Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan berbagai satuan pasukannya di tiap wilayah atau provinsi telah siap menyambut para pemudik dengan mendirikan posko mudik di beberapa titik strategis. Untuk momen mudik tahun ini, Banser mengambil tema Istirahat untuk Selamat.

Posko Mudik Banser 2016 menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, ta’jil buka puasa, posko kesehatan serta ribuan personel Satuan khusus Banser Lalu-Lintas (Balantas) untuk membantu mengurai kemacetan yang sudah pasti terjadi dan meminimalisir kecelakaan.

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Posko Mudik Banser disebar dalam tiga jalur Darat di pulau jawa yaitu jalur lalu lintas utara, tengah dan selatan juga di beberapa titik di pulau sumatera dan terminal utama. “Posko Mudik Banser 2016 juga ditempatkan di beberapa titik bandara udara dan pelabuhan laut,” ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni dalam rilisnya, Selasa (28/6).

Posko Mudik Banser 2016 berjumlah 190 titik posko transportasi darat, 5 titik posko transportasi laut, dan 6 titik posko transportasi udara dengan penyebaran posko sebagai berikut:

Belajar Muhammadiyah

1. DKI Jakarta: 3 terminal utama dan 1 posko pelabuhan laut.

2. Jawa Barat: 23 posko jalur lalu lintas darat.

3. Jawa tengah: 126 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 2 Posko di bandar udara.

Belajar Muhammadiyah

4. DI Yogyakarta: 11 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko di bandar udara.

5. Jawa Timur: 22 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

6. Banten: 2 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

7. Lampung: 3 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut.

Kegiatan Posko Mudik Banser 2016 mulai diselenggarakan H-7 Idul Fitri atau tanggal 28 Juni 2016 sampai dengan H+7 Idul Fitri atau tanggal 14 Juli 2016 dimana dalam waktu tersebut merupakan pilihan sebagian besar masyarakat untuk mudik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Nusantara Belajar Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Majalengka, Belajar Muhammadiyah. Ketua PC IPNU Kabupaten Majalengka Deni Juhana mengusulkan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka untuk membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) guna memberikan perlindungan terhadap kekerasan anak yang semakin marak terjadi.

"Saya rasa, pemerintah kabupaten perlu segera membentuk KPAID agar anak mendapat pendampingan jika ada kasus yang menimpa mereka," ujar Deni di Ponpes Raudlatul Mubtadiin Cisambeng Palasah Majalengka, Kamis (29/1).

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Usulkan Pemkab Bentuk KPAID

Menurut Deni, Pemkab Majalengka harus banyak belajar dari beragam kasus kekerasan terhadap anak yang saat ini banyak terjadi di berbagai daerah.

Belajar Muhammadiyah

Deni menyebutkan, beberapa kasus yang terjadi yakni pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Kecamatan Ligung, Kecamatan Palasah, dan masih banyak lagi daerah yang mengalami hal serupa.?

Belajar Muhammadiyah

Terlebih menurutnya, ke depan Majalengka diprediksi bakal menjadi kawasan metropolitan dan kawasan industri. Dengan demikian, lanjut Deni, persaingan akan semakin dinamis dan kompleks sehingga akan mempengaruhi prilaku masyarakatnya juga.

Deni berharap dengan adanya KPAID juga diharapkan dapat menekan tingginya perbuatan kekerasan fisik terhadap anak, pelecehan seksual, dan tracfiking. "Dengan adanya lembaga baru ini setiap anak diharapkan dapat memperoleh pendampingan untuk keadilan," katanya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hikmah, News Belajar Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21

Makkah, Belajar Muhammadiyah

Komite Hijaz adalah sebuah kepanitiaan kecil yang dibentuk umat islam di Indonesia medio 1924-1925 bertepatan dengan berkuasanya Ibnu Saud, Raja Najed yang beraliran Wahabi, atas Hijaz (Makkah dan Madinah). Salah satu latar belakang kelahirannya adalah kebijakan anti pluralitas madzhab dan pemusnahan situs-situs peradaban Islam oleh Ibnu Saud. Komite Hijaz yang diketuai KH. Abdul Wahab Hasbullah menjadi embrio berdirinya Nahdlatul Ulama.

Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi mengingatkan kembali cerita itu. Menurutnya, Nahdlatul Ulama sejak awal berdiri memiliki visi dan cita-cita internasional. “Sesungguhnya NU lahir dengan perspektif dan cita-cita yang luar biasa. Perspektif global ini tidak boleh surut,” tuturnya.

Kiai Masdar berbicara dalam acara Silaturrahim PCINU Sedunia yang digelar di Rubat Jawa an-Nawawy, Distrik Misfalah, Kota Makkah al-Mukarramah, Arab Saudi. Utusan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) datang antara lain dari Belanda, Hongkong, Jepang, Lebanon, Malaysia, Maroko, Mesir, Pakistan, Sudan, Tunisia, Yaman, dan Aljazair.

Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar: Ini Tantangan Komite Hijaz Abad 21

“Saat ini kita bisa merasakan bagaimana haji sebagai laku napak tilas spiritual sudah hilang, rumah Rasulullah (bersama Sayyidah Khadijah-red) sudah tidak ada, petilasan-petilasan bersejarah juga sudah hilang. Ini tantangan komite hijaz abad 21 saya kira, bagaimana menjaga haji sebagai proses penulusuran sejarah spritual umat Islam,” tutur santri KH Ali Maksum Krapyak ini, Senin (21/9).

Dalam kesempatna yang sama, ia juga juga menekankan pentingnya berjamaah. Menurutnya, jamaah bukan sekadar kumpul, melainkan kumpulan manusia yang teroganisasi seperti halnya jamaah shalat, ada imam dan ada makmum.

Belajar Muhammadiyah

“Jamaah dalam konteks hablum minannas ya organisasi dan Indonesia sudah ideal, di mana organisasi-organisasi keagamaan tumbuh subur, tinggal bagaimana duduk bersama merespon isu lokal maupun isu internasional,” ujar Kiai Masdar.

Abdul Wahid Maktub, Staf Ahli Menristek Dikti RI, yang juga hadir dalam forum tersebut mengingatkan pentingnya merespon perubahan zaman. Ia mengatakan, dunia ini terus berubah karena itu bagian dari sunnatullah. Menjadi problem jika zaman berubah begitu cepat tetapi manusianya tidak berubah.

Wahid Maktub menekankan pentingnya kecepatan, kecermatan dan ketepatan dalam membaca keadaan zaman. Menurutnya NU harus mampu menjawab tantangan zaman dan harus semangat dan cepat berubah sebagaimana semangat jihad yang pernah digelorakan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. (Ridho Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah News, Pendidikan, Doa Belajar Muhammadiyah

Selasa, 06 Februari 2018

281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah

Aceh, Belajar Muhammadiyah. Sebanyak 281 siswa-siswi di Aceh mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa program Strata Satu (S1) ke beberapa Perguruan Tinggi di Timur Tengah di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (19/5).

Kepala Seksi Penjaminan Mutu Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Mizan Syaroni, disela-sela proses seleksi mengatakan, tes atau seleksi calon mahasiswa penerima beasiswa di Timur Tengah seperti ini diselenggarakan pada setiap tahun, hal ini dilakukan untuk merekrut calon penerima beasiswa dari Kementerian Agama, dibawah Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam.

281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

281 Siswa di Aceh Ikut Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah

"Kegiatan semacam ini khusus bagi calon mahasiswa yang akan dikirim ke beberapa perguruan tinggi di tiga negara di Timur Tengah yaitu Mesir, Maroko dan Sudan. Tahun ini ada 4883 orang yang mendaftar di seluruh Indonesia, sedangkan diterima hanya 55 orang yang akan dinyatakan lulus seleksi dengan komposisi antara lain, 20 orang dikirim ke Mesir, 20 ke Sudan dan 15 orang ke Maroko," ujarnya.?

Mizan menyebutkan, peserta yang mendaftar pada tahun 2016 ini mencapai 4483 orang, melalui panitia pada Sembilan Perguruan tinggi yang menjadi panitia pelaksana lokal, antara lain UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebanyak 281 pendaftar, 224 di UIN Raden Fatah Palembang, 167 di UIN Sumatera Utara, 374 di UIN Sultan Syarif Kasim Pekan Baru, 1745 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 682 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 597 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 328 di UIN Alauddin Makasar dan 85 orang di IAIN Antasari Banjarmasin.

Dia menambahkan, seleksi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam secara khusus melalui Subdit Kelembagaan, dari keseluruhan yang mengikuti seleksi ini akan diambil nilai tertinggi dari masing-masing wilayah, diupayakan ada kebijakan untuk pemerataan wilayah, namun yang lebih diutamakan merupakan nilai murni itu sendiri yang menjadi kriteria paling menentukan menurut jawaban masing-masing peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal untuk UIN Ar-Raniry Dr. H. Muhibbuthabry mengatakan, tahun 2016 ini jumlah pendaftar untuk program beasiswa ke Timur Tengah yang akan memilih perguruan tinggi pada tiga negara tersebut mencapai 281 orang, manyoritas mereka terdiri dari dayah atau pesantren yang ada di Aceh.

Belajar Muhammadiyah

Pelaksanaan tes ujian tulis bagi peserta dari Aceh dilakukan di Auditorium Ali Hasymi UIN Ar-Raniry selama satu hari, dengan materi tes antara lain hafalan ayat-ayat Al-Quran, pengetahuan Keislaman, pemahaman teks Arab, kemampuan berkomunikasi bahasa Arab, pengetahuan bidang Fiqih dan Hadits dan peserta diminta untuk mengarang dalam bahasa arab.

Pengumuman kelulusan akan disampaikan melalui situs resmi Direktorat Perguruan Tinggi Kemenag pada 25 Mei 2016 mendatang. "Harapan kami generasi muda Aceh ini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi di Timur Tengah," pungkas Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry. (Nat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah News Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan adanya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, tidak usah dinilai bahwa Amerika mendukung zionis Yahudi.

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Amerika Terlalu Mendukung Zionis? Ini Tanggapan Katib Aam

“Trump mendukung Israel, itu saja,” tandas Gus Yahya kepada Belajar Muhammadiyah, Kamis (7/12).

Menurutnya harus dilihat bahwa Amerika tidak hanya terdiri dari Trump saja.

“Harus dilihat Amerika secara utuh, bukan hanya presidennya. Di sana ada senat, kongres, dan publik Amerika sendiri,” lanjut Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid. 

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu menyampaikan pada konflik Palestina-Israel, Amerika dan negara mana pun hendaknya tidak hanya berpikir tentang kepentingan ekonomi pragmatis saja. 

Belajar Muhammadiyah

“Jangan hanya memperhitungkan kepentingan ekonomi di Timur Tengah. Persoalan ini harus diselesaikan bersama,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Olahraga, News Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

Polewali Mandar, Belajar Muhammadiyah. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat akan menghibahkan tanahnya seluas 3 hektar untuk pembangunan madrasah unggulan di Sulawesi Barat.

Madrasah tersebut akan berada di bawah manajemen Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebelum proses penyerahan tanah ke PBNU, waqif yang diketahui bernama H Nuhung itu berkordinasi dengan Kemenag dan BPN Polewali Mandar untuk mengurus sertifikat, Selasa (29/11).

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

"Banyak yang tertarik dengan tanah Pak H Nuhung ini, namun beliau tetap istiqomah ingin mewakafkan tanah tersebut kepada PBNU, dalam hal ini LP Ma’arif NU," ungkap H Basnang Said, salah seorang tim yang ditunjuk oleh LP Maarif Sulawesi Barat.

Dikatakannya, dari sisi keagamaan, masyarakat Polewali Mandar 100 persen berafiliasi dengan NU ditambah lagi H Nuhung adalah warga NU. Maka sangat wajar jika waqif lebih memilih PBNU sebagai nadzirnya dengan harapan tanah yang diwakafkan tersebut dapat digunakan untuk madrasah yang akan menampung pelajar yang berprestasi namun dari sisi ekonomi tidak berkecukupan.

Belajar Muhammadiyah

"Di atas tanah ini rencananya akan dibangun lembaga pendidikan yang lengkap dari mulai RA sampai MA dan SMK bahkan jika memungkin sampai Perguruan Tinggi NU," jelas Basnang.

Kecamatan Luyo, kata dia, merupakan salah satu kecamatan di Polewali Mandar yang punya Sumber Daya Manusia (SDM) cukup potensial hanya saja sarana prasarana pendidikan belum banyak tersedia sehingga diharapkan beberapa tahun ke depan Kecamatan Luyo bisa menjadi daerah yang maju.

"Penyerahan tanah wakaf ini rencananya akan dilakukan pada saat Rakernas Ma’arif NU pada 6-8 Desember 2016 di Jakarta, semoga sertifikatnya sudah jadi dan akan dibawa oleh perwakilan Ma’arif NU Sulbar," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Hikmah, Budaya, News Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Wonogiri, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IV di Pondok Pesantren Al Amanah Sempon, Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri, Ahad (12/1). Sebanyak 450 pengurus NU dari 24 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan 73 Pengurus Ranting NU se-Kabupaten Wonogiri hadir dalam perhelatan akbar ini.

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Bersamaan dengan acara tersebut, Bupati Wonogiri melalui Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonogiri, Sulardi berpesan agar warga NU menyukseskan pesta demokrasi tahun ini dengan cara menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 mendatang.

Ketua PCNU H. Mubarok mendukung dan mempersilakan semua warga NU memilih partai apa saja yang bisa menjadi penampung aspirasinya.”Karena NU ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Oleh karena itu NU mempersilakan warganya untuk menyampaikan aspirasi politiknya di manapun yang dikehendaki,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Tampak hadir pula Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Prof Dr Abu Hafsin, Wakil Ketua PWNU Jateng Syamsudin Asrofi, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Setyo Nugroho, Kepala Kantor Kemenag Syafrudin, dan pejabat Kecamatan Jatisrono.

Belajar Muhammadiyah

Panitia Penyelenggara H Ahmad Farid menyampaikan, acara yang digelar 5 tahunan ini akan memilih kepengurusan Cabang NU Kabupaten Wonogiri masa bakti 2014-2019 dan merumuskan paradigma baru dalam merespon perubahan-perubahan sosial yang ada dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bersih dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin dalam pengarahannya merasa bangga atas keberhasilan NU di Kabupaten Wonogiri yang dalam kurun waktu 20 tahun ini telah tumbuh berkembang dengan pesat.

“Dulu tahun 1994 saya datang ke Wonogiri tidak pernah ada konferensi, ketua syuriah dan tanfidziah dirangkap satu orang, MWC hanya berupa majelis taklim dan belum ada pengurus di tingkat ranting, sekarang perkembangan NU di Kabupaten Wonogiri sudah sangat besar. Jika dilihat dari faktor geografis dan budayanya, saya yakin Kabupaten Wonogiri ini akan lebih cocok berdampingan model Islam NU yang bisa berjalan sejajar dengan tradisi budaya Wonogiri,” terangnya.

Menurut Abu Hafsin, kecocokan ini disebabkan karena Islam NU adalah islam yang inklusif bukan Eksklusif. Yang artinya Islam yang sangat toleran dengan budaya lokal yang tidak begitu saja mengatakan bid’ah dan musyrik terhadap segala sesuatu.  (Yuni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kajian, News Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock