Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

DPR Harus Teladani Otista yang Membela Rakyat dan Keadilan

Bandung, Belajar Muhammadiyah 

Cucun Ahmad Syamsulrijal, anggota DPR RI komisi IV Yang juga Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengajak anggota parlemen untuk meneladani keberanian Oto Iskandar Di Nata. Hal itu ia sampaikan dalam acara bedah buku Oto Iskandar Di Nata: The Untold Stories hasil penelitian Iip D. Yahya di Pondok Pesantren Sirojul Huda, Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/12). 

DPR Harus Teladani Otista yang Membela Rakyat dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
DPR Harus Teladani Otista yang Membela Rakyat dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

DPR Harus Teladani Otista yang Membela Rakyat dan Keadilan

"Otista adalah tokoh Sunda yang patut kita teladani utamanya sebagai anggota parlemen untuk terus membela rakyat," ujarnya. 

Kang Cucun dalam orasinya nenyerukan bahwa generasi muda Sunda harus mengenal Oto Iskandar Di Nata. Pahlawan nasional kelahiran Bojongsoang, kabupaten Bandung ini harus menjadi teladan untuk anak muda kabupaten Bandung khususnya. 

"Jangan sampai nama Otista dinamai jalan tetapi kita orang Bandung tidak tahu siapa beliau ini," ujarnya. 

Belajar Muhammadiyah

Sebagai anggota legislatif, Cucun menyerukan kepada semua anggota parlemen mesti meneladani sosok pahlawan asal Sunda ini. Ia menilai bahwa perjuangan sekaligus gaya negoisator Otista harus kita teladani.

"Saya berharap akan lahir Oto baru dari anggota legislatif untuk selalu membela rakyat, anggota dewan yang membela keadilan," ujarnya. 

Di tempat yang sama Iip D. Yahya, penulis buku sekaligus sejarawan sangat mengapresiasi nuansa bedah buku di Soreang, sebagai rumah Otista kabupaten Bandung. Ia pun sangat senang kala bedah buku tokoh Sunda ini keluarga Otista turut hadir.

"The Untold Stories, lanjutan dari penelitian sebelumnya," ujarnya. 

Belajar Muhammadiyah

Iip melanjutkan bahwa dari buku sebelumnya belum menjawab ikhwal Otista kenapa dibunuh. 

"Pak Oto itu timsesnya Bung Karno, sidang PPKI mengusulkan Bung Karno dan Bung Hatta untuk memimpin Indonesia.

Oto Iskandar Di Nata merupakan pahlawan kelahiran Bojongsoang Bandung. Pada 6 November 1973, Oto mendapatkan gelar pahlawan dari pemerintahan pada 1973. Meskipun kematian Oto tragis dibunuh oleh kelompok Laskar Hitam. 

Salah satu cucu Otista Ratna (60) turut hadir dalam acara bedah buku ini. 

"Saya senang atas penelitian ini karena memberikan informasi untuk publik tentang Otista," ujarnya. 

Menyambut acara ini dilaksanakan Eriyandi Budiman, pegiat Literasi asal Kabupaten Bandung terinspirasi akan mendiskusikan Oto di daerah Soreang. 

"Acara literasi tokoh nasional ini sangat penting, saya sangat mengapresiasi," ujarnya. 

Acara ini dihadiri oleh ratusan anak muda juga komunitas santri pondok pesantren Soreang Bandung dan ormas, OKP Kab Bandung dan masyarakat. (Pungkit Wijaya/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa?

Jakarta,Belajar Muhammadiyah

Buku Islam Indonesia Islam Paripurna merupakan tanggapan terhadap gugatan terhadap kebenaran dan kelengkapan pengamalan Islam di Indonesia. Gugatan itu muncul sejak medio tahun delapan puluhan.

Islamnya orang Indonesia dianggap tidak sempurna lantaran mengamalkan bid’ah, mengidap sekularisme, dan tidak mengamalkan syariat Islam.

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa?

Demikian disampaikan Imdadun Rahmat saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran bukunya yang berjudul Islam Indonesia Islam Paripurna di Jakarta, Senin (9/10).

Belajar Muhammadiyah

Menurut Imdad, setidaknya ada tiga indikator yang disematkan oleh kelompok Islam transnasional untuk mengklaim praktik Islam yang paripurna (kaffah).

Pertama, Islam kaffah adalah Islam yang puritan, bebas dari takhayul, bid’ah, dan khurufat, bersih dari tasawuf, tafsir, filsafat, dan ide-ide dari Barat. Islam tipe ini adalah model Islam yang tertutup terhadap pihak lain di luar Islam.

Belajar Muhammadiyah

“Sehingga tidak merasa perlu terlibat, berinteraksi, dan berdialog dengan yang lain, kecuali dalam posisi mendominasi,” kata Imdad saat memberikan sambutan.

Kedua, Islam kaffah adalah yang menerapkan syariat Islam di segala sektor kehidupan. Mulai sosial, budaya, hingga politik dan hukum formal. Penerapan hukum Islam adalah dengan menerapkan syariat Islam.

Menurut Imdad, dengan formalisasi syariat Islam berarti melakukan penyempitan Islam itu sendiri.

Ketiga, Islam kaffah adalah Islam politik. Imdad menilai, kelompok Islam transnasional selalu mengkampanyekan bahwa praktik Islam yang kaffah adalah dengan melakukan Islam politik. Islam harus menjadi ideologi politik untuk mendirikan negara Islam.

Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia itu menyangkal model Islam kaffah versi tersebut. Baginya, Islam Indonesia adalah model Islam yang paripurna (kaffah) untuk bangsa Indonesia sendiri.

“Islam Indonesia adalah Islam yang membumi, berdialog positif dengan konteks Indonesia,” jelasnya.

Bahkan, Imdad menilai, dunia internasional semakin memperhatikan dan memandang Islam Indonesia sebagai model Islam masa depan di tengah konflik di Timur Tengah yang tak kunjung usai.

Ia berpandangan bahwa Islam kaffah yang didengungkan oleh kelompok Islam transnasional adalah Islam yang berdasar terhadap budaya lokal di Arab atau Negara Timur Tengah lainnya. Seperti Ikhwanul Muslim yang merupakan ekspresi politik lokal Mesir dan Timur Tengah.

“Islam kaffah adalah Islam lokal pula,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi

Sumedang, Belajar Muhammadiyah - Upaya memajukan sebuah organisasi harus diawali dulu oleh peningkatan kualitas pribadi masing-masing anggota organisasi tersebut. Kalau sesorang sudah mampu mengurusi keperluan pribadinya dengan kualitas yang baik, maka ketika diminta untuk mengurusi organisasi apapun hasilnya pasti berkualitas.

Demikian disampaikan oleh Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Ai Faridah di hadapan para peserta kegiatan peningkatan kualitas organisasi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Al-Hikam, Kamis (1/9) yang diprakarsai oleh pengurus Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU MA Plus Al-Hikam.

Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi

Semua pengurus organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas pribadi sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Selain itu setiap pengurus harus bekerja maksimal yang dilandasi oleh ketekunan, kesabaran, dan keikhlasan. Penting ini semua dilakukan supaya peran yang dijalankannya dapat memberikan sumbangsih yang positif untuk kemajuan sebuah organisasi, lanjut Ai Faridah.

Apalagi organisasi yang akan dimajukannya yaitu organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama seperti IPNU dan IPNU. “Jangan setengah-setengah untuk memajukan NU. Karena jamiyyah NU didirikan oleh para ulama. Yakinlah kalau kita mengurusi NU maka akan selalu ada keberkahan di setiap langkah kehidupan kita.”

Belajar Muhammadiyah

Ai Faridah melanjutkan, menjaga keberlangsungan organisasi NU yang didirikan oleh para ulama sudah menjadi tugas seorang pelajar NU. Jangan hanya bangga menjadi warga NU yang kultural, tapi harus bangga menjadi warga NU yang struktural. Warga NU yang struktural artinya warga NU yang aktif mengurusi organisasi NU dan terdaftar sebagai pengurus NU atau banom NU.

Belajar Muhammadiyah

“Semoga dengan adanya peningkatan kualitas organisasi seperti ini, kecintaan kalian terhadap NU semakin kuat. Kalau cintanya sudah kuat, maka ngurus NU juga akan lebih bersemangat,” tutup Ai Faridah. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Tokoh, Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib

Mataram, Belajar Muhammadiyah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Pawai Tarhib sambut Ramadhan, Jumat (3/6) di Kota Mataram. 15 Ribuan jamaah ? membanjiri halaman Islamic Center untuk mengikuti acara Pawai Tarhib menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437 hijriyah tersebut.

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib

Ribuan jamaah itu berasal dari pegawai lingkup pemerintah Provinsi NTB, Ormas, Mahasiswa, Pelajar, Masyarakat Umum, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) NTB.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, HM Zainul Majdi mengatakan, kebahagiaan menyambut Bulan Suci Ramadhan akan mendapat ganjaran besar dari Allah SWT. Selain itu, Tarhib Ramadhan yang baru pertama kali digelar ini akan menjadi penyemangat bagi masyarakat, menyambut digelarnya MTQ ke-26 tingkat nasional bulan Juli 2016 mendatang di Mataram.

"Tarhib itu diambil dari kata Ar-Rohbu, artinya kelapangan maka tarhib itu secara inti maknanya adalah menggambarkan suasana hati kita yang lapang, jiwa dan diri kita pada saat Ramadhan itu datang menghampiri kita,” tutur Zainul Majdi pada saat melepas peserta pawai.

Belajar Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Islamic Center NTB untuk kegiatan yang positif. Selain itu, dia mengajak semua masyarakat memperbanyak doa untuk NTB agar berbagai program yang dicanangkan bisa terwujud, termasuk dalam mewujudkan target 15 medali emas pada PON mendatang.?

Kegiatan Tarhib diikuti Gubernur dan pejabat lingkup pemerintah provinsi NTB itu melintasi Jalan Pejanggik, Jalan pendidikan dan kembali finish di Islamic Center. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pahlawan, Budaya Belajar Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU

Jombang, Belajar Muhammadiyah . Sidang Pleno untuk mengesahkan hasil sidang komisi-komisi pada Muktamar Ke-33 NU telah usai dilaksanakan, Rabu, (5/8).? Salah satu poin yang dihasilkan dan disahkan dalam hal keorganisasian NU adalah terkait masuknya PMII (Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia) dan Korpri (Korps PMII Putri) sebagai badan otonom NU.

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU

Menanggapi hasil sidang pleno tersebut, Pengurus Komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya (ITS-PENS-PPNS) yang? beberapa hari terakhir membuat gerakan viral Siap kembali ke NU menyatakan memberikan dukungan penuh.

"Sejatinya perjalanan kajian panjang sudah kami lakukan sejak tahun 2011 terkait positioning PMII terhadap NU. Sikap kami sudah kami sampaikan melalui Maklumat Surabaya pada tanggal 31 Januari 2015 yang isinya secara garis besar intinya menyatakan PMII harus kembali ke NU," ujar Imam, Ketua Pengurus Komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya, di Jombang, Jatim.

Belajar Muhammadiyah

Dalam ulasannya, Imam juga menyampaikan tiga hal pokok yang menjadi pertimbangan terkait posisi PMII terhadap NU. Pertama terkait ideologi Islam Aswaja; kedua, terkait pertarungan kekuatan global dan internasional, dan yang ketiga tentang kebutuhan dan kekuatan cluster kaum intelektual muda NU.

Terkaithasil sidang pleno tersebut selanjutnya secara organisasi akan diselesaikan dalam internal tubuh PMII . (Ahmad Hanan/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Kiai Munif Jelaskan tentang Doa dan Silaturahim

Semarang, Belajar Muhammadiyah - Manusia adalah hamba Allah (abdullah) di muka bumi ini, yang salah satu tugasnya, selain sebagai khalifah, adalah beribadah. Ibadah dari kata abd, yang berarti hamba. Beribadah adalah menghamba kepada Allah, sedangkan inti dari ibadah adalah berdoa, karena dengan doa ada ketergantungan dari makhluk kepada sang khaliq (pencipta).

Demikian disampaikan KH Munif Muhammad Zuhri atau yang akrab disapa Mbah Munif, dalam acara mujahadah rutin yang diselenggarakan di rumah dinas H. Sukirman SS, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Rabu (23/11) malam.

Kiai Munif Jelaskan tentang Doa dan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Munif Jelaskan tentang Doa dan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Munif Jelaskan tentang Doa dan Silaturahim

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Munif menyampaikan pentingnya berdoa bagi kaum muslimin. "Addua muhhul ibaadah, doa itu instisari ibadah. Dengan berdoa, kita selalu memiliki ketergantungan kepada Allah selaku pencipta alam semesta," terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Selain itu, kiai kharismatik NU ini juga menekankan pentingnya silaturrahmi dan persatuan di organisasi. Silaturrahmi atau pertemuan-pertemuan, hematnya, akan menjadikan sebuah ikatan yang melahirkan kekuatan.

"Jika ada orang mau berjuang, tetapi tidak mau ikut terlibat dalam organisasi bisa dianggap sia-sia. Ini karena musuh-musuh kita juga bersatu dan terorganisir dengan baik," terangnya. "Jika kita tidak bersatu, kita akan sangat mudah dikalahkan," imbuhnya.

Menurut shahibul bait H. Sukirman dalam sambutannya, mujahadah kali ini dikhususkan untuk mendoakan bangsa Indonesia. "Kita tahu, suhu politik di Ibu Kota dewasa ini memanas yang dampaknya kemana-mana. Salah satu ikhtiar kita agar semua baik-baik saja adalah dengan berdoa," ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Acara mujahadah ini digelar secara rutin dan diikuti kaum muslimin dari Semarang, Demak, Kendal dan sekitarnya. Menurut salah satu peserta, Amir Mustofa Zuhdi, mujahadah seperti ini sangat positif untuk terus digelar dan diikuti, khususnya generasi muda, agar terbiasa bergantung hanya kepada Allah SWT.

"Selain mendekatkan diri kepada sang pencipta, kita juga mendapat berbagai nasehat dari ulama yang begitu murni, teduh dan mencerahkan," katanya. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Jepara menggelar rapat koordinasi di ruang Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Ahad (10/9) malam. Rapat membahas soal rumor yang beredar di media sosial terkait kasus pesantren di Karimunjawa, Jepara.

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Rapat koordinasi yang dihadiri sejumah tokoh dan jajaran kepolisian ini membantah berita terjadinya pengusiran santri di sebuah pesantren di sana. Keduanya mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Berikut bunyi surat klarifikasi secara lengkap yang ditandatangani Ketua Pimpnan Daerah Muhammadiyah (PDM) KH Sadali dan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Ubaidillah Noor.

Menyikapi perkembangan pemberitaan (issue) di media sosial terkait dauroh tahfidh al-Qur’an di Dukuh Alang-alang RT 02 RW 04, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sehubungan dengan isu penolakan dan pengusiran santri Ittihadul Ma’had Muhammadiyah (ITMAM) yang hendak melakukan dauroh tahfidh al-Qur’an Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, maka dengan ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara menyatakan klarifikasi sebagai berikut:

1. Pemberitaan bahwa telah terjadi penolakan dan pengusiran santri adalah tidak benar.

Belajar Muhammadiyah

2. PCNU Jepara dan PDM Jepara sepakat menyikapi masalah tersebut dengan mengedepankan ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah basyariyah serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Menyekapakati agar gedung yang diwakafkan kepada PP Muhammadiyah tersebut dihentikan (dimauqufkan) penggunaannya untuk beberapa waktu sampai segala sesuatunya terpenuhi.

Belajar Muhammadiyah

4. Mengintensifkan komunikasi semua pihak dan mewaspadai paham radikalisme serta pihak lain yang hendak memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.





Surat klarifikasi tersebut ditandatangani pula oleh sejumlah saksi, antara lain AKBP Yudianto Adhi Nugroho (Kapolres Jepara), H Mashudi (Ketua MUI Kabupaten Jepara), Rustamaji (atas nama Kepala Bakesbangpol), H Badrudin (PKUB Jateng untuk Jepara), Arif Darmawan (atan nama Kepala Dinas Kominfo). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah, Warta, PonPes Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock