Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Karanganyar, Belajar Muhammadiyah. Pengasuh pesantren Walisongo Sragen Kiai Ma’ruf Islamuddin menyampaikan begitu besarnya peran pesantren mulai dari pendidikan hingga penghematan BBM. Dengan konsep mukim pesantren, para santri dengan sendirinya, kata Kiai Ma’ruf, tidak membutuhkan kendaraan bermotor untuk sampai ke ruang belajar mereka.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf saat mengisi pengajian MWCNU Mojogedang, Jum’at (29/8).

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Kiai Ma’ruf melanjutkan, sebenarnya menitipkan putra-putri belajar di pesantren mengandung banyak sekali manfaat. Di pesantren para santri tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam. Di sini saja, terdapat penghematan biaya jajan pulsa.

Belajar Muhammadiyah

“Sekolah mereka juga ada di dalam kompleks pesantren. jadi mereka tidak perlu bingung lagi bagaimana berangkat ke sekolah saat terjadi kelangkaan BBM. Mereka cukup berjalan kaki. Kecuali penghematan stok BBM, pesantren dengan demikian turut serta menghemat subsidi BBM,” ujar Kiai Ma’ruf.

Belajar Muhammadiyah

Hanya saja biaya pendidikan di pesantren masih terkesan mahal. Pasalnya, biayanya per bulan itu dengan angka. Sementara pengeluaran biaya pendidikan di sekolah nonpesantren tidak tertera sekaligus sehingga terkesan kecil.

Namun coba sekarang dihitung lagi, kata Kiai Ma’ruf yang kini diamanahkan sebagai Ketua RMI NU Sragen di tengah ratusan warga. Misalnya biaya per bulan di pesantren sebesar 400.000 yang mencakup biaya ngaji, sekolah, makan,tidur, air dan listrik.

“Sementara di rumah bapak-ibu tidak pernah menghitung biaya makan sehari, kemudian sekolah, uang saku, uang bensin, uang pulsa, dan uang bermain. Sekarang bapak-ibu sudah bisa membandingkan, murah mana sebenarnya biaya pesantren dengan nonpesantren?” tandas Kiai Ma’ruf. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai Belajar Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Belajar Muhammadiyah (28/4).

Belajar Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

Belajar Muhammadiyah

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Kiai, Cerita Belajar Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Toleransi tidak cukup hanya dipahami dan dilakukan tetapi juga dibutuhkan. Karena kita beragam, maka sesuatu yang beragam ini membutuhkan sesuatu untuk disikapi dengan toleransi. Toleransi ini adalah kebutuhan, di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut. Sehingga masing-masing kita tetap harmonis dan ada dalam keselamatan.

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional yang mengetengahkan tema Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk yang diselenggarakan Pusat Studi Agama-Agama Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Rabu (10/8). Menag mengapresasi tema yang diangkat, karena sangat sesuai dengan konteks Indonesia yang plural.

"Ini yang saya maknai dengan toleransi," jelas Menag.

Dalam pandangannya, dalam iklim kita, toleransi ini sangat dinamis karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuknya. Belakangan ini, persoalan toleransi ini sangat kompleks karena kita hidup di dunia yang tanpa batas, kita hidup didunia yang mendunia (menglobal). Daratan menjadi menyusut tetapi manusia bertambah banyak, sehingga banyak persaingan yang muncul dan menjadi semakin ketat.

"Dengan era digital yang menjadi kebutuhan manusia, menjadikan persaingan semakin erat. Kehidupan sekarang menjadikan banyak orang semakin stres (bahkan dimulai ketika bangun tidur). Saya ingin menggambarkan bahwa tekanan kita sebagai manusia semakin berat. Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan? Karena saat ini banyak orang yang mudah tersulut emosi dengan hal-hal yang kecil bukan urusan prinsipil," ujar Menag.

Belajar Muhammadiyah

Tantagan yang dihadapi dalam masyarakat majemuk ini, ujar Menag, adalah tentang pemahanan kita tentang toleransi itu. Ada pengertian di dalam beberapa agama yang memiliki pemikiran bahwa semua orang harus menjadi sama (homogen), tetapi menurut Menag bukan itu yang menjadi keinginan Tuhan.

"Dalam agama saya mengajarkan bahwa Tuhan itu menghendaki keberagaman. Perlu dibedakan sisi dalam dan luar. Sisi dalam adalah hal yang berdasarkan tentang esensial dari agama, sisi luar adalah yang lahiriah (cara peribadatan)," ucap Menag.

Berbicara dari sisi luar, terang Menag, banyak cara beribadah (dalam satu agama saja, banyak cara kita beribadah). Tetapi jika berbicara sisi dalam, dalam setiap agama sama, misalnya berbicara tentang keadilan, HAM, persamaan di depan hukum, jangan mencuri, dan lainnya.

Belajar Muhammadiyah

"Setiap agama memiliki esensi yang sama, sehingga tantangan yang harus diwujudkan setiap agama adalah berbicara tentang sisi dalam yaitu tentang esensi. Sehingga toleransi dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat. Konflik yang sering muncul adalah karena sisi luar dari setiap agama banyak dimunculkan," ucap Menag.

Tantangan yang lain, lanjut Menag, adalah terlalu berlebihan memaknai toleransi. Karena terlalu semangat bertoleransi menyebabkan agama menjadi sama dan tidak dapat dibedakan. Perilaku membangun toleransi dapat mendapatkan ancaman ketika toleransi dipahami secara berlebihan sehingga keyakinan itu menjadi terganggu.

"Prinsipnya adalah toleransi tetap terjadi, namun aqidah setiap agama tetap terjaga. Inilah yang harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar kehidupan yang beragam tetap terjaga," tutur Menag. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kiai Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ

Serang, Belajar Muhammadiyah. Warga NU Kota Serang dari turut memeriahkan pawai ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) keempat Kota Serang yang bertempat di Kecamatan Walantaka, Selasa (22/01) dimulai pukul 13.00 WIB.?

?

NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ

Menurut aktivis NU Kota Serang, Tubagus Qurtubi, warga NU yang mengikuti ta’aruf tersebut adalah ibu-ibu Muslimat, Ansor, dan, Banser.

?

“Di samping itu, turut pula lurah-lurah, anggota KUA, Kapolsek, murid-murid dari dari SD, SMP, SLTA, guru-guru dan masyarakat umum dari 6 kecatamatan,” ujarnya.

?

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Serang Dr. KH. Wawan Wahyudin, MTQ menjadi media yang strategis untuk kembali menghidupkan sekaligus memasyarakatkan Al-Quran.

?

Belajar Muhammadiyah

“Dalam pengertian, mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran,” ucapnya sebagaimana dikutip kabar-banten.com.

?

Lebih penting lagi, kata dia, MTQ bertujuan untuk memasyarakatkan Al-Quran. Pasalnya, dewasa ini hidup dan kehidupan umat Islam banyak yang menyimpang dari tuntunan Al-Quran.

?

MTQ tersebut akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti peserta dari 6 kecamatan. Beragam cabang dan jenis perlombaan yang diperlombakan dalam MTQ, antara lain, qiraah Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, hifz Quran, dan khath Al-Quran.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah PonPes, Kiai Belajar Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Hilal atau bulan sabit untuk awal bulan Sya’ban 1433 H telah terlihat, antara lain di Jakarta dan Bandung. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit  dilakukan pada Rabu (20/6) petang, bertepatan dengan 29 Rajab 1433 H.

Posisi hilal pada saat dilakukan rukyat memang sudah cukup tinggi, lebih dari 5 derajat. Hilal awal Sya’ban antara lain telah terlihat di lokasi rukyat Kampung Basmol Jakarta Barat dan di Observatorium Bosca Lembang, Bandung.

Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung

“Hilal awal Sya’ban disaksikan oleh perukyat NU, H Mawardi dan Syamsuri di Basmol Jakarta Barat. Lalu di Bosca Lembang langsung oleh pengurus Lajnah Falakiyah PBNU Hendro Setyanto,” kata KH A. Ghazalie Masroeri dihubungi Belajar Muhammadiyah di Jakarta, Rabu (20/1) malam.

Belajar Muhammadiyah

Dengan terlihatnya hilal berarti tanggal 1 Sya’ban 1433 H sudah dimulai. Dalam kalender qamariyah (hijriyah) pergantian hari dimulai selepas tenggelamnya matahari. Atau jika disandingkan dengan kalender syamsiyah (masehi) 1 Sya’ban bertepatan dengan hari Kamis, 21 Juni 2012.

Belajar Muhammadiyah

Dengan dimulainya bulan Sya’ban, menurut Kiai Ghazalie, umat Islam sudah bisa memulai atau menyiapkan beberapa ibadah khusus di bulan ini.

“Secara bahasa Sya’ban berarti cabang, maksudnya cabang dari ibadah. Ada beberapa kesunnahan dalam bulan ini, antara lain puasa 3 hari di awal bulan dan di pertengahan bulan. Dan di pertengahan bulan Sya’ban tentunya ada nisfu sya’ban,” tambahnya.

Hasil rukyat awal Sya’ban ini juga sangat penting dalam rangka pelaksanaan rukyat awal Ramadhan nanti. Pelaksanaan rukyatul hilal pada Rabu (20/6) petang ini berdasarkan atas penetapan awal bulan Rajab kemarin yang ditempuh dengan jalan istikmal atau penyempurnaan hitungan bulan Jumadal Tsaniyah menjadi 30 hari, karena pada saat itu hilal tidak terlihat.

Dengan terlihatnya hilal awal Sya’ban pada Rabu petang, maka rukyat awal Ramadhan akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada dalam kalender NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah. Rukyat awal Ramadhan 1433 H akan diadakan pada 29 Sya’ban, bertepatan dengan Kamis 19 Juli 2012.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Kyai Belajar Muhammadiyah

Jumat, 02 Februari 2018

Santri Jatuh dari Truk Usai Kirab, PCNU Minta Bupati Bebaskan Biaya Perawatan

Jombang, Belajar Muhammadiyah?

Basroni, santri pondok pesantren An-Tahdzib Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat akibat jatuh dari truk saat perjalanan pulang usai mengikuti kegiatan apel dan kirab santri bersama rombongannya, Ahad (23/10).?

Santri Jatuh dari Truk Usai Kirab, PCNU Minta Bupati Bebaskan Biaya Perawatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Jatuh dari Truk Usai Kirab, PCNU Minta Bupati Bebaskan Biaya Perawatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Jatuh dari Truk Usai Kirab, PCNU Minta Bupati Bebaskan Biaya Perawatan

Kondisi Basroni saat ini masih dalam penanganan dokter sebab terdapat banyak luka serius di bagian dahi, mulut, lengan juga bagian tubuh lainnya. Ia jatuh di jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Diwek.?

Momentum hari santri yang diwarnai musibah itu cukup memantik simpati banyak pihak. Selama di rumah sakit, Basroni dijenguk beberapa pengurus NU. Diantaranya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, PC RMI Jombang, PW RMI Jawa Timur, PC GP Ansor, Lazisnu dan LKKNU.

Sejumlah lembaga itu berkoordinasi agar biaya pemeriksaan Basroni dibebaskan melalui surat permintaan resmi PCNU Jombang yang ditujukan kepada Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko juga Direktur RSUD.

Belajar Muhammadiyah

Isi surat itu meminta partisipasi pemerintah daerah agar empati terhadap kondisi santri yang telah menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) sesuai keputusan Presiden Republik Indonesia.?

"PCNU Jombang akan menyiapkan surat permintaan kepada Bupati dan Direktur RSUD Jombang supaya dibebaskan dan atau diringankan dari beban biaya perawatan selama di RSUD hingga kepulangannya," kata Samsul Rijal, Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Senin (24/10/2016).

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto menyatakan bahwa surat PCNU sudah dikirim ke Direktur RSUD. "Sudah dikirim suratnya, penerimanya Satpam ruang pak direktur, sesuai petunjuk pertemuan tadi (koordinasi, red). Semoga dimudahkan," jelasnya.?

Sementara itu Habibul Amin, Sekretaris RMI Jombang saat melihat kondisi Basroni mengungkapkan, sudah mulai membaik. "Alhamdulillah mulai membaik, ini kita semua bersama-sama membantu semaksimal mungkin," ucap pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Fathul Umum Gardu Laut, Kecamatan Ngoro. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta, Pendidikan, Kiai Belajar Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Islam itu adalah agama yang damai, mulia, dan santun. Oleh karena itu, di dalam membela Islam juga harus dengan cara-cara yang damai, mulia, dan santun.

Kiai Said mencontohkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad saat menaklukkah Kota Mekkah (Fathu Makkah) seharusnya menjadi teladan bagi umat Islam dalam berdakwah menyerukan Islam.

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan

Dalam pembebasan Kota Mekkah tersebut, cerita Kiai Said, ada 15 ribu pasukan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Mereka berkemah di pinggir-pinggir Kota Mekkah sebelum memasuki kota dimana Ka’bah itu berada. Sontak hal itu membuat warga Mekkah khawatir dan takut karena ada kabar bahwa mereka akan dibantai oleh pasukan Muhammad.

“Mendengar itu, Nabi Muhammad mengutus Ali untuk memimpin pasukan. Nabi Muhammad mengatakan bahwa hadza yaumul marhamah (ini hari kasih sayang). Saya maafkan semua. Bukan yaumul malhamah (hari pembalasan dendam),” kata KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan tausiah Ramadhan pada Peluncuran Mobile Payment Apps Wakaf NU di Manara BTN Jakarta, Selasa (13/6).

Oleh karena itu, jelas Kiai Said, disebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang menang karena menaklukkan Kota Mekkah tanpa ada tetesan darah sedikitpun.

“Al-Qur’an mengatakan, kamu menang Muhammad. Semua orang Mekkah masuk Islam semua,” ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Bahkan, anak dari Abu Jahal, Ikrimah, yang lari dari Kota Mekkah pun diminta untuk kembali dan dijamin keselamatannya oleh Nabi Muhammad. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Kiai, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock