Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

Manila, Belajar Muhammadiyah. Salah satu keputusan penting dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-31 ASEAN di Manila, Filiphina, adalah disepakatinya konsensus perlindungan bagi pekerja migran di seluruh negara ASEAN. Dokumen yang berjudul ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers itu ditandatangani oleh sepuluh kepala negara ASEAN, Selasa (14/11) malam.

Penandatanganan menjadi rangkaian acara terakhir, sebelum penutupan KTT yang dipusatkan di Philippines International Convention Center, Manila.

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)
ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran (Sumber Gambar : Nu Online)

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

“Ini merupakan keputusan yang sangat maju dalam rangka meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja migran di ASEAN,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri usai mendampingi Presiden Jokowi menandatangani dokumen tersebut.

Perlindungan yang mengacu pada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia itu, tak hanya diberikan kepada pekerja migran, namun juga kepada keluarganya. Hal ini juga sejalan dengan Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya.

Belajar Muhammadiyah

Perlindungan serupa juga diberikan kepada pekerja migran undocumented, yakni pekerja migran yang masuk dan tinggal untuk bekerja di suatu negara secara ilegal, atau pekerja migran yang awalnya legal namun berubah menjadi ilegal. Menurut Menteri Hanif, penandatangan konsensus tersebut sekaligus membuka kebuntuan panjang pembahasan isu ini. 

Selama 10 tahun, belum terjadi kata sepakat karena dipicu perbedaan kepentingan antara negara pengirim pekerja migran (Indonesia dan Filiphina) dengan negara penerima (Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam). Ide perlindungan pekerja migran ASEAN diadopsi oleh para pemimpin anggota ASEAN pada KTT ke-12 tahun 2007 di Cebu, Filiphina, atau yang dikenal sebagai Cebu Declaration.

Belajar Muhammadiyah

Deklarasi itu mengamanatkan perlunya ASEAN memiliki instrumen terkait peningkatan perlindungan hak-hak pekerja migran. Konsensus ini sama-sama menghendaki adanya peningkatan perlindungan kepada pekerja migran, baik oleh negara pengirim, maupun negara penerima pekerja migran. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Senin, 19 Februari 2018

Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah yang terhormat, kita semua tahu bahwa menunaikan zakat fitrah hukumnya adalah wajib bagi yang memang telah terpenuhi syaratnya. Namun dalam hal ini saya akan menanyakan hal yang lebih dalam lagi yaitu menyangkut apa yang menjadi sebab zakat fitrah diwajibkan? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. (Farid/Jember)

Jawaban

Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Zakat Fitrah di Awal Ramadhan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT selalu merahmati kita semua. Zakat fitrah juga disebut shadaqatul fithri, zakatul badan, zakatur ramadhan, atau zakatus shaum. Zakat fitrah wajib ditunaikan ketika terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri.

Belajar Muhammadiyah

Lantas, apa yang menyebabkan zakat fitrah itu wajib sebagaimana pertanyaan di atas? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka kami akan mengemukakan pandangan Abu Ishaq Asy-Syirazi? dalam kitab Al-Muhadzdzab saat membincang tentang kebolehan membayar zakat fitrah pada awal bulan Ramadhan.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, kebolehan ini didasarkan pada argumen bahwa zakat fitrah wajib karena dua sebab yaitu puasa bulan Ramadhan dan berbuka darinya (al-fithru minhu).

Karenanya, jika sudah ada salah satu dari kedua sebab tersebut, maka diperbolehkan mendahulukan membayar zakat fitrah pada awal puasa Ramadhan sebagaimana kebolehan membayar zakat mal ketika sudah mencapai nishab tetapi belum sampai haulnya.

Atas dasar itu pula, tidak diperbolehkan membayar zakat fitrah sebelum bulan Ramadhan karena mendahulu dua sebab yang membuatnya wajib, sebagaimana ketidakbolehan mengeluarkan zakat mal sebelum sampai haul dan sebelum terpenuhi nishabnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Boleh mendahulukan zakat fitrah dimulai dari awal puasa Ramadhan sebab zakat fitrah wajib karena dua sebab yaitu puasa Ramadhan dan berbuka dari puasa (al-fithru minhu). Dengan demikian ketika dijumpai dari salah satu keduanya maka boleh mendahulukan zakat fitrah atas yang lain seperti kebolehan mendahulukan zakat mal setelah sampai nishab dan sebelum haul. Dan tidak boleh menunaikan zakat fitrah sebelum bulan Ramadhan karena hal itu sama dengan mendahulukan atas dua sebab sebagaimana ketidakbolehan mengeluarkan zakat mal sebelum sampai haul dan nishab,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i, Beirut-Darul Fikr, tt, juz I, halaman 165).

Dari penjelasan singkat di atas tampak sangat jelas bahwa ada dua hal yang menjadi sebab wajibnya zakat fitrah, yaitu puasa Ramadhan dan berbuka darinya (berlalunya Ramadhan).

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Bagi orang yang sudah memenuhi kewajiban membayar zakat fitrah maka tunaikan dan berikan kepada orang yang berhak.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri Belajar Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan

Rembang,? Belajar Muhammadiyah. Dalam kehidupan masyarakat, Nahdlatul Ulama dengan madzhab Ahulussunnah wal Jamaah mensinergikan semangat keislaman (ukhuwah islamiyah) dan kebangsaan (ukhuwwah Wathaniyah). Keduanya harus selalu beriringan tidak berjalan sendiri-sendiri.

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj dalam acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) NU jawa Tengah Sabtu (30/3) malam.

Kang Said mengutarakan mengembangkan islamiyah tanpa wathoniyah akan menjadi ekstrim sementara wathoniyyah tanpa islamiyah akan menjadi sekuler.?

Belajar Muhammadiyah

“Bicara Islam saja akan dihantam, sedang bicara wathoniyah saja kasihan anak cucu kita tidak tahu agama karena akan menjadi sekuler,”tandasnya.

Bangsa Indonesia,katanya, sebagai gerbong paling timur ummat Isam dengan ? ratusan suku, ragam agama dan pulau yang masih terjaga dari perpecahan. Hal ini dikarenakan masih adanya ikatan civil society yang memiliki kepentingan kebangsaan bukan politik kekuasaan.

Belajar Muhammadiyah

“Makanya sangat penting sekali ber-NU. Kita harus ? bangga menjadi NU karena ? yang paling benar adalah NU. Benar dalam ? cara beragama, bermasyarakat serta berpolitik kebangsaan.”tegasnya.

Menyinggung 100 tahun usia NU, Kang Said menegaskan selama tidak luntur memegang prinsip sepanjang masa, orang lain masih memperhitungkan Nahdlatul Ulama. Dijelaskan, prinsip itu adalah pesantren dengan karakter kemandirian , kesederhanaan,keikhlasan, percaya diri ? dan tidak membebani orang lain.

“Semua itu habitat kita, karakter kita, kepribadian kita yang harus dipertahankan,” tandasnya lagi.

Musykerwil NU jawa Tengah dilaksanakan mulai Jum’at–Sabtu (29-30/3) di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang.?

Hadir sejumlah tokoh dan menteri, turut memberikan pengarahan antara lain Ketua MK Mahfudz MD, Mendikbud M.Nuh,Menteri Agama H. Suryadarma Ali dan Mustasyar PBNU KH Maemun Zubeir selaku tuan rumah kegiatan.

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Santri, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Kediri, Belajar Muhammadiyah - Kesebelasan Quen Al-Falah (Qulah) optimis bisa merebut posisi ketiga dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Jatim II di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Dalam babak penentuan peringkat tiga pertandingan akan mempertemukan Quen Al-Falah dan tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang, Rabu (31/8).

Insya Allah teman-teman mampu mengambil posisi III,” ungkap Sulkhan Abdul Kahfi, Kapten Tim Quen Al-Falah kepada Belajar Muhammadiyah usai bertanding dengan tim Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Quen Al-Falah Optimis Rebut Posisi Ketiga Sore Ini

Bagi Quen Al-Falah, di manapun posisi tidak menjadi masalah. “Namun,kalau bisa menempati posisi ketiga sudah lumayan. Kami ikut ini karena untuk silaturrami antarsantri pesantren melalui olahraga. Sehingga posisi tidak menjadi penentu. Cuma kalau dapat kenapa tidak,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Disinggung kalah dengan kesebelasan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung saat semifinal? Ia mengatakan, timnya sudah berupaya maksimal. Bahkan sampai mengerahkan sporter ratusan orang. Namun, memang Darut Taibin memang lebih hebat permainannya. Sehingga timnya bisa dibekuk 3-0 tanpa balas.

Belajar Muhammadiyah

“DaTa memang hebat. Kami keteteran ketemu tim Tulungagung itu. Selain itu stamina teman-teman sudah habis. DaTa memang layak lolos ke Final. Permainannya memang bagus. Pemainnya merata dan kompak,” tambahnya.

Sementara itu Tim Ponpes Darul Ulum tadi gegabah menghadapi tim Quen Al-Falah. Menurut Ajay Kapten kesebelasan, Quen Al-Falah bukan tim sembarangan. Mereka memiliki skill pemain yang merata. Umpan-umpannya akurat. Kalau dalam semifinal kalah dengan DaTa, itu soal keberuntungan saja. Terlepas itu memang DaTa permainannya bagus. Karena memiliki power dan speed yang bagus.

“Quen lumayan bagus. Cuma kalau sama DaTa, kalah mental. Untuk itu kami dan teman-taman dalam penetuan ranking nanti akan bermain lepas tanpa beban,” kata Ajay.

Sebagaimana di ketahui kesebelasan Quen Al-Falah dalam putaran semifinal dilibas tim DaTa Tulungagung dengan skor 3-0. Sedangkan Darul Ulum dikalahkan An-Nur 2 dengan skor 3-2 setelah adu penalti. Untuk itu kesebelasan DaTa dan An-Nur bisa lolos ke Final. Sedangkan Quen dan Darul Ulum akan berebut mempertahankan posisi ketiga dalam putaran LSN Region Jatim II di Kota Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Ulama, Quote Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Memasuki tahun baru hijriyah, kompleks pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dipadati para peziarah. Bahkan mereka harus mengantre untuk sekadar berdoa di depan makam Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan sesepuh lain di pemakaman tersebut.

Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Hijriyah, Makam Tebuireng Banjir Peziarah

Menurut data yang dihimpun satpam penjaga gerbang makam, David, peziarah sudah mencapai 10.000 orang.? Lonjakan peziarah dimulai sejak Kamis (23/10) yang bertepatan dengan malam Jumat legi. “Jumat kemarin itu legian Mas, ditambah Suroan ini, jadi ya 10.000 itu wajar,” ujar David.

Para peziarah datang dari berbagai daerah di Jawa, seperti Mojokerto, Surabaya, Gresik, Kendal, Brebes, Pati, bahkan ada dari luar Jawa, seperti Bengkulu dan Lampung. “Kita dari (ziarah makam) Wali Songo nggak afdhol sebelum ke Gus Dur,” terang H Mansyur, pimpinan rombongan peziarah dari Brebes.

Belajar Muhammadiyah

Jalanan depan Tebuireng juga menjadi macet total. Bus-bus yang parkir di jalanan panjangnya mencapai sekitar 300 M, dari Perempatan Cukir sampai Pertigaan Seblak. “Itu belum ditambah dengan yang parkir di depan Masjid Ulil Albab dan yang masuk di Pondok,” ungkap Sodiq (40), tukang parkir Wisata Religi Makam Tebuireng. “Total sekitar 3000 mobil juga ada, kalau hitungannya sejak Kamis kemarin,” tambanya.

Lonjakan tersebut juga berakibat positif bagi para tukang parkir, pedagang Pasar Gus Dur, dan para penyedia jasa kamar mandi dan pengisian baterai telepon genggam. “Ya, beberapa hari ini dagangan meningkat, untuk persennya kami masih belum bisa memastikan sekarang. Karena belum berakhir,” ungkap Ibrul, pedagang buku lorong makam Gus Dur. Diperkirakan peziarah akan terus bertambah sampai Ahad ini (26/10). (Abror/Mahbib)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Santri Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Sebanyak 15 Madrasah Tsanawiyah di Semarang, Jawa Tengah, yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nadhaltul Ulama mengikuti pelatihan instruktur kurikulum 2013, 18-20 September 2014.

Kegiatan yang digelar di MTs Al Uswah? Bergas, Semarang, ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para guru menghadapi kurikulum 2013 yang direncanakan pemerintah serentak diterapkan pada 2014.

15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tsanawiyah NU Semarang Siap Terapkan Kurikulum Baru

KKM MTs Ma’arif Kabupaten Semarang menyelenggarakan pelatihan instruktur kurikulum 2013 dengan menghadirkan pemateri dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, antara lain Agus Mujiono, Bisri Musthofa, dan H. Suyatno.

Belajar Muhammadiyah

Ketua LP Ma’arif Kabupaten Semarang Moch Solichin menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap pelatihan dapat mengatarkan guru untuk lebih siap dalam menghadapi kurikulum? 2013. Menurutnya, madrasah-madrasah di lingkungan Ma’arif Kabupaten Semarang mesti mendapatkan pelatihan kurikulum baru ini secara menyeluruh.

Belajar Muhammadiyah

Secara resmi kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Semarang Subadi. Kemenag Semarang menyatakan dukungan penuh pelatihan yang digelar secara mandiri ini. Subadi yang juga memberikan materi “Penguatan Kebijakan Kementrian Agama dalam Implementasi Kurikulum 2013” mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian yang konkret pada kemajuan pendidikan khususnya madrasah.

Menurut Ketua KKM MTs Ma’arif Isro’i, pelatihan instruktur kurikulum 2013 diprogramkan dalam enam angkatan. Angkatan pertama untuk guru Quran-Hadits dan Aqidah-Akhlak, dan angkatan kedua untuk guru Fiqih dan SKI yang dilaksanakan di MTs Al Uswah Bergas. Angkatan ketiga dan keempat untuk guru mata pelajaran umum di MTs NU Ungaran dan angkatan kelima keenam untuk guru bahasa direncanakan menempati aula MTs Darul Ma’arif Pringapus. (Suharsini/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri Belajar Muhammadiyah

Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda

Jakarta, Belajar Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM) akan mengadakan pembahasan perihal hukum kewarganegaraan ganda di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (20/9) siang. Forum bahtsul masail ini melibatkan anggota DPR, pihak Kemendagri, pengurus harian PBNU, dan para kiai pesantren.

Forum ini akan mendiskusikan kewarganegaraan ganda dari pelbagai sudut sehingga peserta dapat menimbang maslahat dan mafsadatnya bagi bangsa Indonesia jika UU Kewarganegaraan Ganda ini diberlakukan di Indonesia.

Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PBNU Bahas Masalah Kewarganegaraan Ganda

“Masalah ini jelas kita bahas. Nanti DPR juga mau membahas RUU Kewarganegaraan,” kata Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU H Sarmidi Husna kepada Belajar Muhammadiyah, Ahad (18/9) sore.

Belajar Muhammadiyah

Pertemuan ini, kata H Sarmidi, diharapkan dapat menghasilkan sebuah putusan hukum Islam sejenis fatwa perihal kewarganegaraan ganda. Di akhir pertemuan, peserta rencananya akan merumuskan sejumlah rekomendasi dari hasil kajian tersebut untuk disampaikan kepada pemerintah.

Rekomendasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan perihal kewarganegaraan ganda. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Santri, Doa Belajar Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Melaksanakan shalat berjamaah biasanya tidak terlepas dari adzan dan iqamah. Adzan adalah sarana untuk mengingatkan para Muslim atas masuknya waktu shalat sekaligus menjadi pemanggil bagi mereka untuk melangkahkan kaki dan berjamaah bersama di masjid. Sedangkan iqamah (qamat) adalah sarana untuk mengingatkan Muslim bahwa shalat jamaah akan dilaksanakan segera.

Biasanya kita sering melihat bahkan menjadi budaya di sebagian daerah bahwa setiap orang yang adzan (muadzin) maka dia lah yang seharusnya mengumandangkan iqamah juga. Benarkah hal ini menjadi sebuah keharusan? Apakah diperkenankan jika adzan dan iqamah dikumandangkan oleh orang yang berbeda?

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Abu Dawud dalam Sunan-nya membuat sebuah bab khusus yang menjelaskan tentang hal ini. Abu Dawud menamai bab tersebut dengan “Babu fir Rajuli Yuadzinu wa Yuqimul Akhar” (Bab yang menjelaskan seorang laki-laki melakukan adzan dan iqamahnya dilakukan oleh orang lain). Dalam bab ini Abu Dawud mencantumkan tiga hadits.

Pertama, hadits yang menjelaskan tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid.

Belajar Muhammadiyah

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ?. ? ?". ? ?. ? ?: ? ? ? ? ?. ?: " ? ?"

Belajar Muhammadiyah

Artinya, “Dari Abdullah bin Zaid, ia berkata, ‘Nabi ingin melakukan beberapa hal dalam adzan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.’ Kemudian Abdullah bin Zaid diperlihatkan kalimat adzan melalui mimpinya. Lalu Abdullah bergegas mendatangi Nabi SAW dan memberitahukannya. Nabi pun berkata, ‘Berikan adzan itu kepada Bilal. Abdulah pun memberikan kepada Bilal. Bilal pun melaksanakan adzan.’ Abdullah bin Zaid berkata, ‘Saya melihat dalam mimpi bahwa saya menginginkan iqamah.’ Nabi pun lalu berkata, ‘Kumandangkanlah iqamah!’”

Tetapi hadits di atas hukumnya dhaif karena ada salah satu perawi dhaif dalam rangkaian sanad hadits tersebut. Rawi tersebut bernama Muhammad bin Amr Al-Waqifi.

Kedua, hadits yang mendukung kebolehan bergantian tersebut. Hadits ini menjadi pendukung dari hadits di atas akan tetapi hadits ini juga berstatus dhaif.

Ketiga, hadits yang menjelaskan anjuran agar adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang. Seorang yang mengumandangkan adzan, maka dia juga yang mengumandangkan iqamah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ziyad bin Al-Haris As-Shadai.

Saat itu waktu Subuh, Ziyad mengumandangkan adzan pertama, kemudian Bilal ingin iqamah tapi Nabi mencegahnya. Nabi kemudian berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh saudaramu yang bagus itu telah mengumandangkan adzan, siapa yang mengumandangkan adzan, dia lah yang mengumandangkan iqamah.”

Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi dengan mengutip Al-Hafiz Al-Hazimi menjelaskan bahwa para ahli ilmu bersepakat tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Ibnu Malik mengatakan bahwa hal tersebut makruh tetapi menurut Imam Syafi’i dan Abu Hanifah tidak makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i berpendapat dan Abu Hanifah mengatakan bahwa hal itu tidak makruh. Atas dasar riwayat bahwa Ibnu Umi Maktum ketika adzan, maka yang iqamah adalah Bilal, begitu juga sebaliknya. Sedangkan hadits tersebut mengandung pesan agar orang yang adzan tidak ditimpa rasa kesedihan akibat iqamah dilakukan orang lain.”

Mereka berbeda pendapat terkait manakah yang lebih utama. Sebagian besar berpendapat tidak ada bedanya. Tetapi beberapa ulama seperti Malik, sebagian besar ahli Hijaz, Abu Hanifah dan sebagian besar ahli Kufah berpendapat bahwa yang lebih utama adalah adzan dan iqamah itu dilakukan oleh satu orang. Hal ini juga diungkapkan oleh Imam Ats-Tsauri dan Imam Syafi’i.

Sebenarnya larangan Nabi agar Bilal tidak iqamah dalam hadits riwayat Abu Dawud di atas adalah dalam rangka untuk menjaga hati si muadzin agar tidak kecewa sehingga para ulama tidak mempermasalahkan kebolehan bergantian. Tetapi mereka tetap bersepakat bahwa yang paling utama adalah adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang, yakni agar tidak terjadi kekecewaan di hati seorang muadzin. (Muhammad Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Humor Islam, News Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Sesepuh NU dari Pesantren Benda Kerep Wafat

Jakarta, Belajar Muhammadiyah 



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga NU Jawa Barat, khususnya Cirebon, kehilangan salah seorang kiainya. Sesepuh Pesantren Benda Kerep, Cirebon KH Hasan Abu Bakar wafat pada Jumat 29 September 2017 pada pukul 08:20.

“Beliau kiai sufi, panutan kiai NU Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka. Kuningan),” ungkap Nasrullah Affandi, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ketika dikonfirmasi Belajar Muhammadiyah tentang sosok Kiai Hasan. 

Sesepuh NU dari Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesepuh NU dari Pesantren Benda Kerep Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesepuh NU dari Pesantren Benda Kerep Wafat

Menurut dia, para tokoh nasional pernah bersilaturahim kepada Kiai Hasan, di antaranya Wakil Presiden JUsuf Kalla, dan pejabat lain seperti menteri dan gubernur. 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 30 Desember 2017

Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara

Jakarta, Belajar Muhammadiyah?



Prof Syed Farid Alatas dari National University of Singapore berpandangan bahwa perkembangan aliran, pemikiran, dan pendekatan terhadap Islam di Indonesia berkembang lebih baik dibanding Singapura dan Malaysia.?

“Kepelbagaian pemikiran di Indonesia adalah jauh dinamis dibanding dengan Singapura dan Malaysia,” katanya selepas berdiskusi dengan wartawan dan redaktur Belajar Muhammadiyah di gedung PBNU, Jakarta pada Rabu sore (22/2)

Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Syed Farid Alatas: Islam Nusantara Sehat untuk Asia Tenggara

Menurut Kepala Departement of Malay Studies tersebut perkembangan pemikiran di Indonesia seperti itu sangat positif dalam dunia Islam.?

“Sebab Indonesia merupakan, menurut kami, negara Islam yang paling demokratis,” tambahnya yang mengantar 20 mahasiswa dan mahasiswi asal Singapura dan Malaysia dari kampus National University of Singapore, Universitas Malaya, Universitas Kuala Lumpur, Liverpool University, dan Teheran University. ?

Belajar Muhammadiyah

Ditanya Islam Nusantara, keponakan Syekh Naquib Al-Attas, tersebut, Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama sebagai gagasan baik di Asia Tenggara.

“Kami anggap gagasan Islam Nusantara sebagai satu gagasan sangat sehat untuk semangat Islam di Asia Tenggara,” ungkapnya.?

Sementara di Malysia dan Singapura, lanjutnya, menjalani proses Arabisaasi oleh aliran-aliran tertentu dari Timur Tengah, dari negara seperti Arab Saudi, Mesir dan pola pemikiran cara hidup yang tidak sesuai orang Islam di Asia Tenggara.?

Menurut dia, berbeda dengan Indonesia, pandangan semacam itu dimentahkan pemikir-pemikir Islam Indonesia. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Santri, Quote, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak kepada warga NU untuk aktif berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 15 Februari 2017. Partisipasi ini dinilai penting untuk menentukan masa depan daerah selama lima tahun ke depan.

Tentang perbedaan pilihan calon pemimpin, ia mengimbau agar hal tersebut disikapi secara wajar. Justru, menurut Kiai Said, ragam aspirasi itu perlu sebagai proses pendidikan politik warga.

Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Beda dalam Pilkada itu Biasa, Justru Mencerdaskan

“Perbedaan pendapat itu yang membuat kita cerdas, kritis. Tapi tidak boleh kemudian saling menjatuhkan, apalagi fitnah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/2).

Belajar Muhammadiyah

Kiai asal Cirebon, Jawa Barat ini menilai, banyak orang luar atau pengamat yang melihat perbedaan di kalangan warga NU secara berlebihan karena tidak memahami disiplin berpikir pesantren yang biasa berselisih pendapat.

Kiai Said juga mengimbau kepada warga untuk hati-hati dengan politik uang. Ia mengingatkan bahwa yang lebih penting dari coblosan adalah hari-hari selanjutnya setelah pemimpin terpilih menunjukkan kinerjanya selama lima tahun mendatang.

Belajar Muhammadiyah

Karena itu, katanya, para pemilik hak suara perlu mempertimbangkan masak-masak siapa figur terbaik yang layak memimpin. Pertimbangan itu harus dimulai sejak sebelum, ketika, dan sesudah mencoblos. “Pemilih yang ngawur akan memilih pemimpin yang keliru,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Santri, Hadits Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Ketua Umum PBNU: Pilih Partai Sesuai Visi Misi NU

Kediri, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan agar warga NU memilih partai yang sesuai dengan visi misi organisasi ini.

"NU selalu menjaga jarak dengan partai politik manapun, namun sebagai pendidikan politik, diharapkan sesuai dengan visi misi NU," katanya dikonfirmasi tentang sikap NU dalam berpolitik, Kamis.?

Ketua Umum PBNU: Pilih Partai Sesuai Visi Misi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU: Pilih Partai Sesuai Visi Misi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU: Pilih Partai Sesuai Visi Misi NU

Said yang ditemui dalam pengajian memperingati tahun baru Islam 1435 Hijriah di Stadion Canda Bhirawa Pare, Kabupaten Kediri, tersebut mengatakan masyarakat cukup cerdas untuk memilih partai sesuai dengan visi misi mereka. Mereka mengetahui yang terbaik untuk mereka.

Belajar Muhammadiyah

Pihaknya juga menegaskan, berpolitik atau memilih partai politik adalah hak masing-masing individu. Organisasi ini (NU) tidak pernah mengarahkan warganya untuk memilih ke partai politik tertentu.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga mengapresiasi banyaknya kader NU yang terlibat politik praktis, bahkan sampai dilirik partai lain untuk ikut berpolitik baik menjadi anggota DPR ataupun menjadi calon Presiden.

"Banyak calon (dari NU) berarti bagus, kadernya banyak yang dilirik, namun soal jadi atau tidak, belum tahu," katanya.?

NU merupakan salah satu organisasi dengan basis massa yang besar di Indonesia. Dengan potensi tersebut, banyak yang mendekati organisasi ini, dengan berbagai tujuan di antaranya politik, terlebih lagi mendekati pemilihan DPR ataupun Presiden. Bahkan, kader NU juga dilirik berbagai partai politik di Indonesia.?

Seperti Ali Masykur Musa yang merupakan Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) yang juga mengikuti konvensi Partai Demokrat untuk memilih calon Presiden menggantikan SBY, PKB yang didirikan sebagai organisasi politik dan di dalamnya mayoritas warga NU, serta sejumlah partai dan kader NU lain. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Santri Belajar Muhammadiyah

Kamis, 14 Desember 2017

Redaktur Majalah Bangkit Peneliti Terbaik UIN Yogya

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Salah seorang Redaktur Majalah Bangkit NU Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama Ahmad Suhendra meraih predikat sebagai peneliti terbaik ketika ikut berpartisipasi dalam penelitian tentang Jemaat Ahmadiyah di kampung Gondrong, Tangerang, Banten tanggal 21-23 Mei 2015.

Redaktur Majalah Bangkit Peneliti Terbaik UIN Yogya (Sumber Gambar : Nu Online)
Redaktur Majalah Bangkit Peneliti Terbaik UIN Yogya (Sumber Gambar : Nu Online)

Redaktur Majalah Bangkit Peneliti Terbaik UIN Yogya

Penelitian yang diadakan Institute Of Southeast Asian Islami (ISAIS) UIN Sunan Kalijaga tersebut diikuti 20 peneliti dari UGM, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, UIN Jakarta dan STAIN Jember. ISAIS merupakan lembaga yang fokus mengkaji Islam di Asia Tenggara milik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dengan mengambil judul “Khilafah dan Nation State: Studi Jemaat Ahmadiyah di Indonesia di Kampung Gondrong, Tangerang, Banten”, Hendra, sapaan akrabnya, meraih peneliti terbaik dan berkesempatan mempresentasikan papernya di Gedung Rektorat Baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu Siang (10/6).

Belajar Muhammadiyah

Dalam presentasinya, Hendra mengungkapkan bahwa khilafah yang diusung oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) tidak bertentangan dengan nation state seperti NKRI.

“Konsep khilafah itu ternyata maknanya tidak tunggal. Khilafah dalam pemahaman sahabat-sahabat Ahmadiyah misalnya, bermakna kepemimpinan spiritual (ruhani) yang menjalankan semata-mata misi keruhanian. Jadi khilafah dalam pemahaman Ahmadiyah bisa berjalan selaras dengan konsep negara bangsa. Makanya, Jemaat Ahmadiyah ini bisa tinggal di mana saja, seperti di Indonesia ini,” ujar Hendra di hadapan peserta.

Belajar Muhammadiyah

JAI, lanjut Hendra, tidak mempermasalahkan sistem negara yang berjalan, entah itu demokrasi liberal, demokrasi Pancasila atau yang lainnya, yang terpenting negara bisa menjamin hak-hak semua warganya.

Oleh karena itu, Khilafah model JAI bisa menjadi salah satu pendukung tetap tegaknya NKRI ke depan, karena tidak berafiliasi pada sistem politik seperti khilafah yang diusung oleh HTI dan ISIS.

Ditanya mengenai kiatnya bisa meraih peneliti terbaik, Hendra hanya menyunggingkan senyumnya dan menjawab singkat, “ini berkah Majalah Bangkit,” tandasnya.

Selain Hendra, peneliti terbaik juga diraih oleh Adrika Fithrotul Aini. Mahasiswi asal Jombang Jawa Timur yang kini meneruskan studi di Pasca Sarjana UIN Sunan Kalaijaga tersebut mengambil tema “Pemahaman Khilafah  dan Internalisasinya dalam Jemaah Ahmadiyah Gondrong Tangerang Banten. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Redaktur Majalah Bangkit Peneliti Terbaik UIN Yogya

 

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah

Salah seorang Redaktur Majalah Bangkit NU Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama Ahmad Suhendra meraih predikat sebagai peneliti terbaik ketika ikut berpartisipasi dalam penelitian tentang Jemaat Ahmadiyah di kampung Gondrong, Tangerang, Banten tanggal 21-23 Mei 2015.

 

Penelitian yang diadakan Institute Of Southeast Asian Islami (ISAIS) UIN Sunan Kalijaga tersebut diikuti 20 peneliti dari UGM, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, UIN Jakarta dan STAIN Jember. ISAIS merupakan lembaga yang fokus mengkaji Islam di Asia Tenggara milik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Dengan mengambil judul “Khilafah dan Nation State: Studi Jemaat Ahmadiyah di Indonesia di Kampung Gondrong, Tangerang, Banten”, Hendra, sapaan akrabnya, meraih peneliti terbaik dan berkesempatan mempresentasikan papernya di Gedung Rektorat Baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu Siang (10/6).

 

Dalam presentasinya, Hendra mengungkapkan bahwa khilafah yang diusung oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) tidak bertentangan dengan nation state seperti NKRI.

 

“Konsep khilafah itu ternyata maknanya tidak tunggal. Khilafah dalam pemahaman sahabat-sahabat Ahmadiyah misalnya, bermakna kepemimpinan spiritual (ruhani) yang menjalankan semata-mata misi keruhanian. Jadi khilafah dalam pemahaman Ahmadiyah bisa berjalan selaras dengan konsep negara bangsa. Makanya, Jemaat Ahmadiyah ini bisa tinggal di mana saja, seperti di Indonesia ini,” ujar Hendra di hadapan peserta.

 

JAI, lanjut Hendra, tidak mempermasalahkan sistem negara yang berjalan, entah itu demokrasi liberal, demokrasi Pancasila atau yang lainnya, yang terpenting negara bisa menjamin hak-hak semua warganya.

 

Oleh karena itu, Khilafah model JAI bisa menjadi salah satu pendukung tetap tegaknya NKRI ke depan, karena tidak berafiliasi pada sistem politik seperti khilafah yang diusung oleh HTI dan ISIS.

 

Ditanya mengenai kiatnya bisa meraih peneliti terbaik, Hendra hanya menyunggingkan senyumnya dan menjawab singkat, “ini berkah Majalah Bangkit,” tandasnya.

 

Selain Hendra, peneliti terbaik juga diraih oleh Adrika Fithrotul Aini. Mahasiswi asal Jombang Jawa Timur yang kini meneruskan studi di Pasca Sarjana UIN Sunan Kalaijaga tersebut mengambil tema “Pemahaman Khilafah  dan Internalisasinya dalam Jemaah Ahmadiyah Gondrong Tangerang Banten. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah, Santri, Berita Belajar Muhammadiyah

Senin, 11 Desember 2017

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali menyalurkan dana santunan  kepada 62 anak yatim dan 20 duafa, Ahad (31/8). Pemberian santunan dilaksanakan bersamaan pada acara pengajian rutin Ahad pahing dan halal bihalal Majlis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kota di Kantor NU Jl Pramuka No 20 Kudus.

Ketua  LAZISNU Kudus Syaroni Suyanto mengatakan, penyaluran dana santunan ini merupakan bentuk program kerja lanjutan yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Ramadhan lalu. Pada kesempatan ini, para penerima santunan adalah yatama dan duafa dari desa di wilayah kecamatan Kota Kudus.

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa

"Santunan di MWC NU Kota ini, kita salurkan dana Rp 5.100.000 dengan rincian Rp 3.100.000 untuk 62 yang masing-masing menerima Rp 50.000/anak dan Rp 2.000.000 untuk duafa diberikan kepada 20 duafa per orang menerima Rp 100.000," terang Syaroni.

Belajar Muhammadiyah

 Ia menambahkan LAZISNU akan terus berupaya mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq dan shadaqah secara benar dari para orang kaya, dermawan, muzakki, maupun CSR dari perusahaan. Hingga kini, pihaknya terus menyosialisasikan keberadaan LAZISNU Kudus yang memang baru terbentuk beberapa bulan lalu tepatnya bulan Maret 2014.

 

"Karenanya kami mengajak semua pihak membangun kemitraan strategis dengan menyalurkan dana ZIS melalui LAZISNU Kudus dengan no rekening Mandiri Syariah 7064846013 atau langsung ke kantor NU," imbuhnya.

 

Belajar Muhammadiyah

Direktur eksekutif LAZISNU Kudus Edi Wicaksana menambahkan Lazisnu  masih terus melakukan penataan kelembagaan sehingga mampu melaksanakan program untuk mengatasi permasalahan ummat.

 

"Termasuk juga, untuk tranparansi pemasukan dan penyaluran dana LAZISNU kami juga akan melaporkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik," jelas Edi. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Khutbah, Santri Belajar Muhammadiyah

Jumat, 08 Desember 2017

Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Konferensi Wilayah (Konferwil) XXI IPNU Jawa Timur mengamanahkan Haikal Atiq Zamzamy sebagai ketua IPNU Jatim periode 2015-2018. Pada kegiatan Jumat-Ahad (1-3/5) ini, Haikal menegaskan kaderisasi sebagai agenda utama kepengurusannya ke depan.

Menurutnya, IPNU harus menjadi organisasi yang menjunjung tinggi semangat kaderisasi. “Dengan kaderisasilah corak IPNU sebagai organisasi pelajar islam yang ramah, toleran, berwawasan dan demokratis bisa dipertahankan,” ujar pria kelahiran Jember ini di Balai latihan Kerja (BLK) Rejoso, Pasuruan.

Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haikal Zamzamy Arahkan IPNU Jatim Pada Kaderisasi

Orientasi ini menurutnya bisa dilakukan dengan semangat desentralisasi dalam tiap program kerja yang akan dicanangkannya.

Belajar Muhammadiyah

“Paradigma sentralistik sudah tidak relevan lagi jika ingin mengoptimalkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah-daerah garapan,” terangnya saat sambutan sebagai ketua terpilih.

Belajar Muhammadiyah

Pada kepemimpinannya, ia bertekad mempertahankan program-program yang sudah dirintis dengan baik pada periode sebelumnya, serta tetap mencari terobosan-terobosan baru agar organisasi ini tetap relevan dan menarik di tengah perkembangan zaman. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga, Santri Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Belajar Muhammadiyah

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Belajar Muhammadiyah

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, RMI NU, Santri Belajar Muhammadiyah

Senin, 27 November 2017

Memberi Minum Anjing Sekarat

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita tentang pertemuan seorang laki-laki dengan seekor anjing dalam sebuah tempat tak jauh dari sumur. Kisah perjumpaan itu dimulai ketika tenggorokan lelaki tersebut betul-betul telah kering.

Lelaki ini terus melangkah meski dahaga menyiksanya sepanjang perjalanan, hingga ia menemukan sebuah sumur, lalu terjun dan meminum air di dalamnya. Air yang mengaliri kerongkongnya cukup untuk menyembuhkan rasa haus itu. Lidahnya kembali basah, tenaganya sedikit bertambah.

Memberi Minum Anjing Sekarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Memberi Minum Anjing Sekarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Memberi Minum Anjing Sekarat

Saat keluar dari lubang laki-laki ini terperanjat. Di hadapan matanya sedang berdiri seekor anjing dengan muka memelas. Napasnya kempas-kempis. Lidahnya menjulur-julur. “Anjing ini pasti mengalami dahaga sangat seperti yang telah aku derita,” kata si lelaki.

Laki-laki tersebut seperti menyadari bahwa meski haus, anjing sekarat itu tak mugkin turun ke dalam sumur karena tindakan ini bisa malah mencelakakanya. Seketika ia terjun kembali ke dalam sumur. Sepatunya ia penuhi dengan air, dan naik lagi dengan beban dan tingkat kesulitan yang bertambah. Si lelaki bahagia bisa berbagi air dengan anjing.

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Apa yang selanjutnya terjadi pada lelaki itu?

Rasulullah berkata, “Allah berterima kasih kepadanya, mengampuni dosa-dosanya, lantas memasukkannya ke surga.”

Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah! Apakah dalam diri binatang-binatang terkandung pahala-pahala kita?”

“Dalam setiap kesulitan mencari air terkandung pahala,” sahut Nabi.

Kisah di atas mengingatkan kita pada keharusan bersifat welas asih kepada sesama makhluk, termasuk binatang. Tapi, bukankah anjing adalah binatang haram? Bukankah keringat dan air liurnya termasuk najis tingkat tinggi dan karenanya harus dijauhi?

Cerita tersebut Rasulullah justru menyadarkan kita bahwa status haram dan najis tak otomatis berbanding lurus dengan anjuran membenci, melaknat, dan menghinakan. Bukankah Rasulullah pernah berujar, “Irhamû man fil ardl yarhamkum man fis samâ’ (sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.” (Mahbib)

*) Ditulis berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Cerita Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 25 November 2017

Komentar Hari Santri dari Kota Solo

Solo, Belajar Muhammadiyah. Hari Santri Nasional (HSN) diperingati pada, Sabtu (22/10), di berbagai wilayah se-Indonesia, termasuk di Kota Solo, Jawa Tengah. Di Kota Bengawan, peringatan HSN bahkan sudah dihelat sejak sepekan sebelumnya, dengan menggelar acara kirab dan lain sebagainya.

Komentar Hari Santri dari Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Hari Santri dari Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Hari Santri dari Kota Solo

Bagi para tokoh NU di Solo, HSN tidak hanya sekedar peringatan seremonial belaka, akan tetapi lebih dari itu, menjadi momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen dari kalangan santri kepada bangsa.

“Hari Santri ini, kita jadikan momentum untuk mengukuhkan kembali komitmen keindonesiaan,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH M Dian Nafi’, saat ditemui di Pesantren Al-Muayyad.

Senada dengan Kiai Dian, Ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo, M Nagib Sutarno, Resolusi Jihad yang pernah digelorakan Hadratussyaikh, hendaknya menjadi semangat untuk semakin membangkitkan ghirah kaum santri untuk berjuang.

“Santri untuk bangsa dan umat. Kita perkuat kembali peran santri di berbagai bidang,” tukas dia.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta, M Anwar, berharap lembaga pesantren, khususnya di Wilayah Soloraya, dapat semakin berkembang dan lebih diperhatikan.

Anwar juga berharap Peringatan HSN dapat sinergi dengan agenda pemerintah pusat maupun daerah.

“Acara Peringatan HSN dapat diagendakan pula tiap tahunnya, kalau di Solo, kebetulan sudah ada agenda setiap Hari Santri, yang diadakan kegiatan sholawat bersama Pemkot di Balaikota,” kata Anwar. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Amalan, Santri, Quote Belajar Muhammadiyah

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak umat muslim dan generasi bangsa Indonesia untuk meninggalkan budaya peringatakan hari Valentine. Menurutnya, valentine tidak mengajarkan hidup yang produktif bahkan seringkali menimbulkan korban pada remaja.

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Perempuan yang juga Menteri Sosial ini mengatakan hal tersebut saat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di pesantren Al Aziziah Denanyar Jombang, Sabtu (14/2) malam. "Saya menangkap bahwa valentine adalah perayaan yang tidak produktif dan tidak sehat. Karenanya saya mengajak untuk ditinggalkan, karena hal itu tidak layak ditiru, " ujarnya mengatakan.

Khofifah menekankan pentingnya bangsa membangun produktivitas warganya, maka sesuatu yang kontrapoduktif dan tidak sehat harus ditolak. Dikatakannya, ketika kita melihat bahwa Valentine, seringkali di identifikasi sebagai bagian mereka yang boleh merayakan sesuatu yang tidak produktif maka kita ajak untuk menolak.

Belajar Muhammadiyah

"Karena bangsa ini darurat Narkoba, presiden sudah menyampaikan itu dan juga darurat pornografi. Oleh karena itu, kedaruratan keduanyanya ini semestinya bisa kita jaga dengan sesuatu yang sehat dan produktif," tandasnya.

Kepada santri Khofifah berpesan, bangsa ini masih tertinggal jauh dengan negara tetangga Malaysia dalam bidang kepakaran. Di Malaysia setiap 150-an jumlah penduduk ada seorang doktor sains, teknologi, ekonomi, dan matematika. Sementara di Indonesia perbandingannya adalah 500 penduduk baru ada seorang doktor. "Jadi kita masih kalah 1 banding 5 dengan Malaysia," ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Karenanya, santri diharapkan setelah menamatkan pendidikan di pesantren tidak berhenti untuk bersekolah. Harus melanjutkan jejang pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan hingga mencapai gelar doktor. "Terutama di bidang sains, bidang teknologi, ekonomi dan matematika seperti tokoh Aljabar (ulama matematikawan abad pertengahan)," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Santri Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 18 November 2017

Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika

Sleman, Belajar Muhammadiyah. Tiga santri Aswaja Nusantara Mlangi dinyatakan lolos tes seleksi untuk mengikuti Indonesia-America Youth Leadership Program. Bersama 17 pelajar lain, mereka akan mengikuti pelatihan selama sebulan penuh di George Mason University.

Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika

Siti Khoiriyah, Arbah Muhammad Imam Yahya, dan Miftahur Rahman akan berangkat bersama 6 pelajar asal Yogyakarta ke Amerika akhir bulan ini setelah mengatasi ratusan siswa dan santri asal Yogyakarta, Solo, dan Bali yang turut dalam seleksi itu.

Selain mereka, sebanyak 5 pelajar dari Solo dan 6 dari Bali juga dinyatakan lolos tes seleksi. “Rasanya senang, kaget, dan seperti tidak percaya,” ujar ketiganya saat ditemui Belajar Muhammadiyah di pesantren Aswaja Nusantara Mlangi, Sleman, Senin (19/5) malam.

Belajar Muhammadiyah

Siti Khoiriyah mengatakan santri jangan takut bermimpi. “Di desa saya, orang ke luar negeri itu jadi TKI. Sekarang saya ingin membuktikan bahwa ke luar negeri tidak hanya jadi TKI,” kata gadis asal Indramayu.

Belajar Muhammadiyah

Pimpinan pesantren Aswaja Nusantara Kiai Muhammad Mustafid menyatakan dukungan kepada santrinya itu. “Ini merupakan cara mereka agar lebih memahami realitas global yang berpengaruh terhadap Indonesia,” kata Kiai Mustafid. (Dwi Khoirotun Nisa’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ahlussunnah, Santri Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock