memiliki kendaraan pribadi seperti di Indonesia, sehingga selalu menggunakan kendaraan umum untuk bepergian. Awalnya kami berencana naik bus, tetapi karena takut terlambat, akhirnya naik taxi.

Setelah Shalat Ied, kami lebih sering shalat di dalam kamar. Pernah juga shalat di tanah lapang beralaskan rumput. Yakni saat pergi ke Moshan. Ketika itu kami melaksanakan Shalat Ashar bersama Abim dan temannya dari negara lain. Dia membawa sajadah dan sebotol air untuk berwudhu. Katanya berwudhu dengan satu kali bilasan sudah cukup. Wow, its amazing, baru pertama kali dalam hidup shalat seperti ini. Pengalaman baru dalam hidup.

Belajar Muhammadiyah

Pengalaman Shalat Jumat

Belajar Muhammadiyah

Pada kesempatan ini, khususnya untuk kawan-kawan NU di Tanah Air, saya ingin bercerita secara khusus tentang pengalaman menjalankan Shalat Jumat.

Boleh dikata kami mahasiswa muslim Indonesia kurang beruntung kuliah di sini, khususnya dalam hal pemenuhan ibadah. Karena masjid sangat jarang. Untuk bisa melaksanakan Shalat Jumat secara berjamaah, kami terpaksa menggunakan lokasi seadanya. Ada sejumlah mahasiswa dari negara Timur Tengah yang mengadakan Shalat Jumat di asrama saya. Lebih tepatnya berada di lantai paling atas yakni 13 di lorong bangunan tersebut.

Sekitar pukul 13.00 WC ibadah Shalat Jumat sudah dimulai. Ada pembagian tugas yang juga bertindak sebagai panitia. Dari sejumlah mahasiswa yang ada, sebagian bertugas menggelar karpet dan sajadah. Sedangkan mahasiswa lain mendapat tugas menyampaikan khotbah Jumat secara terjadwal. Mereka kadang menggunakan bahasa Inggris dan sesekali Arab.

Selama kegiatan berlangsung tidak ada pengeras suara. Cukup dengan suara sang khotib. Jika mereka menggunakan bahasa Inggris, mungkin saya bisa mengerti sedikit dari materi khotbah yang disampaikan. Tetapi jika menggunakan bahasa Arab, tentu saja saya tidak mengerti sama sekali. Maklum untuk bahasa yang satu ini saya kurang mendapatkan bekal selama studi di Tanah Air. Seandainya saja ada mahasiswa Indonesia yang mau menjadi penceramah dan berkhotbah menggunakan bahasa Indonesia, tentu akan sangat memudahkan jamaah untuk mendengarkan dan memahami isinya.

Para penghuni kamar non muslim yang tinggal di lantai 13 harus menghormati kami yang sedang beribadah. Sehingga mereka tidak boleh berisik maupun keluar masuk kamar. Mengadakan Shalat Jumat di sini sudah mendapatkan izin dari pihak pengelola asrama. Sehingga kami bisa melaksanakan ibadah Shalat Jumat dengan tenang dan khusyuk.

Para jamaah yang ikut Shalat Jumat ternyata bukan hanya mahasiswa muslim di kampus kami belajar. Ada banyak mahasiswa dari kampus lain yang ikut. Rata-rata mereka memang dari negara yang mayoritas muslim seperti Arab dan Timur Tengah. Pertimbangan utama mereka bergabung karena Shalat Jumat di asrama inilah yang paling dekat.

Sebelum berangkat tentunya kami harus berwudhu dahulu di kamar. Karena di sini tidak menyediakan tempat wudhu layaknya di Indonesia. Demikian juga dengan lokasi yang terbilang lumayan sempit. Jika ingin dapat tempat, ya harus datang lebih awal. Jika datang terlambat bisa tidak kebagian. Bahkan ada jamaah yang akhirnya menggunakan tangga sebagai tempat shalat.

Namun demikian, kami sangat beruntung karena selama di sini diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk terus melaksanakan ibadah. Tidak bisa dibayangkan jika di asrama tidak ada tempat untuk Shalat Jumat. Pasti setiap pekan kami diharuskan menuju Masjid Majiazhuang yang letaknya jauh dari asrama. Syukur alhamdulillah. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pesantren, Hadits Belajar Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Makkah, Belajar Muhammadiyah?



Menteri Agama Lukman Hakim saifuddin bersama ribuan jemaah haji Indonesia menghadiri Silaturahim NU Sedunia di Mahbas Jin, Makkah. Silaturahim ini digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa NU Arab Saudi.

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Tampak hadir dalam silaturahim ini, KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri, sejumlah Pengurus PBNU. Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin yang hadir, Menag menegaskan kembali tentang komitmen dan kontribusi NU terhadap eksistensi NKRI.?

“NU sebagai jamiyah diniyyah islamiyyah dikenal paling besar komitmennya terhadap eksistensi NKRI karena ajaran yang dianutnya selama ini,” ujar Menag, Selasa (29/08) sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Menag menilai ajaran pendahulu NU sangat relevan sebagai pondasi dalam membangun peradaban bangsa dan dunia.?

“Nilai yang selama ini diajarkan pendahulu kita semakin relevan. Ajaran tasammuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal semakin dibutuhkan,” jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Sehubungan itu, Menag mengajak warga NU untuk terus aktif menebarkan Islam dengan kearifan. Menurutnya, dalam menebarkan nilai-nilai NU, Nahdliyyin jangan ikut tergoda melakukan tindakan yang justru bertolak belakang dengan nilai itu sendiri.

“Menyebarkan ajaran Islam Nusantara tidak perlu dengan cara menyalah-nyalahkan paham atau ajaran lain yang berbeda dengan kita. Tebarkan ajaran itu sesuai nilai NU itu sendiri,” tandasnya.

Belajar Muhammadiyah

Menag menyambut baik agenda tahunan yang diselenggarakan PCI NU Arab Saudi. Menurutnya, kegiatan ini positif. Selain karena temanya relevan dengan perkembangan zaman, yaitu meneguhkan NKRI, pertemuan ini memberi peluang warga NU untuk bersilaturahim dan mendengarkan tausiah dari para ulama. ?

“Alhamdulillah tadi dihadiri KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri dan banyak tokoh ulama selain dari PBNU dan dari berbagai kalangan,” tuturnya. “Ini sesuatu yang penting agar di tengah musim haji, warga NU bisa berkumpul dan bersilaturahim sambil mendoakan bangsa Indonesia senantiasa terjaga keutuhannya sebagai bangsa di tengah kemajemukan,” tandasnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Tampil sebagai narasumber, antara lain: Yahya Cholil Tsaquf dan Rumadi Ahmad. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Humor Islam, Hadits Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak kepada warga NU untuk aktif berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 15 Februari 2017. Partisipasi ini dinilai penting untuk menentukan masa depan daerah selama lima tahun ke depan.

Tentang perbedaan pilihan calon pemimpin, ia mengimbau agar hal tersebut disikapi secara wajar. Justru, menurut Kiai Said, ragam aspirasi itu perlu sebagai proses pendidikan politik warga.

Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan

“Perbedaan pendapat itu yang membuat kita cerdas, kritis. Tapi tidak boleh kemudian saling menjatuhkan, apalagi fitnah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/2).

Belajar Muhammadiyah

Kiai asal Cirebon, Jawa Barat ini menilai, banyak orang luar atau pengamat yang melihat perbedaan di kalangan warga NU secara berlebihan karena tidak memahami disiplin berpikir pesantren yang biasa berselisih pendapat.

Kiai Said juga mengimbau kepada warga untuk hati-hati dengan politik uang. Ia mengingatkan bahwa yang lebih penting dari coblosan adalah hari-hari selanjutnya setelah pemimpin terpilih menunjukkan kinerjanya selama lima tahun mendatang.

Belajar Muhammadiyah

Karena itu, katanya, para pemilik hak suara perlu mempertimbangkan masak-masak siapa figur terbaik yang layak memimpin. Pertimbangan itu harus dimulai sejak sebelum, ketika, dan sesudah mencoblos. “Pemilih yang ngawur akan memilih pemimpin yang keliru,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Santri, Hadits Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

PWNU Yogyakarta Lepas Delegasi ke Palembang

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Selasa (27/11), sejak pukul 18.00 WIB petang, Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai didatangi beberapa anak muda anggota IPNU dan IPPNU. Mereka adalah delegasi yang bersiap berangkat ke Palembang guna mengikuti Kongres IPNU/IPPNU 2012.

PWNU Yogyakarta Lepas Delegasi ke Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Yogyakarta Lepas Delegasi ke Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Yogyakarta Lepas Delegasi ke Palembang

Pimpinan delegasi, Nur Kholis dari Pimpinan Wilayah IPNU DIY menyebutkan, kedatangan delegasi tersebut adalah untuk silaturahim serta meminta doa dan restu dari PWNU. 

Hal senada juga disuarakan oleh Sulasmi, Ketua PW IPPNU DIY. Ia menyatakan bahwa delegasi PW IPNU dan PW IPPNU DIY membutuhkan doa dan restu dari PWNU dalam menyemangati upaya mereka dalam mensukseskan Kongres IPNU/IPPNU di Palembang. Selain doa dan restu, delegasi juga membutuhkan arahan yang kelak akan menjadi bekal selama mengikuti kongres.

Belajar Muhammadiyah

Sekitar pukul 20.30 WIB delegasi ini pun disambut oleh KH Jadul Maula (Wakil Ketua PWNU DIY), Mukhtar Salim (Sekretaris PWNU DIY) dan Kholis Asy’ari (Wakil Sekretaris PWNU DIY). 

Belajar Muhammadiyah

Dalam acara pelepasan tersebut Jadul Maula, mewakili Rais Suriyah KH Asyhari Abta yang berhalangan hadir, menyampaikan betapa pentingnya peran IPNU/IPPNU di masa sekarang ini dalam mewarnai bangsa dengan menjadi generasi muda yang tawadzun, tawassuth dan i’tidal sebagaimana prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh ajaran ahlussunnah wal jama’ah ala Nahdltul Ulama. 

Jadul mengatakan, tidak sedikit generasi di pelosok daerah yang dihadapkan pada dua kutub ekstrim, yaitu radikalisme agama atau kebebasan yang kebablasan. 

“Di beberapa tempat, tidak sedikit generasi muda saat ini yang diajarkan untuk meyakini pemahaman salah yang menghalalkan terorisme sebagai media perjuangan. Itu satu sisi ekstrim yang saya maksud. Di sisi ekstrim yang lain, anak-anak muda kita juga banyak yang terjebak pada perilaku-perilaku tidak bertanggungjawab yang bertentangan dengan hukum semisal mengkonsumsi narkoba, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang berani merampok demi memuaskan keinginannya tersebut,” katanya.

Jadul juga mengungkapkan kebanggaannya kepada IPNU dan IPPNU yang tidak hanya mampu sekadar survive, namun juga terus berkembang menjadi kader-kader NU yang toleran, moderat, dan istiqomah. Ia pun mengakhiri sambutannya dengan harapan dan doa.

“Semoga rekan dan rekanita dari Yogyakarta bisa mengikuti dinamika kongres di Palembang nanti dan mampu memperjuangkan kepentingan pelajar Nahdliyyin di manapun sesuai dengan tema kongres, Pendidikan untuk Semua, Menuju Kemandirian Bangsa. Selamat jalan rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU DIY. Pergi dan pulang tak kurang sesuatu pun apa. Semoga senantiasa dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT,” tambahnya. 

Selanjutnya, dengan menggunakan satu bis dan empat mobil, delegasi IPNU dan IPPNU DIY pun meluncur ke Palembang sekitar pukul 21.30 WIB. Diperkirakan perjalanan mereka ke Palembang akan memakan waktu 36 jam. Di dalam rombongan pun ikut serta Muhammad Nahdy, salah satu kandidat ketua umum IPNU yang akan bersaing di Kongres IPNU-IPPNU di Asrama Haji Palembang tersebut. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Yusuf Anas

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Hadits, Ulama Belajar Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Kurikulum Pesantren Al-Qur’an Perlu Pembenahan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pesantren yang tumbuh dan dikembangkan oleh para kiai dan ulama memiliki banyak ragam. Selain pesantren umum yang mengajarkan ilmu-ilmu fikih, tafsir, hadist dan lainnya, terdapat pula pesantren yang lebih spesifik berupa pesantren Al-Qur’an atau tempat mempelajari dan menghafal kitab suci Al-Qur’an.

Sejauh ini, pesantren-pesantren Al-Qur’an telah melahirkan puluhan penghafal qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun sayangnya pengetahuan para penghafal (hafidz atau hafizhdoh) tersebut baru berbasis hafalan.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat, kurikulum pengajaran yang saat ini masih berbasis hafalan saja perlu dikembangkan lagi. “Mereka perlu memahami makna teks sehingga bisa menyampaikan isi Al-Qur’an kepada masyarakat,” tuturnya dalam perbincangan dengan Belajar Muhammadiyah di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (18/5).

Kurikulum Pesantren Al-Qur’an Perlu Pembenahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurikulum Pesantren Al-Qur’an Perlu Pembenahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurikulum Pesantren Al-Qur’an Perlu Pembenahan

Pengasuh Ponpes Al Hikam Malang tersebut mengusulkan agar pesantren-pesantren tersebut manambahkan materi seperti bahasa Arab, tafsir, asbabun nuzul (penjelasan tentang sebab-sebab diturunkannya ayat tertentu), ayatul ahkam (berkaitan dengan hukum), ayat-ayat sosial, ayat-ayat tentang alam dan teknologi sampai dengan penafsiran Al-Qur’an dalam dunia kontemporer.

“Ini perlu agar puluhan ribu hafidz dan hafidhoh tidak dalam keadaan statis, hanya menunggu undangan hifdzul Qur’an,” paparnya.

Belajar Muhammadiyah

Dalam struktur NU, perangkat organisasi yang mengurusi para penghafal dan penafsir Al-Qur’an adalah Jamiyyatul Qurro wal Huffadz (JQH). Lembaga ini telah mengembangkan semaan Al-Qur’an yang secara rutin diselenggarakan di berbagai tempat. Sejumlah qori dan qoriah yang tergabung dalam lembaga ini juga telah meraih prestasi gemilang sampai ke tingkat internasional. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Syariah, Hadits Belajar Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Bojonegoro, Belajar Muhammadiyah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Jauhari Hasan mengatakan, ajaran Islam melarang berhubungan suami istri tanpa akad pernikahan (zina). Bahkan, prilaku mengarah zina, seperti pergaulan bebas pun tidak dibolehkan.

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Selain terlarang dalam agama, pergaulan bebas juga bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS. “Pergaulan bebas menyimpang dari syariat islam. MUI miris melihat pergaulan bebas yang semakin marak terjadi,” ujarnya kepada Belajar Muhammadiyah saat ditemui di masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Rabu, (26/2).

Pria asal Kabupaten Tuban tersebut juga berpendapat, tidak mempersoalkan penggunaan kondom agar tidak terjangkit HIV/AIDS. Tapi jangan sampai perzinaan terjadi.

Belajar Muhammadiyah

“Jika sudah berkeluarga dengan pernikahan sah, karena suami atau istri terkena HIV/AIDS, diperkenankan menggunakan kondom agar tidak terjangkit penyakit berbahaya tersebut.

Ia menambahkan, untuk menyikapinya soal pergaulan bebas, MUI akan meningkatkan dakwah dan penyuluhan. “Solusinya sulit karena nafsu, tetapi kalau tidak dibentengi akan merusak umat. Apalagi MUI prihatin, remaja sekarang 90% pacaran menjurus perzinahan,” ucapnya.

Belajar Muhammadiyah

Guru MAN 2 Bojonegoro itu setiap mengajar, selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya agar tidak pacaran. Serta memotivasi, untuk menjauhi pergaulan bebas.

Perhatian orang tua juga memberikan peran sentral dalam melakukan pengawasan pada anaknya, karena seorang anak juga menjadi tanggung jawab orang tua selain pihak sekolah. “MUI mengimbau kepada orang tua mengawasi putra-putri agar bertindak positif dan tidak melanggar aturan Allah,” imbuhnya. [M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kenalkan NU Sejak Dini

Lampung Tengah, Belajar Muhammadiyah

Sebagai salah satu kabupaten yang cukup luas di provinsi Lampung, yang terdiri dari 28 kecamatan, potensi pelajar Nahdliyin di Kabupaten Lampung Tengah harus diberdayakan secara maksimal, yakni dengan mengenalkan organisasi Nahdlatul Ulama sejak dini ketika mencari ilmu di madrasah atau sekolah.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kenalkan NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kenalkan NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kenalkan NU Sejak Dini

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdaltul Ulama (IPNU) Kabupaten Lampung Tengah Andi Sobihin, di sela-sela menyampaikan materi ke-IPNU-an dalam agenda Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) tahun pelajaran 2017/2018 di Lembaga Pendidikan Ma’arif? Nahdlatul Ulama Madrasah Aliyah 14 Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah, Rabu, (19/7).

“Jajaran pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Lampung Tengah mengawal MOPDB ini di beberapa komisariat, dengan menjadi pemateri khususnya tentang ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an, seperti di Kecamatan Seputih Banyak, Bumi Nabung, Kotagajah, Punggur, Seputih Raman, Bangunrejo, Rumbia, Seputih Surabaya dan lain-lain,” imbuh alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jurai Siwo Kota Metro ini.

Belajar Muhammadiyah

Shinta Nur Baitu selaku Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah menegaskan, agenda MOPDB ini sangat penting bagi kader-kader pelajar Nahdliyin yang baru saja duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs) atau sederajat, khususnya yang ada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif? Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah.

“Dan yang tak kalah penting adalah pelajar NU harus menjadi contoh bagi pelajar-pelajar yang lain, melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyah di lingkungannya, sekaligus jangan gampang tergoda dengan fasilitas teknologi informasi, zaman globalisasi saat ini harus sangat hati-hati,” imbuh mahasiswi Institut Agama Islam Ma’arif? Nahdlatul Ulama (IAIM NU)? Kota Metro ini. ?

Belajar Muhammadiyah

Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MTs Ma’arif 02 Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah, mengawali agenda MOPDB, Rabu (19/7)? dengan menonton film “Sang Kiai” di Aula madrasah setempat yang diikuti oleh 209 siswa/siswi.

Anirotul Hikmah selaku Ketua PK IPPNU MTs Ma’arif 02 Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah mengatakan, dengan menonton film “Sang Kiai” harapan kami adik-adik/kader-kader pelajar NU yang masih duduk di kelas I atau VII mengerti dan memahami sejarah perjuangan dan pengorbanan Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam menghadapi para penjajah sekaligus membesarkan jama’ah dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Kajian, Habib Belajar Muhammadiyah

Minggu, 19 November 2017

Ikuti Lomba Lari 9K GP Ansor Surabaya

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Memeriahkan Hari Santri Nasional 2017, PC GP Ansor Surabaya mengadakan Lomba Lari 9K, Ahad (13/10) mulai pukul 6 pagi.

Koordinator Lomba Lari 9K A Ridwan mengatakan, start dan finish di PCNU Kota Surabaya jalan Bubutan. 

"Rutenya melewati Balai Kota Surabaya, Makam Pahlawan, dan finish di PCNU Kota Surabaya," katanya.

Ikuti Lomba Lari 9K GP Ansor Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Lomba Lari 9K GP Ansor Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Lomba Lari 9K GP Ansor Surabaya

Untuk peserta, tambah aktivis Karang Taruna, diikuti oleh kader Ansor se-Surabaya, dan masyarakat umum. 

"Peserta harus laki-laki. Untuk registrasi pendaftaran paling lambat besok hari Sabtu sore. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis," katanya. 

Belajar Muhammadiyah

Sedangkan untuk hadiahnya, lanjut Ridwan, Juara I akan mendapatkan hadiah tropi dan uang tunai tiga juta rupiah. Juara II tropi dan uang tunai dua juta rupiah. Juara III tropi dan uang tunai tiga juta rupiah. 

"Juga ada piagam penghargaan untuk 10 orang pemenang," tambahnya. 

Bagi peserta yang ingin mendaftar, Ridwan menyilakan datang langsung datang ke Kantor PC GP Ansor Surabaya di PCNU Kota Surabaya. Atau menghubungi panitia Ridwan (081217430361), Elly M (085707370055), Irwan (081553279798). (Red: Kendi Setiawan)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits Belajar Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir

Sidoarjo, Belajar Muhammadiyah. Hujan deras yang mengguyur kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Ahad (9/10) malam membuat sejumlah wilayah di Sidoarjo banjir. Akibatnya, banyak sejumlah sekolah yang harus meliburkan siswanya lantaran kondisi sekolah tersebut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Seperti yang terjadi di salah satu sekolah Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs ? NU) Wali Songo Sidoarjo, Jalan Raden Patah Sidoarjo. Pihak sekolah sengaja meliburkan siswanya karena akses jalan menuju sekolah banjir. Bahkan, kondisi air di dalam sekolah mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter.

Salah satu guru MTs NU Wali Songo Sidoarjo, M Sobirin menyatakan, pihak sekolah sengaja meliburkan siswa karena kondisi sekolah saat ini sedang terendam banjir. Ia masih belum mengetahui sampai kapan sekolah akan diliburkan.

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir

"Kalau nanti sore tidak hujan lagi dan airnya sudah surut, kemungkinan besok sudah masuk seperti biasa. Namun, kalau nanti hujan ya tidak tahu lagi, Mas," kata Sobirin kepada Belajar Muhammadiyah, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, selain di Jalan Raden Patah, akses jalan menuju sekolah (MTs NU Wali Songo) juga banjir di antaranya Jalan Malik Ibrahim, Jalan Pasar Ikan Lama, Jalan Kartini, Jalan Jasem, dan sekitarnya sehingga pihak sekolah meliburkan siswanya karena akses jalan terendam banjir.

Sobirin berharap, pemerintah mau memperhatikan saluran air atau drainase yang ada di sekitar sekolah. Pasalnya, saluran air di sekitar sekolah dimungkinkan dangkal lantaran tidak pernah dikeruk. Padahal, saluran itu sudah ada beberapa tahun yang lalu yang seharusnya dibersihkan salurannya.

Belajar Muhammadiyah

"Semoga Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan agar sekolah kami bisa ditinggikan bangunannya. Sehingga ketika hujan lebat tidak banjir lagi," harap Sobirin.

Perlu diketahui bahwa banjir saat ini juga melanda kawasan pasar Sono, Sidokepung, Sukorejo, Pagerwojo Kecamatan Buruduran, Sidoarjo kota, Kelurahan Sidokare dan beberapa kawasan lainnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Internasional, Hadits, Pesantren Belajar Muhammadiyah

Senin, 13 November 2017

Disiapkan Tukang Pijat untuk Peserta Munas yang Capek

Cirebon, Belajar Muhammadiyah. Selain menggelar berbagai diskusi publik pagelaran, pameran dan bazar, Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 juga mengadakan sejumlah program pelayanan. Di antara program tersebut adalah layanan pijat gratis yang disediakan sepanjang hajatan akbar ini berlangsung, 14-17 September. 

Salah seorang tukang pijat, Didit, mengaku ia bersama beberapa rekannya diminta panitia untuk turut membantu peserta Munas dan Konbes NU. Tugas spesifiknya, melayani pemijatan ketika dibutuhkan.

Disiapkan Tukang Pijat untuk Peserta Munas yang Capek (Sumber Gambar : Nu Online)
Disiapkan Tukang Pijat untuk Peserta Munas yang Capek (Sumber Gambar : Nu Online)

Disiapkan Tukang Pijat untuk Peserta Munas yang Capek

“Ada tiga yang bersama saya, yaitu khusus menangani pijat refleksi. Setahu saya, ada rombongan lain yang menangani urut,” terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Orang asli Yogyakarta ini menyatakan, pihaknya telah siap memberikan pertolongan para kiai, pengurus, panitia, atau peserta Munas yang kecapekan atau memerlukan pertolongannya. Seminggu sebelumnya, ia sudah hadir di lokasi untuk melayani salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Kempek.

Belajar Muhammadiyah

Agenda pelayanan di bidang kesehatan juga diselenggarakan panitia melalui pengobatan gratis dengan menerjunkan sedikitnya 30 tenaga medis. Masyarakat dipersilakan mengunjungi pos kesehatan terkait keluhan kondisi fisiknya.

Redaktur: A. Khoirul Anam 

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul, Hadits Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 04 November 2017

Ketika Gus Dur Ditanya soal Konsep Negara Islam

Di era 1970-an hingga 1980-an, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus mengalirkan banyak gagasan tentang Islam dan kebangsaan, Islam dan budaya, Islam dan demokrasi, serta memasyhurkan gagasan pribumisasi Islam dan pesantren sebagai sub-kultur.

Tulisan-tulisan Gus Dur tentang tema-tema substantif itu menghiasi sejumlah media cetak, baik koran maupun majalah. Hingga suatu ketika Gus Dur diundang oleh Arief Budiman untuk menjadi pembicara utama di sebuah forum ilmiah.

Dalam forum yang didampingi Matori Abdul Djalil tersebut, Gus Dur menguraikan satu per satu konsep negara yang pernah ada dalam sejarah. Presiden ke-4 RI ini juga menyampaikan kelebihan serta mengkritik kekurangan masing-masing konsep tersebut.

Ketika Gus Dur Ditanya soal Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Ditanya soal Konsep Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Ditanya soal Konsep Negara Islam

Tibalah saatnya ketika Gus Dur menyampaikan kesimpulan, mana sesungguhnya konsep negara yang baik menurut Islam. Namun ternyata, hadirin yang berisi para pakar dan akademisi dibikin bingung karena Gus Dur dinilai kurang clear dalam menjelaskan konsep negara, yaitu negara Islam.

Gus Dur sama sekali tidak menyinggung perihal konsep negara Islam. Hal ini membuat Matori deg-degan khawatir Gus Dur diberondong pertanyaan oleh para pakar yang hadir.

Belajar Muhammadiyah

Apa yang dikhawatirkan Matori betul terjadi. Sebab salah satu hadirin bertanya kepada Gus Dur, lantas apa yang dimaksud dengan konsep negara Islam?

Semua kolega Gus Dur termasuk Gus Mus yang hadir dalam forum tersebut dibawa penasaran dengan menunggu jawaban cucu Pendiri NU, Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari itu.

Ternyata dengan santainya Gus Dur menjawab, “itu yang belum aku rumuskan,” seloroh Gus Dur diplomatis. Sontak seluruh hadirin yang memadati forum ilmiah tersebut dibuat ngakak dan terpingkal-pingkal oleh jawaban Gus Dur.

Sejatinya Gus Dur ingin mengatakan bahwa konsep negara Islam tidak pernah ada. Islam hanya menawarkan nilai-nilai luhurnya untuk mengisi setiap sendi perpolitikan, perekonomian, kebudayaan, seni, dan lain-lain. “Islam tidak pernah dikerek menjadi bendera,” kata Gus Dur dalam sebuah tulisannya. (Fathoni)

Cerita ini disarikan dari buku “Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus” karya KH Husein Muhammad (Noura Books, 2015).

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, News, Daerah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 02 November 2017

Ketika Barzanji Dipentaskan Santri

Jakarta, Belajar Muhammadiyah  

Anak-anak muda itu  seperti hendak mengaji ke majelis ta’lim di pesantren. Tapi tak menating satu kitab kuning pun. Mereka berkopiah hitam, kemeja tangan pendek, dan sarung batik. Tatapan lurus ke depan, berjalan perlahan seperti hendak menghadap kiainya.

Engkau Mentari

Ketika Barzanji Dipentaskan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Barzanji Dipentaskan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Barzanji Dipentaskan Santri

Engkau purnama

Engkau cahaya di atas cahaya

Belajar Muhammadiyah

Engkau iksir

Engkau kesturi

Engkau pelita di setiap dada

Belajar Muhammadiyah

Syair-syair itu mereka lantunkan dengan nada yang lurus-lurus saja. Kemudian ditimpali syair 20 suara santri putri dengan kalimat berbeda, tapi isinya melanjutkan syair itu, penggalan kisah dan pujian untuk lelaki agung, Nabi  Muhammad SAW.

Mereka selalu bersikap sempurna seperti dalam upacara bendera. Gerak-geriknya seperti diukir. Tak ada gelak tawa, keluh kesah; sesekali bernyanyi dengan kalimah-kalimah bahasa Arab yang diiringi musik ala padang pasiran. Biola meliuk-liuk,  sesekali  seruling melengking, dan karinding berbunyi seperti malu-malu.

Para santri itu tak henti-hentinya memuji keagungan Nabi  Muhmmad mulai dari kisah kelahiran, silsilah keluarga, sifat-sifat lahiriyah serta ketuamaan akhlaknya.

Pada satu fragmen, empat santri putri maju, diiringin dengan kalimah subhanallah wa bihamndih  dengan suara ngebas. Penari itu meliuk-liuk dengan pelan. Pelan sekali, seperti sedang menyambut kehadairan seseorang yang paling agung.

Dalam durasi 2 jam, pementasan para santri Babakan Ciwaringin, Cirebon tersebut bisa dikatakan minim gerak. Pementasan ini lebih mengedepankan suara merdu mereka dengan kata-kata pilihan yang menggetarkan.  

Pementasan Permata Kalung Barzanji ini merupakan adaptasi dari kitab yang ditulis Sayid Jafar al-Barzanji. Kitab ini diterjemahkan Syubah Asa yang kemudian diolah WS Rendra ke dalam naskah dan pertunjukan teater. Kemudian dipentaskan sekitar di tahun 70-an. Pernah dipentaskan lagi sekitar tahun 2003.

Pementasan yang disutrasdarai Ken Zuraida tersebut berlangsung di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Jumat malam (7/2) dan Sabtu malam (8/2), tiap pukul 20.00. Sembilan pesantren terlibat dalam pementasan ini dengan didukung 50 santri putra dan putri. Sebelumnya telah dipentaskan di Kebon Jambu, Tegal dan Brebes. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Aswaja Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

NU Tidak bergesar ke Kiri dan ke Kanan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai institusi tidak pernah bergeser ke kiri maupun ke kanan. Dalam memikul tanggung jawab keagamaan maupun kebangsaaan NU selalu berada di atas landasan Fikrah Nahdliyyah (kerangka berfikir NU) yang telah disepakati sejak lama.

Hal itu disampaikan Rais Syuriah NU KH. Ma’ruf Amin saat membuka Halaqoh II Pra-Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar PBNU (Konbes) bertema “Meneguhkan Kembali Khittah NU 1926” di Jakarta, Sabtu (8/7). Ma’ruf Amin memberikan sambutan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Munas dan Konbes yang akan diadakan pada 27-30 Juli nanti.

NU Tidak bergesar ke Kiri dan ke Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak bergesar ke Kiri dan ke Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak bergesar ke Kiri dan ke Kanan

Menurut Ma’ruf, pergeseran memang ada dan terjadi pada tahun 1990-an ketika sebagian warga nahdliyyin agak konservatif dalam merespon berbagai perkembangan zaman. Waktu itu, para kiai hanya berpatokan pada kitab-kitab yang ada di pesantren dan cenderung tidak berani bersikap ketika beberapa realitas tidak diekspos secara jelas dalam kitab-kitab itu.

“Tapi itu segera berakhir ketika pada Munas dan Konbes NU Tahun 1992 di Lampung para ulama menyepakati adanya pendekatan manhajiyyan (metodologis) dan tidak hanya qoulan (tekstual). Ada dinamisasi di sini. Upaya ini kita sebut sebagai tajdidu fikrah an-nahdliyyah (pembaharuan kerangka berfikir NU),” kata Ma’ruf.

Dikatakannya, pergeseran dalam tubuh NU justru terjadi dalam pola pikir warga nahdliyyin. Saat ini warga nahdliyyin, dalam hal ini kalangan mudanya, telah mengalami dinamisasi yang kebablasan. “Kalangan muda NU telah bergeser ke kiri menuruti arus liberalisasi,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Ketua Dewan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menambahkan, Fikrah Nahdliyah seharusnya telah menjadi fikrah alamiyah atau kerangka berfikir yang universal. “Sayangnya kita sekarang banyak yang minder, tidak percaya diri, dan lebih senang menjadi importir gagasan,” katanya.

Halaqoh II Pra-Munas dan Konbes itu dihadiri, antara lain, Rais Syuriah PBNU KH. Aziz Mashuri dan KH. Maghfur Utsman, Rais Aam Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Masruri Abdul Mughni, Rais Syuriah PWNU Banten KH. Ahmad Syatori, dan para utusan wilayah, serta ketua lembaga, lajnah dan badan otonom NU. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Warta, Hadits Belajar Muhammadiyah

Senin, 23 Oktober 2017

MA NU Bangkitkan Spirit Kepahlawanan lewat Ajang Kreativitas

Banyumas, Belajar Muhammadiyah

Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh 10 November dimanfaatkan Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU 1 Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan menggelar pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) dan rangkaian kegiatan yang mengusung tema kepahlawanan.

Ketua Pimpinan Komisariat IPNU MA Ma’arif? NU 1 Cilongok,Rizqo Abdillah? menyampaikan, selain pengukuhan pengurus baru, Kamis (10/11) itu panitia juga menyuguhkan perlombaan seperti pertunjukan fesyen, kreasi kelas, fotografi, drama kolosal, dan menulis artikel-opini. “Semua perlombaan bertemakan pahlawan,” ujar Fajar.

MA NU Bangkitkan Spirit Kepahlawanan lewat Ajang Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
MA NU Bangkitkan Spirit Kepahlawanan lewat Ajang Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

MA NU Bangkitkan Spirit Kepahlawanan lewat Ajang Kreativitas

Yanuar Reza Gufroni, Pembina Pimpinan Komisariat IPNU MA Ma’arif NU 1 Cilongok menuturkan, pelantikan sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari pahlawan dengan maksud agar pengurus yang hendak bekerja nantinya mempunyai semangat juang layaknya pahlawan. Menurutnya, kader NU patut meniru semangat patriotisme para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, Kepala MA Ma’arif NU 1 Cilongok M. Asror Sa’bani berpesan agar Hari Pahlawan yang diselenggarakan setiap tahun ini tak hanya kegiatan seremonial. “Dewan guru, karyawan serta siswa-sisiwi khususnya pada pengurus yang baru dilantik agar lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuh-kembangkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada Tanah Air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Belajar Muhammadiyah

Selain itu, secara khusus Asror juga mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MA Ma’arif NU 1 Cilongok. Ia berharap kepengurusan baru bisa lebih baik dan menjadi percontohan bagi organisasi-organisasi lain. (Fajaromadon/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, Hadits Belajar Muhammadiyah

Kamis, 24 Agustus 2017

Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Dasar hukum pemenuhan hak-hak korban tindak pidana terorisme diatur oleh dua undang-undang, yaitu Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai mengatakan, karena diatur oleh dua undang-undang sekaligus, maka perlindungan dan pemenuhan hak korban terorisme dianggap sudah sangat kuat, baik hak untuk mendapatkan bantuan medis, rehabilitasi psikologis dan psikososial maupun kompensasi.

Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat

"Bagaimana mekanisme korban terorisme mengakses hak-haknya, termasuk dalam hal kompensasi, ini yang belum diatur perundang-undangan. Dalam pembahasan revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, inilah salah satu hal yang akan disempurnakan," kata Semendawai saat jumpa pers di ruang Media Centre Gedung LPSK, Jakarta, Rabu (11/10).

Semendawai mengungkapkan, hingga saat ini, LPSK tengah memberikan sebanyak 118 layanan bagi korban terorisme, terdiri dari bantuan medis sebanyak 38 layanan, rehabilitasi psikologis 29 layanan, rehabilitasi psikososial 28 layanan dan fasilitasi kompensasi sebanyak 18 layanan.

Belajar Muhammadiyah

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menuturkan, awalnya fokus pada pembahasan revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme hanya fokus pada pencegahan, penindakan dan deradikalisasi. Kemudian LPSK berinisiatif agar perlindungan saksi dan korban dapat diatur dalam revisi UU.

"Hanya ada 6 pasal tentang perlindungan saksi dan korban dalam UU tersebut," katanya.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Edwin, pada kenyataannya banyak hal yang dibutuhkan korban namun belum ter-cover dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban dan harus dimasukkan dalam revisi UU Terorisme. Hal tersebut belajar dari pengalaman LPSK dalam melakukan pemenuhan hak korban terorisme selama ini, seperti penanganan sesaat bagi korban setelah terjadinya peristiwa terorisme.

Dalam memberikan bantuan kepada korban, lanjut Edwin, juga dibutuhkan surat keterangan korban dari penyidik. Terkait itulah, dalam pembahasan revisi UU Terorisme, dimasukkan kewajiban penyidik untuk menetapkan siapa saja korban dalam suatu peristiwa terorisme. Sedangkan untuk kompensasi, dalam praktik selama ini dimasukkan dalam tuntutan. "LPSK meminta agar kompensasi sudah masuk sejak penyidikan. Ini penting agar proses kompensasi terus dibawa dari mulai penyidikan hingga sidang," ujar Edwin. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits Belajar Muhammadiyah

Selasa, 15 Agustus 2017

STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Islam Bani Fattah (STIBAFA) Tambakberas Jombang membuka kesempatan bagi para akademisi untuk menjadi tenaga pengajar baru di kampus bersangkutan. Pihak kampus akan merekrut mereka yang lolos kualifikasi sebagai dosen tetap.

Sejumlah peluang terbuka untuk dosen pada Program Strata Satu (S1) dengan studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Ilmu Hadits, Ekonomi Syari’ah, Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru

"Untuk studi ilmu al-Quran dan ilmu Hadits kami membutuhkan tiga orang," kata KH Abdul Kholiq Hasan, kepada Belajar Muhammadiyah, Sabtu (30/8).

Belajar Muhammadiyah

Sedangkan  untuk Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah kita membutuhkan untuk masing-masing mata kuliah sejumlah enam orang, kata Katib Syuriyah PCNU Jombang ini.

Belajar Muhammadiyah

Kriteria yang mesti dipenuhi para pendaftar, kata Kiai Abdul Kholiq, meliputi warga negara Indonesia, beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik, serta memiliki pendidikan strata dua dan tiga (doktor) pada jalur yang sebidang atau linear.

"Untuk indeks prestasi kumulatif serendah-rendahnya adalah tiga koma lima bagi S2 dan S3 dalam dan luar negeri," terang Ketua STIBAFA Jombang ini.

Para calon dosen diharuskan melampirkan riwayat hidup, legalisir ijazah dan transkip nilai jenjang S1, S2, serta S3, fotokopi KTP, pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak tiga lembar dan 3×4 sebanyak dua lembar, surat pernyataan tidak sedang menjadi dosen tetap di perguruan tinggi lain, serta surat pernyataan keaslian dokumen yang disertai materai.

Para akademisi yang berminat bisa mengirimkan lamaran atau datang langsung ke kantor STIBAFA dengan alamat jalan KH Wahab Chasbullah 120 A gang II Tambakberas Jombang. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Quote Belajar Muhammadiyah

Selasa, 04 Juli 2017

PBNU Terapkan Transparansi Pelaporan Keuangan Lembaga dan Banom

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Laporan Keuangan Lembaga-lembaga PBNU pada Rabu, (1/3). Peserta kegiatan adalah bendahara seluruh lembaga dan banom NU di tingkat pusat.

Auditor internal PBNU, Agus Setiawan menjelaskan, kegiatan digelar sebagai lanjutan dari pertemuan PBNU dengan ketua banom dan lembaga yang digelar 21 Februari lalu, untuk menerapkan transparansi pada pelaporan keuangan dan aset PBNU.

“Bimbingan ini sebagai praktik yang akan diterapkan PBNU. Selama ini PBNU jarang mengetahui harta yang dimilki. Nah kita memulainya dari lembaga. Kalau lembaga-lembaga sudah tercatat harta dan asetnya, akan diketahui aset dan potensi NU secara keseluruhan,” terang Agus.

PBNU Terapkan Transparansi Pelaporan Keuangan Lembaga dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Terapkan Transparansi Pelaporan Keuangan Lembaga dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Terapkan Transparansi Pelaporan Keuangan Lembaga dan Banom

Melalui pencatatan tersebut, lanjut Agus, nantinya akan diketahui lembaga-lembaga yang surplus atau minus dari segi keuangan. Ia menyebut selama ini karena tidak ada laporan sehingga PBNU tidak mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing lembaga.?

Dengan adanya pelaporan neraca seluruh lembaga, potensi seluruh lembaga akan terdeteksi. Aset bisa berupa kursi, meja, komputer, atau peralatan lembaga. Dengan demikian juga akan terlihat kegiatan dan keaktifan lembaga-lembaga.

“Jika peralatan sedikit, maka mungkin kegiatannya juga sedikit. Jadi dari sini bisa terdeteksi berapa lembaga yang aktif dan seperti apa,” kata Agus.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Agus, setelah diketahui aset setiap lembaga, dapat disusun neraca konsolidasi. Sehingga kejelasan aset juga dapat memperlancar program kerja PBNU di masa mendatang.

Belajar Muhammadiyah

Agus menyesalkan pelaporan aset yang coba ia dorong lima tahun lalu kurang mendapat respons.

“Saya sudah membuatkan SOP Pelaporan Keuangan dan Asset tahun 2010 yang saya minta kepada seluruh wilayah untuk mengirimkan data, sayangnya sampai sekarang belum ada yang konfirmasi,” ujarnya.

Namun demikian, Agus menyebut RS NU Demak telah menerapkan pencatatan yang transparan. (Kendi ? Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Quote, Hadits Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock