Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Boyolali, Belajar Muhammadiyah


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Boyolali, kepada perwakilan Ansor-Banser setempat yang ikut menjadi relawan.

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Kepada Belajar Muhammadiyah, Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, mengatakan pemberian bantuan terwujud dari upaya bersama dari para kader Ansor dan Banser di Boyolali. “Semoga dapat meringankan beban mereka yang tertimpa musibah," ujar Choiruddin, Sabtu (24/12).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan, dari seluruh sahabat Ansor, termasuk dari Anak Cabang. “Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengadakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir ini,” kata dia.

Choiruddin menambahkan, dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir.

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi

Pasuruan, Belajar Muhammadiyah - Maraknya kasus investasi fiktif atau bodong di tengah masyarakat direspon secara tegas dan cepat oleh Lakpesdam NU Kota Pasuruan. Lakpesdam NU Kota Pasuruan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan salah seorang angoota DPR RI untuk menjaga masyarakat dari penipuan dalam investasi, Jumat (4/11).

Lakpesdam NU Kota Pasuruan menggelar diskusi publik bertajuk "Menciptakan Investasi Aman Menuju Masyarakat Berdaya Saing Global" di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan.

Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Investasi Bodong, Lakpesdam NU Kota Pasuruan Ajak Warga Melek Investasi

Tampak hadir sebagai narasumber anggota DPR RI Komisi XI H Mukhamad Misbakhun, Pimpinan OJK Regional Jawa Timur Dani Surya Sinaga, dan Dr Nurul Badriyah Bayhaqi dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang.

Belajar Muhammadiyah

Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan H Muhammad Naliur Rahman menekankan agar masyarakat khususnya warga NU untuk melek investasi.

Belajar Muhammadiyah

"Warga NU itu jangan hanya fokus pada investasi akhirat, tapi kita juga harus fokus pada program investasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat," kata kiai muda ini.

Misbakhun menekankan pentingnya investasi yang sehat kepada nahdliyin "Warga NU harus berinvestasi secara aman, cerdas, dan tepat, serta bersikap kritis dengan menanyakan perizinan dari OJK pada lembaga investasi."

Sedangkan Dr Nurul Badriyah mengangkat pentingnya gerakan untuk menumbuhkan lembaga investasi berbasis lokal dalam era global. "Lembaga investasi lokal harus tetap eksis di tengah arus globalisasi untuk membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat," kata Ning Nurul.

Dani Surya menjelaskan tugas dan fungsi OJK kepada para peserta diskusi yang terdiri atas unsur PCNU Kota Pasuruan, mahasiswa, dan akademisi di Kota Pasuruan.

Menurut Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin, investasi bodong makin banyak menggerogoti ekonomi masyarakat. "Beragam motif investasi fiktif bahkan yang berkedok agama menjadi momok bagi kita semua dan perlu gerakan bersama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat."

Diskusi publik ini dibuka secara langsung oleh Walikota Pasuruan H Setyono. Ia mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur oleh investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak rasional. (Zulkarnain Mahmud/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Fragmen, Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Jakarta, Belajar Muhammadiyah
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholars-ICIS II) siap digelar.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dan Raja Yordania Abdullah II, sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir pada hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar 20-22 Juni mendatang di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Kepastian itu didapat sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/6)

PBNU, ungkap Hasyim, juga telah mengundang Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) Javier Solana dan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. “Kita juga telah mengundang Vatikan (Paus Benediktus XVI). Namun sampai sekarang belum ada jawaban, mudah-mudahan besok sudah ada jawaban,“ ungkapnya.

Selain itu, imbuh Hasyim, hampir seluruh peserta dari luar negeri juga sudah menyatakan siap untuk hadir pada acara tersebut. “Dari 57 negara yang kita undang, 53 negara sudah menyatakan siap hadir,“ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana ICIS II, Rozy Munir mengungkapkan bahwa konferensi internasional tersebut akan di buka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

“Presiden (SBY) menyatakan akan membuka acara ini. Hal itu terungkap saat kita (PBNU) mengadakan audiensi dengan beliau beberapa waktu lalu,“ terang Rozy.

Redakan Konflik Timur-Barat

Menurut Hasyim, agenda utama dari ICIS II adalah membahas upaya peredaan konflik antara dunia Timur dan Barat.

Konflik antara Timur dan Barat, tegas Hasyim, bukanlah konflik agama, sebagaimana hal itu dipahami selama ini. “Konflik Timur dan Barat itu adalah konflik hegemoni politik dan ekonomi dari Barat, bukan konflik agama,” tegasnya.

Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini menambahkan, persoalan ketegangan di antara sesama umat Islam, baik di Indonesia maupun di luar negeri, juga akan menjadi perhatian dalam konferensi yang akan diikuti sekitar 300 peserta ini.

“Konflik antara Hamas dan Fatah di Palestina, Syiah dan Sunni di Iran, dan lain sebagainya juga akan dibahas,“ terang Hasyim.

Akomodir Semua Madzhab

Penyelenggaraan ICIS, kata Hasyim, berbeda dengan konferensi semacamnya. ICIS, menurutnya, akan mengakomodir semua madzhab di dalam Islam. “Kalau konferensi lainnya hanya berkutat pada satu madzhab saja, maka di ICIS ini semua madzhab kita undang, asalkan bisa berpikir moderat,“ terangnya.

Tak hanya itu. Pesertanya pun merupakan perwakilan dari ulama atau cendikiawan dari masing-masing negara. “Pesertanya adalah ulama yang muktabar atau yang signifikan untuk mengikuti konferensi ini,“ ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Daerah Belajar Muhammadiyah

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim Siap Digelar

Minggu, 04 Februari 2018

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik

Jember, Belajar Muhammadiyah - Sejumlah pengurus Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (12/3) sekitar pukul 16.00 WIB mengunjungi petani hidroponik di Yayasan Roudlotul Mutaalimin (Yasrama) Gumuk Sanggar Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Kunjungan para pengurus organisasi putra? kiai Nahdlatul Ulama? (NU) ini dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat bagaimana cara bertani dengan sitem hidroponik.

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik

“Kami sangat tertarik sekali, makanya kami ke sini bersama pengurus untuk belajar bagaimana bertani? hidroponik dengan sistem green house ini , mudah-mudahan bisa dikembangkan di pondok-pondok pesantren,” jelas? Ketua Asparagus Jember, Gus Rodi.

Menurut salah satu pengurus Pondok Pesantren Darus Sholah, Tegal Besar, Kaliwates Jember ini, sebenarnya potensi pesantren sangat besar.

Belajar Muhammadiyah

“Di ponpes Jember ini, hidup ratusan ribu santri dan sejumlah lahan yang masih belum dimanfaatkan, khususnya di desa-desa. Hal ini merupakan potensi terpendam. Bisa dijadikan pasar sekaligus produsen.? Jika dikelola dengan baik saya yakin akan luar biasa,” jelasnya.

Belajar Muhammadiyah

Pernyataan ini dikuatkan Gus Robif. Putra kiai asal? Kecamatan Umbulsari ini mengakui bahwa lahan yang belum dimanfaatkan di pondoknya masih cukup luas. Karena masih belum tahu ilmunya, maka lahan itu masih dibiarkan begitu saja.

Padahal, kalau dimanfaatkan untuk kebutuhan sayur, seperti kangkung, sawi? dan sayuran lain yang harus dibeli setiap hari tidak kurang dari dua karung. “Untuk itu kami berpikir pesantren harus bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, khususnya kebutuhan sehari-hari,” timpal Gus Fauzan.

“Makanya kami berpikir bagaimana pesantren dapat memanfaatkan potensinya. Sebagai lembaga dari putra-putra kiai, kami ingin mengembangkan ekonomi pesantren. Sebelum mengembangkan yang lain, mungkin bertani hidroponik, bisa kita awali,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Yasrama Kustiono Musri menyampaikan kesenangannya dikunjungi para putra kiai nu ini. Menurutnya mimpi itu juga terselip di benaknya.

“Saya juga mimpi, untuk mengembankan hidroponik ke seribu pesantren. Kedatangan para lora dan gus membuat mimpi itu mendekati kenyataan. Kami berharap pertemuan ini bukan akhir, tapi awal. Kami siap 25 jam menerima kedatangan njenengan,” katanya.

? ?

Sebelumnya para lora dan gus yang datang setelah shalat Ashar langsung menuju lokasi penanaman hidroponik. Ada beberapa jenis sayuran yang ditanam, antara lain sawi, kangkung, lombok, tomat, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu tampak para lora dan gus ini? serius mengamati semua jenis tanaman sayuran, sambil menanyakan polanya mulai dari sistem penanaman, perawatan, biaya yang dibutuhkan, tenaga dan pemasarannya. (Eros/Mahbib)

?

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Jember, Belajar Muhammadiyah



Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak pernah sunyi dari prestasi. Lima hari yang lalu, tim dari SMA Nuris berhasil meraih juara dua Lomba Robotika Follower di Universitas Brawijaya, Malang. 

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, SMA Pesantren Nuris Juara Robotika Follower

Tim yang terdiri dari Nur Indrayanto, M. Firma Ramadhan dan M. Iqbal Abdullah tersebut cukup piawai dalam membuat robot, sehingga dapat mengalahkan robot lainnya karya berbagai SMA favorit di Indonesia.

Tahun lalu, wakil SMA Nuris juga berprestasi dengan merengkuh juara tiga Lomba Robotika Follower di Malang setelah mengalahkan peserta dari Jawa dan Bali

Kendati demikian, untuk mencapai prestasi itu tidaklah mudah. Menurut M. Firma Ramadhan, salah satu tahapan yang harus dilalui adalah presentasi. Lalu diseleksi hingga menjadi 8 tim, setelah menyingkirkan 15 tim lainnya. Akhirnya tersisa 8 tim, lalu mengerucut menjadi 4 tim. Di situlah, kemudian ditentukan juaranya. 

Belajar Muhammadiyah

"Alhamdulillah, robot kami lancar saat mengikuti garis, dan tidak pernah error dan berjalan dengan baik, karena sensornya bekerja," ucapnya di Nuris, Kamis (9/11).

Sementara itu, Kepala SMA Nuris, Gus Robith Qoshidi menegaskan bahwa robotika merupakan salah satu program tekonologi di Nuris, di samping teknologi inovasi, teknokogi otomotif dan sebagainya. 

Sejauh ini Nuris terus memacu anak didiknya untuk mengeksplore bakat dan kemampuannya di bidang sains, dengan mendirikan Madrasah Sains (M-Sains). M-Sains memberi wadah sekaligus menggali bakat siswa-siswi di berbagai bidang unggulan ektrakurikuler. Hasilnya, anak didik Nuris seringkali meraih juara di berbagai ajang nasional maupun internaional.

"Kami ingin terus mendorong agar santri juga punya kemampuan di bidang sains karena santri dan pesantren juga mampu untuk itu," jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Humor Islam, Daerah Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Toriq Triono mengatakan, setiap minggunya BNPT menerima deportasi warga negara Indonesia dari Negara-negara Timur Tengah, terutama dari Turki. Hal itu disebabkan karena mereka tidak memiliki kelengkapan dokumen seperti paspor.

“Setiap Minggu kami menerima deprortasi dari Turki,” kata Toriq.

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Pekan BNPT Terima Deportasi WNI dari Timur Tengah

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan materi pembuka dalam acara Seminar Dampak Media Sosial Terhadap Terorisme di Auditorium Lantai 3 Gedung IASTH Universitas Indonesia Jakarta, Kamis (4/5).

Sekembalinya dari Negara Timur Tengah, jelas Toriq, mereka diasramakan di lembaga-lembaga rehabilitasi negara karena mereka sudah tidak memiliki rumah lagi. “Mereka jual semua untuk hijrah ke Syria,” terangnya.

Belajar Muhammadiyah

Toriq menambahkan, mereka yang kembali ke Indonesia mengaku kecewa karena apa yang terjadi di sana tidak sesuai dengan apa yang ada di media-media sosial. “Apa yang dialami di sana tidak sama dengan apa yang dipropagandakan di media sosial,” urainya.

Ia menilai, lemahnya regulasi yang ada di Indonesia menjadi salah satu sebab mengapa banyak orang yang pergi ke Negara-negara Timur Tengah yang sedang berkonflik. Ia menjelaskan, Undang-Undang Indonesia hanya bisa mengawasi apa yang terjadi di media sosia dan belum bisa menjangkaunya.

Belajar Muhammadiyah

“Undang-Undang kita tidak bisa menjangkau. Kita hanya bisa mengawasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Toriq menyatakan, saat ini ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi terorisme. Pertama, memperkuat regulasi. Saat ini, Undang-Undang tentang terorisme sedang diperkuat, salah satu poinnya adalah dengan melarang propaganda terorisme di media sosial.

“Kedua, kontra-narasi untuk menandingi narasi sempit yang disebarkan oleh para pelaku teror,” pungkasnya.

Saat ini, BNPT berhasil memonitor ada sekitar lima ratus orang yang sedang berada di Syria. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Doa, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Belajar Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur

Kudus, NU Onine. Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapat apresiasi dari para seniman dan budayawan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran buku antologi puisi buat Gus Dur “Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel” oleh Dewan Kesenian Kudus, Sabtu, (28/9).

Acara peluncuran dilaksanakan di di Rumah Makan Bambu Wulung Jl Kudus-Pati Km 5 Ngembalrejo, Kudus. Hadir dalam kesempatan ini putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari atau sering disapa Inayah Wahid.

Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Dewan Kesenian Kudus Luncurkan Kumpulan Puisi Gus Dur

Dalam sambutannya, Inayah menggatakan, selama hidup bersama ayahnya dirinya hanya mendapatkan satu pesan. Pesan itu, menurut dia, terlihat ringan namun berat untuk dilaksanakan, yakni membaca.

Belajar Muhammadiyah

"Gus Dur merupakan sosok yang gemar membaca, hidupnya ia habiskan untuk membaca bahkan ketika ia tidak mampu melihat ia sempatkan selalu membaca meski anak-anaknya disuruh membacakan dan Gus Dur mendengarkan. Bahkan Gus Dur selalu membaca meski hanya lewat audio visual," tuturnya.

Belajar Muhammadiyah

Inayah Wahid juga turut serta membacakan satu puisi yang termuat dalam puisi untuk Gus Dur tersebut. Diikuti para penyair dari berbagai kota, antara lain Leak Sosiawan dari Solo, Kidung Purnama dari Cilacap, Mahbub Junaidi dari Wonosobo dan para penyair yang tersebar khususnya dari pulau Jawa.

Ketua Dewan Kesenian Kudus Aris Junaidi mengatakan, baginya, bahkan semua orang, Gus Dur selalu hidup, baik pemikiran, perilaku, sikap maupun gaya khasnya yang terkadang nyeleneh. 

Menurut dia, Gus Dur yang pernah menjadi ketua Fewan Kesenian Jakarta itu mampu membuka jalan baru. Artinya, ketika banyak orang lewat jalur kanan, Gus Dur berani menantang lewat jalur kiri. Begitupun jalan baru itu bukan untuk dikuasai pribadi, namun untuk semua dan untuk kita supaya terbuka cara pandang baru.

Judul puisi “Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel” yang dijadikan judul buku ini adalah karya Eka Bambang Prasetya, penyair dari Magelang yang tinggal di Jombang dan Kalimantan Selatan. Pengalamannya dengan Gus Dur adalah saat cucu KH Hasyim Asy’ari ini mengajadi para pemuda tentang makna hidup dan out bound di antara Dam Sengon hingga Jembatan Panengel di kota santri, Jombang. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Halaqoh Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock