Senin, 28 Agustus 2017

PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Dewan Pemimpin Pusat Konfederasi Sariat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) mengecam tindakan PT Gudang Garam Kediri yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 12 ribu buruh. Salah satu Badan Otonom NU ini menyebut aksi PKH sepihak tersebut sebagai tindakan arogan dan semena-mena.

“Anggota Sarbumusi sebanyak 8 ribu anggota juga di-PHK, arogansi dari manajemen PT. Gudang Garam Kediri ini seolah-olah dibenarkan dengan diamnya pemerintah daerah beserta perwakilan daerah di sana. Sungguh sangat memprihatinkan dan tidak mengindahkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan,” kata Ketua Umum DPP K-Sarbumusi Syaiful Bahri Anshori dalam siaran pers, Selasa (14/10).

PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan (Sumber Gambar : Nu Online)
PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan (Sumber Gambar : Nu Online)

PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan

Sarbumusi menolak PHK sepihak tersebut karena dinilai mengabaikan peraturan dan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. Menurutnya, Perusahaan harus mempertimbangkan kepentingan buruh dan masyarakat dalam mengambil keputusan, tidak hanya dilihat dari sisi kepentingan bisnis perusahaan semata.

Belajar Muhammadiyah

Sarbumusi mendesak Pemerintah Daerah, khususnya Bupati dan DPRD Kediri, untuk segera turun tangan dan terlibat untuk menyusun tim tripartit untuk mencegah dan mengurangi dampak dari PHK dan pensiun dini. Di samping, segera membentuk tim audit independen untuk mengaudit keuangan perusahaan PT. Gudang garam, apakah kebijakan Pensiun dini dan PHK itu satu-satunya jalan atau tidak.

“Kami dari Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia NU akan Menurunkan tim investigasi untuk mengawal dan memastikan hak-hak buruh di PT. Gudang Garam dipenuhi bersama-sama dengan DPW Sarbumusi NU Jawa Timur dan DPC Sarbumusi NU Kediri,” ujar Syaiful.

Belajar Muhammadiyah

Organisasi kaum buruh ini berpandangan, nasib buruh di Tanah Air tergolong masih terpinggirkan. Kebijakan perusahaan dan pemerintah sering tak selaras dengan kelayakan kebutuhan hidup para buruh selama ini. Demokrasi hanya dimaknai sebagai siapa yang kuat dia yng memenangi pertarungan di pasar bebas demokrasi. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah PonPes, Pondok Pesantren Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. PHK 12 Ribu Buruh, Sarbumusi: PT Gudang Garam Kediri Arogan di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock