Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa?

Jakarta,Belajar Muhammadiyah

Buku Islam Indonesia Islam Paripurna merupakan tanggapan terhadap gugatan terhadap kebenaran dan kelengkapan pengamalan Islam di Indonesia. Gugatan itu muncul sejak medio tahun delapan puluhan.

Islamnya orang Indonesia dianggap tidak sempurna lantaran mengamalkan bid’ah, mengidap sekularisme, dan tidak mengamalkan syariat Islam.

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Kaffah, Islam yang Seperti Apa?

Demikian disampaikan Imdadun Rahmat saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran bukunya yang berjudul Islam Indonesia Islam Paripurna di Jakarta, Senin (9/10).

Belajar Muhammadiyah

Menurut Imdad, setidaknya ada tiga indikator yang disematkan oleh kelompok Islam transnasional untuk mengklaim praktik Islam yang paripurna (kaffah).

Pertama, Islam kaffah adalah Islam yang puritan, bebas dari takhayul, bid’ah, dan khurufat, bersih dari tasawuf, tafsir, filsafat, dan ide-ide dari Barat. Islam tipe ini adalah model Islam yang tertutup terhadap pihak lain di luar Islam.

Belajar Muhammadiyah

“Sehingga tidak merasa perlu terlibat, berinteraksi, dan berdialog dengan yang lain, kecuali dalam posisi mendominasi,” kata Imdad saat memberikan sambutan.

Kedua, Islam kaffah adalah yang menerapkan syariat Islam di segala sektor kehidupan. Mulai sosial, budaya, hingga politik dan hukum formal. Penerapan hukum Islam adalah dengan menerapkan syariat Islam.

Menurut Imdad, dengan formalisasi syariat Islam berarti melakukan penyempitan Islam itu sendiri.

Ketiga, Islam kaffah adalah Islam politik. Imdad menilai, kelompok Islam transnasional selalu mengkampanyekan bahwa praktik Islam yang kaffah adalah dengan melakukan Islam politik. Islam harus menjadi ideologi politik untuk mendirikan negara Islam.

Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia itu menyangkal model Islam kaffah versi tersebut. Baginya, Islam Indonesia adalah model Islam yang paripurna (kaffah) untuk bangsa Indonesia sendiri.

“Islam Indonesia adalah Islam yang membumi, berdialog positif dengan konteks Indonesia,” jelasnya.

Bahkan, Imdad menilai, dunia internasional semakin memperhatikan dan memandang Islam Indonesia sebagai model Islam masa depan di tengah konflik di Timur Tengah yang tak kunjung usai.

Ia berpandangan bahwa Islam kaffah yang didengungkan oleh kelompok Islam transnasional adalah Islam yang berdasar terhadap budaya lokal di Arab atau Negara Timur Tengah lainnya. Seperti Ikhwanul Muslim yang merupakan ekspresi politik lokal Mesir dan Timur Tengah.

“Islam kaffah adalah Islam lokal pula,” ucapnya. (Muchlishon Rochmat)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Kajian Sunnah Belajar Muhammadiyah

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Ciamis, Belajar Muhammadiyah. Saat panen (mbawon) sudah tiba, puluhan anggota GP Ansor kecamatan Lakbok kabupaten Ciamis turun ke sawah salah seorang dari mereka yang berlokasi di desa Cintaratu. sejak Selasa-Rabu (14-15/4), mereka membahu-bahu mengetam padi siap panen di sawah seluas 120 bata.

Terlibat memanen padi di sawah, pengurus anak cabang sampai ketua-ketua ranting Ansor ikut didalamnya. Mereka bergerak atas intruksi ? Ketua GP Ansor Lakbok Hirzudin dalam upaya merekatkan tali silaturahmi kader Ansor serta bukti atas kerakyatan anggota Ansor.

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)
Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok (Sumber Gambar : Nu Online)

Panen Padi Gerakkan Solidaritas GP Ansor Lakbok

Mereka mengumpulkan padi yang dipanen untuk dipisahkan dari tangkainya dengan mesin perontok milik PAC GP Ansor Lakbok.

Belajar Muhammadiyah

"Momen ini penting mempererat ukhuwah kader, serta ini menjadi kegiatan yang mempunyai nilai ekonomi untuk berjalannya organisasi," kata Hirzudin.

Di lain tempat, Masruhin salah satu anggota Ansor Sidaharja melakukan hal yang sama. Ia mengerahkan pemuda desa untuk memanen padi masyarakat sekitar yang hasilnya diperuntukkan mengadakan isra miraj di masjid.

Belajar Muhammadiyah

Hal ini disambut baik masyarakat sekitar. Pardi, salah seorang warga Sidaharja kecamatan Lakbok meyampaikan, "Ansor memang idenya unik-unik, apalagi hal semacam ini sudah jarang dilakukan di daerah sini."

Rencananya, kegiatan mbawon bareng ini akan dilakukan di sawah sejumlah anggota ansor yang belum dipanen. (Ahmad Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, IMNU Belajar Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

Pringsewu, Belajar Muhammadiyah - Madrasah Aliyah Maarif Keputran Kabupaten Pringsewu merampungkan agenda perkemahan sekaligus dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Siti Fatimah Gudep 03.091-03.092. Perkemahan yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat ini dilaksanakan selama tiga hari dari Sabtu (14/5) sampai dengan Senin (15/5).

Kepala MA Maarif Keputran Irsadul Ibad mengatakan, dalam perkemahan tersebut para anggota Pramuka madrasah setempat mendapatkan berbagai macam materi kepramukaan baik in door maupun out door.

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Pringsewu Sukes Gelar Perkemahan Pramuka Bantara

"Setelah upacara pembukaan, para peserta mendapatkan materi berupa dinamika kelompok yang memfokuskan bagaimana peserta berinteraksi dengan dalam regunya maupun dengan regu lainnya," jelas Irsad di sela-sela kegiatan.

Materi lain yang akan didapat oleh peserta di antaranya adalah penyelesaian SKU Bantara, Pentas Seni, Api Unggun, Renungan Malam, dan Kegiatan Explorer. "Selain materi tersebut, bermacam permainan juga diberikan kepada peserta untuk menambah semangat dan keceriaan para peserta," jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Irsad berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi para siswa siswi MA Maarif Keputran dalam mendalami ilmu kepramukaan. Apalagi menurutnya pelajaran Pramuka pada kurikulum 2013 wajib diikuti oleh setiap peserta didik di tingkat SLTA.

Selain itu kepramukaan juga dapat menambah kecerdasan emosional meningkatkan disiplin siswa sekaligus merupakan organisasi positif yang dapat memupuk kepekaan sosial dan kepemimpinan. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Halaqoh, Kyai, IMNU Belajar Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Belajar Muhammadiyah

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian, IMNU, Meme Islam Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Belajar Muhammadiyah

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Belajar Muhammadiyah

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Olahraga, IMNU Belajar Muhammadiyah

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar

Tasikmalaya, Belajar Muhammadiyah. Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin mengatakan tanggungjawab NU kian besar. NU bukan hanya punya tanggungjawab keumatan, tetapi tanggung jawab terhadap sejarah, terhadap kebangsaan dan tanggung jawab terhadap NU itu sendiri serta kepada para Ulama.

Menurut Kiai Maruf, kenapa NU bertanggung jawab kepada umat, karena ketika menjelang wafat, Rasul SAW pun hanya mengkhawatirkan umatnya. Rasul tidak mengkhawatirkan istri dan anak-anaknya tapi berpesan bagaimana dengan umatnya.

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Tanggung Jawab NU Kian Besar

"Pesan Rasul, ummatii, ummatii, ummatii. Jadi tanggung jawab besar NU bagaimana menjaga dan memelihara umat karena siapa yang mengabdi untuk umat, Insyaallah akan ditinggikan derajatnya," kata Kiai Maruf dalam taushiyah pelantikan PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/4).

Untuk itu, Kiai Maruf mengingatkan bahwa tugas Ulama menyiapkan generasi-generasi Ulama juga serta tokoh-tokoh perubahan. Sehingga Ulama jangan hanya dipesantren tapi harus terjun ditengah masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

NU pun, ucap Kiai Makruf, memiliki tanggung jawab juga terhadap sejarah karena pendiri Indonesia adalah NU. Maka NU wajib memelihara dan menjaga NKRI sehingga siapa saja yang mengancam Indonesia akan berhadapan dengan NU.

"Selanjutnya tanggung jawab NU terhadap ulama karena NU organisasinya para ulama. Sehingga ulama NU harus beraqidah Ahlussunah wal Jamaah yang An-Nahdiyah jangan Aswaja tapi harokahnya beda. Jangan sampai mengaku NU, berakidah Aswaja tapi harokah (gerakan)-nya wahabi dan khawarij," tuturnya. 

Setelah memberi taushiyah di Pelantikan, KH Makruf meresmikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Badak Paeh Singaparna. Di sana ia meminta Ketua PWNU Jabar, KH Hasan Nuri Hidayatullah untuk menjadikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya sebagai Gedung Kantor percontohan di Jawa Barat. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah IMNU, Sejarah, Berita Belajar Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013

Malang, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Kerja Cabang ke-1 pada Sabtu 26 Januari 2013 di Gedung MAN PP. An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Kabupaten Malang.

PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Malang Gelar Muskercab I tahun 2013

Muskercab yang digelar kali ini mengambil tema ”Meningkatkan peran Jam’iyah Ditengah  Umat”, karena sudah menjadi kewajiban bagi pengurus Nahdlatul Ulama untuk memberikan kemanfaatan yang besar bagi umat. Konsekuensi logisnya, umat harus merasakan peran dan manfaat dari keberadaan NU.

H Abdul Mujib Syadzili, ketua panitia Muskercab mengatakan, tema ini diambil untuk menambah semangat para pengurus NU mulai Cabang sampai Ranting agar berupaya maksimal memperkuat organisasi demi kemaslahatan umat, sehingga diharapkan akan terbina kekuatan internal organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Malang sehingga mampu menghadapi berbagai macam ancaman dan gempuran dari organisasi keagamaan yang tidak sepaham dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.. 

Belajar Muhammadiyah

“Ancaman ini tidak bisa dianggap sepele mengingat sudah masuk wilayah ideologis, wilayah aqidah, mengancam persatuan dan kesatuan umat serta menggerogoti organisasi NU dengan segala gerakan, propaganda dan potensi yang dimilikinya,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Di sisi lain, Gus Mujib, yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang ini, menandaskan bahwa setiap pengurus NU harus memiliki komitmen Nahdliyah dan selalu berupaya memantapkan program-program konstitusional permusyawaratan tertinggi tingkat Cabang guna meningkatkan pelayanan dan pengabdian pada umat. 

“Momentum Muskercab ke-1 NU Kabupaten Malang Tahun 2013 ini diharapkan mampu memantapkan hasil-hasil konferensi untuk diimplementasikan dalam program kegiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar, diantaranya agama, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan hidup, yang perlu didorong terus dalam melakukan penguatan kelembagaan organisasi sehingga mampu memberikan misi pelayanan dalam menjawab kebutuhan umat,” kata Gus Mujib yang juga sebagai Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo ini.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang H Bibit Suprapto mengatakan meski sudah banyak yang telah diperbuat oleh pengurus selama ini namun masih banyak program berskala besar yang belum sempurna penggarapannya, sehingga harus dimantapkan perumusannya dalam Muskercab I ini. 

“Agar NU tidak kehilangan ruh perjuangan maka tidak boleh berhenti dan tidak gampang puas terhadap apa yang telah dilakukan dengan secara terus menerus melakukan peningkatan  penghidmatannya,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah IMNU, Budaya, Ahlussunnah Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock