Selasa, 12 Desember 2017

PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah

Bondowoso, Belajar Muhammadiyah

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan Harlah Ke-56 PMII dan ngaji sejarah bersama pendiri PMII tahun 1960 KH Nuril Huda Suaidi.

Acara tersebut di hadiri oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso KH Abdul Qodir Syam beserta jajarannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso H Syaiful Bahar, Ketua IKA PMII Kabupaten Bondowoso H Asnawi Sabil, Ketua Mabincab PC PMII Bondowoso H Masud Ali, mantan-mantan Ketua Cabang PMII Bondowoso, Kader dan anggota se-Kabupaten Bondowoso, Alumni PMII Bondowoso serta para undangan dari luar PMII Bondowoso.

PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah

Kegiatan tersebut di selenggarakan di Pendopo kantor Bupati Kabupaten Bondowoso Jalan Letnan Amir Kusnan No. 2 Kecamatan Kota kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Selasa (19/4).

"Sengaja kami mengundang pendiri PMII di tanah Bondowoso tercinta ini tentunya dengan maksud untuk mengutuk hati, menggugah, menyadarkan, mengobarkan semangat dan tujuan sahabat-sahabat, anggota kader-kader serta alumni dalam ber-PMII,” ujar Ketua Cabang PMII Bondowoso Yudik.

Yudik menambahkan, selain itu ngaji sejarah dengan pelaku sejarah merupakan suatu yang hal penting yang terus diasah. 17 April merupakan tanggal bersejarah karena tepat tanggal tersebut di Surabaya lahirlah organisasi kemasyarakat pemuda yang di pelopori sejumlah mahasiswa dan kaum muda intelek tual Nahdlatul Ulama yang bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Belajar Muhammadiyah

"Oleh karenanya, jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," tegasnya.

Lain dari pada itu, Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan kader PMII perlu ngaji kepada Kiai Nuril sebagai salah satu pendiri PMII. “Saya merasa bersyukur Alhamdulillah saya bisa menjadi seperti sekarang ini antara lain karena di tempa di PMII. PMII mengajarkan saya mulai cara berorganisasi, cara memimpin rapat, cara berdiskusi, problem solving, sampai pada nilai-nilai dasar pergerakan dan bagaimana berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

"Satu hal yang harus saya ingin kepada sahabat-sahabat warga pergerakan bahwa PMII ini adalah organisasi kader, sebagai organisasi kader, maka pengkaderan itu menjadi suatu mutlak yang terus,di laksanakan, tekuni dan di kembangkan, kita terus mewariskan nilai-nilai ke-Islaman dan nilai-nilai ke-Indonesia," imbuh Bupati.

Agenda kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bondowoso H Amin Said Husni yang di dampingi oleh Mabincab PC PMII Bondowoso H Masud Ali dan di berikan kepada pendiri PMII KH Nuril Huda Suaidi. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Daerah, Budaya Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. PMII Bondowoso: Pemahaman Sejarah Harus Terus Diasah di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock