Minggu, 26 November 2017

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya

Jakarta,? Belajar Muhammadiyah -

Tax amnesty atau pengampunan pajak adalah salah satu bukti kewalian Presiden Indonesia ke empat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, di Jakarta, Kamis (29/9) menanggapi program Tax Amnesty yang sedang digencarkan pemerintah.

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya

“Gus Dur jadi presiden 23 bulan. Tidak lama, tapi jasanya luar biasa. Salah satu adalah beberapa provinsi tidak melepaskan diri dari NKRI,” ujar Kiai Said.

Tahun 1999, lanjut dia, Gus Dur punya gagasan, uang-uang koruptor di luar negeri ambil 50 persen, 50 persen kembalikan ke negara. “Saat itu ide tersebut diserang habis-habisan. DPR, LSM, media, semua menyerang, seolah Presiden mengampuni koruptor,” kenang kiai akrab dipanggil Kang Said itu lagi.

Sekarang, imbuhnya, ada pengampunan pajak, dua persen. “Jauh sebelum tax amnesty terjadi, Gus Dur telah memikirkan hal tersebut. Dan itu terjadi hari ini, Gus Dur tahu jauh apa yang akan terjadi, kita mengakui kewalian Gus Dur,” tuturnya.?

Belajar Muhammadiyah

Jika sejak dulu menuruti Gus Dur, kata Kang Said, persoalan Indonesia akan beres dan negara tidak defisit.”Sayang, orang seperti Gus Dur sudah tidak ada lagi di NU,” kata dia.

Indonesia sulit untuk mencari pinjaman dana negara lain akbat kondisi ekonomi global yang belum membaik. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Republik Indonesia beberapa waktu lalu telah meresmikan aturan mengenai tax amnesty, aturan yang dibuat oleh otoritas pajak suatu negara untuk memberikan kesempatan kepada wajib pajak yang tidak patuh, melaporkan penghasilannya dan membayar pajak secara sukarela dengan memberikan insentif pada mereka.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) pada Rabu (28/9/2016) pukul 18.00 WIB, harta yang dilaporkan sudah mencapai Rp 2.514 triliun.? (Gatot Arifianto/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul, News, RMI NU Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock