Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat

Bogor, Belajar Muhammadiyah

Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Ahad (29/5) pagi tampak berbeda. Ratusan jama’ah dari majelis ta’lim se-Bogor tampak memenuhi ruangan. Pasalnya, hari ini merupakan hari terselenggaranya acara IPB Bersholawat, sebuah acara yang bertujuan menggemakan shalawat di kampus pertanian terbaik se-Indonesia ini.

Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat

Acara yang bertema Gemakan Sholawat, Temukan Kembali Jati Diri Umat untuk NKRI yang Bermartababat ini juga dihelat dalam rangka peringatan harlah ke-9 KMNU IPB yang jatuh pada 26 Mei lalu. Acara dimulai pada pukul delapan pagi dengan penampilan hadrah KMNU IPB sebagai pembukanya.

Dalam sambutannya, ketua pelaksana IPB Bersholawat, ketua KMNU IPB, Pembina KMNU IPB, dan Presidium Nasional I KMNU Pusat sama-sama menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara shalawatan terbesar di kampus IPB ini. Mereka berharap acara ini dapat menarik lebih banyak lagi mahasiswa dan masyarakat yang rindu akan Rasulullah SAW. ?

Hadir sebagai penyampai mauidhah hasanah, KH Choirul Anshori dari Yayasan Syahamah (Syabab Ahlussunnah wal Jama’ah) dan Syaikh Dr Muhammad Darwis asal Suriah yang merupakan dosen di Ma’had Aly Littafaqquh Fiddin Imam Syafii, Cianjur. Dalam ceramah Kiai Anshori menyampaikan bahwa pembacaan maulid adalah hal yang disukai Rasulullah SAW. Hal ini terbukti ketika Imam Al-Bushiri sakit keras karena terlalu rindunya terhadap Rasulullah, dalam suatu malam ia didatangi Rasulullah SAW dalam mimpinya. Rasulullah meminta Imam Al-Bushiri menulis maulid yang kemudian dikenal dengan Maulid Burdah. Setelah itu, Rasulullah mengusap Imam Al-Bushiri dan ketika terbangun dari tidurnya, Imam AL-Bushiri telah sembuh dari sakitnya.

Belajar Muhammadiyah

Kiai Anshori menambahkan walau pembacaan maulid adalah bid’ah (perkara yang baru ada setelah Nabi wafat-red), namun hal ini termasuk bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik. Kiai yang berasal dari Malang ini juga mengingatkan umat Islam akan bahaya bid’ah dhalalah (bid’ah yang buruk) seperti gerakan LGBT dan kampanye-kampanye menyesatkan lainnya.?

Mauidhoh hasanah kedua disampaikan oleh Syaikh Dr Muhammad Darwis dalam bahasa Arab dengan Ustadz Adhli Al-Karni sebagai penerjemahnya. Dalam ceramahnya, Syaikh Muhammad Darwis menerangkan tentang keutamaan shalawat dan kemuliaan Baginda Nabi SAW. Kisah yang menyentuh hati juga ia sampaikan, salah satunya kisah tentang Ummu Sulaim yang mengumpulkan tetesan keringat Rasulullah dalam sebuah botol saat Rasulullah tertidur.?

Pelantunan shalawat yang merupakan acara inti dari IPB Bersholawat ini dipimpin oleh Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf beserta jama’ahnya yang tergabung dalam Majelis Syababul Kheir Bogor.?

“Sudah saatnya kaum Ahlussunnah wal Jama’ah menunjukkan identitasnya sebagai kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu dengan bershalawat,” tegas Habib Mahdi di sela-sela pelantunan shalawat. Ke depan, acara yang diramaikan dengan hastag #IPBersholawat ini diharapkan dapat menjadi pemicu akan lahirnya lebih banyak majelis shalawat di kampus selanjutnya. (Kholilah DI/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah Belajar Muhammadiyah

Jumat, 02 Februari 2018

Peduli Muslim Rohingya, Ansor Probolinggo Dzikir Akbar

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Tragedi kemanusiaan yang dialami oleh umat muslim Rohingya, di Rakhine Myanmar telah memantik aksi sejumlah kalangan untuk memberikan dukungan moril. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Peduli Muslim Rohingya, Ansor Probolinggo Dzikir Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Muslim Rohingya, Ansor Probolinggo Dzikir Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Muslim Rohingya, Ansor Probolinggo Dzikir Akbar

Sebagai bentuk kepedulian terhadap umat muslim Rohingya PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo bersama pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan melaksanakan dzikir akbar sekaligus sholat ghaib peduli umat muslim Rohingya di halaman depan Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu, Ahad (10/9) sore.

Kegiatan ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah, pengurus PW GP Ansor Jawa Timur, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dzikir akbar dan sholat ghaib yang diikuti oleh seluruh pengurus PAC GP Ansor, Banser dan pengurus NU se-Kabupaten Probolinggo ini diawali dengan sholat ghaib peduli umat muslim Rohingya. Kemudian dilanjutkan dengan istighotsah yang dipimpin Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin al Hariri.

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa sebagai umat muslim, khususnya warga NU agar tidak terpancing dan terprovokasi oleh aksi-aksi yang mengarah kepada cara anarkis.

Belajar Muhammadiyah

“Sebab, apabila warga NU sampai terpancing dan terprovokasi tentunya akan membawa pengaruh yang negatif dan dapat memecah belahkan persatuan umat muslim di Republik Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu Hasan menginstruksikan kepada seluruh ranting dan anak ranting agar melakukan gerakan doa khusus pada pemerintah Myanmar yang telah melakukan penistaan antar manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. “Permasalahan ini bukan karena persoalan agama, tetapi konflik ini disebabkan hanya karena persoalan dunia,” pungkasnya.

Terpisah Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis menyampaikan bahwa dzikir akbar dan sholat ghaib ini merupakan salah satu upaya kegiatan positif yang dilakukan oleh GP Ansor sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap muslim Rohingya.

“Saya menolak dan mengutuk keras bila ada ormas melakukan aksi-aksi solidaritas Etnis Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar dengan cara anarkis. Aksi itu harus dilakukan melalui hal-hal positif dengan cara mendoakan yang terbaik bagi umat muslim Rohingya,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tokoh, Pendidikan Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi

Sumedang, Belajar Muhammadiyah - Upaya memajukan sebuah organisasi harus diawali dulu oleh peningkatan kualitas pribadi masing-masing anggota organisasi tersebut. Kalau sesorang sudah mampu mengurusi keperluan pribadinya dengan kualitas yang baik, maka ketika diminta untuk mengurusi organisasi apapun hasilnya pasti berkualitas.

Demikian disampaikan oleh Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Ai Faridah di hadapan para peserta kegiatan peningkatan kualitas organisasi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Al-Hikam, Kamis (1/9) yang diprakarsai oleh pengurus Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU MA Plus Al-Hikam.

Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Pribadi Warga NU Tunjang Kemajuan Organisasi

Semua pengurus organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas pribadi sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Selain itu setiap pengurus harus bekerja maksimal yang dilandasi oleh ketekunan, kesabaran, dan keikhlasan. Penting ini semua dilakukan supaya peran yang dijalankannya dapat memberikan sumbangsih yang positif untuk kemajuan sebuah organisasi, lanjut Ai Faridah.

Apalagi organisasi yang akan dimajukannya yaitu organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama seperti IPNU dan IPNU. “Jangan setengah-setengah untuk memajukan NU. Karena jamiyyah NU didirikan oleh para ulama. Yakinlah kalau kita mengurusi NU maka akan selalu ada keberkahan di setiap langkah kehidupan kita.”

Belajar Muhammadiyah

Ai Faridah melanjutkan, menjaga keberlangsungan organisasi NU yang didirikan oleh para ulama sudah menjadi tugas seorang pelajar NU. Jangan hanya bangga menjadi warga NU yang kultural, tapi harus bangga menjadi warga NU yang struktural. Warga NU yang struktural artinya warga NU yang aktif mengurusi organisasi NU dan terdaftar sebagai pengurus NU atau banom NU.

Belajar Muhammadiyah

“Semoga dengan adanya peningkatan kualitas organisasi seperti ini, kecintaan kalian terhadap NU semakin kuat. Kalau cintanya sudah kuat, maka ngurus NU juga akan lebih bersemangat,” tutup Ai Faridah. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai, Tokoh, Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Sumenep, Belajar Muhammadiyah - Salah seorang Dewan Pengasuh Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, K M Mushthafa menyampaikan taushiyah kebangsaan pada upacara kemerdekaan, Rabu (17/8). Di depan para santri, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut menegaskan, guru adalah penggerak kemerdekaan Indonesia.

"Ingat, Budi Utomo sejak berdiri 1906 sampai 1926 masih tetap berbau Jawanisme (kesukuan). Dan alasan ini telah menggugurkan anggapan bahwa Budi Utomo merupakan penggerak nasionalisme Indonesia," ujar Kiai Mushthafa.

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Ditambahkan, kebangkitan kebangsaan melibatkan semua unsur di negeri ini. Kemerdekaan kita diilhami oleh kaum pelajar yang berprofesi sebagai pendidik. Pada tahun 1922, Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara adalah murni gerakan pendidikan kebangsaan.

Belajar Muhammadiyah

"Semua aktivis pergerakan kemerdekaan, Soekarno, Hatta, Syahrir, Maramis, Subardjo, dan lain-lain adalah seorang guru," bebernya.

Proses kelahiran Indonesia, ujarnya, juga diilhami oleh kalangan pendidik dunia pesantren. Sebut saja Pesantren Annuqayah? yang adalah lembaga pondok penyuplai pejuang dalam Hizbullah sekaligus melahirkan guru pejuang.

Belajar Muhammadiyah

"Kita tidak ragu peran K. Sajjad dan K. Khazin dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kita pun tak pernah ragu peran KH. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur sebagai pejuang dan sekaligus pendidik," ungkapnya.

Keterlibatan guru, tukas Kiai Mushthafa, tidak terlepas dari pemahaman bahwa membangun bangsa adalah sebagian dari iman. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, Tokoh, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa

Rembang, Belajar Muhammadiyah

Sebagai kader muda NU, Gerakan Pemuda Ansor sudah seharusnya lebih aktif berperan serta mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan oleh Nahdlatul Ulama. Utamanya di desa, badan otonom NU ini mesti terlihat kiprahnya dalam membentengi warga dari paham ekstrem.

Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diingatkan, Jangan Sampai Aliran Keras Masuk ke Desa

Imbauan tersebut disampaikan Kiai Suparman, Rais Syuriyah Pengurus Ranting NU Desa Babadan, Kecamatan Kaliori Rembang, Jawa Tengah saat Pimpinan Ranting GP Ansor setempat menggelar rapat anggota pemilihan ketua ranting yang baru di Masjid Attaqwa Desa Babadan.

"Gerakan yang paling harus diwaspadai adalah setiap gerakan yang ada di desa. Jangan sampai aliran yang menggunakan kekerasan masuk ke desa kita tercinta ini,” pintanya, Rabu (23/8) malam itu.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Kiai Suparman, sebagai “anak sulung” NU, GP Ansor diharapkan dapat berkiprah maksimal. Selain itu, GP Ansor juga harus siap dan dipersiapkan untuk menggantikan kepengurusan Nahdlatul Ulama kelak.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga mengajak kepada GP Ansor untuk melestarikan tradisi NU seperti ziarah dan lainnya. Ziarah kubur, kata Kiai Suparman, merupakan salah satu wujud kecintaan warga Nahdliyin terhadap sejarah, terutama sejarah leluhur sendiri.

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kaliori Jasmani memimpin langsung pendemisioneran ketua lama dan sidang pemilihan ketua baru. Ia mengapresiasi Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Babadan yang telah menjalankan organisasi sesuai dengan Pedoman Pelaksaan Organisasi dan Administrasi (PPOA). (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Tokoh, Amalan, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Raut wajahnya berbinar saat menerima kami, pegiat media NU. Pagi itu, sesuai jadwal yang disepakati kami diterima di ruang tamu, kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso Peterongan Jombang, Jawa Timur.

KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Dimyati Romly Wafat, Masyarakat dan Jamaah Thariqah Berduka

Tidak perlu ada protokoler yang ribet untuk bertemu beliau. Sehingga wawancara berjalan sangat cair dengan diselingi canda khas pesantren. KH Ahmad Dimyati Romly yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan PPDU menjelaskan kepada kami apa saja yang telah disiapkan jelang pelaksanaan Muktamar ke-33 NU, yang kebetulan pesantren ini menjadi salah satu tuan rumah.

"Kami sangat bangga serta tersanjung karena dipercaya sebagai tuan rumah yang akan menyambut peserta Muktamar NU dari berbagai kawasan di tanah air bahkan luar negeri," katanya. Oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan untuk dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi hajatan lima tahunan tertinggi di NU tersebut.

Salah satu yang dilakukan antara lain memanggil para alumni PPDU yang sedang kuliah di sejumlah kampus di tanah air. Disamping melayani kebutuhan para kiai peserta muktamar, keberadaan alumni yang masih muda tersebut sebagai "tenaga pemasaran" sekaligus mengenalkan keberadaan pesantren dengan kelebihan yang dimiliki kepada peserta.

Belajar Muhammadiyah

Meskipun wawancara berlangsung hampir dua jam, namun Kiai Dim, sapaan beliau masih tampak bugar. Suaranya terdengar jelas karena dilakukan dengan penuh semangat. Kedekatan kepada siapa saja tanpa membedakan derajat dan status sosial dibenarkan KH Zaimuddin Wijaya Asad. "Beliau dekat kepada siapa saja," katanya saat dihubungi, Rabu (18/5). Senyampang masih sehat, undangan dari mana saja akan dihadiri, lanjut Gus Zuem, sapaan akrabnya.

Bendahara Umum PPDU ini kemudian menceritakan bahwa Kiai Dim kendatipun sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang demikian dihormati ribuan jamaah, tidak eksklusif. "Kedekatan dengan umat adalah kelebihan dari beliau," ungkap Gus Zuem.?

KH Ahmad Dimyathi Romly meninggal dunia, Rabu (18/5) sekitar pukul 13.00 WIB di RS Airlangga Jombang. Rais Syuriyah PBNU ini meninggalkan 7 orang anak. Kiai Dim akan dikebumikan di komplek makam keluarga di Pesantren Darul Ulum Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Tokoh, RMI NU, Nahdlatul Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua

Bandung, NU online

Sebanyak 32 kesebelasan mengikuti putaran final atau Seri Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di kota Bandung di empat stadion, yaitu Siliwangi, Brigif, Arcamanik, dan Lodaya. Kesebelasan-kesebelasan itu dibagi ke dalam delapan grup dari A sampai H. Masing-masing grup dihuni empat kesebelasan.

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Hasil Pertandingan Liga Santri Hari Pertama dan Kedua

Mereka berjuang keras untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya sejak hari pertama, Senin (23/10). Memasuki hari kedua, berdasarkan hasil pertandingan, memperlihatkan adanya kesebelasan yang dipastikan lolos, dipastikan gagal, dan masih menentukan pertandingan terakhir, besok.  

Berikut hasil pertandingan, hari pertama pada Senin 23 Oktober:

Belajar Muhammadiyah

Pada partai pertama yang berlangsung pukul 07.30 WIB, Al Ikhlas Kabupaten Muna 0-3 Alkhairaat Bintauna FC, Nurul Iman Bantul 1-0 Assalam Bangkalan, Al-Ijtihad Danger 0-3 Asshiddiqiyah Jakarta Barat, Al Mujtahid 1-2 Mambaul Maarif Denanyar.

Belajar Muhammadiyah

Pada partai kedua, pukul 09.00 WIB, Al Huda Cianjur 3-2 Nurul Ilmi Sijunjung, Darul Arafah Deli Serdang 1-1 Alhusaeni Kabupaten Bandung, Arraisiyah Tangsel 1-1 Birul Walidain, Al Huda Lampung Selatan 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Pada partai ketiga, pukul 14.00 WIB, Hamzan Wadi 0-2 Nurul Fauzi Tasikmalaya, Walisongo Sragen 0-1 Darul Huda Ponorogo, Al Anshor Maluku Tengah Papua 1-3 AIAI Babel, Manbaul Hikmah United 0-0 Nurul Jadid Paiton.

Pada partai keempat, pukul 15.30 WIB, Al Madaniyah 0-7 DDI Kaballangan, RIAB 0-1 Babussalam FC Rohul, Darul Hikmah Cirebon vs Al Kahfi Kebumen (DITUNDA), Nurul Khaeraat Lil Muhibbin 2-2 Minhajussalam Subulussalam.

Berikut hasil pertandingan hari ini, 24 Oktober:  

Pada partai pertama, pukul 07.30 WIB, Hamzan Wadi 0-8 Walisongo Sragen, Nurul Fauzi Tasikmalaya 0-1 Darul Huda Ponorogo, Al-Ijtihad Danger 1-3 Al-Mujtahid Pontianak, Asshiddiqiyah Jakarta Barat 0-1 Mambaul Maarif Denanyar.

Pada partai kedua, pukul 09.00 WIB, Al Huda Cianjur 3-1 Darul Arafah Deli Serdang, Nurul Ilmi Sijunjung 2-5 Alhusaeni Kabupaten Bandung, Arraisiyah Tangsel 2-1 Al Huda Lampung Selatan, Birul Walidain 4-1 Nurul Iman Muaro Jambi.

Partai ketiga, pukul 10.30 WIB, Al Ikhlas Kab. Muna 0-3 Nurul Iman Bantul, Alkhairaat Bintauna FC 0-1 Assalam Bangkalan, Al-Anshor Maluku Tengah 0-6 Manbaul Hikmah United, AIAI Babel 5-0 Nurul Jadid Paiton.

Partai keempat, pukul 13.30 WIB, Al Madaniyah 0-5 RIAB, DDI Kaballangan 4-1 Babussalam FC Rohul, Darul Hikmah Cirebon 4-1 Nurul Khaeraat Lil Muhibbin, Al Kahfi Kebumen 2-0 Minhajussalam Subulussalam. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Tokoh Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock