Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Ansorun Nada merupakan grup musik bentukan Pimpinan Anak Cabang gerakan Pemuda Ansor Genuk, Semarang, yang memfasilitasi anggotanya untuk mengekspresikan dirinya di dunia musik.

Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah

Sejak dibentuk grup sudah beberapa kali show disekitar wilayah kecamatan Genuk Semarang. Apalagi ini masih bulan syawalan banyak undangan menghampiri Ansorun Nada. Sehingga para personil selalu disibukan dengan berbagai persiapan dan latihan.

Ditemui saat show di rumah Rochim yang berada di wllayah Kelurahan Trimulyo, Ansorun Nada merupakan grup musik dakwah dan sedekah. Jadi musik bukan semata hiburan namun juga menjadi sarana dakwah menyebarkan nilai-nilai Islam sebagaimana kanjeng sunan Kalijaga sengan Wayangnya. Begitu juga dengan Musik Sedekan yang memiliki maksud bahwa Ansorun Nada tidak memungut tarif.

Belajar Muhammadiyah

“Jika ada yang memberikan amplopan itu hanya bentuk trima kasih. Begitupun kami menerimanya dengan senang hati, jika tuan rumah memberi hanya sebagai bentuk ucapan terima kasih. Sebab perlengkapan alat musik Ansorun Nada kan butuh transportasi,” ucap Muhammad Shohim, Ketua Grup.

“Kami siap tampil jika ada yang meminta, baik itu acara pengajian, sunatan, acara pengantin maupun acara yang lain. Bisa menghubungi ke No: 02470651249,” lanjutnya

Belajar Muhammadiyah

Cahaya rembulan mengintip malu di balik awan dan Ansorunnada mengalunkan sholawat cinta kepadanya dgn hanya berharap mendapat syafaat dari sang khotamul anbiya dan ansorunnada menutup dakwah musiknya dgn syiir tanpo waton. Sholu ala Muhammad. (Lukni Maulana/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Ciamis, Belajar Muhammadiyah. Saat panen (mbawon) sudah tiba, puluhan anggota GP Ansor kecamatan Lakbok kabupaten Ciamis turun ke sawah salah seorang dari mereka yang berlokasi di desa Cintaratu. sejak Selasa-Rabu (14-15/4), mereka membahu-bahu mengetam padi siap panen di sawah seluas 120 bata.

Terlibat memanen padi di sawah, pengurus anak cabang sampai ketua-ketua ranting Ansor ikut didalamnya. Mereka bergerak atas intruksi ? Ketua GP Ansor Lakbok Hirzudin dalam upaya merekatkan tali silaturahmi kader Ansor serta bukti atas kerakyatan anggota Ansor.

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Mereka mengumpulkan padi yang dipanen untuk dipisahkan dari tangkainya dengan mesin perontok milik PAC GP Ansor Lakbok.

Belajar Muhammadiyah

"Momen ini penting mempererat ukhuwah kader, serta ini menjadi kegiatan yang mempunyai nilai ekonomi untuk berjalannya organisasi," kata Hirzudin.

Di lain tempat, Masruhin salah satu anggota Ansor Sidaharja melakukan hal yang sama. Ia mengerahkan pemuda desa untuk memanen padi masyarakat sekitar yang hasilnya diperuntukkan mengadakan isra miraj di masjid.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini disambut baik masyarakat sekitar. Pardi, salah seorang warga Sidaharja kecamatan Lakbok meyampaikan, "Ansor memang idenya unik-unik, apalagi hal semacam ini sudah jarang dilakukan di daerah sini."

Rencananya, kegiatan mbawon bareng ini akan dilakukan di sawah sejumlah anggota ansor yang belum dipanen. (Ahmad Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, IMNU Belajar Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini hadir memberikan motivasi kapada korban bencana banjir di kampung Cipinang Muara Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak dan keluarga korban pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi musibah.

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

"Kita harus sabar namun tetap optimis bahwa semua ada hikmahnya. Yang penting jangan putus asa," jelasnya, Rabu.

PBNU, lanjut Helmy, telah mengirimkan relawan yang dimotori oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU). Sebanyak puluhan personil diturunkan ke lokasi yang tersebar di beberapa titik sejak Ahad (19/2).

"PBNU memprioritaskan program-program kemanusiaan. Beberapa waktu lalu di Pidie Jaya, Aceh dan juga Brebes. Sekarang kita di Jakarta," jelas Helmy.

Saat dikonfirmasi, Ketua PP LPBI NU, Ali Yusuf mengatakan bahwa LPBI NU pusat dibantu oleh LPBI NU DKI Jakarta yang memiliki Tenaga relawan yang dari kalangan santri (Santri Siaga Bencana).

Belajar Muhammadiyah

"Kami sudah turun sejak hari minggu. Kami dibantu oleh realawan Sntri Siaga Bencana yang merupakan bagian dari LPBINU DKI Jakarta," jelas Ali.

Jenis bantuan yang diberikan oleh LPBINU adalah sembako dan juga kebitujan sekolah. "Kami prioritaskan sembako san juga alat-alat sekolah," pungkas Ali. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Daerah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Pekan Ini Bahtsul Masail Pra Muktamar NU Bahas BPJS dan Antrean Haji

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Para kiai NU akan mengadakan pertemuan melalui musyawarah bahtsul masail Pra Muktamar Ke-33 NU di pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. Selama dua hari, Sabtu-Ahad (28-29/3), mereka akan meminta keterangan sejumlah pejabat publik perihal BPJS dan pengelolaan haji untuk membantu penelaahan.

Musyawarah bahtsul masail yang melibatkan pengurus Syuriyah PBNU, penanggung jawab komisi bahtsul masail Muktamar NU, dan utusan sejumlah pesantren ini, akan mematangkan materi yang akan dibahas pada Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang.

Pekan Ini Bahtsul Masail Pra Muktamar NU Bahas BPJS dan Antrean Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Ini Bahtsul Masail Pra Muktamar NU Bahas BPJS dan Antrean Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Ini Bahtsul Masail Pra Muktamar NU Bahas BPJS dan Antrean Haji

Pokok pembahasan mencakup soal pelaksanaan jaminan sosial kesehatan di BPJS, masalah daftar tunggu antrean haji yang mencapai 20 tahun, dan perihal karakter Aswaja NU.

Belajar Muhammadiyah

Kegiatan ini rencananya juga akan dihadiri oleh Direktur BPJS dan Dirjen Haji Kemenag RI. Keterangan dari pihak terkait ini menjadi bahan pertimbangan komisi bahtsul masail diniyah baik waqi’iyah, maudhu’iyhah, maupun qanuniyah.

“Kami berharap forum ini memberikan banyak bahan masukan bagi penanggung jawab masing-masing komisi bahtsul masail diniyah muktamar NU,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz, Kamis (26/3).

Belajar Muhammadiyah

Menurut Imam Aziz, komisi waqi’iyah dan komisi qanuniyah juga menggelar musyawarah dalam rangka melengkapi hasil-hasil pertemuan sebelumnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Ansor Kobar Galang Silaturrahmi Akbar dan Halal Bihalal

Pangkalan Bun, Belajar Muhammadiyah?

Demi menjalin keakraban serta konsolidasi di antara warga Nahdliyyin, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah mengadakan acara bertajuk Halal Bihalal dan Silaturrahmi Akbar. Acara yang diselenggarakan di lapangan sepak bola Desa Lada Mandalajaya SP 2 Kecamatan Pangkalan Lada tersebut dihadiri 50 pengurus Ansor se-Kabupaten Kobar, yang terdiri dari PC GP Ansor Kabupaten dan PAC GP Ansor Kecamatan Pangkalan Lada.?

Ansor Kobar Galang Silaturrahmi Akbar dan Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kobar Galang Silaturrahmi Akbar dan Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kobar Galang Silaturrahmi Akbar dan Halal Bihalal

Hadir pula Fatayat dan muslimat dan 250 Banser yang telah mengikuti Diklatsar tiga angkatan. Angkatan 1 pada tahun 2015, angkatan 2 tahun 2016 dan Diklatsar angkatan 3 pada bulan januari tahun 2017. Disamping itu pula dalam acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat SKPD Kabupaten Kotawaringin Barat serta sejumlah warga ikut memeriahkan acara tersebut.?

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kotawaringin Barat Abdul Sahel dalam pidatonya menyampaikan, warga Nahdlatul Ulama (NU) hendaknya mampu menjaga kerukunan antarumat beragama. Banser harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.

Belajar Muhammadiyah

"Mari pererat ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah bayariyah. Banser haruslah mampu ikut menjaga keamanan NKRI, serta mampu menjadi jembatan agar terciptanya suasana yang kondusif sesuai ajaran agama Islam yang rahmatal lil alamin, " tandas Abdul Sahel pada acara yang berlangsung , Sabtu (29/7) lalu.?

Maraknya kabar tidak sedap, lanjut Sahel, di berbagai media cetak dan elektronik yang tidak berdasar sumbernya, sangat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan itu saja, menjamurnya organisasi masyarakat yang mengatasnamakan kelompok-kelompok Islam dengan pembelajaran yang disinyalir aliran garis keras atau radikal akan menjadi ancaman serius bagi NKRI.?

"Kita jangan mau dibodohi dengan pemberitaan yang tidak jelas asal-usulnya. Kita mesti waspada atas pergerakan kelompok organisasi yang mengatasnamakan Islam, namun kaidah-kaidahnya tidak sesuai ajaran agama Islam," tegasnya.?

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) A. Rozikin, Z, dalam pidatonya mengajak seluruh anggota Banser agar selalu siaga demi manjaga keamanan dan kenyamanan seluruh umat beragama.?

Belajar Muhammadiyah

"Saya berharap Banser selalu memberikan yang terbaik dalam menciptakan iklim yang sejuk dan aman bagi semua umat beragama. Banser harus siap mendedikasikan dirinya demi keutuhan NKRI," ucap Rozikin.?

Menurutnya, Banser sebagai prajurit dibawah komando para ulama NU harus mampu membawa nama baik serta mampu mengabdikan dirinya demi NKRI. Bahkan, Banser harus siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.?

"Banser harus siap dalam setiap kondisi. Sebagai prajurit Nahdlatul Ulama sejengkal pun Banser pantang mundur dalam membela kebenaran, " Tegas Rozikin dalam pidatonya. (Suhud Masud/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Seknas Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menjelaskan sembilan nilai yang menjadi prisma dalam sepak terjang Gus Dur bertoleran. Ia menjelaskan itu pada Halaqah Kiai dan Tokoh Muda Pesantren di Yogyakarta Kamis-Sabtu (13-15/12).

“Yang paling inti adalah nilai ketauhidan,” kata Alissa, putri Gus Dur, Ketua Umum PBNU 1984-1999.

Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Jelaskan 9 Nilai Gus Dur

Kemudian, kata Alissa nilai kemanusiaan. Dari kemanusiaan akan muncul nilai pembebasan, keadilan, persaudaraan dan kesetaraan.

Selanjutnya, tambah dia, memiliki jiwa yang satria atau super ikhlas membantu sesama, kesederhanaan, dan nilai kearifan lokal. Tentang poin terakhir, Alissa menjelaskan, bagi Gus Dur semua tradisi membawa kearifan.

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

“Dari sembilan nilai inilah kemudian akan membentuk pribadi yang toleran,” kata Mbak Lissa, panggilan akrabnya.

Alissa juga menjelaskan, sebenarnya Indonesia ini adalah negara yang terbangun dari kebinekaan dan toleransi. Oleh karena itu dalam proses menjadi sebuah bangsa, masyarakat Indonesia memiliki warisan kecerdasan kultural, yang menjadikannya unik di antara bangsa-bangsa lain.

Gus Dur memang menginspirasi semua golongan untuk menjadi sosok yang toleran. Karena menjadi toleran secara tidak langsung menjunjung tinggi keadilan. Pendidikan toleransi yang diterapkan oleh Gus Dur menjadikan tawaran solusi kepada mayarakat Islam Indonesia untuk mengharumkan Islam yang damai.

“Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” begitu kata mbak Lisa mengutip ungkapan dari ayahandanya Gus Dur. (Muyassaroh/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pesantren, Pertandingan, Bahtsul Masail Belajar Muhammadiyah

Minggu, 07 Januari 2018

Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta mengadakan kaderisasi tingkat II Lakmud (Latihan Kader Muda) di Pondok Pesantren as-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat-Ahad tanggal 9-11 Oktober 2015.

Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kader IPNU Harus Miliki Jiwa Santri

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat mengisi stadium general pada acara itu mendorong kader IPNU agar tak terlepas dari ruh pesantren. "Kader IPNU harus memiliki jiwa seorang santri yang cerdas, santun, dan sabar untuk terus belajar dan berjuang dan tetap dilandasi ketaqwaan. Perjuangan kader IPNU adalah dengan menempa diri agar siap menjadi generasi pemimpin Bangsa dan NU dimasa yang akan datang," ujarnya.

Kang Said, sapaan akrabnya, yang saat itu didampingi ketua? IPNU DKI Jakarta Muhammad Said dan mantan ketua PW IPNU Jawa Tengah Hasan Chabibie juga menyatakan dukungan penuh ditetapkannya Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, Hari Santri Nasional itu akan ditetapkan pada tanggal 22 Oktober karena hari itu merupakan momentum para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi penjajah Belanda.

Belajar Muhammadiyah

Pada tanggal tersebut, kata Kang Said, Hadratussyaikh Hasyim Asyari mengumpulkan kiai-kiai Nusantara untuk mengeluarkan fatwa “Resolusi Jihad” bahwa membela tanah air adalah fardlu ain. Resolusi Jihad merupakan seruan perang suci menumpas penjajah yang hendak merebut kemerdekaan Indonesia.

Senada dengan Kang Said, Ketua PW IPNU DKI Jakarta Muhamad Said? mendukung langkah PBNU? dalam mendorong Presiden Jokowi segera menetapkan Hari Santri Nasional. "Kita sangat mendukung hari santri nasional tanggal 22 Oktober dan kita akan ramaikan dengan berbagai program dan kegiatan agar bisa mengenang perjuangan santri dan kiai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia," katanya.

Peserta dalam latihan kali ini terdiri dari semua pengurus Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta dan para santri setempat. Makesta juga digelar sebelum didirikannya pimpinan komisariat IPNU di Pondok Pesantren as-Tsaqafah. (Red: Mahbib)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Bahtsul Masail, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock