Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Warga NU Ajukan Keberatan Izin Pabrik Semen ke Gubernur Jateng

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Warga NU Kabupaten Rembang mengajukan keberatan atas izin pendirian PT Semen Indonesia (SI) di Kawasan Gunung Kendeng, Rembang, Jawa Tengah (Jateng). Keberatan itu mereka lakukan dengan langsung mendatangi kantor Gubernur Jateng.

“Hari ini jumat 20 juni 2014 perwakilan warga rembang yg saat ini sedang berjuang menolak pendirian pabrik semen akan melayangkan secara langsung SURAT KEBERATAN atas penerbitan izin lingkungan ke gubernur jateng,” kata salah seorang warga, Ming Ming Lukiarti melalui telpon seluler, Jumat (20/6).

Warga NU Ajukan Keberatan Izin Pabrik Semen ke Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Ajukan Keberatan Izin Pabrik Semen ke Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Ajukan Keberatan Izin Pabrik Semen ke Gubernur Jateng

Menurut Ming Ming, saat ini warga masih dalam perjalanan menuju kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyampaikan surat keberatan itu.

Belajar Muhammadiyah

Sebelumnya, pada Senin (16/6/14), menurut siaran pers Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam, ratusan warga Rembang melakukan aksi keprihatinan untuk menuntut penghentian rencana pembangunan pabrik semen. Dalam aksi tersebut, polisi dan tentara bertindak brutal dengan memukuli ibu-ibu dan para petani. Para polisi dan tentara berada di lokasi untuk mengawal peletakan batu pertama pendirian pabrik semen.

Siaran pers itu juga menyampaikan, polisi menyingkirkan peserta aksi dengan melempar beberapa perempuan ke semak-semak. Dua orang perempuan pingsan. Polisi juga melakukan sweeping terhadap wartawan dan menangkap beberapa orang tim dokumentasi aksi. Polisi juga mengobrak-abrik tenda yang didirikan warga.

Belajar Muhammadiyah

Atas tindakan aparat tersebut, sejumlah elemen kaum muda Nahdlatul Ulama mengecam aksi kekerasan aparat kepolisian dan tentara terhadap warga Nahdliyin di Kabupaten Rembang. Tindakan brutal terhadap ibu-ibu dan para petani di sekitar Gunung Kendeng itu berlangsung pada Senin, 16 Juni 2014.

“Tindakan aparat itu sudah brutal, tidak pro-rakyat, tidak pro-petani dan anti-Pancasila. Pelaku kekerasan harus diusut tuntas,” ujar Amsar A Dulmanan, Koordinator Nasional Forum Komunikasi Generasi Muda NU (FKGMNU), salah satu elemen muda NU dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (17/6).

Kritik tajam juga disampaikan Forum Alumni PMII Universitas Indonesia (Forluni ). Forluni menilai tindakan aparat keamanan itu benar-benar menyakiti hati kaum Nahdliyin yang bakal kehilangan mata pencaharian mereka. “Warga Nahdliyin selalu dijadikan objek pembangunan, bukan subjek pembangunan. Mereka sudah miskin, tapi akan dipermiskin lagi,” kecam Alfanny, Ketua Forluni.

Alasan Penolakan

Terkait keberatan warga atas pendirian pabrik terssebut, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam mengemukakan bukti-bukti lapangan mutakhir seperti ditemukannya ratusan mata air, gua, dan sungai bawah tanah yang masih mengalir dan mempunyai debit yang bagus, serta fosil-fosil yang menempel pada dinding gua, semakin menguatkan keyakinan bahwa kawasan karst Watuputih harus dilindungi.

Proses produksi semen berpotensi merusak sumber daya air yang berperan sangat penting bagi kehidupan warga sekitar dan juga warga Rembang dan Lasem yang menggunakan jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengambil air dari gunung Watuputih.

Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk perusahaan-perusahaan semen akan berdampak pada hilangnya lahan pertanian, sehingga petani dan buruh tani akan kehilangan lapangan pekerjaan. Selain itu, hal ini juga akan menurunkan produktivitas sektor pertanian pada wilayah sekitar, karena dampak buruk yang akan timbul, misalnya, matinya sumber mata air, polusi debu, dan terganggunya keseimbangan ekosistem alamiah. Pada ujungnya, semua hal ini akan melemahkan ketahanan pangan daerah dan nasional.

Ketidaktransparanan dan ketidakadilan yang terjadi di lapangan saat ini telah mengakibatkan terjadinya perampasan hak rakyat atas informasi terkait rencana pembangunan pabrik semen. Ketidaktransparanan dan ketidakadilan ini muncul dalam proses penyusunan Amdal, kebohongan publik dengan menggeneralisir bahwa seluruh masyarakat setuju dengan pembangunan pabrik semen, dan tidak adanya partisipasi masyarakat yang menolak rencana pembangunan ini.

Penggunaan daerah ini sebagai area penambangan batuan kapur untuk bahan baku pabrik semen melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 pasal 63 yang menetapkan area ini sebagai kawasan lindung imbuhan air dan Perda RTRW Kabupaten Rembang Nomor 14 Tahun 2011 pasal 19 yang menetapkan area ini sebagai kawasan lindung geologi.

Adanya indikasi gratifikasi dalam proses keluarnya izin yang begitu mudah meskipun ada pelanggaran yang nyata. Serta melanggar prinsip kaidah fikih "darul mafasid muqoddamun ala jalbil mashalih", bahwa kerusakan lingkungan akibat pembangunan pabrik semen lebih besar daripada kemanfaatannya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Pada hari lahir (harlah) NU ke-89, akun Twitter Belajar Muhammadiyah (@NU_Online) dibanjiri ucapan selamat dari berbagai kalangan yang disertai beragam ungkapan. Kemudian Belajar Muhammadiyah menginisiasi tagar #Harlah89NU. Tagar tersebut sempat jadi trending topic Indonesia.

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Merk kaos 1926 kemudian mengapresiasi netizen yang ngetwitt #Harlah89NU dengan tambahan peran #AnakMudaNU juga mention @NU_Online. Apresiasi ditunjukkan 1926 dengan menghadiahkan dua kaos bagi yang ngetwitt terbaik.

Dua pemenang telah diumumkan hari ini Selasa (3/2) di Twitter Belajar Muhammadiyah pukul 19.00. Dua pemenang  yaitu akun @lailiynurul dan @Ysrnrfq.

Menurut @lailiynurul, anak muda NU hari ini tak hanya bergelut di bidang dakwah dan aktivis, tapi banyak juga yang berkarir dalam bidang hubungan internasional, kedokteran, teknik. Itu yang dia saksikan di Universitas Brawijaya.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga menilai anak muda NU tidak mendikotomikan ilmu umum dan agama. Lebih jauh ia mengapresiasi anak muda NU yang lebih arif dalam hal keberagaman.

Sementara @Ysrnrfq berpendapat, organisasi pemuda NU seperti IPNU-IPPNU, PMII, KMNU juga harus bersinergi untuk membangun negeri. Anak muda NU harus bersaing dalam era globalisasi saat ini. (Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nusantara, Aswaja Belajar Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Kader PMII Wajib Melek Literasi Media

Temanggung, Belajar Muhammadiyah 

Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) Temanggung Ahmad Liwaul Khakim mengatakan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks, mengharuskan semua kader PMII melek literasi digital.

Kader PMII Wajib Melek Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Wajib Melek Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Wajib Melek Literasi Media

Hal itu ia ungkapkan saat MAPABA PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung, di balai Desa Kemloko, Kranggan, Temanggung, kemarin. Menurutnya, sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya siap memasuki segala medan, maka MAPABA menemui relevansi yang kuat dalam konteks ini.

"Tantangan kita sekarang tidak hanya paham dan aliran radikal yang digerakkan dalam bentuk nyata. Namun semua itu sudah bergeser di internet. Banyak grup, akun dan juga media-media daring mengatasnamakan NU, banom NU dan juga Lembaga di bawah NU. Maka kalau tidak melek media, kita akan tergerus pada penjajah di negeri yang mengklaim dirinya golongan Ahlussunnah wal-Jama’ah," tegas dia pada kegiatan yang berlangsung, Rabu (4/10).

Belajar Muhammadiyah

Ia berharap, kader PMII di wilayah Temanggung melek media dengan cara penguatan literasi. Bisa melalui training, diklat, atau belajar otodidak dan bersinergi dengan LTN NU yang fokus di masalah media.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Trisula STAINU Temanggung M Fuad Latif menegaskan bahwa dalam pencapaian target ini Pengurus Komisariat PMII Trisula sudah menyiapkan beberapa agenda kerja yang tentunya mengarah pada beberapa aspek pengkaderan. 

Pendidikan jurnalistik menjadi salah satu agenda terdekat. Semua mafhum jika penguasaan media merupakan bagian strategis dalam menyebarkan virus perubahan.

"Kami ingin menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam forum pra-MAPABA dan juga masukan dari beberapa mahasiswa baru yang sudah mulai melek terhadap pentingnya penguasaan media, baik media internet maupun media cetak," beber dia.

Selain itu budaya penguatan wacana juga menjadi keharusan untuk segera dilakukan. Forum-forum diskusi kecil perlu di tingkatkan intensitasnya. Tak bisa dipungkiri bahwa kegiatan-kegiatan seperti itu masih menjadi kebutuhan pokok dalam menghidupkan nuansa akademis di kampus. 

Belajar Muhammadiyah

"Tak ada kamus dalam diri mahasiswa STAINU Temanggung untuk menyatakan tidak dalam kerja-kerja komunal yang membutuhkan interaksi sosial antar manusia. Mahasiswa harus siap menyambut tongkat estafet pembangunan yang sewaktu-waktu diberikan generasi tua", lanjut mahasiswa Prodi PAI Semester VII ini. 

Selanjutnya, dia berharap bahwa agenda besar ini mendapat sambutan yang berarti dari semua unsur yang terkait dengan baik. Apalagi jika melihat saat ini STAINU Temanggung mempunyai dosen-dosen baru yang masih energik dan mempunyai idealisme yang tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di Kabupaten Temanggung. (Ibda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, AlaSantri, Kyai Belajar Muhammadiyah

Qulhu Ae, Lek

KH Anwar Zahid dalam satu ceramahnya bercerita, dirinya pada suatu saat mengisi pengajian di suatu kampung dan diminta untuk menjadi imam shalat Tarawih. 

Karena masih ada sosok kiai sepuh ia pun menghormati beliau untuk mengimami. Shalat sunnah dimulai. 

Qulhu Ae, Lek (Sumber Gambar : Nu Online)
Qulhu Ae, Lek (Sumber Gambar : Nu Online)

Qulhu Ae, Lek

Saat membaca surat al-Fatihah dengan fasih dan lancar. Bakda Fatihah imam melafalkan, “wama….” Kiai asal Bojonegoro ini hendak membantu terusan lafal dari imam tetapi ia bingung lanjutan "wama" yang kiai sepuh itu maksud. 

Imam pun mengulang kata "wama" berkali-kali, tapi juga tidak ada lanjutan-lanjutannya. Saking kesalnya makmum dari kalangan anak-anak dari shaf paling belakang bersoloroh,”Qulhu ae Lek!”. Maksudany, Qulhu saja,Pak. (Syaiful Mustaqim)   

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, PonPes Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Selasa, 09 Januari 2018

Pukul Rata, PMII Sukoharjo Minta Pemerintah Kaji Ulang Sekolah 5 Hari

Sukoharjo, Belajar Muhammadiyah - Di Jawa Tengah, aksi penolakan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 23 Tahun 2017 tentang kebijakan Full Day School (FDS) tidak hanya disuarakan masyarakat di Semarang. Di Sukoharjo, puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi damai di bundaran Kartasura, Jum’at (20/7).

Dalam aksi damai ini puluhan mahasiswa membawa bendera dan atribut bertuliskan pernyataan penolakan. Aksi ini diawali dengan melakukan berjalan dari Kampus IAIN Surakarta menuju bundaran Kartasura.

Pukul Rata, PMII Sukoharjo Minta Pemerintah Kaji Ulang Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pukul Rata, PMII Sukoharjo Minta Pemerintah Kaji Ulang Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pukul Rata, PMII Sukoharjo Minta Pemerintah Kaji Ulang Sekolah 5 Hari

Ketua PMII Sukoharjo Helmy Zulfikar Zaki, yang menjadi salah satu orator dalam aksi ini menilai peraturan FDS membawa dampak buruk bagi sekolah pesantren dan agama yang sudah mengakar di masyarakat.

Belajar Muhammadiyah

“Kalau peraturan ini dilaksanakan, beberapa pondok dan sekolah sekolah agama pasti akan mati. Karena dalam peraturan tersebut menerapkan jam sekolah hampir 8 jam. Dan juga kita memprihatinkan kondisi siswa dan murid yang harus terkuras energinya untuk menerima pelajaran,” tegas Helmy.

Belajar Muhammadiyah

Ditambahkan dia, pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan tersebut. “Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan tersebut, sebab setiap daerah dimungkinkan berbeda budaya dan kondisi sehingga semestinya kebijakan ini tidak bisa disamaratakan untuk semua daerah,” ujarnya.

Selain orasi, rangkaian dilanjutkan dengan membentuk lingkaran serta bershalawat bersama. Hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa kebijakan itu sangat merugikan masyarakat pada umumnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, Ubudiyah, Aswaja Belajar Muhammadiyah

Kamis, 28 Desember 2017

UNU Purwokerto Tampung Mahasiswa Kurang Mampu

Banyumas,? Belajar Muhammadiyah?

Sejak diluncurkan 30 November 2016 dan mendapat injin oprasional dari Kemenristektdikti No.494/KPT/I/2016. Tahun ini, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018. Bagi calon mahasiswa dengan latar belakang belakang kesulitan ekonomi akan mendapat keringanan.

Dilansir dari situs resmi UNU Purwokerto, Senin (24/7) Ketua Tim Pendiri UNU Purwokerto, Prof Dr Ir. Akhmad Sodiq, mengemukakan, pihaknya memberikan kemudahan bagi mahasiswa kurang mampu berupa bebas biaya registrasi dan pembangunan, biaya pendidikan SPP disesuaikan kemampuan, disediakan beasiswa dan pengurangan atau pembebasan SPP. Serta mengupayakan asrama atau pondokan dengan biaya terjangkau

UNU Purwokerto Tampung Mahasiswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Purwokerto Tampung Mahasiswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Purwokerto Tampung Mahasiswa Kurang Mampu

"Calon mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi untuk melanjutkan kuliah, akan kami bantu seminimal mungkin untuk SPP. Untuk biaya hidup makan dan pondokan sekitar Rp.300.000 per bulan," katanya.?

Akhmad Sodiq yang juga seorang dekan Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu menambahkan, tenaga pengajar yang dimiliki UNU Purwokerto merupakan akademisi lulusan luar dan dalam negeri yang telah memiliki pengalaman di sejumlah universitas, termasuk salah satunya Unsoed Purwokerto.

"Ada 40 tenaga pengajar berkualitas, 16 diantaranya bergelar profesor, dan sisanya sebagian besar lulusan S-3," lanjutnya.?

Program studi yang dibuka untuk eksakta yakni agroteknologi, teknologi pangan, teknik pertanian dan biosistem, peternakan, ilmu perikanan, biologi dan matematika. Sedang untuk program studi sosial humaniora terdiri ? manajemen, akutansi, administrasi publik, hukum, hukum syariah, dan pendidikan bahasa Inggris.

Belajar Muhammadiyah

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa langsung datang ke kampus I UNU Purwokerto Jln. Sultan Agung 42 Karangklesem Purwokerto, atau selatan atau secara online melalui website www.unupurwokerto.ac.id. dan bisa juga juga menghubungi nomor 081332755248 (HP), ? 081225651308 (WA) dan 081210084666 (HP/WA).

Akhmad Sodiq menambahkan, visi yang dicanangkan UNU Purwokerto adalah menjadi universitas yang unggul dalam menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) dan pengembangan IPTEKS berdasarkan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal dan berwawasan global.?

Sedang misinya, menyelenggarakan pendidikan guna menghasilkan sumberdaya manusia bermoral yang memiliki nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal, kompetensi akademik berwawasan global, kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, kemampuan memecahkan masalah untuk pembangunan masyarakat Indonesia. (Kifayatul Ahyar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Budaya, Pendidikan, Aswaja Belajar Muhammadiyah

Senin, 25 Desember 2017

Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Semangat pencegahan pornografi dan pornoaksi digaungkan oleh Kementerian Agama. Hebatnya, hal ini justru diinisiasi oleh kartini Kementerian Agama melalui gerakan Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi (SIAPP)

Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi

Gerakan SIAPP dideklarasikan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di hadapan 160 kartini Indonesia yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama. Deklarasi ditandai dengan pembacaan komitmen anti pornografi dan pornoaksi di hadapan Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pornografi dan Pornoaksi (GTP3) yang juga Menteri Agama, di Jakarta, Jumat (22/04) pagi seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

“Saya harap dari kegiatan ini kita semua lebih mengintesifkan perang melawan bahaya pornografi dan pornoaksi. Lebih dari itu, kita juga harus menyamakan diri untuk bersepakat, program ke depan seperti apa yang akan dilakukan,” kata Menag.

Deklarasi ini dilakukan bersamaan kegiatan Orientasi Pencegahan Pornografi dan Pornoaksi. Hadir dalam kesempatan ini, pejabat Eselon I, II, para Rektor, Kakanwil se Indonesia, serta Dharmawanita pusat dan daerah. Di hadapan mereka, Menag menyampaikan perlunya Kemenag melakukan program terobosan, semisal gerakan sosial untuk meminimalisir bahaya pornografi dan pornoaksi.

Belajar Muhammadiyah

Di tengah era globalisasi, Menag Lukman menyoroti pornografi dan pornoaksi di dunia maya. Ironisnya, kandungan pornografi dan pornoaksi terkadang dishare melalui media sosial. Menag berharap Kementerian Agama mempunyai terobosan baru untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memahami bahaya pornografi dan pornoaksi.?

“Ditengah arus globalisasi yang ada, jangan sampai keindonesiaan kita tercerabut olehnya,” tegas Menag.

Belajar Muhammadiyah

“Pornoaksi harus kita sikapi, agar generasi muda tidak menyaksikan dan mendapatkan hal-hal yang buruk ditengah masyarakat,” tambahnya.

Menag menyambut baik inisiatif tim DWP Kemenag, pusat dan daerah, untuk mendeklarasikan SIAPP. Menag berharap kampanye SIAPP diikuti dengan gerakan dan kontribusi nyata dalam menanggulangi bahaya pornografi dan pornoaksi.

Menag berpesan, semua ASN Kemenag dapat melakukan tindakan preventif, bagaimana agar pencegahan lebih diutamakan. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock