Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Jam Bencet di Masjid Tegalsari

Jam bencet yang ada di serambi Selatan Masjid Tegalsari Surakarta menjadi penanda waktu shalat. Inilah karya ulama tempo doeloe yang hingga kini masih akurat. Bencet atau sundial, salah satu khazanah ilmu falak.

“Jam bencet ini sejak dulu digunakan untuk penentuan jadwal sholat di Masjid Tegal Sari, sampai sekarang,” terang Erma Yohansyah, Imam Masjid Tegalsari.

Jam Bencet di Masjid Tegalsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Jam Bencet di Masjid Tegalsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Jam Bencet di Masjid Tegalsari

Keakuratan jam ini, pernah dibuktikan oleh pak AR, guru fisika dan pakar ilmu falak di Solo. Ketika itu ia menghitung waktu dzuhur untuk waktu bagian Kota Solo dan sekitarnya.

Menurutnya, waktu Dzhuhur adalah sejak matahari meninggalkan meridian, biasanya diambil sekitar 2 menit setelah tengah hari. Untuk keperluan praktis, waktu tengah hari cukup diambil waktu tengah antara matahari terbit dan terbenam (dari catatan Prof. Thomas Djamaluddin).

Belajar Muhammadiyah

Sedangkan waktu Dhuhur untuk Masjid Tegalsari dan sekitarnya menurut RHI Surakarta pada waktu dihitung saat itu adalah sebagai berikut: Pada 27 Feb 2010 jatuh pada jam 11:53 waktu setempat atau 11:54 waktu setempat.

Belajar Muhammadiyah

Koordinat Masjid Tegalsari adalah 7° 34? 13.38? LS, 110° 48? 15.41? BT, 100 m, GMT+07. Pada Sabtu, 27 Feb 2010, solar noon atau matahari tepat di atas kepala bila kita berada di Masjid Tegalsari ini adalah jam 11:49.44 waktu setempat (WIB).

Setelah diadakan pengamatan, tampak bahwa cahaya matahari yang masuk lewat lubang bencet tepat berada di atas garis Utara-Selatan sejati. Itu artinya, waktu Dluhur yang selama ini dipakai sudah benar dan sudah sesuai atau tepat pada waktunya. Waktu Dhuhur tidak mengalami kemajuan atau terlalu cepat.

Jam bencet ini sudah ada bersamaan dengan dibangunnya masjid pada 28 Oktober 1928. Masjid Tegal Sari sendiri merupakan masjid yang dibangun oleh Kiai Shofawi, Prof KHR M Adnan dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pahlawan, Kyai Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen terus mengawasi dan memberi masukan kepada DPR dan pemerintah dalam proses menjelang pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji.

Komitmen tersebut direalisasikan dalam bentuk pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala yang dimulai Senin (14/9) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, dengan tema “Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Ideal dan Efisien”.

PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kawal Revisi UU Penyelenggaraan Haji

Hasil diskusi akan dibukukan sebagai naskah akademik yang bisa dipertimbangkan para pemangku kebijakan atas RUU tersebut. “Saya sendiri yang akan mengawal naskah akademik ini nanti untuk dipasarkan kepada fraksi-fraksi mainstream,” kata Helmy Faisal Zaini, Sekjen PBNU.

Belajar Muhammadiyah

Hadir dalam forum tersebut Achmad Djunaidi, mantan Kepala Biro Perencanaan Kemenag dan mantan Direktur Pengelola Dana Haji Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh (PHU); Ahmad Kartono, mantan Direktur Pembinaan Ibadah Haji dan Umrah di Direktorat Jenderal PHU Kemenag; serta para ketua PBNU antara lain H marsudi Syuhud, H Eman Suryaman, H Andy Najmi, dan H Abdul Manan A Ghani. Forum juga diikuti perwakilan dari lembaga di PBNU.

Belajar Muhammadiyah

Menurut Helmy, diskusi akan diselenggarakan secara tematik. Selain soal efisiensi, PBNU akan menyoroti misalnya tentang relevansi haji dikelola swasta, dan lainnya. Ia meyakinkan, sumbangan pikiran PBNU ini memiliki nilai signifikan.

“Kita harus optimis bahwa apa yang kita lakukan ini akan membawa perbaikan tata kelola ibadah haji ke depan,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Nasional, Pahlawan Belajar Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

PC IPNU-IPPNU Bantul Adakan Konfercab

Bantul, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Bantul menggelar Konferensi Cabang (Konfercab), Ahad pagi (12/05) di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) An-Nur Ngerukem, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Dengan mengangkat tema “Pelajar Bersatu Rapatkan Barisan Menuju Pelajar yang Berakhlak Mulia”, acara ini diikuti oleh seluruh kader komisariat IPNU-IPPNU se-Bantul. Pembukaan acara pun berlangsung cukup khidmat dengan kehadiran sejumlah tamu undangan, seperti perwakilan Bupati Bantul, PCNU Tanfidziyyah dan Syuriyah, PW IPNU-IPPNU Yogyakarta, Anshor, Muslimat, Fatayat, dan seluruh PC IPNU-IPPNU se-DIY.

PC IPNU-IPPNU Bantul Adakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Bantul Adakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Bantul Adakan Konfercab

Setelah pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IPNU-IPPNU, acara dilanjutkan dengan iringan sambutan. Dimulai dari ketua panitia, ketua cabang, ketua PW IPNU-IPPNU, PCNU, Perwakilan STIQ An-Nur, kemudian dibuka oleh Bupati Bantul. 

Belajar Muhammadiyah

Dalam sambutannya, PCNU DIY yang diwakili oleh H Habib mengatakan berharap kepengurusan yang dihasilkan nantinya dapat berbuat lebih baik dalam menyongsong masa depan. 

“Karena masa depan bangsa terletak di tangan para pemuda,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Sementara Bupati Bantul yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Staff Ahli, Sunarto, memberikan pesan tiga hal yang harus ada pada jiwa kader IPNU-IPPNU, yakni kemauan, kemampuan dan meluangkan waktu. 

“Banyak orang sukses yang pada masa mudanya dahulu karena ikut berorganisasi. Kalian semua adalah pemuda pilihan dari sekian pemuda yang ada di Bantul,” motivasinya kepada seluruh peserta acara.

Ia juga begitu mengapresiasi tema yang diangkat, karena sangat berkesinambungan dengan motto yang dijunjung tinggi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, yakni cerdas, berakhlak mulia, dan berkepribadian Indonesia. 

Setelah itu, ia pun membuka acara Konfercab tersebut dengan membaca Basmalah. Selanjutnya, acara pembukaan itu ditutup dengan do’a oleh KH. Yazid Nawawi. Usai pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan stadium general.

Kuni Maghfuroh, selaku ketua cabang IPPNU Kabupaten Bantul menjelaskan rangkaian acara Konfercab yang terdiri dari Pembukaan, stadium general, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi dan diakhiri dengan pemilihan ketua cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Bantul periode 2013-2015 mendatang.

“Semoga kepengurusan yang akan datang dapat menghasilkan kader yang lebih baik, dan bisa meneruskan perjuangan, khususnya di IPNU-IPPNU, dan umumnya di lingkup NU dan masyarakat,” tandas Kuni ketika ditanya tentang harapan pada kepengurusan mendatang.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’ 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pahlawan Belajar Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU

Solo, Belajar Muhammadiyah. Meskipun sudah memasuki usia senja, semangat tokoh satu ini untuk terus berjuang bersama NU memang patut kita tiru. Sebagai sesepuh dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi tak pernah lelah untuk memberikan semangat kepada generasi penerus.

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU

Seperti yang dikatakannya saat menerima kunjungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (10/8), di rumahnya, Malang. “Cintailah kiai dan rawatlah NU,” pesan Mbah Muchit singkat, sebagaimana ditirukan Sekretaris PCNU Sumenep A Dardiri Zubaidi dalam akun facebooknya.

Dardiri sendiri, mewakili generasi NU yang hidup di zaman sekarang, menjadikan Kiai Muchith sebagai sosok yang banyak menginspirasi.

Belajar Muhammadiyah

“Sejak kecil saya sudah mengenal KH Muchit Muzadi, santri Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari dan orang dekat KH Ahmad Shidiq Perumus Khittah NU. Sebagian buku beliau saya punya, salah satu judulnya : Menjadi NU, Menjadi Indonesia,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Menurutnya, meski telah berusia 90 tahun, Mbah Muchith masih memiliki semangat yang luar biasa. “Semangat beliau luar biasa membaja. Semoga beliau dipanjangkan umur oleh Allah swt. Beliau bagi saya salah satu jimat sakti yang masih dimiliki NU sekarang,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pahlawan, Ahlussunnah, Nasional Belajar Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Bupati Jombang Siap Dorong Santri dalam Usaha Produktif

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Bupati Kabupaten Jombang Nyono Suharli Wihandoko tak menampik terhadap peran santri dalam pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, ia berjanji akan mendorong dan meningkatkan keterampilan yang dimiliki santri melalui program kerja pemerintah, semisal pembinaan atau pelatihan dalam usaha produktif.

"Pemerintah akan mendorong keterampilan santri dengan program-program kerjanya melalui pendampingan-pendampingan atau pelatihan usaha produktif," katanya saat kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Jombang, Sabtu (22/10).

Bupati Jombang Siap Dorong Santri dalam Usaha Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jombang Siap Dorong Santri dalam Usaha Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jombang Siap Dorong Santri dalam Usaha Produktif

Menurut Nyono, para santri saat ini sudah mulai harus menunjukkan eksistensinya melalui segala keterampilan yang dimiliki, juga potensi-potensi lain yang kemudian didorong berbagai pihak, termasuk pemerintah. Jumlah santri di Jombang yang tak sedikit itu tentu memiliki kemampuan yang beragam dalam sejumlah bidang.

Belajar Muhammadiyah

"Santri sudah mulai meningkatkan keterampilan-keterampilannya juga potensi yang dimiliki," ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Pada momentum peringatan HSN ini, Ketua DPW Partai Golkar itu mengajak para santri untuk meneladani perjuangan dan semangat kebangsaan para ulama dan santri dalam sejarah Resolusi Jihad yang dikeluarkan Nahdlatul Ulama.

"Di perayaan HSN ini mari kita jadikan momen meneladani semangat jihad santri, semangat kebangsaan, semangat nasionalisme, dan semangat berkorban untuk bangsa," ujar Nyono. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pahlawan, Cerita Belajar Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib

Mataram, Belajar Muhammadiyah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Pawai Tarhib sambut Ramadhan, Jumat (3/6) di Kota Mataram. 15 Ribuan jamaah ? membanjiri halaman Islamic Center untuk mengikuti acara Pawai Tarhib menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437 hijriyah tersebut.

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga NTB Ikuti Pawai Tarhib

Ribuan jamaah itu berasal dari pegawai lingkup pemerintah Provinsi NTB, Ormas, Mahasiswa, Pelajar, Masyarakat Umum, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) NTB.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, HM Zainul Majdi mengatakan, kebahagiaan menyambut Bulan Suci Ramadhan akan mendapat ganjaran besar dari Allah SWT. Selain itu, Tarhib Ramadhan yang baru pertama kali digelar ini akan menjadi penyemangat bagi masyarakat, menyambut digelarnya MTQ ke-26 tingkat nasional bulan Juli 2016 mendatang di Mataram.

"Tarhib itu diambil dari kata Ar-Rohbu, artinya kelapangan maka tarhib itu secara inti maknanya adalah menggambarkan suasana hati kita yang lapang, jiwa dan diri kita pada saat Ramadhan itu datang menghampiri kita,” tutur Zainul Majdi pada saat melepas peserta pawai.

Belajar Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Islamic Center NTB untuk kegiatan yang positif. Selain itu, dia mengajak semua masyarakat memperbanyak doa untuk NTB agar berbagai program yang dicanangkan bisa terwujud, termasuk dalam mewujudkan target 15 medali emas pada PON mendatang.?

Kegiatan Tarhib diikuti Gubernur dan pejabat lingkup pemerintah provinsi NTB itu melintasi Jalan Pejanggik, Jalan pendidikan dan kembali finish di Islamic Center. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Kajian Sunnah, Pahlawan, Budaya Belajar Muhammadiyah

Kamis, 18 Januari 2018

Mendagri Bantah Cabut Perda Pelarangan Minuman Beralkohol

Semarang, Belajar Muhammadiyah



Tidak benar Kementerian Dalam Negeri minta pembatalan peraturan daerah berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol, kata Mendagri Tjahjo Kumolo kepada Antara di Semarang, Sabtu.

Tjahjo dengan tegas menyatakan bahwa semua daerah perlu memiliki peraturan daerah berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol mengingat peredaran minuman keras sudah membahayakan masyarakat dan generasi muda khususnya.

Mendagri Bantah Cabut Perda Pelarangan Minuman Beralkohol (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Bantah Cabut Perda Pelarangan Minuman Beralkohol (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Bantah Cabut Perda Pelarangan Minuman Beralkohol

"Jabatan saya sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saya pertaruhkan kalau saya sampai melarang Perda Pelarangan Minuman Keras. Itu berita fitnah," kata Tjahjo yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.

Lebih lanjut Tjahjo menekankan bahwa penjelasnnya itu sekaligus meluruskan isu yang berkembang dari pemberitaan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencabut Perda tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Daerah (Perda Pelarangan Minuman Keras).

Perda Pelarangan Minuman Keras, lanjut Tjahjo, prinsipnya harus diberlakukan di semua daerah dengan konsisten, benar penerapan dan pencegahannya, serta penindakan oleh daerah. Apalagi, minuman keras juga menjadi pemicu kejahatan.

Belajar Muhammadiyah

Di Papua, misalnya, Kemendagri mendukung kebijakan Gubernur Papua untuk memberlakukan Perda Pelarangan Minuman Keras dengan konsisten.

Belajar Muhammadiyah

Tjahjo mengungkapkan bahwa relatif banyak perda yang berisi larangan minuman keras yang masih tumpang-tindih, kemudian Kemendagri meminta daerah yang bersangkutan untuk menyinkronkan kembali perda tersebut. Begitu pula, koordinasinya dengan aparat keamanan harus terjaga agar Perda Pelarangan Minuman Keras bisa efektif, termasuk pelarangan pembuatan dan peredarannya.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya memprotes Mendagri terkait dengan persoalan pencabutan Perda Pelarangan Minuman Keras yang dinilai bertentangan dengan Permendag, padahal hal itu justru menyalahi Pancasila dan kebijakan revolusi mental.

"Itu juga menyalahi ajaran agama bahwa minuman keras merupakan sumber asal dari segala bentuk kejahatan, seperti pembunuhan, kejahatan seksual, kecelakaan, dan narkoba," kata Ketua Tanfiziah PCNU Kota Surabaya Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, M.Ag. di Surabaya, Sabtu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, Makam, Pahlawan Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock