Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Yogyakarta untuk pertama kali meluncurkan program “Masjid Sehat” di masjid Jami’ Kodama, Yogyakarta, Senin (20/1). Program ini memosisikan masjid sebagai inspirasi kebersihan dan kesehatan warga.

“Masjid bukan saja dijadikan sebagai tempat ibadah. Dari masjid, kita bisa membangun gerakan masjid bersih dan suci dan jama’ah yang sehat,” terang Ketua LKNU Yogyakarta H Abdul Kadir dalam peluncuran program tersebut.

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat

Peluncuran program ini, menurut H Abdul Kadir, bertujuan menegakkan masjid sehat bukan sekedar slogan. Tetapi mengajak warga untuk berprilaku hidup sehat dan bersih dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Belajar Muhammadiyah

Kesehatan dan kebersihan, sambung Kadir, merupakan ciri utama pribadi Nabi Muhammad SAW.

Belajar Muhammadiyah

“Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk hidup bersih, sehat dan suci. Warga NU diharapkan agen terdepan mengamalkan ajaran kebersihan. LKNU DIY akan berus berusaha mengawal itu,” tegas dokter Kadir.

LKNU menjadikan masjid jami’ Kodama sebagai salah satu masjid binaan LKNU untuk penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, menyebarkan da’i peduli AIDS, dan lain sebagainya. (Muyassaraoh Hafidzoh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Humor Islam, Habib, Ulama Belajar Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

Wafat di Turki, Kiai Nafi’ Dimakamkan di Kajen

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Setelah beredar kabar yang simpang siur di media sosial, Almaghfurlah KH A Nafi’ Abdillah yang wafat di RSUD Bak?rköy ?stanbul akhirnya bisa dipulangkan. Rencana kepulangan dipastikan setelah melalui rapat internal keluarga dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, Ahad (19/2) waktu setempat.

Wafat di Turki, Kiai Nafi’ Dimakamkan di Kajen (Sumber Gambar : Nu Online)
Wafat di Turki, Kiai Nafi’ Dimakamkan di Kajen (Sumber Gambar : Nu Online)

Wafat di Turki, Kiai Nafi’ Dimakamkan di Kajen

Melalui akun Facebook, Ka Bas, Rusdi J Abbas yang juga Wakil Rais Syuriah PCINU Turki mengabarkan kepastian pemulangan jenazah Kiai Nafi’ tersebut. Jenazah akan dipulangkan pada Selasa lusa (21/2) dini hari.

“Bismillahirrohmanirrohim, sudah ada keputusan dan Insya Allah tidak ada perubahan. Jenazah KH Ahmad Nafi Abdillah Kajen Pati akan dipulangkan dari ?stanbul jam 02.40 Selasa dini hari (21.02.2017) dan akan sampai di Jakarta Selasa sore jam 06.30. Mohon doanya. Terima kasih,” tulisnya.

Belajar Muhammadiyah

Sebelumnya, kabar tentang batalnya pemulangan kiai kharismatik yang juga Pengasuh Pesantren Maslakul Huda (PMH) Putri Kajen tersebut. Jenazah Kiai Nafi’ disebut akan dimakamkan di Turki. Pesan berantai tersebut sambung-menyambung melalui sejumlah grup WhatsApp.

Belajar Muhammadiyah

Senada dengan dia, Mujibur Rachman Ma’mun, keponakan almarhum telah memastikan bahwa Kiai Nafi’ akan dimakamkan di kompleks Pesantren Maslakul Huda Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. Ia menyatakan Kiai Nafi’ mendapat “kapling” makam istimewa, yakni di dekat pusara sang ayah, Almaghfurlah KH Abdullah Salam.? ?

“Saat Pakde Nafi’ sedang sowan Abahnya, Mbah Dullah Salam. Insya Allah, jenazah beliau akan sampai di Kajen pada hari Selasa malam Rabu, jam 21.00 atau 22.00. Dan langsung dimakamkan di tempat beliau duduk ini, wonten ngandape Mbah Kakung,” tulis Gus Mujib sambil mengunggah foto Kiai Nafi’ di Facebook, Ahad (19/2) malam.

Sebelumnya, keponakan Kiai Nafi’ ini sempat mengunggah fotonya saat mendampingi kakak ibunya tersebut sembari menyatakan kegalauannya atas berpulangnya sang Pakde.

“Nderèkaken sugeng kondhur (selamat berpulang), Pak de.. Amal sholihmu sudah menanti & akan mengantarmu pada maqom mulia di sisi-Nya. Masalahe, sak niki kulo terus gondhelan sinten (masalahnya, sekarang saya terus pegangan siapa)?” tulis Gus Mujib sembari menambahkan emoticon sangat sedih.

Saat ditanya sejumlah hal terkait wafatnya Kiai Nafi’, putra almaghfurlah KH Ma’mun Muzayyin ini meminta Belajar Muhammadiyah menghubungi salah satu putra menantu Kiai Nafi’. “Maaf, njenengan kontak Mas Nadhif saja. Saya masih di jalan (menuju Kajen),” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Habib, PonPes, Kyai Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 27 Januari 2018

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Way Kanan, Belajar Muhammadiyah

Sebanyak 36 area pohon seluas 36 lapangan sepak bola rusak setiap menitnya di seluruh hutan di dunia. Lalu apa yang harus dilakukan manusia terhadap pohon-pohon yang memberi udara untuk dihirup? Haruskah manusia diam pada deforestasi dan degradasi hutan yang menjadi suatu ancaman bagi kualitas udara dan berkontribusi hingga 15 persen dari emisi gas rumah kaca global?

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah Oksigen, Perlawanan Gusdurian pada Perubahan Iklim

Ketua Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Riky Ryan Saputra selaku koordinator gerakan, di Blambangan Umpu, Ahad (26/6), menerangkan, "Sedekah Oksigen" merupakan gerakan menanam pohon 50 buah di setiap pesantren, targetnya 14 pesantren di 14 kecamatan di Way Kanan.

"Perubahan iklim meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem. Contoh peristiwa cuaca ekstrem telah memakan ribuan nyawa, dari gelombang panas yang mematikan di India dan Pakistan hingga banjir parah di Malawi, Mozambik, dan Madagaskar. Melindungi hutan dari deforestasi dapat membantu membatasi dampak dan tingkat keparahan bencana alam. Menyelematkan pohon berarti menyelamatkan nyawa," kata Riky.

Belajar Muhammadiyah

Ia melanjutkan, pohon membantu mengatur perubahan iklim. Mereka berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten. Hutan tropis adalah penyerap karbon terbesar di bumi. Setiap tahunnya, hutan tropis menyimpan sekitar 2.8 miliar ton karbon—setara dengan dua kali emisi CO2 dari Amerika Serikat.

"Ketika pohon habis, tidak hanya CO2 yang terlepas ke atmosfer, namun hanya ada sedikit pohon yang menyerap gas rumah kaca," ujar dia lagi.

Belajar Muhammadiyah

Selain bertujuan untuk mendorong kemandirian pesantren, penanaman pohon melalui gerakan "Sedekah Oksigen" juga diperlukan. Manusia membutuhkan pohon untuk bernafas.

"Pohon juga merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus air. 75 persen air dunia berasal dari hutan, yang melembabkan udara melalui suatu proses yang dikenal dengan evapotranspirasi," paparnya.

Dengan demikian, imbuhnya, manusia dan hewan memiliki ketergantungan pada hutan, pada pohon, kehidupan sehari-hari mahkluk hidup harus ditopang dengan keberadaan pohon.

"Untuk menyatakan perlawanan terhadap perubahan iklim, kita harus menjaga hutan, menjaga keberadaan pohon guna memastikan kemungkinan masa depan yang cerah, manusia dan seluruh organisasi harus bersama-sama mengambil tindakan melawan perubahan iklim," paparnya.

"Sedekah Oksigen" diinisiasi Gusdurian Lampung, didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Sedekah Oksigen" berupa satu pohon buah seperti alpukat mentega, mangga Thailand, nangka dak (persilangan nangka dan cempedak), dan kelengkeng aroma durian senilai Rp50 ribu. Diambil dari pembudidaya teruji di Pekalongan, Kota Metro. Bagi yang berminat "Sedekah Oksigen" bisa menghubungi nomor 081540890056, 085367282712, atau 082279005826. Sedekah bisa disalurkan ke rekening BRI: 035701112732504 a.n Disisi Saidi Fatah. (Anisa Yuliani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta, Habib, Pemurnian Aqidah Belajar Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa

Blitar, Belajar Muhammadiyah. 41 pendekar Pagar Nusa Cabang Blitar Raya mengikuti pendadaran A’dhlo dan diklat pelatih. Acara berlangsung pada Ahad-Selasa (25-27/12) di Gedung Universitas Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa

Beberapa materi diberikan oleh tim instruktur dari Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim. Selain teknik beladiri standar IPSI dan keorganisasian, juga diberikan materi keaswajaan serta ke-NU-an.?

“Sejak dini kami tanamkan kepada siswa. Agar paham betul tentang Islam Ahlussunah wal Jamaah dan NU,” ujar Mohammad Makin salah satu panitia acara.

Dalam pelatihan tersebut, lanjut Makin, para instruktur menerapkan disiplin ketat. Sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang diharapkan pengurus.

Belajar Muhammadiyah

“Dalam diklat ini kami memakai pola pelatihan Banser. Sehingga para peserta sangat disiplin. Hasilnya dari 41 peserta 40 orang dinyatakan lulus. Satu orang tidak lulus karena mengundurkan diri,” jelasnya.

Dia berharap hasil diklat ini ada guna dan faidahnya untuk pengembangan organisasi Pagar Nusa ke depan. “Sebagai calon pelatih di tingkat sekolah dasar dan MI kami berharap mereka mampu melaksanakan tugasnya,” harapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Cabang ? Pagar Nusa, H Abdul Munib. Ia mengaku sangat puas dengan hasil Diklat ini.?

“Kami berharap para alumni ini nanti bisa melaksanakan tugas keorganisasian dengan baik. Sebagai calon pelatih mereka harus membekali diri dengan berbagai persiapan. Khususnya mental spiritual disamping fisik dan tehnik,” katanya. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah Habib, Pemurnian Aqidah Belajar Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah - Setelah melalui serangkaian verifikasi dan visitasi oleh tim NU Award Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, akhirnya Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Banyuwangi dinyatakan masuk babak final NU Award. Bersama tiga PCNU lainnya, NU Banyuwangi berhasil terpilih dari 45 PCNU Se-Jawa Timur.

Finalis lainnya terdiri atas PCNU Kabupaten Magetan, PCNU Kabupaten Blitar, PCNU Kabupaten Magetan, dan PCNU Kabupaten Lumajang.

PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Banyuwangi Tembus Babak Final NU Award Jatim

Babak final yang digelar pada Selasa (28/6) siang di Aula Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya akan dilakukan sesi presentasi dari masing-masing finalis. Para finalis tidak hanya terdiri atas pengurus cabang, namun juga diikuti oleh lembaga-lembaga dan badan otonom di lingkungan cabang masing-masing.

Belajar Muhammadiyah

“NU Banyuwangi membawa 30 rombongan. Mulai Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga dan banom,” tutur Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali saat ditemui di kantor PWNU Banyuwangi, Selasa (28/6).

Dalam babak final ini, para finalis akan memaparkan lima poin yang meliputi administrasi/kesekretariatan, layanan anggota, program, aset dan inventaris, serta unit usaha. Semua finalis dituntut untuk menyajikan data dan bukti dokumentasi atas lima hal tersebut.

Belajar Muhammadiyah

Setelah diverifikasi oleh Tim NU Award Jawa Timur melalui berkas awal yang dikirim panitia, tim NU Award menentukan sepuluh besar PCNU. Lalu, kesepuluh nominator dilakukan visitasi ke masing-masing PCNU. Dari sepuluh besar tersebut, panitia menyaringnya menjadi empat besar.

Sedangkan dalam babak final ini, para penilai terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari unsur Tanfidziyah, Lembaga, dan Badan Otonom dari lingkungan PWNU Jawa Timur serta perwakilan PCNU se-Jawa Timur yang tidak masuk pada babak final. Selain itu, para penilai juga memiliki kewenangan untuk menggali setiap potensi PCNU masing-masing finalis.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PCNU Banyuwangi. Karena tak semua PCNU bisa masuk pada babak final ini. Mohon doa dan dukungan semua warga nahdliyin Banyuwangi,” pungkas Kiai Masykur. (Anang Lukman Afandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Habib Belajar Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Sekitar 102 pemuda mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung. Kegiatan tersebut merupakan gerbang awal untuk menjadi kader Banser.

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

102 Pemuda Ikuti Diklatsar Banser GP Ansor Kota Bandung

Diklatsar yang diisi materi-materi untuk meningkatkan kemampuan skill individu, fisik, mental, dan spiritua tersebut diikuti utusan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting serta 50 orang panitia sehingga rasio mentoring 1:2.

Ketua GP Ansor Kota Bandung Aa Abdul Rozak dalam sambutannya menegaskan bahwa peran dan fungsi Banser merupakan garda terdepan dalam menjaga ulama dan bangsa.

Belajar Muhammadiyah

Ia juga menegaskan bahwa organisasi pemuda NU tersebut akan tetap menjaga kedaulatan NKRI. “GP Ansor tidak seperti organisasi lain yang seolah-olah memiliki bangsa ini padahal mereka merongrong keutuhan NKRI dengan melakukan arabisasi,” katanya pada pembukaan kegiatan yang berlangsung 9-10 Nevember tersebut.

Sementara Ketua PCNU Kota bandung KH Maftuh Kholil mengutarakan bahwa semangat kepemudaan harus tumbuh dan berkembang. Anggota Ansor, meskipun kelak menjadi tua, namun semangat harus tetap menggelora.

Belajar Muhammadiyah

Pada pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Kabid Kepemudaan Dispora Kota Bandung, Kadis Damkar, Pemuda Demokrat Indonesia, IPNU dan IPPNU Cabang Kota Bandung. (Ujang Miftahuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Budaya, Hikmah, Habib Belajar Muhammadiyah

Senin, 01 Januari 2018

Ketum GP Ansor Tagih Presiden soal Gebuk Kelompok Anti-NKRI

Jombang, Belajar Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menagih Presiden Joko Widodo mewujudkan janjinya untuk menindak tegas kelompok anti-NKRI. Hal ini disampaikan Gus Yaqut di sela sela Halaqoh Internasional yang digelar GP Ansor di GOR Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (21/5).

"Presiden Jokowi telah mengatakan, akan menggebug kelompok radikal yang ingin mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lakukan jangan ngomong," ujar Gus Yaqut kepada sejumlah media.

Ketum GP Ansor Tagih Presiden soal Gebuk Kelompok Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum GP Ansor Tagih Presiden soal Gebuk Kelompok Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum GP Ansor Tagih Presiden soal Gebuk Kelompok Anti-NKRI



(Baca: Ormas Melawan Pancasila, Presiden Jokowi: Kita Gebuk!)


Belajar Muhammadiyah

?

Halaqoh Internasional yang mengusung tema "Menuju Rekontekstualisasi Islam demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban," itu berakhir Senin (22/5).

Pria yang akrab disapa Gus Tutut itu mengatakan, Ansor dan Banser menilai kelompok yang ingin mengubah NKRI apa pun namanya berarti telah menghina dan menginjak harga diri Ansor dan Banser.

Belajar Muhammadiyah

"Berarti mereka ingin mengacak- acak apa yang telah diperjuangkan ulama kami, kiai-kiai NU, maka akan kami lawan, Ansor dan Banser akan kawal NKRI," tandasnya.

Bagi Ansor, lanjut Gus Tutut, Pancasila sudah menjadi kesepakatan bersama, Pancasila merupakan kristalisasi dari perjuangan para pendahulu dari semua golongan, agama. suku bangsa, dan bahasa yang berbeda-beda. “Mereka disatukan? dengan Pancasila. Ketika ada kelompok yang tidak sepakat dan ingin mengubah maka pemerintah harus tegas," imbuhnya.

Sementara itu, dalam pembukaan halaqoh, Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri menyampaikan terima kasih kepada pembicara yang sudah hadir, melalui tayangan video yang sebelumnya sudah direkam oleh panitia.

"Saya menyesal sekali tidak bisa hadir secara langsung dalam kegiatan ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya, terutama tamu pembicara dari berbagai negara," ujar Gus Mus sebelum membuka kegiatan, dalam tayangan video yang ditampilkan di layar lebar.

Menurut Gus Mus, kegiatan ini sangat berharga untuk menggelorakan Islam yang damai. Itu karena di berbagai negara saat ini membutuhkan hasil pemikiran yang sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.

"Semoga diskusi ini bisa menjadi solusi melalui hasil berbagi pemikiran untuk kebaikan Islam dalam kondisi seperti sekarang ini, semoga bernilai ibadah untuk kita semua," katanya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Habib Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock