Rabu, 10 Januari 2018

Kader PMII Wajib Melek Literasi Media

Temanggung, Belajar Muhammadiyah 

Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) Temanggung Ahmad Liwaul Khakim mengatakan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks, mengharuskan semua kader PMII melek literasi digital.

Kader PMII Wajib Melek Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Wajib Melek Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Wajib Melek Literasi Media

Hal itu ia ungkapkan saat MAPABA PMII Komisariat Trisula STAINU Temanggung, di balai Desa Kemloko, Kranggan, Temanggung, kemarin. Menurutnya, sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya siap memasuki segala medan, maka MAPABA menemui relevansi yang kuat dalam konteks ini.

"Tantangan kita sekarang tidak hanya paham dan aliran radikal yang digerakkan dalam bentuk nyata. Namun semua itu sudah bergeser di internet. Banyak grup, akun dan juga media-media daring mengatasnamakan NU, banom NU dan juga Lembaga di bawah NU. Maka kalau tidak melek media, kita akan tergerus pada penjajah di negeri yang mengklaim dirinya golongan Ahlussunnah wal-Jama’ah," tegas dia pada kegiatan yang berlangsung, Rabu (4/10).

Belajar Muhammadiyah

Ia berharap, kader PMII di wilayah Temanggung melek media dengan cara penguatan literasi. Bisa melalui training, diklat, atau belajar otodidak dan bersinergi dengan LTN NU yang fokus di masalah media.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Trisula STAINU Temanggung M Fuad Latif menegaskan bahwa dalam pencapaian target ini Pengurus Komisariat PMII Trisula sudah menyiapkan beberapa agenda kerja yang tentunya mengarah pada beberapa aspek pengkaderan. 

Pendidikan jurnalistik menjadi salah satu agenda terdekat. Semua mafhum jika penguasaan media merupakan bagian strategis dalam menyebarkan virus perubahan.

"Kami ingin menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam forum pra-MAPABA dan juga masukan dari beberapa mahasiswa baru yang sudah mulai melek terhadap pentingnya penguasaan media, baik media internet maupun media cetak," beber dia.

Selain itu budaya penguatan wacana juga menjadi keharusan untuk segera dilakukan. Forum-forum diskusi kecil perlu di tingkatkan intensitasnya. Tak bisa dipungkiri bahwa kegiatan-kegiatan seperti itu masih menjadi kebutuhan pokok dalam menghidupkan nuansa akademis di kampus. 

Belajar Muhammadiyah

"Tak ada kamus dalam diri mahasiswa STAINU Temanggung untuk menyatakan tidak dalam kerja-kerja komunal yang membutuhkan interaksi sosial antar manusia. Mahasiswa harus siap menyambut tongkat estafet pembangunan yang sewaktu-waktu diberikan generasi tua", lanjut mahasiswa Prodi PAI Semester VII ini. 

Selanjutnya, dia berharap bahwa agenda besar ini mendapat sambutan yang berarti dari semua unsur yang terkait dengan baik. Apalagi jika melihat saat ini STAINU Temanggung mempunyai dosen-dosen baru yang masih energik dan mempunyai idealisme yang tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di Kabupaten Temanggung. (Ibda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Aswaja, AlaSantri, Kyai Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Kader PMII Wajib Melek Literasi Media di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock