Jumat, 19 Mei 2017

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. Dalam kegiatan Workshop Kreator Konten dengan tujuan menyebarkan pesan damai di dunia maya, Selasa (1/9) di Hotel Fairmont Jakarta yang diselenggarakan oleh The Wahid Institute dan Google Indonesia, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau dan meminta Google agar tidak menaruh konten-konten negatif diurutan paling atas di mesin pencarian.

“Selain kebajikan yang sudah dilakukan, Google juga harus mempunyai kebijakan tegas terhadap konten-konten negatif dengan tidak memunculkan link-link negatif diurutan paling atas,” ujar Menag saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop tersebut.

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif

Menag bercerita tentang pengalaman pribadinya saat dirinya mencoba mencari konten dengan kata kunci “Qital”. Ketika itulah dirinya mendapatkan konten sekaligus gambar-gambar yang menyeramkan berbalut panji-panji Islam diurutan atas.

Belajar Muhammadiyah

“Tentu konten-konten tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi generasi muda. Apalagi mereka seringnya hanya membuka konten yang paling atas, tidak mau mencari hingga ke bawah untuk perbandingan,” ungkapnya.

Belajar Muhammadiyah

Menag menjelaskan, bahwa konten-konten negatif yang dimaksud dirinya adalah, diantaranya konten yang menjurus pada radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama, baik dalam bentuk informasi, berita, gambar, dan video di You Tube.

Karena menurutnya, esensi agama harus menebarkan kebajikan dan memanusiakan manusia. “Sebab itu, deradikalisasi bukan upaya melemahkan agama seperti anggapan mereka, melainkan mencegah mental intoleran dan ekstrimisme,” paparnya.

Kepada generasi muda, Menag mengingatkan bahwa internet tidak bisa menjelaskan teks. Harus belajar kepada kiai, ustadz, maupun guru sehingga agama tidak dipahami secara instan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, penulis Biografi Gus Dur, Greg Barton, Aktivis Gender, Hussein Muhammad, Fasilitator untuk Rehabilitasi Teroris, Noor Huda Ismail, Jurnalis Perdamaian United Kingdom, Abdul-Rehman Malik, dan lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Khutbah, Internasional, Hadits Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock