Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

Belajar Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Quote Belajar Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Pondok Pesantren VII dan MTQ Internasional I antar lembaga-lembaga Al-Qur’an di Pontianak Kalimantan Timur pada Oktober 2011 mendatang.



Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Khusus untuk persiapan MTQ Internasional I, PP JQH NU akan mengadakan studi banding ke Mesir pada saat diberlangsungkannya MTQ Internasional di sana, pada 29 Agustus hingga 5 September 2010 mendatang.

Rombongan yang akan berangkat ke Mesir antara lain Ketua Umum PP JQH KH A. Muhaimin Zen, Pengurus PP JQH Hj. Khadijatus Sholihah, Sekretaris PW JQH Kaltim Muhammad Zuraini Ikhsan, dan Bendahara PW JQH Kaltim Hj. Sri Wahyuni.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ketua Umum PP JQH KH Muhaimin Zen, rombongan akan berangkat ke mesir pada Sabtu, 28 Agustus dan akan mengikuti pelaksanaan JQH hingga usai. Selain memimpin studi banding, dirinya juga bertindak sebagai pembina peserta MTQ Internasional Mesir dari Indonesia.

Adapun materi studi banding yang dilakukan meliputi sistem penyelenggaraan, sistem rekrutmen peserta, sistem perhakiman, tata tertib peserta, pedoman standar peraturan kejuaraan serta hak dan kewajiban peserta.

?

Belajar Muhammadiyah

“Untuk keperluan studi banding itu kami akan bekerjasama dengan KBRI setempat dan PCINU di Mesir,” kata Muhaimin Zen di kantor PP JQH, lantai 4 PBNU Jakarta, Senin (23/8).

Diharapkan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internaional di Mesir ini dapat menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan MTQ Internasional yang dilaksanakan PP JQH di Kaltim tahun depan.

Selain ke Mesir, rencananya PP JQH dan PW JQH Kaltim juga akan mengadakan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internasional di empat negara, yakni Arab Saudi, Jordan, Libya, dan Malaysia. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Meme Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob

Pekalongan, Belajar Muhammadiyah



Pimpinan Wilayah Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PW LAZISNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak rob di Desa Pecakaran dan Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Jumat (23/6).?

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob

Bantuan berupa uang tunai dan sembako diserahkan langsung oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi. Terdapat sedikitnya 135 warga dhuafa dan anak yatim di kecamatan tersebut yang menerima manfaat.

“Walaupun jumlahnya tak seberapa, semoga (bantuan) ini akan membawa berkah untuk semuanya,” kata Suhaimi saat menyerahkan bantuan.

Rob di kedua desa terjadi sejak 2013, disebabkan pasangnya air laut. Seperti diketahui kedua desa berada di daerah pesisir. Pasang surut air laut di wilayah tesebut menyebabkan terkendalanya aktivitas warga, termasuk kesusahan mereka dalam kegiatan ekonomi.

Belajar Muhammadiyah

LAZISNU Kabupaten Pekalongan diresmikan 3 Juni 2017 dihadiri Bupati Pekalongan H Asif Qolbihi, PCNU dan banom NU di Kabupaten Pekalongan. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah

Semarang, Belajar Muhammadiyah. Ansorun Nada merupakan grup musik bentukan Pimpinan Anak Cabang gerakan Pemuda Ansor Genuk, Semarang, yang memfasilitasi anggotanya untuk mengekspresikan dirinya di dunia musik.

Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansorun Nada, Musik Dakwah dan Sedekah

Sejak dibentuk grup sudah beberapa kali show disekitar wilayah kecamatan Genuk Semarang. Apalagi ini masih bulan syawalan banyak undangan menghampiri Ansorun Nada. Sehingga para personil selalu disibukan dengan berbagai persiapan dan latihan.

Ditemui saat show di rumah Rochim yang berada di wllayah Kelurahan Trimulyo, Ansorun Nada merupakan grup musik dakwah dan sedekah. Jadi musik bukan semata hiburan namun juga menjadi sarana dakwah menyebarkan nilai-nilai Islam sebagaimana kanjeng sunan Kalijaga sengan Wayangnya. Begitu juga dengan Musik Sedekan yang memiliki maksud bahwa Ansorun Nada tidak memungut tarif.

Belajar Muhammadiyah

“Jika ada yang memberikan amplopan itu hanya bentuk trima kasih. Begitupun kami menerimanya dengan senang hati, jika tuan rumah memberi hanya sebagai bentuk ucapan terima kasih. Sebab perlengkapan alat musik Ansorun Nada kan butuh transportasi,” ucap Muhammad Shohim, Ketua Grup.

“Kami siap tampil jika ada yang meminta, baik itu acara pengajian, sunatan, acara pengantin maupun acara yang lain. Bisa menghubungi ke No: 02470651249,” lanjutnya

Belajar Muhammadiyah

Cahaya rembulan mengintip malu di balik awan dan Ansorunnada mengalunkan sholawat cinta kepadanya dgn hanya berharap mendapat syafaat dari sang khotamul anbiya dan ansorunnada menutup dakwah musiknya dgn syiir tanpo waton. Sholu ala Muhammad. (Lukni Maulana/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

Jokowi dan Muhadjir Akan Dicatat Sejarah sebagai Pembunuh Madrasah Diniyah?

Jakarta, Belajar Muhammadiyah?



Meski Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa pelaksanaan Five Day School (FDS) harus ditunda, menunggu Perpres yang sedang disusun, tapi informasi di lapangan, kebijakan itu tetap berlangsung. Bahkan, Dinas Pendidikan di beberapa daerah memaksakan pelaksanaan ini. Argumentasi mereka, karena Permendikbud No. 23 Tahun 2017 sebagai dasar hukum FDS belum dicabut, sehigga tetap harus diterapkan.

“NU dan hampir semua pesantren sampai sekarang tidak setuju dan protes atas penerapan FDS. ? Jadi, Permendikbud ini sebetulnya untuk siapa, apa targetnya, siapa yang diuntungkan dari kebijakan ini? Pertanyaan ini layak diajukan karena pemaksaan FDS yang gencar dilakukan oleh Mendikbud,” ungkap Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid ketika dihubungi Belajar Muhammadiyah dari Jakarta, Rabu (9/8).?

Jokowi dan Muhadjir Akan Dicatat Sejarah sebagai Pembunuh Madrasah Diniyah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Muhadjir Akan Dicatat Sejarah sebagai Pembunuh Madrasah Diniyah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Muhadjir Akan Dicatat Sejarah sebagai Pembunuh Madrasah Diniyah?

Menurut Marzuki, patut dicurigai bahwa Mendikbud memiliki agenda sendiri yang berbeda dengan agenda Presiden. Perpres, yang sedang disusun sekarang ini, jangan-jangan hanya soal cashing saja, sementara isinya tidak jauh berbeda dengan Permendikbud ini.?

Jika kecurigaan ini betul, lanjutnya, maka Perpres bukan solusi untuk menyelesaikan masalah FDS, terutama bagi pihak yang tidak setuju dengan kebijakan FDS. Akan tetapi, Perpres hanyalah cara mengalihkan atau menggeser konflik dari Mendikbud dengan NU dan pesantren kepada konflik Presiden dengan NU dan Pesantren di masa mendatang.?

Jika begini cara Mendikbud, maka bukan tidak mungkin di masa mendatang, sejarah akan mencatat bahwa madrasah diniyah telah dibunuh dengan kekerasan simbolik oleh Mendikbud pada masa Presiden Jokowi, melalui Permendikbud No 23 Tahun 2017.?

Belajar Muhammadiyah

“Jika kalimat ini muncul dlm buku sejarah pendidikan Indonesia tentu sangat menyakitkan. Umat NU dan pesantren akan mengecam sepanjang masa,” tegasnya.?

Belajar Muhammadiyah

Jika Presiden Jokowi nanti menyetujui dan menandatangi Perpres, pertanyaan lanjutannya adalah apakah Presiden Jokowi siap dicatat sebagai bagian dari pembunuh Madrasah Diniyah?

“Saya berharap Presiden Jokowi kritis dengan upaya Mendikbud, dan tidak menandatangani Perpres yang tidak lain Permendikbud, jika memang tidak mau dicatat sejarah sebagai pembunuh madrasah diniyah. Membunuh madrasah diniyah berarti membunuh regenerasi Islam moderat ala Indonesia. FDS dengan demikian adalah alat pembunuh benih-benih Islam moderat rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri, Kajian, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

NU-Care Presentasikan Filantropi Islam Nusantara pada Kader PMII

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. NU Care-LAZISNU menerima kunjungan sekaligus menggelar sarasehan bersama PC PMII Pekalongan pada Senin (1/05) siang, di lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat.?

Pada sarasehan yang diikuti 56 peserta itu, NU Care-LAZISNU dan PC PMII Pekalongan mengusung tema Implementasi Aswaja sebagai Manhajul Fikr dalam Ranah Lokal melalui Gerakan Filantropi Islam Nusantara.

NU-Care Presentasikan Filantropi Islam Nusantara pada Kader PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Care Presentasikan Filantropi Islam Nusantara pada Kader PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Care Presentasikan Filantropi Islam Nusantara pada Kader PMII

Slamet Tuharie, selaku narasumber, menyampaikan bahwa penyebaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) Nahdlatul Ulama itu didorong dengan gerakan kedermawanan, gerakan filantropi.

“Aswaja NU yang dibawa Mbah Hasyim, Mbah Wahab, Mbah Bisri, para founding fathers NU ada ghirah kedermawanan, kepedulian di dalamnya. Ada spirit filantropi di dalamnya. Kita sebut sekarang dengan filantropi Islam Nusantara,” jelas Slamet, yang menjabat sebagai Direktur Penyaluran dan Pendayagunaan PP NU Care-LAZISNU.

Belajar Muhammadiyah

Slamet memaparkan, filantropi Islam Nusantara saat ini sedang menemukan gairahnya. Hal ini, kata Slamet, terjadi dan terbukti setelah terselenggaranya Workshop Nasional NU Care-LAZISNU yang diadakan di Sukabumi, awal Februari 2017.

“Sukabumi menjadi tuan rumah Workshop Nasional dan menjadi pilot project NU Care-LAZISNU. Sukabumi, dengan semangat berbaginya yang tinggi, kini memiliki Klinik ZIS, ambulan, peternakan kambing, dan kesuksesan lainnya. Semangat NU Care-LAZISNU Sukabumi menginspirasi NU Care-LAZISNU di banyak daerah, seperti Sragen yang sedang membangun Rumah Sakit NU, atau Kulonprogo dengan program pemasangan lampu, dan Banyumas yang program zakatnya sukses bersinergi dengan penyuluh Kemenag juga guru Ma’arif NU,” papar Slamet.

Selanjutnya, terkait ranah lokal, Wasekjen GP Ansor Pusat Caswiyono Rusydie menerangkan bahwasanya mahasiswa itu harus peka terhadap isu-isu lokal. Tiap mahasiswa punya tanggung jawab sosial. Semakin tinggi pendidikannya, semakin tinggi pula tanggung jawabnya. Berbeda tanggung jawab antara anak SD dengan mahasiswa.

“Mahasiswa harus bergumul dengan problem-problem sosial, paham dengan isu-isu di daerahnya masing-masing. Apalagi PMII. PMII itu harus banyak bergerak, karena namanya juga pergerakan. Kalau sahabat PMII cuma bolak-balik kampus dan kos, perlu dipertanyakaan status PMII-nya,” terang Caswiyono, selaku narasumber kedua.

Caswi, sapaan akrabnya, juga menekankan kepada para kader PMII untuk bergerak di banyak bidang, baik itu sosial, politik, budaya, maupun ekonomi.

Belajar Muhammadiyah

“Di tengah maraknya isu radikalisme, kader PMII selain turut meng-counter sekaligus mengampanyekan Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam Nusantara, juga harus bergerak di bidang lainnya. Di bidang ekonomi misalnya, sahabat-sahabati PMII bisa fokus dengan program entrepreneur. Intinya PMII itu harus banyak bergerak, harus dekat dengan persoalan masyarakat,” ucap Caswi.

Ketua PC PMII Pekalongan Hasan Fasani mengatakan bahwa sarasehan dan diskusi mengenai implementasi Aswaja dan filantropi Islam Nusantara akan ditindaklanjuti di Pekalongan.

“Sebelumnya, PC PMII Pekalongan menghaturkan terima kasih sekali atas sambutan dan apresiasi NU Care-LAZISNU. Kemudian, mengenai gerakan filantropi dan isu-isu lokal di daerah tentu akan kami follow-up. Kami ingin mengundang NU Care-LAZISNU Pusat ke Pekalongan untuk tindak lanjutnya,” ungkapnya. (Wahyu Noerhadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Pendidikan Belajar Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Belajar Muhammadiyah

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, IMNU, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Riset yang dilakukan oleh Balitbang dan Diklat Kementerian Agama menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan baca-tulis Al-Quran antara siswa yang aktif di organisasi Rohani Islam (Rohis) dengan yang tidak aktif di Rohis pada alpha 0,03 di mana justru yang tidak aktif di Rohis kemampuannya lebih tinggi daripada yang aktif di Rohis. Mereka yang kurang aktif di Rohis juga kemampuannya lebih tinggi dari yang aktif di Rohis pada alpha 0,016.?

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemampuan Baca-Tulis Qur’an Aktivis Rohis Ternyata Lebih Rendah dari Non-Rohis

Temuan tersebut merupakan sebagian dari hasil penelitian yang difokuskan pada penyusunan indeks Pendidikan Agama Islam Tingkat Sekolah Menengah (SMA) di Kabupaten Serang, Banten. Balitbang Diklat Kemenag menyusun Indeks Keberhasilan Pendidikan Agama bertujuan untuk mengetahui Indeks Keberhasilan Pendidikan Agama Islam (IKPAI) Kelas XII SMA Negeri di Kabupten Serang yang mencakup kemampuan membaca Al-Quran, perilaku, karakter, afeksi; dan pengaruh profil responden terhadap Indeks Keberhasilan PAI (kemampuan membaca Al-Quran, perilaku, karakter, dan afeksi).

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik ? kelas XII SMA Negeri yang beragama Islam di wilayah Kabupaten Serang sebanyak 3023 peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 bulan, mulai bulan Juni 2015 sampai Desember 2015.

Indeks Keberhasilan PAI (IKPAI) Kelas XII SMA Negeri se-Kabupaten Serang yang merupakan komposit dari ? indeks 4 variabel adalah 0,60. Variabel baca-tulis Al-Quran dengan indeks 0,68; perilaku 0,56; karakter 0,56; dan afeksi 0,60.?

Dilihat dari pengaruh profil responden terhadap Kemampuan Baca-Tulis Al-Quran, tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang sangat signifikan antara siswa dari jurusan IPA dan IPS pada alpha 0,00 di mana kemampuan siswa IPS relatif lebih tinggi dari siswa IPA.?

Belajar Muhammadiyah

Terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al Quran siswa yang signifikan berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan orangtua masing-masing. Orangtua yang bertani anak-anaknya lebih mampu baca-tulis Al-Quran daripada anak-anak/siswa yang orangtuanya PNS/TNI/Polri (alpha 0,039). Orangtua yang bertani anak-anaknya lebih mampu baca-tulis Al-Quran daripada anak-anak/siswa yang orangtuanya Wiraswasta (alpha 0,087).

Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang berasal dari SMP dengan siswa yang berasal dari MTs. Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dengan siswa yang berasal dari MI.

Tidak terdapat perbedaan kemampuan baca-tulis Al-Quran yang signifikan antara siswa yang mengaji di Pesantren/Diniyah, dengan yang Privat, di TPQ, maupun yang hanya belajar agama Islam di SMAN. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Quote, Meme Islam, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Islam itu adalah agama yang damai, mulia, dan santun. Oleh karena itu, di dalam membela Islam juga harus dengan cara-cara yang damai, mulia, dan santun.

Kiai Said mencontohkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad saat menaklukkah Kota Mekkah (Fathu Makkah) seharusnya menjadi teladan bagi umat Islam dalam berdakwah menyerukan Islam.

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan

Dalam pembebasan Kota Mekkah tersebut, cerita Kiai Said, ada 15 ribu pasukan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Mereka berkemah di pinggir-pinggir Kota Mekkah sebelum memasuki kota dimana Ka’bah itu berada. Sontak hal itu membuat warga Mekkah khawatir dan takut karena ada kabar bahwa mereka akan dibantai oleh pasukan Muhammad.

“Mendengar itu, Nabi Muhammad mengutus Ali untuk memimpin pasukan. Nabi Muhammad mengatakan bahwa hadza yaumul marhamah (ini hari kasih sayang). Saya maafkan semua. Bukan yaumul malhamah (hari pembalasan dendam),” kata KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan tausiah Ramadhan pada Peluncuran Mobile Payment Apps Wakaf NU di Manara BTN Jakarta, Selasa (13/6).

Oleh karena itu, jelas Kiai Said, disebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang menang karena menaklukkan Kota Mekkah tanpa ada tetesan darah sedikitpun.

“Al-Qur’an mengatakan, kamu menang Muhammad. Semua orang Mekkah masuk Islam semua,” ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Bahkan, anak dari Abu Jahal, Ikrimah, yang lari dari Kota Mekkah pun diminta untuk kembali dan dijamin keselamatannya oleh Nabi Muhammad. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Kiai, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Membangun Pondasi Historiografi Pesantren

Bagaimana memahami alur pemikiran, pondasi pengetahuan dan historiografi pesantren? Abdul Munim DZ menulis refleksi mendalam tentang bagaimana membangun pengetahuan dan mengembangkan historiografi Nusantara.?

Melalui buku "Fragmen Sejarah NU", Munim mengembangan le petit histoire (sejarah kecil) pesantren yang disambungkan dengan peta besar dunia, dalam level nasional dan internasional.?

Buku ini berusaha menggali epistemologi Nusantara sekaligus mengembangkan historiografi pesantren. Dalam buku ini, Abdul Munim DZ menjelaskan bahwa wajah pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam buku-buku akademik, cenderung mengalami peyorasi dan marginalisasi gagasan. Hal ini, karena tidak adanya pemahaman komprehensif degan dimensi-dimensi kehidupan warga Nahdliyyin, dari sosiologis-antropologis hingga spiritualitasnya.?

Membangun Pondasi Historiografi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pondasi Historiografi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pondasi Historiografi Pesantren

Di sisi lain, ada warisan pemikiran dan sarjana-sarjana kolonial yang menempatkan pesantren dan jaringan kunci penggerak Nahdliyyin di lorong sepi sejarah serta pemikiran sosial. Warisan pemikiran yang khas kolonial ini, tidak memberi ruang bagi pemikiran, kekayaan budaya dan peran penting pejuang dari pesantren dalam proses panjang "menjadi Indonesia".?

Dalam buku ini, Munim juga menjelaskan ada dua proses pencarian ilmu, yang selama ini menjadi kekayaan peradaban Nusantara. Yakni, rihlah (lelono broto, perjalanan ilmiah) dan uzlah (topo broto). Perjalanan panjang untuk memahami dunia dengan segenap pengalaman, kemudian dikoneksikan dengan renungan dalam pertapaan untuk mengheningkan diri dan pikiran (hal. 17-18).?

Belajar Muhammadiyah

Gagasan yang tumbuh dalam ruang hening, merupakan kristalisasi ide untuk memahami sesuatu yang berkecamuk dalam dunia luar, yang diperas selama perjalanan. Untuk itu, banyak kiai pesantren yang sering melakukan perjalanan panjang untuk silaturahmi, sekaligus melakukan renungan dalam kesunyian untuk mengendapkan pengalaman. Dari proses inilah, gagasan khas para begawan Nusantara mengalir.?

Sejarah kecil gagasan besar

Kisah-kisah yang ditampilkan dalam buku ini sangat menarik. Bahkan, ada beberapa yang merupakan kisah istimewa, karena belum pernah dipublikasikan dalam buku ataupun media massa. Kisah-kisah rahasia itu, hasil wawancara pribadi maupun perbincangan penulis dengan warga Nahdliyyin selama perjalanan. Kisah-kisah tentang tokoh NU yang menjadi kunci dalam beberapa kebijakan strategis negara, jarang terdengar dalam perbincangan publik. Peran tokoh NU di lingkaran intelijen juga menjadi penting dipahami.?

Misalkan, sebuah kisah tentang bagaimana Gus Dur berdialog dengan Ali Moertopo, Ketua Operasi Khusus (Opsus) yang kemudian menjadi Ketua Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Ketika itu, Gus Dur baru pulang dari belajar di Mesir, Irak dan perjalanan berkeliling Eropa. Kedatangan Gus Dur berhasil menggebrak jagad intelektual Indonesia, dengan argumentasi yang jernih dan cemerlang.?

Belajar Muhammadiyah

Ketika Gus Dur mulai menuliskan pemikirannya, banyak tokoh yang merasa putra Kiai Wahid Hasyim ini akan menjadi intelektual cemerlang. Ali Moertopo, sebagai petinggi intelijen tertarik dengan sosok Gus Dur. Ia mengundang Gus Dur dalam diskusi terbatas di bawah koordinasi BAKIN. Menghadapi Ali Moertopo, Gus Dur mampu berdebat dan melempar argumentasi secara tajam, jernih serta tidak mudah dipatahkan. Singkatnya, Gus Dur berhasil membuat Ali Moertopo simpatik dengan pikiran jernihnya. Dari jaringan intelijen, Gus Dur berkenalan dengan Benny Moerdani dan orang-orang penting dalam jajaran intelijen negara (hal. 211-213).?

Bagaimana dengan sosok Subhan ZE? Dalam buku ini, disebutkan bagaimana Subhan merupakan kader muda Nahdliyyin yang matang dalam peta politik. Manuver-manuver Subhan ZE sangat penting untuk memahami bagaimana warga NU bersikap, terutama dalam konstelasi politik level nasional dan internasional.?

"Saat itu para kader NU selalu mendapatkan informasi tentang perkembangan politik, sehingga tahu peta politik nasional, sehingga mereka cerdik dalam politik. Nasehat itu menjadi pegangan aktifis NU dalam mengantisipasi perkembangan politik nasional pada awal Orde Baru, " tulis Munim (hal. 192). Kisah-kisah penting yang jarang terdengar serta analisis jernih tentang manuver tokoh NU dalam pendulum sejarah bangsa sangat penting disimak.?

Buku ini menjadi catatan sekaligus renungan berharga, bagaimana membangun pohon pengetahuan yang berakar dari pemikiran Nusantara, dengan ragam tradisi, pembelajaran dan khazanah sejarahnya.?

Data Buku

Judul: Fragmen Sejarah NU: Menyambung Akar Budaya Nusantara

Penulis: Abdul Munim DZ

Penerbit: Compass Pustaka Jakarta

Cetakan: Januari 2017?

Tebal: xxii+413 hal

ISBN: 978-602-60537-2-5

Peresensi: Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Secara prinsip, negara harus berkomitmen untuk segera melunasi semua hutangnya. Postur APBN harus ditata sedemikian rupa agar pembangunan tetap berjalan, namun pada saat yang sama hutang juga terbayar.

Demikian dinyatakan Abdul Moqsith saat membacakan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah pada rapat pleno Muktamar Ke-33 NU dengan agenda pengesahan sidang-sidang komisi, di alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8).

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

?

Untuk kepentingan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, pada dasarnya yang wajib kita bayar adalah utang-utang pokok, bukan beban bunga. Oleh karena itu sah apabila Pemerintah RI menuntut pembebasan bunga dari negara-negara kreditor.

?

Belajar Muhammadiyah

Kedua, Pemerintah harus secara tegas mengontrol anggaran agar tidak bocor, dan menarik kembali uang negara yang telah? dijarah oleh para koruptor, baik dari kalangan pejabat atau pengusaha.

?

"Ketiga, pemerintah sedapat mungkin melakukan efisiensi dengan menggunakan barang dan jasa dalam negeri yang dibarengi dengan kebijakan pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment," ujar anggota Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah itu.

?

Belajar Muhammadiyah

Keempat, Pemerintah dianjurkan melakukan optimalisasi dana penerimaan pajak, cukai dan pembiayaan non utang dari keuntungan pengelolaan aset negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembiayaan dari saldo rekening Pemerintah dari penerimaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Pembangunan Hutan (RPH), Saldo Anggaran Lebih (SAL), dan rekening lainnya.

Forum bahtsul masail menyayangkan kondisi bangsa Indonesia yang hingga kini lekat dengan utang luar negeri. Menurut forum, jika dibandingkan dengan data kekayaan sumber daya alam, kondisi tersebut sangat ironis dan mengkhawatirkan, walau pemerintah dengan indikator ekonomi makro masih menyatakan aman. (Mahbib Khoiron)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Hakikat Taqwa Menurut Sayyidina Ali

Sayyidina Ali Karromallahu wajhah menerangkan bahwa sejatinya taqwa tidaklah sekedar istitsalul awamir waj tinabun nawahi, tetapi taqwa itu adalah: 

الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والإستعداد ليوم الرحيل.

takut kepada Allah yang bersifat Jalal, dan beramal dengan dasar al-Qur’an (at-tanzil) dan menerima (qona’ah) terhadap yang sedikit, dan bersiap-siap menghadapi hari perlihan (hari akhir). 

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Hakikat Taqwa Menurut Sayyidina Ali (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Taqwa Menurut Sayyidina Ali (Sumber Gambar : Nu Online)

Hakikat Taqwa Menurut Sayyidina Ali

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah bersama-sama kita saling menasehati akan pentingnya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. sesungguhnya ketaqwaan merupakan kunci menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Belajar Muhammadiyah

Seringkali kita mendengar istilah taqwa’ begitu seringnya sehingga tidak terpikir oleh kita apakah sejatinya makna taqwa. Seolah-olah ketika telinga kita menangkap kata ‘taqwa’ maka sudah menjadi mafhum bahwa yang dimaksudkan adalah menjalankan berbagai amal shaleh. Padahal tidak selamanya demikian.

Belajar Muhammadiyah

Memang, sebagain ulama mempermudah pemahaman taqwa dengan menjelaskan bahwa taqwa adalah ’imtitsalul awamiri waj tinabun nawahi’ mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. kalimat sederhana yang terkesan sangat global. Sehingga mudah diingat namun susah dicerna dan dijabarkan, mungkin karena terlalu singkat.

Oleh karenanya dalam kesempatan ini khatib ingin sekali menerangkan makna taqwa sebagaimana diterangkan oleh Sayyidina Ali Karromallahu wajhah yang dikutip dalam kitab al-Manhajus Sawi, oleh al-allamah al-Muhaqqiq al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith.  Sayyidina Ali membeberkan kepada kita makna taqwa yang terbentang dalam empat hal yaitu; الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والإستعداد ليوم الرحيل

 Bahwa taqwa adalah takut kepada Allah yang bersifat Jalal, dan beramal dengan dasar al-Qur’an (at-tanzil) dan menerima (qona’ah) terhadap yang sedikit, dan bersiap-siap menghadapi hari akhir perlihan (hari akhir).

Jama’ah jum’ah yang berbahagia

Pertama; Al-khaufu minal Jalil artinya bahwa taqwa itu akan menjadikan seseorang merasa takut kepada Allah swt yang memiliki sifat Jalal. Takut melanggar berbagai aturan dan ketentuan-Nya. Sehingga apapun yang akan diperbuatnya selalu dipertimbangkan terlebih dahulu. Tangan tidak akan digunakan untuk memungut benda yang bukan miliknya tanpa izin. Kaki tidak digunakan untuk berjalan ke aarah yang salah, demikian juga mata dan telinga tidak akan difungsikan sebagai alat mendurhakai-Nya. 

Maka taqwa dalam bingkai Al-khaufu minal Jalil, lebih bernuansa ‘penghindaran dan pencegahan’ dari pada ‘pelaksanaan’. Karena sesungguhnya ‘ketakutan’ itu akan menyebabkan seseorang enggan melakukan tindak kesalahan. Seperti halnya seorang anak kecil yang takut bermain air hujan karena takut kepada orang tuanya.

Kedua; wal ‘amalu bit tanzil, menghindari sesuatu karena takut kesalahan dalam konsep taqwa tidak lantas menjadikan seseorang tidak berbuat apa-apa, karena hal taqwa juga menuntut tindakan baik yang berdasar pada al-Qur’an yang diturunkan (at-tanzil) sebagai pedoman hidup dan dasar bersyariat bagi kaum muslim.

Maka segala ‘amal orang yang bertaqwa berdasar pada al-Qur’an, dan mereka tidak akan melakukan sesuatu secara serampangan tanpa adanya dalil yang mendasarinya baik al-Qur’an, Hadits, Ijam’ maupun qiyas.  

Jama’ah jum’ah yang Dimuliakan Allah

Ketiga;  al-Qana’atu bil Qalil, artinya orang yang bertaqwa akan selalu merasa cukup dengan rizki yang sedikit, sesungguhnya orang yang memiliki rizqi yang sedikit dan merasa cukup dengan rizqi tesebut adalah bukti sekaligus tanda bahwa orang itu dicintai oleh Allah swt. Sebagaimana yang disabdakan rasulullah saw.

إن الله إذا أحب عبدا رزقه كفافا

Bahwa jika Allah mencintai seorang hamba ia akan memberikan rizki yang pas-pasan kepadanya.

Artinya pas-pasan adalah tidak memiliki kelebihan selain untuk menutupi kebutuhan pokoknya, inilah tanda orang taqwa yang dicintai Allah swt. Oleh karena itu dalam kenyataannya tidak seorangpun hamba yang hidup pas-pasan bertindak secara berlebihan, berhura-hura dan doyan belanja. Karena berbagai macam keglamouran hidup itu sangat dibenci oleh Allah swt. menyebabkan manusia melupakan Tuhannya. Itulah bukti hamba itu dicintai oleh Allah.

Berbeda sekali dengan seorang yang memiliki limpahan harta yang berlebih. Maka di kala waktu luang setan akan segera menghampirinya dan membujuk untuk berbuat hura-hura, jalan-jalan berekreasi ke tepi pantai atau santai santai di menikmati keremangan malam atau malah mencari kesibukan diluar pengetahuan pasangannya. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang sepertin ini.

Maka menjadi amat penting memeperhatikan sabda Rasulullah saw selanjutnya yang berbunyi:

طوبى لمن هدي الإسلام وكان رزقه كفافا ورضي به 

Beruntung sekali orang (yang mendapatkan petunjuk)Islam, yang mempunyai rizqi pas-pasan dan rela dengan rizqi (yang pas-pasan) itu.

Ridhda atau rela dengan kesedikitan itu menjadi satu sarat tersendiri. Sebagai pertandanya orang tersebut tidak pernah berkeluh-kesah akan keadaanya. Banyak sekali hamba yang merasa cukup dengan rizqi yang diterimanya, saying sekali ia sering keluhan-keluhan. Sesungguhnya hal yang demikian itu mengurangi ketaqwaan. 

Dan keempat, al-isti’dadu li yaumir rakhil, adalah bersiap-siap menghadapi hari perpindahan. Perpindahan dari alam dunia ke alam kubur lalu  ea lam akhirat. Artinya segala amal orang yang bertaqwa senantiasa dalam ranga menyiapkan diri akan hadirnya hari kematian. yaitu hari keberangkatan dari alam dunia menuju alam akhirat.  

Oleh karena itu ketika Rasulullah ditanya “siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia di hadapan Allah?” beliau menjawab mereka adalah manusia yang Ø£ÙƒØ«Ø±Ù‡Ù… ذكرا للموت وأشدهم إستعدادا له Manusia yang paling banyak mengingat kematian dan paling semangat mempersiapka diri menghadapinya.

Ini juga merupakan tuntunan praktis bagi umat muslim meningkatkan ketaqwaannya, yaitu selalu mengingat kematian Karena, seorang yang mengingat kematian ia tidak akan mudah terjerumus dalam kubangan dosa. 

Demikianlah khotbah jum’ah kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ Ø§ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًااَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَىوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

 

Redaktur: Ulil Hadrawy. Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua

Bandung, NU online

Sebanyak 32 kesebelasan mengikuti putaran final atau Seri Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di kota Bandung di empat stadion, yaitu Siliwangi, Brigif, Arcamanik, dan Lodaya. Kesebelasan-kesebelasan itu dibagi ke dalam delapan grup dari A sampai H. Masing-masing grup dihuni empat kesebelasan.

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua

Mereka berjuang keras untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya sejak hari pertama, Senin (23/10). Memasuki hari kedua, berdasarkan hasil pertandingan, memperlihatkan adanya kesebelasan yang dipastikan lolos, dipastikan gagal, dan masih menentukan pertandingan terakhir, besok.  

Berikut hasil pertandingan, hari pertama pada Senin 23 Oktober:

Belajar Muhammadiyah

Pada partai pertama yang berlangsung pukul 07.30 WIB, Al Ikhlas Kabupaten Muna 0-3 Alkhairaat Bintauna FC, Nurul Iman Bantul 1-0 Assalam Bangkalan, Al-Ijtihad Danger 0-3 Asshiddiqiyah Jakarta Barat, Al Mujtahid 1-2 Mambaul Maarif Denanyar.

Belajar Muhammadiyah

Pada partai kedua, pukul 09.00 WIB, Al Huda Cianjur 3-2 Nurul Ilmi Sijunjung, Darul Arafah Deli Serdang 1-1 Alhusaeni Kabupaten Bandung, Arraisiyah Tangsel 1-1 Birul Walidain, Al Huda Lampung Selatan 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Pada partai ketiga, pukul 14.00 WIB, Hamzan Wadi 0-2 Nurul Fauzi Tasikmalaya, Walisongo Sragen 0-1 Darul Huda Ponorogo, Al Anshor Maluku Tengah Papua 1-3 AIAI Babel, Manbaul Hikmah United 0-0 Nurul Jadid Paiton.

Pada partai keempat, pukul 15.30 WIB, Al Madaniyah 0-7 DDI Kaballangan, RIAB 0-1 Babussalam FC Rohul, Darul Hikmah Cirebon vs Al Kahfi Kebumen (DITUNDA), Nurul Khaeraat Lil Muhibbin 2-2 Minhajussalam Subulussalam.

Berikut hasil pertandingan hari ini, 24 Oktober:  

Pada partai pertama, pukul 07.30 WIB, Hamzan Wadi 0-8 Walisongo Sragen, Nurul Fauzi Tasikmalaya 0-1 Darul Huda Ponorogo, Al-Ijtihad Danger 1-3 Al-Mujtahid Pontianak, Asshiddiqiyah Jakarta Barat 0-1 Mambaul Maarif Denanyar.

Pada partai kedua, pukul 09.00 WIB, Al Huda Cianjur 3-1 Darul Arafah Deli Serdang, Nurul Ilmi Sijunjung 2-5 Alhusaeni Kabupaten Bandung, Arraisiyah Tangsel 2-1 Al Huda Lampung Selatan, Birul Walidain 4-1 Nurul Iman Muaro Jambi.

Partai ketiga, pukul 10.30 WIB, Al Ikhlas Kab. Muna 0-3 Nurul Iman Bantul, Alkhairaat Bintauna FC 0-1 Assalam Bangkalan, Al-Anshor Maluku Tengah 0-6 Manbaul Hikmah United, AIAI Babel 5-0 Nurul Jadid Paiton.

Partai keempat, pukul 13.30 WIB, Al Madaniyah 0-5 RIAB, DDI Kaballangan 4-1 Babussalam FC Rohul, Darul Hikmah Cirebon 4-1 Nurul Khaeraat Lil Muhibbin, Al Kahfi Kebumen 2-0 Minhajussalam Subulussalam. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Tokoh Belajar Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Syahrozad Nalfa Nadia (9) dan Avicenna Roghid Putra Sidik (6), dua siswa madrasah ini berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas pada ajang Asian Yout Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura. Di usianya yang belum sampai sepuluh tahun, kedua siswa Madrasah Pembangunan ini sudah mengukir prestasi bahkan pada ajang kompetisi yang diikuti oleh para siswa dari berbagai negara di ASEAN

Kompetisi robotik ini berlangsung dari tanggal 13-14 Maret 2016 kemarin. “Syahrozad Nalfa Nadia dan Avicenna Roghid Putra Sidik meraih Gold Prize medal brick Speed, Gold Prize Medal, Silver Prize Medals Maze Solving Junior, dan Bronze Medal Aerial Robotic Junior,” terang ibunda mereka berdua, Himatul Laily Waisnaini, Selasa (15/03) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Juara Olimpiade Robot di Singapura

Laily mengaku kaget sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih kedua anaknya. Menurut Laily, kebanggaannya semakin terasa karena dia merasa bahwa pilihan ? untuk menitipkan pendidikan ? anaknya di madrasah tidaklah keliru. Selain belajar agama, di madrasah anak-anaknya juga belajar dan dilatih ilmu sains dan teknologi.?

“Saya terharu, saya melihat langsung disana,” tururnya singkat, Selasa (15/03). Atas prestasi yang diraihnya, lanjut Laily, Ocha bahkan didaulat panitia membacakan puisi ? Dzikir karya D. Zawawi Imron pada acara penutupan ajang robotic tersebut. “Saat Ocha membaca puisi, suasana menjadi hening,” tukas Laily.

Selain Ocha dan Avicenna, Andi Faiz Naufal Zain yang mewakili Madrasah Pembangunan UIN Jakarta tampil di tim senior juga berhasil meraih Gold Prize Medal Robot Kreatif dan BPM Animal Robotic. ? Tim MTs Negeri Pamulang juga berhasil mengukir prestasi pada ajang lombat robot ini. ? Ibrahim dan Ridho berhasil meraih Gold Prize Medal Soccer Senior, sedangkan ? Nisa dan Nadya meraih Special Award Robot Kreatif dan Animasi. ? Siswa lainnya bernama Raka mendapat GPM Soccer Senior.

Belajar Muhammadiyah

Dari total 10 cabang yang dilombakan, siswa madrasah berhasil memborong 9 piala. Merekapun kembali ke Indonesia dengan status sebagai juara umum ? ajang kompetisi robot Internasional ? di Singapura. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri, RMI NU, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kasus pelecehan seksual dan perkosaan, disertai dengan sadisme dan pembunuhan, terkuak cepat melalui beragam media elektronik, digital, dan cetak. Dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2016, ditemukan bahwa kasus kekerasan seksual tahun 2016 menempati peringkat kedua di ranah personal, dan peringkat pertama di ranah komunitas. 

Di ranah personal kekerasan seksual naik satu peringkat dari peringkat ketiga dalam Catatan Tahunan (Catahu) tahun 2015. Kekerasan dalam bentuk perkosaan sebanyak 72 % atau 2.399 kasus, pencabulan sebanyak 18% atau 601 kasus, dan pelecehan seksual sebesar 5% atau 166 kasus. Komnas Perempuan menyimpulkan bahwa setiap 2 jam terdapat 3 perempuan Indonesia yang menjadi korban kekerasan seksual.

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual

Sejak bulan April 2016, publik dikagetkan oleh kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap YY (14 tahun) siswi kelas VIII sebuah SMP di Bengkulu oleh 14 orang pemuda setempat. Di Manado, kasus gang rape juga menimpa V (19), oleh 19 orang pria, dimana diduga 2 pelakunya adalah oknum polisi.

Di Lampung, Mis (10 tahun) siswi SD diculik, diperkosa dan ditemukan dalam keadaan meninggal. Di Medan, Mw (10 tahun), gadis cilik penyandang disabilitas diperkosa oleh pamannya sendiri. Di Metro, Lampung, NA (5 tahun) seorang murid sebuah taman kanak-kanak tahun menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh penjaga sekolahnya. Di Kediri, seorang pengusaha kaya raya memperkosa anak-anak SD dan SMP, dan ditengarai jumlahnya mencapai puluhan anak.

Data dan fakta di atas menunjukkan bahwa aturan dan atau perlindungan hukum yang ada sangat lemah dan tidak memadai untuk melindungi dan memulihkan korban dan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual yang berulang di masa depan. Tanpa menafikan adanya hubungan dan pengaruh antara minuman keras (miras) beralkohol, narkoba, dan pornografi dengan tindak kekerasan seksual, yang dalam banyak kasus hubungan dan pengaruh itu nyata adanya, khususnya dalam kekerasan seksual yang pelaku atau korbannya anak. 

Alimat, sebagai gerakan kesetaraan dan keadilan dalam keluarga Indonesia perspektif Islam menilai bahwa akar masalah menguatnya kekerasan seksual karena terjadi tetimpangan relasi kuasa berbasis gender dan ketiadaan perspektif terhadap perlindungan anak di dalam keluarga, masyarakat dan negara. Selain itu, percepatan perkembangan teknologi informasi, yang tidak disertai dengan pembekalan tentang pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini yang memadai, sehingga membuat anak rentan menjadi pelaku maupun korban kekerasan seksual.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ketua Alimat Badriayah Fayumi, lunturnya peran pendidikan yang dilakukan oleh orang tua (parenting) juga menjadi penyebab menguatnya kekerasan terhadap anak, sementara proses pembelajaran di sekolah belum maksimal mengenalkan pendidikan seksualitas dan pendidikan anti kekerasan dan pada saat yang sama masyarakat semakin permisif terhadap perilaku kekerasan.(Zunus)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Berita Belajar Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

Mencari Titik Temu Awal Ramadhan (2-habis)

KH Ghazalie Masroeri

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU

Mencari Titik Temu Awal Ramadhan (2-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencari Titik Temu Awal Ramadhan (2-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencari Titik Temu Awal Ramadhan (2-habis)

Awal bulan ditandai dengan penampakan hilal yang dapat dilihat dengan mata di awal malam (sesaat setelah matahari terbenam). Kalau tidak tampak tidak disebut hilal. Hilal tidak hanya dalam angan-angan/pemikiran; dan tidak hanya dalam dugaan/keyakinan. Untuk mengetahui adanya penampakan hilal (ظُهُوْرُ الْهِلاَل), diperlukan upaya-upaya observasi, pengamatan, atau rukyah di lapangan.

Rukyah adalah sepatah kata isim berbentuk masdar, mempunyai fi’il ro-aa – yaroo (رَأَى - يَرَى). Kata رَأَى dan tashrifnya mempunyai banyak arti, antara lain: melihat, mengerti, mengetahui, memperhatikan, berpendapat, menduga, yakin, dan bermimpi.

Belajar Muhammadiyah

Ketika kata ro-aa (رَأَى) dan tashrifnya dirangkaikan dengan objek / maf’ul bih (مَفْعُوْلٌ بِهِ) yang fisikal / thobii’iyyaat (طَبِيْعِيَّات) maka masdarnya adalah rukyah (رُؤْيَة); dan mempunyai arti tunggal yaitu “melihat dengan mata kepala”, baik dengan mata telanjang maupun dengan alat pembesar. Contoh : 

رَأَى كَوْكَبًا – رُؤْيَةُ كَوْكَبٍٍ : Melihat Bintang

Belajar Muhammadiyah

رَأَى اْلقَمَرَ – رُؤْيَةُ الْقَمَرِ : Melihat Bulan

رَأَى الشَّمْسَ – رُؤْيَةُ الشَّمْسِ : Melihat Matahari

رَأَى الْهِلاَلَ – رُؤْيَةُ الْهِلاَلِ   : Melihat Hilal.   لِرُؤْيَتِهِ(Karena Melihat Hilal)

Baca Surat Al-an’am ayat 76 s/d 78 untuk contoh 1, 2, dan 3. Dan baca berbagai As-Sunnah untuk contoh no. 4.

Sedangkan ro-aa (رَأَى) yang mempunyai arti lain, objeknya tidak fisikal (غَيْرُ طَبِيْعِيَّات). Adakalanya tanpa objek dan masdarnya bukan Rukyatun, tetapi ro’yun (رَأْيٌ). Ketika ro-aa mempunyai dua maf’ul bih (objek), maka mempunyai arti menduga atau yakin. Dan adakalanya bermakna mimpi, masdarnya ru’ya (الرُؤْيَا).

Rukyah sebagai sistem penentuan awal bulan qomariyah dengan cara melakukan pengamatan/observasi terhadap penampakan hilal di lapangan, baik dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan alat seperti teropong, pada hari ke 29 malam ke-30 dari bulan yang sedang berjalan. Apabila ketika itu hilal dapat terlihat, maka pada malam itu dimulai tanggal 1 bagi bulan baru atas dasar Rukyatul hilal. Tetapi apabila tidak berhasil melihat hilal, maka malam itu adalah tanggal 30 dari bulan yang sedang berjalan dan kemudian malam berikutnya dimulai tanggal 1 bagi bulan baru atas dasar Istikmal (menggenapkan 30 hari bagi bulan sebelumnya).

Ada pendapat bahwa rukyah itu hanya berlaku bagi masyarakat ummi/awam yang tidak mengetahui ilmu hisab, tetapi bagi masyarakat modern cukup dengan ilmu hisab tidak perlu rukyah. Pendapat ini mendasarkan pada hadits : 

اِنَّا اُمَّةٌ اُمِّيَّةٌ لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسُبُ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا (متفق عليه). قَالَ اْلبُخََارِيُّ : يَعْنِى مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِيْنَ وَمَرَّةً ثَلاَثِيْنَ 

Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, tidak dapat menulis dan tidak dapat menghitung (menghisab). Umur bulan itu sekian dan sekian,”  (HR. Muttafaq ‘alaih). “Menurut al-Bukhari “sekian dan sekian” ialah “kadang 29 hari dan kadang 30 hari.””

Pendapat demikian ini menunjukkan adanya pemahaman terhadap hadits tersebut secara hitam putih. Padahal sesungguhnya di balik hadits ini terdapat hikmah yang mendalam, yaitu:

Sifat keummian itu justru menunjukkan secara yakin tentang otentitas ad-dinul islam dibangun atas dasar wahyu, bukan dibangun atas dasar hasil pemikiran.

Hadits itu mengajarkan, bahwa  usia bulan Qomariyyah kadang 29 hari dan kadang 30 hari, berbeda dengan umur bulan syamsiyah.

Nabi saw. mengajarkan rukyah sebagai kemudahan untuk umatnya.

Rukyah mempunyai nilai ibadah jika hasilnya digunakan untuk pelaksanaan ibadah seperti shiyam, ‘id, sholat gerhana, dan lain-lain.

Rukyah, pengamatan dan observasi benda-benda langit seperti letak matahari terbenam, posisi dan tinggi hilal, dan jarak antara hilal dan matahari dapat menambah kekuatan iman.

Rukyah itu ilmiah. Rukyah, pengamatan dan observasi benda-benda langit ribuan tahun lamanya dicatat dan dirumuskan, kemudian lahirlah ilmu astronomi dan ilmu hisab. Rukyah melahirkan hisab. Tanpa rukyah tak ada hisab.

Pendapat yang mengatakan tidak perlu rukyah tetapi cukup hisab tersebut, sesungguhnya   belum dapat memberi jalan keluar atas terjadinya perbedaan pada metode dan kriteria hisab. Metode dan kriteria hisab mana yang harus digunakan?

Pendapat yang mengatakan cukup dengan ilmu hisab, tidak sejalan dengan nash Mafhuumul ayat S. Al-baqarah a.185 dan a.189, Yunus a.5, dan Yasin a.39

Hadits-hadits

Tidak kurang dari 23 hadits tentang rukyah diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Imam Malik, Ahmad bin Hanbal, ad-Darimi, Ibnu Hibban, al-Hakim, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, dan lain-lain.

Rukyah dan hisab tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat digunakan bersamaan. Rukyah sebagai penentu dan hisab sebagai pendukung. Hisab yang berkualitas tahqiqi/tadqiqi/’ashri dan memenuhi kriteria imkanurrukyah dapat dijadikan sebagai pendukung, pemandu, dan pengontrol rukyah, sehingga menghasilkan rukyah yang berkualitas. Sebaliknya, rukyah dapat dijadikan sebagai sarana uji verifikasi atas hipotesis hisab. 

Kriteria imkanurrukyah itu, secara empirik memenuhi ketentuan tinggi hilal 2 derajat, umur bulan 8 jam / jarak antara Matahari dan Bulan 3 derajat. Kriteria inipun sudah disepakati untuk kriteria Taqwim dan kriteria rukyah oleh Ormas-Ormas Islam dalam Lokakarya Hisab Rukyah yang diselenggarakan oleh Sub Direktorat Hisab Rukyah dan Pembinaan Syari’ah Kemenag RI, di Cisarua tahun 2011, yang kemudian disempurnakan dalam Lokakarya di Semarang tahun itu juga. Kriteria imkanurrukyah ini bukan dimaksudkan untuk mengganti rukyah, tetapi sebagai instrumen untuk menolak apabila ada laporan terlihatnya hilal ketika mayoritas ahli hisab menyatakan bahwa hilal pada hari itu belum imkanurrukyah.

Dari seluruh paparan tersebut, diharapkan dapat menjadi masukan dalam rangka mencari titik temu atas perbedaan yang serba majmu’ dalam menentukan awal Ramadlan, awal Syawal, dan awal  Dzulhijjah.

* Makalah disampaikan dalam acara Mudzakarah di Aula TK Islam Al-Azhar lt.II Kampus Al-Azhar Kebayoran Baru, Senin 2 Juli 2012, yang dipanel dengan Prof. DR. Thomas Djamaluddin (Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN), dan Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A.(Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah). Moderator : Dr. HM. Hartono, MM (Ka. Sekretariat Masjid Agung Al Azhar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ulama, Ahlussunnah, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Dan Kiai pun Ditalqin

Kediri, Belajar Muhammadiyah. Para santri dan ribuan orang yang mengikuti pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Imam Yahya Mahrus serentak menghentikan pembacaan surat Al-Ihlas “Qul huwallahu ahad…” ketika KH Abdul Aziz Mansyur berdiri memegang microphone, sebagai pertanda acara talqin akan segera dimulai, Ahad (15/1) siang. Kiai Aziz yang mewakili keluarga menanyakan kepada semua yang hadir, “Apakah semua yang hadir menyaksikan bahwa KH Imam Yahya Mahrus ini orang baik?”. Serentak semua menjawab, “Baik…!” Suara tangisan haru terdengar jelas dari balik kerumunan.

Talqin dilakukan setelah semua proses penguburan selesai, yang dimaksudkan untuk memberikan suport dan membimbing ahli kubur agar dapat menjawab pertanyaan malaikat kubur Munkar dan Nakir dengan baik. Tidak hanya orang biasa, kiai pun butuh untuk ditalqin. Keluarga meminta Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) memimpin prosesi talqin.

Dan Kiai pun Ditalqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan Kiai pun Ditalqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan Kiai pun Ditalqin

Pembacaan talqin pun dimulai. Gus Mus yang juga alumni Pesantren Lirboyo, mengatakan kepada KH Imam Yahya Mahrus yang sudah terbaring, sebentar lagi ada malaikat yang datang. “Jangan takut, mereka adalah mahluq Allah, sama seperti kita. Jawablah pertanyaan mereka dengan benar,” kata Gus Mus sambil pemberikan bimbingan kepada Kyai Imam. “Jika ditanyakan siapa Tuhanmu maka jawablah Allahu Rabbi, jika ditanyakan siapa nabimu jawablah Muhammad Rasulullah…” dan seterusnya. Semua bacaan talqin menggunakan bahasa Arab.

Belajar Muhammadiyah

Lalu doa dipimpin oleh sesepuh NU yang juga alumni Pesantren Lirboyo, KH Maimun Zubair. Selanjutnya diadakan sholat jenazah untuk kesekian kalinya yang dipimpin oleh pengasuh Pesantren Denanyar Jombang KH Aziz Masyhuri, yang diikuti oleh Gus Mus, Rais Syuriyah PWNU KH Miftahul Ahyar, keluarga besar Pesantren Lirboyo, dan para santri, alumni, serta jamaah yang belum sempat mengikuti shalat jenazah di Pondok Pesantren Lirboyo.

Belajar Muhammadiyah

Pondok Pesantren Lirboyo adalah salah satu pesantren tua yang telah menelorkan ribuan alumni. Selain Gus Mus dan KH Maimun Zubair, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang turut bertakziyah adalah alumni pesantren yang didirikan oleh KH Manaf Abdul Karim pada 1910 silam. Namun atas wasiat Almarhum KH Imam Yahya Mahrus sendiri, jenazah tidak dimakamkan di makam keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo bersama para sesepuh pesantren.

Kiai Imam yang merupakan generasi ketiga Pesantren Lirboyo meminta kepada keluarganya untuk dimakamkan di tanah lapang, di desa Ngampel, kecamatan Mojoroto, sekitar 5 km ke arah utara dari induk Pesantren Lirboyo. Tanah itu akan digunakan sebagai perluasan dari Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo. Di bagian depan baru ada satu bangunan yang belum selesai. Informasi yang diterima Belajar Muhammadiyah, selain tempat tinggal santri, di tanah itu juga akan didirikan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang kini sedang naik daun.

Tak ayal, tanah yang sepi itu mulai ramai. Tidak hanya para santri dan alumni, banyak orang datang berziarah. Sampai malam larut, hingga Senin (16/1) pagi, para peziarah terus berdatangan. Mungkin beginilah cara Kiai Imam membesarkan pesantren barunya.

Penulis A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Belajar Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mensosialisasikan hasil-hasil muktmar ke-33 Nahdlatul Ulama, di auditorium PBNU Selasa malam (15/12). Kegiatan tersebut dipandu Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini.

Helmy Faishal Zaini mengatakan, di dalam tas yang diberikan usai registrasi ada beberapa buku panduan tentang pesantren, penguatan Islam Nusantara, termasuk buku aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) NU. “Kita sudah cetak AD/ART hasil Muktamar Jombang. Hasil-hasil itu bisa dikaji dan dibaca,” katanya.

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sosialisasikan Hasil Muktamar kepada Pengurus Wilayah

Dalam memahamami AD/ART yang begitu tebal, yang jumlahnya beratus-ratus halaman, akan ditemui kesusahan, ketika mensosialisasikan kembali kepada para Pengurus Cabang. “Nanti diajarkan bagaimana trik membaca yang mudah dan simpel,” ujar alumni Pesantren Denanyar Jombang ini.

Belajar Muhammadiyah

Dalam kesempatan ini, Helmy menyampaikan beberapa progam yang baik yang sudah dan sedang dikerjakan PBNU termasuk di dalamnya jaringan yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Progam yang sudah dikerjakan diantaranya adalah pelayaran santri bela negara bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia yang diikuti seribu santri.

Belajar Muhammadiyah

PBNU sedang menyusun peta persebaran pengurus NU sampai ke tingkat ranting (desa). Sehingga dalam progam persebaran akan lebih mudah untuk menentukan daerah-daerah yang menjadi skala prioritas.? “Untuk itu, kita perlu mendengar bagaimana kondisi wilayah-wilyah dari para pengurus yang hadir,” imbuh Helmy.

Dalam sosialisasi hasil muktamar, turut hadir para pengurus harian PBNU. Di akhir dibagikan juga buku 100 Ulama serta Atlas Walisongo. (Faridur Rohman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III

Solo, Belajar Muhammadiyah. Kesebelasan Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak semifinal di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Zona Jateng 3 Wilayah Soloraya. Hasil tersebut diperoleh, setelah mereka berhasil mengalahkan sesama tim dari Klaten lainnya, Al-Muttaqin Pancasila Sakti.?

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III

Pertandingan yang digelar di Lapangan Kota Barat, Solo, Ahad (28/8/) tersebut berlangsung cukup ketat. Kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga peluit dibunyikan oleh wasit, tanda babak pertama brakhir, kedua tim masih belum berhasil menyarangkan gol.

Baru, di babak kedua skor berubah menjadi 1-0 untuk kesebelasan Al-Manshur yang berseragam hitam-hitam. Striker andalan mereka, Wawahidin, usai menusuk dari sayap kiri pertahanan lawan, berhasil memasukkan bola ke gawang. Sepakan melambungnya, salah diantisipasi kiper Al-Muttaqin. Gol!

Menjelang berakhir pertandingan, Wawahidin kembali menambah pundi golnya. Striker yang akrab disapa Wawa tersebut berhasil memanfaatkan kesalahan kiper saat melakukan tendangan. Dengan tenang pemain bernomor sepuluh itu, menendang bola dan meluncur mulus ke gawang lawan. Gol! 2-0 untuk Popongan.

Usai pertandingan, sang pencetak dua gol, Wawahidin, berharap timnya mampu menjadi wakil Region Jateng 3 di babak 32 besar LSN Tingkat Nasional.

Belajar Muhammadiyah

Dengan dua gol Wawa tersebut, Al-Manshur Popongan berhak menapakkan langkah mereka di babak semifinal. Selanjutnya mereka akan ditantang Pesantren Al-Ikhlas Dawar Boyolali, yang terlebih dulu lolos, setelah dinyatakan menang WO atas Pesantren Ki Ageng Selo Tulung Klaten. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air

Jepara, Belajar Muhammadiyah

Sebanyak 25 orang dari CPB-KKP PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Nalumsari Jepara mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana di Air yang diselenggarakan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jepara di pantai Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.

Ketua LPBINU Jepara, Dedi Irawan pada kegiatan Senin (8/2/2016) tersebut mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk lebih memperkenalkan lembaga LPBINU kepada generasi muda, bahwa bencana tidak hanya menjadi urusan pemerintah saja, tapi juga menjadi domain masyarakat. Lembaga ini membawa misi kemanusiaan, menolong sesama manusia dengan tidak memandang status dan golongan.

LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Jepara Latih Pelajar NU Evakuasi Korban di Air

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00-16.00 WIB ini menghadirkan pemateri, Saiful Aziz (Direktur Departeman Pengurangan Risiko Bencana) yang memberi materi pengenalan Teknik pertolongan di air dan evakuasi korban. Pengenalan tersebut bertujuan agar peserta pelatihan bisa mengerti secara benar dalam melakukan pertolongan di air dan evakuasi korban.

“Pelatihan ini bertujuan menambah jumlah pasukan Tim Reaksi Cepat dalam menangani bencana di lingkunganmereka tinggal, dengan bekal ini diharapkan menambah pengetahuan dan pengalaman apayang harus dilakukan dalam menangani bencana di lingkungan sekitar mereka,” ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Kyai, Nasional Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock