Senin, 12 Maret 2018

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany

Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah.

Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya.

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saat bulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta berarti ‘dewa’ atau ‘dewi’. Dalam prakteknya, memang agak sulit untuk menghubungkan arti keduanya dengan konteks adat yang dilakukan.

Belajar Muhammadiyah

Adat membiasakan pembuatan bubur suro untuk peringatan suroan menghubungkan kemuliaan bulan asyura sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Pada bulan yang mulia ini banyak sekali peristiwa sejarah yang terjadi. Diatanranya persitiwa diterimanya taubat nabi Adam dan hawa oleh Allah, diselamatkannya nabi Nuh dan para pengikutnya setelah terombang-ambing lama dengan perahunnya di tengah laut lepas, pertama kalinya nabi Musa mendapat wahyu di gunung Sinai, dibebaskannya nabi Yusuf dari penjara atas tuduhan asusila terhadap Zulaikha.

Dalam sejarah Cirebon Walangsusang putra pertama Prabu Siliwangi pergi meninggalkan kerajaan juga terjadi pada bulan Asyura. Walangsungsang mengembara mencari ilmu hingga bertemu dengan Syaikh Datu Kahfi yang menuntunnya masuk Islam. Dari sinilah akhirnya masyarakat Cirebon mengadakan adat Suroan dengan membuat bubur sura dan dibagi bagikan kepada yang membutuhkan.

Belajar Muhammadiyah

Tradisi lain yang hidup di masyarakat Cirebon adalah Saparan. Yakni adat yang dilakukan masyarakat Cirebon untuk memperingati? bulan shafar, bulan kedua dalam kalender Islam dan Jawa. Mereka mempercayai bahwa pada bulan shafar ini Allah memberikan banyak ujian dan cobaan baik berupa kecelakaan, kematian, kemal angan bencana dan kerugian. Dalam memperingati bulan tersebut, masyarakat mengadakan saparan dengan mengadakan ngapem, proses pembuatan apem untuk dibagikan kepada saudara, kerabat dekat, tetangga, dan orang-orang yang berada di sekitar rumah dengan niatan bershodaqoh.

Tradisi yang kedua yaitu ngirap; proses ngirap sendiri yaitu berhubungan dengan penyucian diri dari segala macam salah dan dosa dengan bertaubat agar terhindar dari marabahaya. Dan yang terakhir yakni rebo wekasan, adat rebo wekasan biasanya dimulai dari ba’da isya sampai menjelang shubuh di mana serombongan antara sempat sampai sepuluh orang laki-laki membaca Al-Qur’an di tajug (mushala) kemudian berkeliling desa dari rumah ke rumah untuk mendoakan rumah yang dikunjungi dan biasanya pihak rumah memberikan sedekah berupa apa saja pada mereka yang datang.

Tradisi lain yang hidup di Cirebon adalah Mauludan. Biasanya dilakukan pada saat bulan Mulud (Rabiul awwal). Adat ini diniatkan untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad. Puncak dari mauludan yakni panjang jimat yang diadakan keraton Kasepuhan Cirebon. Tujuannya untuk menjaga keberadaan alat-alat pusaka yang dimiliki keratin. Sesuai dengan namanya, adat ini juga bertujuan untuk panjang (tiada henti) jimat (siji kang dirumat). Jadi proses adat panjang jimat ini merupakan simbol kepedulian untuk mempertahankan sepanjang hayat atau tanpa henti dari kalimat syahadat atau agama Islam.

Tradisi berikutnya adalah Rajaban. Tradisi ini dilakukan bertepatan dengan bulan Rajab. Masyarakat Cirebon memperingatinya dengan berkumpul bersama di mushala atau masjid kemudian membacakan diba’i atau asyraqalan. Asyraqalan yaitu proses pembacaan shalawat pujian kepada nabi Muhammad dengan berdiri.

Di setiap tradisi adat ini masyarakat Cirebon menilainya sebagai ritual tambahan di luar rukun Islam yang dijalankan oleh kaum muslim sebagai syiar agama. Dengan demikian, ritual tambahan ini bukan termasuk ibadah dalam pengertian sempit. Sebagian upacara adat ini tak dapat dipungkiri merupakan hasil kreasi kebudayaan yang diciptakan oleh umat muslim sendiri, sementara sebagian lain tidak jelas asalnya tapi semuanya bernuansa islami.

Dalam membaca budaya dan adat Cirebon tentu tidak hanya terbatas pada adat istiadat yang berlaku dan dijalankan oleh masyarakatnya. Perlu juga kiranya melihat bagaimana kepercayaan masyarakat Cirebon terhadap Tuhan sehingga mereka dapat melahirkan adat yang bernuansa religi baik dari segi kemanfaatan atau dari segi proses upacara adat tersebut.

Bagi masyarakat Cirebon, orang suci atau wali yang notabene membangun dan menjaga? budaya di Cirebon memiliki penilaian yang tersendiri. Masyarakat Cirebon sangat menghormati bahkan memuliakan mereka baik sebagai wali maupun sebagai pendiri kerajaan. Sehingga banyak sekali tempat-tempat wali atau leluhur yang berpengaruh di Cirebon dijadikan tempat keramat yang biasa diziarahi baik dari masyarakat Cirebon ataupun dari luar Cirebon. Termasuk di dalamnya pesantren yang merupakan poros kuat dalam proses penyebaran tradisi keagamaan semua ini saling menopang antara pemerintahan dan juga tradisi keagamaan yang dimiliki masyarakat Cirebon.

Mohamad Ramdhany, peneliti Farabi Institute, Kandidat Magister Sejarah Islam Nusantara STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Jumat, 09 Maret 2018

Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah - Pertengahan tahun 1991 menjadi awal tetesan keringat perjuangan sejarah Widodo merintis usaha aneka kerajinan bambu. Tanpa berbekal keahlian yang mumpuni dalam pengerjaan kerajinan, ayah tiga orang anak ini bertekad merintis usaha kerajinan dengan otodidak.

Saat ditanya alasan memilih usaha kerajinan yang terbuat dari bambu, pria asal kelahiran Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ini mengatakan, karena melimpahnya bahan baku ditambah kerajinan bambu ini sudah dilakukan oleh para leluhur di desa setempat.

Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta

"Kerajinan bambu ini jika diberikan sentuhan kreativitas tinggi dan perlakuan manajemen yang terukur akan mendatangkan peluang usaha yang menjanjikan. Dari harga beli satu batang bambu Rp 10 ribu mampu menghasilkan keuntungan sampai ratusan ribu. Asalkan ini dikelola dengan manajemen dan kreativitas yang mumpuni," ujar suami Yuli Nengah Reni.

Ia menjabarkan, setiap ruas perbatasan bambu dapat dijadikan sebagai kerajinan asbak rokok dengan harga jual mulai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Belum lagi anyaman bambu yang lain seperti membuat kap lampu, kotak tisu, songkok, keranjang buah, dan lain-lain. Dulu, awal perintisan hanya bersedia membuat beberapa produk kerajinan yang masih tradisional. Yaitu; kukusan untuk menanak nasi, lasah, tungku, dan irik (erek).

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

"Seiring bertambahnya waktu, selera konsumen mengalami peningkatan. Sekarang sudah mulai diminati kerajinan modern, yaitu rak, kotak tisu, asbak, dan kap lampu. Kalangan konsumen pun datang secara beragam, mulai dari kalangan tokoh politik, kiai, masyarakat, dan santri," terang Widodo.

Ia mengisahkan perjalanan usahanya tidak hanya ditempuh mulus tanpa rintangan. Pernah ia mengalami kerugian ratusan juta ditambah juga menelan kasus penipuan dengan kedok usaha patungan. Terutama di tahun 2005 saat tragedi bom bali 2.

"Waktu terjadi bom bali saya mengalami total kerugian lebih dari Rp 200 juta. Bagaimana mungkin bisa dibayangkan? Saat itu, tidak ada tamu di Bali. Suasana sangat mencekam. Grafik perekonomian lumpuh total. Tamu mancanegara pada pulang di kampung halamannya sendiri. Barang kerajinan sudah terlanjur dikirim dalam persediaan yang banyak. Akhirnya selang beberapa hari, saya lakukan  peninjauan langsung. Sesampai di sana barang rusak semua. Tidak ada ganti rugi. Pemilik dan penjaga toko pada kabur tanpa tanggung jawab, dan ternyata toko yang ditempati dulu hanya berstatus kontrakan. Cuma bisa terdiam dan badan terasa lemas semua," kenang Widodo.

Justru dengan segala musibah dan rintangan ini, lanjutnya, memberikan pelajaran guna lebih semangat dan terus maju tanpa putus asa. "Memang tragedi ini mengingatkan waktu awal perintisan usaha dulu. Bidang pemasaran membutuhkan perjuangan ekstra tinggi daripada pembuatannya. Saya ingat, hanya dari kabar burung penawaran produk dari tetangga satu ke tetangga lainya. Alhamdulillah sekarang mulai merambah pemasaran sampai luar daerah mulai; Jember, Bali, Surabaya, bahkan sampai Jakarta," terangnya.

Sekarang, usaha yang dirintis dengan modal Rp 500 ribu ini ditambah tanpa bantuan tenaga kerja, mampu; meraup omzet Rp 75 juta, memiliki sepuluh orang karyawan tetap, dan ratusan pekerja dari masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah saat kepemiminan Kabupaten Banyuwangi di bawah Abdullah Azwar Anas yang pro terhadap para pelaku usaha mikro menambah keuntungan tersendiri. Adanya puluhan festival dengan diimbangi pembukaan stand pameran untuk para pelaku usaha menjadikan usaha semakin berkembang. Keuntungan yang sangat fantastis," ujar kakek dari empat orang cucu ini.

"Juga saya tergabung dalam market place banyuwangi-mall.com yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Ini adalah gebrakan yang dilakukan pemerintah guna menjawab pemasaran digital. Semoga ke depan Banyuwangi lebih maju," harap pria kelahiran 21 Oktober 1959 ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nusantara Belajar Muhammadiyah

Selasa, 06 Maret 2018

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

Belajar Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Quote Belajar Muhammadiyah

Senin, 05 Maret 2018

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan berbagai satuan pasukannya di tiap wilayah atau provinsi telah siap menyambut para pemudik dengan mendirikan posko mudik di beberapa titik strategis. Untuk momen mudik tahun ini, Banser mengambil tema Istirahat untuk Selamat.

Posko Mudik Banser 2016 menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, ta’jil buka puasa, posko kesehatan serta ribuan personel Satuan khusus Banser Lalu-Lintas (Balantas) untuk membantu mengurai kemacetan yang sudah pasti terjadi dan meminimalisir kecelakaan.

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Posko Mudik Banser disebar dalam tiga jalur Darat di pulau jawa yaitu jalur lalu lintas utara, tengah dan selatan juga di beberapa titik di pulau sumatera dan terminal utama. “Posko Mudik Banser 2016 juga ditempatkan di beberapa titik bandara udara dan pelabuhan laut,” ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni dalam rilisnya, Selasa (28/6).

Posko Mudik Banser 2016 berjumlah 190 titik posko transportasi darat, 5 titik posko transportasi laut, dan 6 titik posko transportasi udara dengan penyebaran posko sebagai berikut:

Belajar Muhammadiyah

1. DKI Jakarta: 3 terminal utama dan 1 posko pelabuhan laut.

2. Jawa Barat: 23 posko jalur lalu lintas darat.

3. Jawa tengah: 126 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 2 Posko di bandar udara.

Belajar Muhammadiyah

4. DI Yogyakarta: 11 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko di bandar udara.

5. Jawa Timur: 22 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

6. Banten: 2 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

7. Lampung: 3 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut.

Kegiatan Posko Mudik Banser 2016 mulai diselenggarakan H-7 Idul Fitri atau tanggal 28 Juni 2016 sampai dengan H+7 Idul Fitri atau tanggal 14 Juli 2016 dimana dalam waktu tersebut merupakan pilihan sebagian besar masyarakat untuk mudik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Nusantara Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Maret 2018

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Anggota Komisi VII DPR Khofifah Indar Parawansa meragukan kinerja Badan Pelaksana (BP) lumpur Lapindo. Badan ini merupakan pengganti Timnas lumpur Lapindo yang berakhir 8 April lalu. Hingga kini berbagai upaya nyatanya tak mampu mengatasi luapan lumpur Lapindo, kerja Timnas juga tak berhasil.

“Saya lihat Timnas saja orang-orangnya power full tetapi kurang suskes menangani lumpur,” kata Khofifah, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin.

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Keraguan Khofifah juga berkaitan dengan adanya hubungan antara pemilik PT Lapindo dengan badan tersebut. Maklum, badan yang terbentuk berlandaskan Keputusan Presiden ini dikepalai Sunarso, Staf Ahli Menko Kesra Bidang Kependudukan dan SDM. Aburizal Bakrie adalah salah satu pemilik PT Lapindo Brantas Inc.

Selain itu, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, terlalu birokratis. Badan ini tidak memiliki kebebasan untuk mengeksekusi keadaan di lapangan.

Hal itu karena mereka harus melapor terlebih dahulu kepada Badan Pengawas seperti Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. ”Saya kasihan dengan orang-orang yang ada di Sidoarjo. Masyarakat semakin terkatung-katung,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Khofifah meminta pemerintah pusat bekerja sepenuh hati untuk menyelesaikan lumpur Lapindo. Sebab, masyarakat Sidoarjo sudah lelah dan tersiksa dengan musibah tersebut. ”Pemerintah harus bertanggung jawab karena semuanya serba darurat di Sidoarjo,” katanya. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 03 Maret 2018

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Boyolali, Belajar Muhammadiyah


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Boyolali, kepada perwakilan Ansor-Banser setempat yang ikut menjadi relawan.

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Kepada Belajar Muhammadiyah, Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, mengatakan pemberian bantuan terwujud dari upaya bersama dari para kader Ansor dan Banser di Boyolali. “Semoga dapat meringankan beban mereka yang tertimpa musibah," ujar Choiruddin, Sabtu (24/12).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan, dari seluruh sahabat Ansor, termasuk dari Anak Cabang. “Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengadakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir ini,” kata dia.

Choiruddin menambahkan, dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir.

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Kairo, Belajar Muhammadiyah. Warga Mesir telah menyetujui amandemen konstitusi negara tersebut, dan ini merupakan kemenangan elektoral pertama bagi rezim yang didukung militer menyusul lengsernya Muhammad Mursi Juli lalu.

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Amandemen konstitusi tersebut mendapat persetujuan 98,1% dari 38,6% pemilih yang hadir, ujar kepala Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir. Angka itu melampaui jumlah orang yang setuju dan hadir dalam penyusunan piagam dalam masa satu tahun pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya fajar baru bagi Mesir, ujar Ehab Badawy, juru bicara kantor kepresidenan. Demikian dilaporkan oleh laman wall stret journal.

Belajar Muhammadiyah

Setelah amandemen disetujui, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta para pejabat Mesir menerapkan ketentuan hak asasi manusia.

“Amerika Serikat mendesak pemerintahan sementara Mesir menerapkan ketentuan mengenai HAM dan kebebasan yang dijamin oleh Undang Undang Dasar baru,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri. Ia pun berkata, “bukan satu satu suara yang menjadi penentu demokrasi, namun pelbagai langkah yang ditentukan setelahnya.”

Belajar Muhammadiyah

Menurut sejumlah kelompok dan aktivitas kemanusiaan, rendahnya jumlah pemilih golput menjadi gambaran mengenai berlanjutnya tekanan kepada kelompok penentang.

Isi UUD perubahan dipandang sama dengan sebelumnya dengan penekanan kekuatan militer, judisial, dan kepolisian.

Militer Mesir mengumumkan peta jalan setelah Mursi dilengserkan lewat kudeta berdarah.

Bulan lalu, pemerintahan sementara mengganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Pemerintah pun mengeluarkan aturan unjuk rasa yang telah menjebak puluhan aktivis sekuler penentang peta jalan militer.

Kelompok kemanusiaan dan pengamat independen mengecam pemilu yang legitimasinya rusak berkat adanya kelompok dan suara penentang.

Sebelum referendum Selasa, sejumlah orang yang menyerukan golput ditangkap.

“Transisi demokratis harus ditandai dengan adanya kebebasan lebih luas. Namun, hak demokratis warga sangat terhambat oleh warga Mesir sendiri,” ujar Eric Bjornlund kepala misi pengamatan Demokrasi International. “Tapi, masa pasca-referendum memberi peluang bagi adanya partisipasi politik lebih luas.”

Menurut kelompok tersebut, tidak terdapat bukti penyelewengan sistematis. Namun, terdapat sejumlah cacat pemilu yang dapat berujung pada kondisi golput seperti jarak antarbilik pencoblosan yang terlalu dekat. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Kamis, 01 Maret 2018

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Karanganyar, Belajar Muhammadiyah. Pengasuh pesantren Walisongo Sragen Kiai Ma’ruf Islamuddin menyampaikan begitu besarnya peran pesantren mulai dari pendidikan hingga penghematan BBM. Dengan konsep mukim pesantren, para santri dengan sendirinya, kata Kiai Ma’ruf, tidak membutuhkan kendaraan bermotor untuk sampai ke ruang belajar mereka.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf saat mengisi pengajian MWCNU Mojogedang, Jum’at (29/8).

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Kiai Ma’ruf melanjutkan, sebenarnya menitipkan putra-putri belajar di pesantren mengandung banyak sekali manfaat. Di pesantren para santri tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam. Di sini saja, terdapat penghematan biaya jajan pulsa.

Belajar Muhammadiyah

“Sekolah mereka juga ada di dalam kompleks pesantren. jadi mereka tidak perlu bingung lagi bagaimana berangkat ke sekolah saat terjadi kelangkaan BBM. Mereka cukup berjalan kaki. Kecuali penghematan stok BBM, pesantren dengan demikian turut serta menghemat subsidi BBM,” ujar Kiai Ma’ruf.

Belajar Muhammadiyah

Hanya saja biaya pendidikan di pesantren masih terkesan mahal. Pasalnya, biayanya per bulan itu dengan angka. Sementara pengeluaran biaya pendidikan di sekolah nonpesantren tidak tertera sekaligus sehingga terkesan kecil.

Namun coba sekarang dihitung lagi, kata Kiai Ma’ruf yang kini diamanahkan sebagai Ketua RMI NU Sragen di tengah ratusan warga. Misalnya biaya per bulan di pesantren sebesar 400.000 yang mencakup biaya ngaji, sekolah, makan,tidur, air dan listrik.

“Sementara di rumah bapak-ibu tidak pernah menghitung biaya makan sehari, kemudian sekolah, uang saku, uang bensin, uang pulsa, dan uang bermain. Sekarang bapak-ibu sudah bisa membandingkan, murah mana sebenarnya biaya pesantren dengan nonpesantren?” tandas Kiai Ma’ruf. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kiai Belajar Muhammadiyah

Rabu, 28 Februari 2018

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid mengatakan, dahulu umat Islam Indonesia tertinggal dalam masalah dunia, lalu didirikanlah Perguruan Tinggi Islam untuk dapat memadukan keilmuan umum dan keagamaan.

Menurutnya, untuk menggapai kebahagiaan dan kebaikan hidup di dunia dan akhirat, seseorang juga harus belajar masalah keduniaan tapi dengan motivasi yang tak melulu duniawi.

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat

“Semisal belajar ilmu kedokteran. Niatnya semata-mata karena untuk melayani masyarakat, karena bekerja untuk melayani masyarakat itu berbeda dengan bekerja untuk mencari uang,” ujar pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Belajar Muhammadiyah

Gus Sholah menyampaikan hal tersebut di hadapan mahasiswa dan masyarakat umum Bandung saat menghadiri acara Gema Aswaja Tabligh Akbar Nasional dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Sabtu (24/5) malam, di masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djari, Bandung, Jawa Barat.

Belajar Muhammadiyah

“Makanya kita dituntut untuk meninjau niat kita dalam menuntut ilmu,” katanya.

Gus Sholah menegaskan, umat Islam di Indonesia menjadi acuan negara-negara Islam lain karena dapat memadukan ilmu agama dengan ilmu dunia. “Karena itulah kita mempunyai paham Aswaja yang menjadi Inspirasi umat Islam di luar Indonesia,” tutur Gus Sholah.

Belakangan ini, di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sendiri, kegiatan keagamaan khususnya yang berhaluan Aswaja semakin semarak. Tokoh-tokoh dan mubaligh nasional kerap diundang untuk menghadiri kegiatan di lingkungan kampus. Respon mahasiswa serta masyarakat sekitar juga positif. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Syariah, RMI NU, Amalan Belajar Muhammadiyah

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Jakarta, Belajar Muhammadiyah
Sekitar 23 DPW PPP menghadap Wapres untuk menyatakan dukungannya agar Hamzah Haz dipilih kembali menjadi Ketua Umum PPP. DPD Jatim adalah yang pertama kali menghadap Hamzah Haz.

Mendapat dukungan dari banyak wilayah Hamzah Haz menyatakan kesiapannya dipilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2003-2008 pada Muktamar PPP yang akan berlangsung 20- 24 Mei di Jakarta.

Ketua DPW PPP Jatim Hafidz Maksoem mengatakan berdasarkan laporan, banyak yang mendukung Hamzah Haz. Misalnya, Sumut yang merupakan wilayahnya Bachtiar Chamsyah, ternyata 19 dari 20 DPC PPP mendukung Hamzah Haz.

"Jadi kalau orang lain (pendukung Bachtiar) mengklaim suaranya lebih besar, itu biasa. Buktikan saja bagaimana kenyataannya," katanya. Ia juga mengatakan pencalonan Hamzah Haz bukan karena ia berasal dari NU, namun ia adalah kader terbaik PPP di Pesantren Daru Maarif Cipete, Jakarta, Senin.

Mereka datang untuk melaporkan masalah muktamar dan minta restu dari mantan Ketua MPRS itu. Dalan pertemuan itu tidak ada sama sekali upaya untuk meminta dukungan dari ketua pertama PPP itu terhadap calon ketua umum PPP 2003-2008.

"Dan beliau juga tidak akan memihak ke mana-mana," ujar Zarkasih Noer yang turut dalam acara tersebut.

Kepemimpinan Hamzah lemah

Kinerja kepemimpinan dan kepengurusan PPP era Ketua Umum Hamzah Haz paling lemah, dibandingkan periode sebelumnya, meskipun telah menjadi Wakil Presiden, dan hal itu merupakan momentum untuk melakukan perubahan pada Muktamar V PPP, 20-24 Mei 2003.

"Ternyata tidak signifikan hubungan antara Hamzah Haz yang juga Wapres dengan konsolidasi organisasi," kata anggota Litbang DPP PPP Usamah Hisyam di Jakarta, Minggu.

Ia membeberkan data bahwa perolehan kursi pada Pemilu 1999 di era kepemimpinan Hamzah Haz merupakan yang terburuk, yakni hanya meraih 58 kursi di DPR-RI. Pemilu 1977, 99 kursi, Pemilu 1982, 94 kursi, Pemilu 1987, 61 kursi, Pemilu 1992 62 kursi, dan Pemilu 1997, 89 kursi.

Pada kepengurusan Hamzah Haz juga timbul perpecahan, KH Zainuddin MZ dan kelompoknya mendirikan PPP Reformasi, sebelum kemudian berganti nama menjadi Partai Bintang Reformasi. Ini merupakan sebagian dari beberapa kelemahan dari kepemimpinan Hamzah dalam PPP

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta HA Chudlary Syafii Hadzami mengatakan bahwa pihaknya mendukung kepemimpinan Hamzah Haz untuk periode 2003-2008.

"Dengan posisinya sebagai Wapres yang sangat strategis saat ini, membuat PPP masih memerlukan kepemimpinannya," kata Chudlary. Ia berharap peserta muktamar masih memilih Hamzah Haz sebagai pemimpin.

Mengenai konflik internal yang terjadi di PPP, menurut Chudlary, hal itu merupakan dinamika yang demokrasi dan tidak sampai mengganggu organisasi secara keseluruhan.

Ketika dikonfirmasi mengenai usia Hamzah Haz yang telah mencapai 63 tahun, yang tergolong sudah tua untuk memimpin PPP di tengah tantangan yang semakin berat menghadapi Pemilu 2004, Chudlary menegaskan bahwa figur yang tua tepat untuk memimpin partai karena kaya akan pengalaman.

"Hamzah Haz masih dibutuhkan, mungkin 30 persen dari kalangan tua dan 70 persen lainnya dari kalangan muda," katanya.

Dalam hitung-hitungan di atas kertas versi Forum Silaturahmi Sukses Muktamar V PPP, Hamzah didukung oleh 23 dari 30 DPW PPP dan 308 dari 400 DPC PPP seluruh Indonesia.(rol/mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Belajar Muhammadiyah

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Ketua PBNU HM Rozy Munir Jadi Dubes Qatar

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Ketua PBNU Urusan Luar Negeri HM Rozy Munir dilantik oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menduduki jabatan duta besar Indonesia untuk Qatar untuk tiga tahun ke depan. Pelantikan dilaksanakan di Istana Presiden pukul 14.00 Rabu (5/9).

Kepada Belajar Muhammadiyah di PBNU sesaat sebelum keberangkatannya ke istana, Rozy menjelaskan bahwa ia akan memfokuskan tiga hal untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Qatar yang mencakup investasi, perdagangan dan  pariwisata.

“Banyak peluang yang bisa diraih seperti tenaga ahli dibidang perminyakan, konstruksi, perhotelan, sarana dan prasarana sampai dengan dokter dan perawat. Kita juga akan berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan dari Qatar ke Indonesia karena sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Doha ke Jakarta dan Bali,” tuturnya.

Ketua PBNU HM Rozy Munir Jadi Dubes Qatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU HM Rozy Munir Jadi Dubes Qatar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU HM Rozy Munir Jadi Dubes Qatar

Beberapa hal yang belum diselesaikan oleh dubes sebelumnya seperti MoU tentang Joint Investment Fund juga akan menjadi prioritas garapannya. 

Sebagai orang yang sudah lama mengabdi di NU, Ia juga akan berupaya meningkatkan hubungan keagamaan dengan mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamiin yang selama ini sudah dijalankan NU dan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) turut digagasnya.

Belajar Muhammadiyah

Ia merupakan satu dari tujuh dubes baru yang bukan merupakan diplomat karir dan hari ini dilantik bersama dengan tiga dubes lainnya. Posisinya di Qatar menggantikan Abdul Wahid Maktub yang sudah habis masa tugasnya.

Dilahirkan di Mojokerto, 16 April 1943, darah NU sudah mengalir sejak lahir karena ia merupakan anak dari KH Munasir Ali, salah satu pejuang Hizbullah, yang merupakan pasukan NU dalam mengusir penjajah.

Lulus dari FE UI tahun 1974, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Hawai dengan mengambil program Master of Science in Public Health/Population and Family Planning yang diselesaikan pada tahun 1977 yang selanjutnya ia mengabdi di almamaternya.

Beberapa jabatan penting yang pernah di pegangnya adalah direktur Pranata UI 1986-1997, staff ahli Menakertrans pada tahun 1998, Badan Kependudukan Nasional (200-2001, Menneg  BUMN (2000) dan anggota Panwaslu (2004).

Semasa mahasiswa, Rozy aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa yang menjadi wadah anak-anak NU, selanjutnya, ia aktif di Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) yang merupakan bidang keahliannya. Selanjutnya, ia menjadi ketua PBNU semasa kepemimpinan Gus Dur dan masih dipercaya sampai dua kali masa khidmat kepemimpinan KH Hasyim Muzadi.

Belajar Muhammadiyah

Pernikahannya dengan gadis Bugis yang disuntingnya Hj Mufida Munir membuahkan tiga orang anak, Avianto Muhtadi, Benny Saaf dan Citra Fitri. Ia kini merupakan kakek dari dua orang cucu dari anaknya yang pertama. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pesantren Belajar Muhammadiyah

Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita

Yogyakarta, Belajar Muhammadiyah. Pada sesi terakhir pada kelas menulis santri atau yang disebut KMS, santri diajak kunjungan ke media cetak dan online, Tribun Yogyakarta, Kamis (22/01), pukul 14:00-16:00. Mereka dikenalkan bagaimana proses produksi berita di media mainstream. Pada kunjungan ini, Yudha Kriswanto, Redaktur Tribun Jogja mempersilakan para santri untuk menulis di media online tribunjogja.com.

"Teman-teman pakai gadget semua kan? Silakan kalian tulis berita kejadian pada saat Anda perjalanan dari LKiS ke kantor Tribun Jogja." Instruksi Yudha saat mewakili Tribun Jogja untuk mengisi sesi kunjungan santri.

Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita

Setelah memberitahukan tata cara mengirim berita ke Tribun Jogja, Yudha juga menjelaskan, saat mengirim berita harus disertai foto. Menurutnya, foto menjadi orisinalitas berita.

"Mengambil foto harus sesuai dengan kejadian. Jangan sampai salah mengambil foto, karena akan memicu permasalahan besar. Dan kalau kalian mengambil foto dari internet, maka harus cantumkan alamatnya." Jelasnya kepada para santri yang sedang asyik mendengarkan paparannya.

Ia juga menjelaskan, tulisan yang dikirim ke tribunjogja.com tiga paragraf sudah cukup. "Ketika ada kejadian, segeralah tulis. Karena media online akan memuat berita-berita yang update." Tandasnya.

Belajar Muhammadiyah

Usai menjelaskan bagaimana prosedur penulisan berita di Tribun Jogja, Yudha kemudian memperlihatkan video saat pelatihan pertama kali yang diadakan oleh Tribun Jogja. "Ini merupakan pelatihan angkatan pertama. Pada waktu itu, koran tribun belum ada, bahkan media onlinenya juga belum ada." Jelasnya kepada para santri seraya memperlihatkan video dokumenter Tribun Jogja.

"Setelah hari kedua pelatihan, ada gunung merapi meletus, tepatnya pada tahun 2010. Pada saat itu, para wartawan langsung diterjunkan ke tempat kejadian sebelum rapat redaksi." Tutur Yudha, Pria dengan sosok rambut gondrong. (Nur Sholikhin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Kajian Islam, Kajian Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi

Bandung, Belajar Muhammadiyah. Pakar Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung, Basuki Suhardiman menilai, ide Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama merupakan peluang untuk menunjukkan jati diri bangsa.

Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi

Sebab selama ini menurutnya, memang ada jenis keislaman yang secara unik dalam sejarah Islam di Indonesia. Dan jenis ini menurut Basuki bukan hal baru. Adapun guliran slogan Islam Nusantara itu dinilai bagian dari marketing, atau pemasaran gagasan pemikiran.

"Sebagai orang teknik yang sering menggali khazanah sejarah teknologi, Islam Nusantara itu cukup bagus untuk membangkitkan gairah generasi mengenal sejarah masa lalu. Sejarah Wali Songo misalnya bukan semata urusan dakwah dalam ruang lingkup seni dan akhlak saja, melainkan juga kaya akan legacy (warisan) ekonomi, teknologi, dan mesin tempur, "ujarnya kepada Belajar Muhammadiyah, Senin (29/8).

Belajar Muhammadiyah

Peneliti Comlabs ITB yang sering aktif terlibat diskusi di PWNU Jawa Barat itu menilai, bahwa kajian Islam Nusantara harus menukik pada histori teknologi karena sekarang bangsa kita sudah tertidur lama dalam urusan teknologi.

Belajar Muhammadiyah

"Ada rekam jejak dari sejarah jika sebuah bangsa tidak melakukan inovasi, tidak melakukan reengineering pasti akan mengalami keruntuhan karena kalah dalam kompetisi. Khilaffah Ottoman mundur akibat beku dalam sains dan teknologi. Majapahit bahkan runtuh karena tidak melakukan pembaharuan. Dan kejayaan Demak dengan Wali Songo-nya maju karena inovatif," paparnya.

Basuki melanjutkan, Wali Songo kreatif dalam urusan dakwah. Misalnya mengubah wayang golek menjadi wayang kulit sebagai siasat atau kompromi supaya kesenian bisa laras dengan doktrin fiqih. Kemudian Raden Rahmat Ngampel juga kreatif dalam membuat skema pertanian sehingga hasil panen di kawasan Jawa Timur lebih baik, di Cirebon Sunan Gunung Jati juga banyak melakukan terobosan seperti memasok sarana perdagangan dari pedalaman dibawa ke pelabuhan.

"Kita kaya akan sejarah.Cuma memang bangsa kita ini termasuk kategori kelas rendah dalam urusan baca, menempati level paling bawah setara dengan negara Zambia. Akibatnya kita menjadi semacam bangsa yang zero naratif nation," kritiknya.

Menurut Basuki, sebuah bangsa bisa maju ukuran umumnya bisa dilihat dari punya tradisi membaca, bagus dalam urusan matematika, dan cakap menguasai ilmu alam.

"Kalau membaca saja tidak pernah, bagaimana bisa maju urusan matematika dan ilmu alam?" Orang-orang NU punya tradisi membawa, karena itu gerakan membaca perlu digulirkan oleh PBNU, apalagi Ketua Umum PBNU-nya juga pinter sejarah," jelasnya.

Karena itu menurut pria asal Sidoarjo ini, gema Islam Nusantara yang paling mendasar adalah mengambil gerakan literasi, terutama sejarah, berlanjut pada pengembangan kesusastraan, lalu riset pada sains.

? "Ini kesempatan baik di mana ada ide besar yang dikembangkan oleh organisasi besar. Dulu kiai-kiai tradisional pun tergolong kreatif dalam menjawab persoalan masyarakat. Sekarang harus dilakukan," pesannya. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri Belajar Muhammadiyah

Selasa, 27 Februari 2018

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) 2017 di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (19/1).

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU) DKI Jakarta H Marzuki Usman dalam sambutannya menyampaikan, agar para pengelola STAINU punya mimpi.?

Sebagaimana kata Eleanor Roosevelt, kutipnya, bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. “Saya ingin kampus STAINU ada di 420 kabupaten,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki juga menekankan agar STAINU Jakarta mampu mengisi dunia. “Kita harus kerja keras, kita harus mengisi dunia,” tegasnya.

Belajar Muhammadiyah

Pada kesempatan yang sama, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif menginformasikan akan adanya tambahan dua fakultas lagi di STAINU Jakarta, yaitu Fakultas Humaniora dan Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Sebagai lembaga pendidikan yang masih berusia muda, Syahrizal berharap tahun ini STAINU Jakarta mendapat apa yang menjadi kebutuhan kampus sehingga bisa dikembangkan lebih bagus lagi.

STAINU dengan motto Unggul, Tangguh, dan Populis mempunyai karakter tersendiri, yaitu kewirausahaan. “Kita punya karakter kewirausahaan, kita harus mampu,” jelasnya.?

Belajar Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan Raker tersebut Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Wakil Ketua I STAINU Imam Bukhori, Wakil Ketua II Arif Rahman, Wakil Ketua III Ahmad Nurul Huda, dan Wakil Ketua IV Aris Adi Leksono.?

Di samping itu hadir juga Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI Dede Setiawan, Kaprodi Ahwalul Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, Kaprodi Perbankan Syariah Khairunnisa, perwakilan Pascasarjana STAINU Jakarta Idris Masudi, dan beberapa dosen. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Fragmen, Anti Hoax Belajar Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Jombang, Belajar Muhammadiyah. Ajang Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) akan segera dilaksanakan akhir bulan depan. Sejumlah persiapan telah dilakukan termasuk seleksi peserta yang akan diberangkatkan.

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas Jombang Dikukuhkan

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang sangat serius mempersiapkan kegiatan perkemahan tingkat nasional ini. Seleksi sejumlah peserta dilakukan secara ketat dan dengan disiplin tinggi. 

“Ini agar saat berbaur dengan kontingen lain dari berbagai daerah tidak mengecewakan,” kata Khojin kepada Belajar Muhammadiyah (28/4).

Belajar Muhammadiyah

“Seleksi ini sebenarnya untuk kali kedua, yang sehari sebelumnya telah dilakukan,” katanya. “Dari proses seleksi, telah dipilih seratus dua puluh peserta,” lanjutnya. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah sekolah MA, SMA serta SMK yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Pelaksanaan Perwimanas akan berlangsung 24-29/5 di perkemahan Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Tidak kurang empat ribu peserta akan berpartisipasi pada kegiatan ini dari seluruh tanah air.

Belajar Muhammadiyah

“Karena sebagai tuan rumah, maka berbagai persiapan telah kami persiapkan menyambut kegiatan ini,” kata Sekretaris PC LP Ma’arif NU Jombang ini. Apalagi pada kegiatan serupa untuk tingkat Jawa Timur, Jombang berhasil menjadi juara umum.

“Prestasi itu sudah seharusnya kami pertahankan untuk tingkat nasional,” katanya optimis. Dan perwakilan yang telah diseleksi dalam dua gelombang tersebut sebagai kontingen pilihan untuk ajang ini. 

“Kita juga berharap kegiatan berjalan sukses dan silaturahim antar aktifis Pramuka di kepengurusan Ma’arif NU juga akan terus terjalin,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah RMI NU, Kiai, Cerita Belajar Muhammadiyah

Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah. GP Ansor Banyuwangi bersyukur atas penetapan Hari Santri. Ratusan pemuda NU ini mengadakan apel akbar dan kuliah umum di Gedung Wanita, Banyuwangi, Ahad (25/10). Karenanya, halaman gedung yang beralamat di kelurahan Kepatihan, kecamatan Banyuwangi Kota, didominasi warna hijau dan loreng khas Banser. Mereka menyatakan komitmen untuk menjaga semangat kepemudaan.

Ketua GP Ansor Banyuwangi Sukron Makmun Hidayat mengimbau para kader Ansor untuk melandasi setiap gerak langkah dengan niat jihad. Sesuai dengan sejarah perjuangan para ulama dalam mencetuskan Resolusi Jihad.

Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, GP Ansor Banyuwangi Bertekad Lebih Baik ke Depan

"Kita harus mampu memberi suri teladan kepada seluruh masyarakat, keluarga dan adik-adik kita bahwa setiap langkah dan pergerakan kita selalu berlandaskan jihad, semangat keihklasan," tegas Sukron.

Belajar Muhammadiyah

Sukron juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah Jokowi yang telah memberikan penghargaan terhadap Resolusi Jihad. Atas anugerah ini, ia berharap seluruh masyarakat Indonesia khususnya kader Ansor untuk terus bahu-membahu berjuang mengisi kemerdekaan.

"Langkah yang telah dilakukan kader Ansor dalam memerangi kebodohan, kemiskinan dan lainnya, harus terus dilakukan demi terwujudnya kesejahteraan di Indonesia," imbuhnya.

Belajar Muhammadiyah

Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali mengajak seluruh kader Ansor untuk terus bersemangat dalam keikhlasan setiap pergerakan.

"Ansor itu tidak boleh melempem. Ansor harus terus bersemangat. Seperti para santri dan ulama di masa penjajahan, mereka terus berjuang dengan tulus ikhlas," ucapnya.

Di sela-sela acara yang mengusung tema “Menggerakan Kembali Ruh Perjuangan Ulama-Kiai” ini juga dilakukan pengukuhan pengurus Rijalul Ansor, majelis dzikir dan sholawat di tingkat cabang GP Ansor Banyuwangi. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Hadits, Pemurnian Aqidah, Warta Belajar Muhammadiyah

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Menyambut datangnya liburan semester, mahasantri angkatan kedua Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam, Beji, Depok berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Ahad (17/3).

Perihal itu disampaikan oleh seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Belajar Muhammadiyah melalui telepon, Kamis (22/3) sore.

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Di makam yang terkenal dengan sebutan makam keramat Luar Batang itu, mahasantri menjalankan adab ziarah sebagaimana mestinya. Mereka membaca surah Yasin, tahlil, selawat Nabi Muhamad, doa dan sejumlah kalimat pujian lainnya.

“Pembacaan rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh guru STKQ Al-Hikam Musthofa,” tambah Zaki.

Belajar Muhammadiyah

Zaki menambahkan, Ketua panitia acara Mubarok menyatakan pentingnya tradisi ziarah kubur. Karena, ziarah kubur, lanjut Mubarok, menghadirkan suasana khas religius yang amat dibutuhkan warga kota besar seperti Jakarta.

Tujuan dari ziarah itu selain menyegarkan keimanan, mengingatkan orang pada kematian. Padahal, keduanya merupakan kebutuhan dasar religius  bagi setiap muslim, ungkap Mubarok. 

Dalam melaksanakan ziarah kubur, rombongan mahasantri dikepalai oleh Mubarok. Usai berziarah, rombongan bergerak menuju tempat liburan Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi tidak jauh dari makam keramat Luar Batang.

Penulis: Alhafiz Kurniawan 

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nasional Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 24 Februari 2018

Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat

Bogor, Belajar Muhammadiyah

Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Ahad (29/5) pagi tampak berbeda. Ratusan jama’ah dari majelis ta’lim se-Bogor tampak memenuhi ruangan. Pasalnya, hari ini merupakan hari terselenggaranya acara IPB Bersholawat, sebuah acara yang bertujuan menggemakan shalawat di kampus pertanian terbaik se-Indonesia ini.

Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Vakum 4 Tahun, KMNU IPB Adakan IPB Bersholawat

Acara yang bertema Gemakan Sholawat, Temukan Kembali Jati Diri Umat untuk NKRI yang Bermartababat ini juga dihelat dalam rangka peringatan harlah ke-9 KMNU IPB yang jatuh pada 26 Mei lalu. Acara dimulai pada pukul delapan pagi dengan penampilan hadrah KMNU IPB sebagai pembukanya.

Dalam sambutannya, ketua pelaksana IPB Bersholawat, ketua KMNU IPB, Pembina KMNU IPB, dan Presidium Nasional I KMNU Pusat sama-sama menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara shalawatan terbesar di kampus IPB ini. Mereka berharap acara ini dapat menarik lebih banyak lagi mahasiswa dan masyarakat yang rindu akan Rasulullah SAW. ?

Hadir sebagai penyampai mauidhah hasanah, KH Choirul Anshori dari Yayasan Syahamah (Syabab Ahlussunnah wal Jama’ah) dan Syaikh Dr Muhammad Darwis asal Suriah yang merupakan dosen di Ma’had Aly Littafaqquh Fiddin Imam Syafii, Cianjur. Dalam ceramah Kiai Anshori menyampaikan bahwa pembacaan maulid adalah hal yang disukai Rasulullah SAW. Hal ini terbukti ketika Imam Al-Bushiri sakit keras karena terlalu rindunya terhadap Rasulullah, dalam suatu malam ia didatangi Rasulullah SAW dalam mimpinya. Rasulullah meminta Imam Al-Bushiri menulis maulid yang kemudian dikenal dengan Maulid Burdah. Setelah itu, Rasulullah mengusap Imam Al-Bushiri dan ketika terbangun dari tidurnya, Imam AL-Bushiri telah sembuh dari sakitnya.

Belajar Muhammadiyah

Kiai Anshori menambahkan walau pembacaan maulid adalah bid’ah (perkara yang baru ada setelah Nabi wafat-red), namun hal ini termasuk bid’ah hasanah atau bid’ah yang baik. Kiai yang berasal dari Malang ini juga mengingatkan umat Islam akan bahaya bid’ah dhalalah (bid’ah yang buruk) seperti gerakan LGBT dan kampanye-kampanye menyesatkan lainnya.?

Mauidhoh hasanah kedua disampaikan oleh Syaikh Dr Muhammad Darwis dalam bahasa Arab dengan Ustadz Adhli Al-Karni sebagai penerjemahnya. Dalam ceramahnya, Syaikh Muhammad Darwis menerangkan tentang keutamaan shalawat dan kemuliaan Baginda Nabi SAW. Kisah yang menyentuh hati juga ia sampaikan, salah satunya kisah tentang Ummu Sulaim yang mengumpulkan tetesan keringat Rasulullah dalam sebuah botol saat Rasulullah tertidur.?

Pelantunan shalawat yang merupakan acara inti dari IPB Bersholawat ini dipimpin oleh Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf beserta jama’ahnya yang tergabung dalam Majelis Syababul Kheir Bogor.?

“Sudah saatnya kaum Ahlussunnah wal Jama’ah menunjukkan identitasnya sebagai kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu dengan bershalawat,” tegas Habib Mahdi di sela-sela pelantunan shalawat. Ke depan, acara yang diramaikan dengan hastag #IPBersholawat ini diharapkan dapat menjadi pemicu akan lahirnya lebih banyak majelis shalawat di kampus selanjutnya. (Kholilah DI/Mukafi Niam)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah Belajar Muhammadiyah

LFNU Ajak Muhammadiyah Bersatu dalam Sidang Itsbat

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) mengajak organisasi Muhammadiyah bersatu dalam sidang itsbat penetapan awal bulan kalender Hijriyah terutama Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah bersama Departemen Agama dan seluruh organisasi Islam di Indonesia.

Dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan antara LFNU dengan Majelis Tarjih Muhammadiyah di Kantor Pusat Dakwah Muhamamdiyah Jakarta sebagai kelanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pertemuan terakhir kemarin diadakan di kantor PBNU Jakarta pada Selasa (2/10).

Ketua LFNU KH Ghazali Maroeri menyatakan, titik temu antara NU dan Muhammadiyah dalam hal penetapan metode penentuan awal bulan Hijriyah sudah semakin terang.

LFNU Ajak Muhammadiyah Bersatu dalam Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Ajak Muhammadiyah Bersatu dalam Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Ajak Muhammadiyah Bersatu dalam Sidang Itsbat

“Kami sudah merintis hal itu. Kami mengatakan kepada Mejelis Tarjih bahwa jangan melihat NU-nya, tapi ini adalah urusan masyarakat banyak. Namun memang soal keyakinan itu tidak bisa dirubah sekaligus,” kata Kiai Ghazali kepada Belajar Muhammadiyah di Jakarta, Ahad (14/10).

Ada beberapa hal yang akan dibincang secara serius dengan Majelis Tarjih Muhammadiyah mengenai dalil-dalil syar’i berkaitan dengan penentuan awal bulan Hijriyah, terutama pada soal definisi “hilal” yang menjadi patokan utama penentuan awal bulan sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Belajar Muhammadiyah

“Sangat mungkin kita ketemu karena Pak Fatah Wibisono (pengurus Majelis tarjih Muhamadiyah yang membidangi persoalan falakiyah, red) adalah alumni pesantrennya Kiai Bisri Syamsuri (Pesantren Denanyar Jombang, red). Kami sering menyebutnya Muhammadiyah cabang Denanyar,” kata Kiai Ghazali bergurau.

Sementara itu berbagai fihak berharap semua ormas Islam di Indonesia tidak mengumumkan penetapan awal Syawal sendiri. Penetapan awal syawal harus disepakati bersama dalam sidang itsbat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Jamaah Al-Khidmah H Hasanuddin berharap Muhammadiyah tidak mengumumkan keputusan awal bulan sebelum sidang itsbat. “Apakah etis keikutsertaan Muhammadiyah dalam sidang itsbat yang akan menetapkan tanggal 1 Syawal sementara Muhammadiyah sendiri sudah mempunyai ketetapan,” katanya kepada Belajar Muhammadiyah mewakili jamaah tarekat terbesar Qadiriyah-Naqsabandiyah.

Belajar Muhammadiyah

Menurut H Hasanudin, pengumuman tersebut memang hanya ditujukan kepada warga Muhammadiyah sendiri. “Tapi mereka adalah warga negara Indonesia yang mestinya dianjurkan untuk taat pada keputusan Pemerintah Indonesia demi kesatuan dan persatuan,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Sholawat Belajar Muhammadiyah

Jumat, 23 Februari 2018

Khutbah Gerhana Bulan: Meresapi Hakikat Fenomena Alam

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah Gerhana Bulan: Meresapi Hakikat Fenomena Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Gerhana Bulan: Meresapi Hakikat Fenomena Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Gerhana Bulan: Meresapi Hakikat Fenomena Alam

Jamaah shalat gerhana bulan as‘adakumullah,

Belajar Muhammadiyah

Setiap orang di antara kita barangkali sudah mengimani bahwa seluruh keberadaan alam semesta ini diciptakan oleh Allah subhânahu wata‘âlâ. Gunung, laut, rerumputan, binatang, udara, benda-benda langit, jin, manusia, hingga seluruh detail organ dan sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah. Tak satu pun makluk lepas dari sunnatullah. Inilah makna Allah sebagai Rabbul ‘âlamîn, pemilik sekaligus penguasa dari seluruh keberadaan; al-Khâliqu kulla syaî’, pencipta segala sesuatu. Apa saja dan siapa saja. Namun, apakah nilai lebih selanjutnya setelah kita mempercayai itu semua?

Belajar Muhammadiyah

Allah menciptakan segala sesuatu tak lain sebagai ayat atau tanda akan beradaan-Nya. Dalam khazanah Islam lazim kita dengar istilah ayat qauliyyah dan ayat kauniyyah. Yang pertama merujuk pada ayat-ayat berupa firman Allah (Al-Qur’an), sedangkan yang kedua mengacu pada ayat berupa ciptaan secara umum, mulai dari semesta benda-benda langit sampai diri manusia sendiri.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan:

? ? ? ? ? ?

“Kami (Allah) akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri….” (QS Fushshilat [41]:53 )

Tanda (ayat) tetap akan selalu berposisi sebagaimana tanda. Ia medium atau perantara untuk mencapai sesuatu. Kita bisa tahu udara sedang bertiup ke arah utara ketika kita menyaksikan daun pepohonan sedang bergerak ke arah utara. Kita bisa tahu dari kejauhan sedang terjadi kebakaran saat menyaksikan kepulan asap membumbung ke udara. Dalam konteks ini, fenomena daun bergerak dan membumbungnya asap hanyalah perantara bagi yang melihatnya tentang apa yang berada di baliknya, yakni udara dan api.

Dalam skala yang lebih besar dan lebih hakiki, fenomena pergerakan benda-benda langit yang demikian tertib, agung, dan menakjubkan adalah tanda akan hadirnya Dzat dengan kekuasaan yang tak mungkin tertandingi oleh apa pun dan siapa pun. Dialah Allah subhânahu wata‘âlâ.

Dengan demikian, fenomena gerhana bulan yang kita saksikan saat ini pun seyogianya kita posisikan tak lebih dari ayat. Kita patut bersyukur mendapat kesempatan melewati momen-momen indah tersebut. Selain menikmati keindahan dan mengagumi gerhana bulan, cara bersyukur paling sejati adalah meresapi kehadiran Allah di balik peristiwa alam ini.

Jamaah shalat gerhana bulan as‘adakumullah,

Jika kita sering mendengar anjuran untuk mengucapkan tasbih “subhânallâh” (Mahasuci Allah) kala berdecak kagum, maka sesungguhnya itu manifestasi dari ajaran bahwa segala sesuatu—bahkan yang menakjubkan sekalipun—harus dikembalikan pada keagungan dan kekuasaan Allah. Kita dianjurkan untuk seketika mengingat Allah dan menyucikannya dari godaan keindahan lain selain Dia. Bahkan, Allah sendiri mengungkapkan bahwa tiap sesuatu di langit dan di bumi telah bertasbih tanpa henti sebagai bentuk ketundukan kepada-Nya.

Dalam Suarat al-Hadid ayat 1 disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Sementara dalam Surat al-Isra ayat 44 dinyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Jamaah shalat gerhana bulan as‘adakumullah,

Apa konsekuensi lanjutan saat kita mengimani, menyucikan, serta mengagungkan Allah? Tidak lain adalah berintrospeksi betapa lemah dan rendah diri ini di hadapan Allah. Artinya, meningkatnya pengagungan kepada Allah berbanding lurus dengan menurunnya sikap takabur, angkuh atas kelebihan-kelebihan diri, termasuk bila itu prestasi ibadah. Yang diingat adalah ketakberdayaan diri, sehingga memunculkan sikap merasa bersalah dan bergairah untuk memperbanyak istighfar.

Dalam momen gerhana bulan ini pula kita dianjurkan untuk menyujudkan seluruh kebanggaan dan keagungan di luar Allah, sebab pada hakikatnya semuanya hanyalah tanda.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya,” (QS Fushilat [41]: 37).

Dalam tataran praktis, ada yang memaknai perintah sujud pada ayat tersebut sebagai perintah untuk melaksanakan shalat gerhana sebagaimana yang kita lakukan pada malam hari ini.  Momen gerhana bulan juga menjadi wahana tepat untuk memperbanyak permohonan ampun, tobat, kembali kepada Allah sebagai muasal dan muara segala keberadaan.

Semoga fenomena gerhana bulan kali ini meningkatkan kedekatan kita kepada Allah subhânahu wata‘âlâ, membesarkan hati kita untuk ikhlas menolong sesama, serta menjaga kita untuk selalu ramah terhadap alam sekitar kita. Wallahu a’lam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Alif Budi Luhur
Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nusantara, Nahdlatul Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock