Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha

Di antara yang membedakan antara shalat id (Idul Fitri atau Idul Adha) dan shalat sunnah pada umumnya adalah adanya khutbah. Keberadaan khutbah yang mengiringi pelaksanaan shalat bisa dianggap penanda bahwa shalat tersebut ada pada momen yang penting, seperti khutbah jum’at yang digelar pada hari berjuluk sayyidul ayyâm (rajanya hari) dan khutbah istisqa’ kala umat Islam dilanda kekeringan.

Idul Fitri dan Idul Adha adalah waktu istimewa. Karena posisinya yang spesial ini, Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berduyun-duyun keluar rumah untuk bersama-sama merayakan hari bahagia tersebut. Perempuan haid juga bisa turut melakukan hal yang sama, meski terpisah dari tempat shalat (lihat hadits riwayat Imam Bukhari Nomor 928). Mereka berhak mendengarkan khutbah, melantunkan takbir, doa, atau dzikir lainnya.

Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Khutbah Idul Fitri atau Idul Adha

Dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan Ali asy-Asyarbaji diterangkan bahwa berbeda dari shalat jum’at, khutbah pada shalat id dilaksanakan setelah shalat dua rakaat usai, bukan sebaliknya. Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menjelaskan bahwa Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar juga menunaikan dua shalat id sebelum khutbah.

Hukum khutbah dalam shalat id memang sunnah. Namun, ketika dikerjakan ia harus tetap memenuhi rukun khutbah. Rukun khutbah pada shalat id tidak berbeda dari rukun khutbah pada shalat jum’at, yakni memuji Allah, membaca shalawat, berwasiat tentang takwa, membaca ayat Al-Quran pada salah satu khutbah, serta mendoakan kaum Muslimin pada khutbah kedua.

Belajar Muhammadiyah

Khatib yang disyaratkan berdiri (bila mampu) saat berkhutbah disunnahkan menyela kedua khutbah dengan duduk sebentar. Sebagaimana diungkap dalam hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah yang berkata:

Belajar Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Pada khutbah pertama khatib disunnahkan memulainya dengan membaca takbir hingga sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua membukanya dengan takbir tujuh kali.

Saat khutbah berlangsung, jamaah diperintahkan untuk tenang, mendengarkannya secara seksama, agar memperoleh proses kesempurnaan shalat id. Wallâhu a’lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob

Pekalongan, Belajar Muhammadiyah



Pimpinan Wilayah Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PW LAZISNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak rob di Desa Pecakaran dan Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Jumat (23/6).?

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob

Bantuan berupa uang tunai dan sembako diserahkan langsung oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi. Terdapat sedikitnya 135 warga dhuafa dan anak yatim di kecamatan tersebut yang menerima manfaat.

“Walaupun jumlahnya tak seberapa, semoga (bantuan) ini akan membawa berkah untuk semuanya,” kata Suhaimi saat menyerahkan bantuan.

Rob di kedua desa terjadi sejak 2013, disebabkan pasangnya air laut. Seperti diketahui kedua desa berada di daerah pesisir. Pasang surut air laut di wilayah tesebut menyebabkan terkendalanya aktivitas warga, termasuk kesusahan mereka dalam kegiatan ekonomi.

Belajar Muhammadiyah

LAZISNU Kabupaten Pekalongan diresmikan 3 Juni 2017 dihadiri Bupati Pekalongan H Asif Qolbihi, PCNU dan banom NU di Kabupaten Pekalongan. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas

Cirebon, Belajar Muhammadiyah. Isu radikalisme masih jadi momok bagi pelajar saat ini. Lembaga survei juga menunjukkan betapa tingginya angka pelajar yang terkontaminasi paham radikal. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin menekankan kepada kader muda NU untuk membentengi diri dengan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah.

Hal itu ia sampaikan kepada pengurus PC IPNU dan PC IPPNU Kabupaten Cirebon usai mengisi kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Astanajapura di Pesantren Attarbiyatul Wathaniyah (PATWA), Astanajapura, Cirebon, Kamis (18/1).

“Penguatan ideologi Aswaja harus tertanam pada diri kader-kader muda NU agar tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran radikal,” katanya.

Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Wawan Arwani: Penguatan Ideologi Harus Menjadi Prioritas

Menurutnya, penguatan ideologi harus diutamakan dalam kegiatan Makesta ini. “Makanya, penguatan ideologi harus menjadi prioritas utama,” ujar salah satu pengasuh Buntet Pesantren itu.

Hal ini pun direspons Hamdan Tsani Tyo. Kepada Belajar Muhammadiyah, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Cirebon itu menyatakan bahwa hal tersebut menjadi perhatian PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon saat ini. Oleh karenanya, tema yang diambil  adalah “Mencetak Pelajar yang Berjiwa Sosial dan Berideologi Ahlussunnah wal Jamaah”.

Belajar Muhammadiyah

“Aswaja harus mendarah daging dalam diri setiap kader NU dan diperkuat dengan jiwa sosialnya sehingga tidak saja saleh ritual, tetapi juga saleh sosial,” katanya.

Makesta kali ini diikuti oleh 96 peserta dari berbagai sekolah dan pesantren di Kecamatan Astanajapura. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Olahraga, Halaqoh Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan adanya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, tidak usah dinilai bahwa Amerika mendukung zionis Yahudi.

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

“Trump mendukung Israel, itu saja,” tandas Gus Yahya kepada Belajar Muhammadiyah, Kamis (7/12).

Menurutnya harus dilihat bahwa Amerika tidak hanya terdiri dari Trump saja.

“Harus dilihat Amerika secara utuh, bukan hanya presidennya. Di sana ada senat, kongres, dan publik Amerika sendiri,” lanjut Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid. 

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu menyampaikan pada konflik Palestina-Israel, Amerika dan negara mana pun hendaknya tidak hanya berpikir tentang kepentingan ekonomi pragmatis saja. 

Belajar Muhammadiyah

“Jangan hanya memperhitungkan kepentingan ekonomi di Timur Tengah. Persoalan ini harus diselesaikan bersama,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Olahraga, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak

Pontianak, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Pontianak, Kalimantan Barat menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) di Pondok Pesantren Darussalam Pontianak Timur pada 18-20 Maret lalu.

Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahsiswa dan Pelajar Ikuti Lakmud IPNU Kota Pontianak

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari Mahasiswa UNTAN, IAIN Pontianak serta dari beberapa sekolah yang menjadi komisariat IPNU seperti SMAI Hisada, SMA Negeri 5 Pontianak dan SMKN Negeri 5 Pontianak.

Pada Lakmud ini, peserta mendapat materi seperti NU dan Aswaja dari Wakil Rais Syuriyah KH Ahmad Khairi, ke-IPNU-an dari Abdul Hamid (mantan Ketua IPNU Kota Pontianak 2008-2010, Kepemimpinan dari Agus Sulaiman (mantan Ketua IPNU Kota Pontianak 2006-2008), dan keorganisasian diisi dari Syamhadi (mantan Ketua IPNU Kota Pontianak 2012-2015).

Belajar Muhammadiyah

“Kami memang sengaja memberikan materi-materi tersebut kepada Ketua IPNU yang sebelumnya, agar lebih memberikan semangat kepada Peserta LAKMUD supaya semangat begerak dan senang berorganisasi di IPNU,” ungkap Ketua Panitia Lakmud, Saiful.

Ia berharap melalui Lakmud tersebut, IPNU mampu menjadi orientasi positif bagi kader-kader.

Belajar Muhammadiyah

Ketua PCNU Kota Pontianak, Nuralam, yang hadir pada pembukaan berpendapat, peserta Lakmud ini adalah bagian dari kekuatan NU ke depan.

“Di Lakmud inilah kita akan dibekali ilmu tambahan baik di luar kampus dan sekolah. Dan yang terpenting kader IPNU harus mampu mengedepankan Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jamaah,” pintanya.

Ia meminta kepada peserta Lakmud agar mengembangkan IPNU. “Maka insyaallah kader-kader akan turut andil menjadi pejuang para ulama, pewaris ulama, bahkan yakinlah kader-kader akan menjadi orang-orang yang akan sukses, berbakti pada orang tua, bangsa dan negara,” tambahnya.

Ketua IPNU Kota Pontianak Umar Dani mengatakan, Lakmud ini merupakan jenjang kaderisasi pasca Makesta (Masa Kegiatan Anggota). Oleh karena itu, Lakmud ini adalah penguatan bagi kader-kader agar lebih dalam lagi mengetahui serta memahami urgensinya ber-IPNU.

“Ber-IPNU lah dengan baik dan serius untuk mengmbangkan IPNU kedepan. Rekan-rekan adalah generasi kami,” pungkasnya. (Syam Hady/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul, Olahraga Belajar Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim

Jember, Belajar Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember menyantuni 120 anak yatim di tengah-tengah perayaan tahun baru 1439 Hijriyah di masjid Raudhotul Muchlisin, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Ahad (8/9). Total santunan itu mencapai Rp 35 juta.

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim

Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj. Emi Kusminarni mengajak banom NU yang lain semisal Fatayat, IPNU, IPPNU dan sebagainya untuk bergandengan tangan dalam menggarap program-program kemanusiaan. 

Sebab, dengan sinergi tersebut, kerja-kerja kemausiaan semakin ringan terasa dan jangkauannya pun tambah luas. 

"Mari kita bergandengan tangan untuk memerangi kemiskinan, ketidakberdayaan dan sebagainya, termasuk dalam menyantuni anak yatim," tukasnya.

Belajar Muhammadiyah

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqid Arif menyatakan bangga dengan kiprah Muslimat NU Jember selama ini. 

Menurutnya, kerja-kerja sosial Muslimat NU Jember telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Terus terang, saya bangga pada Muslimat yang kegiatannya banyak membantu pemerintah," pungkasnya di hadapan 2000-an hadirin. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Olahraga Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Belajar Muhammadiyah

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Belajar Muhammadiyah

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Olahraga, IMNU Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock