Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Ahok Divonis Dua Tahun, PBNU: Hormati Proses Hukum!

Jakarata, Belajar Muhammadiyah

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menerima vonis  dua tahun penjara dari Majelis Hakim setelah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penodaan agama. Usai pembacaanputusan Ahok bersama tim penasihat hukum bersepakat untuk mengajukan banding.

Ahok Divonis Dua Tahun, PBNU: Hormati Proses Hukum! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Divonis Dua Tahun, PBNU: Hormati Proses Hukum! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Divonis Dua Tahun, PBNU: Hormati Proses Hukum!

Terkait proses hukum tersebut, Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas berkomentar, sebagai negara hukum, siapa pun harus tunduk dan patuh terhadap hukum. Hal ini sesuai dengan prinsip supremasi hukum. Untuk itu, apa pun putusan hakim, katanya, harus dihormati.

“Sebaliknya, seluruh pihak juga harus memberikan penghormatan yang sama kepada Pak Ahok atas upaya hukum banding yang dilakukan dalam mengekspresikan keberatannya terhadap putusan pengadilan,” katanya dalam siaran pers, Selasa (9/5).

Belajar Muhammadiyah

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tak mengeluarkan hujatan atau cibiran terhadap warga negara yang menggunakan hak hukumnya atas suatu proses peradilan. Karena hal itu merupakan pengejawentahan terhadap prinsip kesetaraan di mata hukum sebagaimana dijamin konstitusi.

“Di lain pihak, biarkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta selaku judex facti menjalankan fungsi judiciary secara bebas dan tidak memihak (independent and impartial judiciary) dalam memeriksa dan mengadili perkara tersebut di tingkat banding nantinya,” tambahnya.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, kesanggupan menghargai rangkaian proses hukum yang berjalan adalah bagian dari ketaatan terhadap hukum itu sendiri. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sholawat, Lomba, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom

Makassar, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar melaksanakan Rapat Pleno Kepengurusan di Aula Pondok Pesantren MDIA Makassar di Jalan Lamuru Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/06) dini hari.

Rapat Pleno tersebut membahas dan menetapkan lembaga semiotonom yang akan mengintensifkan kiprah semua GP Ansor di Kota Makassar. Lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang dipimpin oleh Muhammad Rizal Burahmat, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang dipimpin oleh A.M. Azhar Aljurida, Lembaga Penelitian dan Kajian Strategis yang dipimpin oleh Muhajirin, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang dipimpin Ardiand Arnold, Majelis Zikir Rijalul Ansor yang dipimpin oleh Abdullah al-Amody dan Sarkorcab Barisan Serba Guna (Banser) yang dipimpin oleh Haryono.

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom

Agussalim Said, Ketua Ansor Makassar dalam sambutannya sangat berharap semua lembaga yang dibentuk dapat berkonstribusi nyata di tengah-tengah masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

"Ansor adalah organisasi besar yang secara historis tak bisa dinafikan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan lembaga yang dibentuk hari ini saya harapkan betul-betul menghayati peran besar Ansor di masa lalu hingga menjadi spirit perjuangan di masa kini. Ansor harus berkonstribusi nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegas Agus.

Belajar Muhammadiyah

Dalam Waktu dekat semua lembaga semiotonom akan melakukan Rapat Kerja? yang membahas program masing-masing lembaga untuk satu periode ke depan dan akan disampaikan dalam Rapat Pengurus yang diagendakan pekan depan. (Rahman /Mahbib)

Foto: Suasana Rapat Pleno PC GP Ansor Makassar

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman

Kupang, Belajar Muhammadiyah

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta kepada panitia pelaksana Pawai Takbiran dan masyarakat untuk menanamkan rasa kenyamanan bagi masyarakat pada malam takbiran Lebaran nanti.

"Saya minta jaga keragaman yang ada di NTT. Sampaikan takbiran sebagai pesan moral kepada seluruh umat yang ada di NTT," ungkapnya saat menemui Panitia Pelaksana Pawai Takbiran di ruang kerjanya Selasa (28/6).

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap mendukung pelaksanaanya pawai takbiran yang merupakan tradisi bagi umat muslim pada malam sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

Belajar Muhammadiyah

Ketua Panitia Takbiran, Abdullah kepada mengatakan, rencana pawai takbiran berlangsung pada 5 Juli 2016 sekitar pukul 18:00 Wita akan dihadiri jamaah 45 masjid di Kota Kupang.

Sementara Sekretaris Panitia Sokan B. Taibang mengatakan, koordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Kota Kupang sudah berjalan. Pengamanan akan dilakukan di seluruh jalur takbiran mulai dari star hingga finis.

Belajar Muhammadiyah

Hadir dalam audiance tersebut, perwakilan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kupang dan beberapa pengurus masjid. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Menjadi Orang Takwa Butuh Ilmu

Jember, Belajar Muhammadiyah

Menjadi orang takwa, tidaklah gampang. Sebab, selain butuh konsistensi dan kesabaran, takwa juga butuh ilmu. Tanpa ilmu, takwa hanyalah sebuah? pengembaraan spritual yang hampa. Oleh karena itu, carilah ilmu setinggi langit sampai kapan pun dan di mana pun.

Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin dalam sebuah diskusi interaktif di Masjid Jami’ Al-Baitul Amin, Jember, Jawa Timur, Kamis (15/6).

Menjadi Orang Takwa Butuh Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Orang Takwa Butuh Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Orang Takwa Butuh Ilmu

Menurut Gus A’ab, sapaan akrabnya, tidak ada ketakwaan bagi orang yang bodoh alias tidak punya ilmu. Sebab, ilmu akan menjadi dasar atau petunjuk bagi orang mau bertakwa. “Bagaimana mungkin seseorang bisa takwa, sementara dia bodoh. Tidak tahu halal haram, tidak tahu syarat rukunnya shalat,” ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Gus A’ab menambahkan, banyak orang yang salah kaprah dengan membanding-bandingkan orang bodoh dan orang berilmu. Kerap kali terdengar kata-kata bahwa lebih baik orang bodoh yang takwa dibanding orang berilmu tapi fasiq.

Belajar Muhammadiyah

”Kata-kata itu salah. Kalau orang bodoh tidak bisa takwa. Tidak nyambung. Kalau orang berilmu tapi fasiq memang ada,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gus A’ab mengimbau agar siapa pun tak bosan-bosannya mencari ilmu, lebih-lebih ilmu yang terkait dengan ibadah. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta meluluskan sebanyak 380 wisudawan dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (13/12).

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan

Mereka terdiri dari 222 sarjana program studi Tarbiyah dengan gelar Sarjana Pendidikan(S.Pd), 55 sarjana program studi Ahwal Syakhsiyah dengan gelar Sarjana Hukum (S.H), 45 diploma Perbankan Syariah dengan gelar Ahli Madya (A.Md), dan 54 magister program studi Islam Nusantara dengan gelar Magister Humaniora (M.Hum).

Rektor UNUSIA Prof Maksoem Mahfudz menyampaikan, prosesi kali ini merupakan wisuda pertama UNUSIA sekaligus wisuda keenam STAINU Jakarta. Sejak tahun 2017 ini STAINU telah resmi bertransformasi menjadi UNUSIA sebagai bagian dari 256 perguruan tinggi yag berada di bawan naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam kesempatan itu Rektor juga melaporkan adanya program kelas Internasional di UNUSIA. Dikatakannya, sejumlah wisudawan kali ini berasal dari Pattani Thailaind Selatan. Sebagian lulusan juga telah menempuh program pendidikan selama satu tahun di Universitas Abdul Malik Saadi dan Universitas Ibnu Tufail Maroko, serta Universitas Zaituna Tunisia.

Belajar Muhammadiyah

Ditambahkan, tahun ini UNUSIA juga menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan di Lebanon, Kedutaan Besar RRC, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk sejumlah program serta dengan Kemenristek Dikti dan Kementerian Agama untuk penyelenggaran beasiswa. 

Konsentrasi utama kampus UNUSIA menurut Prof Maksoem adalah pembangunan karakter yang berbasis pada Islam Nusantara.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Prof M. Nasir yang memberikan sambutan dalam kesempatan itu mengingatkan kepada para wisudawan bahwa saat ini generasi bangsa Indonesia berada di era persaingan yang mengandalkan kompetensi dan inovasi.

"Jika tidak mempunyai kompetensi dan inovasi maka para lulusan tidak akan mampu bersaing di era global. Negara yang akan memenangkan  persaingan bukan negara yang besar tapi negara yang masyarakatnya telah punya inovasi," katanya.

Belajar Muhammadiyah

Prosesi wisuda kali ini diramaikan dengan penampilan berbagai kreasi mahasiswa UNUSIA Jakarta, seperti grup musik Lingga Binangkit binaan Komunitas Omah Aksoro serta marawis, pencak silat Pagar Nusa, dan paduan suara UNUSIA Jakarta. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Jadwal Kajian, Lomba Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

PBNU Puji Sikap India Bela Petaninya

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Menjelang penutupan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali yang mengagendakan 10 butir yang harus disepakati, ? tampaknya akan mengalami kebuntuan ketika berbicara tentang cadangan pangan atau tepatnya besaran subsidi dan masa keberlakuan yang disepakati.

Dalam kasus ini, hebat sekali sikap pembelaan India dalam pembelaan kepentingan rakyat miskinnya sekaligus mengatasnamakan negara berkembang.?

PBNU Puji Sikap India Bela Petaninya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Puji Sikap India Bela Petaninya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Puji Sikap India Bela Petaninya

Dalam kesempatan itu, draft awal yang ditawarkan oleh negara-negara maju adalah angka 10 persen dengan acuan harga 2008.

Belajar Muhammadiyah

Pada sisi lain, India menancapkan sikapnya dengan nilai subsidi 15 persen dan masa berlaku tidak terbatas. Sikap India ini ditegaskan oleh Anand Sharma di KTM-9 tersebut dengan menegaskan bahwa cadangan pangan tidak bisa dinegosiasikan karena menyangkut kepentingan negara dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.?

Belajar Muhammadiyah

Tawaran kompromi Amerika Serikat yang menawarkan dengan angka 15 persen dan masa berlaku empat tahun, ditolak mentah-mentah oleh India yang berprinsip bahwa urusan itu tidak untuk dinegosiasikan. Keteguhan ini menunjukkan betapa konsisten dan kuatnya pemihakan Pemimpin India terhadap rakyatnya. Ini mengingatkan sikap Kamal Nath yg membuat Doha Round ini jalan buntu beberapa tahun lalu karena pernyataannya: “Im not risking for the livelihood of millions of farmers,” saya tidak mau ambil resiko dengan kesejahteraan jutaan petani.

Sebagai ormas keagamaan yang paling besar anggota petaninya di Indonesia, PBNU sungguh menghargai sikap pembelaan India yang sangat gigih.?

“Itulah harus seorang pemimpin dalam menjamin kemaslahatan jamaahnya,” kata ketua PBNU Prof Dr Maksum Mahfudh kepada Belajar Muhammadiyah, Jum’at.?

PBNU sungguh menyayangkan sikap utusan tuan rumah, Pemerintah RI yang dalam hal ini dipimpin oleh Menteri Perdagangan, yang justru melawan sikap India karena harus melakukan negosiasi, melunakkan sikap India yang gigih melakukan perlindungan petani dan kedaulatan pangan bangsanya.

Sikap RI ini sungguh pantas dipertanyakan nasionalismenya karena jelas sekali kontra produktif terhadap amanat kedaulatan UU 18/2012 tentang Pangan, ? dan amanat perlindungan petani UU 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Dengan kasus KTM ke-9 ini, bisakah kita menyebut Pemerintah RI ini ternyata anti kedaulatan pangan dan anti perlindungan petani? Naudzu billah.”(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Ketapang, Belajar Muhammadiyah. Konferensi Cabang ke-11 Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dilaksanakan Ahad (20/4) kemarin di Ketapang telah mengeluarkan berbagai keputusan strategis antara lain memilih dan menetapkan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2014-2019.

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Sidang Pleno kelima yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang demesioner masa khidmat 2009-2014 Drs. Satuki Huddin, M.Si ini berjalan khidmat dan sukses. Sebelum diadakan pemilihan seluruh peserta konferensi diminta pimpinan sidang untuk sama-sama membaca Shalawat Badar dan pembacaan ummul kitab yang dipimpin oleh KH. Kholilurrahman.

Pemilihan PCNU masa khidmat 2014-2019 didahului dengan pemilihan Rais Syuriyah. Setelah diajukan bakal calon (balon) melalui pemilihan langsung dan rahasia akhirnya terjaring empat balon terpilih yakni KH Kholirurrahman, KH Faisol Maksum, KH Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Belajar Muhammadiyah

Berdasarkan Tata Tertib Konfercab ke-11 dalam pemilihan pengurus cabang bahwa seorang calon dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang-kurangnya 5 (lima) suara dari peserta konferensi. Oleh karena itu setelah diadakan penghitungan dari suara sah yang berhak memilih dari 18 rais syuriyah tingkat MWC plus satu orang perwakilan syuriyah PCNU Ketapang, akhirnya yang memenuhi syarat hanya satu orang balon yakni KH Kholilurrahman setelah memperoleh 15 suara.

Mengingat balon yang terpih hanya satu orang, akhirnya seluruh peserta konfercab menyepakati agar balon yang terpilih secara aklamasi langsung ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PCNU masa khidmat 2014-2019.

Belajar Muhammadiyah

Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan setelah pemilihan Rais Syuriyah. Pemilihan balon ketua tanfidziah juga dilaksanakan secara langsung dan rahasia. Setelah diadakan penghitungan suara balon yang terpilih hanya 2 (dua) orang yakni KH. Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Mengingat hanya satu orang yang memenuhi syarat yakni KH Jema’ie Makmur setelah memperoleh dukungan 18 suara dari 19 suara yangh berhak memilih, akhirnya peserta konfercab menetapkan secara aklamasi KH Jema’ie Mamur sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 setelah disetujui Rais Syuriyah terpilih.

KH Kholilurrahman sebelumnya adalah Wakil Rais Suriyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 sementara KH Jema’ie Makmur Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 dan pada pemilihan kali ini beliau kembali memimpin NU ketapang lima tahun ke depan.

Sebelum disahkan melalui pembacaan SK pada sidang Pleno kelima ini, juga ditetapkan tim formatur sebanyak 5 (lima) orang yakni Rais Syuriyah terpilih merangkap ketua, Ketua Tanfidziyah merangkap sekretaris dan 3 (tiga) orang dari pengurus MWC masing-masing MWC Delta Pawan, Benua Kayong dan Matan Hilir Utara. Kepada Tim Formatur diamanatkan agar menyusun kepengurusan NU Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 dengan jangka waktu satu bulan. (Syafi’ie /Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Kemendagri Resmi Terbitkan Surat Penjelasan tentang Badan Hukum NU

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum resmi menerbitkan surat bernomor 450.7/10003/POLPUM tentang Penjelasan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Badan Hukum. 

Kemendagri Resmi Terbitkan Surat Penjelasan tentang Badan Hukum NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendagri Resmi Terbitkan Surat Penjelasan tentang Badan Hukum NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendagri Resmi Terbitkan Surat Penjelasan tentang Badan Hukum NU

Surat tersebut merupakan surat yang dikeluarkan oleh Kemendagri pasca PBNU berkirim surat bernomor 370/B.II07/01/2006 tentang Dana Hibah kepada Struktur dan Perangkat Organisasi Nahdlatul Ulama di Daerah. Dengan diterbitkannya surat Kemendagri tersebut kegalauan dan problem administratif terkait mekanisme penerimaan dana hibah terjawab sudah. 

Sekretaris Jenderal PBNU, HA Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya mengatakan bahwa langkah yang ditempuh PBNU dengan bersurat ke Kemendagri agar menerbitkan surat edaran tentang penjelasan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ikhtiar PBNU untuk membantu kelancaran pencairan dana hibah bagi perangkat organisasi di bawah naungan badan hukum NU. 

“Kami menerima banyak laporan soal kendala di lapangan, bahwa masih banyak pihak-pihak dinas pemerintahan serta instansi terkait yang masih belum mengerti tentang kedudukan badan hukum NU. Oleh karena itu dengan diterbitkannya surat dari Kemendagri ini maka kendala yang dihadapi di lapangan bisa diatasi,” papar Helmy.

Sementara itu, ditemui ditempat terpisah, Wakil Sekretaris Pengurus Pusat LP Ma’arif NU Fatkhu Yasik menerangkan, pihaknya banyak menerima laporan dari sekolah-sekolah Ma’arif di daerah yang berbadan hukum NU. Keluhan mereka terutama soal banyaknya dinas pendidikan yang belum memahami kedudukan Badan Hukum NU bagi sekolah tersebut. 

Belajar Muhammadiyah

Akibatnya beberapa dinas pendidikan berencana menghentikan dana bantuan dan dana hibah ke sekolah-sekolah Ma’arif sebelum ada kejelasan tentang kedudukan badan hukum NU. 

“Dengan adanya surat resmi penjelasan dari Kemendagri ini masalah dan keluhan yang selama ini ada bisa terjawab. Sekolah-sekolah di lingkungan Ma’arif yang berbadan hukum NU bisa mengkases dana hibah dan bantuan sosial tanpa ada lagi kendala, terutama yang mempertanyakan soal kejelasan badan hukum,” jelas Yasik.

Terkait hal ini, PBNU berencana segera berkirim surat ke seluruh pengurus wilayah, cabang dan juga satuan kerja di bawah naungannya untuk menyosialisasikan surat dari Kemendagri tersebut. PBNU juga menginstruksikan kepada  segenap satuan kerja di bawahnya untuk segera mengurus badan hukum NU ini. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington

Tehran, Belajar Muhammadiyah . Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Selasa (30/10), mengungkapkan bahwa Tehran tidak tertarik untuk mengadakan perundingan dengan Washington dan negaranya tidak membutuhkan bantuan apapun dari Amerika Serikat (AS).



Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad: Tehran Tidak Tertarik Berunding dengan Washington

"Jika ada syarat-syarat yang harus dipersiapkan dalam perundingan, maka bangsa Iran yang perlu melakukannya dan Anda (AS), para pembangkang hukum tidak dapat mendikte persyaratan-persyaratan untuk dialog dengan bangsa Iran," katanya.

Ahmadinejad membuat pernyataan tersebut sebagai reaksi terhadap pernyataan Presiden Bush bahwa Washington siap untuk mengadakan perundingan dengan Iran jika Iran menyerahkan energi nuklirnya.

Belajar Muhammadiyah

Ahmadinejad juga menyatakan, negaranya siap untuk mengadakan perundingan atau dialog jika ada syarat-syarat yang sama dan adil.

"Namun, negara (AS) itu tidak akan merundingkan hukum dan hak-hak absolutnya. Kekuatan-kekuatan yang korup dan angas, yang menentang kemerdekaan bangsa Iran sedang menciptakan rintangan-rintangan bagi kemajuan negaranya sendiri," terangnya.

?

Belajar Muhammadiyah

"Sejak beberapa tahun lalu, musuh telah meluncurkan usaha-usaha yang luas termasuk penyebaran kepalsuan (fitnah), desas desus/slentingan, penipuan, peperangan psikologis, teror dan intimidasi untuk merampas bangsa Iranian dari hak-haknya yang legal dan absolut dalam menggunakan energi nuklir untuk tujuan-tujuan damai," tambahnya seperti dilansir sumber Irna.

Lebih lanjut, Ahmadinejad mengemukakan argumennya bahwa negaranya menghendaki segera terwujudnya program nuklirnya untuk tujuan damai.

Presiden itu, sebaliknya, mengingatkan bahwa negara-negara kekuatan dunia harus mengetahui bahwa rakyat dan para pemimpin Iran sangat menghendaki segera terrealisasikannya program nuklirnya dan mengatakan, Iran tidak akan menyerahkan hak-haknya meski sekecil-kecilnya.

"Anda (AS) mestinya tidak perlu marah atas prestasi-prestasi bangsa Iran karena para pemuda kami begitu gigih untuk menaklukkan semua puncak prestasi. Para pemuda Iran yang bijaksana mencetak banyak kesuksesan di segala bidang dari hari ke hari dan Anda (AS) akan mati oleh kemarahan Anda sendiri jika Anda mengerutkan dahi atas keberhasilan-keberhasilan tersebut," katanya. (dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba, Anti Hoax, Cerita Belajar Muhammadiyah

Minggu, 31 Desember 2017

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting

Pamekasan, Belajar Muhammadiyah. Para pengurus IPNU-IPPNU Kadur resmi dilantik di Pesantren Miftahul Anwar, Klompok, Pamoroh, Kadur, Pamekasan, Jumat (21/4). Pelantikan dikemas dengan seminar ke-NU-an bertema "Membangun Generasi NU untuk Mempertahankan Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah".

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kadur Siap Bentuk Ranting-ranting

Usai dilantik, Ketua PAC IPNU Kadur Taufiqurrahman mengaku siap berkomitmen akan berjuang keras bersama rekan-rekanita lainnya untuk memajukan organisai pelajar NU di Kecamatan Kadur.?

"Sebelum dilantik, kita sudah bergerak membentuk Pimpinan Ranting. Sudah banyak yang terbentuk, seperti Pimpinan Ranting Bangkes, Pamaroh, Pamoroh, Kertagena Laok, Kertagena Tenga, Kadur, Kertagena Daya," paparnya.

Tinggal tiga desa yang belum dibentuk: Bungbaruh, Sokalelah, dan Gagah. Taufiq memastikan, ketiga desa tersebut dalam waktu dekat akan dibentuki pimpinan ranting.?

Belajar Muhammadiyah

"Kami sudah mantap untuk belajar, berjuang, dan bertaqwa," tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Pembina PAC IPNU-IPPNU Kadur yang mantan Ketua PAC IPNU Kadur tahun 2011 Faisol Ansori menegaskan, dengan adanya pelantikan ini, pihaknya berharap pelajar NU mempunyai semangat baru yang tidak kalah dengan semangat senior-seniornya.

"Teruslah bergerak dan mengalir, jangan pernah berhenti bergerak. Agar adik-adik sekalian mampu menjadi air obat pelepas dahaga bangsa Indonesia," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba, Daerah, Doa Belajar Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan

Majalengka, Belajar Muhammadiyah. Saat ini dunia kampus merupakan medan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan malah menjadi kawah candradimuka lahirnya kader-kader radikal dan anti-NKRI.

Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar dalam Seminar Keagamaan bertema Modernitas dalam Presfektif Islam dalam Menciptakan Keutuhan NKRI, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeritas Majalenga, di Auditorium Universitas Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/12).

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus, Medan Penguatan Kebangsaan

Didaulat sebagai narasumber, Kang Deni sapaan akrabnya, menjelaskan betapa pentingnya mencintai tanah air sebagaimana yang dikumandangankan oleh founding father bangsa ini khususnya para kiai NU.

"Hakikat cinta tanah air itu adalah cinta pada diri kita sendiri. Karena adanya kita ini yang berasal dari tanah dan air yang ada di NKRI ini. Jadi salah besar mereka yang akan merusak tanah airnya sendiri, padahal mereka dilahirkan di negeri ini," jelasnya.

Ia menambahkan NKRI sudah bersyariat Islam dan tidak harus dipaksakan untuk memformalkan dalam embel-embel NKRI Bersyariat Islam. Sejak berdirinya semua unsur pembentuk NKRI itu sudah berdasarkan syariat Islam, mulai dasar negara, sistem negara maupun perundang-undangan yang ada.

"Mana coba di negeri tercinta ini yang tidak berlandaskan syariat Islam. Jadi semuanya sudah dipikirkan matang-matang oleh pendahulu kita bahwa subtansi syariat Islam sudah ada semua di NKRI ini. Makanya para pemuda khususnya mahasiswa ini jangan terjebak pada retorika baru yang tidak berdasar dan tidak jelas. Nanti yang rugi kita sendiri lho," kata pria yang yang belum lama ini mengundurkan diri dari posisi Ketua KPU Purwakarta demi mengurusi GP Ansor Jawa Barat.

Belajar Muhammadiyah

Terkait dengan modernisasi, Deni menjelaskan modern harus dimaknai bukan sekedar simbol-simbol baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Melainkan modern itu harus dimaknai pada konsep diri untuk memandang jauh ke depan. Dengan konsep diri yang sudah terbangun tersebut, maka kita akan terus berfikit dan berusaha bagaimana menuju kehidupan yang lebih baik dan menjadi pemain bukan sekadar penonton.

"Untuk menjadi orang modern itu gampang kok. Manakala kita sudah bisa melakukan semua hal secara efektif dan efisien maka kita dipastikan jadi orang modern dan memainkan modernisasi saat ini," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Presiden Mahasiswa BEM (Presma BEM) Universitas Majalengka, Encu Shobari mengatakan acara yang diselenggarakan dalam rangkaian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan rutinan tahunan yang digagas oleh para pengurus BEM sebagai bagian dari pengamalan ide dan kreatifvitas mahasiswa.

"Seminar ini akhir dari rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bejalan selama satu minggu ini," ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Ia menjelaskan sengaja mengadakan seminar keagamaan dengan mengangkat tema tersebut sebagai upaya dirinya dan organisasinya untuk memberikan kesadaran dan kekuatan bagi keluarga besar Unma dalam memahami dan mengaplikasikan pentingnya menjaga keutuhan NKRI walaupun dengan latar belakang yang berbeda baik dalam segi pandangan agama, sosial, ekonomi maupun budayanya.

"Dengan tema ini diharapkan kita semua paham dan mengamalkan betapa pentingnya menjaga NKRI walapun perspektif agama berbeda-beda dan dengan gaya modernitas yang berbeda. Semoga semua menjadi terbuka dan terjalin satu konsep untuh tentang kebangsaan di kampus tercinta ini," tambah pria yang juga aktivis PMII Majalengka. (Tata Irawan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pesantren, Lomba Belajar Muhammadiyah

Target Dua Juta Ton Beras Terlalu Musykil

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Banyak pihak menyambut baik tekanan negara untuk menaikkan produk beras nasional sebesar 2 juta ton. Namun optimisme ini dinilai terlalu muskil karena perangkat untuk mendukung target itu belum ada.

Persoalannya, seberapa besar kelayakan produksi itu bisa direalisir di lapangan. Dengan alokasi 8,7 triliun rupiah untuk program peningkatan ketahanan pangan menteri pertanian menampakkan kesanggupan dan optimismenya. Namun optimisme menteri pertanian ini penuh tanda tanya.

Target Dua Juta Ton Beras Terlalu Musykil (Sumber Gambar : Nu Online)
Target Dua Juta Ton Beras Terlalu Musykil (Sumber Gambar : Nu Online)

Target Dua Juta Ton Beras Terlalu Musykil

“Saya amat ragu apakah benar kaum tani dan produktivitasnya akan mudah ditingkatkan setelah dijejali dengan 8,7 triliun itu? Wallahu a’lam sebagai pengamat saya sangat pesimis bahwa target itu akan tercapai 2007 ini,” kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Belajar Muhammadiyah di Yogyakarta, Ahad (14/1).

Target itu hanya akan tercapai melalui intensivikasi yang tergantung gairah produk kaum tani. Sementara gairah hanya mungkin ketika janji-janji kesejahteraan jelas. Dalam format pendekatan produktif gairah tidak akan naik.

Menurut maksum, format harus dirubah menjadi pendekatan kesejahteraan (welfare) bagi petani. Namun format yang ditawarkan ini ini tidak mungkin dicanangkan kalau harga beras harus dimurahkan. Karena sangat tidak mungkin gairah itu naik tanpa sistem intensif harga yang sepadan.

“Pasti pemerintah tidak akan berani karena ini menentang firman tuhannya, yaitu Bank Dunia (BD) yang menyarankan beras murah. Dalam posisi BD yang dipertuhankan oleh RI, beranikah kabinet melawan meski untuk urusan kedaulatan perut bangsanya?” serunya.

Belajar Muhammadiyah

Target juga musykil kecuali inpres 13/05 dirombak menjadi peraturan yang memihak kepada petani dan membendung arus impor beras.

Belajar Muhammadiyah

“Tanpa itu muskil rasanya gairan untuk 2 juta itu bangkit. Selain itu, sudahkah target itu memprtimbangkan kehendak alam? Mampukah sumber daya alam yang selama ini sudah kita rusak mendukung target itu,” kata Maksum. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Tolak Lupa, Senat UIN Suka Lombakan Dokumenter Gus Dur

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Lomba Video Dokumenter Gus Dur dengan tema "Pemuda Bicara Gus Dur". Lomba tersebut dalam rangka peringatan Haul keempat KH Abdurrahman Wahid.

Tolak Lupa, Senat UIN Suka Lombakan Dokumenter Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Lupa, Senat UIN Suka Lombakan Dokumenter Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Lupa, Senat UIN Suka Lombakan Dokumenter Gus Dur

Penerimaan video dari tanggal 25 Desember 2013 sampai dengan 23 Januari 2014. Penilaian tanggal 23-25 Januari 2014, sementara pengumuman juara tanggal 25 Januari 2014 pada malam penganugerahan juara dan pemutaran screening video tanggal 27 Januari 2014 di UIN Sunan Kalijaga.

Ketua Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Romel Masykuri, mengatkaan, lomba ini kami selenggarakan untuk menolak lupa akan pemikiran dan perjuangan Gus Dur bagi bangsa ini.

Belajar Muhammadiyah

Sebab, kata dia, kalangan pemuda baik mahasiswa, santri, dan pelajar sudah mulai enggan berbicara Gus Dur. Padahal, pemikiran, dan perjuangan Gus Dur masih sangat relevan untuk dijadikan diskursus pengetahuan.

“Selain itu, Gus Dur juga tokoh teladan ideal untuk dijadikan inspirasi bagi pemuda ditengah gejala krisis tokoh di Indonesia," ungkap.

Belajar Muhammadiyah

Sekjend Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Handini menambahkan bahwa lomba ini gratis tanpa dipungut biaya registrasi dan bentuk lombanya sangat sederhana, yaitu peserta tinggal merekam pendapatnya tentang Gus Dur dalam bentuk video lalu diupload ke Youtube dan link-nya ditag ke website www.semauinsuka.blogspot.com.

"Saya harap mahasiswa, santri, dan pelajar se-Indonesia banyak yang berpartisipasi dalam lomba ini, sehingga pendapatnya tentang Gus Dur bisa terwadahi," ujar Handini.

Para juri dalam lomba ini ialah, Sastrow Al-Ngatawi (Ketua PP Lesbumi NU), Alissa Wahid (Seknas Gusdurian, putri Gus Dur), Dimas Jaya (Film Maker/Festival Film Purbalingga), dan A. Anfasul M. (Film Maker/Direktur Elora Production-Jogja).

Sedangkan hadiah yang disediakan bagi pemenang yaitu: juara 1, Rp. 1.000.000. juara II, Rp. 750.000, juara III, Rp. 500.000, dan video favorit Rp. 350.000, serta semua pemenang akan mendapat trophi dan piagam penghargaan.

Lomba ini didukung oleh Gusdurian, Elora Production, Renaisant Insitute, dan Nahdiyyin Nusantara. Info pendaftaran, dan prosedur pengiriman lomba bisa menghubungi Handini (089602844791) atau kunjungi www.semauinsuka.blogapot.com. (Hasan Albanah/Abdullah Alawi?)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Islam, Lomba, Nahdlatul Belajar Muhammadiyah

Rabu, 06 Desember 2017

Pernyataan Sikap Petani Urutsewu

Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) dan URUTSEWU BERSATU (USB) adalah organisasi rakyat yang bertujuan menegakkan kedaulatan petani Urutsewu, Kebumen, Jawa Tengah.

Arak-arakan Budaya pada tanggal 16 April 2014 didukung oleh Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu (Esbumus) sebagai peringatan atas peristiwa penembakan dan penganiayaan terhadap petani Urutsewu tiga tahun yang lalu, yang hingga kini belum diusut tuntas.

Pernyataan Sikap Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap Petani Urutsewu

Dalam peristiwa 16 April 2011, 6 petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka (6 di antaranya terkena peluru karet), 12 sepeda motor dirusak, serta handphone, handycam, dan data digital dirampas paksa. Pada akhir 2013 sampai sekarang (April 2014), tentara melakukan pemagaran sepihak terhadap tanah-tanah pertanian di pesisir Urutsewu, Kebumen.

Belajar Muhammadiyah

Bahwa pesisir Urutsewu menyimpan potensi yang sangat besar dan seharusnya dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan menurut hemat kami, pilihan pengembangan yang paling tepat adalah dengan menjadikan kawasan ini hanya sebagai area pertanian dan pariwisata.

Belajar Muhammadiyah

Lebih luas, kami menghendaki ditegakkannya kedaulatan petani Urutsewu. Bagi kami, kedaulatan petani berarti pengakuan terhadap kepemilikan tanah oleh petani, penggunaan tanah sesuai dengan kebutuhan petani, menghormati pentingnya berogranisasi dan mempertahankan hak bagi petani, dipenuhinya hak untuk menikmati hasil pertanian, serta terjaminnya rasa aman dalam proses penggarapan lahan.

Karena itu, Kami menuntut:

1.    Usut tuntas penganiayaan, penembakan, dan pengrusakan motor yang terjadi pada 16 April 2011

2.    Hentikan pemagaran tanah warga di sepanjang pesisir Urutsewu, Kebumen

3.    Jadikan Urutsewu, Kebumen hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata

4.    Tegakkan kedaulatan petani Urutsewu, Kebumen

Urutsewu, 16 April 2014

Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan

Seniman

(Ketua)

Urutsewu Bersatu

Widodo Sunu Nugroho

(Ketua)

Pernyataan sikap ini ditermia Belajar Muhammadiyah 25 April 2014 (Red: Abdullah Alawi)

Pernyataan Sikap Petani Urutsewu

Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) dan URUTSEWU BERSATU (USB) adalah organisasi rakyat yang bertujuan menegakkan kedaulatan petani Urutsewu, Kebumen, Jawa Tengah.

Arak-arakan Budaya pada tanggal 16 April 2014 didukung oleh Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu (Esbumus) sebagai peringatan atas peristiwa penembakan dan penganiayaan terhadap petani Urutsewu tiga tahun yang lalu, yang hingga kini belum diusut tuntas.

Dalam peristiwa 16 April 2011, 6 petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka (6 di antaranya terkena peluru karet), 12 sepeda motor dirusak, serta handphone, handycam, dan data digital dirampas paksa. Pada akhir 2013 sampai sekarang (April 2014), tentara melakukan pemagaran sepihak terhadap tanah-tanah pertanian di pesisir Urutsewu, Kebumen.

Bahwa pesisir Urutsewu menyimpan potensi yang sangat besar dan seharusnya dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan menurut hemat kami, pilihan pengembangan yang paling tepat adalah dengan menjadikan kawasan ini hanya sebagai area pertanian dan pariwisata.

Lebih luas, kami menghendaki ditegakkannya kedaulatan petani Urutsewu. Bagi kami, kedaulatan petani berarti pengakuan terhadap kepemilikan tanah oleh petani, penggunaan tanah sesuai dengan kebutuhan petani, menghormati pentingnya berogranisasi dan mempertahankan hak bagi petani, dipenuhinya hak untuk menikmati hasil pertanian, serta terjaminnya rasa aman dalam proses penggarapan lahan.

Karena itu, Kami menuntut:

Usut tuntas penganiayaan, penembakan, dan pengrusakan motor yang terjadi pada 16 April 2011  Hentikan pemagaran tanah warga di sepanjang pesisir Urutsewu, Kebumen Jadikan Urutsewu, Kebumen hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata Tegakkan kedaulatan petani Urutsewu, Kebumen

 

Urutsewu, 16 April 2014

Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan

Seniman

(Ketua)

 

Urutsewu Bersatu

Widodo Sunu Nugroho

(Ketua)

 

Pernyataan Sikap Petani Urutsewu

Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) dan URUTSEWU BERSATU (USB) adalah organisasi rakyat yang bertujuan menegakkan kedaulatan petani Urutsewu, Kebumen, Jawa Tengah.

Arak-arakan Budaya pada tanggal 16 April 2014 didukung oleh Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu (Esbumus) sebagai peringatan atas peristiwa penembakan dan penganiayaan terhadap petani Urutsewu tiga tahun yang lalu, yang hingga kini belum diusut tuntas.

Dalam peristiwa 16 April 2011, 6 petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka (6 di antaranya terkena peluru karet), 12 sepeda motor dirusak, serta handphone, handycam, dan data digital dirampas paksa. Pada akhir 2013 sampai sekarang (April 2014), tentara melakukan pemagaran sepihak terhadap tanah-tanah pertanian di pesisir Urutsewu, Kebumen.

Bahwa pesisir Urutsewu menyimpan potensi yang sangat besar dan seharusnya dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan menurut hemat kami, pilihan pengembangan yang paling tepat adalah dengan menjadikan kawasan ini hanya sebagai area pertanian dan pariwisata.

Lebih luas, kami menghendaki ditegakkannya kedaulatan petani Urutsewu. Bagi kami, kedaulatan petani berarti pengakuan terhadap kepemilikan tanah oleh petani, penggunaan tanah sesuai dengan kebutuhan petani, menghormati pentingnya berogranisasi dan mempertahankan hak bagi petani, dipenuhinya hak untuk menikmati hasil pertanian, serta terjaminnya rasa aman dalam proses penggarapan lahan.

Karena itu, Kami menuntut:

1.    Usut tuntas penganiayaan, penembakan, dan pengrusakan motor yang terjadi pada 16 April 2011

2.    Hentikan pemagaran tanah warga di sepanjang pesisir Urutsewu, Kebumen

3.    Jadikan Urutsewu, Kebumen hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata

4.    Tegakkan kedaulatan petani Urutsewu, Kebumen

Urutsewu, 16 April 2014

Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan

Seniman

(Ketua)

Urutsewu Bersatu

Widodo Sunu Nugroho

(Ketua)

Pernyataan sikap ini ditermia Belajar Muhammadiyah 25 April 2014 (Red: Abdullah ALawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Fragmen, Lomba Belajar Muhammadiyah

Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung menziarahi peristirahatan terakhir Ketua Umum I Pengurus Besar PMII, H Mahbub Djunaidi, di Kota bandung pada Kamis (18/4).

Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Menurut salah seorang aktivis PMII yang turut ziarah, Hilman Yuliana, tujuan ziarah kepada pengarang mars PMII adalah cara mengenang jasa-jasanya.

“Memang beliau adalah salah satu pendiri PMII. Organisasi berumur setengah abad ini, masih dan tetap akan berdiri kokoh dan terus berkomitmen untuk mengawal bangsa ini, tak lepas dari jasa beliau,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah melalui surat elektronik pada Jumat, (19/4).

Belajar Muhammadiyah

Seharusnya, sambung lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, seluruh aktivis PMII tahu sepak terjang H. Mahbub Djunaidi. Tapi pada kenyataannya, tidak demikian. Paling yang diketahui adalah dia sebagai politikus, jarang yang mengenal sebagai penulis berjuluk pendekar pena, sastrawan, dan bahkan penerjemah.

Belajar Muhammadiyah

Lebih dari itu, ziarah bagi PMII adalah memandang hidup ini fana, bahwa setiap orang akan mati, “Juga bagi PMII yang memang latar belakang NU itu sudah membudaya,” pungkas pengurus PMII di Lembaga Penerbitan Pers dan Jurnalistik ini.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sunnah, Lomba, Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Kongres Ulama Perempuan dalam Pandangan Menteri Agama

Cirebon, Belajar Muhammadiyah. Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang diselenggarakan di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Bababakan Ciwaringin, Cirebon, secara resmi ditutup oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (27/4).

Kongres Ulama Perempuan dalam Pandangan Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Ulama Perempuan dalam Pandangan Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Ulama Perempuan dalam Pandangan Menteri Agama

Sebelumnya, Lukman dalam sambutan penutupnya menyampaikan tentang poin-poin yang dicatat setelah menyimak pembacaan musyawarah agama, dan rekomendasi kongres dari peserta.

“Setidaknya saya mencatat tiga hal makna strategis dari kongres ulama perempuan Indonesia ini,” katanya.

Pertama, kongres ini telah berhasil memperjuangkan keadilan melalui kesadaran dan peran relasi hubungan laki-laki dan perempuan.

Belajar Muhammadiyah

“Ini adalah isu yang senantiasa dan bahkan menurut hemat saya saat ini dan ke depan semakin mempunyai urgensi dan relevansi yang tinggi,” kata pria kelahiran Jakarta ini.

Kedua, kongres ini juga telah mampu melakukan tidak hanya rekognisi (pengakuan) tapi juga revitalisasi terhadpa peran ulama perempuan sejak zaman Siti Aisyah sampai terus di Indonesia ini. Dan yang tidak kalah pentingnya, katanya, adalah membangun jaringan. 

“Sehingga jaringan ulama perempuan dengan kongres ini bisa terbangun dan terus dikembangkan,” ujar suami Trisna Willy ini.

Belajar Muhammadiyah

Ketiga, kongres ini telah berhasil meneguhkan sekaligus menegaskan bahwa moderasi Islam itu harus senantiasa kita kedepankan, yaitu Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang tidak menyudutkan posisi kedudukan perempuan, Islam yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama. 

Menurutnya, ulama perempuan telah mengambil posisinya yang amat strategis melalui kongres ini dengan menghadirkan isu-isu moderasi Islam.

“Sehingga peradaban dunia di mana nilai-nilai Islam diharapkan bisa  memberikan kontribusi dan sumbangsihnya tetap mampu kita jaga, kita pelihara, kita rawat bersama dan kita kembangkan dimasa-masa mendatang,” ujar pria 54 tahun ini. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba, Kajian, AlaSantri Belajar Muhammadiyah

Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah

Banyumas, Belajar Muhammadiyah?

Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Kabupaten Cilacap menggelar aksi damai menolak Full Day School (FDS), Jumat (25/8). Aksi dipimpin oleh H Munir Nur Said yang juga Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Cilacap. Dalam pembacaan sikap, dia menyampaikan empat tuntutan.

Pertama, menolak dengan tegas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang nyata-nyata telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Peduli Pendidikan Cilacap Tolak Pemaksaan Lima Hari Sekolah

Kedua, menolak dengan tegas, kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, yang melakukan tindakan sewenang-wenang, dengan tetap memaksakan kehendak untuk menerapkan 5 (Lima) Hari Sekolah di satuan pendidikan yang ada, tanpa memperhatikan aspirasi penolakan yang berkembang di masyarakat.

Ketiga, menolak dengan sangat tegas pemaksaan penerapan kebijakan 5 (Lima) Hari Sekolah, karena telah nyata mencederai prinsip-prinsip deliberasi sosial dan pengingkaran terstruktur terhadap kekayaan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat, yang telah terbukti sumbangsihnya terhadap pembangunan, penguatan dan pendidikan karakter bagi bangsa Indonesia.

Keempat, mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera Mencabut dan Membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah, dan Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Pendidikan Karakter yang bersifat Holistik, Integratif dan Non-Diskriminatif, dengan tidak menghapuskan dan menghilangkan eksistensi Pendidikan Keagamaan di Indonesia.

Belajar Muhammadiyah

Madrasah Diniyah sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, dan telah mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter, dan memiliki komitmen untuk menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Pondok Pesantren, Fragmen, Lomba Belajar Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat

Jepara, Belajar Muhammadiyah. Keberadan madrasah saat ini harus benar-benar berada di tengah-tengah masyarakat. Semakin membuka diri (inklusif) tidak terkesan eksklusif. Hal itu dikemukakan Achmad Makhali, Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam (YPI) NU Safinatul Huda Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan Madrasah Harus Membumi di Masyarakat

Jika dulu menyebut madrasah murni pendidikan agama dan terkesan eksklusif, sekarang lanjutnya, hampir sama antara sekolah dan madrasah.? Madrasah ada pelajaran umum juga pelajaran agama. “Murid madrasah pinter sains juga pinter kitab salaf,” terang Kepala MA NU Safinatul Huda ini.?

Jika pelajaran salaf dan umum dikuasai, menurut dia, siswa akan menjadi manusia yang seutuhnya.? Mestinya, madrasah saat ini harus semakin mempunyai kepercayaan diri. Sebab nilai plusnya pembelajaran akhlak tidak ditemukan di sekolah umum.?

“Guru dan siswa madrasah tidak boleh minder,” katanya yang juga Sekretaris Pergunu Jepara disela-sela kegiatan Sarasehan “Madrasah Dulu, Sekarang dan Akan Datang” di Madrasah Safinatul Huda, Kamis (15/9) lalu.

Ia menegaskan kini kualitas madrasah juga semakin bagus. Misalnya guru madrasah tidak hanya menempuh S1 dan S2 saja tetapi sudah masuk ke jenjang S3. Itu tidak lain, tambahnya, dalam rangka menerjemahkan slogan Lebih Baik Madrasah, Madrasah Lebih Baik.?

Belajar Muhammadiyah

Kegiatan Sarasehan merupakan rangkaian Harlah YPI NU Safinatul Huda ke-61. Dalam Harlah yang berlangsung dua hari itu Rabu-Kamis (14-15/9) juga diisi ? dengan Praktik Qurban, Aneka Lomba, Pentas Rebana, Istighotsah, Tahlil, Ziarah Wali dan Pendiri dan Kilas Balik Berdirinya Yayasan. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba Belajar Muhammadiyah

Selasa, 28 November 2017

Ketum PBNU Paparkan 2 Hal Penting di Puncak Harlah IPPNU

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirajd menyampaikan dua hal yang penting dalam sambutannya pada puncak acara hari lahir (Harlah) ke-62 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang berlangsung di Masjid An-Nahdlah PBNU, Sabtu (11/3).

Ketum PBNU Paparkan 2 Hal Penting di Puncak Harlah IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Paparkan 2 Hal Penting di Puncak Harlah IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Paparkan 2 Hal Penting di Puncak Harlah IPPNU

Ia berpesan agar IPPNU terus mengawal, mengembangkan dan menjaga islam Ahlussunnah wal Jamaah, seperti prinsip moderat dan toleran, dan cita-citanya memperkuat persaudaraan sesama umat islam, persaudaraan sebangsa setanah air dan persaudaran persamaan sesama umat manusia.

Menurut Tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia versi The Muslim 500 itu menyampaikan, yang pertama, IPPNU tidak boleh ragu dengan prinsip moderat dan toleran.

“Jika ini di perjuangkan untuk komitmen dan istiqomah, merupakan modal yang sangat besar bagi pergerakan IPPNU, jangan pernah bergeser dari prinsip moderat dan toleran dan dari cita-cita ukhuwah Islamiyah, wathoniyah dan insaniyah,” ujar Kiai Said.

Belajar Muhammadiyah

Kedua, amal prinsip santri, menurut Kang Said sapaan akrab KH Said Aqil Siroj mengutarakan, santri itu tidak harus alumni pesantren, alumni SD, SMP, SMA juga santri asalkan hormat pada kiai, meskipun tidak pernah pesantren, walaupun belajarnya tidak pernah di pesantren asalkan hormat kepada kiai, samian wathoatan, itu jiwa santri namanya.

“Nah mengapa kita harus hormat kepada para kiai dan ulama NU? Karena kita yakin Ashabul haq yang memegang otoritas kebenaran dalam agama adalah para Ulama, selain itu kita ragu, benar apa tidak cara pemahaman agamanya, cara beragamanya, cara berpikirnya, orientasi agamanya benar apa tidak,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Oleh karena itu, imbuhnya, hormat dan taatlah pada para kiyai, ulama pesantren, dan ulama NU yang kita yakini mereka Ashabul haq, Ashabus sirotil haq, Ashabu kalimatil haq, Ashabu syauthil haq, Ashabut thoriqotil haq yang ucapannya benar, sikapnya benar dan cara berpikirnya benar, pemilik kebenaran dalam memahami agama.

Terakhir ia berpesan kepada seluruh kader IPPNU untuk selalu menghormati kiai sampai kapanpun, hingga yaumil qiyamah, yang sanadnya benar dan jelas, seperti KH Hasyim Asy’ari yang sanadnya jelas hingga Imam Syafi’i, Imam Syafi’i Abu Abdillah-Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’i bin Musayyaf bin Ubeid bin Abu Yazid bin Abu Muthollib hingga Rasulullah SAW. (Anty/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Lomba, Fragmen Belajar Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu

Mojokerto, Belajar Muhammadiyah. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengadakan Kongres kedua di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu-Sabtu (26-29/10).?

Wakil Ketua Panitia Kongres II Pergunu Akhsan Ustadhi mengatakan kongres kali ini akan membahas sejumlah persoalan yaitu organisasi, rekomendasi, program, dan bahtsul masail bidang pendidikan.

Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu

"Dalam bahstul masail pendidikan akan dibahas diantaranya advokasi terhadap guru, perlakuan murid yang dewasa ini tidak sesuai dengan kitab talimul mutaallim, dan berbagai persoalan yang ada di cabang atau wilayah," terang Akhsan yang ditemui Belajar Muhammadiyah di sela-sela persiapan Kongres Rabu (26/10) sore.

Ahsan menambahkan, peserta kongres berasal dari 372 cabang Pergunu dari 34 provinsi. Selain itu, peserta juga berasal dari pengurus wilayah.

Belajar Muhammadiyah

"Peserta dari setiap cabang kami undang tiga perwakilan plus satu alim ulama. Sedangkan dari tiap-tiap pengurus wilayah ada empat orang plus satu alim ulama," ujar Akhsan.

Dalam kongres ini juga akan diadakan forum Rembug Guru Nasional. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj diagendakan membuka kongres. Sejumlah tokoh juga direncanakan akan hadir, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menristekdikti M Nasir, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Makam, Lomba Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock