Demak, Belajar Muhammadiyah. Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin Asuhan KH. Asrori Lathif Desa Jragung, Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (5/1) pagi, menggelar acara Khotmil Qur’an di Masjid Busyra Lathif di desa setempat.
Sebanyak 9 santri yang ikut program tahfidh (hafalan alQur’an 30 Juz), 15 peserta bin nadzar (mengkhatamkan 30 juz dengan cara membaca dan melihat mushaf) dan 17 santri yang telah merampungkan belajar juz ‘amma tampil di hadapan para kiai dan seluruh pengunjung haul haul Simbah Kiai Marwan, AH.
| Para Hafidz Pesantren Raudhatuth Thalibin Dibacakan Wasiat KH Arwani (Sumber Gambar : Nu Online) |
Para Hafidz Pesantren Raudhatuth Thalibin Dibacakan Wasiat KH Arwani
Usai mengkhatamkan al-Qur’an peserta khataman mengikuti pembacaan tahlil yang dipimpin KH. Ulil Albab, putra seorang hafidz dan pakar al-Qur’an, KH. Arwani Amin, dari Kudus, Jawa Tengah. Selanjutnya para wisudawan menyimak wasiat KH Arwani Amin.Belajar Muhammadiyah
Putra sulung KH Arwani Amin, KH Ulin Nuha, membacakan wasiat tersebut dengan ayat “Wala tasytaruu bi aayaatii tsamanan qalilaa”. Ayat tersebut berpesan tentang larangan memperjualbelikan al-Qur’an dengan harga yang rendah, yakni dunia.Belajar Muhammadiyah
Dalam wasiatnya, KH Arwani tidak meridhai santri-santrinya untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawtil Qur’an atau yang lebih dikenal dengan istilah kejuaraan “MTQ”. Wasiat ini memiliki silsilah sanad yang jelas sampai kepada KH Arwani dan menjadi pegangan para penghafal al-Qur’an di sana. (Asnawi Lathif/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Belajar Muhammadiyah Berita, Sholawat, Khutbah Belajar Muhammadiyah

EmoticonEmoticon