Kamis, 06 Juli 2017

Gelar Muskerwil, PWNU Aceh Minta PBNU Perhatikan Daerah

Banda Aceh, Belajar Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh menggelar Musyawarah Kerja Wilayah bersama Rais dan Ketua dari 23 Pengurus Cabang (PCNU), Jum’at-Sabtu (9-10/7) di Hotel Grand Banda Aceh. Muskerwil yang digelar menjelang pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang ini dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan Ketua Pelaksana Program Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik.

Gelar Muskerwil, PWNU Aceh Minta PBNU Perhatikan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Muskerwil, PWNU Aceh Minta PBNU Perhatikan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Muskerwil, PWNU Aceh Minta PBNU Perhatikan Daerah

Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali mengatakan, Muskerwil membahas sejumlah persoalan internal organisasi seperti kelengkapan administrasi terutama untuk PCNU yang baru mendapatkan SK dari PBNU. Muskerwil juga membahas persiapan PWNU dan PCNU menghadiri Muktamar NU di Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

“Kami membahas persiapan menjelang muktamar, seperti pembagian sidang komisi-komisi, sampai membicarakan siapa yang akan didukung sebagai calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” kata Tgk Faisal usai pelaksanaan Muskerwil.

Belajar Muhammadiyah

Dikatakan, PWNU Aceh berserta 23 PCNU yang ada berharap pemimpin NU ke depan memberikan perhatian lebih pada perkembangan organisasi NU di daerah-daerah.

“PBNU butuh memberikan perhatian khusus terutama dalam hal manajerial organisasi. Perlu adanya sentuhan dari PBNU ke PWNU dan PCNU minimal dalam bentuk penyelenggarakan Raker yang terencana, atau program apapun,” katanya.

Belajar Muhammadiyah

Mengutip pernyataan Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Muskerwil, menurut Tgk Faisal, organisasi NU dibutuhkan oleh Indonesia dan dunia. Maka penataan organisasi NU harus dilakukan sesegera mungkin.

“Apa yang disampaikan Bapak As’ad sudah bagus dan tepat berdasar pengalaman dan kinerja beliau selama ini. Tidak boleh tidak pengorganisasian harus solid, managemen keroganisasian harus berjalan dengan baik dan dinamis, perlu ada pendelegasian wewenang, administrasi kantor harus tertata rapi, dan seterusnya,” katanya.

Terkait perlunya perhatian lebih kepada perkembangan NU di daerah-daerah, Ketua PCNU Aceh Tenggara Muhajirin menyampaikan hal serupa. Kebesaran organisasi NU diharapkan tidak terkonsentrasi di daerah tertentu.

“Tolonglah ada perhatian. Kami ada di pinggiran, jaringan tidak luas. Transportasi dari wilayah saja butuh waktu dua hari,” kata Ketua PCNU termuda di Aceh berusia 27 tahun itu. (Hadi/Anam)

Foto: Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali saat berada di ruang redaksi Belajar Muhammadiyah Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Berita, Sejarah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Gelar Muskerwil, PWNU Aceh Minta PBNU Perhatikan Daerah di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock