Kamis, 02 November 2017

Ketika Barzanji Dipentaskan Santri

Jakarta, Belajar Muhammadiyah  

Anak-anak muda itu  seperti hendak mengaji ke majelis ta’lim di pesantren. Tapi tak menating satu kitab kuning pun. Mereka berkopiah hitam, kemeja tangan pendek, dan sarung batik. Tatapan lurus ke depan, berjalan perlahan seperti hendak menghadap kiainya.

Engkau Mentari

Ketika Barzanji Dipentaskan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Barzanji Dipentaskan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Barzanji Dipentaskan Santri

Engkau purnama

Engkau cahaya di atas cahaya

Belajar Muhammadiyah

Engkau iksir

Engkau kesturi

Engkau pelita di setiap dada

Belajar Muhammadiyah

Syair-syair itu mereka lantunkan dengan nada yang lurus-lurus saja. Kemudian ditimpali syair 20 suara santri putri dengan kalimat berbeda, tapi isinya melanjutkan syair itu, penggalan kisah dan pujian untuk lelaki agung, Nabi  Muhammad SAW.

Mereka selalu bersikap sempurna seperti dalam upacara bendera. Gerak-geriknya seperti diukir. Tak ada gelak tawa, keluh kesah; sesekali bernyanyi dengan kalimah-kalimah bahasa Arab yang diiringi musik ala padang pasiran. Biola meliuk-liuk,  sesekali  seruling melengking, dan karinding berbunyi seperti malu-malu.

Para santri itu tak henti-hentinya memuji keagungan Nabi  Muhmmad mulai dari kisah kelahiran, silsilah keluarga, sifat-sifat lahiriyah serta ketuamaan akhlaknya.

Pada satu fragmen, empat santri putri maju, diiringin dengan kalimah subhanallah wa bihamndih  dengan suara ngebas. Penari itu meliuk-liuk dengan pelan. Pelan sekali, seperti sedang menyambut kehadairan seseorang yang paling agung.

Dalam durasi 2 jam, pementasan para santri Babakan Ciwaringin, Cirebon tersebut bisa dikatakan minim gerak. Pementasan ini lebih mengedepankan suara merdu mereka dengan kata-kata pilihan yang menggetarkan.  

Pementasan Permata Kalung Barzanji ini merupakan adaptasi dari kitab yang ditulis Sayid Jafar al-Barzanji. Kitab ini diterjemahkan Syubah Asa yang kemudian diolah WS Rendra ke dalam naskah dan pertunjukan teater. Kemudian dipentaskan sekitar di tahun 70-an. Pernah dipentaskan lagi sekitar tahun 2003.

Pementasan yang disutrasdarai Ken Zuraida tersebut berlangsung di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Jumat malam (7/2) dan Sabtu malam (8/2), tiap pukul 20.00. Sembilan pesantren terlibat dalam pementasan ini dengan didukung 50 santri putra dan putri. Sebelumnya telah dipentaskan di Kebon Jambu, Tegal dan Brebes. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Aswaja Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Ketika Barzanji Dipentaskan Santri di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock