Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha

Di antara yang membedakan antara shalat id (Idul Fitri atau Idul Adha) dan shalat sunnah pada umumnya adalah adanya khutbah. Keberadaan khutbah yang mengiringi pelaksanaan shalat bisa dianggap penanda bahwa shalat tersebut ada pada momen yang penting, seperti khutbah jum’at yang digelar pada hari berjuluk sayyidul ayyâm (rajanya hari) dan khutbah istisqa’ kala umat Islam dilanda kekeringan.

Idul Fitri dan Idul Adha adalah waktu istimewa. Karena posisinya yang spesial ini, Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berduyun-duyun keluar rumah untuk bersama-sama merayakan hari bahagia tersebut. Perempuan haid juga bisa turut melakukan hal yang sama, meski terpisah dari tempat shalat (lihat hadits riwayat Imam Bukhari Nomor 928). Mereka berhak mendengarkan khutbah, melantunkan takbir, doa, atau dzikir lainnya.

Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha

Dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan Ali asy-Asyarbaji diterangkan bahwa berbeda dari shalat jum’at, khutbah pada shalat id dilaksanakan setelah shalat dua rakaat usai, bukan sebaliknya. Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menjelaskan bahwa Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar juga menunaikan dua shalat id sebelum khutbah.

Hukum khutbah dalam shalat id memang sunnah. Namun, ketika dikerjakan ia harus tetap memenuhi rukun khutbah. Rukun khutbah pada shalat id tidak berbeda dari rukun khutbah pada shalat jum’at, yakni memuji Allah, membaca shalawat, berwasiat tentang takwa, membaca ayat Al-Quran pada salah satu khutbah, serta mendoakan kaum Muslimin pada khutbah kedua.

Belajar Muhammadiyah

Khatib yang disyaratkan berdiri (bila mampu) saat berkhutbah disunnahkan menyela kedua khutbah dengan duduk sebentar. Sebagaimana diungkap dalam hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah yang berkata:

Belajar Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Pada khutbah pertama khatib disunnahkan memulainya dengan membaca takbir hingga sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua membukanya dengan takbir tujuh kali.

Saat khutbah berlangsung, jamaah diperintahkan untuk tenang, mendengarkannya secara seksama, agar memperoleh proses kesempurnaan shalat id. Wallâhu a’lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob

Pekalongan, Belajar Muhammadiyah



Pimpinan Wilayah Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PW LAZISNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak rob di Desa Pecakaran dan Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Jumat (23/6).?

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob

Bantuan berupa uang tunai dan sembako diserahkan langsung oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi. Terdapat sedikitnya 135 warga dhuafa dan anak yatim di kecamatan tersebut yang menerima manfaat.

“Walaupun jumlahnya tak seberapa, semoga (bantuan) ini akan membawa berkah untuk semuanya,” kata Suhaimi saat menyerahkan bantuan.

Rob di kedua desa terjadi sejak 2013, disebabkan pasangnya air laut. Seperti diketahui kedua desa berada di daerah pesisir. Pasang surut air laut di wilayah tesebut menyebabkan terkendalanya aktivitas warga, termasuk kesusahan mereka dalam kegiatan ekonomi.

Belajar Muhammadiyah

LAZISNU Kabupaten Pekalongan diresmikan 3 Juni 2017 dihadiri Bupati Pekalongan H Asif Qolbihi, PCNU dan banom NU di Kabupaten Pekalongan. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas

Cirebon, Belajar Muhammadiyah. Isu radikalisme masih jadi momok bagi pelajar saat ini. Lembaga survei juga menunjukkan betapa tingginya angka pelajar yang terkontaminasi paham radikal. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin menekankan kepada kader muda NU untuk membentengi diri dengan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah.

Hal itu ia sampaikan kepada pengurus PC IPNU dan PC IPPNU Kabupaten Cirebon usai mengisi kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Astanajapura di Pesantren Attarbiyatul Wathaniyah (PATWA), Astanajapura, Cirebon, Kamis (18/1).

“Penguatan ideologi Aswaja harus tertanam pada diri kader-kader muda NU agar tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran radikal,” katanya.

Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas

Menurutnya, penguatan ideologi harus diutamakan dalam kegiatan Makesta ini. “Makanya, penguatan ideologi harus menjadi prioritas utama,” ujar salah satu pengasuh Buntet Pesantren itu.

Hal ini pun direspons Hamdan Tsani Tyo. Kepada Belajar Muhammadiyah, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Cirebon itu menyatakan bahwa hal tersebut menjadi perhatian PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon saat ini. Oleh karenanya, tema yang diambil  adalah “Mencetak Pelajar yang Berjiwa Sosial dan Berideologi Ahlussunnah wal Jamaah”.

Belajar Muhammadiyah

“Aswaja harus mendarah daging dalam diri setiap kader NU dan diperkuat dengan jiwa sosialnya sehingga tidak saja saleh ritual, tetapi juga saleh sosial,” katanya.

Makesta kali ini diikuti oleh 96 peserta dari berbagai sekolah dan pesantren di Kecamatan Astanajapura. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Olahraga, Halaqoh Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan adanya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, tidak usah dinilai bahwa Amerika mendukung zionis Yahudi.

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

“Trump mendukung Israel, itu saja,” tandas Gus Yahya kepada Belajar Muhammadiyah, Kamis (7/12).

Menurutnya harus dilihat bahwa Amerika tidak hanya terdiri dari Trump saja.

“Harus dilihat Amerika secara utuh, bukan hanya presidennya. Di sana ada senat, kongres, dan publik Amerika sendiri,” lanjut Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid. 

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu menyampaikan pada konflik Palestina-Israel, Amerika dan negara mana pun hendaknya tidak hanya berpikir tentang kepentingan ekonomi pragmatis saja. 

Belajar Muhammadiyah

“Jangan hanya memperhitungkan kepentingan ekonomi di Timur Tengah. Persoalan ini harus diselesaikan bersama,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Olahraga, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak

Pontianak, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Pontianak, Kalimantan Barat menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) di Pondok Pesantren Darussalam Pontianak Timur pada 18-20 Maret lalu.

Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari Mahasiswa UNTAN, IAIN Pontianak serta dari beberapa sekolah yang menjadi komisariat IPNU seperti SMAI Hisada, SMA Negeri 5 Pontianak dan SMKN Negeri 5 Pontianak.

Pada Lakmud ini, peserta mendapat materi seperti NU dan Aswaja dari Wakil Rais Syuriyah KH Ahmad Khairi, ke-IPNU-an dari Abdul Hamid (mantan Ketua IPNU Kota Pontianak 2008-2010, Kepemimpinan dari Agus Sulaiman (mantan Ketua IPNU Kota Pontianak 2006-2008), dan keorganisasian diisi dari Syamhadi (mantan Ketua IPNU Kota Pontianak 2012-2015).

Belajar Muhammadiyah

“Kami memang sengaja memberikan materi-materi tersebut kepada Ketua IPNU yang sebelumnya, agar lebih memberikan semangat kepada Peserta LAKMUD supaya semangat begerak dan senang berorganisasi di IPNU,” ungkap Ketua Panitia Lakmud, Saiful.

Ia berharap melalui Lakmud tersebut, IPNU mampu menjadi orientasi positif bagi kader-kader.

Belajar Muhammadiyah

Ketua PCNU Kota Pontianak, Nuralam, yang hadir pada pembukaan berpendapat, peserta Lakmud ini adalah bagian dari kekuatan NU ke depan.

“Di Lakmud inilah kita akan dibekali ilmu tambahan baik di luar kampus dan sekolah. Dan yang terpenting kader IPNU harus mampu mengedepankan Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jamaah,” pintanya.

Ia meminta kepada peserta Lakmud agar mengembangkan IPNU. “Maka insyaallah kader-kader akan turut andil menjadi pejuang para ulama, pewaris ulama, bahkan yakinlah kader-kader akan menjadi orang-orang yang akan sukses, berbakti pada orang tua, bangsa dan negara,” tambahnya.

Ketua IPNU Kota Pontianak Umar Dani mengatakan, Lakmud ini merupakan jenjang kaderisasi pasca Makesta (Masa Kegiatan Anggota). Oleh karena itu, Lakmud ini adalah penguatan bagi kader-kader agar lebih dalam lagi mengetahui serta memahami urgensinya ber-IPNU.

“Ber-IPNU lah dengan baik dan serius untuk mengmbangkan IPNU kedepan. Rekan-rekan adalah generasi kami,” pungkasnya. (Syam Hady/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim

Jember, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember menyantuni 120 anak yatim di tengah-tengah perayaan tahun baru 1439 Hijriyah di masjid Raudhotul Muchlisin, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Ahad (8/9). Total santunan itu mencapai Rp 35 juta.

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim

Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj. Emi Kusminarni mengajak banom NU yang lain semisal Fatayat, IPNU, IPPNU dan sebagainya untuk bergandengan tangan dalam menggarap program-program kemanusiaan. 

Sebab, dengan sinergi tersebut, kerja-kerja kemausiaan semakin ringan terasa dan jangkauannya pun tambah luas. 

"Mari kita bergandengan tangan untuk memerangi kemiskinan, ketidakberdayaan dan sebagainya, termasuk dalam menyantuni anak yatim," tukasnya.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqid Arif menyatakan bangga dengan kiprah Muslimat NU Jember selama ini. 

Menurutnya, kerja-kerja sosial Muslimat NU Jember telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Terus terang, saya bangga pada Muslimat yang kegiatannya banyak membantu pemerintah," pungkasnya di hadapan 2000-an hadirin. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Belajar Muhammadiyah

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Belajar Muhammadiyah

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Olahraga, IMNU Belajar Muhammadiyah

Senin, 08 Januari 2018

Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, Indonesia memang bukan negara yang berdasarkan kepada syariah Islam, namun praktik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sudah menerapkan prinsip-prinsip syariah. Diantaranya adalah semakin menjamurnya lembaga-lembaga yang berlabel syariah mulai dari perbankan hingga perhotelan.

“Negara ini bukan negara syariah, tapi perbankan, asuransi, pasar modal tumbuh subur. Isinya sudah syariah,” kata Kiai Ma’ruf di Hotel Rivoli Jakarta, Senin (13/11) malam.

Ia mengkritik mereka yang berteriak-teriak untuk menegakkan khilafah agar syariah bisa diterapkan namun kenyataannya tidak menghasilkan apa-apa. Baginya, lebih baik melakukan pendekatan dan komunikasi yang bijak agar aspek-aspek syariah bisa diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf: Isinya Indonesia Sudah Syariah

“Keuangan syariah sudah menjadi sistem nasional,” tegasnya.

Rais ‘Aam PBNU itu menerangkan, Komite Nasional Keuangan Syariah diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo. Ini menjadi satu-satunya komite yang diketuai langsung oleh seorang presiden.

Belajar Muhammadiyah

Ia menyebutkan, Presiden Joko Widodo memiliki iktikad untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah dunia. Menurut Kiai Ma’ruf, keuangan syariah yang paling besar ada pada bentuk sukuk.

“Kata Presiden, bukan hanya sukuk syariah, tetapi perbankan, asuransi, pasar modal syariah juga akan diperbesar,” jelas Kiai Ma’ruf.

Belajar Muhammadiyah

Pesantren, pusat ekonomi umat

Kiai Ma’ruf memiliki gagasan untuk menjadikan pesantren sebagai pusat ekonomi dan pemberdayaan umat. Menurut dia, saat ini sudah dibangun lembaga keuangan mikro syariah di beberapa pesantren. 

“Presiden menginstruksikan OJK untuk membentuk itu,” katanya.

Di sini, santri diperkenalkan dan dilatih mengenai hal-hal ekonomi syariah. Sehingga mereka mengetahui seluk-beluk keuangan syariah dan bisa mempraktikannya. 

Kiai Ma’ruf mengemukakan, selama ini pembangunan yang ada bersifat dari atas ke bawah. Ini menyebabkan orang yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. 

“Arus lama pembangunan dari atas. Diharapkan netes ke bawah. Ternyata tidak netes-netes pembangunannya,” ucapnya.

Maka dari itu, ia berupaya untuk melakukan pembangunan dari bawah dan menjadikan pesantren sebagai arus baru ekonomi umat. Apalagi pemerintah juga lagi gencar-gencarnya melakukan redistribusi tanah ke masyarakat dan pondok pesantren. 

“Saya berharap pesantren sebagai pusat pemberdayaa umat,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang

Subang, Belajar Muhammadiyah. Haul KH Syamsudin Sulaiman dan KH Abdul Karim Ali akan digelar pada Sabtu (6/6) mendatang. Keduanya adalah tokoh pendiri dan pejuang NU di Kabupaten Subang, serta pendiri Pesantren Al-Huda dan Al-Karimiyyah Pungangan, Rancabango, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat.

Dalam kegiatan bertajuk "Haul Almarhum & Almarhumin Sesepuh & Masyarakat Pungangan" itu, pihak panitia akan menghadirkan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj yang didaulat sebagai penceramah.

Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang

"Rangkaian acaranya, Sabtu siang menjelang sore ziarah kubur di maqbarah warga Pungangan, malamnya pengajian umum di masjid jami Al-Huda, insyaallah akan diisi oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj," Beber Dedi Setiawan, salah seorang panitia kegiatan di Subang, Rabu (3/6).

Belajar Muhammadiyah

Dedi menambahkan, di antara maksud dan tujuan kegiatan haul ini salah satunya adalah sebagai bentuk penghormatan santri kepada sang guru.

"Di antaranya adalah sebagai bentuk tadziman, ikroman wa tawadluan kami sebagai santri kepada guru-guru kami," tambahnya.

Belajar Muhammadiyah

Dedi pun mewakili pihak panitia mengundang kepada seluruh masyarakat pada umumnya dan warga Nahdliyin yang ada di Kabupaten Subang pada khususnya untuk dapat menghadiri kegiatan haul ini pada waktunya nanti. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat

Indramayu, Belajar Muhammadiyah. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah wafat KH Afandi Abdul Muin Syafii (78) yang akrab disapa Abah Afandi. Ia meninggal dunia, Rabu (13/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Abah Afandi merupakan salah satu kiai sepuh NU Jawa Barat.

Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat

Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ini adalah santri di Pondok Pesantren Tebuireng era Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari dan pesantren Tambakberas era KH Wahab Chasbullah.

Selain mendedikasikan diri pada NU, penulis Kitab Risalah Al-Muin fi Aqoid Al-Khomsin ini juga dikenal sebagai kiai yang memeberikan ijazah kitab dzikir pusaka kiai NU, yaitu kitab Dalail Khoirot. Pada pertengahan Ramadhan lalu, Abah Afandi sempat dikunjungi oleh Kapolri Badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Panjaitan.

(Baca:? Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba)

Semasa hidup, Abah Afandi juga termasuk kiai yang akrab dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sejak muda, aktif berdakwah di berbagai daerah dan lingkungan yang belum tersentuh oleh para dai.

Belajar Muhammadiyah

Jenazah Abah Afandi akan dikebumikan di komplek Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, pukul 14.00 WIB. Beliau meninggalkan seorang istri, 7 putra, 1 putri, dan 14 cucu. (Abdul/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah, Sejarah, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2017

Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi

Demak, Belajar Muhammadiyah. Memperingati harlah ke-23 tahun, Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak meresmikan pembukaan ICU, CT Scan dan USG 4 Dimensi, Selasa (23/5). Disaksikan jajaran karyawan rumah sakit dan segenap warga NU, pita peresmian ini digunting langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Dalam memperingati harlah ke-23 RSI NU Demak sekaligus harlah ke-88 NU di lapangan rumah sakit, Kang Said mengajak warga NU untuk mengimplementasikan ajaran NU dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang bertumpu pada ajaran Nabi Muhamad SAW, tanpa menonjolkan kelompok.

Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Sakit Islam NU Demak 23 Tahun Mengabdi

“Hidup agar bermanfaat bagi umat manusia secara keseluruhan. Sebut saja perjuangan konkretnya, pengembangan rumah sakit NU atau lembaga ekonomi syariah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar,” terang Kang Said di hadapan ratusan hadirin.

Belajar Muhammadiyah

Lebih lanjut Ketum PBNU mengharapkan warga nahdliyin untuk menjadi pelopor dakwah Islam yang benar sesuai ajaran Rasulullah, rahmatan lil alamin. Dengan demikian, tidak ada lagi warga NU yang salah dalam meneruskan perjuangan ulama Nahdlatul Ulama.

“Percuma hidup kalau tidak untuk berjuang. Tetapi perjuangan jangan disalah artikan dengan perang suci karena perang dalam NU tidak benar. Tiru saja NU Demak dengan mendirikan rumah sakit yang bisa membantu rakyat,” kata Kang Said.

Belajar Muhammadiyah

Peringatan ini melibatkan pengurus NU dari cabang, wakil cabang, ranting, lembaga dan banom NU sekabupaten Demak dan karyawan rumah sakit. Tampak hadir dalam acara ini Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Direktur RSI NU Demak Dr H Abdul Azis, PWNU Jateng, dan Bupati Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Fragmen, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Gaza, Belajar Muhammadiyah. Pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina masih tersendat-sendat. Pertemuan antara Presiden Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk membahas susunan pemerintahan koalisi di Gaza, sejak Ahad (4/3) malam hingga dinihari, tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Kedua pemimpin Palestina itu menyelesaikan pertemuan mereka lewat tengah malam, tanpa memberikan komentar pada para wartawan yang sudah menunggu. Juru bicara kabinet Hamas, Ghazi Hamad hanya mengatakan, pembahasan belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

"Mereka berharap sudah bisa mengumumkan pemerintahan koalisi di akhir tenggat waktu yang diberikan pada Haniyah, yang akan berakhir dua minggu lagi," kata Hamad.

Pertemuan antara Abbas dan Haniyah di Gaza berlangsung selama tiga jam. Sebelum pertemuan, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, tugas untuk menentukan posisi-posisi dalam pemerintahan koalisi yang dibebankan pada Haniyah, harus selesai dalam satu minggu ini.

"Pemerintahan berjalan dengan baik. Tidak ada masalah serius dalam konsultasi itu," tukas Rudeineh.

Abbas dan Haniyah rencananya akan melanjutkan pertemuan di Gaza sampai hari Selasa besok untuk membahas sejumlah persoalan yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah penentuan orang yang akan menjabat sebagai menteri dalam negeri. Hamas sudah mengajukan dua calon untuk posisi itu, tapi keduanya ditolak oleh Abbas. Posisi menteri dalam negeri adalah salah satu posisi strategis dalam kabinet, karena menteri dalam negerilah yang akan memegang kontrol seluruh aparat keamanan di Palestina.

Belajar Muhammadiyah

Haniyah dan Abbas juga belum sepakat tentang siapa yang akan memegang jabatan deputi perdana menteri. Tapi tampaknya, posisi itu masih akan dipegang oleh Salam Fayyad karena dianggap cukup moderat dan diharapkan bisa membantu melonggarkan embargo finansial negara-negara Barat terhadap pemerintahan Hamas di Palestina.

Belajar Muhammadiyah

Penunjukkan Ziad Abu Amar sebagai Menteri Luar Negeri, juga masih menjadi perdebatan antara Hamas dan Fatah. Hamas menginginkan penunjukkan Amar adalah bagian penunjukkan menteri-menteri dari kalangan independen, sementara Fatah menginginkan sebaliknya. (era/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Konferensi Wilayah (Konferwil) XXI IPNU Jawa Timur mengamanahkan Haikal Atiq Zamzamy sebagai ketua IPNU Jatim periode 2015-2018. Pada kegiatan Jumat-Ahad (1-3/5) ini, Haikal menegaskan kaderisasi sebagai agenda utama kepengurusannya ke depan.

Menurutnya, IPNU harus menjadi organisasi yang menjunjung tinggi semangat kaderisasi. “Dengan kaderisasilah corak IPNU sebagai organisasi pelajar islam yang ramah, toleran, berwawasan dan demokratis bisa dipertahankan,” ujar pria kelahiran Jember ini di Balai latihan Kerja (BLK) Rejoso, Pasuruan.

Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi

Orientasi ini menurutnya bisa dilakukan dengan semangat desentralisasi dalam tiap program kerja yang akan dicanangkannya.

Belajar Muhammadiyah

“Paradigma sentralistik sudah tidak relevan lagi jika ingin mengoptimalkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah-daerah garapan,” terangnya saat sambutan sebagai ketua terpilih.

Belajar Muhammadiyah

Pada kepemimpinannya, ia bertekad mempertahankan program-program yang sudah dirintis dengan baik pada periode sebelumnya, serta tetap mencari terobosan-terobosan baru agar organisasi ini tetap relevan dan menarik di tengah perkembangan zaman. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga, Santri Belajar Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Karanganyar, Belajar Muhammadiyah. Setelah beberapa waktu lalu, GP Ansor Solo mengadakan aksi longmarch tolak radikalisme, kali ini Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, juga menggelar aksi menolak paham radikalisme, Ahad (5/4).

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah ormas lain di seputar area Car Free Day Karanganyar.

Ketua GP Ansor Karanganyar, Jamaluddin mengatakan, pihaknya bersikap tegas terhadap ajaran radikalisme yang dapat merongrong NKRI. “Kami berharap ada tindakan tegas, kalau ada tanda-tanda mengarah ke paham radikalisme itu mohon segera ditindak, demi keutuhan NKRI,” tukas dia.

Belajar Muhammadiyah

Jamaluddin menambahkan, dalam aksi tersebut, mereka juga membagikan sejumlah brosur yang berisikan pernyataan sikap menolak berkembangnya ISIS di Indonesia, khususnya di daerah Karanganyar.

Belajar Muhammadiyah

“Karanganyar merupakan salah satu kawasan yang disebut-sebut Mendagri dan BNPT, sebagai kawasan yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Dipaparkan lebih lanjut, sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, pihaknya siap bekerjasama untuk mencegah tumbuhnya bibit radikalisme.

“Ada sejumlah titik yang ditengarai menjadi benih penyebaran radikalisme. Untuk itu, kami siap berkoordinasi dengan aparat terkait mencegah paham tersebut tumbuh di Karanganyar,” pungkasnya.

Aksi diwarnai dengan penandatanganan bersama, pernyataan penolakan terhadap gerakan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15

Sumenep, Belajar Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep periode 2012-2016 telah sukses melangsungkan Pelatihan Kader Dasar (PKD) untuk kelima belas kalinya. Terbaru, PKD tersebut dilaksanakan di Aula SMAN 1 Batuan, Sumenep akhir pekan lalu.

Sebanyak 47 pemuda NU lulus di PKD yang ke-15 yang berlangsung Sabtu-Ahad (16-17/4). Mereka terdiri dari sebagian pengurus PAC Kota, pengurus PAC Gapura, PAC Batuan, dan Pengurus Ranting Ansor se-Kecamatan Batuan.

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15

Acara tersebut dihadiri Ketua MWCNU Batuan yang sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Shadik. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Sumenep H Sholehuddin.

Belajar Muhammadiyah

Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, Senin (18/4) mengatakan, memang organisasinya fokus kaderisasi. Salah satunya, lewat pelaksanaan PKD secara intensif.

"GP Ansor Sumenep hari ini fokus menata kader muda NU lewat kaderisasi berupa pelatihan kader. Alhamdulillah PKD di Batuan ini sudah yang ke-15 semasa kepemimpinan saya (2012-2016)," terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Menurut alumnus Pesantren Annnuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep ini, pihaknya sejauh ini focus pada kaderisasi guna menyiapkan kader penggerak di masing-masing kecamatan dan ranting. Di sisa kepengurusannya, M Muhri Zaen menargetkan harus tuntas pelatihan kaderisasi dari semua tingkatan, mulai pengurus cabang sampai pada level pengurus ranting. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Dari Pesantren untuk Bangsa

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara ini lahir pada hari Jumat legi, Rabiul Awwal 1333 H, bertepatan dengan 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian.

Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.

Minggu, 26 November 2017

Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU

Pendirian Muslimat Nahdlatul Ulama dilalui dengan proses yang tak mudah. Sebelum gagasan ini dilontarkan di forum resmi NU, keterlibatan praktis perempuan di dunia nondemoestik belum menonjol. Kepesertaan Muktamar ke-13 di Menes tahun 1938, forum pertama dimunculkannya ide pendirian organisasi perempuan NU, juga masih didominasi kaum laki-laki.

Tak menonjol bukan berarti tak ada. Sejumlah peran penting sudah dilakukan kaum hawa di lingkungan NU. Mulai dari aktif di dunia pendidikan, dakwah, menjadi tenaga perawat bagi para pejuang kemerdekaan, hingga berperan dalam pasukan gerilya sebagai kurir pesan-pesan rahasia. Hanya saja, “panggung” yang belum tersedia membuat kiprah para perempuan kala itu tak terlihat, bahkan belum terkonsolidasi dengan baik.

Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Kiai di Balik Berdirinya Muslimat NU

Para kiai NU pun zaman itu belum banyak yang memiliki fokus pada pentingnya peran perempuan dalam kancah perjuangan dan organisasi. Menurut buku "50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara & Bangsa" (1996), hanya sebagian kecil di antara mereka yang memahami kebutuhan akan hadirnya gerakan kaum perempuan. Di antara sebagian kecil tersebut ada tiga nama kiai: KH Mohammad Dahlan, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Saifuddin Zuhri.

Belajar Muhammadiyah

Ketiga kiai yang terkenal dengan kealiman dan cara berpikirnya yang maju itu turut mendorong semangat kebangkitan perempuan di lingkungan NU. Ada cerita, Kiai Wahablah yang memberikan restu dan motivasi ketika para santri putri hendak membentuk grup drumband. Meskipun, semula inisiatif itu sempat ditolak karena khawatir drumband jadi ajang menampakkan aurat.

Kiai Saifuddin Zuhri juga termasuk ulama yang peduli dan apresiatif terhadap kiprah perempuan. Istrinya sendiri, Nyai Solechah, adalah juru kampanye NU (ketika menjadi partai politik) yang mesti terjun ke daerah-daerah dari satu podium ke podium lain. Nyai Solechah dipercaya sebagai salah seorang ketua Pucuk Pimpinan Muslimat NU (1956-1989) yang sebelumnya memimpin ketua Muslimat NU Jawa Tengah.

Senada dengan Kiai Saifuddin, Kiai Muhammad Dahlan juga menjadi pribadi yang nyaman buat istrinya untuk berperan banyak dalam organisasi. Nyai Chodijah Dahlan diberi amanat sebagai ketua pertama Muslimat NU kala resmi menjadi badan otonom NU pada tahun 1946, meski tak lama memimpin karena wafat pada tahun 1948. Kiai Dahlan yang juga ketua PBNU lebih dari sekadar pendorong berdirinya Muslimat. Ia juga merangkap sebagai guru organisasi bagi istrinya. Selepas ditinggal Nyai Chodijah, istri kedua Kiai Dahlan juga menerima keluasaan yang sama. Nyai Aisyah Dahlan aktif menjadi salah satu ketua Muslimat NU pada kongres di Semarang. Ia mempelopori berdirinya Himpunan Dakwah Muslimat Indonesia (Nadwah).

Belajar Muhammadiyah

Kai Dahlan bersama A Azis Diyar merupakan penyusun Peraturan Khususi Nahdlatul Ulama Muslimat yang menjadi anggaran dasar pertama Muslimat NU. Peraturan Khususi ini disetujui dan ditandatangani oleh KH Muhammad Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahab Chasbullah. Dokumen inilah yang diubah dan diperbaiki sesuai perkembangan dan menjadi AD/ART Muslimat NU hingga searang.

Tiga kiai ini menjadi oase bagi kebangkitan organisasi perempuan di NU. Namun, bukan berarti para perempuan bersikap pasif. Justru kebangkitan tersebut lahir dari inisiatif perempuan NU sendiri, terutama sejak Nyai Hajjah R Djuaesih secara berani dan tegas berpidato di atas mimbar Muktamar NU ke-13 soal signifikansi peran perempuan sebagaimana laki-laki di medan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah dan bangsa secara umum. Dari gagasan ini, bentuk formal Muslimat NU terus berkembang, dari diakuinya rumusan organisasinya hingga menjadi badan otonom dengan segenap keleluasaan untuk mengatur dirinya sendiri. Muslimat NU pun menjadi organisasi yang kian bersinar, dan memainkan peran-peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga, News, Kyai Belajar Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83

Oleh : Mohamad Masruri



Gerakan Pemuda Ansor sejak didirikan pada 24 April 1934 di Banyuwangi Jawa Timur, telah menunjukan eksistensinya dalam berbagai aspek kehidupan. GP Ansor yang bersifat keagamaan, kepemudaan, kemasyarakatan dan kebangsaan memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk selalu menghadirkan perubahan serta mendorong tumbuhnya gerakan demokrasi yang tidak hanya memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat dan menyuarakan aspirasinya, tetapi juga dapat mendukung lahirnya manajemen pemerintah yang lebih baik dan bersih, pelayanan publik yang lebih prima dan reformasi semua aspek kehidupan kebangsaan untuk Indonesia yang lebih baik.

Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83 (Sumber Gambar : Nu Online)
Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83 (Sumber Gambar : Nu Online)

Refleksi Harlah GP Ansor Ke-83

Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, terus dilaksanakan oleh GP Ansor secara berkelanjutan. Terlihat dari implementasi agenda program strategis. Agenda besar Gerakan Pemuda Ansor tentang revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi dan pemberdayaan potensi kader terus digenjot sebagai wujud komitmen dan peran GP Ansor dalam berkhidmat untuk kemandirian NKRI menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jama’ah.

Gerakan Pemuda Ansor yang notabene sebagai organisasi kepemudaan berbasis kaum muda Nahdlatul Ulama, merupakan salah satu kekuatan perubahan sosial yang berdiri di garis depan perubahan (avant garde). Melihat kondisi fenemona sosial yang berkembang, Gerakan Pemuda Ansor dituntut untuk bisa menengok dalam lintasan sejarah, bahwa kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor, nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan di episode awal berdirinya dan penumpasan G30S/PKI di episode berikutnya, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.?

Belajar Muhammadiyah

Penguatan serta orientasi GP Ansor dalam perjalanan sejarahnya senantiasa menetapkan titik kuatnya pada pengembangan kualitas sumber daya kader sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Selain itu, GP Ansor juga senantiasa aktif terlibat dalam dinamika sosial yang sedang berkembang baik pada tingkat lokal, regional, bahkan tingkat nasional sampai global dalam kerangka dasar keagamaan dan kebangsaan. Dalam melaksanakan itu semua, GP Ansor memantapkan dirinya terhadap Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai manhajul fikr yaitu metode berpikir yang digariskan oleh para sahabat nabi dan tabi’in.?

Belajar Muhammadiyah

Dalam menggerakkan roda organisasi, GP Ansor membekali dirinya dengan sikap kehati-hatian, kejelian, kecermatan serta kearifan dalam memahami dinamika serta isyarat zaman, sebagaimana kaidah fiqh “tasharruful imam manuthun bil maslahathir ro’iyah (kebijakan seorang pemimpin haruslah berlandaskan kepada kemaslahatan orang banyak/masyarakat). ? Sehingga, ketika GP Ansor berusaha melakukan penguatan terhadap ideologi kader, visi-misi, interpretasi, persepsi dan orientasi organisasi, maka sudah sepatutnya jika ditindaklanjuti melalui gerakan, tindakan, aksi dan reaksi organisasi. Dengan demikian, formulasi idealitas dan realitas di atas diharapkan dapat melahirkan sikap proaktif, kritis, humanis, professional, dan inovatif untuk melahirkan perkembangan dan mewujudkan perubahan sebagai jawaban atas dinamika realitas zaman yang terus bergerak. Berangkat dari persoalan-persoalan tersebut, maka upaya reformulasi ideologi serta realisasi kaderisasi menjadi sebuah keniscayaan.?

Makna penting Harlah GP Ansor ke-83 bagi kader-kader GP Ansor dinilai sangat strategis mengingat sudah sangat mapan dan seniornya usia Ansor, sehingga sudah saatnya kader-kader Ansor dan Banser memperbaiki diri, berintegritas, berkualitas kader dan berkomitmen terhadap organisasi. Terlebih kader-kader Ansor Banser yang sudah lulus kaderisasi baik PKD atau PKL maupun Diklatsar atau Susbalan dan seterusnya harus lebih baik lagi dibandingkan dengan anggota lain atau simpatisan Ansor Banser.?

Sudah saatnya semua pengurus Ansor itu “ngurusi” organisasi Ansor bukan malah menjadi “urusan” bagi Ansor apalagi justru menjadi benalu bagi bagi kemajuan Ansor. Kader Ansor harus bisa menjadi cermin bagi kader-kader organisasi lainnya.?

Dalam kesempatan yang baik ini semoga di usianya yang sudah sangat tua kader-kader Ansor masa kini bisa mengisi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kebesaran Ansor, meminimalisir konflik internal pengurus, sudah saatnya ansor bersiap memasuki perubahan global di era modern seperti sekarang ini, sehingga organisasi Ansor sudah tidak lagi dipandang sebelah mata.?

Tantangan Ansor ke depan sudah semakin plural apalagi dengan maraknya rongrongan terhadap keutuhan NKRI, adanya sekelompok orang yang ingn mendirikan negara khilafah, banyaknya orang yang mudah mengkafirkan, menghujan bahkan meneror para kiai yang sarat dengan ilmu agamanya justru hari ini menjadi bulan-bulanan di media sosial.?

Maka sudah menjadi komitmen Ansor dan hanya Ansor Banser harapan para kiai dan ulama untuk menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan NKRI yang kita cintai bersama ini serta menjada marwah NU dan para alim ulama sepuh kita.?

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi niatan tulus dan ikhlas dari Ansor Banser, serta hal ini menjadi amalan sholeh bagi Ansor Banser. Amin Ya Robal Alamin.

Selamat Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor ke-83 tahun 2017, “ Meneguhkan semangat kebangsaan, membawa khazanah Islam Nusantara untuk perdamian Dunia”

24 April 2017





Penulis adalah kader GP Ansor Kabupaten Pemalang

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Pada acara perhelatan Konferwil Fatayat NU DIY ke-XI, Sabtu-Ahad (25/26), paduan suara dari MTs Binaul Ummah membakar semangat nasionalisme dan semangat ke-NU-an peserta yang hadir. Ada tiga lagu yang ditampilkan oleh paduan suara MTs Binaul Ummah yakni Mars Syubbanul Wathon, Mars Fatayat dan Syi’ir NU.?

“Indonesia negeriku, engkau panji martabatku, siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu. Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu!, demikian salah satu lirik Mars Syubbanul Wathon karya Kiai Wahab Hasbullah yang menggetarkan arena Konferwil Fatayat ke-XI.?

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)
Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

Selain menyanyikan lagu bernafaskan nasionalisme, mereka juga menyanyikan syi’ir NU yang secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada para peserta yang hadir tentang NU dalam acara pembukaan Konferwil Fatayat tersebut.?

Tahun 26 laire NU. Ijo-ijo benderane NU. Gambar jagad simbole NU. Bintang songo lambange NU,” ujar mereka kompak.?

Pelatih paduan suara sekaligus guru di MTs Binaul Ummah, Heri Kiswanto mengungkapkan bahwa hanya butuh waktu latihan selama tiga minggu dan delapan kali tatap muka.?

Belajar Muhammadiyah

“Sebenarnya siswa memiliki potensi yang bagus dalam hal seni olah suara. Saya berharap ke depan, para siswa diberikan ruang lebih banyak untuk belajar musik,” tegas Heri.?

Sebagai pelatih, Heri juga menegaskan kagum dengan lagu Syubbanul Wathan.?

Belajar Muhammadiyah

“Lagu Syubbanul Wathan bukan sekadar lagu biasa. Lagu tersebut termasuk lagu yang memiliki ruh yang dapat menggetarkan dan membangkitkan kembali jiwa nasionalisme kaum santri, baik itu yang menyanyikan maupun yang mendengarkan lagu itu,” tandas Heri.?

Penampilan paduan suara MTs Binaul Ummah yang menyanyikan lagu bernapaskan nasionalisme mendapatkan apresiasi yang luas dari tamu undangan dan peserta yang hadir. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga, Kiai, Kajian Belajar Muhammadiyah

Selasa, 14 November 2017

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris

Sumenep, Belajar Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH Maktum Djauhari yang wafat Selasa (29/12) kemarin merupakan sosok berpengalaman dalam berorganisasi. Ia pernah diamanahi sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Amien (1992-1996), Ketua STAI Al-Amien Prenduan (1996-2000), dan Rektor IDIA Al-Amien Prenduan (2000-2012).

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris

Sebelumnya, alumnus Pascasarjana Universitas Al-Azhar Cairo ini pernah menjadi Wakil Bendahara OPPM (1974-1975), Sekretaris Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Madinah (1977), Ketua IKPM Cairo (1984), salah seorang Deklarator ICMI Malang (1990), dan anggota BP3 A Departemen Agama Jawa Timur pada 2006 silam.

Selain itu, almarhum pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Islam (Pusdilam) Al-Amien (1998-2000), Sekretaris Pesantren Al-Amien (2000-2004), dan Wakil Pimpinan Pesantren Al-Amien (2007-2012). Puncaknya, sebagai pimpinan Pesantren Al-Amien mulai Juni 2012 sampai sekarang.

Belajar Muhammadiyah

Seperti diberitakan, Kiai Maktum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.21 WIB di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/12). Ia juga dikenal pejuang antikorupsi melalui taushiyah-taushiyahnya.

Wafatnya KH Maktum Djauhari menyisakan luka mendalam di hati keluarganya. Khususnya bagi sang istri tercinta, Ny. Hj. Nur Jalilah Dimyathi dan keenam anaknya. Kiai yang lahir 14 Mei 1958 itu, mempunyai 2 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka adalah Muhammad Haitsam (23 tahun), Samiyah (22 tahun), Afaf Az-Zahro (20 tahun), Nabil Fuadi (18 tahun), Rania Izzati (16 tahun), dan Madilah Amani (13 tahun).? (Hairul Anam/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock