Senin, 12 Maret 2018

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Oleh: Mohamad Ramdhany

Budaya adalah cipta rasa karsa manusia yang terbentuk dalam setiap daerah. Budaya akan terus berkembang karena mengakomodir banyak hal dimulai dari kehidupan sosial masyrakat yang hidup di daerah tersebut maupun budaya baru yang datang dan bersosialisasi bersama dalam satu daerah.

Dalam perkembangannya budaya Cirebon sangat kental dipengaruhi oleh agama Islam sehingga melahirkan adat yang dijaga oleh masyarakat Cirebon. Berbagai praktik ritual adat di Cirebon dipahami sebagai warisan turun temurun dari para leluhur sehingga pantas untuk dilestarikan dan dijaga. Beberapa adat yang masih bisa disaksikan di Cirebon yaitu; Suroan, Saparan, Mauludan, Rajaban, Ruwahan, Syawalan, Slametan, Khitanan, pernikahan, kematian dan lain sebagainya.

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Lokal Keagamaan di Bumi Cirebon

Suroan adalah salah satu adat yang dilakukan masyarakat Cirebon pada saat bulan asyura. Kata suro sendiri merupakan kata yang berasal dari kata suro dalam bahasa jawa kuno (kawi) berarti ‘raksasa’ dalam bahasa sansekerta berarti ‘dewa’ atau ‘dewi’. Dalam prakteknya, memang agak sulit untuk menghubungkan arti keduanya dengan konteks adat yang dilakukan.

Belajar Muhammadiyah

Adat membiasakan pembuatan bubur suro untuk peringatan suroan menghubungkan kemuliaan bulan asyura sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Pada bulan yang mulia ini banyak sekali peristiwa sejarah yang terjadi. Diatanranya persitiwa diterimanya taubat nabi Adam dan hawa oleh Allah, diselamatkannya nabi Nuh dan para pengikutnya setelah terombang-ambing lama dengan perahunnya di tengah laut lepas, pertama kalinya nabi Musa mendapat wahyu di gunung Sinai, dibebaskannya nabi Yusuf dari penjara atas tuduhan asusila terhadap Zulaikha.

Dalam sejarah Cirebon Walangsusang putra pertama Prabu Siliwangi pergi meninggalkan kerajaan juga terjadi pada bulan Asyura. Walangsungsang mengembara mencari ilmu hingga bertemu dengan Syaikh Datu Kahfi yang menuntunnya masuk Islam. Dari sinilah akhirnya masyarakat Cirebon mengadakan adat Suroan dengan membuat bubur sura dan dibagi bagikan kepada yang membutuhkan.

Belajar Muhammadiyah

Tradisi lain yang hidup di masyarakat Cirebon adalah Saparan. Yakni adat yang dilakukan masyarakat Cirebon untuk memperingati? bulan shafar, bulan kedua dalam kalender Islam dan Jawa. Mereka mempercayai bahwa pada bulan shafar ini Allah memberikan banyak ujian dan cobaan baik berupa kecelakaan, kematian, kemal angan bencana dan kerugian. Dalam memperingati bulan tersebut, masyarakat mengadakan saparan dengan mengadakan ngapem, proses pembuatan apem untuk dibagikan kepada saudara, kerabat dekat, tetangga, dan orang-orang yang berada di sekitar rumah dengan niatan bershodaqoh.

Tradisi yang kedua yaitu ngirap; proses ngirap sendiri yaitu berhubungan dengan penyucian diri dari segala macam salah dan dosa dengan bertaubat agar terhindar dari marabahaya. Dan yang terakhir yakni rebo wekasan, adat rebo wekasan biasanya dimulai dari ba’da isya sampai menjelang shubuh di mana serombongan antara sempat sampai sepuluh orang laki-laki membaca Al-Qur’an di tajug (mushala) kemudian berkeliling desa dari rumah ke rumah untuk mendoakan rumah yang dikunjungi dan biasanya pihak rumah memberikan sedekah berupa apa saja pada mereka yang datang.

Tradisi lain yang hidup di Cirebon adalah Mauludan. Biasanya dilakukan pada saat bulan Mulud (Rabiul awwal). Adat ini diniatkan untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad. Puncak dari mauludan yakni panjang jimat yang diadakan keraton Kasepuhan Cirebon. Tujuannya untuk menjaga keberadaan alat-alat pusaka yang dimiliki keratin. Sesuai dengan namanya, adat ini juga bertujuan untuk panjang (tiada henti) jimat (siji kang dirumat). Jadi proses adat panjang jimat ini merupakan simbol kepedulian untuk mempertahankan sepanjang hayat atau tanpa henti dari kalimat syahadat atau agama Islam.

Tradisi berikutnya adalah Rajaban. Tradisi ini dilakukan bertepatan dengan bulan Rajab. Masyarakat Cirebon memperingatinya dengan berkumpul bersama di mushala atau masjid kemudian membacakan diba’i atau asyraqalan. Asyraqalan yaitu proses pembacaan shalawat pujian kepada nabi Muhammad dengan berdiri.

Di setiap tradisi adat ini masyarakat Cirebon menilainya sebagai ritual tambahan di luar rukun Islam yang dijalankan oleh kaum muslim sebagai syiar agama. Dengan demikian, ritual tambahan ini bukan termasuk ibadah dalam pengertian sempit. Sebagian upacara adat ini tak dapat dipungkiri merupakan hasil kreasi kebudayaan yang diciptakan oleh umat muslim sendiri, sementara sebagian lain tidak jelas asalnya tapi semuanya bernuansa islami.

Dalam membaca budaya dan adat Cirebon tentu tidak hanya terbatas pada adat istiadat yang berlaku dan dijalankan oleh masyarakatnya. Perlu juga kiranya melihat bagaimana kepercayaan masyarakat Cirebon terhadap Tuhan sehingga mereka dapat melahirkan adat yang bernuansa religi baik dari segi kemanfaatan atau dari segi proses upacara adat tersebut.

Bagi masyarakat Cirebon, orang suci atau wali yang notabene membangun dan menjaga? budaya di Cirebon memiliki penilaian yang tersendiri. Masyarakat Cirebon sangat menghormati bahkan memuliakan mereka baik sebagai wali maupun sebagai pendiri kerajaan. Sehingga banyak sekali tempat-tempat wali atau leluhur yang berpengaruh di Cirebon dijadikan tempat keramat yang biasa diziarahi baik dari masyarakat Cirebon ataupun dari luar Cirebon. Termasuk di dalamnya pesantren yang merupakan poros kuat dalam proses penyebaran tradisi keagamaan semua ini saling menopang antara pemerintahan dan juga tradisi keagamaan yang dimiliki masyarakat Cirebon.

Mohamad Ramdhany, peneliti Farabi Institute, Kandidat Magister Sejarah Islam Nusantara STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Belajar Muhammadiyah

Jumat, 09 Maret 2018

Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta

Banyuwangi, Belajar Muhammadiyah - Pertengahan tahun 1991 menjadi awal tetesan keringat perjuangan sejarah Widodo merintis usaha aneka kerajinan bambu. Tanpa berbekal keahlian yang mumpuni dalam pengerjaan kerajinan, ayah tiga orang anak ini bertekad merintis usaha kerajinan dengan otodidak.

Saat ditanya alasan memilih usaha kerajinan yang terbuat dari bambu, pria asal kelahiran Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ini mengatakan, karena melimpahnya bahan baku ditambah kerajinan bambu ini sudah dilakukan oleh para leluhur di desa setempat.

Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengrajin Bambu Otodidak Asal Banyuwangi Ini Raup Omzet Puluhan Juta

"Kerajinan bambu ini jika diberikan sentuhan kreativitas tinggi dan perlakuan manajemen yang terukur akan mendatangkan peluang usaha yang menjanjikan. Dari harga beli satu batang bambu Rp 10 ribu mampu menghasilkan keuntungan sampai ratusan ribu. Asalkan ini dikelola dengan manajemen dan kreativitas yang mumpuni," ujar suami Yuli Nengah Reni.

Ia menjabarkan, setiap ruas perbatasan bambu dapat dijadikan sebagai kerajinan asbak rokok dengan harga jual mulai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Belum lagi anyaman bambu yang lain seperti membuat kap lampu, kotak tisu, songkok, keranjang buah, dan lain-lain. Dulu, awal perintisan hanya bersedia membuat beberapa produk kerajinan yang masih tradisional. Yaitu; kukusan untuk menanak nasi, lasah, tungku, dan irik (erek).

Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

"Seiring bertambahnya waktu, selera konsumen mengalami peningkatan. Sekarang sudah mulai diminati kerajinan modern, yaitu rak, kotak tisu, asbak, dan kap lampu. Kalangan konsumen pun datang secara beragam, mulai dari kalangan tokoh politik, kiai, masyarakat, dan santri," terang Widodo.

Ia mengisahkan perjalanan usahanya tidak hanya ditempuh mulus tanpa rintangan. Pernah ia mengalami kerugian ratusan juta ditambah juga menelan kasus penipuan dengan kedok usaha patungan. Terutama di tahun 2005 saat tragedi bom bali 2.

"Waktu terjadi bom bali saya mengalami total kerugian lebih dari Rp 200 juta. Bagaimana mungkin bisa dibayangkan? Saat itu, tidak ada tamu di Bali. Suasana sangat mencekam. Grafik perekonomian lumpuh total. Tamu mancanegara pada pulang di kampung halamannya sendiri. Barang kerajinan sudah terlanjur dikirim dalam persediaan yang banyak. Akhirnya selang beberapa hari, saya lakukan  peninjauan langsung. Sesampai di sana barang rusak semua. Tidak ada ganti rugi. Pemilik dan penjaga toko pada kabur tanpa tanggung jawab, dan ternyata toko yang ditempati dulu hanya berstatus kontrakan. Cuma bisa terdiam dan badan terasa lemas semua," kenang Widodo.

Justru dengan segala musibah dan rintangan ini, lanjutnya, memberikan pelajaran guna lebih semangat dan terus maju tanpa putus asa. "Memang tragedi ini mengingatkan waktu awal perintisan usaha dulu. Bidang pemasaran membutuhkan perjuangan ekstra tinggi daripada pembuatannya. Saya ingat, hanya dari kabar burung penawaran produk dari tetangga satu ke tetangga lainya. Alhamdulillah sekarang mulai merambah pemasaran sampai luar daerah mulai; Jember, Bali, Surabaya, bahkan sampai Jakarta," terangnya.

Sekarang, usaha yang dirintis dengan modal Rp 500 ribu ini ditambah tanpa bantuan tenaga kerja, mampu; meraup omzet Rp 75 juta, memiliki sepuluh orang karyawan tetap, dan ratusan pekerja dari masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah saat kepemiminan Kabupaten Banyuwangi di bawah Abdullah Azwar Anas yang pro terhadap para pelaku usaha mikro menambah keuntungan tersendiri. Adanya puluhan festival dengan diimbangi pembukaan stand pameran untuk para pelaku usaha menjadikan usaha semakin berkembang. Keuntungan yang sangat fantastis," ujar kakek dari empat orang cucu ini.

"Juga saya tergabung dalam market place banyuwangi-mall.com yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Ini adalah gebrakan yang dilakukan pemerintah guna menjawab pemasaran digital. Semoga ke depan Banyuwangi lebih maju," harap pria kelahiran 21 Oktober 1959 ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nusantara Belajar Muhammadiyah

Selasa, 06 Maret 2018

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, Belajar Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

Belajar Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Meme Islam, Quote Belajar Muhammadiyah

Senin, 05 Maret 2018

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan berbagai satuan pasukannya di tiap wilayah atau provinsi telah siap menyambut para pemudik dengan mendirikan posko mudik di beberapa titik strategis. Untuk momen mudik tahun ini, Banser mengambil tema Istirahat untuk Selamat.

Posko Mudik Banser 2016 menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, ta’jil buka puasa, posko kesehatan serta ribuan personel Satuan khusus Banser Lalu-Lintas (Balantas) untuk membantu mengurai kemacetan yang sudah pasti terjadi dan meminimalisir kecelakaan.

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Siapkan 201 Titik Posko Mudik Lebaran 2016

Posko Mudik Banser disebar dalam tiga jalur Darat di pulau jawa yaitu jalur lalu lintas utara, tengah dan selatan juga di beberapa titik di pulau sumatera dan terminal utama. “Posko Mudik Banser 2016 juga ditempatkan di beberapa titik bandara udara dan pelabuhan laut,” ujar Kepala Satkornas Banser H Alfa Isnaeni dalam rilisnya, Selasa (28/6).

Posko Mudik Banser 2016 berjumlah 190 titik posko transportasi darat, 5 titik posko transportasi laut, dan 6 titik posko transportasi udara dengan penyebaran posko sebagai berikut:

Belajar Muhammadiyah

1. DKI Jakarta: 3 terminal utama dan 1 posko pelabuhan laut.

2. Jawa Barat: 23 posko jalur lalu lintas darat.

3. Jawa tengah: 126 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 2 Posko di bandar udara.

Belajar Muhammadiyah

4. DI Yogyakarta: 11 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko di bandar udara.

5. Jawa Timur: 22 posko jalur lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

6. Banten: 2 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut, 1 posko di bandar udara.

7. Lampung: 3 posko lalu lintas darat, 1 posko pelabuhan laut.

Kegiatan Posko Mudik Banser 2016 mulai diselenggarakan H-7 Idul Fitri atau tanggal 28 Juni 2016 sampai dengan H+7 Idul Fitri atau tanggal 14 Juli 2016 dimana dalam waktu tersebut merupakan pilihan sebagian besar masyarakat untuk mudik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah News, Nusantara Belajar Muhammadiyah

Minggu, 04 Maret 2018

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Jakarta, Belajar Muhammadiyah

Anggota Komisi VII DPR Khofifah Indar Parawansa meragukan kinerja Badan Pelaksana (BP) lumpur Lapindo. Badan ini merupakan pengganti Timnas lumpur Lapindo yang berakhir 8 April lalu. Hingga kini berbagai upaya nyatanya tak mampu mengatasi luapan lumpur Lapindo, kerja Timnas juga tak berhasil.

“Saya lihat Timnas saja orang-orangnya power full tetapi kurang suskes menangani lumpur,” kata Khofifah, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin.

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ragukan Kinerja BP Lumpur Lapindo

Keraguan Khofifah juga berkaitan dengan adanya hubungan antara pemilik PT Lapindo dengan badan tersebut. Maklum, badan yang terbentuk berlandaskan Keputusan Presiden ini dikepalai Sunarso, Staf Ahli Menko Kesra Bidang Kependudukan dan SDM. Aburizal Bakrie adalah salah satu pemilik PT Lapindo Brantas Inc.

Selain itu, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu, Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, terlalu birokratis. Badan ini tidak memiliki kebebasan untuk mengeksekusi keadaan di lapangan.

Hal itu karena mereka harus melapor terlebih dahulu kepada Badan Pengawas seperti Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. ”Saya kasihan dengan orang-orang yang ada di Sidoarjo. Masyarakat semakin terkatung-katung,” ujarnya.

Belajar Muhammadiyah

Khofifah meminta pemerintah pusat bekerja sepenuh hati untuk menyelesaikan lumpur Lapindo. Sebab, masyarakat Sidoarjo sudah lelah dan tersiksa dengan musibah tersebut. ”Pemerintah harus bertanggung jawab karena semuanya serba darurat di Sidoarjo,” katanya. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Syariah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

Sabtu, 03 Maret 2018

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Boyolali, Belajar Muhammadiyah


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Boyolali, kepada perwakilan Ansor-Banser setempat yang ikut menjadi relawan.

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Kepada Belajar Muhammadiyah, Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, mengatakan pemberian bantuan terwujud dari upaya bersama dari para kader Ansor dan Banser di Boyolali. “Semoga dapat meringankan beban mereka yang tertimpa musibah," ujar Choiruddin, Sabtu (24/12).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan, dari seluruh sahabat Ansor, termasuk dari Anak Cabang. “Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengadakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir ini,” kata dia.

Choiruddin menambahkan, dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir.

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Belajar Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Kairo, Belajar Muhammadiyah. Warga Mesir telah menyetujui amandemen konstitusi negara tersebut, dan ini merupakan kemenangan elektoral pertama bagi rezim yang didukung militer menyusul lengsernya Muhammad Mursi Juli lalu.

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Amandemen konstitusi tersebut mendapat persetujuan 98,1% dari 38,6% pemilih yang hadir, ujar kepala Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir. Angka itu melampaui jumlah orang yang setuju dan hadir dalam penyusunan piagam dalam masa satu tahun pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya fajar baru bagi Mesir, ujar Ehab Badawy, juru bicara kantor kepresidenan. Demikian dilaporkan oleh laman wall stret journal.

Belajar Muhammadiyah

Setelah amandemen disetujui, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta para pejabat Mesir menerapkan ketentuan hak asasi manusia.

“Amerika Serikat mendesak pemerintahan sementara Mesir menerapkan ketentuan mengenai HAM dan kebebasan yang dijamin oleh Undang Undang Dasar baru,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri. Ia pun berkata, “bukan satu satu suara yang menjadi penentu demokrasi, namun pelbagai langkah yang ditentukan setelahnya.”

Belajar Muhammadiyah

Menurut sejumlah kelompok dan aktivitas kemanusiaan, rendahnya jumlah pemilih golput menjadi gambaran mengenai berlanjutnya tekanan kepada kelompok penentang.

Isi UUD perubahan dipandang sama dengan sebelumnya dengan penekanan kekuatan militer, judisial, dan kepolisian.

Militer Mesir mengumumkan peta jalan setelah Mursi dilengserkan lewat kudeta berdarah.

Bulan lalu, pemerintahan sementara mengganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Pemerintah pun mengeluarkan aturan unjuk rasa yang telah menjebak puluhan aktivis sekuler penentang peta jalan militer.

Kelompok kemanusiaan dan pengamat independen mengecam pemilu yang legitimasinya rusak berkat adanya kelompok dan suara penentang.

Sebelum referendum Selasa, sejumlah orang yang menyerukan golput ditangkap.

“Transisi demokratis harus ditandai dengan adanya kebebasan lebih luas. Namun, hak demokratis warga sangat terhambat oleh warga Mesir sendiri,” ujar Eric Bjornlund kepala misi pengamatan Demokrasi International. “Tapi, masa pasca-referendum memberi peluang bagi adanya partisipasi politik lebih luas.”

Menurut kelompok tersebut, tidak terdapat bukti penyelewengan sistematis. Namun, terdapat sejumlah cacat pemilu yang dapat berujung pada kondisi golput seperti jarak antarbilik pencoblosan yang terlalu dekat. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock