Kamis, 05 Oktober 2017

MKK Tambah Semangat Santri Dalami Ilmu dari Sumber Utama

Jakarta, Belajar Muhammadiyah 



Salah seorang dewan juri nasional Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) KH Abdul Moqsith Ghazali mengatakan MKK akan menambah semangat para santri untuk semakin giat belajar mendalami ilmu-ilmu keislaman dari sumber-sumber utama.

“Dengan MKK ini kita berharap akan tumbuh para ulama yang memiliki pengetahuan ilmu-ilmu keislaman yang mendalam,” katanya pada final kegiatan yang digelar Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (21/7). 

MKK Tambah Semangat Santri Dalami Ilmu dari Sumber Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
MKK Tambah Semangat Santri Dalami Ilmu dari Sumber Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

MKK Tambah Semangat Santri Dalami Ilmu dari Sumber Utama

Mereka, kata pengurus Lembaga Bahtsul Masail PBNU, mampu menggali ilmu Islam langsung dari sumber-sumber utama. Sebab, mereka telah memiliki kemampuan gramatika bahasa di atas rata-rata..

Sebagaimana diketahui, sekitar 200 santri putra dan putri dari seluruh pesantern Indonesia lolos ke final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK). Santri-santri tersebut sebelumnya telah melewati babak penyisihan tingkat kabupaten atau kota dan semifinal tingkat provinsi.

Belajar Muhammadiyah

Final yang digelar di Graha Gus Dur kantor DPP PKB dan gedung PBNU pada Jumat-Sabtu (21-22/7) itu terbagi ke dalam dua kategori yaitu tingkat ula dan ulya. Untuk ula, mereka mereka dites kitab Fathul Qorib dan Nadham Imrithi sedangkan kelompok ulya adalah Ihya Ulumiddin dan Nadham Alfiyah Ibnu Malik.

Selain Abdul Moqsith Ghazali juri tingkat nasional babak final Musabaqoh Kitab Kuning dengan kitab Ihya Ulumiddin di antaranya adalah KH Ishomuddin (Rais Syuriah PBNU) dan Hj. Faizah Sibromalisi (Pondok Pesantren Al-Mughni Jakarta).

Juri Nadham Alfiyah adalah KH Anang DN, KH Damanhuri (Syuriah PCNU Brebes) dan KH Niamillah Aqil Siroj (Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon).

Juri kitab Fathul Qorib KH Syafrudin Syarif (Katib PWNU Jatim/Pondok Pesantren Rauma Pasuruan), KH Ahmad Qoharudin (Pondok Pesantren Alfalah Ploso, Kediri) dan Hj. Hindun Anisa (Jepara).

Belajar Muhammadiyah

Sementara juri Nadham Imrithi KH Bushrol Karim (Pondok Pesantren Baitul hikmah Tasikmalaya), Hj. Badriyah Fayumi (Pondok Pesantren Mahasina Jakarta) dan KH Lukman Hakim (Rais Syuriah PCNU Jaksel). (Husni Sahal/Abdullah Alawi))

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Santri, Budaya, Ubudiyah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. MKK Tambah Semangat Santri Dalami Ilmu dari Sumber Utama di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock