Selasa, 12 Desember 2017

Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku

Jepara, Belajar Muhammadiyah?

“Apa arti radikalisme,” tanya Najib Habibi kepada Nazwan santri asal Garut Jawa Barat itu.? “Radikalisme adalah suatu paham sosial/politik yang dalam usaha mencapai tujuannya menggunakan cara-cara kekerasan,” jawab santri kelas 5 MI Pesantren Darul Falah, Bangsri, Jepara ini.? Kemudian Fatihul Khoir santri asal Semarang itu menerjemahkan dalam bahasa Inggris. Radicalism is a social or politics understranding which has the purpose of achieving the goal by doing violence.

Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku (Sumber Gambar : Nu Online)
Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku (Sumber Gambar : Nu Online)

Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku

Praktik santri itu merupakan upaya kegiatan menanamkan pendidikan anti-radikalisme kepada anak-anak. Setelah Nazwan dan Khoir ditanya seputar radikalisme dan Ivan santri dari Madura yang sudah hafal 15 juz menghafal beberapa ayat, selaku ketua Ikdamuba, Munashiroh melanjutkan sesi.?

Ketua Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuba) Jepara mengajak 750 peserta untuk membaca syiir. Ma arsalallahurrasula illa/ lirahmatin lil alamina qala// teman Allah/ ora ngutus/ kanjeng Nabi/ kejobo dadi rohmate/ alam iki.”

Sebagaimana di panduan buku halaman vii, syiir yang dibaca bersama ratusan anak itu boleh memilih pilihan lagu yang disukai. Misalnya Tombo Ati, Padhang Mbulan, Eman-eman Temen, Tul Jaenak, dan lagu-lagu yang lain.?

Belajar Muhammadiyah

Dengan mengajak siswa membaca dalil dan syiir kegiatan Sarasehan Pendidikan Anti-Radikalisme pada Generasi Emas yang diadakan LP Ma’arif NU Jepara dan Ikdamuba di Gedung MWCNU Mlonggo Jepara, Senin (16/5) tambah semarak. 750 siswa itu berasal dari MTs Mathalibul Huda Mlonggo Jepara. ?

Saat Ikdamuba melontarkan pertanyaan berhadiah kepada murid maupun pendidik kegiatan makin semarak. ?

Kegiatan sarasehan itu, urai Munashiroh, tidak hanya dilaksanakan sekali saja tetapi akan diadakan di tiap-tiap kecamatan. Setiap sarasehan peserta akan mendapat buku saku Syifaul Ummah, Menangkal Hal Radikal.?

Agar peserta mudah memahaminya Ikdamuba membawa beberapa santri Darul Falah untuk dijadikan display mempraktikkan kitab yang didalamnya berbahasa arab, Inggris, Jawa, dan Bahasa Indonesia itu.?

Belajar Muhammadiyah

Buku saku karya KH Taufiqul Hakim itu bisa dibaca berulang-ulang 5 bait baik sebelum maupun sesudah agar lama-kelamaan bisa hafal dengan sendirinya.?

Harapannya secara tidak langsung buku itu merupakan filter/pencegah aliran radikal. Ia yang merupakan salah satu alumnus MTs Mathalibul Huda Mlonggo itu menyatakan calon generasi emas kedepan harus kinclong/mengkilap.?

“Caranya dengan baik akhlaknya menjaga nama baik almamater dan keluarga merupakan ciri generasi kinclong,” tambahnya.?

Senada dengan Munashiroh, Fatkhul Huda Ketua LP Ma’arif NU Jepara menambahkan menjadi seorang perempuan jangan asal mau diajak kaum lelaki yang baru dikenal, terutama di media sosial. Sehingga, prestasi baik yang ditorehkan MTs Mathalibul Huda juara Internasional olimpiade eksak harus tetap dipertahankan.?

Kepala MTs Mathalibul Huda Mlonggo, Zainuddin menyebut generasi emas tidak boleh kerasukan sifat yang negatif. Sehingga kegiatan tersebut merupakan pembinaan generasi muda agar tidak menjadi arogan dan radikal.?

“Perempuan yang tertawa ngakak dan laki-laki yang suka suit ketika melihat perempuan bukanlah ciri-ciri generasi yang sholeh dan sholehah,” tandas Zainuddin.?

Tupomo yang didaulat untuk mereview buku menjelaskan Islam adalah agama yang damai bukan agama yang keras/ radikal. Sekretaris LP Ma’arif NU Jepara itu menyontohkan saat Nabi Muhammad diludahi ia tidak langsung membalas tetapi malah mendoakannya.?

Sehingga kesempatan itu dirinya menyebut beberapa hal yang menyebabkan radikalisme. Di antaranya memaksa orang untuk beragama. Padahal Nabi kepada pamannya sendiri tidak pernah memaksa dalam beragama. Hal itu kemudian yang ditiru oleh Walisongo yang berdakwah dengan hikmah dan mauidhoh hasanah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Khutbah, Quote, Berita Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Maa’rif NU Jepara Terapkan Pendidikan Anti-Radikalisme Lewat Buku Saku di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock