Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Tradisi Halal Bihalal

Di tanah kelahiran Islam, Arab Saudi, tradisi halal bihalal justru tak dikenal. Juga di sebagian besar negara-negara muslim di dunia. Dalam Al-Quran dan Hadis, istilah itu juga tak ditemukan. Tradisi ini hanya khas di Indonesia.

Di kampung-kampung, tradisi bermaaf-maafan biasanya dilakukan usai shalat Idul Fitri atau usai berziarah. Mereka mendatangi satu rumah ke rumah lainya, terutama pemilik rumah yang lebih tua atau dituakan seperti para kiai. Si pemilik rumah menyediakan rupa-rupa makanan, biasanya makanan khas, lokal sebagai penghormatan terhadap tamu dan kegembiraan di hari lebaran.

Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Halal Bihalal

Tak hanya di kampung-kampung, tradisi saling bermaaf-maafan ini juga menjadi tradisi rutin yang digelar instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta. Para pemimpin instansi dan perusahaan menjadikan momen halal bihalal sebagai medium bermaaf-maafan kepada karyawan dan bawahannya. Begitu sebaliknya.

Tradisi ini juga dikembangkan dengan menggelar kegiatan khusus berupa pengajian dan mendatangkan penceramah untuk memberi tausiyah atau pesan-pesan agama.

Belajar Muhammadiyah

Makna halal bihalal lebih dekat dengan pengertian saling memaafkan atas segala salah dan khilaf agar bisa kembali menjadi manusia suci.?

Karena itu, perkataan yang biasa dilontarkan, Minal Aidin wal Faizin, semoga termasuk orang-orang yang kembali dan beruntung. Padahal, kata “halal” biasanya terkait erat dengan konteks hukum berarti sesuatu yang diizinkan atau dibolehkan. Tapi untuk konteks halal bihalal, tidak dimaksudkan untuk itu. Tradisi ini salah satu model pribumisasi Islam. (Alamsyah M. Dja’far)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Berita Belajar Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan

Rembang,? Belajar Muhammadiyah. Dalam kehidupan masyarakat, Nahdlatul Ulama dengan madzhab Ahulussunnah wal Jamaah mensinergikan semangat keislaman (ukhuwah islamiyah) dan kebangsaan (ukhuwwah Wathaniyah). Keduanya harus selalu beriringan tidak berjalan sendiri-sendiri.

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sinergikan Keislaman dan Kebangsaan

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj dalam acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) NU jawa Tengah Sabtu (30/3) malam.

Kang Said mengutarakan mengembangkan islamiyah tanpa wathoniyah akan menjadi ekstrim sementara wathoniyyah tanpa islamiyah akan menjadi sekuler.?

Belajar Muhammadiyah

“Bicara Islam saja akan dihantam, sedang bicara wathoniyah saja kasihan anak cucu kita tidak tahu agama karena akan menjadi sekuler,”tandasnya.

Bangsa Indonesia,katanya, sebagai gerbong paling timur ummat Isam dengan ? ratusan suku, ragam agama dan pulau yang masih terjaga dari perpecahan. Hal ini dikarenakan masih adanya ikatan civil society yang memiliki kepentingan kebangsaan bukan politik kekuasaan.

Belajar Muhammadiyah

“Makanya sangat penting sekali ber-NU. Kita harus ? bangga menjadi NU karena ? yang paling benar adalah NU. Benar dalam ? cara beragama, bermasyarakat serta berpolitik kebangsaan.”tegasnya.

Menyinggung 100 tahun usia NU, Kang Said menegaskan selama tidak luntur memegang prinsip sepanjang masa, orang lain masih memperhitungkan Nahdlatul Ulama. Dijelaskan, prinsip itu adalah pesantren dengan karakter kemandirian , kesederhanaan,keikhlasan, percaya diri ? dan tidak membebani orang lain.

“Semua itu habitat kita, karakter kita, kepribadian kita yang harus dipertahankan,” tandasnya lagi.

Musykerwil NU jawa Tengah dilaksanakan mulai Jum’at–Sabtu (29-30/3) di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang.?

Hadir sejumlah tokoh dan menteri, turut memberikan pengarahan antara lain Ketua MK Mahfudz MD, Mendikbud M.Nuh,Menteri Agama H. Suryadarma Ali dan Mustasyar PBNU KH Maemun Zubeir selaku tuan rumah kegiatan.

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Santri, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Universitas NU Cirebon Obral Beasiswa Pendidikan

Cirebon, Belajar Muhammadiyah - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon yang dinakhodai langsung oleh Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj memberikan beasiswa pendidikan pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2016-2017. Pihak kampus? ini mengobral beasiswa untuk calon mahasiswa baru yang memenuhi tiga kriteria persyaratan.

Calon mahasiswa UNU Cirebon penerima beasiswa tahun ini adalah mereka yang hafal minimal empat juz Al-Quran, mereka yang berprestasi, dan mereka yang tidak mampu dan aktif kegiatan kemahasiswaan.

Universitas NU Cirebon Obral Beasiswa Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU Cirebon Obral Beasiswa Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU Cirebon Obral Beasiswa Pendidikan

Demikian disampaikan Wakil Rektor UNU Cirebon Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat Dr KH Moh Badrussalam Shof. Menurut Doktor Bidang Kurikulum dan Metodologi Pengajaran alumnus Omdurman Islamic University Sudan ini pada acara rutinan di Masjid Kampus 2 UNU Cirebon Jalan Dr Cipto, Selasa (10/5) malam.

Belajar Muhammadiyah

Menurut mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan ini, hal yang menarik adalah bahwa untuk beasiswa katagori penghafal Al-Quran pihak kampus tidak mengharuskan peserta hafal 30 juz seperti diberlakukan perguruan tinggi lain. UNU Cirebon akan tetap memberikan beasiswa pendidikan bagi mereka yang hafal minimal empat juz Al-Quran.

Belajar Muhammadiyah

"Siapa saja yang sudah hafal minimal empat juz bisa ikut tes mendapatkan beasiswa penghafal Al-Quran," tegas Kang Badrus yang mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UNU Cirebon. (Abfalaka/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sholawat, Kajian, Berita Belajar Muhammadiyah

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Gerakan Pemuda Ansor Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo mengadakan pembacaan sholawat nabi bersama-sama, Kamis (4/1) malam. Kegiatan ini rutin diadakan setiap 2 minggu sekali secara bergiliran dan berkesinambungan di Kelurahan Ketapang.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan yang diikuti oleh 70 orang peserta itu juga dilakukan dialog interaktif tentang meneguhkan amaliyah NU dalam bingkai kebhinekaan. Kegiatan ini mengambil tema Meneguhkan Amaliyah Ahlussunnah wal jama’ah Dalam Bingkai Kebhinekaan.

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Selain jajaran pengurus GP Ansor Kelurahan Ketapang, kegiatan ini juga melibatkan Lurah Ketapang, Babinsa, Babinkamtibmas, Karang Taruna, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat dan masyarakat Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan.

Belajar Muhammadiyah

Ketua Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Lutfi Abdurrohman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi amaliyah NU serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam bingkai kebhinekaan. “Semoga dengan kegiatan ini para pemuda Ansor tetap kompak dan berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal jamaah,” katanya.

Menurut Lutfi, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini Ranting GP Ansor Ansor Kelurahan Ketapang ke depannya akan tetap eksis dan istiqomah menjalankan amaliyah-amaliyah NU.

Belajar Muhammadiyah

“Tentunya, semakin maju dengan program-program pemberdayaan pemuda. Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang menjadi penjaga keutuhan NKRI dan penjaga kebhinekaan dan GP Ansor menjadi penjaga Islam rahmatan lilalamin,” tegasnya.

Pembina Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Masyhuri Nurzah mengatakan, keberadaan Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai wadah bagi para pemuda, untuk memberikan penguatan paham-paham ke-NU-an bagi para pemuda dari pengaruh-pengaruh gerakan Islam radikal sehingga Ansor menjadi tameng penjaga NKRI dari rong-rongan gerakan Islam kiri.

“Mudah-mudahan GP Ansor menjadi wadah bagi para pemuda untuk meningkatkan perekonomian melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang digagas dan didirikan oleh Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

Puisi Gus Mus: Selamat Tahun Baru Kawan

Selamat Tahun Baru Kawan

Kawan, sudah tahun baru lagi

Belum juga tibakah saatnya kita menunduk memandang diri sendiri

Puisi Gus Mus: Selamat Tahun Baru Kawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Gus Mus: Selamat Tahun Baru Kawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Gus Mus: Selamat Tahun Baru Kawan

Bercermin firman Tuhan, sebelum kita dihisab-Nya

Kawan siapakah kita ini sebenarnya?

Muslimkah, mukminin, muttaqin,

Belajar Muhammadiyah

kholifah Allah, umat Muhammadkah kita?

Khoirul ummatinkah kita?

Atau kita sama saja dengan makhluk lain atau bahkan lebih rendah lagi

Belajar Muhammadiyah

Hanya budak perut dan kelamin

Iman kita kepada Allah dan yang ghaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan?

Lebih pipih dari kain rok perempuan

Betapapun tersiksa, kita khusyuk didepan masa

Dan tiba tiba buas dan binal disaat sendiri bersama-Nya

Syahadat kita rasanya lebih buruk dari bunyi bedug,atau pernyataan setia pegawai rendahan saja.

Kosong tak berdaya.

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu

Lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan 1000 anak pemuda.

Doa kita sesudahnya justru lebih serius memohon enak hidup di dunia dan bahagia dis urga.

Puasa kita rasanya sekadar mengubah jadual makan minum dan saat istirahat, tanpa menggeser acara buat syahwat, ketika datang rasa lapar atau haus.

Kita manggut manggut, ooh...beginikah rasanya dan kita sudah merasa memikirkan saudara saudara kita yang melarat.

Zakat kita jauh lebih berat terasa dibanding tukang becak melepas penghasilanya untuk kupon undian yang sia-sia

Kalaupun terkeluarkan, harapan pun tanpa ukuran upaya-upaya Tuhan menggantinya lipat ganda

Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri, mencari pengalaman spiritual dan material, membuang uang kecil dan dosa besar.

Lalu pulang membawa label suci asli made in saudi "HAJI"

Kawan, lalu bagaimana dan seberapa lama kita bersama-Nya

atau kita justru sibuk menjalankan tugas mengatur bumi seisinya,

mensiasati dunia khalifahnya,

Kawan, tak terasa kita semakin pintar, mungkin kedudukan kita sebagai khalifah mempercepat proses kematangan kita paling tidak kita semakin pintar berdalih

Kita perkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan

Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran,mengacau dan menipu demi keselamatan

Memukul, mencaci demi pendidikan

Berbuat semaunya demi kemerdekaan

Tidak berbuat apa apa demi ketenteraman

Membiarkan kemungkaran demi kedamaian pendek kata demi semua yang baik halallah sampai yang tidak baik.

Lalu bagaimana para cendekiawan, seniman, mubaligh dan kiai sebagai penyambung lidah Nabi

Jangan ganggu mereka

Para cendekiawan sedang memikirkan segalanya

Para seniman sedang merenungkan apa saja

Para mubaligh sedang sibuk berteriak kemana-mana

Para kiai sibuk berfatwa dan berdoa

Para pemimpin sedang mengatur semuanya

Biarkan mereka di atas sana

Menikmati dan meratapi nasib dan persoalan mereka sendiri

KH Ahmad Mustofa Bisri

Puisi ini terdapat dalam buku Antologi Puisi Tadarus karya Gus Mus, terbitan Adicita Karya Nusa Yogyakarta, 2003.

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Kajian Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Kapolres Siap Motivasi Peserta BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Belajar Muhammadiyah

Peraih Kompolnas Award 2015 Kapolres Way Kanan Lampung AKBP Harseno, Selasa, di Blambangan Umpu (12/4) menilai positif kiprah Gerakan Pemuda Ansor di wilayah hukumnya. Ia pun menegaskan siap menjadi motivator bagi peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 yang diselenggarakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

"Kiprah Pemuda Ansor bisa dirasakan masyarakat. Kita paham betul tidak semua organisasi kemasyarakatan atau pemuda bersedia dan ikhlas dalam melakukan hal bersifat sosial. Saya melihat Ansor Way Kanan fokus pada visi misi sosial, tentunya ini yang ditunggu-tunggu masyarakat dan semua pihak," ujar AKBP Harseno.

Kapolres Siap Motivasi Peserta BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Siap Motivasi Peserta BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Siap Motivasi Peserta BPUN Ansor Way Kanan

Ia menambahkan, BPUN merupakan program yang bagus. "Banyak orang melakukan kegiatan sosial atau kemasyarakatan cenderung itu-itu saja. Apa yang dilakukan Ansor Way Kanan melalui BPUN merupakan terobosan luar biasa, memberikan bimbingan belajar kepada pihak yang saaat ini memerlukan hal itu dalam rangka kesiapan menjelang masuk Perguruan Tinggi Negeri atau PTN," katanya.

Menurut Kapolres lagi, BPUN menjadi harapan semua pihak, tidak saja terhadap pemerintah sebagai bentuk partisipasi pembangunan namun juga kepada masyarakat kurang mampu agar anak-anaknya bisa lebih belajar baik agar bisa meneruskan kehidupan lebih baik.

"BPUN sangat menunjang dan diperlukan masyarakat yang putra -putrinya ingin melanjutkan ke PTN. Diminta memberi motivasi bagi peserta BPUN tentu kami siap, itu gayung bersambut. Kita punya program pembinaaan remaja, tentunya itu seiring sejalan dengan pihak kepolisian. Kita siap memberikan partisipasi, baik dalam bentuk motivai atau hal yang lain," kata Kapolres lagi.

Belajar Muhammadiyah

BPUN Way Kanan 2016 akan digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Gunung Labuhan mulai 22 April hingga 26 Mei 2016. Biaya untuk bimbingan belajar intensif selama satu bulan Rp200 ribu atau 20 kilogram beras.

Dengan kontribusi itu, peserta akan mendapatkan try out SBMPTN satu minggu sekali, modul terpadu berkualitas, tentor selektif, gratis biaya bimbingan belajar, konsultasi akademik, motivation training, capacity building, bimbingan rohani istiqomah, pendidikan kepemimpinan dasar, out bond, advokasi beasiswa, kecakapan hidup, refreshing dan relaksasi.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada 27 Januari 2016 mengumumkan sembilan nominator Kompolnas Award 2015. Penilaian Kompolnas tersebut diberikan kepada anggota Polri yang dinilai gigih dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Kapolres Way Kanan Lampung AKBP Harseno merupakan satu dari sembilan peraih nominator tersebut.

Belajar Muhammadiyah

PC GP Ansor Way Kanan yang berdasarkan data Yayasan Mata Air merupakan satu-satunya pimpinan cabang yang menggelar BPUN tahun ini di wilayah Sumatera secara resmi telah menyerahkan surat kepada AKBP Harseno untuk memberikan materi "Pemimpin Solutif". (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita Belajar Muhammadiyah

Minggu, 21 Januari 2018

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guerend mengagumi kerukunan umat beragama di Indonesia. Kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ditemuinya, Dubes yang resmi bertugas sejak September 2015 bertanya apa resep sehingga Indonesia dinilai mampu menjaga kerukunan umat beragamanya.

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia

“Apa resepnya Pak Menag?” tanya Dubes Vincent Guerend ketika menemui Menag di kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Kamis (14/04) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id. Ikut mendampingi Menag, Kabiro Hukum dan KLN A Gunaryo dan Kapus KUB Feri Meldi.

Atas pertanyaan disampaikan Dubes, Menag menjawab, dua hal dilakukan oleh Pemerintah.

“Pertama, melalui regulasi. Kedua, Pemerintah. Kami melakukan upaya-upaya preventif, bekerja sama dengan ormas keagamaan seperti Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya yang berfaham moderat,” terang Menag.

Ketika ditanya tentang Islam, Menag menjawab bahwa Islam itu satu.

Belajar Muhammadiyah

“Islam itu ajaran yang satu. Tetapi, ketika nilai-nilai Islam yang satu tersebut diimplementasikan dalam situasi, kondisi dan waktu yang berbeda, nilai Islam yang satu tersebut menjadi beragam,” imbuh Menag sembari menerangkan meski sama-sama memuliakan perempuan, tetapi cara di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi.

“Di Saudi, untuk memuliakan perempuan, bahkan perempuan dilarang mengemudikan mobil. Hal tersebut berbeda dengan di Indonesia. Untuk memuliakan perempuan, di sini, bahkan perempuan bisa menjadi hakim di pengadilan agama,” tutur Menag panjang lebar.

Menag juga menceritakan ciri khas Indonesia yang bukan negara berdasar atas agama, namun juga bukan sekular. Menag juga berharap, Indonesia dan UE bisa bekerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya

Menag mengusulkan, agar UE memperhatikan rekruitmen para imam di masjid-masjid Eropa yang biasanya berasal dari Pakistan dan Turki untuk bisa memahami situasi dan kondisi di Eropa.

Belajar Muhammadiyah

Dikatakan Menag, meski Eropa mayoritas adalah negara sekuler, tetapi harus dipahami pula, bahwa paham keagamaan masyarakat berperan pula dalam hubungan sosial. Para Imam Masjid yang eksklusif ? tersebut didorong untuk bisa diajak dialog, meski ekslusivitas tersebut adalah sebuah keyakinan dan hak yang harus dipahami dan dihormati, namun (harus dipahami) kalau mereka (para Imam tersebut) tinggal di Eropa, bukan di negara asalnya.

“Karena jika para Imam masih memegang teguh adat daerah asal, dikhawatirkan sedikit banyak akan menimbulkan kesalahpahaman,” kata Menag.

Dalam kunjungannya tersebut, Dubes UE berharap ada kerja sama antara Indonesia dengan UE di bidang agama, khususnya agama Islam. Hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat muslim di Eropa bisa berbaur dengan masyarakat Eropa lainnya dan tidak ekslusif.

Atas tawaran kerjasama UE tersebut, Menag menyambut baik tawaran tersebut.?

“Indonesia (Kemenag) siap bekerja sama dengan UE dalam mempersiapkan para Imam Masjid yang berfaham moderat, agar asumsi Masyarakat Eropa terhadap Islam tidak menimbulkan kesalahpahaman dan persepsi tidak baik terhadap Islam,” ucap Menag. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, PonPes Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock