Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Toleransi tidak cukup hanya dipahami dan dilakukan tetapi juga dibutuhkan. Karena kita beragam, maka sesuatu yang beragam ini membutuhkan sesuatu untuk disikapi dengan toleransi. Toleransi ini adalah kebutuhan, di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut. Sehingga masing-masing kita tetap harmonis dan ada dalam keselamatan.

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Toleransi adalah Kebutuhan

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional yang mengetengahkan tema Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk yang diselenggarakan Pusat Studi Agama-Agama Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Rabu (10/8). Menag mengapresasi tema yang diangkat, karena sangat sesuai dengan konteks Indonesia yang plural.

"Ini yang saya maknai dengan toleransi," jelas Menag.

Dalam pandangannya, dalam iklim kita, toleransi ini sangat dinamis karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuknya. Belakangan ini, persoalan toleransi ini sangat kompleks karena kita hidup di dunia yang tanpa batas, kita hidup didunia yang mendunia (menglobal). Daratan menjadi menyusut tetapi manusia bertambah banyak, sehingga banyak persaingan yang muncul dan menjadi semakin ketat.

"Dengan era digital yang menjadi kebutuhan manusia, menjadikan persaingan semakin erat. Kehidupan sekarang menjadikan banyak orang semakin stres (bahkan dimulai ketika bangun tidur). Saya ingin menggambarkan bahwa tekanan kita sebagai manusia semakin berat. Lalu bagaimana kita menyikapi perbedaan? Karena saat ini banyak orang yang mudah tersulut emosi dengan hal-hal yang kecil bukan urusan prinsipil," ujar Menag.

Belajar Muhammadiyah

Tantagan yang dihadapi dalam masyarakat majemuk ini, ujar Menag, adalah tentang pemahanan kita tentang toleransi itu. Ada pengertian di dalam beberapa agama yang memiliki pemikiran bahwa semua orang harus menjadi sama (homogen), tetapi menurut Menag bukan itu yang menjadi keinginan Tuhan.

"Dalam agama saya mengajarkan bahwa Tuhan itu menghendaki keberagaman. Perlu dibedakan sisi dalam dan luar. Sisi dalam adalah hal yang berdasarkan tentang esensial dari agama, sisi luar adalah yang lahiriah (cara peribadatan)," ucap Menag.

Berbicara dari sisi luar, terang Menag, banyak cara beribadah (dalam satu agama saja, banyak cara kita beribadah). Tetapi jika berbicara sisi dalam, dalam setiap agama sama, misalnya berbicara tentang keadilan, HAM, persamaan di depan hukum, jangan mencuri, dan lainnya.

Belajar Muhammadiyah

"Setiap agama memiliki esensi yang sama, sehingga tantangan yang harus diwujudkan setiap agama adalah berbicara tentang sisi dalam yaitu tentang esensi. Sehingga toleransi dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat. Konflik yang sering muncul adalah karena sisi luar dari setiap agama banyak dimunculkan," ucap Menag.

Tantangan yang lain, lanjut Menag, adalah terlalu berlebihan memaknai toleransi. Karena terlalu semangat bertoleransi menyebabkan agama menjadi sama dan tidak dapat dibedakan. Perilaku membangun toleransi dapat mendapatkan ancaman ketika toleransi dipahami secara berlebihan sehingga keyakinan itu menjadi terganggu.

"Prinsipnya adalah toleransi tetap terjadi, namun aqidah setiap agama tetap terjaga. Inilah yang harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana agar kehidupan yang beragam tetap terjaga," tutur Menag. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kiai Belajar Muhammadiyah

Jumat, 16 Februari 2018

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Pondok Pesantren VII dan MTQ Internasional I antar lembaga-lembaga Al-Qur’an di Pontianak Kalimantan Timur pada Oktober 2011 mendatang.



Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan MTQ Internasional, JQH NU Studi Banding ke Mesir

Khusus untuk persiapan MTQ Internasional I, PP JQH NU akan mengadakan studi banding ke Mesir pada saat diberlangsungkannya MTQ Internasional di sana, pada 29 Agustus hingga 5 September 2010 mendatang.

Rombongan yang akan berangkat ke Mesir antara lain Ketua Umum PP JQH KH A. Muhaimin Zen, Pengurus PP JQH Hj. Khadijatus Sholihah, Sekretaris PW JQH Kaltim Muhammad Zuraini Ikhsan, dan Bendahara PW JQH Kaltim Hj. Sri Wahyuni.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Ketua Umum PP JQH KH Muhaimin Zen, rombongan akan berangkat ke mesir pada Sabtu, 28 Agustus dan akan mengikuti pelaksanaan JQH hingga usai. Selain memimpin studi banding, dirinya juga bertindak sebagai pembina peserta MTQ Internasional Mesir dari Indonesia.

Adapun materi studi banding yang dilakukan meliputi sistem penyelenggaraan, sistem rekrutmen peserta, sistem perhakiman, tata tertib peserta, pedoman standar peraturan kejuaraan serta hak dan kewajiban peserta.

?

Belajar Muhammadiyah

“Untuk keperluan studi banding itu kami akan bekerjasama dengan KBRI setempat dan PCINU di Mesir,” kata Muhaimin Zen di kantor PP JQH, lantai 4 PBNU Jakarta, Senin (23/8).

Diharapkan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internaional di Mesir ini dapat menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan MTQ Internasional yang dilaksanakan PP JQH di Kaltim tahun depan.

Selain ke Mesir, rencananya PP JQH dan PW JQH Kaltim juga akan mengadakan studi banding atas pelaksanaan MTQ Internasional di empat negara, yakni Arab Saudi, Jordan, Libya, dan Malaysia. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional, Meme Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Jakarta, Belajar Muhammadiyah
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholars-ICIS II) siap digelar.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dan Raja Yordania Abdullah II, sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir pada hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar 20-22 Juni mendatang di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Kepastian itu didapat sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/6)

PBNU, ungkap Hasyim, juga telah mengundang Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) Javier Solana dan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. “Kita juga telah mengundang Vatikan (Paus Benediktus XVI). Namun sampai sekarang belum ada jawaban, mudah-mudahan besok sudah ada jawaban,“ ungkapnya.

Selain itu, imbuh Hasyim, hampir seluruh peserta dari luar negeri juga sudah menyatakan siap untuk hadir pada acara tersebut. “Dari 57 negara yang kita undang, 53 negara sudah menyatakan siap hadir,“ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana ICIS II, Rozy Munir mengungkapkan bahwa konferensi internasional tersebut akan di buka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

“Presiden (SBY) menyatakan akan membuka acara ini. Hal itu terungkap saat kita (PBNU) mengadakan audiensi dengan beliau beberapa waktu lalu,“ terang Rozy.

Redakan Konflik Timur-Barat

Menurut Hasyim, agenda utama dari ICIS II adalah membahas upaya peredaan konflik antara dunia Timur dan Barat.

Konflik antara Timur dan Barat, tegas Hasyim, bukanlah konflik agama, sebagaimana hal itu dipahami selama ini. “Konflik Timur dan Barat itu adalah konflik hegemoni politik dan ekonomi dari Barat, bukan konflik agama,” tegasnya.

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini menambahkan, persoalan ketegangan di antara sesama umat Islam, baik di Indonesia maupun di luar negeri, juga akan menjadi perhatian dalam konferensi yang akan diikuti sekitar 300 peserta ini.

“Konflik antara Hamas dan Fatah di Palestina, Syiah dan Sunni di Iran, dan lain sebagainya juga akan dibahas,“ terang Hasyim.

Akomodir Semua Madzhab

Penyelenggaraan ICIS, kata Hasyim, berbeda dengan konferensi semacamnya. ICIS, menurutnya, akan mengakomodir semua madzhab di dalam Islam. “Kalau konferensi lainnya hanya berkutat pada satu madzhab saja, maka di ICIS ini semua madzhab kita undang, asalkan bisa berpikir moderat,“ terangnya.

Tak hanya itu. Pesertanya pun merupakan perwakilan dari ulama atau cendikiawan dari masing-masing negara. “Pesertanya adalah ulama yang muktabar atau yang signifikan untuk mengikuti konferensi ini,“ ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Daerah Belajar Muhammadiyah

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Rabu, 07 Februari 2018

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini hadir memberikan motivasi kapada korban bencana banjir di kampung Cipinang Muara Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak dan keluarga korban pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi musibah.

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

"Kita harus sabar namun tetap optimis bahwa semua ada hikmahnya. Yang penting jangan putus asa," jelasnya, Rabu.

PBNU, lanjut Helmy, telah mengirimkan relawan yang dimotori oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU). Sebanyak puluhan personil diturunkan ke lokasi yang tersebar di beberapa titik sejak Ahad (19/2).

"PBNU memprioritaskan program-program kemanusiaan. Beberapa waktu lalu di Pidie Jaya, Aceh dan juga Brebes. Sekarang kita di Jakarta," jelas Helmy.

Saat dikonfirmasi, Ketua PP LPBI NU, Ali Yusuf mengatakan bahwa LPBI NU pusat dibantu oleh LPBI NU DKI Jakarta yang memiliki Tenaga relawan yang dari kalangan santri (Santri Siaga Bencana).

Belajar Muhammadiyah

"Kami sudah turun sejak hari minggu. Kami dibantu oleh realawan Sntri Siaga Bencana yang merupakan bagian dari LPBINU DKI Jakarta," jelas Ali.

Jenis bantuan yang diberikan oleh LPBINU adalah sembako dan juga kebitujan sekolah. "Kami prioritaskan sembako san juga alat-alat sekolah," pungkas Ali. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Bahtsul Masail, Daerah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian

Jakarta, Belajar Muhammadiyah



Alissa Wahid, putri pertama Gus Dur menyampaikan sambutan atas nama keluarga dalam acara haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-7 di komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan. Jumat (23/12).

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Ingatkan Pesan Gus Dur untuk Jaga Perdamaian

Pada kesempatan tersebut, Alissa mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para hadirin, khususnya kepada presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menurutnya, haul adalah tradisi Nahdlatul Ulama, yakni bagaimana mengambil pelajaran dari para pendahulu kita. Lebih lanjut, untuk haul kali ini sangat bermakna karena bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sesuai dengan tema yang diangkat haul pada kali ini, Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Kata Alissa, Perdamaian bagi Gus Dur itu bukan statis, melainkan dinamis dan harus terus dipelihara. Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.

“Yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda jangan disama-sama-kan!” tegasnya menirukan Gus Dur.

Belajar Muhammadiyah

Hadir pula pada haul ini, mantan Wapres Budiono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, KH ? Said Aqil Siroj, Kapolri Jendral Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantio, Habib Umar Muthohar, Acep Zam Zam Noor, Frans Magnis Suseno, Sabam Sirait dll.(Husni Sahal/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Jember, Belajar Muhammadiyah



Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak pernah sunyi dari prestasi. Lima hari yang lalu, tim dari SMA Nuris berhasil meraih juara dua Lomba Robotika Follower di Universitas Brawijaya, Malang. 

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Tim yang terdiri dari Nur Indrayanto, M. Firma Ramadhan dan M. Iqbal Abdullah tersebut cukup piawai dalam membuat robot, sehingga dapat mengalahkan robot lainnya karya berbagai SMA favorit di Indonesia.

Tahun lalu, wakil SMA Nuris juga berprestasi dengan merengkuh juara tiga Lomba Robotika Follower di Malang setelah mengalahkan peserta dari Jawa dan Bali

Kendati demikian, untuk mencapai prestasi itu tidaklah mudah. Menurut M. Firma Ramadhan, salah satu tahapan yang harus dilalui adalah presentasi. Lalu diseleksi hingga menjadi 8 tim, setelah menyingkirkan 15 tim lainnya. Akhirnya tersisa 8 tim, lalu mengerucut menjadi 4 tim. Di situlah, kemudian ditentukan juaranya. 

Belajar Muhammadiyah

"Alhamdulillah, robot kami lancar saat mengikuti garis, dan tidak pernah error dan berjalan dengan baik, karena sensornya bekerja," ucapnya di Nuris, Kamis (9/11).

Sementara itu, Kepala SMA Nuris, Gus Robith Qoshidi menegaskan bahwa robotika merupakan salah satu program tekonologi di Nuris, di samping teknologi inovasi, teknokogi otomotif dan sebagainya. 

Sejauh ini Nuris terus memacu anak didiknya untuk mengeksplore bakat dan kemampuannya di bidang sains, dengan mendirikan Madrasah Sains (M-Sains). M-Sains memberi wadah sekaligus menggali bakat siswa-siswi di berbagai bidang unggulan ektrakurikuler. Hasilnya, anak didik Nuris seringkali meraih juara di berbagai ajang nasional maupun internaional.

"Kami ingin terus mendorong agar santri juga punya kemampuan di bidang sains karena santri dan pesantren juga mampu untuk itu," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Wonogiri, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IV di Pondok Pesantren Al Amanah Sempon, Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri, Ahad (12/1). Sebanyak 450 pengurus NU dari 24 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan 73 Pengurus Ranting NU se-Kabupaten Wonogiri hadir dalam perhelatan akbar ini.

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kofercab, NU Wonogiri Diminta Sukseskan Pemilu

Bersamaan dengan acara tersebut, Bupati Wonogiri melalui Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonogiri, Sulardi berpesan agar warga NU menyukseskan pesta demokrasi tahun ini dengan cara menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 mendatang.

Ketua PCNU H. Mubarok mendukung dan mempersilakan semua warga NU memilih partai apa saja yang bisa menjadi penampung aspirasinya.”Karena NU ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Oleh karena itu NU mempersilakan warganya untuk menyampaikan aspirasi politiknya di manapun yang dikehendaki,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Tampak hadir pula Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Prof Dr Abu Hafsin, Wakil Ketua PWNU Jateng Syamsudin Asrofi, Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Setyo Nugroho, Kepala Kantor Kemenag Syafrudin, dan pejabat Kecamatan Jatisrono.

Belajar Muhammadiyah

Panitia Penyelenggara H Ahmad Farid menyampaikan, acara yang digelar 5 tahunan ini akan memilih kepengurusan Cabang NU Kabupaten Wonogiri masa bakti 2014-2019 dan merumuskan paradigma baru dalam merespon perubahan-perubahan sosial yang ada dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bersih dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin dalam pengarahannya merasa bangga atas keberhasilan NU di Kabupaten Wonogiri yang dalam kurun waktu 20 tahun ini telah tumbuh berkembang dengan pesat.

“Dulu tahun 1994 saya datang ke Wonogiri tidak pernah ada konferensi, ketua syuriah dan tanfidziah dirangkap satu orang, MWC hanya berupa majelis taklim dan belum ada pengurus di tingkat ranting, sekarang perkembangan NU di Kabupaten Wonogiri sudah sangat besar. Jika dilihat dari faktor geografis dan budayanya, saya yakin Kabupaten Wonogiri ini akan lebih cocok berdampingan model Islam NU yang bisa berjalan sejajar dengan tradisi budaya Wonogiri,” terangnya.

Menurut Abu Hafsin, kecocokan ini disebabkan karena Islam NU adalah islam yang inklusif bukan Eksklusif. Yang artinya Islam yang sangat toleran dengan budaya lokal yang tidak begitu saja mengatakan bid’ah dan musyrik terhadap segala sesuatu.  (Yuni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Kajian, News Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock