Kamis, 05 Oktober 2017

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial kegamaan (jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah) didirikan tidak hanya bertujuan memperkuat paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), tetapi juga sebagai respon atas kondisi nasional dan internasional saat itu.?

Para inisiator dan pendiri NU seperti KH Wahab Chasbullah, KH Hasyim Asy’ari, dan para kiai se-Jawa dan Madura memimpin pergerakan nasional melawan ketidakperikemanusiaan penjajah. Selain itu, mereka juga berupaya menangkal puritanisme Islam yang dibawa oleh Dinasti Saud di Arab Saudi yang berusaha meratakan makam Nabi dan para sahabat.

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos

Tantangan-tantangan di atas hingga sekarang masih diperankan oleh para kiai NU sehingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar pertemuan 99 Ulama khos di Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (16/3) bertajuk Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara. ?

Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerangkan, dewasa ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan-tantangan yang sangat kritikal baik dalam skala domestik maupun internasional. Dalam skala domestik, pergerakan populisme kanan terus bekerja menggerus kultur moderat keagamaan masyarakat.?

Belajar Muhammadiyah

“Meskipun kita tahu bahwa gerakan-gerakan transnasional itu, secara global sebenarnya juga belum pernah berhasil menemukan bentuk idealnya. Karena itu kita tidak boleh goyah,” tegas Gus Yahya, Kamis (9/3) di Jakarta.

Pada saat yang sama, imbuh salah seorang keponakan Gus Mus ini, NU yang dinilai mampu menerjemahkan dengan baik Islam sebagai rahmat bagi alam semesta, sesungguhnya tengah diharapkan peran aktifnya oleh masyarakat dunia.?

Belajar Muhammadiyah

“NU benar-benar menjadi harapan bagi umat Islam untuk kembali menjadikan agama ini pilar peradaban dunia,” katanya.?

Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, KH Maimoen Zubair menyambut baik silaturahim dan pertemuan para ulama dari penjuru Indonesia itu.

Bahkan dalam sejumlah kesempatan, Mbah Maimoen berkali-kali mengutarakan pandangannya terkait tradisi musyawarah di antara para ulama. Hal ini mengingat kondisi sosial, kegamaan, dan lain-lain di kancah nasional maupun global kerap memunculkan konflik horisontal, bahkan berpotensi memecah belah bangsa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Warta Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Tantangan Nasional dan Global Menjadi Perhatian Para Kiai Khos di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock